JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan pertama kali pada Volume 1 No 1 November 2019. Jurnal Penelitian Perawat Profesional terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Artikel penelitian yang dikirimkan ke jurnal online ini akan di-peer-review setidaknya 2 (dua) reviwer. Artikel penelitian yang diterima akan tersedia online setelah proses peer-review jurnal. Bahasa yang digunakan dalam jurnal ini adalah bahasa Inggris atau Indonesia
Articles
1,568 Documents
Pengaruh Terapi Bermain Finger Painting dan Plastisin terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah Usia 4-6 Tahun
Septiarini, Aulya;
Munir, Zainal;
Tauriana, S.
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4435
Motorik halus diketahui sebagai salah satu aspek perkembangan yang sangat penting bagi anak prasekolah meskipun belum banyak yang tahu persis bagaimana memberikan pengalaman yang tepat untuk mendorong perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh terapi bermain finger painting dan plastisin terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah usia 4-6 tahun di TK Al-Hidayah Curah Kalak dan TK PGRI Curah Kalak Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental dengan menggunakan rancangan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 70 responden terbagi menjadi 2 kelompok yaitu sebanyak 35 kelompok intervensi finger painting dan 35 kelompok intervensi plastisin. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh terapi bermain finger painting dan plastisin terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah usia 4-6 tahun di TK Al-Hidayah Curah Kalak dan TK PGRI Curah Kalak Kabupaten Situbondo pada kelompok intervensi finger painting dan plastisin dengan nilai yang sama, p value 0,000 < α = 0,05 Ha diterima. Hasil Uji Mann Whitney, Asymp sig 0,599 > α = Ha ditolak H0 ditolak. Tidak ada perbedaan keefektifitasan antara kedua intervensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan perkembangan motorik halus anak antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi terapi bermain finger painting dan plastisin serta kedua intervensi menunjukkan kesamaan keefektifannya.
Hubungan Kejadian Penurunan MAP Intraoperative dengan Kejadian Intraoperative Nausea And Vomiting (IONV) pada Pasien dengan Spinal Anestesi
Anjani, Junisa Syafia;
Sebayang, Septian Mixrova;
Novitasari, Dwi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4455
Hipotensi yang terjadi pada pasien beresiko menyebabkan mual dan muntah diakibatkan adanya blok serabut simpatis preganglionik yang menghambat aktivitas pencernaan sehingga aktivitas serabut saraf simpatis menjadi lebih dominan. Tujuan untuk mengetahui seberapa sering IONV (mual dan muntah intraoperatif) terjadi pada pasien yang menjalani anestesi spinal dan seberapa sering MAP intraoperatif yang lebih rendah terjadi pada individu yang sama. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 Mei – 17 Juni 2024 di RS Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden berada dalam kelompok usia 36-45 yaitu 30 responden (46,2%) dan dosis obat sebagian besar dengan dosis 15 mg bupivacain yaitu 57 responden (87,7%). Kejadian MAP Intraoperative setelah dilakukan spinal pada pengukuran 5 menit pertama memiliki MAP 60-100 mmHg 45 responden (69,2%), pengukuran 10 menit memiliki MAP 60-100 mmHg 57 responden (87,7%) dan pengukuran setelah 15 menit memiliki MAP 60-100 mmHg 63 responden (96,9%). Pada kejadian IONV sebagian besar responden tidak mengalami IONV sejumlah 48 responden (73,8%), sedangkan yang mengalami IONV sejumlah 17 responden (26,2%). Setelah dilakukan uji bivariat dengan metode spearman rho menunjukkan nilai 0.401 atau p > 0,05 sehingga didapatkan tidak terdapat hubungan antara kejadian penurunan MAP dengan kejadian IONV pada pasien dengan spinal anestesi.
