cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Penyuluhan Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Susu Etawa di Kelompok Peternak Kambing Etawa Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam Lilla Puji Lestari; Endang Endang; Jiarti Kusbandiyah; Solikah Ana Estikomah; Marniati Marniati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7668

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha peternakan di kelompok peternak kambing Etawa Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam. Kegiatan ini didasarkan pada banyaknya UMKM usaha peternakan kambing Etawa di Desa tersebut dengan produknya berupa susu kambing segar.  Produk tersebut cukup terkenal sehingga memiliki banyak konsumen yang berasal dari luar kecamatan, akan tetapi konsep usaha peternakannya masih sangat tradisional dan belum terlalu berorientasi pada bisnis modern, oleh karenanya perlu adanya modernisasi melalui penyuluhan dan pendampingan tentang peningkatan kelembagaan, peningkatan budidaya kambing Etawa, dan peningkatan pengetahuan akan potensi susu kambing Etawa bagi kesehatan masyarakat. PkM dilaksanakan pada tanggal 7-10 Desember 2022, di balai desa Panglungan-Wonosalam-Jombang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan observasi lapang dilanjutkan dengan analisis deskriptif dengan membandingkan pre-test dan post test. Kegiatan dilakukan secara luring diikuti oleh 25 orang peternak yang berasal dari 3 kelompok ternak kambing Etawa. Hasil yang diperoleh dari PkM adalah 1) peningkatan pengetahuan peternak akan pentingnya kelembagaan peternak guna menuju organisasi bisnis (dari 5% menjadi 89%), 2). Terbentuknya kelembagaan peternak secara utuh dan terspesialisasi, 3). Meningkatnya pengetahuan peternak terkait dengan budidaya ternak kambing Etawa (dari 40% menjadi 95%), dan 4). Meningkatnya pengetahuan peternak terhadap potensi susu kambing Etawa bagi kesehatan masyarakat (dari 10% menjadi 87%). Kesimpulan dari PKM adalah terdapat peningkatan pengetahuan tentang kelembagaan, daya saing dan pengetahuan pentingnya susu kambing etawa untuk kesehatan dengan rencana tindak lanjut pendampingan dalam perbaikan kemasan, logo dan teknik penjualan.This Community Service (PkM) aims to increase the competitiveness of the livestock business in the Etawa goat breeder group, Panglungan Village, Wonosalam District. This activity is based on many Etawa goat farming businesses in the village whose product is fresh goat milk. This product is quite well-known, so it has many consumers from outside the sub-district; however, the concept of the livestock business is still very traditional and not very modern business oriented. Knowledge of the potential of Etawa goat milk for public health. PkM will be held on 7-10 December 2022 at the Panglungan-Wonosalam-Jombang village hall. The method used is counselling and field observation followed by descriptive analysis comparing the pre-test and post-test. The activity was conducted offline and attended by 25 breeders from 3 groups of Etawa goats. The results obtained from the PkM are: 1) increasing the farmer's knowledge of the importance of breeder institutions to lead to business organization (from 5% to 89%), 2). The establishment of a whole and specialized breeder institution, 3). Increased farmer knowledge related to Etawa goat farming (from 40% to 95%), 4). Increased farmer knowledge of the potential of Etawa goat milk for public health (from 10% to 87%). The conclusion from the PkM is: there is an increase in institutional knowledge, competitiveness and knowledge of the importance of Etawa goat milk for health with follow-up plans for assistance in improving packaging, logos and sales techniques. 
Nuggettori: Pemanfaatan Sawi Sebagai Produk Olahan Kreatif “Nugget Sayur” Latifatu Rohmah; Yeny Fitriyani; Milna Wafirah; Mohammad Pudail
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8435

