cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022)" : 55 Documents clear
Pelatihan Eco Printing bagi Masyarakat Desa Sungai Pandan Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Eka Trisianawati; Ivan Eldes Dafrita; Mustika Sari; Henny Sulistyani; Herditya Herditya; Nawawi Nawawi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5016

Abstract

Potensi alam desa Sungai Pandan, Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya yang melimpah, belum optimal dimanfaatkan oleh warga masyarakat. Kelompok ibu-ibu PKK Desa Sungai Pandan masih membutuhkan keterampilan dalam mengelola potensi desa. Dalam rangka menciptakan masyarakat mandiri dengan memanfaatkan potensi dan keunggulan wilayah masing-masing secara bertahap dan berkelanjutan, maka program studi pendidikan biologi IKIP PGRI Pontianak mengadakan pelatihan Eco Printing yang diikuti 11 orang ibu-ibu PKK Desa Sungai Pandan. Metode pelaksanaan program PKM ini adalah sebagai berikut; 1) Persiapan, 2) Analisa kebutuhan mitra, 3) Perancangan Eco-printing, 4) Pelatihan Eco-Printing, 5) Evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2021, Teknik Eco Printing digunakan dalam pelatihan adalah teknik pukul (pounding) yang diaplikasikan pada Toot Bag Kanvas. Peserta merasakan bahwa kegiatan pelatihan sangat bermakna dalam meningkatkan pengetahuan, dan dapat dikembangkan lagi untuk dapat dijual atau dipasarkan baik manual maupun secara online, sehingga kegiatan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kesejahteraan warga di Desa Sungai Kupah melalui penjulan Toot Bag Kanvas. The community has not optimally utilized the abundant natural potential of Sungai Pandan Village, Batu Ampar District, Kubu Raya Regency. The group of PKK women in Sungai Pandan Village still needs skills in managing village potential. In order to create an independent community by utilizing the potential and advantages of each region gradually and sustainably, the Biology Education Study Program of IKIP PGRI Pontianak held an Eco Printing training attended by 11 PKK women from Sungai Pandan Village. The method of implementing this PKM program is as follows; 1) Preparation, 2) Analysis of partner needs, 3) Eco-printing design, 4) Eco-Printing Training, 5) Evaluation. In the activity carried out on August 10, 2021, the Eco Printing technique used in training was the pounding technique applied to the Canvas Toot Bag. Participants felt that the training activities were significant in increasing knowledge. They could be further developed to be sold or marketed both manually and online so that the activities carried out can improve the welfare of residents in Sungai Kupah Village through the sale of Canvas Toot Bags.
Pencegahan Pandemik Covid-19 dengan Hand Sanitizer Prodi Sains UIN Antasari Banjarmasin Suryandari Suryandari; Trining Puji Astutik; Istiqamah Istiqamah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5111

