cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Role Play Drama Sosial Terhadap Peningkatan Fungsi Sosial Pada Lansia: Studi Kasus Refansa Desfa Dinata; Kartinah Kartinah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57931

Abstract

Meningkatnya populasi lansia membawa tantangan pada penurunan fungsi sosial akibat isolasi dan berkurangnya interaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan metode role play drama sosial terhadap peningkatan fungsi sosial lansia. Desain penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan one group pre-test post-test terhadap delapan responden di BPSTW Abiyoso, Yogyakarta, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Social Connectedness Scale (SCS) dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta narasi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan fungsi sosial yang signifikan pada seluruh responden setelah diberikan intervensi selama tiga hari. Sebelum intervensi, hanya 25% responden yang berada pada kategori fungsi sosial tinggi, namun setelah intervensi proporsinya meningkat menjadi 62,5%. Sebaliknya, kategori fungsi sosial rendah menurun dari 37,5% menjadi 12,5%. Temuan ini membuktikan bahwa stimulasi psikososial yang terstruktur melalui drama sosial efektif dalam mengaktifkan kembali keterampilan komunikasi, empati, dan rasa keterhubungan sosial pada lansia. Intervensi ini direkomendasikan sebagai model keperawatan gerontik yang inovatif dan efisien untuk diterapkan di panti sosial maupun komunitas.
Efektivitas Inspiratory Muscle Training (IMT) Terhadap Weaning ventilator pada Pasien ICU Di RS Murni Teguh Medan Normi Hotriani Purba; Nur Asnah Sitohang; Mula Tarigan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57932

Abstract

Weaning ventilator merupakan proses pelepasan ventilasi mekanik secara bertahap hingga pasien mampu mempertahankan pernapasan spontan secara adekuat tanpa bantuan alat selama minimal 48 jam setelah ekstubasi. Proses ini berperan penting dalam menentukan luaran klinis pasien ICU, namun masih menjadi tantangan karena tingginya angka kegagalan, reintubasi, serta komplikasi seperti ventilator-associated pneumonia yang berkaitan dengan kelemahan otot pernapasan. Intervensi seperti Inspiratory Muscle Training (IMT) diperlukan untuk meningkatkan kekuatan otot inspirasi dan mendukung keberhasilan weaning ventilator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas IMT terhadap keberhasilan weaning ventilator pada pasien ICU. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan rancangan pre test–post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 78 pasien ventilasi mekanik yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 39 kelompok intervensi yang diberikan IMT dan 39 kelompok kontrol dengan perawatan standar. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi fisiologis (HR, RR, TD, SpO₂, suhu, dan RSBI), dengan analisis data menggunakan uji t dependen atau Wilcoxon serta t independen atau Mann–Whitney sesuai distribusi data. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan rerata parameter fisiologis (TD, HR, RR, suhu, SpO₂, dan RSBI) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi dengan nilai p < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan IMT. Pada kelompok kontrol juga terjadi perubahan rerata parameter fisiologis, namun tidak signifikan dan tidak sebesar kelompok intervensi. Selain itu, terdapat perbedaan bermakna antara kelompok intervensi dan kontrol (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa IMT lebih efektif dalam meningkatkan kondisi fisiologis dan keberhasilan weaning ventilator pada pasien ICU. IMT disarankan sebagai intervensi pendukung dalam praktik keperawatan ICU untuk meningkatkan parameter fisiologis dan keberhasilan weaning ventilator pada pasien kritis.
Global Trends in Research on the Impact of Maternal Smoking on Breastfeeding Practices Latifah Kusnul Maghfiroh; Titih Huriah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57936