Pengaruh Terapi Dzikir terhadap Penurunan Kecemasan pada Lansia
Mawardi, Mawardi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4466
Lansia memiliki resiko rentan terhadap penurunan kemampuan yang mempengaruhi terjadinya masalah psikologis seperti kecemasan. Psikoterapi dzikir akan membuat seseorang merasa tenang sehingga menekan kerja sistem syaraf simpatetis dan mengaktifkan kerja syaraf para simpatetis bahwa respon relaksasi yang melibatkan keyakinan mempercepat terjadinya keadaan rileks. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan kecemasan pada lansia di Desa Sipacar Semangkak Klaten. Penelitian ini menggunakan desain quasy-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest- Postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Desa Sipacar Semangkak Klaten. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu lansia usia > 60 tahun ke atas yang mengalami kecemasan, sadar penuh, beragama Islam dan bersedia menjadi responden, didapatkan 38 responden. Kegiatan dilakukan pada bulan Februari – September 2024. Instrumen menggunakan lembar observasi pelaksanaan terapi dzikir dan kuesioner kecemasan dengan Hamilton Rating Scale For Anxiety (HARS) dengan hasil validitas 0.793 dan reliabilitas >0.6. Hasil kecemasan sebelum diberikan intervensi mayoritas responden dengan kecemasan tingkat berat 36,8% dan 23,7% dengan kecemasan berat sekali. Setelah diberikan intervensi dzikir mayoritas masih berada pada kategori berat 42,1%, namun responden dengan skor berat sekali menurun menjadi 7,9%. Hasil uji analisa output rata-rata kecemasan responden di awal sebelum intervensi yaitu 2,55. Sedangkan untuk rata-rata kecemasan setelah intervensi yaitu 1,45. Melihat hasil ini terlihat rata-rata kecemasan menurun setelah diberikan intervensi dzikir. Output paired sampel test diketahui sg. (2-tailed) adalah 0,000. Melihat hasil yang ada maka disimpulkan ada pengaruh terapi dzikir dalam menurunkan kecemasan pada lansia.
Pemanfaatan Eklstrak Limbah Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lapaceum L). dalam Formulasli Body Lotion
Paturrahmi, Wilda Marta;
Indrianii, Nurul;
Ramandha, Muhammad Eka Putra
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4469
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antioksidan ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) dalam melembabkan kulit dan menentukan formulasi body lotion yang paling efektif. Kulit buah rambutan mengandung senyawa antioksidan yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan kulit.Penelitian eksperimental ini menguji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah rambutan dengan variasi konsentrasi menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Ekstrak kemudian diformulasikan ke dalam beberapa variasi body lotion yang dievaluasi profilnya meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan iritasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi melembabkan kulit. Beberapa formulasi body lotion dengan penambahan ekstrak memenuhi kriteria sediaan yang baik. Ekstrak kulit buah rambutan berpotensi sebagai bahan aktif dalam formulasi body lotion dengan efek melembabkan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan formulasi dan menguji efektivitasnya pada manusia.
Gambaran Kenyamanan dan Kualitas Tidur pada Pasien Pasca Operasi
Sulistianingrum, Andini;
Suandika, Made;
Sukmaningtyas, Wilis
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4486
Kenyamanan merupakan perasaan seseorang yang bersifat subjektif yang bisa dirasakan terhadap lingkungan. Kualitas tidur pada pasien dapat berdampak terhadap kenyamanan. Pola tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan psikologis dalam diri seseorang yang mempengaruhi kualitas tidur seringkali mempunyai lebih satu penyebab yaitu faktor sosiodemografi yang terdiri dari jenis kelamin dan usia. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran kenyamanan dan kualitas tidur pada pasien pasca operasi Di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan jenis studi observasional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan puposive sampling dengan jumlah sebanyak 88 responden. Pada penelitian ini menggunakan data primer melalui pengisian kuesioner oleh responden, serta analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil Penelitian sebagian besar pasien berusia 46-65 tahun memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 26 (29,5%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 23 (26,1%) pasien. Pada pasien laki-laki sebagian besar memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 41 (46,6%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 38 (43,2%) pasien. Pada jenis operasi general sebagai besar memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 40 (45,5%) pasien dan merasa tidak nyaman sebanyak 36 (40,9%) pasien. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan seluruh aspek usia, jenis kelamin, dan jenis operasi didapatkan sebagian besar responden mengalami kualitas tidur yang buruk dan merasa tidak nyaman pasca operasi.
Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi tentang Pemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Baru Lahir
Sulistyani, Indah;
Triana, Noor Yunida;
Murniati, Murniati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4487
Hipotiroid Kongenital (HK) merupakan penurunan atau tidak berfungsinya kelenjar tiroid sejak bayi baru lahir. Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) merupakan skrining yang dilakukan saat bayi berumur beberapa hari untuk memilah bayi yang mengalami HK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang pemeriksaan SHK pada bayi baru lahir di Ruang Kamar Bayi (KBY) RS JIH Purwokerto. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Instrumen penelitian dengan kuesioner. Populasi penelitian ini adalah ibu bayi yang bayinya di rawat di ruang KBY RS JIH Purwokerto pada bulan Februari hingga Maret 2024. Teknik pengambilan sampel yang digunakan non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah 68 responden. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden meliputi: usia sebagian besar dewasa awal sejumlah 70,7% (48 orang), tingkat Pendidikan sebagian besar Pendidikan tinggi sejumlah 69,1% (47 orang), dan pekerjaan sebagian besar ibu rumah tangga sejumlah 51,5% (35 orang). Tingkat pengetahuan ibu tentang SHK sebagian besar dalam kategori baik sejumlah 82,3% (56 orang).
Dampak Bencana Air yang Disebabkan oleh Perubahan Iklim terhadap Kesehatan Mental: Studi Meta Analisis
Handayani, Rina Tri;
Wardani, Ratna;
Indasah, Indasah;
Peristiowati, Yuly;
Widiyanto, Aris;
Atmojo, Joko Tri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4504
Fakta bahwa akibat perubahan iklim, banjir akan lebih sering terjadi dan secara signifikan dapat berdampak pada kesehatan mental, yang mengarah pada peningkatan kasus depresi dan kecemasan. Meskipun semakin banyak yang menyadari dampak tersebut, penelitian tentang konsekuensi psikologis dari banjir masih terbatas baik dari segi cakupan maupun kekuatan statistiknya. Tujuan Penelitian Meta-analisis ini mengetahui kesenjangan dengan meninjau literatur yang tersedia secara sistematis dan mengukur hubungan antara banjir dan hasil kesehatan mental. Temuan ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan dukungan kesehatan mental yang komprehensif di daerah yang terkena dampak banjir untuk mengurangi dampak psikologis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak banjir yang disebabkan oleh perubahan iklim terhadap kesehatan mental, khususnya pada depresi dan kecemasan. Sebuah tinjauan sistematis terhadap artikel-artikel dari database PubMed, ProQuest, dan Science Direct dilakukan. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan Review Manager 5.3 (RevMan 5.3). Dari 1.418 penelitian yang diidentifikasi, 7 memenuhi kriteria inklusi untuk analisis. Meta-analisis mengungkapkan bahwa individu yang mengalami banjir secara signifikan lebih mungkin menderita depresi (OR = 2,73; 95% CI: 1,61-4,62) dan kecemasan (OR = 2,87; 95% CI: 1,65-5,01) dibandingkan dengan mereka yang tidak terpengaruh oleh banjir. Kedua hubungan tersebut signifikan secara statistik. Banjir secara signifikan meningkatkan risiko depresi dan kecemasan, menyoroti perlunya layanan kesehatan mental yang terintegrasi dalam tanggap bencana dan strategi ketahanan masyarakat.
Gambaran Pemberian Komunikasi Terapeutik Perawat pada Pasien Lansia
Heriyanti, Citta Ayunda;
Wijaksono, M. Arief;
Tasalim, Rian
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4509
Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan dipengaruhi faktor komunikasi terapeutik yang baik. Komunikasi terapeutik dilaksanakan untuk membantu penyembuhan atau pemulihan pasien. Keberhasilan hubungan professional terapeutik antara perawat dan pasien akan menentukan komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepatuhan klien dalam hal pengobatan dan perawatan penyakitnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pemberian komunikasi terapeutik perawat pada pasien lansia di Puskesmas Pulang Pisau. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2024. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah pasien jumlah lansia rata-rata yang berobat perbulannya ke Puskesmas Pulang Pisau Kabupaten Pulang Pisau yaitu berjumlah sekitar 43 orang. Pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling adapun kriteria responden dalam penelitian ini adalah pasien lansia yang berobat ke Puskesmas Pulang Pisau, bersedia menjadi responden, tidak mengalami gangguan pendengaran dan tidak mengalami gangguan jiwa sehingga didapatkan 30 responden. Data dikumpukan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner data demografi responden dan kuesioner komunikasi terapeutik perawat dengan nilai r hitung (0,347-0,798) < r tabel (0,316) serta hasil uji reliabilitas nilai alpha cronbach 0,857>t tabel (0,514). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Gambaran Pemberian Komunikasi Terapeutik Perawat Pada Pasien Lansia di Puskesmas Pulang Pisau pada tahap prainteraksi adalah kategori baik 25 responden (83,3%), pada tahap orientasi adalah kategori cukup baik 23 responden (66,7%), pada tahap kerja adalah kategori baik 22 responden (73,3%) dan pada tahap terminasi adalah kategori baik 25 responden (83,3%). Hasil analisa disimpulkan gambaran pemberian komunikasi terapeutik perawat pada pasien lansia di Puskesmas Pulang Pisau mayoritas baik.
