cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Penerapan Early Warning System (Sistem Peringatan Dini) Kebakaran Hutan di Desa Jangkang Dua, Kabupaten Kubu Raya Medi Rosno; Muhardi Muhardi; Rahmawati Rahmawati; Muhammad Haykal Hafiz Azwan; Wahyu Nur Aqni; Jihan Rahmah Ramdlaniyah; Samueli Windovado Fau; Elsa Kurnia; Aprilina Aprilina
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7969

Abstract

Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2022 dilakukan dalam bentuk penerapan sistem peringatan dini kebakaran hutan di Desa Jangkang Dua, Kabupaten Kubu Raya. Peralatan peringatan dini kebakaran hutan dibuat berbasis Internet of Things (IoT), sehingga dapat mengirimkan informasi kebakaran secara otomatis dan real time. Kegiatan ini bermitra dengan Pemerintah Desa Jangkang Dua, Kabupaten Kubu Raya. Permasalahan mitra adalah belum diterapkannya sistem peringatan dini kebakaran hutan di Desa Jangkang Dua, padahal desa ini termasuk dalam zona rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menerapkan sistem peringatan dini kebakaran hutan dengan memasang peralatan peringatan dini dan mendorong masyarakat agar tanggap terhadap bencana kebakaran hutan. Kegiatan dilaksanakan selama 6 bulan, yaitu tanggal 27 Juni – 30 Desember 2022, oleh Himpunan Mahasiswa Geofisika (HMG) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tanjungpura. Bentuk kegiatan pada program ini yaitu sosialisasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, pemasangan peralatan peringatan dini, dan pendampingan. Kegiatan ini telah berhasil menerapkan sistem peringatan dini kebakaran hutan di Desa Jangkang Dua. Hasil evaluasi menggunakan kuesioner dengan skala Likert menunjukkan bahwa penerapan sistem peringatan dini kebakaran hutan sudah terlaksana sangat baik dengan indeks persentase sebesar 91,44%. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan sistem peringatan dini kebakaran hutan dapat mencegah kebakaran hutan sehingga mengurangi dampak kerugian dari kebakaran hutan di Desa Jangkang Dua.The 2022 Student Organization Capacity Building Program (PPK Ormawa) was implemented by applying a forest fire early warning system in Jangkang Dua Village, Kubu Raya Regency. The early warning system devices are based on the Internet of Things (IoT), so they can send fire information automatically and in real time. This activity is in partnership with the Jangkang Dua Village Government, Kubu Raya Regency. The partner's problem is that a forest fire early warning system still needs to be implemented in Jangkang Dua Village, even though this village is in a zone prone to forest and land fires. This activity aims to implement a forest fire early warning system by installing early warning system devices and encouraging the community to be responsive to forest fire disasters. The action was carried out for about six months, from 27th July – 5th December 2022, by the Geophysics Student Association (HMG), Faculty of Mathematics and Natural Science (FMIPA), Universitas Tanjungpura. The activities in this program are socialization, education, community empowerment, installation of early warning system devices, and mentoring. This activity has successfully implemented a forest fire early warning system in Jangkang Dua Village. The evaluation result using a Likert scale questionnaire showed that the implementation of the forest fire early warning system was very well implemented, with a percentage index of 91.44%. This result indicates that implementing the forest fire early warning system can prevent forest fires and reduce the impact of losses from forest fires in Jangkang Dua Village. 
KKM Tematik 1 Untirta: Kegiatan Sosial Donor Darah di Desa Tirtayasa Kabupaten Serang Banten Restu Wigati; Woelandari Fathonah; Muhammad Yusril Nasheh; Nufus Sulthonah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7910

