cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN INTERPROFESIONAL EDUCATION (IPE) DALAM MENINGKATKAN KOLABORASI ANTARPROFESI MAHASISWA KESEHATAN Rini, Tia Aditya; Andriani, Helen; Fandianto, Yusron
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29776

Abstract

Interprofessional Education (IPE) merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan berbagai profesi dalam bidang kesehatan untuk bekerja sama dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas. Salah satu permasalahan global yang dihadapi oleh hampir seluruh negara dalam pembangunan kesehatan adalah sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang masih terfragmentasi, salah satu contohnya belum tercapainya efektivitas maupun efisiensi antarprofesi kesehatan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode pembelajaran IPE dalam meningkatkan kolaborasi antarprofesi mahasiswa kesehatan. Penelitian ini menggunakan systematic literature review dengan pencarian studi secara sistematis menggunakan protokol PRISMA pada dua portal jurnal nasional, penelitian ini melibatkan 63 artikel jurnal dan memilih 13 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran IPE efektif dalam meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap kerjasama antarprofesi dalam pelayanan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Interprofessional Education (IPE) secara konsisten terbukti efektif dalam meningkatkan kolaborasi antarprofesi mahasiswa kesehatan. Mayoritas studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam persepsi mahasiswa terhadap kerjasama antarprofesi dalam pelayanan kesehatan. Implementasi IPE sejak pendidikan dasar menjadi strategis untuk memperkuat hubungan antarprofesi kesehatan, rasa saling menghargai, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan
PENGARUH KELENGKAPAN SYARAT BPJS KESEHATAN PADA PASIEN IGD TERHADAP PENGKLAIAMAN BIAYA LAYANAN KESEHATAN DI RS MUHAMMADIYAH BANDUNG Gita Aulia, Salsa; Suryani, Ade Irma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29838

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kelengkapan syarat BPJS Kesehatan pada pasien IGD terhadap pengklaiaman biaya layanan kesehatan di RS Muhammadiyah Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel melalui kuesioner, pemeriksaan literatur yang relevan dan penelitian lapangan. Artikel ini menggunakan sampel sebanyak 98 berkas pasien IGD dan 15 orang petugas administrasi IGD. Dari hasil penelitian, ditemuka permasalahan yaitu: (1) terdapat 69% berkas yang lengkap dan 31% berkas yang tidak lengkap. (2) Berkas yang tidak lengkap ada pada tunggakkan pembayaran BPJS pasien (Premi yang belum terbayar), (3)Pengembalian berkas yang tidak lengkap ke IGD membutuhkan waktu untuk diverifikasi ulang oleh petugas administrasi IGD. Adapun saran yang dapat diberikan untuk memperbaiki permasalahan tersebut adalah (1)Petugas administrasi IGD memastikan  berkas yang disiapkan untuk pendaftaran IGD sudah lengkap, dan petugas administrasi memberikan edukasi tentang kelengkapan berkas untuk pendaftaran, (2) Petugas administrasi melakukan check keaktifan kepesertaan BPJS pasien sebelum mendaftarkan pasien.(3)Petugas administrasi melakukan edukasi  kepada pasien atau keluarga pasien jika penjaminan pasien ingin menggunakkan BPJS Kesehatan diagnosa dari DPJP harus masuk kedalam kategori  emergency
FAKTOR – FAKTOR ERGONOMI YANG MEMPENGARUHI RUANGAN FILLING TERHADAP AKSES PETUGAS REKAM MEDIS DI RSAU LANUD SULAIMAN Octavia Putri, Yurista; Wahab, Syaikhul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29839

Abstract

Ergonomi merupakan bidang ilmu untuk meningkatkan keselamatan serta kesehatan para pekerja. Dari Penelitian di RSAU Lanud Sulaiman menunjukkan bahwa petugas mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas dan mengakses ruangan filling dengan waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi letak ruangan penyimpanan, ukuran rak, luasnya ruangan, jarak dengan rak yang lain, serta fasilitas fisik. Pada penelitian ini digunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.  Pada hasil penelitian , faktor-faktor ergonomi dalam ruangan filling, ukuran, letak, dan luas ruangan filling belum mencapai optimal, begitu juga dengan kelengkapan fasilitas fisiknya. Meskipun begitu, jarak antar rak dan rak Roll O'pack sudah sesuai dengan standar ergonomis, meskipun proses pengambilan berkas rekam medis oleh petugas masih memakan waktu. Oleh karena itu, disarankan agar pihak rumah sakit meningkatkan tata letak dan ukuran ruangan filling, serta melengkapi fasilitas fisik yang dibutuhkan, karena hal tersebut sangat mempengaruhi ketidak ergonomian.
PENGARUH LEADER MEMBER EXCHANGE (LMX) TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) DI UNIT REKAM MEDIS RSAU LANUD SULAIMAN Putri Pamungkas, Ananda; Wahab, Syaikhul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29879

