cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
KARAKTERISTIK KLINIS PASIEN RAWAT INAP DENGAN DIAGNOSIS FIBROADENOMA MAMMAE (FAM) DI RSUD 45 KUNINGAN PERIODE FEBRUARI 2021 – JULI 2023 Ramdhani, Rani; Larasati, Putri Ajeng Ayu; Ishaq, Rhiza M
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28325

Abstract

Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah jenis tumor jinak pada payudara yang tidak menimbulkan rasa nyeri, mudah digerakkan, memiliki batas tegas, dan konsistensi padat kenyal. FAM termasuk dalam salah satu dari lima penyakit payudara yang paling sering ditemui. Menurut data dari WHO, diperkirakan pada tahun 2030 akan terjadi peningkatan jumlah penderita kanker di Indonesia hingga tujuh kali lipat, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita dengan riwayat tumor jinak sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik klinis pasien rawat inap dengan diagnosis FAM di RSUD 45 Kuningan, dengan fokus pada usia, status perkawinan, letak tumor, ukuran, jumlah, lama perawatan, dan gambaran histopatologi. Metode yang digunakan adalah penelitian observasional deskriptif retrospektif, dengan sampel berjumlah 40 pasien yang diambil menggunakan metode total sampling. Analisis univariat dilakukan untuk mengevaluasi distribusi frekuensi dan persentase dari setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien FAM adalah remaja dewasa dengan usia 23 tahun (17,5%), berstatus belum menikah (65%), dan tumor terletak pada sisi unilateral (87,5%). Tumor umumnya berukuran 3,5 cm (30%) dan ditemukan pada satu tumor di 77,5% pasien, dengan lama perawatan rata-rata 3 hari pada 42,5% pasien. Gambaran histopatologi menunjukkan bahwa baik Simple FAM maupun Complex FAM masing-masing ditemukan pada 50% pasien. Kesimpulannya, pasien FAM sebagian besar adalah remaja berusia 23 tahun dan belum menikah, dengan tumor yang terletak pada sisi unilateral, berukuran 3,5 cm, dan durasi rawat inap rata-rata selama 3 hari. Gambaran histopatologi menunjukkan proporsi yang sama antara Simple FAM dan Complex FAM.
FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL BUAH MERAH PAPUA (PANDANUS CONOIDEUS LAMK) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES ATCC 6919 Emin Karoba; Anna Fitriawati; Bangkit Riska P
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28470