Abstract

Darah merupakan komponen yang sangat penting sebagai alat distribusi, transportasi dan sirkulasi yang menjadi bagian di dalam tubuh manusia. Dibutuhkan sekitar 5,5 juta kantong darah setiap tahun sedangkan kebutuhan darah nasional baru terpenuhi 85 persen. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKM Untirta melalui penyuluhan dan pelaksanaan donor darah memberikan edukasi sekaligus kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah. Pentingnya donor darah secara rutin dapat membantu UTD-PMI Kabupaten Serang menjalankan tugasnya sebagai penyedia darah bagi rumah sakit yang kekurangan stok darah sehingga mampu dengan cepat menangani pasien yang membutuhkan darah. Metode yang digunakan yaitu melalui kegiatan penyuluhan dan pelaksanaan donor darah yang dilakukan oleh Unit Transfusi Darah Kabupaten Serang. Hasil kegiatan sosial penyuluhan dan donor darah dilaksanakan tanggal 25 Januari 2023 dihadiri 35 peserta, 17 orang bersedia sebagai pendonor yang berasal dari masyarakat Desa Tirtayasa Kabupaten Serang dan mahasiswa KKM kelompok 101 Untirta. Sebanyak 29,41 persen dari pendonor berhasil diambil darahnya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan usaha transfusi darah menjadi gagal diantaranya kurangnya tensi dan hemoglobin dalam tubuh. Blood is an essential component of distribution, transportation, and circulation which is part of the human body. About 5.5 million blood bags are needed yearly, while the national blood need is only 85 percent met. The purpose of community service activities by KKM Untirta students through counseling and implementation of blood donors is to provide education and public awareness to donate blood. The importance of routine blood donors can help UTD-PMI Serang Regency carry out its duties as a blood provider for hospitals that lack blood stock so that they can quickly treat patients who need blood. The method used is through outreach activities, and the implementation of blood donors carried out by the Serang District Blood Transfusion Unit. The results of social counseling and blood donation activities were carried out on January 25, 2023, attended by 35 participants, 17 people willing to become donors who came from the Tirtayasa Village community, Serang Regency, and KKM students from the 101 Untirta group. As many as 29.41 percent of the donors had their blood drawn. Several factors can cause blood transfusion attempts to fail, including a lack of blood pressure and hemoglobin in the body.
Tata Kelola Pengembangan Desa Wisata Alam “Gunung Pegat” Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo Melalui Branding Strategy Ratna Susanti; Suci Purwandari; Faizah Betty Rahayuningsih; Hanandyo Dardjito
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7671