Abstract

Potensi komoditi Sayuran sawi ijo (chaisim) di Dusun Tlogo, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran tidak dibarengi dengan harga jual yang memadai, sehingga perlu adanya peningkatan kapasitas masyarakat melalui kreatifitas olahan nugget sawi ijo. Tujuan program kegiatan pendampingan yaitu meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan nugget sawi ijo, adapun pendampingan dilakukan pada bulan Agustus-September 2022. Sasaran pendampingan adalah Ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Dusun Tlogo, dengan pertimbangan bahwa ibu-ibu adalah pemegang keuangan dan penyedia makanan keluarga sehingga harus paham bagaimana mengelola keuangan keluarga dengan cara mengolah makanan yang murah dan sehat. Metode PAR (Participatory action research) dianggap sesuai dengan pola pendampingan yang dilakukan, dimana peneliti dan masyarakat berkolaborasi untuk memaham masalah sosial dan mengambil tindakan untuk membawa perubahan sosial. Hasil pendampingan adalah masyarakat khususnya Ibu-ibu Dusun Tlogo memiliki kemampuan dalam mengelola sawi ijo menjadi nugget dan bisa menjadi peluang usaha untuk meningkatkan produktifitas dan perekonomian masyarakat. Kesimpulan dari pendampingan dalam  meningkatkan kapasitas Ibu-ibu melalui pelatihan nugget sawi ijo sangat diperlukan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Ibu-ibu di Dusun Tlogo.Potential for vegetable mustard greens (chai sim), commodities in Tlogo Hamlet, Sutopati Village, Kajoran, do not companied by an adequate selling price, so it is necessary to increase community capacity through the creative processing of green mustard nuggets. The objective of the mentoring activity program is to increase community capacity through green mustard greens nugget training, while the assistance is held from August-September 2022. The target of the assistance is mothers who are members of the Tlogo Dusun Women Farmer Group, in line with the consideration that mothers are financial holders and providers of family food, and they must understand how to manage family finances by preparing cheap and healthy food. The PAR method (Participatory action research) is considered by the pattern of assistance carried out, which involves researchers and participants collaborating to understand social issues and take actions to bring about social change.  The result of the assistance is that the community, especially the women of Tlogo Hamlet, can manage green mustard nuggets and become a business opportunity to increase the productivity and economy of the community. The conclusion is that assistance in increasing the capacities of mothers through green mustard nugget training is needed to realize the economic independence of mothers in Tlogo Hamlet.
Peningkatan Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Kota Banjarbaru Safa Muzdalifah; Arif Rahman Hakim; Dinar Adis Tiyani; Julia Fitriani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7436

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi Kalimantan Selatan. Mitra adalah warga Komplek Bumi Cahaya Bintang RT/RW. 47/08 di Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Jumlah peserta mitra 25 orang dengan usia minimal 18 Tahun. Tanggal pelaksanaan adalah 10 Agustus 2022. Masalah mitra adalah kecenderungan mitra sebagai konstituen/pemilih pada pemilihan umum yang telah dilakukan tergolong kurang partisipatif. Berdasarkan permasalahan mitra, metode untuk mengatasi persoalan tersebut adalah metode penyuluhan partisipasi politik masyarakat dalam kegiatan pemilihan Kepala Daerah. Hasil kegiatan ini adalah terbentuknya masyarakat yang memahami makna partisipasi politik, urgensi partisipasi politik masyarakat, korelasi antara partisipasi politik masyarakat dengan kualitas proses dan hasil pemilihan kepala daerah, dan bentuk-bentuk partisipasi politik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah program peningkatan partisipasi politik dalam pemilihan kepala daerah merupakan program yang perlu untuk dilakukan dalam meningkatkan kualitas politik di daerah.This program aims to increase political participation in improving the quality of regional head elections in South Kalimantan Province. Mitra is a resident of the RT/RW Starlight Earth Complex. 47/08 in Sungai Besar Village, South Banjarbaru District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. The number of partner participants is 25, with a minimum age of 18. The problem with partners is that the tendency of partners as constituents/voters in elections that have been conducted is classified as less participatory. Based on partner problems, the method to overcome these problems is the method of participatory political education in regional head election activities. The result of this activity is forming a society that understands the meaning of political participation, the urgency of community political participation, the correlation between community political participation and the quality of the process and results of regional head elections, and forms of political participation. This activity concludes that the program of increasing political participation in regional head elections is a program that needs to be carried out to improve the quality of politics in the regions.
Sosialisasi Perancangan Pengelolaan Air Bersih Melalui Metode Filtrasi dengan Media Pasir Besi Lelia Petronila Gusmao Freitas; Ni Luh Putu Sariani; Dewa Ayu Putu Adhiya Garini Putri; Anak Agung Gde Alit Wiradyatmika; Ni Nengah Rupadi Kertiriasih
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7943