Abstract

Dengan adanya Leader Member Exchange yang tinggi dapat berdampak pada kualitas kinerja karyawan di dalam suatu unit pekerjaan dan dapat meningkatkan produktivitas di tempat kerja, salah satunya di rumah sakit yaitu pada bagian unit rekam medis. Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Leader Member Exchange terhadap Organizational Citizenship Behavior  di Unit Rekam Medis RSAU Lanud Sulaiman. Pendekatan kuantitatif, desain observasional analitik serta cross-sectional diterapkan dalam penelitian ini. Total sampling digunakan dalam penelitian ini, di mana seluruh populasi yang terdiri dari 30 petugas rekam medis di RSAU Lanud Sulaiman diambil sebagai sampel. Dari penelitian ini menunjukan adanya pengaruh dari LMX terhadap OCB dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05 serta pengaruh sebesar 68.7%. Untuk dapat meningkatkan produktivitas di dalam suatu unit pekerjaan terutama pada unit rekam medis dapat dilakukan dengan cara meningkatkan LMX terlebih dahulu, yang kemudian apabila LMX sudah tinggi maka itu akan mendorong petugas rekam medis untuk memiliki perilaku OCB sehingga akan meningkatkan produktivitas dan kualitas di dalam suatu pekerjaan.
KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN LIMFADENITIS TUBERKULOSIS DI RS IBNU SINA MAKASSAR PERIODE 2018 HINGGA 2022 Hamzah, Firmansyah; Wiriansya, Edward Pandu; Takahasi, Tanty Febriany; Tabri, Nur Ahmad; Abdi, Dian Amalia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29895

Abstract

Tuberkulosis ekstraparu masih merupakan masalah kesehatan global dengan gejala klinis yang bervariasi, tergantung dari sistem organ yang terlibat. Penderita TB di Indonesia menempati peringkat ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan Cina, dengan jumlah total 10% dari total jumlah penderita TB di dunia.. Limfadenitis tuberkulosis adalah proses inflamasi pada kelenjar getah bening akibat aktivitas MTB. Beberapa faktor penyebab tuberkulosis ekstra paru antara lain faktor sosiodemografi, riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis, riwayat imunisasi Bacillus Calmette imunisasi Guérin (BCG), dan riwayat TB paru atau ekstra paru sebelumnyaTujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien dengan limfadenitis tuberculosis di RS Ibnu Sina Makassar Periode 2018-2022. Penelitian ini dilakukan dengan cara deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medik. Pada penelitian ini diperoleh 30 sampel pasien limfadenitis TB. Usia terbanyak pada 26-35 tahun, jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 19 kasus (63%), tingkat pendidikan terbanyak terjadi pada tingkat SMA 23 kasus (77%), pasien yang memiliki riwayat TB sebanyak 17 kasus (57%), tidak ada riwayat penyakit penyerta sebanyak 22 kasus (73%), pekerjaan yang paling banyak mengalami limfadenitis TB yakni pada pasien yang sedang bekerja 21 (70%). IMT yang paling banyak mengalami limfadenitis TB adalah underweight 15 kasus (50%). Lama Pengobatan <6 bulan memberikan presentase 73% lebih banyak mengalami limfadenitis TB. Pemeriksaan Thorax sebanyak 16 kasus tidak ada kelainan dan pemeriksaan PA sebanyak 30 kasus (100%).
POTENSI ANTIBAKTERI FRAKSI AKTIF DAUN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE Purnamasari, Septi; Inggarsih, Rara; Diba, Masayu Farah; Laeto, Arwan Bin; Arneldi, Devina Firya Yasmin; Khairunnisa, Athira
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29982