Abstract

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 414/267 Tahun 2021, Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo ditetapkan sebagai Desa Wisata. Potensi alam yang asri di Desa Karangasem sangat strategis untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata, salah satunya wisata alam Gunung Pegat. Pemerintah Desa Karangasem bersama Bumdes dan Pokdawis menggencarkan upaya Gunung Pegat menjadi destinasi Wisata Alam baru di Sukoharjo. Akan tetapi, pengelolaan wisata alam di Gunung Pegat ini belum berkembang dan masih dijumpai kurangnya partisipasi masyarakat setempat dalam menunjang kegiatan wisata di Desa Karangasem. Pengabdian kepada masyarakat ini memiliki tujuan untuk mengatasi permasalahan  tersebut  dengan  mengadakan  pelatihan  strategi  pengembangan  desa  wisata, pelatihan pemberdayaan Pokdarwis, pelatihan pengelolaan situs web dalam menunjang pemasaran wisata, dan membuat way finding menuju Gunung Pegat. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode observasi dan wawancara kepada mitra. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 1,2 dan 26 Oktober 2022  ini menyasar pada pengelola Desa Wisata Alam Gunung Pegat Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo yang terdiri atas anggota Bumdes dan anggota Pokdarwis berjumlah 40 orang. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa strategi pengembangan desa wisata, sistem perencanaan dan pengembangan desa wisata, sistem kerja kolaboratif antar Pokdarwis, Bumdes, perangkat desa, dan masyarakat. Hasil dari kegiatan ini diharap dapat mengatasi segala permasalahan yang ada di Desa Wisata Gunung Pegat Desa Karangasem, Bulu, Sukoharjo dari sisi promosi wisata.According to the Regulation of the Regent of Sukoharjo Number 414/267, the Year 2021, Karangasem Village, Bulu, Sukoharjo, is designated as a Tourism Village. Karangasem Village's stunning natural potential is strategically placed to be developed as a tourist destination; one of the destinations is the natural tourism of Mount Pegat. The Karangasem Village Government is working harder to promote Mount Pegat as a new natural tourist destination in Sukoharjo, along with Bumdes (Village-owned Enterprise) and Pokdarwis (Tourism Awareness Group). However, the management of natural tourism on Mount Pegat has not yet been established, and there is still a lack of local community support for tourist operations in Karangasem Village. This community service aims to overcome these issues by implementing training on tourism village development strategies, Pokdarwis empowerment training, training on website management to promote tourism marketing, and creating wayfinding signage for Mount Pegat. This community service is executed using observation and interview methods with partners. This activity targeted the management of the Mount Pegat natural tourism village in Karangasem Village, Bulu, Sukoharjo, with Bumdes members and 40 Pokdarwis members. This activity produced outputs such as a tourism village development strategy, a tourism village planning and development system, and a collaborative work system between Pokdarwis, Bumdes, village officials, and the community. The results of this community service can overcome all issues in the Karangasem Village, Bulu, Sukoharjo, and Gunung Pegat Tourism Village.
Penerapan Teknik Digital Marketing pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Produk Kopi untuk Meningkatkan Daya Saing Pemasaran Rosidi Rosidi; Faizatul Amalia; Denny Sagita Rusdianto; Eriq Muhammad Jonemaro
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7524

Abstract

Digital Marketing memiliki peranan yang sangat penting dalam keberlangsungan suatu bisnis atau usaha sehingga banyak perusahaan yang sudah menerapkan Digital Marketing, dan ini menjadi salah satu strategi yang bisa dikatakan sangat efektif. Langkah yang dilakukan perusahaan tersebut tentu juga dapat diterapkan oleh UMKM. Salah satu mitra dalam kegiatan ini yaitu UMKM Kopi yang berada di Probolinggo. Aktivitas pemasaran UMKM tersebut yang dilakukan saat ini masih menggunakan media brosur, poster dan juga menggunakan media sosial serta Online Shop. Dengan melalui media sosial diharapkan jangkauan pembeli akan lebih besar. Namun berdasarkan analisis pasar, data penjualan dan media sosial, peminat dari kopi tersebut tidak sesuai yang diharapkan. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan teknik Digital Marketing agar mitra UMKM memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai cara memasarkan produk kopi dengan memperhatikan target audience, konten yang menarik, foto produk dan branding yang kuat. Dengan harapan mitra UMKM memiliki alternatif metode pemasaran yang lebih efisien. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyampaian materi, praktik pengambilan gambar dan publikasi di media sosial. Waktu pelaksanaan kegiatan ini berlangsung pada bulan Agustus-September 2022 dengan peserta sebanyak 25 orang dari UMKM Kopi. Hasil dari kegiatan ini yaitu 80% mitra UMKM mampu mengerjakan aktivitas pelatihan dengan benar dan mempublikasikan produk yang dipasarkan melalui media sosial. Simpulan dari kegiatan ini yaitu pelatihan yang telah diselenggarakan membuat mitra UMKM Kopi di Probolinggo dapat memasarkan produknya melalui media sosial dengan memperhatikan aturan dalam digital marketing.Digital Marketing has a very important role in the sustainability of a business, so it's no wonder that many companies have implemented Digital Marketing, and this is a strategy that can be said to be very effective. The steps taken by the company can certainly also be applied by MSMEs. One of the partners in this activity is UMKM Coffee in Probolinggo. The MSME marketing activities that are currently being carried out still use brochures, posters, social media, and Online Shops. Through social media, it is hoped that the reach of buyers will be greater. However, based on market analysis, sales data, and social media, coffee enthusiasts are not as expected. This activity aims to provide training and assistance in Digital Marketing techniques so that MSME partners have insights and knowledge about how to market coffee products by paying attention to the target audience, interesting content, product photos and strong branding. It is hoped that MSME partners will have alternative and more efficient marketing methods. This activity is carried out through material delivery, taking pictures and publication on social media. The implementation time of this activity took place in August-September 2022 with 25 participants from Coffee MSMEs. The results of this activity are that 92% of MSME partners can carry out training activities correctly and publish marketed products through social media. This activity concludes that the training that has been held makes Coffee MSME partners in Probolinggo able to market their products through social media by paying attention to the rules in digital marketing.
Penerapan Teknologi Pengupas Kulit Kopi Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Bisnis Cascara Liberika Di Kelurahan Mekar Jaya Kabupaten Tanjung Jabung Barat Ardiyaningsih Puji Lestari; Dede Martino; Linda Handayani; Mapegau Mapegau; Islah Hayati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7989

