cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Dynamics and Trends in Research on Household Exposure to Second-Hand Smoke and Its Impact on Children’s Health: A Bibliometric Analysis Kartika Puteri Cahyati; Titih Huriah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57966

Abstract

Household exposure to secondhand smoke (SHS) remains a major global public health issue, particularly among children who are more vulnerable due to their developing respiratory and immune systems. This study aims to analyze the dynamics and research trends related to household SHS exposure and its impact on children's health using a bibliometric approach. A quantitative bibliometric design was applied using secondary data from the Scopus database. Articles published between 2015 and 2025 were selected based on predefined criteria. Data were analyzed using VOSviewer to map co-authorship, citation networks, and keyword co-occurrence, while Microsoft Excel was used for descriptive trend analysis. The number of publications has increased significantly over time, with major contributions from developed countries such as the United States and the United Kingdom. Key research themes include SHS exposure, child health, respiratory diseases, and household environmental factors, with emerging focus on prevention and tobacco control policies. Research on SHS exposure has evolved into a multidisciplinary field. Strengthening policies and increasing public awareness are essential to reduce SHS exposure among children.
Karakteristik dan Faktor Resiko Hipertensi di Puskesmas Anak Air Kota Padang Wira Heppy Nidia; Verra Widhi Astuti; Nurlelasari Harahap
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57974

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tertinggi di dunia dan menjadi masalah kesehatan yang utama karena peningkatan angka kejadian serta risiko komplikasi kardiovaskular. Identifikasi karakteristik yang dapat dimodifikasi dan tidak dapat dimodifikasi penting untuk strategi pencegahan dan pengendalian yang efektif, khususnya di pelayanan kesehatan primer. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan karakteristik pasien serta faktor resiko pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Anak Air, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2024. Sebanyak 106 pasien hipertensi dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk menilai karakteristik responden dan faktor resiko, meliputi riwayat keluarga, obesitas, kebiasaan merokok, tingkat stres, aktivitas fisik, serta pola makan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia pra lansia (45–60 tahun) dan didominasi oleh perempuan. Stres psikologis dan pola makan tidak sehat merupakan faktor yang paling sering dilaporkan. Temuan ini menunjukkan bahwa berbagai faktor resiko dijumpai pada responden. Hasil penelitian memberikan bukti deskriptif awal yang digunakan sebagai dasar dalam pengembangan strategi promosi kesehatan dan pencegahan yang lebih terarah di pelayanan kesehatan primer.
Pengaruh Edukasi Smoke-Free Home Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga dalam Melindungi Lansia dari Paparan Asap Rokok Vanya Aulia Safira; Sutantri Sutantri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57991

