cover
Contact Name
Fitrah al anshori
Contact Email
biogenerasi@uncp.ac.id
Phone
+6285226476819
Journal Mail Official
biogenerasi@uncp.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Cokroaminoto Palopo. Jl.Latamacelling No. 19
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Biogenerasi
ISSN : 25795163     EISSN : 25797085     DOI : -
Core Subject : Education,
Biogenerasi focuses on the publication of the results of biology education,Biology learning model, Biology learning media, Biology Education Development, The article published on the internal and external academic community Universitas Cokroaminoto Palopo especially in Biology Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 844 Documents
Internet of Things (IoT) dalam Estuarine Ecosystem: Kajian Bibliometrik Abraham Salihi, Irvan; Lihawa, Fitryane; Hasim; Wahyuni K Baderan, Dewi; Mahmud, Marike
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3661

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dan menyelidiki literatur ilmiah terkait penerapan Internet of Things (IoT) dalam konteks ekosistem estuaria. Ekosistem estuaria adalah lingkungan yang kompleks dan penting, sering menjadi fokus upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan. Dengan kemajuan teknologi IoT, ada potensi besar untuk memantau, mengelola, dan melindungi ekosistem estuaria dengan lebih efektif. Penelitian ini menyajikan hasil dari studi bibliometrik terhadap 500 judul dengan kata kunci Internet of Things Estuarine Ecosystem dalam sistem pencarian menggunakan Publish or Perish (PoP) dan VOS Viewer, menghasilkan tren penelitian, topik utama, dan kesenjangan pengetahuan yang dapat memandu peneliti yang tertarik dalam bidang IoT. Tren penelitian terkait kata kunci Internet of Things Estuarine Ecosystem diidentifikasi dalam 5 (lima) kata kunci tren penelitian: prediksi, deep learning, laguna, sensor, teknologi, dan informasi, yang diharapkan dapat merangsang diskusi dan inovasi lebih lanjut dalam penerapan IoT untuk menjaga keberlanjutan ekosistem estuaria. Kata kunci : Internet of Things (IoT), ekosistem estuaria, studi bibliometrik.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Dari Kombinasi Limbah Bonggol Pisang Dan Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Secara Hidroponik Sumbu (Wick System) Mawarni, Devi; Rahmadina, Rahmadina; Idris, M
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3672

Abstract

Sawi pagoda adalah jenis tanaman yang berasal dari tiongkok yang lebih dikenal dengan nama lain ta ke chai dan merupakan salah satu jenis tanaman sawi yang mengandung banyak nutrisi, serat, vitamin, mneral dan antioksidan yang berfungsi sebagai pencegah kanker. Salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan sawi pagoda yaitu dengan cara hidroponik dan pemberian pupuk. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli-oktober 2023. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial yang terdiri dari satu factor dengan tiga kali ulangan. Faktor yang berpengaruh yaitu pupuk organic air yang terdiri dari 3 konsentrasi (100 ml, 200 ml dan 300 ml). Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan luas daun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dari kombinasi limbah bonggol pisang dan rebung bambu berpengaruh signifikat terhadap pertumbuhan tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.) dengan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah dan luas daun. . Konsentrasi pupuk organik cair terbaik adalah 200 ml. Kata Kunci: Hidroponik, Sawi pagoda, Pupuk organik cair
PENGUJIAN KADAR BOD, COD DAN ISOLASI BAKTERI HASIL REMEDIASI AIR LIMBAH LINDI DENGAN MENGGUNAKAN EKOENZIM KULIT BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Siregar, Amira Falah; Rasyidah, Rasyidah; Nasution, Rizki Amelia
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3673

Abstract

Lindi (leachate) merupakan cairan yang merembes melalui tumpukan sampah dengan membawa materi terlarut atau tersuspensi terutama hasil proses dekomposisi materi sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan kadar Biology Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) pada limbah air lindi dengan menggunakan ekoenzim kulit buah pepaya (Carica papaya L.) dan jenis bakteri sebelum dan sesudah pemberian ekoenzim. Meltodel yang digunakan pada pelnellitian ini belrupa meltodel kuantitatif, yang telrdiri dari kontrol dan pemberian ekoenzim 10% delngan 3 kali pelngulangan pada seltiap pelrlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekoenzim dengan konsentrasi 10% pada proses remediasi limbah air lindi belum memenuhi baku mutu, dengan nilai rata-rata BOD sebesar 538 mg/L dan nilai rata-rata COD sebesar 1778 mg/L setelah remediasi 10 hari. Oleh karena itu, perlu penggunaan ekoenzim dengan konsentrasi dibawah 10% dan waktu remediasi yang lebih lama. Hasil dari identifikasi bakteri terdapat 2 jenis bakteri sebelum pemberian ekoenzim yaitu Micrococcus sp., Proteus sp., dan sesudah pemberian ekoenzim terdapat 3 jenis bakteri yaitu Pseudomonas sp., Shigella sp., dan Bacillus sp. Kata Kunci : Air Lindi, BOD, COD, Ekoenzim
AKTIVITAS BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DENGAN PENAMBAHAN EKOENZIM PADA PROSES DEGRADASI POPOK SEKALI PAKAI Syahputri, Sufi Amir; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3687

