cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN PENGGUNAAN BEDAK BAYI USIA 0-9 BULAN PAD AREA GENETALIA DENGAN KEJADIAN DIAPER RASH (RUAM POPOK) DI RUMAH BERSALIN ZOHYA PERBAUNGAN TAHUN 2023 Paninsari, Debora; Khoir, Umul; Yunita, Rini Sandra; Oktavia, Rini Firdayeni; Pohan, Rini Astuti; Amdani, Riska
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.22944

Abstract

Babies with relatively vulnerable skin often suffer from skin problems, because the baby's skin is very delicate, making babies very dangerous for health disorders, infections and serious threats. Among the skin problems that often arise include diaper rash (diaper rash). Part of the trigger for diaper rash is the use of powder in infants, which causes extreme itching. This research implements a cross-sectional strategy to summarize the same timely information on intersubject engagement with group comparisons set on specific traits. The discovery was implemented at Zohya Perbaungan Maternity Home, out of 30 babies exposed to 25 babies suffering from diaper rash (diaper rash) mostly triggered by the use of baby powder. Corresponding chi-square test describes p- value= 0.000 where ? 0.05 displays 0.000<0.05, thus HI approved H0 was canceled which revealed emerging association of 0-9 month old infant powder use in Genetalia area with incidence of diaper rash (diaper rash) in Zohya Perbaungan Maternity Home.
THE EFFECTIVENESS OF GREATER AURICULAR NERVE (GAN) BLOCK USING ISOBARIC ROPIVACAINE AS AN ANALGESIC ADJUVANT AS COMPARED TO INTRAVENOUS OPIOID AS ANALGESIA FOR MIDDLE EAR SURGERY Tirta, Ian; Widnyana, I Made Gede; Sinardja, Cynthia Dewi; Putra, Kadek Agus Heryana; Parami, Pontisomaya; Suarjaya, I Putu Pramana; Wiryana, Made; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27255