Abstract

Jerawat dapat disebabkan oleh faktor genetik, hormon, kondisi kulit, makanan, psikis, cuaca, infeksi bakteri Staphylococcus aureus pekerjaan, kosmetika dan bahan kimia lain. Bakteri penyebab jerawat terdiri dari Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Masker dalam bentuk gel yang memiliki beberapa keuntungan diantaranya mudah dalam penggunaan, serta mudah untuk dibersihkan karna setelah kering mudah untuk dikelupas biasa dikenal masker gel peel-off. Buah merah (Pandanus conoideus Lamk) merupakan tumbuhan endemik papua yang memiliki kandungan flavonoid, tanin, dan saponin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan masker gel peel-off dari ekstrak buah merah (Pandanus conoideus Lamk) dan melihat evaluasi mutu fisiknya. Metode penelitian ini dari eksperimental yang terdiri dari membuat ekstrak buah merah dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Masker gel peel-off dibuat menjadi empat formulasi yaitu F0, FI, FII dan FIII masing-masing ekstrak buah merah 30%, 40% dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan formula masker yang memiliki sifat fisik paling baik adalah formula III dengan konsentrasi ekstrak buah merah sebanyak 50% karena memenuhi ketentuan fisik masker gel peel-off meliputi uji organoleptis, uji visikositas, uji homogenitas, uji daya sebar, uji waktu sediaan mengering, uji pH dan uji aktivitas antibakteri propionibacterium acne ATCC 6919.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN NIAS BARAT TAHUN 2024 Gulo, Sri Dewi; Subuh, M.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara ASI eksklusif dan kejadian stunting di wilayah Nias Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Lokasi penelitian dipilih di Kabupaten Nias Barat, karena peneliti sebelumnya telah melakukan pra-survei di wilayah tersebut dan menemukan fenomena yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini berlangsung dari Juli 2023 hingga Februari 2024. Setelah menghitung sampel dari populasi yang ada menggunakan metode Slovin, diperoleh 86,41 sampel yang kemudian dibulatkan menjadi 90 sampel, yang terdiri dari ibu-ibu dengan balita berusia 0 bulan hingga 2 tahun. Data dikumpulkan melalui metode survei dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian di Dinas Kesehatan Nias Barat tahun 2023 menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita. Meskipun ada balita yang menerima ASI eksklusif namun tetap mengalami stunting, jumlah balita yang tidak menerima ASI eksklusif dan mengalami stunting jauh lebih tinggi. Faktor-faktor seperti kualitas ASI, tingkat pendidikan ibu, dan dukungan dari fasilitas kesehatan serta keluarga berperan penting dalam pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ibu dengan pendidikan lebih tinggi lebih cenderung memberikan ASI eksklusif, sementara dukungan dari fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan juga meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
ANALISIS DOSIS RADIASI PASIEN PEMERIKSAAN DIGITAL SUBTRACTION ANGIOGRAPHY (DSA) SEREBRAL DI RSUP PROF. DR. I. G. N. G. NGURAH DENPASAR Ana Moha, Indriwati; Diartama, A.A Aris; Susanta, I Putu Adi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dosis radiasi pada pasien pemeriksaan Digital Subtraction Angiography (DSA) serebral di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G. Ngurah Denpasar. Pemeriksaan DSA menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambaran pembuluh darah serebral, namun menimbulkan risiko radiasi yang perlu dipantau. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode survei menggunakan data retrospektif. Data dikumpulkan dengan mengevaluasi dosis radiasi pada pasien pemeriksaan DSA serebral, mencatat nilai fluorotime, Dose Area Product (DAP), dan air kerma dalam periode tertentu yaitu Januari sampai Desember 2023. Analisis data dilakukan dengan mencari nilai rata-rata dosis radiasi menggunakan Google Spreadsheet. Selanjutnya, dibandingkan nilai DRL DSA untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara dosis radiasi yang diterima pasien dengan standar keamanan yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan nilai persentil 50 (kuartil 2) untuk fluorotime adalah 7:36 menit, DAP 42.7 Gy.cm², dan air kerma 141 mGy. Nilai persentil 75 (kuartil 3) untuk fluorotime adalah 11:62 menit, DAP 66.2 Gy.cm², dan air kerma 230 mGy. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dosis radiasi pasien DSA serebral di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G. Ngurah berada dalam rentang yang dapat diterima sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh BAPETEN. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk peningkatan kualitas pelayanan medis dan pengawasan dosis radiasi di masa depan.
BUSINESS PROCESS REENGINEERING IN HOSPITALS : A LITERATURE REVIEW OF IMPROVING EFFICIENCY AND EFFECTIVENESS OF HEALTH SERVICES Prawasari, Nindyan; Pakiding, Antony; Ridwan, Diana Davisca; Istyana, Renny Dwi Ning; Veranita, Mira
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29318

Abstract

Persaingan di industri kesehatan semakin ketat, mendorong rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam layanan mereka. Business Process Reengineering (BPR) adalah strategi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kinerja operasional bisnis. BPR adalah perancangan ulang secara radikal proses bisnis untuk mencapai perbaikan dramatis dalam hal biaya, kualitas, layanan, dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode reengineering proses bisnis (BPR) dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk mengeksplorasi berbagai sumber akademik dan praktis yang membahas implementasi BPR dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literasi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menyoroti enam potensi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan di rumah sakit, dimulai dari peningkatan kinerja organisasi, peningkatan kualitas layanan, peningkatan keberhasilan implementasi, peningkatan efisiensi waktu, peningkatan penerimaan publik, dan perlindungan penyedia layanan kesehatan. Implementasi BPR di rumah sakit adalah proses yang kompleks dan memerlukan perhatian serius terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Dengan memahami dan mengambil langkah-langkah yang tepat terkait peningkatan kinerja organisasi, peningkatan kualitas layanan, peningkatan keberhasilan implementasi, dan peningkatan efisiensi waktu, rumah sakit dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional mereka serta meningkatkan penerimaan publik dan melindungi penyedia layanan kesehatan dari tuntutan.
ANALISIS UJI ORGANOLEPTIK DAN FISIKOKIMIA PEMBUATAN ES KRIM BERBAHAN SUSU KURMA Rahayu, Ikeu Sri; Andriani, Eka; Elvandari, Milliyantri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29355