Abstract

Merokok pada ibu telah dikenal sebagai faktor perilaku yang dapat memengaruhi praktik menyusui serta kesehatan ibu dan bayi. Pemahaman mengenai perkembangan penelitian global terkait topik ini penting untuk mengidentifikasi tren dan kesenjangan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian global mengenai dampak merokok ibu terhadap praktik menyusui menggunakan pendekatan bibliometrik. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data dari basis data Scopus melalui kata kunci “smoking,” “women,” dan “breastfeeding.” Penelusuran awal menghasilkan 1.066 dokumen yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi, yaitu tahun publikasi 2015–2025, bidang keilmuan medicine dan nursing, jenis dokumen artikel dan review, serta publikasi berbahasa Inggris. Sebanyak 481 publikasi yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan teknik bibliometrik untuk mengkaji pertumbuhan publikasi, kontribusi negara, pola sitasi, dan perkembangan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah publikasi ilmiah selama satu dekade terakhir, dengan Amerika Serikat dan Inggris sebagai kontributor utama. Tema penelitian dominan meliputi durasi menyusui, risiko kesehatan ibu dan bayi, kekambuhan merokok pascapersalinan, serta intervensi berhenti merokok. Merokok pada ibu merupakan determinan perilaku penting yang memengaruhi keberhasilan menyusui. Temuan ini menekankan perlunya penelitian multidisiplin serta strategi kesehatan masyarakat yang terintegrasi untuk mengurangi paparan tembakau dan meningkatkan praktik menyusui optimal
Hubungan Motivasi, Beban Kerja, dan Kepuasan Kerja dengan Kinerja Petugas Rekam Medis Di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya Selpina Wenda; Novita Medyati; Arius Togodly; Sarce Makaba; Rosmin M. Tingginehe; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57943

Abstract

Petugas rekam medis merupakan unsur penting yang bertanggung jawab atas pengelolaan dokumen dan data pasien di rumah sakit. Motivasi kerja yang terjaga, beban kerja yang seimbang, serta kepuasan kerja yang baik menjadi faktor penentu kualitas kinerja petugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi kerja, beban kerja, dan kepuasan kerja dengan kinerja petugas rekam medis di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya. Desain penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada April 2026 dengan populasi seluruh petugas rekam medis sebanyak 50 orang, yang sekaligus menjadi sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan motivasi kerja mayoritas baik (60,0%), beban kerja mayoritas rendah (50,0%), kepuasan kerja mayoritas puas (56,0%), serta kinerja sebagian besar baik (58,0%). Uji chi square menghasilkan p-value < 0,001 yang menegaskan adanya hubungan signifikan antara motivasi, beban kerja, dan kepuasan kerja dengan kinerja petugas rekam medis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan motivasi, pengelolaan beban kerja, dan kepuasan kerja berkontribusi terhadap kualitas kinerja petugas rekam medis di RSUD Tiom Kabupaten Lanny Jaya.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Yang Dilakukan Extracorpopreal Shockwave Lihtotripsy (Eswl): Scoping Review Marianto Marianto; Haryanto Haryanto; Wida Kuswida Bhakti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57950

Abstract

Latar Belakang: Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL) merupakan prosedur non‑invasif yang umum digunakan dalam penanganan batu saluran kemih dan ginjal, namun seringkali memicu kecemasan dan nyeri pada pasien selama tindakan berlangsung. Terapi musik telah diidentifikasi sebagai salah satu intervensi non‑farmakologis yang berpotensi menurunkan kecemasan tersebut, namun bukti mengenai variasi jenis, waktu, dan cara pemberiannya belum dipetakan secara komprehensif. Tujuan scoping review ini adalah: memetakan karakteristik metodologis dan intervensi studi yang meneliti pengaruh terapi musik terhadap kecemasan pada pasien ESWL, merangkum temuan utama terkait perubahan kecemasan dan outcome klinis lain yang relevan, serta mengidentifikasi celah penelitian serta implikasi keperawatan dari penggunaan terapi musik pada pasien dengan prosedur ESWL. Metode: Penelitian ini menggunakan desain scoping review sesuai pedoman PRISMA Extension for Scoping Reviews (PRISMA‑ScR). Pencarian literatur dilakukan di basis data google scholar, PubMed, Scopus, dan Science direct. Penelusuran literatur dilakukan pada jurnal internasional bereputasiyang membahas tentang pengaruh terapi musik terhadap kecemasan pasien Extracorporeal Shockwave Lithotripsy (ESWL).Hasil: Berdasarkan scoping review yang dilakukan sebagian besar hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi musik dapat menurunkan kecemasan pada pasien yang menjalani ESWL, dibandingkan kelompok kontrol tanpa musik. Penurunan kecemasan umumnya berjalan paralel dengan penurunan nyeri, peningkatan relaksasi, dan kepuasan pasien terhadap prosedur. Namun, heterogenitas desain studi, jenis musik, waktu pemberian, dan instrumen pengukuran masih cukup tinggi, sehingga protokol musik yang paling optimal belum dapat ditentukan secara pasti.Kesimpulan: Terapi musik merupakan intervensi nonfarmakologis yang aman, murah, dan feasibel untuk menurunkan kecemasan dan nyeri pada pasien yang menjalani ESWL. Temuan ini mendukung integrasi terapi musik ke dalam praktik keperawatan di unit ESWL, namun masih diperlukan penelitian lanjutan dengan protokol yang lebih terstandar untuk menentukan jenis musik, durasi, waktu pemberian, dan kombinasi intervensi yang paling efektif
Prevalensi dan Pola Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih di RSUD Tarakan Jakarta Tahun 2024 Ade Dharmawan; Nicolas Layanto; Wahid Haikal; Dominica Pita Sari; Lasma Susi F. Simanjuntak
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57952

