cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KOLESTROL Susanti, Nofi; Wiyanto, Bunga; Hidayati, Dinda Nuri; Noor, Raudha Jasmine
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30159

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh, dan sekitar seperempat kolesterol yang dihasilkan dalam tubuh diproduksi oleh sel-sel hati. Pada dasarnya tubuh membutuhkan kolesterol untuk tetap sehat. Selain pola makan yang kian tidak sehat, masalah, lain seperti kebiasaan merokok dan stres berat dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Salah satu yang termasuk berbahaya adalah gangguan kolestrol tinggi. Tingginya kadar kolestrol adalah faktor resiko utama penyebab penyakit jantung Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap kolesterol serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner dan tes kolesterol dengan metode POCT dan metode CHOD-PAP. Berdasarkan hasil penelitian, 74% responden memiliki pengetahuan baik tentang kolesterol, sedangkan sikap terhadap kolesterol berada pada kategori “sesuai”, dengan tingkat jawaban benar sebesar 61%. Perilaku masyarakat dalam menangani kolesterol dinilai baik dengan tingkat akurasi 94%. Faktor eksternal seperti kebiasaan merokok dan konsumsi makanan tinggi lemak diketahui berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kadar kolesterol. Studi ini menyoroti pentingnya gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang dan olahraga teratur, dalam mengendalikan kadar kolesterol. Pendidikan dan promosi kesehatan yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan tindakan pencegahan.  Berdasarkan penelitian Perilaku masyarakat terhadap kolesterol juga 94% berada pada kategori “baik”. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang kolesterol dan bertindak tepat dalam menanganinya.
KARAKTERISTIK INFARK MIOKARD AKUT PADA USIA MUDA Astri Amriani, Eka; Nurhikmawati, Nurhikmawati; Maricar, Fadillah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30186

Abstract

Infark miokardium akut (IMA) adalah penyakit akibat berkurangnya pasokan darah karena arteri koroner mengalami penyempitan karena adanya aterosklerosis atau sumbatan arteri oleh emboli atau thrombus secara total membuat suplai dan kebutuhan oksigen jantung tidak sesuai. Infark miokard tidak hanya terjadi pada orang tua atau lansia, bahkan 1 dari 5 orang (20%) yang mengalami serangan jantung berusia muda, yaitu di bawah 40 tahun, 40% berusia antara 40-45 tahun, dan 40% > 50 tahun. Penelitian yang dilakukan adalah Literature Review dengan desain Narrative Review yang terakreditasi/terindeks sinta seperti Biomed Central, Portal Garuda, Google Scholar, elsevier / clinical key, pubmed. Dalam literatur review ini membandingkan 8 kajian jurnal yang berhubungan dengan karakteristik infark miokard pada usia muda. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi infark miokard pada dewasa muda, yaitu faktor komorbid, faktor gaya hidup, faktor jenis kelamin, dan faktor genetik. Faktor komorbid yang sering terjadi adalah hipertensi, diabetes, dislipidemia, dan obesitas. Sedangkan faktor genetik meliputi riwayat keluarga dengan infark miokard. Faktor gaya hidup terdiri dari kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang buruk, dan aktivitas yang rendah. Adapun faktor jenis kelamin yang menjelaskan bahwa pria lebih rentan terkena infark miokard di usia muda dibandingkan dengan wanita, hal ini dipengaruhi oleh hormon pelindung yang dimiliki oleh wanita sehingga sistem kerja jantung lebih terjaga. Meskipun IMA terutama menyerang individu yang berusia di atas 45 tahun, IMA juga dapat terjadi pada pria atau wanita muda. Ketika terjadi pada usia yang lebih muda, penyakit ini memiliki morbiditas yang parah, dampak psikologis, dan beban keuangan bagi pasien dan keluarganya.
MEMAHAMI KOMPLEKSITAS ASAM URAT SEBAGAI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI MASYARAKAT : LITERATURE REVIEW Hutagalung, Putri Adinda Ramadhani; Susanti, Nofi; Fadillah, Indah; Winanti , Sumi Fitri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30210

