cover
Contact Name
Kadek Hengki Primayana
Contact Email
hengkiprimayana@gmail.com
Phone
+6236221289
Journal Mail Official
hengkiprimayana@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kresna Gg III No 2B, Singaraja
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Widyacarya : Jurnal Pendidikan, Agama, dan Budaya
ISSN : 25807544     EISSN : 27212394     DOI : -
Core Subject : Education,
WIDYACARYA: Jurnal Pendidikan, Agama, dan Budaya [ISSN: 2580-7544] dikelola oleh STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang dapat dijadikan referensi akademis maupun bahan memecahkan berbagai persoalan agama dan budaya yang dewasa ini semakin kompleks
Articles 136 Documents
PENDIDIKAN FORMAL BERKARAKTER MULIA SEBAGAI PEMBENTUK SDM UNGGUL BERMARTABAT I G Agung Jaya Suryawan
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1486

Abstract

Good behavior will be able to avoid bad behavior in everyday life. Someone to be able to behave well requires education, habituation, and example. Because basically the attitudes and behavior of individuals tend to imitate the behavior of others who are considered good. This imitation habit requires education, habituation, and example from those around him. This would be appropriate if done at school because school is a place to socialize and find individual identity. Learning carried out in schools in the context of building individual character is very effective if it is integrated with character education with the subjects being taught. Schools as educational units have a very heavy burden and responsibility, namely to prepare students who have good character and make human resources (HR) which are expected to support national development. Therefore, what is needed is education that is able to integrate with the development of all dimensions of human life, namely cognitive, physical, socio-emotional, creativity, and spiritual learners .keywords: Education, noble character
Tradisi Matimpugan Sebagai Akar Pendidikan Integratif Membangun Karakter Teruna-Daha Tenganan Pegringsingan I Nengah Juliawan; Putu Ersa Rahayu Dewi
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.966

Abstract

AbstrakPelaksanaan proses pendidikan merupakan upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi untuk persaingan di era globalisasi. Pendidikan baik formal maupun informal, adalah sarana untuk pewarisan kebudayaan kepada generasi yang lebih muda agar tradisi kebudayaannya tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Berdasarkan pendidikan integritas memberikan rasa suasana kebatinan dan keutuhan yang berasal dari kualitas seperti kejujuran dan konsistensi karakter. Matimpugan merupakan akar Pendidikan integritas dalam konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan serta konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip yang diartikan sebagai kejujuran dan kebenaran dari tindakan seseorang. Tradisi Matimpugan merupakan salah satu upacara daur hidup yang terdapat dalam bagian proses Materuna Nyoman yang dilaksanakan oleh remaja di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, dimana dalam tradisi ini memberikan makna mendalam sebagai pendidikan yang membentuk karakter pemuda Hindu yang religious. Karya tulis ilmiah ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi dengan cara mencatat setiap data yang diperoleh dari lapangan.Kata Kunci : Pendidikan, Integritas, Matimpugan, Teruna-Daha.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISON (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA Dewa Ketut Artha Saputra
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1530

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement divison (STAD) pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Dharmasaba tahun pelajaran 2019/2002. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan peserta didik kelas IV yang berjumlah 20 orang. Obyek penelitian ini adalah peningkatkan hasil belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement divison (STAD) pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Dharmasaba tahun pelajaran 2019/2020. Dalam penelitian ini data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes belajar, metode analisis data dengan deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar mata pelajaran IPS melalui melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement divison (STAD) pada siswa kelas IV SD Negeri 4 Dharmasaba tahun pelajaran 2019/2020 dinyatakan meningkat, dibuktikan terjadi perbedaan hasil belajar antara siklus I (jumlah 1740, rata-rata 74, daya serap 74%, ketuntasan belajar 70%) dan siklus II (jumlah1685, rata-rata 84, daya serap84%, ketuntasan belajar 95%). Terjadi peningkatan hasil belajar antara siklus I dan Siklus II, menunjukan kenaikan rata-rata daya serap 10% dan pada ketuntasan belajar mengalami kenaikan sebesar 25%. Kesimpulan Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement divison (STAD) pada siswa Kelas IV SD Negeri 4 Dharmasaba tahun pelajaran 2019/2020 dapat meningkatkan hasil belajar IPS.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PROSES BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI SD NEGERI 2 TONJA DENPASAR BALI I Komang Wisnu Budi Wijaya; Ni Made Purniasih; Made Redana
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1143