Abstract

Pandemik COVID-19 menjadi fokus pemerintah di seluruh dunia karena terhitung sampai dengan 20 Maret 2020 terdapat 271.206 kasus penularan wabah COVID-19 tersebar pada 184 negara. Proteksi awal dari penyebaran virus dengan menjalankan hidup sehat dan bersih serta melakukan self distancing. Salah satu solusi pencegahan virus dibutuhkan cairan pembersih tangan yang efektif dan efisien, yaitu hand sanitizer dan cairan disinfektan khususnya di lingkungan UIN Antasari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui empat tahap, yaitu: persiapan, produksi, distribusi, dan kontribusi. Hand sanitizer dan cairan disinfektan dibuat berdasarkan resep BPOM dan Dinas Kesehatan. Kemasan hand sanitizer botol yang digunakan berukuran 100 mL sehingga mudah untuk dibawa. Hand sanitizer dan cairan disinfektan mampu mengupayakan pencegahan pandemik COVID-19 khususnya di lingkungan UIN Antasari, Produk didistribusikan kepada pihak-pihak yang rentan terpapar seperti pada unit. Dosen dan staf, pihak mahasiswa yang aktif (Himpunan Mahasiswa) serta masyarakat di sekitar lingkungan UIN Antasari. The COVID-19 pandemic has become the focus of governments worldwide because, as of March 20, 2020, 271.206 cases of transmission of the COVID-19 outbreak spread over 184 countries. Initial protection from the spread of the virus by living a healthy and clean life and practising self-distancing. One solution to prevent the virus is to use an effective and efficient hand sanitizer, namely hand sanitizer and disinfectant, especially at UIN Antasari. Community service activities are carried out through four stages, namely: preparation, production, distribution, and contribution. Hand sanitizers and disinfectant liquids are made based on a prescription from BPOM and the Health Service. The bottle hand sanitizer packaging used is 100 mL, so it is easy to carry. Hand sanitizers and disinfectant liquids can try to prevent the COVID-19 pandemic, especially in the Antasari UIN environment. Products are distributed to parties who are vulnerable to exposure, such as units: lecturers and staff, active students (Student Association) and the community around UIN Antasari.
Eksplorasi dan Pengenalan Makanan Khas Jawa dan Sumatra pada Generasi Milenial Melalui Pembelajaran Praktikum Mata Kuliah Dasar Kuliner Indah Yuliana; Windi Indah Fajar Ningsih; Desri Maulina Sari
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5272

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini selain merupakan salah satu kegiatan dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi juga guna mendukung pelestarian budaya yang ada di Indonesia khususnya terkait masakan kuliner nusantara. Hal ini akan mendorong rasa kecintaan kaum milenial pada kekayaan cita rasa makanan nusantara. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober tahun 2021. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui dua tahap, yaitu pembelajaran praktikum melalui platform digital dan demonstrasi menu di Kampung Bingen, Kelurahan 13 Ulu, Kota Palembang. Secara umum, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinilai dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan modifikasi dan estimasi nilai gizi dari menu yang dipraktikkan dalam mata kuliah dasar kuliner. Selain itu, keberhasilan juga dinilai dari antusias dan uji hedonik yang menyatakan sasaran menyukai menu yang dipraktikkan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi salah satu inspirasi masyarakat Kampung Bingen dalam pengembangan usaha dan wisata kuliner di Kota Palembang. Selain itu, masyarakat juga dapat memahami nilai gizi dari menu yang dikonsumsi, sehingga dapat dijadikan pembelajaran dalam menjaga kesehatan tubuh. This community service activity is not only one of the activities in realizing the Tri Dharma of Higher Education. It also supports the preservation of culture in Indonesia, especially Indonesian culinary cuisine. This will encourage millennials to love the rich taste of Indonesian food. This activity was carried out from May to October 2021. Implementing this community service is carried out in two stages, namely practical learning through digital platforms and menu demonstrations in Kampung Bingen, 13 Ulu Village, Palembang City. In general, this community service activity is considered to improve students' abilities and skills in modifying and estimating the nutritional value of menus practised in basic culinary courses. In addition, success is also assessed from enthusiasm and hedonic tests, which state that the target likes the practised menu. Through this community service activity, it is hoped that it can be one of the inspirations for the people of Kampung Bingen in developing business and culinary tourism in Palembang City. In addition, the public can also understand the nutritional value of the menu they consume so that it can be used as a lesson in maintaining a healthy body.
Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah yang Terkena Dampak Pandemi Covid-19 Berbasis Modal Sosial di Kelurahan Pondok Pucung Kota Tangerang Selatan Mawar Mawar; Abdul Rahman; Dini Gandini Purbaningrum; Gilang Ramadhan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5320

