cover
Contact Name
jamaluddin shiddiq
Contact Email
jamaluddin@iainponorogo.ac.id
Phone
+6281997924746
Journal Mail Official
jamaluddin@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Kampus I IAIN Ponorogo, Jalan Pramuka 156 Siman Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
ISSN : 26857022     EISSN : 26857103     DOI : -
Core Subject : Education,
TSAQOFIYA is Journal that is published biannually or twice a year, that is in June and December. It is published by Arabic of Education Department , The State Institute of Islamic Studies Ponorogo. Journal TSAQOFIYA aims to share the scientific studies that are conducted by scientists and academics from The State Institute of Islamic Studies Ponorogo and other institutions. Journal TSAQOFIYA receives manuscripts that depict the findings of the field study based research or literature review within the scope of Language and Arabic
Articles 217 Documents
Exploring the Content Strategy of @bachrulalam on TikTok for Arabic Learning Nuraeni, Siti; Sauri, Sofyan; Tatang
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rtwh7n28

Abstract

This study aims to analyze the content strategy employed by the TikTok account @bachrulalam__ within the context of Arabic language learning. It utilizes the Four Pillars of Social Media Content Strategy framework developed by Lon Safko and David K. Brake, which includes education, communication, collaboration, and entertainment. A qualitative approach with a descriptive exploratory method was adopted, utilizing primary data sourced from TikTok videos uploaded between 2022 and 2024. Data collection was performed through documentation and note-taking, while data analysis was conducted thematically in accordance with the content strategy framework. The findings indicate that the @bachrulalam__ account consistently delivers Arabic language learning content using an engaging audio-visual format and concise video presentations. The four pillars of the content strategy are implemented in a balanced manner, with a notable emphasis on educational and entertainment components. This approach has been effective in increasing audience engagement with Arabic language learning via TikTok. This study contributes to the existing literature on Arabic language acquisition educational content strategies in social media, particularly TikTok. Additionally, it addresses a research gap concerning the role of local content creators like @bachrulalam__ who employ an edutainment approach to deliver material in an informal yet impactful manner. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi konten yang diterapkan oleh akun TikTok @bachrulalam__ dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, dengan mengacu pada kerangka Four Pillars of Social Media Content Strategy yang dikembangkan oleh Lon Safko dan David K. Brake, mencakup pilar edukasi, komunikasi, kolaborasi, dan hiburan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif, dengan sumber data primer berupa video unggahan TikTok pada periode 2022–2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan simak-catat, sedangkan analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan kerangka strategi konten tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @bachrulalam__ secara konsisten menyajikan konten pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan audio-visual yang menarik serta format video pendek yang mudah dipahami. Keempat pilar strategi konten diterapkan secara proporsional, dengan dominasi pada elemen edukatif dan hiburan. Strategi ini terbukti mampu meningkatkan minat audiens dalam mempelajari bahasa Arab melalui media sosial TikTok. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai strategi konten edukatif pembelajaran bahasa Arab dalam media sosial, khususnyaTikTok. Studi ini juga mengisi kesenjangan riset terkait peran kreator konten lokal seperti @bachrulalam__ yang menggunakan pendekatan edutainment untuk menyampaikan materi secara informal namun efektif.
Weltanschauung Nūr dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu dan Refleksi Nilai Pendidikan Mira Pitriani; Asep Sopian; Hikmah Maulani
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/j0h3ph27