Abstract

Salah satu daerah penghasil kopi di kabupaten Tanjung Jabung barat adalah Kelurahan Parit Lapis Kecamatan Betara. Berdasarkan wawancara dengan Camat Betara, sebagian besar masyarakat memang bertani kopi. Persoalan utama yang dihadapi oleh mitra yang memproduksi teh Cascara Liberika adalah sulitnya mengupas kulit kopi yang secara fisik memang tebal dan besar. Masyarakat harus merendam kopi dalam waktu 12 jam dan melucuti kulit satu persatu menggunakan tangan kosong. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan produktivitas cascara Liberika sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan untuk mitra. Metode yang dilakukan adalah  membuat suatu teknologi tepat guna untuk pengupas kulit kopi sehingga masyarakat dapat mengupas kulit kopi dalam jumlah banyak per hari. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu bulan Mei–November 2021. Objek Pengabdian pada program ini adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Karang Taruna Sukarejo Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan jumlah peserta 20 orang. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Particippatory Rural Appraisal (PRA). Proses pengabdian ini dilaksanakan baik secara daring ataupun luring. Mitra sangat menyambut baik teknologi tersebut dan merasakan manfaat akan teknologi tersebut. Kegiatan ini efektif meningkatkan produktivitas teh cascara Liberika di Kelurahan  Mekar Jaya Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ke depannya, kegiatan ini akan terus berlanjut dan ditargetkan menambah alat pengupas kulit kopi pada mitra.One of the coffee-producing areas in West Tanjung Jabung district is Parit Lapis Village, Betara District. Based on interviews with the Head of the Betara Sub-District, most people are coffee farmers. The main problem faced by partners who produce Cascara Liberika tea is the difficulty in peeling the coffee skin, which is physically thick and large. People must soak the coffee within 12 hours and strip the skin one by one using their bare hands. This service activity aims to increase the productivity of Liberika's cascara so that it can have a significant economic impact on partners. The method used is to create an appropriate technology for coffee peeling so that people can peel coffee in large quantities daily. The time for carrying out community service activities is May - November 2021. The object of service in this program is the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and Sukarejo Youth Organization, Betara District, West Tanjung Jabung Regency, with 20 participants. The implementation of this community service program uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach. This dedication process is carried out both online and offline. Partners welcome this technology and feel the benefits of this technology. This activity effectively increased the productivity of Liberika cascara tea in the Mekar Jaya Village, West Tanjung Jabung Regency. This activity will continue in the future, and it is targeted to add coffee peelers to partners. 
Pemberdayaan Pemuda Melalui Budi Daya Ikan Air Tawar Menggunakan M-Bio Endang Surahman; Eko Sujarwanto; Ifa Rifatul Mahmudah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7352