Abstract

Diare masih menjadi masalah utama terutama pada kelompok umur balita dan anak-anak. World Health Organization (WHO) mendefinisikan diare sebagai kejadian buang air besar dengan konsistensi lebih cair dari biasanya dengan frekuensi tiga kali atau lebih dalam rentang waktu 24 jam. Shigella dysenteriae adalah bakteri anaerob fakultatif, non-motil, dan gram negatif yang menyebabkan diare parah dan penyakit disentri yang disebut shigellosis atau disentri basiler. merekomendasikan golongan fluoroquinolone seperti ciprofloxacin dan levofloxacin sebagai lini pertama untuk mengobati bakteri patogen. Namun, penggunaan fluoroquinolone terbatas dalam pengobatan infeksi tertentu karena telah dilaporkan beberapa kasus resistensi mikroba pada bakteri salmonella dan shigella. Alpukat (Persea americana Mill.) dikenal sebagai salah satu tumbuhan obat yang memiliki sifat antibakteri karena mengandung senyawa antibakteri seperti saponin, alkaloid, dan flavonoid dalam buah, biji, dan daunnya. Selain itu, daun alpukat juga mengandung polifenol, sementara buahnya mengandung tannin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas fraksi daun alpukat terhadap bakteri S. dysenteriae. Metode yang digunakan adalah difusi agar (Kirby-Bauer) dengan variasi konsentrasi larutan uji. Hasil penelitian diperoleh jenis fraksi yang aktif dari duan alpukat (Persea americana Mill.) dalam menghambat pertumbuhan S.dysenteriae adalah fraksi etil asetat. Golongan senyawa antibakteri yang terdapat dalam fraksi etil asetat daun alpukat adalah golongan alkaloid, flavonoid, steroid, tannin dan saponin. Konsentrasi hambat minimum (KHM) fraksi etil asetat dari daun alpukat adalah 250µg/ml dalam menghambat bakteri S.dysenteriae.
LAPORAN KASUS: HUBUNGAN HIPERTENSI TERHADAP KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT Eka Putra, Rezha; Wisudawan, Wisudawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30047

Abstract

Hipertensi merupakan faktor predisposisi independen untuk gagal jantung, Penyakit Jantung Koroner (PJK), stroke, penyakit ginjal dan penyakit arteri perifer. Peningkatan dari tegangan yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi pada dinding arteri memicu peningkatan akumulasi kolagen serta pengurangan, fragmentasi dan kerusakan dari serat elastin, sehingga akan meningkatkan percepatan dari perkembangan plak aterosklerotik, dan dapat berkembang menjadi iskemik miokard dan infark miokard. Kesimpulan:  Penatalaksanaan pada kasus infark miokard yang disertai dengan hipertnsi sebaiknya sesegera mungkin dilakukan penanganan awal untuk mencegah terjadinya resiko penyakit jantung lainnya, sehingga penting untuk melakukan penegakan diagnosa awal dalam hal ini anamnesa terpimpin dan pemeriksaan fisik
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMPLIKASI KEHAMILAN : LITERATURE REVIEW Fadhilla, Karunia Nur; Puspitasari, Nunik
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30061

Abstract

Komplikasi kehamilan merupakan kondisi kelainan, komplikasi, atau permasalahan yang terjadi dalam masa kehamilan yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan ibu. Terjadinya komplikasi kehamilan menjadi hal yang dihindari oleh ibu hamil selama masa kehamilan. Hal ini menjadikan penting bagi ibu hamil memiliki pemahaman terhadap sejumlah faktor yang dapat menyebabkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan yang berdampak buruk bagi kesehatan ibu, janin, maupun keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi komplikasi kehamilan. Metode penelitian berupa library research atau kajian kepustakaan sehingga diketahui faktor yang berpengaruh pada komplikasi kehamilan. Data penelitian didapatkan dari jurnal terdahulu dalam kurun 10 tahun terakhir yang dijadikan data bahasan penelitian. Hasil temuan yang menunjukkan bahwa bentuk komplikasi kehamilan cukup beragam yaitu preeklamsia, DMG, plasenta previa ataupun kehamilan ganda. Berdasarkan tinjauan terhadap jurnal penelitian menunjukkan bahwa faktor medis, usia ibu, gaya hidup, kebutuhan nutrisi, faktor lingkungan, kesehatan mental dan riwayat keluarga berhubungan erat dengan terjadinya komplikasi kehamilan. Faktor-faktor tersebut diketahui bisa menyebabkan ibu hamil mengalami komplikasi dalam masa kehamilan sehingga penting memberikan perhatian dan pemantauan terhadap ibu hamil agar tidak mengalami masalah kehamilan.  Adanya pemahaman terhadap faktor-faktor tersebut secara mendalam maka harapannya bisa mendukung peningkatan kesadaran dan perawatan secara tepat sebagai bentuk pencegahan dan antisipasi dampak buruk terjadinya komplikasi kehamilan.
DAMPAK KEBAKARAN LAHAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR DITINJAU DARI UNDANG – UNDANG NO 32 TAHUN 2009 Taufida, Taufida; Romsan, Achmad; Antoni, Mirza
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30062