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi yang paling umum terjadi, terutama pada wanita, dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pielonefritis serta resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan gambaran bakteri penyebab ISK di RSUD Tarakan Jakarta tahun 2024. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap data rekam medis, dimana mayoritas sampel adalah pasien perempuan pada kelompok usia dewasa dan lansia. Hasil penelitian menunjukkan Escherichia coli sebagai patogen tersering (20,8%), diikuti Klebsiella pneumoniae (16,2%) dan Enterococcus faecalis (10%), serta sebagian besar isolat menunjukkan pola multidrug resistant (MDR) sebesar 73,1%. Resistensi tertinggi ditemukan pada golongan ampicillin, cefotaxime, dan ciprofloxacin, levofloxacin dengan nitrofurantoin dan tetrasiklin masih efektif. Temuan ini menegaskan perlunya surveilans resistensi berkelanjutan dan pembaruan pedoman terapi empiris untuk meningkatkan efektivitas pengobatan ISK serta menekan tren peningkatan MDR di rumah sakit rujukan.
Penerapan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) Terhadap Efisiensi dan Mutu Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Rima Aghnia Permata Sari; Ede Surya Darmawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57953

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terhadap efisiensi dan mutu pelayanan rawat jalan melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Transformasi digital health yang didefinisikan oleh World Health Organization mendorong integrasi sistem informasi di rumah sakit, sejalan dengan regulasi nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mewajibkan integrasi SIMRS dengan Rekam Medis Elektronik dan SATUSEHAT. Penelusuran literatur dilakukan pada Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect terhadap artikel tahun 2014–2024 dengan kriteria penelitian asli yang membahas SIMRS, efisiensi, dan mutu pelayanan. Sebanyak 10 artikel terpilih dianalisis menggunakan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan SIMRS sangat dipengaruhi oleh faktor manusia, organisasi, teknologi, dan usability (pendekatan HOT-Fit). Integrasi SIMRS dengan RME dan sistem reservasi online terbukti mempercepat pendaftaran, mengurangi kesalahan pencatatan, mempermudah akses data pasien, serta menurunkan antrean. Selain meningkatkan efisiensi waktu pelayanan, SIMRS juga berkontribusi pada mutu melalui ketepatan layanan, integrasi data real-time, dan koordinasi antarunit. SIMRS menjadi instrumen strategis peningkatan kinerja pelayanan rumah sakit apabila didukung kesiapan SDM, organisasi, dan teknologi yang memadai.
Hubungan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Puskesmas Sriwijaya Mataram Lampung Tengah Putri Parlita; Ezzy Gapmelezy
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57954

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC) merupakan salah satu indikator penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan janin. Rendahnya kepatuhan kunjungan ANC dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan yang tidak terdeteksi secara dini. Pelayanan Antenatal Care pada ibu hamil ini harus memenuhi standar minimal 6x pemeriksaan kehamilan dan 2x pemeriksaan oleh dokter di kunjungan ke-1 di trimester 1 serta kunjungan ke-5 di trimester 3 dengan ketentuan minimal 1x di trimester 1 dengan kehamilan usia di 0-12 minggu, 2x trimester 2 dengan kehamilan usia di 12-24 minggu, dan 3x di trimester 3 dengan kehamilan usia di 24 minggu sampai menjelang persalinan). Pelayanan tersebut dapat berupa deteksi dini faktor risiko kehamilan, pencegahan dan penanganan dini komplikasi selama kehamilan (Permenkes No 21, tahun 2021). Tujuan: . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor umur, pendidikan, paritas, jarak pelayanan kesehatan, dan status sosial ekonomi dengan kepatuhan kunjungan ANC di Puskesmas Sriwijaya Mataram Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional, dilakukan pada bulan November-Desember 2025 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil Trimester III yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Sriwijaya Mataram, dengan jumlah sampel sebanyak 144 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh dalam melakukan kunjungan ANC, yaitu sebanyak 76 orang (52,8%), sedangkan yang patuh sebanyak 68 orang (47,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu (p-value = 0,449), pendidikan (p-value = 0,449), paritas (p-value = 0,325), jarak pelayanan kesehatan (p-value = 0,636), dan status sosial ekonomi (p-value = 0,636) dengan kepatuhan kunjungan ANC, karena seluruh nilai p-value lebih besar dari 0,05. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat faktor yang berhubungan secara signifikan (umur,pendidikan, paritas, status sosial ekonomi dan jarak pelayanan kesehatan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Sriwijaya Mataram. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan pendekatan promotif secara menyeluruh kepada seluruh ibu hamil tanpa membedakan karakteristik tertentu, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam melakukan kunjungan ANC secara rutin.
PENGARUH KOMPRES DINGIPengaruh Kompres Dingin Terhadap Nyeri dan Hematoma Pada Pasien Pasca Kateterisasi Jantung Koroner di Rsud Karawang Tahun 2026N TERHADAP NYERI DAN HEMATOMA PADA PASIEN PASCA KATETERISASI JANTUNG KORONER DI RSUD KARAWANG TAHUN 2026 Cusmarih Cusmarih; Lucky Triyogo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57955