Abstract

Dampak adanya pandemi COVID-19 masih dirasakan oleh kelas masyarakat tertentu walau pemerintah telah menyatakan Pandemi telah berakhir. Hal ini juga dialami oleh mayoritas warga Kampung Cibangun Kaler, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Mayoritas pemuda menganggur karena dirumahkan di masa Covid-19 dan kurang mampu berkreasi serta berinovasi dalam aktivitas yang mampu memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat. Hal ini berdampak pada ketahanan pangan masyarakat. Hasil observasi menunjukkan bahwa di kampung sasaran tersebut terdapat empang/kolam ikan dalam skala mikro dan rumah tangga. Berdasarkan keadaan tersebut tim pengabdian melaksanakan Pengabdian Masyarakat yang bertujuan untuk melatih membudidayakan Ikan air tawar menggunakan M-Bio. Sasaran Pengabdian Masyarakat adalah perwakilan pemuda yang berlokasi di Kampung Cibangun Kaler, Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam kelompok remaja masjid, karang taruna, serta warga yang memiliki kolam. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2022. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan metode Penyuluhan dan Pelatihan Langsung meliputi tahapan Penyampaian Materi, Praktek, serta Pemantauan. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan mitra telah memiliki pemahaman yang cukup terhadap penggunaan M-Bio sebagai booster dalam pakan ikan. Peserta juga telah mampu mempraktikkan budi daya ikan dengan M-Bio. Kegiatan pengabdian masyarakat untuk ketahanan pangan dengan memanfaatkan M-Bio untuk pakan ikan telah dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai indikator keberhasilan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat terkait budi daya ikan air tawar dengan M-Bio diharapkan menjadi pemicu untuk memulai dan mengelola usaha ikan air tawar secara mandiri dengan hasil yang lebih baik.The impact of the COVID-19 pandemic is still being felt by certain classes of people even though the government has declared the pandemic has ended. Most residents of Kampung Cibangun Kaler, Ciherang Village, Cibeureum District, and Tasikmalaya City also experience this. Most young people are unemployed because they are at home during the Covid-19 period and are less able to be creative and innovate in activities that can provide economic value to society. This has an impact on community food security. The observations showed that there were ponds/fish ponds on the micro and household scale in the target villages. Based on these conditions, the community service team conducted Community Service, which aimed to train freshwater fish cultivation using M-Bio. The Community Service targets youth representatives in Cibangun Kaler Village, Ciherang Village, Cibeureum District, Tasikmalaya City, who are members of a youth group for mosques, youth organizations, and residents who own fish ponds. Community Service Activities will be carried out from August to December 2022. Community Service is carried out using the Direct Counseling and Training method includes the stages of Material Submission, Practice, and Monitoring. Monitoring and evaluation results show partners have a sufficient understanding of using M-Bio as a booster in fish feed. Participants have also been able to practice fish farming with M-Bio. Community service activities for food security by utilizing M-Bio for fish feed have been carried out properly and smoothly according to indicators. Implementing community service activities related to freshwater fish farming with M-Bio is expected to be a trigger to start and manage freshwater fish businesses independently with better results.
Pengenalan dan Pelatihan Kultur Jaringan bagi Gapoktan di Kelurahan Tani Aman sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Adelia Juli Kardika; Faradilla Faradilla; Arini Rajab; Emi Malaysia; Fathiah Fathiah; Zainal Abidin; La Mudi; Roby Roby
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7611