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Blok Saraf Aurikular Besar menggunakan ropivakain isobarik terhadap jumlah penggunaan opioid selama dan setelah operasi, penilaian hemodinamik, intensitas nyeri, dan penilaian respons mual dan muntah post-operatif. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni (eksperimental sejati). Desain penelitian yang digunakan adalah uji acak terkontrol buta tunggal (RCT). Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 48 pasien berusia di atas 18 tahun hingga 65 tahun yang menjalani operasi telinga bagian tengah-bagian dalam di Rumah Sakit Prof IGNG Ngoerah, Denpasar. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 26 untuk uji t-tidak tergantung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fentanyl P1 adalah 77,08 ± 32,90 mg dan P0 adalah 97,92 ± 37,53 mg, p = 0,003. Kebutuhan morfin ditemukan dalam 3 jam, P1 adalah 0,58 ± 0,77 mg dan P0 ditemukan menjadi 1,04 ± 0,69 mg, p < 0,001. Kebutuhan morfin 6 P1 adalah 0,79 ± 0,72 mg dan P0 ditemukan menjadi 2,63 ± 1,27 mg, p < 0,001. Kebutuhan morfin selama 24 jam P1 adalah 1,50 ± 1,14 mg dan P0 ditemukan menjadi 3,92 ± 1,66 mg, p < 0,001. Intensitas nyeri ditemukan lebih rendah pada 3, 6, 12, 18, dan 24 jam pada P1 (p <0,05). Perbaikan hemodinamik > 20% pada P0 ditemukan pada 15, 30, 60, dan 120 menit, sedangkan kelompok P1 ditemukan stabil (p <0,001). Skor mual dan muntah selama 24 jam P1 adalah 1,92 ± 1,01 dan P0 adalah 2,75 ± 1,03, p = 0,007.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANALGESIA PASCAOPERASI BLOK SUBKOSTAL TRANSVERSUS ABDOMINIS (STA) DENGAN OPIOID INTRAVENA PADA PASIEN OPERASI LAPAROSKOPI KOLESISTEKTOMI DI RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR Wardani, Dinar Kusuma; Sidemen, I.G.P.Sukrana; Hartawan , I.G.A.G. Utara; Widnyana, I Made Gede; Parami, Pontisomaya; EM, Tjahya Aryasa; Wiryana, Made; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedakan efektivitas antara blok STA dengan opioid intravena sebagai analgesia pascaoperasi laparoskopi kolesistektomi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. Penelitian ini merupakan sebuah uji coba prospektif, acak, terkendali dan single-centered. Sebanyak 60 subjek pasien yang menjalani tindakan operasi laparoskopi dibagi menjadi 2 kelompok denganpemberian tindakan STA dan tanpa STA. Analisis data dillakukan dengan bantuan SPSS versi 36 meliputi uji Chi Square, independent t tets dan Mann Whitney. Hasil penelitian bahwa Blok STA pascaoperasi laparoskopi kolesistektomi memiliki intensitas nyeri dengan NRS pada jam ke 6, 12 dan 24 lebih rendah dibandingkan dengan yang hanya mendapatkan opioid intravena dengan nilai p<0,001. Blok STA memiliki total waktu pemberian analgesik rescue pertama 6,67±2,39 jam dan tanpa STA 1,87±0,81 jam dengan perbedaan 4,80 jam (IK95% 3,87-5,72; p<0,001). Blok STA memiliki jumlah muntah dalam 24 jam dengan rerata 0,50±0,97 kali dan tanpa STA 3,27±1,79 kali dengan perbedaan 2,76 kali (IK95% 2,01-3,51; p<0,001). Blok STA memiliki hasil NLR dengan rerata 2,52±1,71 dan tanpa STA 4,64±2,90 dengan perbedaan 2,12 (IK95% 0,89-3,35; p=0,001). Nilai NLR antara sebelum dan sesudah kelompok STA menurun sebesar 1,27±2,64 sedangkan kelompok tanpa STA meningkat rerata 1,33±1,87 dengan perbedaan 2,61 (IK 1,43-3,80; P<0,001). Tindakan blok STA dapat menurunkan efek nyeri, mual-muntah dan durasi analgetik lebih panjang dengan nilai NLR lebih rendah pascaoperasi laparoskopi kolesistektomi dibandingkan dengan tanpa STA.
COMPARISON OF SEVOFLURANE WITH PROPOFOL ON THE INCIDENCE OF EMERGENCE AGITATION AFTER GENERAL ANAESTHESIA IN PAEDIATRIC PATIENTS UNDERGOING LAPARATOMY SURGERY AT RSUP PROF. DR. I. G. N. G. NGOERAH Giovanni, Malvin; Suarjaya, I Putu Pramana; Kurniyanta, I Putu; Wiryana, Made; Senapathi, Tjokorda Gde Agung; Suranadi , I Wayan; Widyana, I Made Gede; Putra, Kadek Agus Heryana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa perbandingan antara penggunaan sevofluran dan propofol sebagai obat pemeliharaan anestesi dapat mengurangi insiden AK pada pasien pediatrik yang menjalani operasi laparotomi di RS PROF. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Penelitian ini adalah studi kohort prospektif yang dilakukan pada 84 pasien berusia 3-12 tahun dengan ASA I-II yang menjalani operasi laparotomi. Semua pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima pemeliharaan anestesi dengan sevofluran dan kelompok yang menerima pemeliharaan anestesi dengan propofol. Setelah anestesi dari awal ekstubasi hingga 1 jam di ruang pemulihan, pasien diperiksa dan dicatat apakah terjadi AK menggunakan Pediatric Anesthesia Emergence Delirium (PAED) dan tingkat keparahannya. Jika skornya > 12, pasien diindikasikan mengalami AK. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan penggunaan obat pemeliharaan anestesi menggunakan propofol dan sevofluran terhadap insiden AK dan ditemukan bahwa 21,4% dari kelompok yang menggunakan propofol mengalami AK, dan 59,5% dari kelompok yang menggunakan sevofluran mengalami AK, nilai p <0,001 dengan OR 5,392; 95% CI [2.06 - 14.09]. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa semakin muda usia meningkatkan risiko insiden AK dibandingkan dengan anak-anak yang lebih tua. Propofol secara signifikan mengurangi insiden Agitasi Kebangkitan (AK) dibandingkan dengan sevofluran pada pasien pediatrik yang menjalani operasi laparotomi di RS PROF. Dr. I. G. N. G. Ngoerah.
PENINPENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI MANFAAT MINYAK JELANTAH SEBAGAI PRODUK EKONOMIS PADA MASYARAKAT DESA BABAR LAYAR KABUPATEN INDRAMAYU GKATAN PENGETAHUAN MENGENAI MANFAAT MINYAK JELANTAH SEBAGAI PRODUK EKONOMIS PADA MASYARAKAT DESA BABAR LAYAR KABUPATEN INDRAMAYU Amaliah, Suci; Agriandita, Isnani; Sodikin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27355

