cover
Contact Name
Irfan H. Djunaidi
Contact Email
jnt@ub.ac.id
Phone
0341553513
Journal Mail Official
jnt@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT)
Published by Universitas Brawijaya
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT) adalah jurnal bebas akses yang diterbitkan oleh Minat Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. JNT adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. JNT bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan tentang nutrisi ternak ruminansia, nutrisi ternak non-ruminansia dan ilmu makanan ternak.
Articles 143 Documents
Respons Morfometrik Itik Manila Jumbo Terhadap Penambahan Spirulina dan Tepung Daun Indigofera Dalam Pakan Tistiana, Heli; Widodo, Eko; Adli, Danung Nur; Khusna, Adinda Lailatul; Shawqi, Athallah Yusuf; Permana, Blumen Komaladevi; Jelita, Denisya Disma; Azmi, Muhamad Malikul; Syafrial, Rizqi Rachmat
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.7

Abstract

Spirulina, sebagai sumber protein lengkap dan mikronutrien bioaktif, dianggap dapat meningkatkan efisiensi pencernaan dan ketahanan kekebalan tubuh. Spirulina memiliki senyawa biokatif dengan sifat antibakteri, antioksidan, dan imunomodulator, di samping berbagai manfaat tambahan bagi ternak Sementara itu, indigofera, sebagai tanaman kacang-kacangan, menyumbang serat kasar, protein nabati, dan fitonutrien, yang semuanya berperan dalam mendukung penyerapan nutrisi dalam saluran pencernaan itik manila jumbo (entog jumbo). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi spirulina (Spirulina platensis) dan tepung indigofera (Indigofera zollingeriana) dalam pakan terhadap morfometrik itik Manila Jumbo. Penelitian menggunakan metode percobaan lapang dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 5 perlakuan dan 5 kelompok berdasarkan berat badan awal. Materi penelitian menggunakan 125 ekor itik Manila Jumbo umur 1 hari yang dipelihara selama 12 minggu. Perlakuan pakan terdiri atas pakan kontrol (P0), substitusi 0,5% spirulina dan 10% tepung indigofera (P1), substitusi 1% spirulina dan 10% tepung indigofera (P2), substitusi 0,5% spirulina dan 15% tepung indigofera (P3), serta substitusi 1% spirulina dan 15% tepung indigofera (P4). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam, dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Parameter morfometrik digunakan sebagai indikator pertumbuhan tubuh, khususnya pertumbuhan kerangka yang berhubungan dengan performa ternak. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi panjang total tubuh, panjang paruh, lebar paruh, panjang leher, panjang sayap, panjang punggung, dan lebar dada. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa substitusi spirulina dan tepung Indigofera dalam pakan berpotensi mendukung pertumbuhan morfometrik itik Manila Jumbo. Kombinasi terbaik dalam penelitian terhadap morfometrik itik manila jumbo adalah dengan pengggunaa 1% spirulina dan 10% tepung indigofera. 
Peningkatan Kualitas Nutrisi Pakan Sapi Potong Berbasis Bahan Lokal: Studi Kasus Pada Kelompok Tani di Blitar, Indonesia Mashudi; Kusmartono; Bisri, Mohammad; Muluk, Mujibur Rahman Khairul; Suprayitno, Eddy; Poespitasari Hazanah Ndaru; Kartika, Aprilia Dwi; Hidayat, Audiava Happy Kenthida Vanezza
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.9

Abstract

Kelompok Tani “Sampurna” masih menghadapi kendala dalam penyediaan pakan sapi potong, terutama rendahnya kualitas nutrisi pakan, belum optimalnya pemanfaatan bahan pakan lokal, dan belum tersusunnya ransum sesuai kebutuhan ternak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi pakan sapi potong berbasis bahan lokal melalui formulasi produk pakan, pengolahan pakan, dan penguatan kapasitas peternak. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-deskriptif melalui observasi awal, penyuluhan, pelatihan, praktik formulasi dan pengolahan pakan, serta evaluasi hasil kegiatan. Produk pakan yang dihasilkan meliputi pakan steaming up, pakan flushing, konsentrat penggemukan, dan pakan lengkap. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan protein kasar pakan steaming up, flushing, konsentrat penggemukan, dan pakan lengkap berturut-turut sebesar 16,43%; 15,34%; 14,40%; dan 12,20%. Pakan steaming up dan flushing memiliki kandungan protein lebih tinggi sehingga lebih sesuai untuk mendukung kebutuhan nutrisi ternak betina pada fase reproduksi, sedangkan pakan lengkap memiliki kandungan serat kasar tertinggi sebesar 21,41% sehingga lebih sesuai digunakan sebagai pakan harian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bahan pakan lokal dapat diolah menjadi beberapa produk pakan dengan kualitas nutrisi yang berbeda sesuai fungsi penggunaannya. Penerapan formulasi yang tepat, teknologi pengolahan pakan, dan dukungan sarana operasional mampu memperkuat sistem pengelolaan pakan yang lebih terencana, efisien, dan berkelanjutan pada tingkat kelompok peternak.
Daya Dukung Pakan dan Kecukupan Nutrisi Pada Sistem Peternakan Sapi Skala Rakyat di Musim Kemarau Diony, Diony Ahlul Fikri; Mashudi; Huda, Asri Nurul; Marjuki; Novianti, Irida; Susilawati, Trinil; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Febrianto, Nanang
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan produksi pakan wilayah pada musim kemarau, menghitung kapasitas tampung ternak, serta mengevaluasi daya dukung dan indeks daya dukung pakan pada sistem peternakan sapi rakyat. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode survei lapang dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa produksi hijauan pakan relatif tinggi dengan produktivitas rumput gajah mencapai 117,14 ton/ha, sementara limbah pertanian berkontribusi sebesar 47,96 ton bahan kering per tahun. Total produksi bahan kering pakan mencapai 1.806,25 ton/tahun, namun hanya 1.147,43 ton/tahun (63,5%) yang dapat dimanfaatkan secara efektif. Kebutuhan bahan kering ternak sebesar 537,80 ton/tahun menghasilkan daya dukung sebesar 674 satuan ternak dengan indeks daya dukung 2,13, yang mengindikasikan kondisi surplus pakan secara kuantitatif. Meskipun demikian, dominasi limbah pertanian dengan kandungan serat kasar tinggi menyebabkan kualitas pakan relatif rendah sehingga berpotensi menurunkan efisiensi pemanfaatan nutrien. Temuan ini menunjukkan bahwa estimasi daya dukung berbasis bahan kering cenderung mengabaikan aspek kualitas pakan, sehingga dapat menyebabkan overestimasi kecukupan nutrisi. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas ternak tidak hanya bergantung pada ketersediaan pakan secara kuantitatif, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas pakan dan efisiensi pemanfaatannya, khususnya pada kondisi musim kemarau.