Abstract

Pemberdayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) imbas dari pandemi selama hampir 2 tahun terakhir menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Pandemi telah mengakibatkan kehidupan ekonomi masyarakat, terutama usaha-usaha mikro menurun pendapatannya, bahkan sampai gulung tikar. Hal tersebut terutama disebabkan akses mereka untuk memasarkan hasil produksinya sangat terbatas. Kondisi masyarakat di Kelurahan Pondok Pucung pra pandemi Covid-19 banyak yang mengakses sumber ekonomi dengan berjualan keluar rumah, diantaranya: menjual kerupuk, kacang, dan berbagai macam kuliner lainnya. Keluarga mereka menggantungkan hidup dari usaha kuliner tersebut. Pada masa pandemi, tentu akses mereka untuk keluar berjualan terbatas karena faktor keselamatan untuk tidak tertular virus Covid-19 yang mesti diutamakan. Metode berjualan berubah dengan berjualan dari rumah dengan akses pemasaran yang sangat terbatas. Tentunya hal tersebut membuat pendapatan mereka menurun bahkan sangat minim. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi pemanfaatan modal sosial dalam pemasaran hasil usaha, pembinaan pengemasan produk usaha mereka agar menarik di pasaran dan bisa bersaing dengan produk lainnya yang sejenis, pengenalan dan pendampingan pemasaran melalui media sosial, serta penguatan jejaring sosial yang ada di masyarakat. Hasil pengabdian masyarakat menemukan bahwa setelah dilakukan pendampingan, kapasitas UMKM untuk memanfaatkan modal sosial untuk survive di tengah pandemi mengalami peningkatan. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya kesadaran untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk memperluas skop pemasaran dan mengubah desain kemasan produk menjadi lebih inovatif dan menarik. For nearly two years, the focus of this community service activity has been the empowerment of MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) as a result of the pandemic. The pandemic has caused the community's economic life, particularly micro-enterprises, to suffer, with some even going bankrupt. This is primarily due to their minimal ability to market their products. The pre-Covid-19 pandemic condition of the community in Pondok Pucung Village, many access economic resources by selling outside the home, including crackers, peanuts, and various other culinary delights. Their families rely on the culinary industry for a living. Of course, during the pandemic, their access to selling is limited due to the safety factor of not becoming infected with the Covid-19 virus, which must be prioritized. Selling from home with very limited marketing access has changed the selling method. Of course, this reduces their income to a bare minimum. This community service project will run from December 2021 to February 2022. This community service activity takes the form of socializing the use of social capital in marketing business products, encouraging the packaging of their business products so that they are appealing in the market and can compete with other similar products, and providing introduction and marketing assistance utilizing social media, as well as by strengthening. The findings of community service revealed that after mentoring, the ability of MSMEs to use social capital to survive during a pandemic had improved. This is evidenced by the growing recognition of the significance of utilizing various social media platforms to broaden the scope of marketing and change product packaging designs to be more innovative and appealing.  
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Menuju Desa Cerdas Kesehatan Di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik Qurrota A'yuni; Alfa Akustia Widati; Harsasi Setyawati; Atik Widiyanti; Purkan Purkan; Miratul Khasanah; Tokok Ardiarto; A. Budi Prasetyo; Aning Purwaningsih; Siti Wafiroh; Sri Sumarsih; Rico Ramadhan; Sofijan Hadi; Kariza Makanty; Ahlan Riwahyu Habibi; Aulianitha Salsabella
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5253