Abstract

Popok sekali pakai (diapers) merupakan sampah anorganik yng sulit untuk diurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan penambahan ekoenzim dalam mendegradasi popok sekali pakai. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non-faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0= Kontrol, P1= Bakteri Pseudomonas aeruginosa (5%), P2= Ekoenzim (5%), P3= Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Ekoenzim (5%). Untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan digunakan uji Anova dan dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengurangan berat kering popok sekali pakai pada perlakuan P0= 3.7%, P1 = 41.8%, P2 = 50.1% dan P3 = 59.1%. Pada hasil pengurangan ukuran popok sekali pakai pada perlakuan P0 = 0.08, P1 = 0.09, P2 = 0.19 dan P3 = 0.2. Aktivitas bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan penambahan ekoenzim mampu mendegradasi popok sekali pakai pada pengurangan berat kering popok sekali pakai tetapi tidak mampu dalam mengurangkan ukuran pada degradasi popok sekali pakai. Kata Kunci: degradasi, Pseudomonas aeruginosa, ekoenzim
HUBUNGAN ANTARA SISTEM IMUN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU MENJAGA IMUNITAS TUBUH SISWA Siregar, Nauly Pararita; Mu’nisa, A.; Asmawati Aziz, Andi
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.3800

Abstract

This research aims to determine whether there is a relationship between students' immune system knowledge and students' attitudes and behavior in maintaining body immunity. This research uses a quantitative approach located at SMAN 3 Barru. The independent variables in this research are attitudes and behavior to maintain students' immune systems and the dependent variable in this research is students' immune system knowledge. The population in this study was Class Research data was obtained through distributing knowledge questionnaires related to students' immune systems, and attitude and behavior questionnaires related to maintaining students' immune systems. The data analysis technique used is simple regression analysis which starts from testing normality, linearity and regression. Based on the results of data analysis, the significance value for the influence of the independent variable on the dependent variable is 0.268>0.05. It can be concluded that there is no significant relationship between attitudes and behavior in maintaining body immunity and knowledge of the immune system of students at SMAN 3 Barru.
CATATAN KEBERADAAN DAN IDENTIFIKASI JAMUR AGARICOMYCETES DI HUTAN DANAU SITU GEDE BOGOR Putra, Ivan; Chan, Carey; Qowiyyu Asca, Annisa; Early, Addira; Amana Nousra Atsemani, Jezila; Laila Izzati, Zhofira; Arief Rahman, Muhammad; Fitri Ani, Desi; Aji Mahardhika, Wahyu
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.3802

Abstract

Agaricomycetes belong to the group of macrofungi in the Basidiomycota division, which generally form fruiting bodies and reproduce sexually using basidiospores. This group of fungi can be found in terrestrial environments and mostly function as decomposers. Agaricomycetes are commonly found in Indonesia, especially in humid and shaded locations. For example, Situ Gede, a lake located in Dramaga, Bogor, provides a suitable environment for the growth of Agaricomycetes, such as Lycoperdon sp. and Lentinus sp., which are Agaricomycetes that can be found on the ground or decaying wood. However, descriptive data on these two types of fungi have not been widely published. A study was conducted to determine the morphological characteristics and distribution of Lycoperdon sp. and Lentinus sp. found in the forest around Situ Gede lake. The study involved documenting and observing samples morphologically and microscopically in the Biology Department Laboratory of IPB University, Bogor, West Java. The morphological observations revealed that Lycoperdon sp. has a cap and stalk with brownish-white color, brown spots, and gleba containing mature brownish spores, as well as basidiospores and basidiospores on the stalk, as observed under the microscope. Lentinus sp. has a brownish-white cap, brown stalk, yellowish-white gills, septate hyphae, and ellipsoidal basidiospores. This study contributes to documenting the presence of Agaricomycetes fungi in Indonesia and provides a basis for further research on the potential and utilization of these fungi
UJI AKTIVITAS SALEP EKSTRAK SERAI (Cymbopogon nardus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Ariani Syahputri, Shinta; Pima Sari Tambunan, Efrida; Syukriah
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.3820