Abstract

Kebanyakan orang membuang minyak jelantah langsung ke tempat sampah atau bahkan langsung ke wastafel. Hal ini disebabkan kurangnya infrastruktur atau pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan lingkungan dan kesehatan minyak jelantah. Berdasarkan informasi tersebut, diperlukan inovasi dalam pemurnian atau daur ulang minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Berdasarkan observasi awal, masih banyak masyarakat di Desa Babar Layar yang belum mengetahui manfaat minyak jelantah dan belum mengolahnya dengan baik. Minyak jelantah mereka umumnya dibuang sembarangan ke saluran air atau dicampur dengan tanah, sehingga dapat mencemari lingkungan. Sebagian besar masyarakat menganggap minyak jelantah hanya sebagai limbah yang tidak memiliki nilai guna. Tujuan dari penelitian ini adalah menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran  masyarakat  mengenai manfaat minyak jelantah  sebagai  produk  ekonomis  terutama  untuk masyarakat  di  Desa Babar Layar Kabupaten Indramayu, Jawa Barat secara  luring  khususnya  Ibu Pembinaan Kesejahteraan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra-eksperimental, dalam penelitian ini hanya menggunakan satu kelas saja yaitu kelas eksperimen. Berdasarkan hasil pemberian edukasi terjadi peningkatan pengatahuan mengenai manfaat minyak jelantah  sebagai  produk  ekonomis ini dapat dilihat dengan dominasi responden yang mendapat nilai dengan kriteria tinggi sebanyak 8 responden dari 15 reponden dengan pesentasi yaitu 53%. Hal ini dapat dijadikan acuan pentingnya pemberian edukasi seperti tersebut di atas bagi para responden agar mengenai manfaat minyak jelantah  sebagai  produk  ekonomis.
PENGARUH PEMBERIAN KRIM SEKRETOM3 TERHADAP EKSPRESI GEN CARTILLAGE OLIGOMERIC MATRIX PROTEIN PADA TIKUS OSTEOARTHRITIS SECARA IN VIVO Meksiko, Riki; Marlina; Rahmadian, Rizki
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27772

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh pemberian krim sekretom Terhadap Ekspresi Gen Cartillage Oligomeric Matrix Protein Pada Tikus Osteoarthritis Secara In Vivo yang terdiri dari kelompok kontrol positif, dosis 5%, dosis 10% dan dosis 15% dengan menggunakan metode realtime-pcr. Penelitian ini menggunakan sel punca MSC dari jaringan adiposa yang diproses hingga fase keempat (P4) dan dibuat menjadi krim MSC-CM dengan emulgator Olivem® 1000. Model osteoartritis dibuat pada tikus menggunakan Monosodium Iodoasetat (MIA), dan kerusakan sendi dianalisis secara histopatologi. Krim sekretom diterapkan pada tikus selama 2 minggu. Data dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk, Levene, dan SPSS Ver 18 untuk mengevaluasi ekspresi gen COMP.  Hasil penelitian ini melibatkan penggunaan sel punca MSC dari jaringan adiposa yang telah disubkultur untuk menyiapkan media kultur dan krim MSC-CM. Sel-sel yang telah memasuki fase keempat (P4) diproses dan disimpan untuk digunakan dalam pembuatan krim yang mengandung faktor pertumbuhan sel punca. Krim MSC-CM diformulasikan dengan emulgator Olivem® 1000 dan minyak jeruk untuk meningkatkan penetrasi dan stabilitas. Penelitian juga mengevaluasi efek krim pada tikus dengan osteoartritis, mengamati peningkatan ekspresi gen Cartilage Oligomeric Matrix Protein (COMP) setelah pemberian krim. Hasil menunjukkan bahwa krim sekretom dapat meningkatkan ekspresi COMP dan menunjukkan potensi perbaikan tulang rawan, meskipun tidak signifikan secara statistik.
HUBUNGAN LAMA WAKTU TUNGGU DENGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DI POLI TB- DOTS RSUD ROKAN HULU TAHUN 2023 Astika, Rini; Jepisah, Doni; Asmarwiati, Septien
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.27864

Abstract

Pasien rawat jalan sering mengeluhkan waktu tunggu di RSUD Rokan Hulu, khususnya di Poli TB-DOTS yang mencapai 1 jam 29 menit 45 detik. Keluhan tinggi terkait waktu tunggu berpotensi memengaruhi kepuasan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan  lama waktu tunggu dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di Poli TB- DOTS RSUD Rokan Hulu Tahun 2023. Keluhan yang tinggi terhadap waktu tunggu berdampak pada kepuasan pasien. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional.  Variabel independen lama waktu tunggu pelayanan, variabel dependen kepuasan pasien. Populasi sebanyak 176 pasien dengan sampel 64 responden.Teknik sampling Purposive Sampling, data penelitian menggunakan data primer, alat pengumpulan data berupa kuisioner survei kepuasan masyarakat dari Permenpan No. 14 Tahun 2017. Analis data yang digunakan univariat dan bivarat dengan uji chi-Square., Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan lama waktu tunggu dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di Poli TB- DOTS (P-value 0,006). Manajemen dapat melakukan perencanaan yang lebih efektif terkait penempatan SDM, terutama Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Poli TB-DOTS dan poli Paru. Petugas perlu meningkatkan efisiensi dan ketepatan dalam mengikuti SOP yang telah ditetapkan untuk mengurangi waktu tunggu pasien.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS -, kurnia agil saputra; Rosyid, Fahrun Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28056