Abstract

Salah satu mata pelajaran yang penting dan wajib ada dalam Ujian Nasional adalah mata pelajaran matematika. Matematika memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan, banyak kegiatan yang dapat di selesaikan dengan ilmu matematika seperti menghitung, mengukur dan menganalisa. Sesuai dengan tujuan matematika yaitu melatih siswa berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan dan mengembangkan kemampuan memecahkan suatu masalah. Faktanya matematika di sekolah masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi siswa. Hal itu disebabkan oleh pembelajaran masih berpusat pada guru dan penggunaan metode mengajar yang kurang tepat. Oleh karena itu, untuk menjadikan matematika sebagai mata pelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa, maka guru semestinya mengunakan media pembelajaran matematika dalam setiap proses belajar matematika yang dilaksanakan oleh guru di kelas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah adalah yaitu, (1) Teori dual codding menurut Paivio, (2) Teori kontruktivisme menurut Vygotsky. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data data adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan.Teknik penentuan informan yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data yang terkumpul di analisis dengan menggunakan teknik analisis data flow model, Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) jenis media pembelajaran matematika yang digunakan media visual dan media audio visual, (2) langkah penggunaan media pembelajaran matematika yakni tahap persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut, (3) kendala dalam penggunaan media pembelajaran matematika ada pada siswa dan waktu, (4) upaya yang dilakukan guru adalah dengan menjelaskan kembali materi dan memberikan tugas rumah, (5) penggunaan media pembelajaran matematika dapat mempengaruhi motivasi belajar, hasil belajar, dan aktivitas belajar siswa.
Kidung Bhramara Sangupati Analisis Semiotik I Wayan Juliana
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.964

Abstract

Kidung Bhramara Sangupati is one of the many kidung literatures which is widespread in Bali. Kidung Bhramara Sangupati was composed by Ida Pedanda Wanasara from Tabanan. Kidung Bhramara Sangupati tells “I Lyrics” that ask his lover when he dies, so that his lover will sing the song that he wrote as a provision for his death. The Bhramara Sangupati kidung literature is filled with symbolic signs that demand the reader to give an interpretation. The theory used in this research is Michael Riffaterre's semiotic theory which emphasizes heuristic and hermeneutic reading in order to get the meaning of the Kidung Bhramara Sangupati. Heuristic reading is a reading based on linguistic competence (meaning level) and hermeneutic reading, namely reading based on literary competence (signifiance level). From the results of the readings, the results are obtained in the form of a matrix from the Bhramara Sangupati is yoga sastra (yoga through the media of literary creation) built by several models, namely Bhramara (creation) and Sangupati (provision of death). 
ANALISIS STRUKTUR INTRINSIK DAN NILAI PENDIDIKAN PADA SATUA DUKUH SILADRI I Gusti Agung Rai Jayawangsa; I Nengah Adi Widana; I Made Udayana Putra
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1040

Abstract

In Bali, the tradition of storytelling (nyatua) is not strange, as evidenced by the existence of fairy tales and folk tales that exist in the community. The story of Dukuh Siladri is interesting to study because the message of the Hindu religion is implied in the story, and the satua story can be used as a basis for self-reflection and is used by parents who guide children. This research is a qualitative study using structure theory to dissect intrinsic structure and value theory to dissect educational values. The intrinsic structure studied is the theme, character, characterization, plot, setting and mandate. Meanwhile, the educational value found was the value of religious education, namely ethics.Keywords: fairy tales (satua), intrinsic structure, educational value
Analisis Penerapan Model Pembelajaran PBL (Project Based Learning) terhadap Proses Pembelajaran Siswa Atika Rizki Khoirun Nisa; Fitri Yuliawati
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1386