Abstract

Es krim adalah makanan penutup yang kini diminati oleh orang-orang dari berbagai kelompok usia. Namun, tingginya kandungan lemak jenuh pada es krim dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Selain itu, rasa es krim di Indonesia masih kurang bervariasi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan inovasi pada produk es krim yang memberikan varian rasa baru serta lebih baik dari segi kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh produk berbahan susu kurma terhadap uji organoleptik dan fisikokimia es krim. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dari tiga taraf perlakuan yaitu F1 (susu kurma homemade), F2 (susu kurma nestle), dan F3 (susu tujuh kurma). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh produk berbahan susu kurma terhadap uji organoleptik dan fisikokimia es krim. Formula terbaik adalah formula kedua (F2) yaitu es krim berbahan susu kurma nestle. Nilai overrun es krim F1 39,13%, es krim F2 42,59%, dan es krim F2 43,39%. Daya leleh es krim F2 13 menit 33 detik. Total padatan terlarut 45,5oBrix. Es krim dengan formula terbaik (paling banyak disukai) mengandung kadar air 52,66%,  kadar abu 1,73%, protein 6,75%, lemak 3,41%, dan karbohidrat 35,5%. Kesimpulan penelitian ini adalah jenis susu kurma memberikan pengaruh terhadap sifat organoleptik dan fisikokimia es krim.
EVALUASI NOTIFIKASI TUBERKULOSIS DI KABUPATEN SERANG (SUATU RISET EVALUASI MENGGUNAKAN REALIST EVALUATION) Fitria, Lia; Hendarwan, Harimat; Sukmayadi, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29762

Abstract

Telaah diarahkan untuk menilai sistem notifikasi kasus tuberkulosis di Kabupaten Serang dengan menerapkan metode Evaluasi Realistis. Di Indonesia, TB masih menjadi isu utama dalam menyebabkan tingkat kecacatan dan kematian yang tinggi, yang sangat mempengaruhi sumber daya manusia. Dari hasil studi inventarisasi pada tahun 2017, ditemukan 41% kasus TB tidak terlaporkan di berbagai fasilitas layanan kesehatan, dengan angka lebih tinggi (62%) di rumah sakit. Peningkatan sistem pengawasan dan koordinasi internal di rumah sakit sangat vital mendeteksi kasus TB. Di tahun 2022, Kabupaten Serang mencatat sebanyak 3.694 kasus TB, berarti sekitar 221 kasus dengan tingkat kematian mencapai 5 per 100.000. Hanya 60% kasus dilaporkan oleh rumah sakit swasta, sedangkan DPM/Klinik hanya berkontribusi 4%. Penguatan sistem notifikasi TB di seluruh fasilitas kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi jumlah laporan yang tidak lengkap dan menghentikan rantai penularan TB. Melakukan evaluasi program TB sangatlah krusial untuk mengawasi tren epidemiologi dan perkembangan pengendalian penyakit. Jenis penelitian ini menggunakan mix method concurrent embedded dengan metode purposive sampling dan diperoleh informan sebanyak dua belas orang. Uji validasi data dilakukan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil analisis evaluasi notifikasi tuberkulosis di Kabupaten Serang terkait konteks diketahui sumber daya manusia yang ada masih kurang dilibatkan dalam notifikasi program tuberkulosis serta insentif adalah sesuatu yang berdampak terhadap motivasi SDM. Terkait mecahnism diketahui bahwa belum ada kebijakan penerapan reward bagi petugas yang mempunyai kinerja baik. Pada outcome diketahui bahwa meskipun beberapa indicator sudah mencapai target namun masih ada kendala-kendala yang harus dihadapi yaitu meningkatnya angka kematian akibat TBC.
The FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN HIPERTENSI DI KLINIK SIAR KELURAHAN BERANDAN BARAT, KECAMATAN BABALAN M.Kes, dr. Nofi susanti,; Israyani; Wahyuni, Sri; Sundari, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29845