Abstract

Mitra pada penerapan iptek masyarakat yakni gabungan kelompok tani (gapoktan) Tani Makmur dan gapoktan Kalan Luas.   Kedua mitra adalah merupakan kelompok tani yang berada di Kelurahan Tani aman Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda.  Permasalahan yang dihadapi mitra adalah hasil panen tanaman sayur yang kurang berkualitas karena serangan hama dan penyakit mengakibatkan banyaknya hasil panen seperti sayur-sayuran menjadi rusak sehingga menjadi kurang laku sehingga para petani mengalami penurunan pendapatan serta banyaknya lahan yang masih kosong tidak termanfaatkan karena kondisi tanah yang asam.  Kelompok tani ini memiliki keinginan kuat untuk dapat menghasilkan jenis tanaman pertanian lain yang dapat dijadikan alternatif untuk ditanam dan meningkatkan pendapatan.  Untuk menyelesaikan permasalahan mitra, metode yang digunakan adalah memberikan pengenalan dan pelatihan teknik perbanyakan tanaman secara kultur jaringan.  Teknik ini menawarkan budidaya tanaman yang cepat dalam waktu singkat, tanaman yang dihasilkan sehat, seragam dan unggul serta tidak tergantung musim. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah memberikan pengenalan dan peningkatan ilmu pengetahuan dan keterampilan metode kultur jaringan skala rumah tangga serta menjadikannya sebagai wirausaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan.  Adapun tahapan program PkM yaitu pengenalan teknik kultur jaringan, pemberian materi dalam presentasi dan pemutaran video, diskusi, pelatihan, serta pendampingan kultur jaringan skala rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan selama 4 bulan, dari bulan Juli-Oktober 2022 di Laboratorium Kultur Jaringan Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini ada 25 orang yang terdiri 10 orang dari gapokatan Tani Makmur dan 15 orang dari gapoktan Kalan Luas. Hasil kegiatan PkM adalah setelah mengikuti pelatihan kultur jaringan, peserta menjadi mengetahui dan mengenal teknik kultur jaringan sebagai salah satu cara memperbanyak tanaman secara modern. Keterampilan dan pengetahuan para peserta menjadi meningkat. Peserta pelatihan mempraktikan  tahapan dalam kultur jaringan yang meliputi   cara pemilihan tanaman induk, sterilisasi, pembuatan media, penanaman dan aklimatisasi.  Adanya keinginan dan antusius dari para peserta untuk  menjadikan kultur jaringan sebagai wirausaha baru.Partners in the application of community science and technology, namely the farmer group association (gapoktan) Tani Makmur and the Kalan Luas farmer group association. The two partners are farmer groups in the Farmer Village, Loa Janan Ilir District, Samarinda City. The problem faced by partners is that the yields of vegetable crops are of poor quality due to pests and diseases, resulting in many crops, such as vegetables, being damaged so that they become less marketable farmers experience a decrease in income and the large amount of land that is still vacant is not utilized due to acidic soil conditions. This farmer group strongly desires to produce other crops that can be used as alternatives to be planted and increase income. To solve partner problems, the method provides an introduction and training in plant propagation techniques by tissue culture. This technique offers fast plant cultivation in a short time; the resulting plants are healthy, uniform and superior and do not depend on the season. Community service activities aim to provide an introduction and increase in knowledge and skills in household-scale network culture methods and to make them new entrepreneurs who can increase their income. The stages of the PKM program are an introduction to tissue culture techniques, provision of material in presentations and video screenings, discussions, training and household scale tissue culture assistance. This activity was carried out for four months, from July to October 2022, at the Tissue Culture Laboratory of the Plantation Plant Cultivation Study Program, Samarinda State Agricultural Polytechnic. The number of participants who participated in this training was 25 people consisting of 10 people from the Tani Makmur Gapokatan and 15 from the Kalan Luas Gapoktan. The results of the PKM activities were that after participating in tissue culture training, the participants learned and recognized tissue culture techniques to reproduce plants in a modern way. The skills and knowledge of the participants increased. The training participants practised the stages of tissue culture, which included selecting mother plants, sterilizing, making media, and planting and acclimatizing. There is a desire and enthusiasm from the participants to make network culture a new entrepreneur. 
Pelatihan Daring Open Journal System bagi Calon Penulis Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ULM Muhammad Rafiek; Rusma Noortyani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7936