Abstract

This article examines the concept of nur (light) in the Qur'an through Toshihiko Izutsu's semantic approach and his insights into the values of Islamic education. Employing a qualitative methodology with document analysis, this study investigates the semantic structure of the term nur in the Qur'an and its significance for Islamic educational values. The primary data comprises 38 verses from 24 surahs that contain the term nur, selected based on symbolic and semantic criteria. From this, seven key verses were chosen for detailed analysis. Data were collected through a literature review and analyzed using Izutsu's relational semantic framework, which incorporates syntagmatic and paradigmatic analysis. The findings indicate that nur possesses a lexical meaning as light, along with a relational meaning that reveals its syntagmatic and paradigmatic relationships, which contribute to the theocentric worldview of the Qur'an, encompassing divine guidance, faith, knowledge, and spiritual transformation. The concept of nur serves not only as a metaphysical symbol but also carries practical implications for Islamic education. It embodies values such as the purification of the soul, moral development, the pursuit of knowledge, and submission to God. The symbol of light in the Qur'an suggests that education transcends cognitive aspects, fostering moral and spiritual awareness. This article contributes theoretically by integrating Toshihiko Izutsu's relational semantic approach with the concept of Islamic educational values grounded in revelation, thereby creating new avenues for the development of Islamic curricula and the study of interpretation. Abstrak Artikel ini membahas konsep nūr (cahaya) dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik Toshihiko Izutsu serta refleksinya terhadap nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen untuk mengkaji struktur semantik kata nūr dalam Al-Qur'an dan relevansinya dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Data primer terdiri dari 38 ayat dari 24 surah yang mengandung nūr, yang dipilih berdasarkan kriteria simbolik dan semantik. Dari sana, tujuh ayat kunci dipilih secara sengaja untuk analisis mendalam. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka dan dianalisis menggunakan kerangka kerja semantik relasional Izutsu, yang melibatkan analisis sintagmatik dan paradigmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nūr memiliki makna leksikal sebagai cahaya, serta makna relasional yang relasional yang menunjukkan bahwa nūr memiliki relasi sintagmatik dan paradigmatik yang membentuk pandangan dunia Qur’ani yang teosentris seperti petunjuk ilahi, keimanan, ilmu pengetahuan, hingga transformasi spiritual. Konsep nūr tidak hanya sebagai simbol metafisik, tetapi juga memiliki implikasi praktis dalam pendidikan Islam. Ia mencerminkan nilai-nilai seperti penyucian jiwa, pembentukan akhlak, pencarian ilmu, dan ketundukan kepada Tuhan. Simbol cahaya dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga membentuk kesadaran moral dan spiritual. Artikel ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan pendekatan semantik relasional Toshihiko Izutsu dengan konsep nilai pendidikan Islam berbasis wahyu, yang membuka ruang baru dalam pengembangan kurikulum Islam dan studi tafsir.
Didactic Transposition: Exploring Knowledge To Be Taught In Ḥiwār Learning Materials For Grade 5th Nuha, Meisa Yasmin; Asep Sopian; Shofa Musthafa Khalid; Hikmah Maulani; Muhammad Zidan Dzulfikar
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jr2nad40