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit jangka Panjang yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan menunjukkan bahwa responden mengalami kualitas hidup yang buruk, disebabkan karena cepat lelah saat beraktivitas, ketidakmampuan mengikuti diet DM, dan sering timbul gejala penyakit DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Mellitus Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Mellitus Di Puskesmas Pajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross sectional Study, jumlah responden sebanyak 163 pasien diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Pajang. Metode sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Variabel bebas (independen) dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan tentang diabetes mellitus dan variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Hasil penelitian ini diperoleh nilai koefisiensi korelasi spearman r = 0,426 dengan p = 0,000, Data menunjukkan bahwa diperoleh hasil tingkat pengetahuan sebanyak 67 (41,1%) responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, 89 (54,6%)sedang, dan 7 (4,3%)tinggi. Berdasarkan tingkat kualitas hidup diperoleh hasil sebanyak 7 (4,3%) responden memiliki tingkat kualitas hidup buruk, 69 (42,3%) sedang, dan 87 (53,4%)baik. hal ini berarti bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup pada penderita diabetes mellitus.
EVALUASI STRATEGI IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI BENGKULU UTARA NOMOR 53 TAHUN 2020 TENTANG PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN ANGKA KEMATIAN BAYI DI KABUPATEN BENGKULU UTARA TAHUN 2023 Ernawati, Made; Mustopa; Anik Khasyanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28073

Abstract

Masalah Kesehatan ibu dan anak masih menjadi permasalahan utama di Kabupaten Bengkulu Utara, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Tahun 2018 s.d 2022 cenderung meningkat. Oleh karena itu dikeluarkannya Peraturan Bupati Bengkulu Utara Nomor 53 Tahun 2020 untuk Percepatan Penurunan AKI dan AKB. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi implementasi Peraturan Bupati Bengkulu Utara Nomor 53 Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Pemilihan informan diambil secara purposive sampling. Teknik pengambilan data primer dengan wawancara  mendalam. Teknik analisa data melalui reduksi dan penyajian data. Hasil : pada komponen input, sosialisasi sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Anggaran APBD terbatas dan masih bertumpu pada anggaran BOK dan Kapitasi JKN, Tenaga kesehatan dokter masih terbatas di Puskesmas. Pada komponen proses kegiatan perencanaan dan pelaksanaan sudah berjalan dengan baik tetapi belum terkoordinasi di tim pokja, kendala dilapangan masih terbatasnya tenaga dokter dan ambulan desa. Komponen Output evaluasi sudah dilakukan namun belum bersinergi dengan kelompok kerja AKI AKB dimana AKI AKB di Bengkulu Utara masih belum mencapai target yang ditetapkan.  Sehingga diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait, serta langkah strategis yang tepat untuk mencapai tujuan penurunan AKI AKB yang optimal.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN BERSUBSIDI DI PUSKESMAS KOTA BENGKULU TAHUN 2023 Martini, Helta; Subuh, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai pelaksanaan implementasi kebijakan pelayanan bersubsidi yang diterapkan di Puskesmas Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan studi pustaka untuk mengumpulkan data. Penelitian dilakukan di Kota Bengkulu dari Oktober hingga Desember 2023 dengan narasumber utama termasuk pejabat kesehatan dan masyarakat. Data primer diperoleh melalui wawancara, sementara data sekunder melalui studi pustaka. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi untuk memastikan validitas informasi. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan interpretasi yang akurat dan komprehensif tentang isu yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bhawa Dukungan terhadap tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana berkualitas adalah kunci untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bengkulu. Kualitas pelayanan kesehatan lebih penting daripada jumlah peserta dalam mencapai UHC. Keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ditentukan oleh tingkat pemanfaatan layanan kesehatan yang dirasakan bermanfaat oleh masyarakat. Meskipun implementasi kebijakan pelayanan kesehatan bersubsidi di Puskesmas Kota Bengkulu sudah baik, masih ada kendala seperti pencatatan data, kuantitas tenaga kesehatan, dan administrasi. Kerjasama antara pemerintah, sektor kesehatan, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi hambatan ini. Kebijakan ini telah mengurangi beban finansial masyarakat miskin, meningkatkan cakupan layanan, dan memperbaiki mutu serta pengawasan layanan kesehatan.