Abstract

Permasalahan utama yang dialami oleh Desa Besan adalah rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat untuk mengolah air bersih dari pegunungan dan sumur serta memanfaatkan pasir besi yang ada disekitar mereka. Tujuan dari program kerja Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan solusi kepada masyarakat Desa Besan dalam memanfaatkan air bersih dari sumur ataupun pengunungan dan pengolahannya melalui metode filtrasi dengan media pasir besi yang akan meningkatkan air bersih dan meminimalisir air kotor dan berminyak. Metode yang diterapkan dalam program kerja ini adalah sosialisasi dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Banjar Kelodan, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Pada hari kamis, tanggal 19 Januari 2023. Hasil yang diperoleh dari program kerja ini yaitu adanya peningkatan kesadaran masyarakat Desa Besan untuk mengelola air bersih dengan memanfaatkan air dari sumur dan pegunungan yang ada di sekitar lingkungan mereka. Dengan sesi masing-masing dapat disimpulkan bahwa metode filtrasi dengan media pasir besi dapat membangun wawasan masyarakat dalam memanfaat­kan sumber air dari sumur dan pegunungan yang ada di lingkungannya.The main problem experienced by Besan Village is the low level of community knowledge needed to treat clean water from mountains and wells and to utilize iron sand around them. The purpose of this community service work program is to provide a solution for the people of Besan Village in utilizing clean water from wells or mountains and processing it through the filtering method with iron sand media, which will increase the amount of clean water and minimize the amount of dirty and oily water. The methods applied in this work program are socialization and evaluation. This activity was carried out in Banjar Kelodan, Besan Village, Dawan District, Klungkung Regency, and Bali Province. On Thursday, January 19, 2023, the results obtained from this work program are increasing the awareness of the Besan Village Community about the need to manage clean water by utilizing water from wells and mountains around their environment. With each session, it is possible to conclude that the filtering method with iron sand media can increase community understanding of how to use water sources from wells and mountains in their environment.
Pembelajaran Kimia Berbasis Projek melalui Pemanfaatan Sumber Daya Lokal sebagai upaya Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru MGMP Kimia Kota Palangka Raya Fatchiyatun Ni'mah; Syarpin Syarpin; Abdul Hadjranul Fatah; Alda Alda; Muhamad Naufal Pasha
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7305

Abstract

MGMP Kimia merupakan musyawarah guru mata pelajaran kimia. Kelompok musyawarah ini memiliki peranan penting dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran dan pendidikan terutama pada mata pelajaran kimia. Masa pandemi COVID-19 memaksa adanya perubahan dalam pelaksanaan pembelajaran serta terhentinya kegiatan rutin MGMP Kimia Kota Palangka Raya. Di sisi lain perubahan kurikulum memberikan amanat baru yang  membutuhkan perhatian dan persiapan. Dari berbagai alternatif solusi yang ditawarkan, terpilihlah gagasan kegiatan sosialisasi pembelajaran berbasis proyek melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 November 2022 yang diikuti oleh 17 peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru khususnya guru mata pelajaran kimia Kota Palangka Raya memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih mengenai pembelajaran berbasis proyek. Adapun tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang telah dilaksanakan 1) meningkatkan motivasi guru untuk berinovasi dalam kegiatan pembelajaran berbasis proyek; 2) meningkatkan keterampilan guru dalam merancang kegiatan pembelajaran berbasis proyek; dan 3) meningkatkan motivasi dan semangat belajar peserta didik. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan guru-guru mitra telah memahami pembelajaran berbasis proyek dengan baik serta memberikan respon positif (sangat baik) terhadap pelakasanaan kegiatan pengabdian. Dengan demikian, kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif bagi guru-guru dalam memahami penerapan pembelajaran berbasis proyek. Guru mampu mengelaborasi dan mengembangkan pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran kimia serta berkolaborasi dengan mata pelajaran lainnya. MGMP Chemistry is the deliberation of the chemistry teacher. This deliberation group is important in developing and improving the quality of learning and education, especially in chemistry subjects. The COVID-19 pandemic forced changes in the implementation of learning and cessation of the routine activities of MGMP Chemistry in Palangka Raya City. On the other hand, curriculum changes provide new mandates that require attention and preparation. The idea of project-based learning dissemination activities was chosen using local resources from the various alternative solutions offered. The activity was held on November 19th 2022, and 17 participants attended. Through this activity, it is hoped that teachers, especially chemistry teachers in Palangka Raya City, will have more knowledge and insight regarding project-based learning. The PkM objectives that have been implemented 1) increase teacher motivation to innovate in project-based learning activities; 2) improve teacher skills in designing project-based learning activities; and 3) increase the motivation and enthusiasm for learning of students. Based on the evaluation results carried out by partner teachers have understood project-based learning well and provided a positive response (very good) to the implementation of service activities. Thus, the activities carried out positively impact teachers in understanding the application of project-based learning. Teachers can elaborate and develop project-based learning in chemistry subjects and collaborate with other subjects.
Penerapan Digital Marketing Produk Kerajinan Purun di Lahan Basah pada Kelompok Usaha Sejahtera Bersama Banjarmasin Widyarfendhi Widyarfendhi; Sufi Jikrillah; Akhmad Supriyanto; M Ikhwan Munazir
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6724

