cover
Contact Name
jamaluddin shiddiq
Contact Email
jamaluddin@iainponorogo.ac.id
Phone
+6281997924746
Journal Mail Official
jamaluddin@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Kampus I IAIN Ponorogo, Jalan Pramuka 156 Siman Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
ISSN : 26857022     EISSN : 26857103     DOI : -
Core Subject : Education,
TSAQOFIYA is Journal that is published biannually or twice a year, that is in June and December. It is published by Arabic of Education Department , The State Institute of Islamic Studies Ponorogo. Journal TSAQOFIYA aims to share the scientific studies that are conducted by scientists and academics from The State Institute of Islamic Studies Ponorogo and other institutions. Journal TSAQOFIYA receives manuscripts that depict the findings of the field study based research or literature review within the scope of Language and Arabic
Articles 217 Documents
Genre Based Approach dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia: Systematic Literature Review Mutmainah, Fatimah Azzahra
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 1 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/5dftmd62

Abstract

This study aims to investigate the implementation of genre-based approach (GBA) in Arabic language learning in Indonesia. This study was conducted using the Systematic Literature Review method.  The data analysis used a thematic approach developed by Braun & Clarke. The analysis process consist of: in-depth familiarization with the data, systematic coding, searching for themes, reviewing themes, defining and naming themes and producing a report. The researcher reviewed 8 studies that were considered the most appropriate with the specified criteria. The results showed that there were 8 studies that discussed GBA in Arabic language learning in Indonesia within a span of 7 years, namely in 2017-2024. Most of these studies conducted qualitative research and 1 Classroom Action Research (CAR). The studies focused on 3 topics; language skills, textbooks and curriculum. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana implementasi penggunaan pendekatan berbasis genre (GBA) dalam pembelajaran bahasa Arab yang ada di Indonesia. Studi ini dilakukan dengan menggunakan metode Systematic Literature Review.  Analisis data menggunakan pendekatan tematik yang dikembangkan oleh Braun & Clarke. Proses analisis dimulai dengan:  familiarisasi mendalam dengan data, pengkodean sistematis, mencari tema, mereview tema, mendefinisikan dan memberi nama tema serta memproduksi laporan. Penelitian ini mengkaji 8 hasil penelitian yang dianggap paling sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 kajian yang membahas GBA dalam pembelajaran bahasa Arab di Indonesia dalam rentang waktu 7 tahun, yaitu pada tahun 2017-2024. Sebagian besar studi tersebut melakukan penelitian kualitatif dan 1 penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tersebut berfokus pada 3 tema, yaitu keterampilan bahasa, buku ajar dan kurikulum.
Impresionistik dalam Kritik Sastra Arab Masa Jahiliah Khairunnisa, Annisa; Tasnimah, Tatik Mariyatut; Hidayat, Moh. Wakhid; Arif Rahmatul Aji
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/nqh1mg53