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan model pembelajaran PBL (Project Based Learning) terhadap proses pembelajaran siswa. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode kualtatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka atau studi literatur. Hasil penelitian pada penelitian ini yaitu berdasarkan kajian serta analisis yang telah dilakukan oleh peneliti pada beberapa literatur ilmiah, model pembelajaran Project Based Learning dapat digunakan pendidik dalam proses pembelajaran. Model Project Based Learning merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh pendidik untuk meningkatkan hasil belajar, minat, serta kreatifitas peserta didik karena model pembelajaran Project Based Learning berpusat pada siswa saat proses pembelajaran, membuat siswa lebih aktif dan fokus dalam penyelesaian masalah, serta membuat peserta didik berpikir secara mandiri.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III I Gede Toni Swarjana; Putu Subawa; I Ketut Ngurah Ardiawan
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1528

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Problem Based learning Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III Gugus VII SD Di Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian eksperimen ini jenis eksperimen semu yang didesain dengan konsep non-equivalen post-test only control group design. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan jenis penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini berjumlah 154 orang yang merupakan siswa kelas III Gugus VII SD Di Kecamatan Tahun Pelajaran 2020/2021. Sebanyak 33 siswa melas IV SD Negeri 2 Selat terpilih sebagai kelompok eksperimen, sementara 30 siswa kelas IV SD Negeri 4 Selat terpilih sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPA menggunakan metode tes (post test). Data tersebut dianalisis menggunakan uji-t dengan hasil thitung 9,704 > ttabel = 0,254. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Model Pembelajaran Problem Based learning Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SD Di Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2020/2021.
REFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN : MEMAHAMI DAN MEMECAHKAN MASALAH PENDIDIKAN Ni Made Ayu Erna; I Ketut Manik Astajaya
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1228

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya melestarikan nilai-nilai budaya dalam masyarakat. sekolah dan masyarakat harus menjalin komunikasi yang bertujuan untuk saling memberikan informasi dan berpartisipasi dalam membina pendidikan. Tujuan pendidikan yang dijalankan oleh sekolah harus memiliki relevansi dengan kehidupan masyarakat. masyarakat wajib membantu dan bekerja sama dengan sekolah agar apa yang diolah dan dihasilkan sekolah sesuai dengan apa yang dikehendaki dan dibutuhkan masyarakat. Selain itu, sekolah dan masyarakat harus menjalin komunikasi tersebut bertujuan untuk saling memberikan informasi dan berpartisipasi dalam membina pendidikan. masyarakat diharapkan dapat memberikan kritik dan saran yang membangun dalam pendidikan di sekolah demi kemajuan sebuah pendidikan. Pada sisi lain, masyarakat juga mengharapkan sekolah bisa memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan masyarakat, terutama untuk meningkatkan perkembangan putra-putri mereka. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang baik dalam hubungan antara masyarakat dan sekolah agar tercipta pendidikan yang baik dan berkualitas.
PENERAPAN MODEL ONLINE COLABORATIVE LEARNING BERBASIS TRI KAYA PARISUDHA UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL SKILLS DAN HASIL BELAJAR MAPEL SD IPA 1 MAHASISWA I Made Ari Winangun
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v5i2.1082

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STAHN Mpu Kuturan Singaraja sebagai bentuk optimalisasi proses pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan social skills dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Mapel SD IPA 1 kelas A semester III setelah penerapan model online collaborative learning berbasis Tri Kaya Parisudha. Penelitian yang dilaksanakan termasuk penelitian tindakan kelas. Data yang dikumpulkan adalah social skills dan hasil belajar mahasiswa pada tiap siklusnya. Metode analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata social skills pada siklus I 73,89 naik menjadi 80,19 pada siklus II dengan predikat baik. Begitu pula, skor rata-rata hasil belajar mahasiswa pada siklus I 73,47 naik menjadi 78,00 pada siklus II dengan predikat baik dan tingkat ketuntasan 100%. Berdasarkan hasil di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa model online collaborative learning berbasis Tri Kaya Parisudha dapat meningkatkan social skills dan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Mapel SD IPA 1 kelas A semester III Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Page 9 of 14 | Total Record : 136