Abstract

Perkembangan jaman saat ini, ditandai adanya kecepatan dan akses informasi yang lebih baik, tidak hanya menciptakan peluang tetapi juga ancaman bagi pelaku usaha. Usaha Sejahtera Bersama sebagai kelompok perajin purun juga diperhadapkan pada kondisi ini. Hasil observasi dan wawancara awal dengan pelaku usaha bahwa terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi antara lain terbatasnya pemasaran produk, inovasi, ketersediaan bahan baku, dan regenerasi perajin. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kelompok penrajin purun tentang metode pemasaran digital, pemanfaatan internet untuk meningkatkan inovasi dan pemenuhan kebutuhan bahan baku, serta untuk menarik minat masyarakat untuk menggeluti bidang yang sama. Dengan demikian, untuk mengatasi permasalahan dan mencapai tujuan pengabdian ini, metode yang digunakan adalah dengan memberikan workshop pemanfaatan digital marketing, dengan mempertimbangkan bahwa saat ini akses informasi melalui internet sudah merambah ke hampir seluruh lapisan masyarakat yang tentunya sesuai dengan pangsa pasar produk purun. Workshop ini diselenggarakan pada tanggal 24 September 2022 di lokasi mitra berada yaitu di Komplek SKKT jalan HKSN Raya, Alalak Utara, Kota Banjarmasin. Benchmark produk sejenis dilakukan untuk mengidentifikasi media digital marketing apa, dari media sosial atau marketplace, yang paling tepat dengan mempertimbangkan keunggulan dari dan kelemahan masing-masing. Hasil dari kegiatan ini adalah, peserta teredukasi mengenai alternatif pemasaran yang lebih efektif dan efisien dengan jangkauan yang lebih luas daripada hanya sekedar memasarkan secara konvensional. Selain itu, peserta juga terlihat antusias untuk dapat menerapkan digital marketing agar dapat berinovasi yang dikembangkan dengan mengambil inspirasi dari media online atau digital marketing yang telah sebelumnya dilakukan oleh pihak lain, atau hasil komunikasi interaktif dengan pelanggan.Current developments, marked by better speed and access to information, create opportunities and threats for business actors. As a group of Purun craftsmen, Usaha Sejahtera Bersama is also faced with this condition. The observations and initial interviews with business actors indicated various problems, including limited product marketing, innovation, availability of raw materials, and regeneration of craftsmen. This service aims to increase Purun craftsmen groups' knowledge about digital marketing methods use of the internet to increase innovation, meet raw material needs, and attract public interest in the same field. Thus, to overcome these problems and achieve the goals of this service, the method used is to provide workshops on the use of digital marketing, taking into account that currently, access to information via the internet has penetrated almost all levels of society, which is of course in accordance with the market share of Purun products. This workshop was held on September 24 2022, at the partner location, the SKKT Complex on Jalan HKSN Raya, North Alalak, Banjarmasin City. Similar product benchmarks are carried out to identify which digital marketing media, from social media or marketplaces, is most appropriate by considering the advantages and disadvantages of each. The result of this activity is that participants are educated about marketing alternatives that are more effective and efficient with a wider reach than just conventional marketing. In addition, the participants also showed enthusiasm to implement digital marketing to innovate, which was developed by taking inspiration from online media or digital marketing that other parties had previously carried out or the results of interactive communication with customers.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di Pesantren Putri Darul Huda Mayak Ponorogo Siti Zazak Soraya; Alfiani Zubaidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7725