Abstract

Hand sanitizer merupakan cairan atau gel pembersih tangan yang memiliki sifat sebagai antibakteri dalam menghambat hingga membunuh bakteri. Dengan demikian hand sanitizer lebih efektif dalam membasmi kuman. Berdasarkan penelitian The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% dapat berfungsi sebagai antibakteri maupun antivirus. Hand sanitizer pernah menjadi barang langka di puncak pandemi pada tahun 2020, karena pembelian yang masif dari masyarakat Indonesia. Langkanya hand sanitizer di beberapa toko dan apotek membuat harganya menjadi mahal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya kesehatan dan kemungkinan penyebaran kuman terutama virus dan bakteri serta upaya untuk mengantisipasinya. Tujuan yang lain yaitu untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan hand sanitizer. Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan di Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada Bulan November-Desember 2021 secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan dengan peserta Ibu-Ibu PKK dan Kader PKK. Kegiatan ini dilakukan melalui metode pendampingan dan demonstrasi dengan presentasi materi dan praktik langsung. Kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Desa Cangkir dalam menghadapi Pandemi Covid-19 saat ini. Hand sanitizer is a liquid or gel that has antibacterial properties to inhibit and kill bacteria. Thus, hand sanitizer is more effective in eradicating germs. Based on research from The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), alcohol-based hand sanitizers that contain at least 60% alcohol can function as both antibacterial and antivirus. Hand sanitizer was once a scarce item at the height of the pandemic in 2020, due to massive purchases from the Indonesian people. The scarcity of hand sanitizers in some shops and pharmacies makes the price expensive. This Community Service activity aims to increase knowledge of the importance of health and the possibility of spreading germs, especially viruses and bacteria, and efforts to anticipate them. Another aim is to improve community skills in making hand sanitizers. This series of activities were held in Cangkir Village, Driyorejo District, Gresik Regency in November-December 2021 via offline by implementing health protocols with PKK women and PKK Cadres as participants. This activity is carried out through mentoring and demonstration methods with presentations and hands-on practice. This activity has a positive impact on the Cangkir Village community in dealing with the current Covid-19 Pandemic. 
Sosialisasi Pentingnya Nilai-nilai Pancasila dan Eksistensinya bagi Mahasiswa Sepriandison Saragih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5151

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membantu mahasiswa HKBP Nommensen Universitas Pematangsiantar menggunakan dan menyebarluaskan karakter Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, karena Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Indonesia sendiri merupakan negara multikultural, yang dibuktikan dengan keragaman ras, suku, agama dan budaya. Metode Kegiatan sosialisasi ini di lakukan dengan tiga tahap yaitu adalah penyerahan materi, bagian dari sesi tanya jawab dengan mahasiswa, pembagian hadiah kepada mahasiswa. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini adalah banyak adat istiadat yang diungkapkan dalam bahasa Pancasila, yaitu Bhineka Tunggal Ika, memiliki arti yang berbeda tetapi tetap sama. Pancasila sebagai dasar negara harus menjadi ruh budaya individu negara. Dengan mengajarkan karakter Pancasila sejak dini, Indonesia akan kuat dan fleksibel dalam menghadapi kesulitan. Oleh karena itu kesimpulan yang ditarik dan kegiatan sosialisasi ini adalah bahwa Pancasila ingin mencerminkan harkat dan martabat dunia yang dikenal agar dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata. Semoga karakter Pancasila ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. This socialization activity aims to help HKBP Nommensen students at Pematangsiantar University use and disseminate the character of Pancasila in their daily lives because Pancasila is the basis of the Indonesian state. Indonesia is a multicultural country, as evidenced by the diversity of race, ethnicity, religion and culture. Methods: This socialization activity was carried out in three stages: submission of materials, part of a question and answer session with students, and distribution of prizes to students. The result of this socialization activity is that many customs expressed in the language of Pancasila, namely Bhineka Tunggal Ika, have different meanings but remain the same. As the basis of the state, Pancasila must be the individual state's cultural spirit. By teaching the character of Pancasila from an early age, Indonesia will be strong and flexible in facing difficulties. Therefore, the conclusion drawn from this socialization activity is that Pancasila wants to reflect the dignity of the known world so that it can be realized in real life. Hopefully, this Pancasila character can be applied in everyday life.
Pendampingan Penyusunan Proposal Program Kreatifitas Mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Darussalam Gontor Andi Triyawan; Diajeng Nurul; Rafiqah Hijiriani; Bella Annisa; Haznelly Maisya; Ismatul Maula
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5261