Gambaran Persepsi Penyakit Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas
Rista, Rista;
Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning;
Manto, Onieqie Ayu Dhea
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4510
Persepsi penyakit merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk kepatuhan pasien terhadap prosedur kesehatan pada penyakit kronis. Pasien Diabetes Mellitus diharuskan rutin mengkonsumsi obat sesuai anjuran petugas kesehatan. Hal ini memerlukan kepatuhan yang konsisten, sehingga diperlukan adanya identifikasi persepsi penyakit diantara pasien Diabetes Mellitus. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran persepsi penyakit penderita DM tipe 2 di UPT Puskesmas Bereng Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional deskriptif. Sampel berjumlah 53 penderita DM tipe 2 di Puskesmas Bereng yang diambil menggunakan Accidental Sampling. Data penelitia dikumpukan menggunakan kuesioner identitas responden dan persepsi penyakit penderita DM tipe 2 yaitu The Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Sebagian besar penderita DM tipe 2 berusia 56-65 tahun sebanyak 27 orang (50,9%). Sebagian besar penderita DM tipe 2 berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang (69,8%). Sebagian besar penderita DM tipe 2 sudah menderita penyakit DM tipe 2 selama ≥3 tahun sebanyak 38 orang (71,7%). Sebagian besar persepsi penyakit penderita DM tipe 2 dengan persepsi penyakit negatif sebanyak 46 orang (86,8%). Sebagian besar persepsi penyakit penderita DM tipe 2 di UPT Puskesmas Bereng dengan persepsi penyakit negatif dan sebagian kecil lainnya persepsi positif. Pihak Puskesmas diharapkan memberikan edukasi 5 pilar Diabetes Mellitus kepada pasien DM tipe 2 sebagai upaya pembentukan persepsi penyakit yang baik sehingga dapat berpengaruh pada kecerdasan emosional pada pasien DM tipe 2 agar ke arah yang positif.
Beban Kerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Dewasa
Liestyaningrum, Wiwiek;
Saribu, Hotmaria;
Ernawati, Ernawati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4515
Beban kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap dewasa menjadi isu yang penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Beban kerja yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kinerja perawat dan kesejahteraan pasien, serta meningkatkan risiko kelelahan, burnout, dan turnover tenaga perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan beban kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap dewasa RSUD Dabo dan menganalisis distribusi beban kerja berdasarkan karakteristik demografi perawat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan total sampling, melibatkan 42 perawat pelaksana di ruang rawat inap dewasa RSUD Dabo. Data dikumpulkan melalui kuisioner Nursing Work Life Scale yang mengukur tiga aspek beban kerja: kegiatan produktif langsung, kegiatan produktif tidak langsung, dan kegiatan non-produktif. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif untuk mengevaluasi distribusi frekuensi dan karakteristik responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38.10% perawat mengalami beban kerja ringan, 28.57% beban kerja sedang, dan 33.33% beban kerja berat. Manajemen beban kerja yang lebih baik diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan perawat dan kualitas pelayanan. Beban kerja perawat di ruang rawat inap dewasa bervariasi, dengan sebagian besar mengalami beban kerja ringan hingga sedang, namun sekelompok perawat mengalami beban kerja berat yang berisiko terhadap kesehatan fisik dan mental mereka.