Abstract

The purpose of this study is to reveal the distinctive impressionistic characteristics of the Jahiliah period. Because it is relevant to current critical methods, impressionistic also exists in the assessment of Arabic literary works, but it is different and tends to be rejected. Therefore, this study needs to be examined so that it can serve as a practical reference. This study uses a descriptive qualitative design with a historical approach. The data for this study consists of information and facts that discuss impressionistic in Jahiliah-era criticism. The data sources are books by literary critics, scientific journals, and relevant studies. The data collection stage involves careful reading and listening. The data is then collected by recording the content. The analysis stage involved content analysis, interpretation, and conclusion. The research findings indicate that the fundamental character of literary criticism during the Jahiliah period was impressionistic. This is reflected in the concept of natural feeling (spontaneity), based on effectiveness, and the absence of standard references in criticism. However, the impressionistic character of the Jahiliah period had its distinctiveness. This is demonstrated by the credibility of Jahiliah-era critics, who possess knowledge, intuition, and experience; the natural ability of poets to express poetic diction; and the esteemed status of Arab literary works from that period. Although their criticism is brief and spontaneous, the authors, poets, and poems are seamlessly integrated into a credible and intuitive understanding. This is due to their habit of composing poetry and their strong emotional attachment to it. The theoretical implications of this research can offer new insights into the exploration of innovative methods in Arabic literary criticism. Practically, it can serve as a reference for current impressionistic criticism methods to be more widely accepted, as it refers to new standards of integrity and quality. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menyingkap karakter impresionistik yang khas pada masa Jahiliah. Sebab relevan dengan metode kritik saat ini, dalam penilaian karya sastra Arab juga terdapat impresionistik, namun berbeda dan cenderung tertolak. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dikaji untuk dapat menjadi acuan praktis. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis. Data kajian ini ialah informasi dan fakta yang mengulas impresionistik dalam kritik masa Jahiliah yang bersumber dari buku kritikus sastra, jurnal ilmiah, dan kajian yang relevan. Data dikumpulkan dengan metode simak dan mencatat konten data dan dianalisis dengan analisis isi, interpretasi, dan konklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kritik sastra masa Jahiiliah secara mendasar memuat kritik impresionistik. Hal ini terkover dalam konsep rasa alamiah (spontan), berdasarkan kepada keberkesanan, dan tidak memiliki acuan baku dalam mengkritik. Akan tetapi, karakter impresionistik masa Jahiliah memiliki kekhasan. Ini ditunjukkan dengan kualitas kritikus masa Jahiliah lebih kredibel dengan pengetahuan, intuisi, dan pengalamannya; pengetahuan penyair yang alamiah mengutarakan diksi-diksi puisi; dan karya sastra Arab masa itu dinilai mulia. Walaupun kritikannya singkat dan spontan, namun pengarang, penyair, dan puisi telah terintegrasi dalam pemahaman naluriah yang kredibel. Hal ini dilandasi oleh kebiasaan mereka dalam berpuisi dan sentimentalnya yang kuat terhadap puisi. Implikasi penelitian ini secara teoretis dapat memberikan khazanah baru dalam eksplorasi metode kritik sastra Arab yang khas. Adapun secara praktis dapat menjadi acuan metode kritik impresionistik saat ini agar lebih diterima, sebab merujuk standar baru yang berintegritas dan berkualitas.
Efektivitas Metode Storytelling dalam Pembelajaran Bahasa Arab bagi Siswa Nonpenutur Asli Asyiah, Siti; Achmad Muhlis; Aynul Mardhiyah
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ctsw2b74

Abstract

Arabic language comprehension at the madrasah level presents challenges due to students' limited exposure to the language and the prevalence of traditional learning methods. This study evaluates the effectiveness of the storytelling method in enhancing Arabic language skills at MAN Sumenep. Employing a quantitative approach, the research utilized a one-group pre-test and post-test experimental design. The assessment instruments included tests for listening, speaking, reading, and writing, followed by descriptive and inferential statistical analysis (paired t-test and Pearson correlation). The results indicated significant improvements across all skills, with an average score increase of 17.45 points (28.56%). The t-test produced a significant value (p < 0.001), while the correlation analysis revealed a moderate but statistically insignificant positive relationship (r = 0.439; p = 0.561). In conclusion, the storytelling method effectively promotes enhancements in both receptive and productive Arabic skills, while also fostering students' learning motivation, participation, and critical thinking abilities. These findings suggest that storytelling is an innovative approach to teaching Arabic within the madrasah context. Abstrak Pemahaman bahasa Arab di tingkat madrasah masih menjadi tantangan akibat rendahnya eksposur siswa terhadap bahasa tersebut serta dominasi metode pembelajaran tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode storytelling dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Arab di MAN Sumenep. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pre-test and post-test. Instrumen yang digunakan meliputi tes menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji paired t-test dan korelasi Pearson). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh keterampilan, dengan rata-rata kenaikan skor 17,45 poin (28,56%). Uji t menghasilkan nilai signifikan (p < 0,001), sedangkan uji korelasi menunjukkan hubungan positif sedang namun tidak signifikan (r = 0,439; p = 0,561). Kesimpulannya, metode storytelling secara efektif mendorong peningkatan keterampilan reseptif dan produktif bahasa Arab, serta turut memperkuat motivasi belajar, partisipasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Temuan ini merekomendasikan storytelling sebagai pendekatan inovatif dalam pengajaran bahasa Arab di lingkungan madrasah.
Student Perceptions of the Use of Authentic Video in Learning Arabic Writing Skills Kholis, Muhammad Nur; Zaenuri, Muhammad; Syaifullah, Syaifullah; Jatmiko, Rumpoko Setyo
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/y2r4ne93