Abstract

Paparan asap rokok merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama pada lansia dengan riwayat hipertensi yang rentan mengalami peningkatan tekanan darah, komplikasi kardiovaskular, serta penurunan kualitas hidup. Edukasi smoke-free home menjadi salah satu upaya promotif dan preventif berbasis keluarga untuk menciptakan lingkungan rumah yang bebas dari asap rokok. Tujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan perubahan pengetahuan dan perilaku keluarga setelah diberikan edukasi smoke-free home. Metode yang digunakan yaitu desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga pada satu keluarga yang memiliki lansia dengan hipertensi dan tinggal bersama perokok aktif. Intervensi dilakukan sebanyak empat kali pertemuan berupa edukasi menggunakan media leaflet dan poster. Pengukuran dilakukan dengan kuesioner pre-test dan post-test serta observasi perubahan perilaku keluarga. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor Knowledge Second-Hand Smoke (KSHS) pada perokok aktif dari 56% menjadi 100% dan pada istri dari 62,5% menjadi 100% serta skor Beliefs About Thirdhand Smoke Scale (BATHS) pada perokok aktif dari 63% menjadi 100% dan pada istri dari 68,4% menjadi 100%. Konsumsi rokok menurun dari 12 menjadi 10 batang per-hari. Edukasi smoke-free home menunjukkan potensi dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku keluarga dalam studi kasus ini
Determinan Kesehatan Mental Studi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara Tahun 2025 Fachrul Riza; Donal Nababan; Lia Rosa Veronika; Frida Lina Tarigan; Mido Ester J. Sitorus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis determinan yang berhubungan dengan kondisi kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir program sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 278 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner terstandar dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden (68,0%) berada dalam kategori gangguan kesehatan mental berat, 21,2% mengalami gangguan ringan, dan hanya 10,8% tidak menunjukkan gejala gangguan mental. Seluruh variabel independen, yaitu tingkat resiliensi, strategi koping, dukungan sosial, tekanan finansial, dan tekanan akademik menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik terhadap kesehatan mental (p < 0,05). Mahasiswa dengan resiliensi rendah memiliki risiko lebih dari dua kali lipat mengalami gangguan mental berat dibandingkan yang beresiliensi tinggi (OR = 2,648; 95% CI: 2,404–2,879). Risiko gangguan mental juga lebih tinggi pada mahasiswa dengan strategi koping lemah (OR = 2,959), dukungan sosial rendah (OR = 2,908), tekanan finansial tinggi (OR = 1,947), dan tekanan akademik tinggi (OR = 1,601). Temuan ini menegaskan bahwa kondisi psikologis mahasiswa tingkat akhir dipengaruhi oleh interaksi berbagai faktor internal dan eksternal, serta menyoroti pentingnya intervensi holistik dalam upaya peningkatan kesejahteraan mental di lingkungan pendidikan tinggi Islam. This study aims to identify and analyze the determinants associated with the mental health condition of final-year undergraduate students at the Faculty of Islamic Economics and Business, UIN Sumatera Utara, in 2025. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 278 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected through standardized questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results showed that the majority of respondents (68.0%) were categorized as experiencing severe mental health disorders, 21.2% experienced mild disorders, and only 10.8% showed no symptoms of mental health problems. All independent variables—namely resilience level, coping strategies, social support, financial pressure, and academic pressure—were statistically significantly associated with mental health status (p < 0.05). Students with low resilience were more than twice as likely to experience severe mental disorders compared to those with high resilience (OR = 2.648; 95% CI: 2.404–2.879). The risk was also higher among students with weak coping strategies (OR = 2.959), low social support (OR = 2.908), high financial pressure (OR = 1.947), and high academic pressure (OR = 1.601). These findings emphasize that the psychological condition of final-year students is influenced by the interplay of various internal and external factors and highlight the need for holistic interventions to improve mental well-being within Islamic higher education institutions.
Studi Kasus Eksploratori: Proses Penerapan Rekam Medis Elektronik Oleh Perawat di Puskesmas Kema Gusni Pasongli; Lyna M. N. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58034

Abstract

Rekam Medik Elektronik (RME) telah menjadi tren global dalam pelayanan kesehatan, menawarkan potensi untuk meningkatkan efisiensi, keamanan data, dan kualitas pelayanan. RME mempermudah penelusuran dan pengiriman informasi, membuat penyimpanan lebih ringkas, dan mempercepat akses data pasien. Sistem ini menyimpan data dalam kapasitas besar, memungkinkan tenaga medis untuk memiliki catatan riwayat kesehatan pasien yang komprehensif, yang penting untuk tindakan medis yang tepat dan menghindari kesalahan medis. Namun, implementasi RME juga dapat menghadirkan tantangan dan hambatan dalam penerapannya. Penelitian ini untuk mengeksplorasi, proses penerapan rekam medis elektronik di puskesmas Kema. Metode penelitian menggunakan studi kasus eksploratif dengan teknik pengumpulan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel 6 petugas kesehatan Puskesmas Kema. Proses engumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, lembar obervasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan RME di Puskesmas Kema dilakukan dengan beberapa tahapan dimulai dari pelatihan, sosialisasi, pendampingan, implementasi, serta evaluasi dan pemeliharaan. Perawat sebagai salah satu tim yang bertanggungjawab dalam penerapan RME seperti melakukan anamnesa dan dokumentasi, pemberian edukasi kepada pasien, dan memberikan masukan untuk pengembangan sistem. Puskesmas Kema juga menghadapi berbagai tantangan seperti kendala teknis dan infrastruktur, kurangnya pelatihan dan dukungan, dampak pada alur kerja dan efisiensi, perubahan dalam interaksi perawat-pasien, dan kebutuhan pengembangan fitur RME. Puskesmas Kema telah melakukan berbagai strategi untuk mengatasi hambatan-hambatan dengan cara pendampingan dan bimbingan intensif, pembelajaran mandiri dan kolaborasi, strategi mengatasi kendala teknis dan infrastruktur, kembali ke sistem manual (sementara), komunikasi dan pendekatan pasien. Penerapan RME memiliki dampak positif (efisiensi waktu, kemudahan akses dan pelaporan, penghematan sumber daya, keamanan data) dan negatif (Pelayanan tidak efisien karena kendala dan Komunikasi tidak efektif). Kesimpulan penerapan RME dapat meningkatkan efisiensi pelayanan pasien di Puskesmas, namun perlu memperhatikan berbagai kendala teknis dan infrastrukur yang menjadi kendala utama.
Perawatan Luka Modern Dressing Film Transparant Dengan Gentamicin Sebagai Dressing Primer Pada Gangguan Integritas Jaringan Pasien Diabetes Melitus Tipe II Wita Pamelia; Rury Eryna Putri; Sapondra Wijaya; Indah Dewi Ridawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58036