Abstract

Teaching ḥiwar in elementary schools necessitates the transformation of curriculum content into contextually relevant and teachable materials. However, many educators tend to rely exclusively on textbooks, resulting in a disconnect between curriculum objectives and classroom practices. This study investigates the process of didactic transposition at the knowledge level in fifth-grade Arabic ḥiwar lessons, emphasizing how teachers adapt curriculum guidelines into practical learning resources. Utilizing a qualitative phenomenological approach, data were gathered through document analysis of curriculum and teaching modules, complemented by unstructured interviews with an Arabic language teacher. A praxeological study served as a framework for document analysis. The findings indicate that while the teaching modules formally align with curriculum objectives, they are seldom utilized as effective teaching tools. Educators often depend on textbooks, overlooking contextual scaffolding and systematic strategies, which leads to fragmented material delivery. This disconnect hampers students' communication skills and diminishes the effectiveness of the ḥiwar method in enhancing speaking abilities. This study underscores the necessity for dynamic teaching modules that incorporate explicit learning indicators, contextual materials, and clear instructional techniques. Strengthening the alignment between curriculum, modules, and classroom practices can mitigate didactic misalignment and enhance learning outcomes. Future research should investigate technology-based and interactive resources to optimize the transposition of didactic learning in Arabic ḥiwār. Abstrak Mengajarkan ḥiwār di sekolah dasar memerlukan transformasi konten kurikulum menjadi materi yang bermakna secara kontekstual dan dapat diajarkan. Namun, banyak guru hanya mengandalkan buku teks, sehingga menciptakan kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik kelas. Studi ini meneliti proses transposisi didaktik pada tahap pengetahuan yang akan diajarkan dalam pelajaran ḥiwār bahasa Arab kelas lima, dengan fokus pada bagaimana guru mengadaptasi pedoman kurikulum menjadi materi pembelajaran praktis. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif, data dikumpulkan melalui analisis dokumen kurikulum dan modul pengajaran, serta wawancara tidak terstruktur dengan seorang guru bahasa Arab yang selanjutnya dilakukan kajian praxeology sebagai alat untuk analisis dokumen. Temuan ini mengungkapkan bahwa meskipun modul pengajaran secara formal mencerminkan tujuan kurikulum, modul tersebut jarang diterapkan sebagai alat pengajaran fungsional. Guru cenderung bergantung pada buku teks, mengabaikan perancah kontekstual dan strategi sistematis, yang mengakibatkan penyampaian materi terfragmentasi. Ketidaksesuaian ini membatasi kemampuan komunikasi siswa dan mengurangi efektivitas metode ḥiwār dalam mengembangkan keterampilan berbicara. Studi ini menyoroti perlunya modul pengajaran dinamis yang mengintegrasikan indikator pembelajaran yang eksplisit, materi kontekstual, dan teknik pengajaran yang jelas. Memperkuat keselarasan antara kurikulum, modul, dan praktik di kelas dapat mengurangi kesenjangan didaktik dan meningkatkan hasil pembelajaran. Penelitian di masa mendatang sebaiknya mengeksplorasi sumber daya berbasis teknologi dan interaktif untuk mengoptimalkan transposisi didaktik pembelajaran ḥiwār bahasa Arab.
Menyingkap Al-Hikam: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce terhadap Nilai Pendidikan Karakter Siswanto, Adi; Yayan Rahtikawati; Mohammad Rosyid Ridho
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/h3ej6f81

Abstract

This study aims to identify the character education values present in the book Al-Hikam by Sheikh Ibn 'Athaillah through the application of Charles Sanders Peirce's semiotic approach. This text was selected due to its rich moral and spiritual teachings, which remain pertinent to the development of human character today. Employing a qualitative descriptive method, this research utilizes Peirce's triadic semiotic analysis technique, which encompasses three components: representamen, object, and interpretant. The data analyzed include eight wisdoms purposively selected from Al-Hikam. The findings indicate that Al-Hikam encompasses character education values that address individual, social, and transcendental dimensions. Through Peirce's semiotic framework, the wisdoms in this book can be interpreted as a system of signs conveying profound moral and spiritual messages. Key values identified include sincerity, tawakkal (trust in God), patience, self-reflection, trustworthiness, contentment, and asceticism, which are essential in the cultivation of Islamic character. This research contributes to the integration of classical Islamic heritage into contemporary character education development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu ‘Athaillah dengan menggunakan pendekatan Semiotika dari Charles Sanders Peirce. Kitab ini dipilih karena berisi banyak ajaran moral dan spiritual yang masih relevan untuk membentuk karakter manusia di masa sekarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis semiotik triadik Peirce, yaitu terdiri dari tiga unsur: representamen, objek, dan interpretan. Data yang dianalisis berupa 8 hikmah terpilih dari Al-Hikam secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan kitab al-Ḥikam mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang mencakup aspek individu, sosial, dan transendental. Melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, hikmah-hikmah dalam kitab ini dapat dianalisis sebagai sistem tanda yang mengandung pesan moral dan spiritual yang mendalam. Nilai-nilai seperti ikhlas, tawakkal, sabar, muhasabah, amanah, qana’ah, dan zuhud, teridentifikasi sebagai unsur penting dalam pembentukan karakter Islami. Penelitian ini berkontribusi pada pemanfaatan warisan klasik Islam dalam pengembangan pendidikan karakter di masa sekarang.
Teknik Artikulator Dalam Kamus Digital Arab Bagi Pembelajar Bahasa Arab Fikril, Elok Fikril Hanik; Mokhammad Miftakhul Huda; Syamsul Anam
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8 No 1 (2026): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/w00a0295