Abstract

Authentic video is one of the media that can be used in the process of learning to write Arabic because it has many benefits such as providing a real picture of the use of language in life and cultural insights, improving students' language learning experience, and stimulating student interest and involvement in the learning process. This study aims to explain students' perceptions of the use of authentic videos in learning to write Arabic. This research used quantitative design and was conducted on 34 students of Arabic Language and Literature UIN Raden Mas Said Surakarta. Students who have finished the Arabic writing course are asked to fill out a questionnaire through Google Form. The collected data is then analyzed using descriptive statistics, namely averages and standard deviations. The results of this study show that students have a positive perspective on the use of authentic videos in learning to write Arabic. Authentic videos are considered to provide contextual and imaginative depictions of real-life objects and situations and can inspire students to be more involved in learning languages. Therefore, it can increase demand and motivation in learning to write Arabic. This study recommends that Arabic practitioners include authentic videos as one of the media and learning resources in the process of learning Arabic writing in particular and Arabic learning in general. Abstrak Video autentik merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran menulis bahasa Arab karena mempunyai banyak manfaat seperti memberikan gambaran yang nyata mengenai penggunaan bahasa dalam kehidupan dan wawasan budaya, meningkatkan pengalaman belajar bahasa siswa dan merangsang minat dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana persepsi mahasiswa terhadap penggunaan video autentik dalam pembelajaran menulis bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dan dilakukan pada 34 mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Raden Mas Said Surakarta. Mahasiswa yang sudah selesai mengikuti mata kuliah menulis bahasa Arab diminta untuk mengisi kuesioner melalui Google Form. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif yaitu menggunakan rata-rata dan standar deviasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai perspektif positif terhadap penggunaan video autentik dalam pembelajaran menulis bahasa Arab. Video autentik dianggap dapat memberikan gambaran objek dan situasi kehidupan nyata yang kontekstual dan imajinatif, serta dapat menginspirasi siswa untuk lebih terlibat dalam belajar bahasa. Maka dari itu, dapat meningkatkan minat dan motivasi dalam belajar menulis bahasa Arab. Penelitian ini merekomendasikan agar para praktisi bahasa Arab memasukkan video autentik sebagai salah media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran menulis bahasa Arab pada khususnya dan pembelajaran bahasa Arab pada umumnya.
Muthola’ah Learning in Pesantren: Improving Learning Outcomes through Visual Media Masaji, Lalu; Sirfi Fatoni, Ahmad; Mohamed Mohi El-Din Ahmad
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/2v3cgs14