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Pengelolaan sampah yang baik dapat berdampak pada kesehatan manusia dan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman untuk belajar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk menumbuhkan kesadaran santri agar membuang sampah pada tempatnya, menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman, serta melatih membuat karya dari sampah anorganik. Kegiatan ini diikuti oleh tujuh santri putri Pesantren Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo yang berasal dari perwakilan kelas pada Juli–Agustus 2021. Metode yang digunakan adalah pendekatan asset-based community development (ABCD) dengan mengembangkan potensi yang dimiliki. Hasil dari evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan pengelolaan sampah organik dan anorganik dapat meningkatkan wawasan dan keterampilan santri dalam memilah sampah organik dan anorganik serta membuat kerajinan tangan dari sampah anorganik. Dengan demikian, kegiatan pengabdian yang dilaksanakan cukup berhasil menjadikan para santri semakin sadar terhadap kebersihan lingkungan serta kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi karya seni.Garbage is a problem that is closely related to human life. Good waste management can impact human health and create a clean and comfortable environment for learning. This community service project aims to raise students' awareness of proper trash disposal, create a clean and comfortable learning environment, and train them to create works out of inorganic waste. Seven female students from the Darul Huda Mayak Tonatan Ponorogo Islamic Boarding School came from class representatives to participate in this activity in July-August 2021. The method used is an asset-based community development (ABCD) approach by developing the ready-owned potential. The evaluation of this activity revealed that training in organic and inorganic waste management could improve students' understanding and skills in sorting organic and inorganic garbage and manufacturing handicrafts from inorganic waste. Thus, the service activities made the students more aware of environmental cleanliness and creatively utilized used goods in artworks.
Pemberdayaan Kelompok Petani Tambak Desa Meluntur Lamongan Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Eko Sutrisno; Selamat Muliadi; Anis Nurhayati; Christina Astutiningsih; Hajar Nurma Wachidah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7615