Abstract

Digital dictionaries have become an essential tool in Arabic language learning for non-native speakers, particularly due to their accessibility and practical features. This study investigates the articulation techniques employed in Arabic digital dictionaries and evaluates their contribution to supporting Arabic–foreign language translation. The study adopts a qualitative design through a focused literature review of two commonly used Arabic digital dictionaries, namely Al-Maʿani Dictionary and Mutarjim Dictionary, selected based on their widespread use among learners and educators. Relevant academic sources discussing digital lexicography, articulation systems, and Arabic language instruction were also examined. The findings indicate that both dictionaries apply an articulation-based pronunciation system (Nidzām an-nuṭqī), which enables users to locate vocabulary efficiently by relying on initial sound patterns rather than traditional root-based searching. While this system is beneficial for speeding up word retrieval, several translation entries were found to lack grammatical accuracy and consistency with Arabic linguistic rules. Moreover, most dictionaries provide limited morphological explanations, which may encourage learners to prioritize convenience over linguistic understanding. This study contributes to the field by highlighting structural and pedagogical limitations in Arabic digital dictionaries and underscores the importance of integrating Arabic morphological instruction to support more comprehensive and accurate language learning. Abstrak Kamus digital telah menjadi alat penting dalam pembelajaran bahasa Arab bagi penutur non-asli, terutama karena aksesibilitas dan fitur praktisnya. Studi ini meneliti teknik artikulasi yang digunakan dalam kamus digital bahasa Arab dan mengevaluasi kontribusinya dalam mendukung penerjemahan bahasa Arab ke bahasa asing. Studi ini mengadopsi desain kualitatif melalui tinjauan literatur yang terfokus pada dua kamus digital bahasa Arab yang umum digunakan, yaitu Kamus Al-Maʿani dan Kamus Mutarjim, yang dipilih berdasarkan penggunaannya yang luas di kalangan pelajar dan pendidik. Sumber-sumber akademis yang relevan yang membahas leksikografi digital, sistem artikulasi, dan pengajaran bahasa Arab juga diperiksa. Temuan menunjukkan bahwa kedua kamus tersebut menerapkan sistem pengucapan berbasis artikulasi (Nidzām an-nuṭqī), yang memungkinkan pengguna untuk menemukan kosakata secara efisien dengan mengandalkan pola bunyi awal daripada pencarian berbasis akar kata tradisional. Meskipun sistem ini bermanfaat untuk mempercepat pencarian kata, beberapa entri terjemahan ditemukan kurang akurat secara tata bahasa dan konsisten dengan aturan linguistik bahasa Arab. Selain itu, sebagian besar kamus memberikan penjelasan morfologis yang terbatas, yang dapat mendorong pembelajar untuk memprioritaskan kemudahan daripada pemahaman linguistik. Studi ini berkontribusi pada bidang ini dengan menyoroti keterbatasan struktural dan pedagogis dalam kamus digital bahasa Arab dan menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan pengajaran morfologi bahasa Arab untuk mendukung pembelajaran bahasa yang lebih komprehensif dan akurat.
The Role of Teacher Competence in Motivating and Enhancing Students’ Interest in Learning Arabic Nafi'ah, Aniyatul; Asep Maulana; Abdurrosyid
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8 No 1 (2026): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/209fnn64