Abstract

This study aims to analyze the use of visual media in enhancing learning outcomes for TMMI second-grade students in the Muthola’ah subject at Al-Ikhlas Al-Islamy Pesantren, Kaliaji with the focus includes the effectiveness, advantages, and limitations of visual media. A qualitative approach is employed, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. The informants include the principal, homeroom teacher, Muthola’ah teacher, and several TMMI second-grade students. The findings indicate that visual media significantly enhances student engagement and facilitates comprehension of the material. The learning process through visual media encompasses three key stages: preparation (planning of media and materials), implementation (core activities utilizing visual media), and evaluation (conducting written and oral assessments, along with formative and summative evaluations). The advantages of visual media include ease of access and creation, effectiveness in conveying visual messages, and assisting teachers in mastering the content. However, limitations exist, such as restricted space for media utilization and a visual appeal that is inferior to audiovisual media. This study recommends the development of more creative and contextually relevant visual-based learning media, as well as the integration of participatory strategies to enhance interactivity in the learning process. Additionally, further research is suggested to compare the effectiveness of visual media with digital media in the context of language learning within Pesantrens.
Bridging Assessment and Proficiency: Developing Speaking Skill Test Instruments for Arabic Learners Fuad Hasim, Muhamad; Muhammad Baihaqi; Nelly Sakinah; Ulil Irzaqotul Humaidah; Adi Surya Utama
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/zk6nbg28

Abstract

This study aims to examine the practice of evaluating Arabic speaking skills (maharah kalam) at MTs Pondok Pesantren Darul Ulum Indragiri and identify the need for developing evaluation instruments that are performative-based, standardized, and appropriate for the pesantren context. This study used a mixed methods approach with quantitative survey techniques on 40 students and in-depth qualitative interviews with Arabic teachers. The findings show that the form of evaluation used is still dominated by direct question and answer, while only a small proportion of teachers (35%) use written rubrics. Most teachers conduct assessments intuitively and have not received specialized training in oral assessment design. On the other hand, students expressed feeling more confident after taking the exam, but also faced obstacles such as time constraints and unclear instructions. The mismatch between the communicative learning approach and the evaluation methods used indicates the need for systemic intervention in curriculum design and assessment. This research contributes theoretically in strengthening the concepts of Second Language Acquisition (SLA) and Communicative Language Teaching (CLT) in the context of oral evaluation in pesantren-based institutions. Practically, this study provides an empirical basis for the development of task-based, authentic, and digital interactive kalam test instruments that can be applied more widely in Arabic language education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik penilaian keterampilan berbicara bahasa Arab (maharah kalam) di MTs Pondok Pesantren Darul Ulum Indragiri dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan instrumen evaluasi yang berbasis performatif, terstandar, dan sesuai dengan konteks pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan teknik survei kuantitatif terhadap 40 siswa dan wawancara kualitatif mendalam dengan guru bahasa Arab. Temuan menunjukkan bahwa bentuk evaluasi yang digunakan masih didominasi oleh tanya jawab langsung, sementara hanya sebagian kecil guru (35%) yang menggunakan rubrik tertulis. Sebagian besar guru melakukan penilaian secara intuitif dan belum mendapatkan pelatihan khusus dalam desain penilaian lisan. Di sisi lain, siswa menyatakan merasa lebih percaya diri setelah mengikuti ujian, tetapi juga menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu dan instruksi yang tidak jelas. Ketidaksesuaian antara pendekatan pembelajaran komunikatif dan metode evaluasi yang digunakan menunjukkan perlunya intervensi sistemik dalam desain dan penilaian kurikulum. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam memperkuat konsep Akuisisi Bahasa Kedua dan Pengajaran Bahasa Komunikatif dalam konteks evaluasi lisan di lembaga berbasis pesantren. Secara praktis, penelitian ini memberikan dasar empiris untuk pengembangan instrumen tes kalam interaktif berbasis tugas, autentik, dan digital yang dapat diterapkan lebih luas dalam pendidikan bahasa Arab.
The Influence of Modern Philosophy on Language Education: An Epistemological Analysis Fuad Hasim, Muhamad; Nelly Sakinah; Nurul Amaliyah; Nur Islamiyah; Emilia Rachmawati
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8 No 1 (2026): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/4xmfg594