Abstract

Suatu bentuk penyakit radang sendi yang disebut asam urat disebabkan oleh akumulasi kristaluria di banyak sendi. Di Indonesia sendiri, penyakit asam urat merupakan penyakit terbanyak kedua setelah hipertensi, diperkirakan sekitar 840 dari 100.000 orang terkena penyakit tersebut. Kelompok usia di bawah 34 tahun (32%) dan di atas 34 tahun (68%) yang merupakan kelompok usia paling rentan di Indonesia merupakan kelompok yang mengalami kasus ini. Untuk pria, kadar asam urat darah normal adalah antara 3,5 dan 7 miligram per desiliter bagi wanita, kadar asam urat darah normal adalah antara 2,6 dan 6 miligram per desiliter. Kondisi ini terjadi karena pada masa menopause, perempuan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami peningkatan asam urat akibat penurunan kadar hormon estrogen. Menurut tiga penelitian, usia berperan dalam peningkatan kadar asam urat. Kemungkinan seseorang mengalami peningkatan kadar asam urat meningkat seiring bertambahnya usia. Rentang usia orang yang terkena penyakit asam urat bekisar >40 tahun  banyaknya factor risiko yang dapat menyebabkan PTM  ini seperti, riwayat keluarga, mengonsumsi makanan yang tinggi purin, efek obat obatan, usia, jenis kelamin, dan gaya hidup yang tidak baik. Untuk tingkat pengetahuan masyarakat mengenai gejala dan cara menangani asam urat tergolong rendah, dengan presentase mencapai 47% dan 54,8%. Metode yang dilakukan yaitu pendekatan melalui tinjauan literatur dengan fokus pada subjek atau variabel yang diteliti.
GAMBARAN KEMANDIRIAN MELAKUKAN PERAWATAN DIRI PADA PASIEN SKIZOFRENIA Safitri, Ririn; Isra, Nur; Limoa, Erlyn; Wahidah, Wahidah; Hidayah, Hidayah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30247

Abstract

Pasien skizofrenia akan mengalami ketidakmampuan merawat diri sendiri. Hal tersebut berdampak pada gangguan kognitif. Tujuan dari penulis ini adalah untuk mendeskripsikan kemandirian dalam perawatan diri pada pasien skizofrenia. Prosedur menggunakan metode literatur review. Literatur review dilakukan menggunakan database online, seperti Pubmed, Google Scholer, ScienceDirect, dan jurnal ilmiah, dengan kata kunci “Skizofrenia dan perawatan diri”. Tahun penerbitan artikel yang digunakan adalah tahun 2014 sampai tahun 2023. Gambaran perawatan diri sangat penting untuk pasien skziofrenia, agar pasien dapat yakin pada kemampuan dalam perawatan dirinya dan mencapai tujuan kemandirian.
FAKTOR RISIKO POLA MAKAN DAN RUTINITAS OLAHRAGA TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA Riska, Riska Ananda; Putri , Deviani Arianti; Hasanah , Uswatul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30283