Abstract

Teaching and learning activities are interactive processes between teachers and students that aim to convey knowledge and shape students' character. Teachers play a crucial role in enhancing students' motivation and interest in learning, particularly in Arabic language learning. This study aims to examine the extent to which teacher competence influences student motivation and interest in learning Arabic. This study employed a qualitative method with a literature study approach through a review of various relevant theoretical sources. The results indicate that four key teacher competencies—pedagogical, personality, social, and professional—contribute significantly to enhancing student motivation. Competent teachers are able to design an engaging and enjoyable learning environment that encourages active student participation. Furthermore, strategies such as rewarding, implementing healthy competition, and emotional support contribute to enhancing student enthusiasm for learning. The novelty of this study lies in its emphasis on the importance of teacher competence as a determining factor in improving Arabic language learning outcomes, a topic rarely studied compared to other subjects. Therefore, strengthening teacher competence is crucial for creating effective and meaningful Arabic language learning. Abstrak Kegiatan belajar mengajar merupakan proses interaktif yang melibatkan guru dan siswa dalam pengembangan pengetahuan dan pembentukan karakter. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, kompetensi guru sering dikaitkan dengan motivasi dan minat belajar siswa, namun kajian khusus mengenai hubungan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan konseptual antara kompetensi guru dan motivasi serta minat belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan terhadap 25 sumber ilmiah yang relevan dengan kompetensi guru, motivasi belajar, serta pembelajaran bahasa Arab. Analisis difokuskan pada empat dimensi kompetensi guru, yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, serta implikasinya terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat kompetensi tersebut dikaitkan dalam literatur dengan praktik pembelajaran tertentu, seperti perencanaan pembelajaran yang sistematis, interaksi guru–siswa yang positif, dan penciptaan lingkungan belajar yang suportif, yang berpotensi memengaruhi motivasi dan minat belajar siswa. Penelitian ini tidak mengukur pengaruh secara empiris, tetapi menyajikan sintesis konseptual untuk menjelaskan peran kompetensi guru dalam mendukung keterlibatan siswa pada pembelajaran bahasa Arab. Kajian ini memberikan kontribusi analitis dengan memperjelas posisi kompetensi guru dalam pedagogi bahasa Arab yang masih relatif kurang dikaji dibandingkan bidang studi lainnya.
Integration Of Responsive Learning Technology In Arabic Language Education: Development Of A Student Interaction Framework Rusdiana, Ika; Kayyis Fithri Ajhuri; Najmaya Ayu Mustika; Muhammad Khamim As-Syafaat
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8 No 1 (2026): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/2hyy8z68

Abstract

The integration of responsive learning technology has become a crucial component in strengthening student interaction and engagement within higher education, particularly in the context of Arabic language education. The complexity of learning Arabic, which requires continuous practice, interaction, and feedback, demands a digital learning ecosystem that is adaptive, interactive, and responsive to students’ academic needs. In the digital era, higher education institutions are no longer required to provide educational services merely as administrative support, but also as an integral part of the learning process that facilitates communication, interaction, and learning continuity. Customer Relationship Management (CRM) has emerged as a strategic approach that can be adapted to the educational context to support systematic and sustainable student interaction. This study aims to design and develop a responsive learning technology framework based on CRM to enhance student interaction within the Arabic language education ecosystem. The research employed a research and development approach using the ADDIE model, encompassing analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The resulting product is a CRM-based web application implemented in the context of Arabic language education at IAIN Ponorogo. The developed framework integrates multiple interaction touchpoints involving students, lecturers, and study program administrators to support learning-related communication, academic monitoring, and service responsiveness. The effectiveness of the system was evaluated through small-scale and limited large-scale classroom trials. The results of the small-scale trial obtained a score of 79.4, while the limited large-scale trial achieved a score of 83, indicating that the system is categorized as “good.” These findings demonstrate that the integration of CRM-based responsive learning technology can effectively support student interaction, enhance learning responsiveness, and contribute to the development of a cohesive digital learning ecosystem in Arabic language education.