Abstract

This study investigates the influence of modern philosophical thought on the development of language education by examining its epistemological, ontological, and axiological foundations. Using a qualitative literature review approach, the study analyzes major works of modern philosophy—particularly empiricism, rationalism, critical philosophy, and positivism—and explores their implications for educational theory and language learning. The analysis demonstrates that modern philosophy has significantly shaped language education by redefining the sources of knowledge, the role of experience and reason, and the function of language as a medium for constructing meaning and understanding human experience. The findings reveal that empiricism emphasizes sensory experience as the basis of knowledge acquisition, rationalism highlights the role of reason, Kantian criticism synthesizes both approaches, and positivism reinforces empirical verification and methodological rigor in educational practice. These philosophical perspectives collectively influence how language education conceptualizes learning, knowledge formation, and pedagogical objectives. This study contributes to the theoretical discourse on language education by clarifying the philosophical assumptions underlying modern educational practices and by reinforcing the relevance of philosophical inquiry in strengthening conceptual clarity and critical thinking within language education. Abstrak Studi ini menyelidiki pengaruh pemikiran filosofis modern terhadap perkembangan pendidikan bahasa dengan memeriksa landasan epistemologis, ontologis, dan aksiologisnya. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka kualitatif, studi ini menganalisis karya-karya utama filsafat modern—khususnya empirisme, rasionalisme, filsafat kritis, dan positivisme—dan mengeksplorasi implikasinya terhadap teori pendidikan dan pembelajaran bahasa. Analisis menunjukkan bahwa filsafat modern telah secara signifikan membentuk pendidikan bahasa dengan mendefinisikan ulang sumber pengetahuan, peran pengalaman dan akal, serta fungsi bahasa sebagai media untuk membangun makna dan memahami pengalaman manusia. Temuan menunjukkan bahwa empirisme menekankan pengalaman indrawi sebagai dasar perolehan pengetahuan, rasionalisme menyoroti peran akal, kritik Kantian mensintesis kedua pendekatan tersebut, dan positivisme memperkuat verifikasi empiris dan ketelitian metodologis dalam praktik pendidikan. Perspektif filosofis ini secara kolektif memengaruhi bagaimana pendidikan bahasa mengkonseptualisasikan pembelajaran, pembentukan pengetahuan, dan tujuan pedagogis. Studi ini berkontribusi pada wacana teoretis tentang pendidikan bahasa dengan mengklarifikasi asumsi filosofis yang mendasari praktik pendidikan modern dan dengan memperkuat relevansi penyelidikan filosofis dalam memperkuat kejelasan konseptual dan pemikiran kritis dalam pendidikan bahasa.
Analysis of the Application of the Total Physical Response Method in Improving Arabic Kalam Skills Bagus Siyam Prasetya; Muhamad Bisri Ihwan
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/b69z6g37