Abstract

: Matapencaharian penduduk Desa Meluntur mayoritas adalah petani tambak, awal musim hujan tambak diisi ikan, menjelang kemarau tambak ditanami padi. Kesulitan memperoleh pupuk menjadi kendala warga desa meluntur menjelang musim tebar ikan. Keadaan tersebut menginisiasi Pemerintah Desa Meluntur guna mengagendakan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk cair untuk warganya dengan bekerja sama dengan tim pengabdi. Tujuan kegiatan salah satunya yaitu mengurangi ketergantungan pengunaan pupuk kimia sintetis. Sasaran kegiatan yaitu anggota kelompok petani tambak sebanyak 21 orang. Pelatihan dilaksanakan di Desa Meluntur Kecamatan Glagah Lamongan pada tanggal 22 Desember 2022, kegiatan pelatihan yaitu pengenalan pupuk organik, pengenalan bahan dan proses pembuatan pupuk organik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan warga desa umumnya dan peserta pelatihan khususnya penggunaan pupuk pada tambak berbeda-beda dan rata-rata hanya berdasarkan omongan dari tetangga atau teman sesame petambak, padahal kondisi tanah tiap tambak berbeda-beda. Keluhan paling banyak dari peserta pelatihan adalah munculnya bau tidak sedap dari air tambak setelah musim panen padi. Adanya pelatihan pembuatan pupuk cair ini, membuat masyarakat terutama peserta pelatihan menjadi sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan yang baru serta mudahnya proses pembuatan dan pengaplisiannya di tambak. Beberapa peserta mengusulkan kepada pemdes, tim pengabdi dan pihak PPL dari dinas perikanan yang hadir, tentang adanya tambak percontohan penggunaan pupuk organik cair tersebut agar warga melihat prakteknya secara langsung hasilnya.Most of the residents of Meluntur Village are pond farmers; at the beginning of the rainy season, the ponds are filled with fish, and before the dry season, the ponds are planted with rice. The difficulty of obtaining fertilizer is an obstacle for villagers to soften before the fish stocking season. This situation initiated the Meluntur Village Government to organize training activities for making liquid fertilizer for its residents in collaboration with the service team. One of the objectives of the activity is to reduce dependence on the use of synthetic chemical fertilizers. The target of the activity is 21 members of the pond farmer group. The training was held in Meluntur Village, Glagah Lamongan District, on December 22, 2022; training activities were an introduction to organic fertilizers, an introduction of ingredients and the process of making organic fertilizers. The service results showed that the knowledge of villagers in general and trainees, especially fertiliser use in ponds, was different and, on average, only based on a talk from neighbors or fellow farmers, even though each pond's soil conditions differed. The biggest complaint from the trainees was the appearance of an unpleasant smell from the pond water after the rice harvest season. This liquid fertilizer-making training makes the community enthusiastic, especially the training participants, because they get new knowledge and the easy process of making and applying it in ponds. Several participants proposed to the local government, the service team and the PPL from the fisheries service who were present about the existence of a pilot pond for the use of liquid organic fertilizer so that residents could see the practice firsthand the results.
Edukasi Stunting dan PBHS dalam Upaya Pengenalan dan Pencegahan Dini Stunting di SMP 1 Darul Falah Cihampelas Kabupaten Bandung Barat Theresia Eriyani; Maria Komariah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8291

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang masih dialami oleh balita di Indonesia khususnya di Wilayah Provinsi Jawa Barat. Desa Cihampelas merupakan wilayah dengan penduduk terpadat di Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah kasus balita stunting tertinggi pada tahun 2022. Hasil survey awal menunjukkan bahwa pelajar di wilayah tersebut masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai stunting dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa melalui edukasi kesehatan mengenai stunting dan upaya pencegahannya yaitu melalui PHBS. Kegiatan edukasi kesehatan ini disampaikan kepada 77 orang sasaran pengabdian yang merupakan siswi kelas 9 SMP 1 Darul Falah Cihampelas menggunakan metode ceramah atau lecture yang dilanjutkan dengan agenda diskusi dan tanya jawab. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai stunting dan PHBS telah terlaksana pada 19 Januari 2023 dan diikuti oleh 77 pelajar perempuan. Evaluasi kegiatan edukasi kesehatan ini dilakukan menggunakan 10 pertanyaan dalam bentuk pretest dan posttest yang dibuat berdasarkan indikator PHBS dalam PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Seluruh peserta tampak tertarik mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aktif berpartisipasi dalam diskusi dan tanya jawab serta mampu menjawab pertanyaan posttest dengan tepat. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai stunting dan PHBS yang telah diselenggarakan mampu meningkatkan pengetahuan siswa sebagai upaya pencegahan dini stunting. Upaya berkelanjutan dengan edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara rutin oleh instansi pendidikan meliputi SMP, MI, MA, SMA/K dan penyediaan fasilitas yang memadai oleh perangkat desa setempat disarankan untuk mendukung optimalisasi program pemerintah dalam rangka menurunkan prevalensi stunting nasional.Stunting was still a major nutritional problem experienced by toddlers in Indonesia, especially in the Province of West Java. Cihampelas Village is the most densely populated area in Cihampelas District, West Bandung Regency, which has the highest number of stunting under-five cases in 2022. Initial survey results show that students in the area still have inadequate knowledge regarding stunting and a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). Therefore, this community service activity aims to increase students' understanding through health education regarding stunting and prevention efforts, namely through PHBS. This health education activity was delivered to 77 target people who were grade 9 students of SMP 1 Darul Falah Cihampelas using the lecture method followed by a discussion and question and answer session. Health education activities regarding stunting and PHBS were carried out on 19th January 2023 and were attended by 77 female students. This health education program was evaluated using ten questions in the form of a pretest and posttest based on indicators of a PHBS in the PIS-PK Program (Healthy Indonesia Program with a Family Approach). All participants seemed interested in participating in the whole series of activities by actively participating in discussions and questions and answers and being able to answer posttest questions correctly. Health education activities regarding stunting and PHBS that have been held can increase student knowledge to prevent early stunting. Continuous efforts with health education carried out regularly by educational institutions, including SMP, MI, MA, and SMA/K and the provision of adequate facilities by local village officials are suggested to support the optimization of government programs to reduce the national prevalence of stunting. 
Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat Melalui Inovasi Produk Olahan Ikan di Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran di Masa Pandemic Covid-19 Dedeh Sri Sudaryanti; Andri Helmi Munawar; Ali Subrata; Ikhsan Farhat; M. Afiq Albawi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7411