Abstract

Latar Belakang : Salah satu penyakit jantung yang membuat orang banyak meninggal di seluruh dunia adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyakit ini terjadi karena pembuluh darah koroner menjadi sempit, bisa karena penyakit atherosklerosis, penyempitan pembuluh darah karena kontraksi berlebihan, atau gabungan kedua hal tersebut. Angka kematian dan penyakit yang disebabkan oleh penyakit ini menjadi ancaman terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Pengobatan untuk penyakit jantung koroner salah satunya adalah prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI).Di antara metode pengelolaan nyeri yang tidak menggunakan obat, penerapan kompres dingin dapat meningkatkan efektivitas penghilang rasa sakit dengan meningkatkan ambang batas nyeri serta memperlambat kecepatan penghantaran sinyal dari saraf-saraf kecil yang tidak terlipat, yang berperan dalam mengirimkan rasa sakit dari bagian tubuh ke otak. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri dan kejadian hematoma pada pasien pasca kateterisasi jantung Koroner Di Rsud Karawang Tahun 2026. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi experiment Penelitian ini menggunakan pendekatan Two Group Pre-Posttest Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi, metode ini di gunakan untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri dan hematom pada pasien pasca kateterisasi jantung. Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri dan kejadian hematoma pada pasien pasca kateterisasi jantung Koroner. Adanya pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri pasien pasca kateterisasi jantung koroner dilihat dari nilai p-value=0.006 (p-value<0,05). Kesimpulan : Penggunaan kompres dingin terhadap skala nyeri dan kejadian hematoma pada pasien pasca kateterisasi jantung Koroner. terdapat pengaruh kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca kateterisasi jantung koroner. Hal ini menunjukkan bahwa kompres dingin dapat menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam membantu mengurangi nyeri pada pasien setelah tindakan tersebut.
Pengaruh Kualitas Fasilitas Fisik dan Lingkungan Rumah Sakit terhadap Kenyamanan dan Kepercayaan Pasien Febrialita Twiceandaru; Farida Yuliaty
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas fasilitas fisik dan lingkungan rumah sakit terhadap kenyamanan dan kepercayaan pasien melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode yang digunakan melibatkan pengumpulan dan analisis sepuluh artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa fasilitas fisik seperti kebersihan, kelengkapan sarana, dan tata ruang memiliki pengaruh signifikan terhadap kenyamanan pasien. Selain itu, faktor lingkungan fisik seperti suhu, pencahayaan, dan kebisingan juga terbukti berperan dalam menciptakan kondisi yang mendukung proses penyembuhan. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa kenyamanan pasien berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan, yang selanjutnya menjadi dasar terbentuknya kepercayaan pasien terhadap rumah sakit. Kepercayaan tersebut mendorong loyalitas pasien, baik dalam bentuk kunjungan ulang maupun rekomendasi kepada pihak lain. Dengan demikian, terdapat hubungan yang berkesinambungan antara kualitas fasilitas fisik dan lingkungan, kenyamanan, kepuasan, kepercayaan, hingga loyalitas pasien. Kesimpulannya, peningkatan kualitas fasilitas fisik dan lingkungan rumah sakit merupakan faktor penting dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang optimal dan berorientasi pada pasien. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memperhatikan aspek tersebut secara menyeluruh guna meningkatkan mutu pelayanan dan membangun hubungan jangka panjang dengan pasien.