Abstract

Kalam skills remain a significant challenge in learning Arabic, particularly in Islamic boarding schools that employ traditional and less communicative approaches. This study aims to evaluate the implementation and effectiveness of the Total Physical Response (TPR) method in enhancing students' kalam skills at Madrasah Diniyah Roudlotutholibin in Banyuwangi. Utilizing a qualitative method with a case study approach, data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using interactive qualitative techniques, including data reduction, data presentation, and conclusions. The results indicate that the application of the TPR method effectively improves students' kalam skill by increasing fluency, language accuracy, vocabulary richness, response speed, and verbal participation. The implementation of the TPR method is through comprehension phase, physical action, and speech production strategy. Among the factors that support the effectiveness of TPR implementation are the readiness of some students, who demonstrate high interest and enthusiasm for learning, as well as the courage to attempt speaking. This is further enhanced by a conducive Islamic boarding school environment, engaging activity programs, and active, competent teachers. In contrast, the inhibiting factors include the diverse backgrounds of students, limited learning time, and restricted access to technology. This suggests that TPR is not merely a kinesthetic method but also a communicative approach. Therefore, it is recommended that the TPR method be further developed in the context of Arabic language learning, especially in Islamic schools still dominated by traditional methods. Abstrak Keterampilan berbicara (kalam) masih menjadi tantangan umum dalam pembelajaran bahasa Arab terutama di kalangan pondok pesantren yang masih menggunakan pendekatan tradisional dan kurang komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi serta efektivitas metode Total Physical Response (TPR) dalam meningkatkan maharah kalam siswa di Madrasah Diniyah Roudlotutholibin Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan dianalisis dengan teknik kualitatif interaktif meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode TPR secara efektif meningkatkan maharah kalam siswa melalui peningkatan kelancaran berbicara, ketepatan bahasa, kekayaan kosakata, kecepatan tanggapan serta partisipasi verbal. TPR diimplementasikan melalui tahap pemahaman, tindakan fisik, dan produksi tuturan. Di antara faktor pendukung pelaksanaan TPR adalah kesiapan sebagian santri yang mempunyai minat yang tinggi dalam pembelajaran dan keberanian mencoba berbicara, lingkungan pesantren yang kondusif, program kegiatan yang memadai, dan guru yang aktif dan kompeten. Sedangkan faktor penghambat di antaranya latar belakang santri yang beragam, terbatasnya waktu pembelajaran, dan keterbatasan teknologi. Hal ini berimplikasi bahwa TPR bukan sekadar metode kinestetik, melainkan pendekatan yang komunikatif sehingga disarankan agar metode TPR terus dikembangkan dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, khususnya di madrasah diniyah yang masih dominan dengan metode tradisional.
Meningkatkan Penulisan Akademik melalui Pencarian Referensi Berbasis Kata Kunci Bahasa Arab: Pengembangan Sistem untuk Mahasiswa Universitas Akbar Dzukha Asyiqin; Aji Damanuri; Buana Handa Wijaya
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/rshep404

Abstract

Postgraduate students at IAIN Ponorogo who are engaged in full-time or part-time employment encounter significant challenges in balancing their work commitments with the demands of writing scientific articles. A primary obstacle identified is the difficulty in accessing relevant and high-quality references, with 68% of respondents strongly agreeing that the search for references is a major inhibiting factor. This study aims to develop a communicative and engaging information system-based learning method to enhance the efficiency of the scientific writing process. The methodology employed is Research and Development (R&D), which focuses on the design, validation, and testing of a reference search system utilizing Arabic keywords transliterated into Latin letters. Data were collected through interviews, pre- and post-system test questionnaires, observations, and documentation. Analysis was conducted inductively and qualitatively using open coding, thematic categorization, and narrative interpretation of field data. The validity of the data was enhanced through the triangulation of sources and methods. This system is designed to accept multiple keyword inputs, provide detailed summaries from various sources, and store search results for a specified duration. Trial results indicate that 68% of respondents believe that the use of this system significantly enhances the efficiency of scientific writing performance. This study offers a practical contribution to improving students' academic productivity and paves the way for the development of intelligent, semantic-based search systems in future research. Abstrak Mahasiswa pascasarjana IAIN Ponorogo yang bekerja penuh maupun paruh waktu menghadapi kendala signifikan dalam membagi waktu dan fokus antara tuntutan pekerjaan dan penulisan artikel ilmiah. Salah satu hambatan utama adalah kesulitan dalam mengakses referensi yang relevan dan berkualitas, sebagaimana ditunjukkan oleh 68% responden yang sangat setuju bahwa pencarian referensi menjadi faktor penghambat utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran berbasis sistem informasi yang komunikatif dan menarik guna mendukung proses penulisan artikel ilmiah secara lebih efisien. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD) yang difokuskan pada perancangan, desain, validasi, dan uji coba sistem pencarian referensi berbasis kata kunci berbahasa Arab yang telah ditransliterasi ke dalam huruf Latin. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket pra dan pasca uji sistem, observasi, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara induktif kualitatif melalui proses pengkodean terbuka, kategorisasi tematik, dan interpretasi naratif terhadap data lapangan. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Sistem dirancang untuk menerima masukan lebih dari satu kata kunci, merangkum informasi dari berbagai sumber secara detail, serta menyimpan hasil pencarian dalam periode tertentu. Hasil uji coba menunjukkan bahwa 68% responden menyatakan setuju bahwa penggunaan sistem ini meningkatkan efisiensi kinerja penulisan ilmiah. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam mendukung produktivitas akademik mahasiswa serta membuka peluang pengembangan sistem pencarian cerdas berbasis semantik pada penelitian selanjutnya.
Differences in the Use of Euphemisms of Criminality in The Thief and Dogs and Thistle Flowers: A Stylistic Study Ananda, Rayhan Hafizh; Muassomah; Yurisa, Penny Respati
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 7 No 2 (2025): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/k9zk2297