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu dari berbagai jenis penyakit tidak menular (PTM) yang memerlukan perhatian lebih. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat diatas normal yang ditunjukkan dengan nilai sistolik dan diastolik saat tekanan darah diukur dengan sphygmomanometer, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kejadian hipertensi di Klinik Siar, Kelurahan Berandan Barat. Desain dari penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross sectional, dengan jumlah sampel 66 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji univariat dan bivariate dengan uji Chi square. Adanya hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Klinik Siar, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan dengan nilai p = 0,000. Adanya hubungan pekerjaan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Klinik Siar, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan  dengan p = 0,045. Tidak ada hubungan pengetahuan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Klinik Siar, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan dengan nilai p = 0,191. Tidak ada hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Klinik Siar, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan dengan nilai p = 0,175. Adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan berolahraga dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Klinik Siar, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan dengan nilai p = 0,001. Adanya hubungan signifikan antara jenis kelamin, pekerjaan, dan kebiasaan berolahraga dengan kejadian hipertensi. Tidak adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi di wilayah keja Klinik Siar, Kelurahan Berandan Barat, Kecamatan Babalan.
POTENSI JUS BAYAM MERAH (AMARANTHUS TRICOLOR L) SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNAAN TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTH Artanti, Lina Yunda; Sungkawa, Hendra Budi; Djohan, Herlinda; Alfianita, Riska
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30402

Abstract

Cacing yang ditularkan dari tanah adalah cacing yang menginfeksi manusia melalui tanah. Identifikasi telur cacing dilakukan secara mikroskopis menggunakan teknik pewarnaan. Pewarna yang digunakan dalam memeriksa telur cacing menggunakan 2% eosin. Namun, eosin memiliki kekurangan karena tidak mudah terurai, sehingga diperlukan pewarna alternatif yang lebih ramah lingkungan. Tanaman bayam merah berpotensi untuk digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung senyawa antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sari bayam merah (amaranthus tricolor L) sebagai alternatif pewarna telur cacing yang ditularkan melalui tanah. Desain penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah sari batang amaranthus tricolor L (amaranthus tricolor L) dengan perbandingan 1:1, 1:2, 1:3, 1:4, dan 1:5 menggunakan metode langsung dan diulang sebanyak 5 kali. Berdasarkan hasil penelitian, rasio 1:1 jus batang bayam merah menunjukkan hasil 60%, rasio 1:2 menunjukkan hasil 53%, rasio 1:3 menunjukkan hasil 53%, rasio 1:4 menunjukkan hasil 40% dan rasio 1:5 menunjukkan hasil 40%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsentrasi 1:1 memiliki kualitas tertinggi yang dianggap berpotensi sebagai alternatif pewarnaan.
FORMULASI DAN AKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L) URBAN) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PENYEBAB JERAWAT Ritonga, Lapita Sarkiah; Meutia, Rena; Mutia, Maya Sari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30520

Abstract

Tanaman pegagan (Centella Asiatica (L) Urb) memiliki banyak kandungan bahan aktif seperti saponin, triterpenoid serta kandungan kimia yang terbagi menjadi beberapa golongan seperti flavonoid, minyak atsiri, asam amino dan triterpenoid. Jerawat merupakan penyakit multifactorial yang berkembang didalam folikel sebaseus yang ditandai dengan adanya erupsi komedo, popul, pustule, nodus dan kista pada tempat seperti muka, leher lengan atas, dada dan punggung. Bentuk sediaan gel lebih baik digunakan pada pengobatan jerawat karena sediaan gel dengan pelarut yang polar lebih mudah dibersihkan dari permukaan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mngetahui bahwa tanaman daun pegagan (Centella Asiatica (L) Urban) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan gel sebagai antibakteri. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan meliputi pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak dan melakukan pembuatan sediaan gel dari ekstrak etanol daun pegagan (Centella Asiatica (L) Urban) serta melakukan uji aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang memiliki daya hambat tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus epidermis yaitu konsentrasi 15 mg/ml dimana zona hambat yang dihasilkan sebesar 22,68 mm dan Ekstrak daun pegagan (Centella Asiatica (L) Urban) dapat diformulasikan menjadi sediaan gel antibakteri terhadap pertumbuhan penyebab jerawat.