Abstract

Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) adalah program yang sangat diminati oleh kebanyakan mahasiswa di seluruh penjuru dunia. Pemahaman yang minim terhadap program ini menjadikan mahasiswi Universitas Darussalam Gontor kurang berkontribusi aktif untuk mengikuti event tersebut, dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang mengusulkan program pembelajaran dengan tahap pelatihan dan pendampingan. Target serta tujuan diadakannya program ini adalah bahwa mahasiswa dapat dengan mudah memahami pengertian PKM dan luaran yang kami sajikan berupa modul dan jurnal serta output dari kegiatan ini menjadi outcome dari program tersebut yaitu proposal PKM. Program Pelatihan dan Pendampingan ini dilaksanakan pada tahun 2021 di bulan April. Metode yang digunakan berupa pelatihan di meeting hall bersama mentor yang berpengalaman dalam program PKM kemudian dilanjutkan dengan pembuatan proposal yang bermutu. Maka Hasil yang diperoleh meliputi kemampuan peserta pelatihan dalam  pembuatan proposal PKM dengan skor pemahaman sebelum pembelajaran sebesar 70% dan sesudah pembelajaran meningkat hingga 90% dan score untuk pembuatan proposal sebelum pembelajaran sebesar 60% meningkat hingga 80%. Diperoleh simpulan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan minat mahasiswa dalam pengertian PKM dan cara pembuatan proposal PKM. The Student Creativity Program (SCP)is a program that is in great demand by most students around the world. The lack of understanding of this program makes Darussalam Gontor University students less active in participating in the event. The thematic Real Work Lecture program proposes a learning program with training and mentoring stages. The target and purpose of this program are that students can easily understand the meaning of SCP and the outputs that we present in the form of modules and journals. The output of this activity becomes the outcome of the program, namely the SCP proposal. This Training and Mentoring Program will be held in 2021 April. The method used is training in a meeting hall with experienced mentors in the SCP program, then followed by making quality proposals. Then the results obtained include the ability of the trainees to make SCP proposals with a score of understanding before learning by 70% and after learning increasing to 90% and scores for making proposals before learning by 60% rising to 80%. It was concluded that there was an increase in students' understanding and interest in understanding SCP and how to make SCP proposals. 
Pelatihan Pembuatan dan Penambahan Prebiotik Ubi Jalar pada Pakan Ikan Lele (Clarias sp.) di Pulau Semambu, Ogan Ilir Tanbiyaskur Tanbiyaskur; Yulisman Yulisman; Sefti Heza Dwinanti; Retno Cahya Mukti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5251

Abstract

Permintaan akan kebutuhan ikan lele ukuran konsumsi terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan permintaan ini berkorelasi positif dengan adanya peningkatan produksi ikan lele. Hal ini mengambarkan bahwa budidaya ikan lele memiliki prospek yang menjanjikan jika dilakukan dengan benar. Salah satu penentu keberhasilan produksi ikan lele melalui kegiatan budidaya adalah aplikasi teknologi untuk meningkatkan kelangsungan hidup ikan dan mempercepat pertumbuhan ikan budidaya. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kegiatan budidaya ikan lele di Desa Pulau Semambu melalui peningkatan kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan lele dengan aplikasi penambahan prebiotik ekstrak ubi jalar pada pakan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019 di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Fish Under Crew Pulau Semambu, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Metode kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berupa transfer teknologi yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu memberikan penyuluhan, pelatihan/peragaan berupa demonstrasi langsung serta dilakukannya kegiatan pendampingan berupa bimbingan selama 6 bulan atau dua kali siklus produksi ikan lele. Pendampingan secara langsung dapat dijadikan pedoman teknis budidaya yang baik dan benar oleh petani pembudidaya sehingga menambah keterampilan dan kemampuan petani pembudidaya yang pada akhirnya dapat meningkatkan produksi budidaya ikan lele di Desa Pulau Semambu. Pengabdian telah dilakukan dan terlihat masyarakat memberikan respon positif dan dengan antusias mengkuti penyampaian materi dan demonstrasi yang diberikan tim pengabdian, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani ikan lele di UPR Fish Under Crew dalam membuat prebiotik ubi jalar serta pemberian pakan prebiotik pada pakan ikan lele. The demand for consumption size catfish continues to increase from year to year. This increase in demand is positively correlated with an increase in catfish production. This illustrates that catfish farming has promising prospects if done properly. One of the determinants of the success of catfish production through aquaculture activities is the application of technology to increase fish survival and accelerate the growth of cultured fish. This service is carried out to increase the productivity of catfish farming activities in Pulau Semambu Village by increasing the survival and growth of catfish by adding prebiotic sweet potato extract to feed. This activity was carried out in August-October 2019 at the Fish Under Crew People's Hatchery Unit (UPR) on Semambu Island, Ogan Ilir Regency, South Sumatra Province. The method of service activities carried out is in the form of technology transfer, which consists of several stages, namely providing counselling, training/demonstrations in the form of direct demonstrations and conducting mentoring activities in the form of guidance for six months or twice a catfish production cycle. Direct assistance can be used as technical guidelines for good and correct cultivation by cultivating farmers to increase their skills and abilities, which in turn can increase catfish farming production in Pulau Semambu Village. The service has been carried out, and it is seen that the community gives a positive response and enthusiastically follows the delivery of material and demonstrations given by the service team, increasing the knowledge and skills of catfish farmers at UPR Fish Under Crew in making sweet potato prebiotics and providing prebiotic feed on catfish feed.  
Pelatihan dan Pendampingan Model Blended Learning dengan Bahasa Indonesia yang Benar bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah di Desa Cibeureum, Kabupaten Bandung Huriah Rachmah; Asri Nuranisa Dewi; Irma Yulita Silviany; Lasmanah Lasmanah; Alma Husnul Tazkia; Shafanissa Alifa Shafira; Muhammad Lucky Fahrezi; Adena Dwi Fauziah; Septiani Melawati Dewi; Rudy Gunawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5376