Abstract

Kolesterol merupakan komponen dalam membentuk lemak. pola makan atau yang lain lain jika sudah terkena penyakit yang menyangkut dengan kolesterol . Kadar kolesterol di dalam darah adalah di bawah 200 mg/dl apabila kadar kolesterol melampaui batas normal disebut hiperkolesterolemia, biasanya terdapat pada penderita obesitas, diabetes melitus, hipertensi, peroko serta orang yang sering minum-minuman beralkohol. Jenis kelamin yang paling dominan laki laki sebanyak 18 orang dengan persentase 60 %  bukan itu saja usia jugak berpengaruh pada kadar penyakit kolestrol usia yang paling dominan yaitu dari usia 56-60 orang dengan persentase 44% selanjut nya pola makan juga berpengaruh terdapat kadar kolesterol dari tabel hasil distribusi pola makanan yang dominan pada lansia sangat buruk sebanyak 24 orang dengan persentase 80% . Kadar kolestrol jugak masih dalam kategori tinggi dengan frekuensi 18 orang dengan persentase 60% dan selanjutnya rutinitas olahraga masih dalam kategori jarang sebanyak 18 orang dengan frekuensi 60%.
PENGETAHUAN DAN SIKAP “SADARI” KANKER PAYUDARA PADA SISWI DI SMA-SMK YAPIM TARUNA SEI GELUGUR Susanti, Nofi; Afifah, Khairizah; Sihotang, Oryza Sativa H; Siregar, Salwa Muthi’ah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30296

Abstract

Indonesia memiliki angka kejadian kanker payudara tertinggi di antara semua jenis kanker. Memulai Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada masa remaja sangatlah penting karena merupakan pendekatan signifikan untuk identifikasi dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku SADARI pada siswi SMA-SMK YAPIM Taruna Sei Gelugur. Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 43 siswa perempuan kelas 2 dan 3 sebagai sampel. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji Chi Square.Temuan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan secara statistik antara pengetahuan dan perilaku SADARI (p=0,075). Namun, terdapat korelasi signifikan secara statistik antara sikap dan perilaku SADARI (p=0,010). Usia mayoritas responden adalah 17 tahun, yaitu sebesar 48,8%. Sebanyak 60,5% peserta yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi telah melakukan SADARI, sedangkan 74,4% peserta yang memiliki sikap positif pernah melakukan SADARI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk perilaku SADARI pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan inisiatif pendidikan yang secara khusus menargetkan pengembangan sikap positif terhadap praktik SADARI. Program pendidikan ini harus dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI, sehingga dapat mendorong remaja putri untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian kanker payudara di Indonesia di masa mendatang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DALAM DETEKSI KANKER PAYUDARA Susanti, Nofi; Afifah, Siti Fadillah; Hia, Clara Vera Mayesty; Amanda, Dea
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30337

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara telah meningkat. Namun, banyak wanita tetap tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur, sehingga kanker payudara sering ditemukan pada tahap lanjut ketika prognosisnya buruk. Salah satu cara yang efektif untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), yang melibatkan pemeriksaan payudara sendiri secara teratur untuk mencari tanda-tanda kanker payudara. Desain dari penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross sectional, dengan jumlah sampel 23 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji bivariate dengan uji Chi square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden mengakui betapa pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri sebagai langkah awal untuk mendeteksi perubahan pada payudara mereka. Mereka biasanya melakukan pemeriksaan dengan meraba daerah payudara saat mandi atau pijatan ringan untuk mencari benjolan atau perubahan lainnya. Siswa cenderung lebih sering melakukan pemeriksaan dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pemeriksaan payudara sendiri, yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara siswa dan non-siswa. Penelitian ini menggarisbawahi kebutuhan akan upaya lebih lanjut dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker payudara untuk pencegahan yang lebih efektif. Untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan pemeriksaan payudara sendiri, orang harus lebih banyak dididik tentang pentingnya mendeteksi kanker payudara sejak dini, materi pemeriksaan payudara harus dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, dan memberikan pelatihan masyarakat.
TINJAUAN PERALIHAN MEDIA REKAM MEDIS RAWAT JALAN MANUAL KE REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT X Murteza Abdary, Elka; Suryani, Ade Irma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30338