Abstract

Burns are damage that occurs to skin tissue due to direct contact with the surface of the body. The healing process of burn wounds can be accelerated by using traditional plants, namely lemongrass. The aim of this research was to determine the effect of lemongrass extract ointment in healing second degree burns and to determine the most effective dose of lemongrass extract ointment in healing burns in rats. This study used a completely randomized design, rats were divided into five treatments, namely K- (given vaseline), K+ (brand X ointment), P1 (5% extract ointment), P2 (10% extract ointment), P3 (15% extract ointment). Mice were given burns on the right back with an area of ​​3 cm x 2 cm, the area of ​​the wound was measured for 15 days. The results of statistical tests using One-way ANOVA and further tests with Duncan showed that there was no significant effect between the K+ treatment group (given bioplaceton) and treatment 3 (15% extract ointment). Based on the research conducted, it can be concluded that the P3 group (15% lemongrass extract ointment) with a remaining wound area of ​​1.26 cm is the most optimal treatment in accelerating the healing of burn wounds in mice.
APLIKASI PUPUK ECO FARMING DAN PENAMBAHAN GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) PADA SISTEM WALL PLANTER BAG Syafira, Zara; Idris, M.; Rahmadina
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.3821

Abstract

Based on the Central Statistics Agency (2022), red spinach production is said to be unstable at this time. The application of eco farming and gibberellins as well as utilizing the home environment to use a wall planting bag planting system is one strategy to overcome this problem. The aim of this research is to determine the correct dosage for the growth of red spinach plants planted using a wall planter bag system. This research was conducted in September-October 2023. This research used a factorial randomized block design, namely E0 (control), E1 (8 ml/l), E2 (16 ml/l) and E3 (24 ml/l) with G0 (control , G1 (200 ppm) and G2 (250 ppm). Based on the observations made, the combination treatment had a significant effect on plant height and leaf area, but had no effect on plant fresh weight. The E3G2 treatment was the most effective dose in this study.
Indonesia LITERATURE STUDY: DIVERSITY OF FERNS (PTERIDOPHYTA) IN WEST KALIMANTAN: STUDI LITERATUR: KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI KALIMANTAN BARAT aldiansyah, rifki; Syamswisna, Syamswisna; Azhta Prameswari, Audiva; Anggini, Putri; Acum Diarsih, Angel; Ariyansyah, Irvan
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 2 (2024): Volume 9 Nomor 2 tahun 2024 periode (Juni 2024 - September 2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i2.3835

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang harus dilestarikan dan dikembangkan, salah satunya adalah tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan paku dapat tumbuh dengan baik di tanah terbuka. Cahaya matahari yang cukup, derajat keasaman (pH) 3,5–6,5, dan suhu 21-27°C, tumbuhan paku dapat tumbuh setelah kebakaran hutan atau hutan yang tertutup tajuk pohon. Kalimantan Barat memiliki iklim tropis yang lembap, habitat yang beragam, tanah yang kaya nutrisi, kanopi hutan yang rapat, kurangnya gangguan manusia, dan proses ekologis alami yang kompleks, tumbuhan paku tumbuh dan hidup dengan beraneka ragam jenis di hutan Kalimantan Barat. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur yaitu mencari sumber primer atau literatur berupa jurnal nasional dan internasional pada satu dekade sebelumnya (2014-2024). Terdapat 16 famili dengan dengan 34 spesies. Spesies yang paling banyak ditemukan berasal dari famili Polypodiaceae.
Studi Literatur: Jenis-jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kalimantan Barat Astuti, Widya; Ayu, Nambisas Arum Kusuma; Mitha, Mitha; Rahmad, Rahmad; Syamswisna, Syamswisna
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1, Agustus 2024 - Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i1.3836

Abstract

Tumbuhan kantong semar (Nepenthes spp.) adalah tumbuhan karnivora dengan kantong yang berfungsi untuk menangkap dan mencerna serangga. Provinsi Kalimantan Barat merupakan habitat berbagai jenis kantong semar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang keanekaragaman jenis kantong semar di Kalimantan Barat melalui studi kepustakaan dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelusuran menunjukkan adanya 13 jenis kantong semar, yaitu N. albomarginata, N. ampullaria, N. bicalcarata, N. gracilis, N. mirabilis, N. rafflesiana, N. x hookeriana, N. cantleyi, N. reinwardtiana, N. x trichocarpa, N. x neglata, N. pilosa, dan N. hirsuta. N. ampullaria adalah spesies dengan jumlah paling banyak karena ditemukan di setiap hasil riset pada artikel yang dianalisis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk studi ilmiah dan acuan dalam penelitian terkait keanekaragaman jenis kantong semar di Kalimantan Barat