Abstract

The phenomenon of euphemism often appears in literary works; this element appears to prioritize aesthetic values and taste. Euphemism in literary works is also used as a rhetorical tool that functions to express meanings containing hidden intentions, both implicit and figurative. Therefore, the purpose of this study is to classify the types of euphemisms found in the novels The Thief and The Dogs and Thistle Flowers and to describe the patterns of euphemism in the novels in depicting crime. By using a descriptive qualitative approach with a stylistic analysis method, this study identified 64 euphemistic expressions in the novel The Thief and The Dogs by Najib Mahfouz and the novel Thistle Flowers by Muhammad Farid Abu Hadid, then analyzed using interactive qualitative analysis in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Ten types of euphemisms were found in both novels, namely metaphor, understatement, hyperbole, one-to-one substitution, frivolity, general-to-specific, part-to-whole, simile, personification, and irony. The euphemism patterns of these two novels tend to differ in their narratives, which lie in aspects such as theme, euphemistic symbols used, narrative style, and story background. In addition to disguising the implied criminality, euphemism also serves to highlight the emotional side of the characters. This study contributes to Arabic literary stylistics by offering a comparative framework for analyzing euphemism and recommending further research on the role of euphemism in representing social and moral tensions in Arabic narrative fiction. Abstrak Fenomena eufemisme sering muncul dalam karya sastra, unsur ini muncul untuk mengutamakan nilai estetika dan rasa. Eufemisme dalam karya sastra juga digunakan sebagai alat retorika yang berfungsi mengungkapkan makna yang mengandung maksud terselubung, baik implisit maupun figuratif. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah: mengklasifikasikan jenis-jenis eufemisme yang terdapat pada novel The Thief dan The Dogs and Thistle Flowers dan  mendeskripsikan pola eufemisme novel tersebut dalam menggambarkan kriminalitas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis stilistika, penelitian ini mengidentifikasi 64 ekspresi eufemisme di novel The Thief and The Dogs karya Najib Mahfudz dan novel Thistle Flowers karya Muhammad Farid Abu Hadid kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif interaktif berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sepuluh jenis eufemisme yang ditemukan dalam kedua novel tersebut, yaitu metafora, pernyataan yang diremehkan, hiperbola, substitusi satu-satu, kesembronoan, umum-ke-khusus, bagian-ke-keseluruhan, simile, personifikasi, dan ironi. Pola eufemisme kedua novel ini cenderung memiliki perbedaan dalam menarasikan eufemisme yang terletak pada aspek-aspek seperti tema, simbol-simbol eufemisme yang digunakan, gaya penuturan, dan latar belakang cerita. Selain untuk menyamarkan makna kriminalitas yang tersirat, eufemisme juga berfungsi untuk menonjolkan sisi emosional tokoh. Penelitian ini berkontribusi pada stilistika sastra Arab dengan menawarkan kerangka komparatif untuk menganalisis eufemisme dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut tentang peran eufemisme dalam merepresentasikan ketegangan sosial dan moral dalam fiksi naratif Arab.