Abstract

Mahasiswa baru program studi magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia belum semua mengetahui cara register dan login untuk submit artikel di laman Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (JBSP). Oleh karena itu, pelatihan daring pengenalan sistem jurnal terbuka (Open Journal System) ini sangat penting untuk memperkenalkan cara register dan login hingga submit (mengirim) artikel. Pengetahuan ini sangat penting untuk menunjang kemampuannya dalam menulis artikel dan mengirim artikel ke jurnal terakreditasi minimal SINTA peringkat 4. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan cara register dan login untuk submit artikel ke laman jurnal nasional terakreditasi SINTA peringkat 4 bernama JBSP. Peserta pengabdian ini adalah 8 orang mahasiswa baru program studi magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2022/2023. Metode pengabdian ini adalah pemaparan materi dan praktik langsung register sebagai calon penulis dan pembaca JBSP melalui google meet dengan dipandu dua orang narasumber. Google meet dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 11 Maret 2023 dan Sabtu, 18 Maret 2023. Hasil pengabdian ini adalah 8 orang mahasiswa baru program studi magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun akademik 2022/2023 berhasil melakukan register dan login sebagai calon penulis dan pembaca di laman JBSP. Simpulannya adalah semua peserta pelatihan daring dapat melakukan register dan login di jurnal terakreditasi SINTA peringkat 4, yaitu JBSP.New students of the Indonesian Language and Literature Education master's study program do not all know how to register and log in to submit articles on the Language, Literature, and Learning Journal (JBSP) page. Therefore, this online training on the introduction of the open journal system (Open Journal System) is very important to introduce how to register and login to submit (send) articles. This knowledge is very important to support his ability to write articles and send articles to accredited journals at least SINTA rank 4. This training aims to introduce and implement how to register and login to submit articles to the 4th rank SINTA accredited national journal page called JBSP. The participants of this service are 8 new students of the Indonesian Language and Literature Education master's study program for the 2022/2023 academic year. This method of service is the presentation of material and direct practice of registering as prospective JBSP writers and readers through Google Meet guided by two speakers. Google meet will be held on Saturday, March 11, 2023 and Saturday, March 18, 2023. The result of this service is that 8 new students of the Indonesian Language and Literature Education master's study program for the 2022/2023 academic year have successfully registered and logged in as prospective writers and readers on the JBSP page. The conclusion is that all online training participants can register and log in to the 4th rank SINTA accredited journal, namely JBSP.
Workshop Pendampingan Literasi Guru Matematika SMP Dengan Pendekatan Konteks Sosial Budaya Kutai di Kabupaten Kutai Kartanegara Petrus Fendiyanto; Nanda Arista Rizki; Achmad Muhtadin; Ikmawati Ikmawati; Auliaul Fitrah Samsudin; Kurniawan Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7692