Abstract

Sumber daya ikan yang melimpah di sekitar pesisir dapat meningkatkan komoditas dan peluang bisnis, namun dengan mindset masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya ikan yang masih tradisional serta masih banyak yang belum mengetahui inovasi pengolahan berbahan ikan dengan biaya yang relatif murah dan efektif juga kurangnya motivasi dan lemahnya pengetahuan teknis masyarakat mengenai inovasi berbahan baku ikan laut dalam memanfaatkan keunggulan sumber daya yang dimilik desa tersebut. Kebanyakan ikan segar dijual secara langsung kepada pemasok, padahal untuk dapat menambah nilai ekonomis, ikan bisa diolah menjadi berbagai bentuk olahan yang bergizi tinggi dan bernilai ekonomis. Oleh sebab itu, diadakan suatu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan memberikan edukasi pelatihan berbagai bentuk inovasi atau cara pengolahan ikan laut bertempat di Aula Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. Metode pelaksanaan dimulai dengan survey awal, Focus Grup Discussion (FGD), serta penyuluhan dan mendemonstrasikannya kepada target mitra yang diikuti oleh 30 peserta dengan sasarannya kader PKK, karang taruna dan warga setempat. Kegiatan pelatihan berupa edukasi mengolah ragam produk misalnya olahan mie dan bakso seafood berbahan baku ikan laut. Waktu kegiatan PkM ini adalah selama enam bulan yaitu bulan Juni sampai dengan November 2022. Hasil kegiatan mendapat feedback positif dari masyarakat, hasil penyebaraan kuesioner mengenai kepuasan mitra sebesar 81,5% dimana masyarakat dapat memanfaatkan peluang dari keunggulan potensi daerahnya sebagai desa yang kaya akan sumber daya ikan dan sebagai bentuk ketahanan pangan sekaligus nilai ekonomis bagi warga sebagai bentuk peluang bisnis.Fish resources are abundant around the coast, but with the mindset of the community in utilizing traditional fish resources and there are still many who do not know the innovation of fish-based processing at a relatively cheap and effective cost, as well as the lack of motivation and weak technical knowledge of the community about innovations made from marine fish raw materials in utilizing the advantages of the resources owned by the village. Most fresh fish is sold directly to suppliers, whereas to be able to add economic value, fish can be processed into various processed forms that are highly nutritious and economically valuable. Therefore, a community service activity was held to provide education, training, and various forms of innovation on processing marine fish at the Putrapinggan Village Hall, Kalipucang District, Pangandaran Regency. The implementation method began with an initial survey, Focus Group Discussion (FGD), and counseling, demonstrating it to target partners. It was attended by 30 participants, with the target being PKK cadres, cadets and residents. Training activities in the form of education to process a variety of products such as processed noodles and seafood meatballs made from sea fish. This PkM activity is for six months, from June to November 2022. The results of activity received positive feedback from the community, the results of distributing questionnaires regarding partner satisfaction by 81.5% where the community could take advantage of the opportunities of the potential advantages of their area as a village rich in fish resources and as a form of food security as well as economic value for residents as a form of business opportunities