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan komplikasi berupa luka diabetik yang berisiko menyebabkan infeksi, gangguan integritas jaringan, dan amputasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas perawatan luka menggunakan modern dressing film transparan dengan gentamicin sebagai dressing primer pada pasien diabetes melitus tipe II. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien dengan luka diabetik . Intervensi dilakukan selama dua minggu melalui empat kali kunjungan yang meliputi pembersihan luka menggunakan NaCl 0,9%, pemberian salep gentamisin, dan pemasangan modern dressing film transparan. Evaluasi penyembuhan luka dilakukan menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool. Hasil penelitian menunjukkan pada Ny. T ukuran luka menurun dari 1,5 × 1 cm menjadi 0,5 × 0,4 cm dengan skor BWAT turun dari 17 menjadi 13. Pada Ny. S ukuran luka menurun dari 4 × 1 cm menjadi 3 × 0,5 cm dengan skor BWAT turun dari 18 menjadi 14. Disimpulkan bahwa modern dressing film transparan dengan gentamicin efektif mendukung penyembuhan luka diabetik pada pasien diabetes melitus tipe II.
Analisis Kinerja Puskesmas dalam Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Kesehatan dengan Pendekatan Balanced Scorecard Pada Puskesmas Sei Siring Jami’an Jami’an; Ratno Adrianto; Rahmat Bakhtiar; Jaya Mualimin; Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Akhmad Azmiardi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58041

Abstract

Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan merupakan indikator kinerja utama pelayanan dasar yang wajib dicapai oleh Puskesmas. Pengukuran kinerja yang komprehensif diperlukan untuk mengevaluasi pencapaian tersebut, salah satunya melalui pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan terhadap pencapaian SPM kesehatan di Puskesmas Sei Siring Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling terhadap 55 pegawai. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat perspektif BSC berpengaruh signifikan terhadap pencapaian SPM (p=0,001) dengan nilai adjusted R² sebesar 0,301, yang berarti model mampu menjelaskan 30,1% variasi kinerja. Namun secara parsial, seluruh variabel tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) meskipun memiliki arah hubungan positif. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan kontribusi relatif paling besar serta berhubungan signifikan pada analisis bivariat (OR=4,148; p=0,012). Secara deskriptif, sebagian besar responden menilai pencapaian SPM dalam kategori baik, meskipun masih terdapat kesenjangan pada beberapa indikator layanan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Balanced Scorecard dapat digunakan sebagai alat evaluasi kinerja Puskesmas secara komprehensif, dengan penguatan pada aspek pembelajaran dan pertumbuhan sebagai strategi utama peningkatan kinerja pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Kinerja Puskesmas, Standar Pelayanan Minimal, Balanced Scorecard, Pelayanan Kesehatan Primer
Analisis Determinan Peran Ibu dalam Kesediaan Pemberian Imunisasi BCG Sebagai Upaya Pencegahan Tuberkulosis (TBC) Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Matang Kuli Mhd. Hidayattullah; Rosalia Putri; Mansura Feby Amanda; Futry Maysura; Kurniati Kurniati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58045