Abstract

Efek pandemi Covid-19 menyasar pembelajaran di sekolah dasar.   Saat pandemi, pembelajaran dilakukan melalui sepenuhnya daring, namun ketika laju pandemi sudah mengalami penuruan, pembelajaran harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, yakni belajar menggunakan metode blended learning, yakni model pembelajaran yang memadukan antara pembelajaran dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Pembelajaran campuran berdampak pada penggunaan bahasa Indonesia yang kurang optimal karena kurangnya praktik dan kebiasaan menggunakan bahasa daerah. Pembelajaran campuran menuntut guru untuk mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang dapat mengakomodir kebutuhan saat ini. Saat siswa melaksanakan pembelajaran daring, masih bisa menghadirkan pembelajaran yang mudah dipahami, menarik, juga tetap berkaitan dengan pembelajaran secara langsung di sekolah atau luring dengan bahasa yang sama. Tujuan pengabdian ini adalah mengadakan pelatihan dan pendampingan membuat pembelajaran yang komprehensif berbasis digital agar dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran daring dan luring secara bersamaan. Guru diberikan pelatihan mengenai berbagai media pembelajaran digital yang dapat menunjang pembelajaran bahasa sampai menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang dapat digunakan dalam model blended learning.  Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan secara offline dan online dalam rentang bulan Januari s.d Maret 2022 dan diikuti oleh 18 peserta.  Hasilnya peserta pelatihan dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan model blended learning dengan menggunakan bahasa Indonesia yang sama baiknya di rumah dan sekolah. The effects of the Covid-19 pandemic are targeting learning in elementary schools. During a pandemic, learning is done entirely online. However, when the pace of the pandemic has decreased, learning must adapt to new habits, namely learning to use the blended learning method. This learning model combines online and offline learning. Mixed learning impacts the use of Indonesian, which is less than optimal due to the lack of practice and habits in using local languages. Mixed learning requires teachers to be able to present learning innovations that can accommodate current needs. When students carry out online learning, they can still present learning that is easy to understand, interesting, and related to direct learning at school or offline in the same language. This service aims to provide training and assistance in making comprehensive digital-based learning to meet online simultaneously and offline learning needs. Teachers are given training on various digital learning media that can support language learning to develop learning implementation plans that can be used in blended learning models. The training and mentoring were carried out offline and online from January to March 2022 and were attended by 18 participants. As a result, the training participants developed a learning implementation plan following the blended learning model by using the Indonesian language equally well at home and school.  
Edukasi Dampak Negatif Narkotika Serta Optimalisasi Perdes dan Pararem di Desa Pejarakan I Ketut Nadiasa; Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani; Anak Agung Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i2.5025