Abstract

Kebakaran hutan di Indonesia merupakan ancaman potensial bagi pembangunan berkelanjutan. Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi paling rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini mengenai dampak kebakaran lahan terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir di tinjau dari Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009. metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pemilihan informan menggunakan posposive sampling dengan beberapa kriteria. hasil penelitian menunjukan pada tahun 2010 sejumlah 102, tahun 2011 berjumlah 2.429, tahun 2012 berjumlah 2.759, tahun 2013 berjumlah 230 yakni mengalami penurunan, tahun 2014 berjumlah 4.229, dan pada tahun 2015 berjumlah 16.008 titik panas. Jumlah tersebut adalah jumlah terparah yang ada di Indonesia hal ini menimbulkan beberapa penyakit yang muncul akibat adanya kebakaran lahan yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah sesak nafas ringan, penurunan daya tahan tubuh berupa meriyang dan demam, iritasi mata ringan hingga berat, hingga penyakit infeksi saluran pernafasan (ISPA). Adapun strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan hinggan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah mempererat koordinasi, kerjasama, dan komunikasi antar instansi dalam penanggulangan bencana kebakaran lahan
AWAKE FIBEROPTIC INTUBATION WITH SAYGO APPROACH ON A PATIENT WITH SEVERE ANTERIOR MENTOSTERNAL CONTRACTURE (ONAH TYPE III) UNDERGOING RECONSTRUCTION SURGERY Ferry, Ferdinand; Labobar, Otniel Adrians; Ratumasa, Marilaeta Cindryani Ra; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik intubasi fiberoptik pada pasien terjaga (Awake Fiberoptic Intubation, AFOI) dalam manajemen jalan napas pada pasien dengan kontraktur leher parah akibat jaringan parut pasca luka bakar. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif untuk menggambarkan secara rinci manajemen anestesi dan intervensi bedah pada pasien dengan kontraktur leher parah akibat jaringan parut pasca luka bakar. Subjek penelitian adalah pria berusia 35 tahun dengan riwayat luka bakar yang menyebabkan kontraktur leher dan deformitas sekunder pada wajah. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik, evaluasi radiografi, dan penilaian menggunakan kriteria seperti MOANS, LEMON, RODS, dan SMART untuk menilai tantangan yang dihadapi pasien. Data terkait manajemen anestesi, proses intubasi, dan intervensi bedah dicatat secara rinci selama operasi, termasuk tanda vital, pemberian obat, dan hasil intraoperatif. Data yang terkumpul akan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi klinis pasien sebelum dan sesudah intervensi, serta untuk mengevaluasi efektivitas prosedur anestesi dan bedah yang dilakukan. Hasil analisis akan disajikan dalam bentuk naratif, didukung oleh gambar klinis preoperatif, evaluasi radiografi, dan hasil postoperatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa berbagai tes dapat memprediksi jalan napas sulit, dan kasus ini dapat dikelola sesuai pedoman ASA. Teknik AFOI, yang mencakup premedikasi, anestesi lokal, dan sedasi, memiliki tingkat keberhasilan tinggi dan risiko komplikasi rendah. Topikalisasi yang tepat dan infus dexmedetomidine efektif menumpulkan refleks jalan napas dan menjaga stabilitas hemodinamik. Dalam kasus ini, AFOI berhasil dilakukan melalui lubang hidung kiri dengan pasien tetap tenang, terjaga, dan kooperatif.

Page 83 of 216 | Total Record : 2155