Abstract

Imunisasi BCG memainkan peran penting dalam mencegah tuberkulosis (TB) pada anak. Namun, cakupan imunisasi masih rendah, terutama di Aceh (30,0%) dan Aceh Utara, di mana cakupan desa Universal Child Immunization (UCI) hanya sebesar 26,2%. Rendahnya cakupan ini menunjukkan adanya tantangan yang berkaitan dengan peran ibu dalam pengambilan keputusan imunisasi. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 95 ibu yang memiliki bayi usia 0–11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Matang Kuli dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak bersedia memberikan imunisasi BCG (69,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,002), dan hambatan (p=0,003) dengan kesediaan pemberian imunisasi BCG. Responden dengan pengetahuan yang baik, sikap positif, dan hambatan yang lebih sedikit cenderung lebih bersedia mengimunisasi anaknya. Kesimpulannya, pengetahuan, sikap, dan persepsi terhadap hambatan merupakan determinan utama dalam cakupan imunisasi BCG. Intervensi yang berfokus pada edukasi kesehatan, penguatan sikap positif, dan pengurangan hambatan diperlukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta mencegah TB pada anak.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pasien Melalui Kepuasan di Instansi Kesehatan Sitti Nurhastiawati; Farida Yuliaty; Vip Paramarta; Kosasih Kosasih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58047

Abstract

Industri kesehatan saat ini menghadapi persaingan yang sangat ketat, yang menuntut instansi kesehatan untuk mengalihkan strategi dari sekadar penyembuhan klinis menjadi retensi pasien jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pasien dengan kepuasan pasien sebagai variabel mediasi melalui tinjauan literatur sistematis artikel penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah sintesis literatur dari berbagai tipe instansi kesehatan, termasuk rumah sakit pemerintah, swasta, dan klinik spesialis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, yang mencakup dimensi teknis medis dan fungsional, secara konsisten berpengaruh positif terhadap loyalitas pasien. Namun, hubungan tersebut tidak bersifat langsung secara mutlak; kepuasan pasien terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang krusial (full mediation). Kepuasan bertindak sebagai jembatan psikologis yang mengonversi pengalaman layanan menjadi perilaku loyal, seperti kunjungan ulang dan advokasi positif. Selain itu, faktor pendukung seperti fasilitas medis dan kecepatan administrasi ditemukan memperkuat terciptanya kepuasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa instansi kesehatan harus memprioritaskan pengelolaan kepuasan pasien di setiap titik sentuh pelayanan guna memastikan terciptanya loyalitas pasien yang permanen di tengah persaingan pasar.
Gambaran Strategi Koping Orang Tua Pada Anak Yang Dirawat di Ruang Rawat Anak Zidni Ilman Nafi'a; Siti Arifah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58070

Abstract

A child’s hospitalization often causes stress for parents due to the emotional burden, uncertainty, and role changes during the treatment process. Coping strategies play a crucial role in determining how parents manage this stress. This study aims to describe the coping strategies of parents whose children are hospitalized. This study employs a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 10 parents selected using purposive sampling based on inclusion criteria, namely parents of children aged 1–12 years who were undergoing inpatient care for at least 48 hours and were willing to participate as respondents and complete the questionnaire. Data were collected using the Brief COPE questionnaire, which consists of 14 items and a 4-point Likert scale. Data analysis was conducted using univariate methods to present frequency distributions, percentages, and mean values. The results indicated that most parents employed adaptive coping strategies such as religious coping, active coping, planning, emotional support, and seeking information. Meanwhile, maladaptive coping strategies such as self-blame and denial were found at low levels. These findings suggest that parents still require psychosocial support while their children are hospitalized. This study can serve as a basis for healthcare professionals in developing family-centered care interventions in pediatric wards.