Abstract

Peredaran narkotika di Bali kian memprihatinkan, tidak hanya menyasar kelompok masyarakat di kota-kota besar, tetapi juga merambah ke pelosok desa, seperti Desa Pejarakan.  Penyebaran yang tergolong masif dan kurangnya pemahaman masyarakat akan dampak negatif dari narkotika menjadi alasan utama kenapa masyarakat di Desa Pejarakan menjadi pengguna (pecandu). Selain itu, pihak keluarga pecandu belum memahami benar cara menghadapi dan memfasilitasi apabila salah satu dari keluarga mereka menjadi seorang pecandu narkotika. Berdasarkan masalah yang telah teridentifikasi tersebut kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bertujuan untuk memberikan edukasi tentang dampak negatif narkotika serta sosialisasi Peraturan Desa (perdes) dan aturan desa adat (pararem) tentang narkoba bagi masyarakat di desa Pejarakan. Dalam jangka pendek diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai dampak negatif narkotika dan perdes serta pararem desa mengenai penyalahgunaan narkoba. Dalam jangka panjang kegiatan ini diharapkan dapat berdampak pada perubahan perilaku masyarakat agar lebih aktif untuk berpartisipasi dalam menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika. Pada tahap selanjutnya dapat terwujud masyarakat Desa Pejarakan yang bebas narkoba lebih sehat, sejahtera, dan mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan edukasi. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan aparat desa mitra, tetapi juga tokoh-tokoh masyarakat yang disegani serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk memberikan pandangan dan kontribusi positif. Berdasarkan observasi yang dilakukan diketahui bahwa pelaksanaan kegiatan edukasi telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai dampak negatif narkoba serta perdes dan pararem yang berlaku di Desa Pejarakan mengenai narkoba. Peningkatan wawasan dan pengetahuan masyarakat tersebut dapat membentengi mereka dari bahaya narkotika dan menekan peredaran narkotika. Secara berkelanjutan aparat desa setempat dapat terus mengembangkan dan memonitoring kegiatan edukasi yang dilakukan serta menambah fasilitas pemuda untuk berkegiatan positif agar dampak kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terus dapat dirasakan kebermanfaatannya. The circulation of narcotics in Bali is increasingly concerning, targeting community groups in big cities and reaching remote villages, such as Pejarakan Village. The massive spread and lack of public understanding of the negative effects of narcotics are the main reasons people in Pejarakan Village become addicts. In addition, the families of addicts do not understand properly how to deal with and facilitate if one of their families becomes a narcotics addict. Based on the problems that have been identified, this community service activity is carried out to provide education about the negative effects of narcotics as well as socialize Village Regulations (perdes) and customary village rules (pararem) regarding drugs for the community in Pejarakan village. In the short term, it is hoped that the community will know and understand the negative impacts of narcotics and village regulations and village pararem regarding drug abuse. In the long term, this activity is expected to change people's behaviour to be more active in suppressing illicit trafficking and narcotics abuse. In the next stage, the drug-free people of Pejarakan Village are healthier, more prosperous, and independent. The methods used in this service activity are observation, Focus Group Discussion (FGD), and education. This activity does not only involve partner village officials but also respected community leaders and the Bhayangkara Supervisor of Community Security and Order (Bhabinkamtibmas) to provide positive views and contributions. Based on the observations, it is known that the implementation of educational activities has been going well. This can be seen from the increase in public knowledge and insight regarding the negative impact of drugs and the village regulations and pararem that apply in Pejarakan Village regarding drugs. Increased insight and knowledge of the community can fortify them from the dangers of narcotics and suppress the circulation of narcotics. On an ongoing basis, local village officials can continue to develop and monitor educational activities and add youth facilities for positive activities so that the impact of this community service activity can continue to be felt.