Abstract

Literasi matematika menggunakan konteks sosial budaya masyarakat sekitar siswa akan membantu siswa dalam memaksimalkan kemampuan literasi matematikanya. Kegiatan workshop etnomatematika ini ditujukan kepada guru matematika SMP di Kabupaten Kartanegara agar dapat membuat dan mengembangkan soal literasi matematika dengan pendekatakan konteks sosial budaya masyarakat Kutai. Model pembelajaran yang dilakukan selama kegiatan menggunakan model Project Based Learning (PjBL), yang dimulai tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penutup. Sejumlah 28 guru matematika SMP berpartisipasi dalam kegiatan ini. Seluruh peserta mengumpulkan tugas proyek individu dan kelompok. Di akhir kegiatan, peserta diberi angket respon selama mengikuti workshop dan diperoleh nilai rata-rata di atas 80%. Konteks sosial budaya masyarakat kutai yang digunakan dalam soal literasi meliputi ulap doyo, tas anjat, baju manik-manik, amplang, tradisi Erau, dan objek wisata Desa Pela. Desain soal-soal literasi matematika dikumpulkan untuk menyempurnakan modul workshop dan telah mendapatkan HKI.Mathematical literacy using the socio-cultural context of the community around students will help students maximize their mathematical literacy skills. This ethnomathematics workshop activity is aimed at junior high school mathematics teachers in Kartanegara Regency, so they can create and develop mathematical literacy questions by approaching the social–cultural context of the Kutai community. The workshop participants were given a Project-based learning (PjBL) model during the activity. This activity started from the preparation, implementation, and closing stages. The participants in this workshop are 28 junior high school mathematics teachers. All participants were given an activity response questionnaire at the end of the workshop and obtained an average value above 80%. Workshop participants can design mathematical literacy questions using the socio-cultural context of the Kutai people. The context used includes doyo ulap, anjat bag, manik-manik dress, amplang, Erau tradition, and Pela village tourist attraction. Mathematical literacy problem designs were collected to complete the workshop module and have been copyrighted. 
Penerapan Produk Fitobiotik Jamu Ternak Ramah Lingkungan pada “Kelompok Ternak Balanipa” Polewali Mandar Sulawesi Barat Najmah Ali; Siti Nuraliah; Hendro Sukoco; Besse Mahbuba We Tenri Gading; Agustina Agustina; Irma Susanti S; Takril Takril; Dahniar Dahniar; Nurfadilah Nurfadilah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.7529

Abstract

Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam meramu “jamu ternak” berdasarkan formulasi ransum, yaitu penyusunan berdasarkan angka kecukupan nutrisi ternak. Kegiatan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada tanggal 22 November 2022 di “Kelompok Ternak Balanipa” Kelurahan Balanipa Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar.  Anggota kelompok mitra adalah kelompok peternak ayam dan sapi. Pelaksanaan pelatihan, meliputi 1.  Pemberian materi pelatihan dengan topik “Manajemen Usaha Kecil”. Memperkenalkan mitra mengenai manajemen usaha kecil, di dalamnya menjelaskan tentang aspek pemasaran, aspek produksi, aspek permodalan dan keuangan, dan aspek sumber daya manusia. 2. Pemberian materi pelatihan dengan topik “Pembuatan jamu ternak”.  Pada sesi ini disampaikan 2 topik materi yaitu pembuatan jamu untuk ternak sapi dan ternak unggas.    Setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan, terjadi penambahan pengetahuan dan kesadaran para anggota kelompok ternak “KT Balanipa” Kelurahan Balanipa Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar tentang pentingnya manajemen usaha kelompok ternak dan pembuatan jamu ternak.  Hal tersebut dapat dilihat dari perbandingan skor hasil kuesioner awal dan akhir dari 17 anggota kelompok ternak, terdapat peningkatan pengetahuan peternak dari 25%  menjadi 70% yang paham dan tahu betul tentang jamu ternak dan kelebihan-kelebihannya jika diberikan pada ternak. This activity aims to develop the knowledge and skills of breeders in concocting "livestock herbs" based on a ration formula, namely preparation based on livestock nutritional adequacy figures. This PKM program activity was carried out on November 22, 2022, at the "Balanipa Cattle Group" in Balanipa Village, Balanipa District, Polewali Mandar Regency. Members of the partner group are groups of chicken and cattle breeders. Implementation of training, including 1. Provision of training materials on the topic "Small Business Management." Introducing partners regarding small business management, in which they explain marketing, production, capital, financial, and human resource aspects. 2. Provision of training materials on "Making herbal medicine for livestock". In this session, two material topics were presented, namely the manufacture of herbal medicine for cattle and poultry. After counseling and training, additional knowledge and awareness of the members of the livestock group "KT Balanipa" Balanipa Village, Balanipa District, Polewali Mandar Regency was carried out regarding the importance of managing livestock groups and making livestock herbal medicine. This can be seen from comparing the scores of the initial and final questionnaire results of 17 members of the livestock group. There was an increase in farmers' knowledge from 25% to 70% who understood and knew very well about herbal medicine and its advantages when given to livestock.