Abstract

Sektor layanan kesehatan telah mengalami perubahan besar di era digital modern, beralih dari data rawat jalan yang berbasis kertas dan beralih ke pencatatan RME. Untuk itu, penelitian ini akan mengkaji bagaimana Rumah Sakit X beralih dari pencatatan kertas ke RME untuk rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pada bulan Maret hingga Mei 2024, penelitian kualitatif ini mengumpulkan data di Rumah Sakit X melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap tiga informan penting. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi tinjauan peralihan media rekam medis. Hasil penelitian yaitu Perbandingan rekam medis manual dan elektronik cukup spesifik dalam hal instrumen, penyimpanan, dan pelaksanaan. Sarana prasarana RME belum mendukung secara maksimal karena keterbatasan penyimpanan. Peralihan memiliki kelebihan efisiensi waktu dan berkurangnya berkas fisik, namun terdapat kekurangan seperti proses ganda, penggunaan yang belum efektif, dan kesiapan SDM. Peralihan media rekam medis rawat jalan manual ke elektronik di Rumah Sakit X masih dalam proses dan belum optimal karena keterbatasan sarana prasarana dan kesiapan SDM. Diperlukan peningkatan kapasitas penyimpanan, penyediaan server mandiri, dan pelatihan SDM untuk implementasi RME yang lebih efektif.
PREVALENSI PENYAKIT STROKE DI PUSKESMAS DALU SEPULUH Khathimah, Husnul; Hanifa, Nazwa Ihza; Putri, Yuana Wangsa; Susanti , Nofi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30346

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tinggi di Indonesia. Stroke juga merupakan penyakit yang mempunyai dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat. Pusat Kesehatan Dalu Sepuluh merupakan fasilitas medis penting untuk menangani kasus stroke di wilayah tersebut. Stroke sangat umum terjadi di Puskesmas Dalu Sepuluh, terutama pada lansia (orang yang lebih tua) dan penderita tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi pasien stroke di Puskesmas Dalu Sepuluh dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengumpulkan data pasien stroke yang dirawat dalam 3 bulan terakhir. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang paling penting yang menyebabkan stroke di Puskesmas Dalu Sepuluh, terutama pada orang yang lebih tua. Hasil ini menyoroti perlunya program pencegahan dan manajemen faktor risiko yang intensif di Puskesmas Dalu Sepuluh untuk mengurangi jumlah stroke. Hasil analisis menunjukkan prevalensi sebanyak 368 pasien rujukan puskesmas pada 3 bulan terkahir, terhitung dari bulan april hingga bulan Juni tahun 2024 di Puskesmas Dalu  Sepuluh. Ditemukan 10 pasien stroke dan pasca stroke berusia antara 42 dan 62 tahun, dengan sebagian besar dari mereka yang terkena dampak empat orang adalah laki laki dan enam orang adalah perempuan. Dari 10 pasien penderita stroke 2 orang adalah pasien post stroke dan 8 lainnya pasien stroke.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS TUNTUNGAN Susanti, Nofi; Nazli, Amanda Husnatul; Wahyuni, Dita; Yasmin, Wan Yara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30382

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit degenerativ karena tubuh tidak mampu lagi mengontrol kadar glukosa darah serta insulin yang menghasilkan sel  di pankreas tidak dapat membawa glukosa masuk ke dalam sel, sehingga insulin yang dihasilkan tidak akan bekerja dengan normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diabetes melitus di Puskesmas Tuntungan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional study. Pengambilan sampel mennggunakan total sampling, terdapat 30 responden. Hasil uji statistic  menunjukkan bahwa faktor umur mempengaruhi kejadian diabetes melitus pada usia 31-45 tahun sebanyak 19 responden (63,3%), faktor keturunan/riwayat keluarga juga mempengaruhi kejadian diabetes melitus sebanyak 14 responden memiliki keturunan DM (46,7 %), dan faktor pola makan yang berlebih juga dapat mempengaruhi kejadian diabetes melitus sebanyak 18 responden memiliki pola makan yang berlebih (60%). Berdasarkan hasil keseluruhan faktor-faktor yang mempengaruhi diabetes mellitus adalah usia, riwayat keluarga dan pola makan.

Page 84 of 216 | Total Record : 2155