cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Pelatihan Pembuatan Modul Proyek Pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) Terintegrasi Mitigasi Bencana Alam dalam Kurikulum Merdeka Belajar Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah; Madlazim Madlazim; Eko Hariyono; Nurita Apridiana Lestari; Ladika Zuhrotul Wardi; Lugas Haryo Pradigdo; Irsyad Yusuf Santoso; Faradila Aulia' Alifteria; Mahmud Mahmud
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6939

Abstract

Tujuan penulisan artikel Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk menganalisis respons peserta pelatihan pembuatan modul proyek pembelajaran STEAM terintegrasi mitigasi bencana alam dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 7 Juli 2022 hingga 26 September 2022. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini meliputi kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran STEAM terintegrasi mitigasi bencana alam dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Peserta pelatihan merupakan guru-guru di SMP dengan latar belakang berbagai bidang studi. Peserta terdiri dari 15 orang guru dan 1 staff tata usaha. Pelatihan diawali dengan materi pentingnya integrasi mitigasi bencana alam dalam pembelajaran, STEAM learning, overview Kurikulum Merdeka Belajar khu­susnya dalam penguatan profil pelajar Pancasila, serta inspirasi modul proyek berbantuan alat peraga terrarium biekosistem untuk topik bencana iklim. Setelah dibentuk kelompok, pembimbingan dan pendampingan dilakukan melalui WhatsApp Group dan laporan pro­gress kelompok dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom meeting. Berdasarkan hasil angket, peserta pelatihan memberikan respons positif terhadap kegiatan pelatihan dan pendampingan pembelajaran STEAM terintegrasi mitigasi bencana alam dalam Kurikulum Merdeka. Peserta merasa mendapatkan manfaat dari pelatihan yang diberikan, mendapat­kan gambaran tentang implementasi Kurikulum Merdeka, mendapatkan gambaran tentang proyek penguatan profil pelajar Pancasila, juga merespons positif terhadap komunikasi penyampaian materi oleh narasumber serta pelatihan yang dilaksanakan. Pendampingan peserta menghasilkan beberapa tema modul proyek, yakni: biopori, rain water harvesting, mitigasi bencana gunung meletus, dan kearifan lokal desain rumah di daerah rawan longsor.This community service article aims to analyze the responses of the training participants in the creation of STEAM learning project modules integrated with natural disaster mitigation in the independent learning curriculum. The activity was carried out from 7 July 2022 to 26 September 2022. The method used in this community service activity included training and mentoring in making project modules to strengthen the Pancasila student profile through STEAM learning integrated with natural disaster mitigation in implementing the independent learning curriculum. The training participants are teachers in junior high schools with backgrounds in various fields of study. Participants consisted of 15 teachers and one administrative staff. The training begins with material on the importance of integrating natural disaster mitigation into learning, STEAM learning, an overview of the independent learning curriculum, especially in strengthening the Pancasila student profile, as well as inspiration for project modules assisted by the bi-ecosystem terrarium teaching aids for the topic of climate disasters. After the group is formed, guidance and assistance are carried out through the WhatsApp Group, and group progress reports are carried out online through the Zoom meeting application. Based on the questionnaire results, the training participants positively responded to the integrated STEAM training and learning assistance activities on natural disaster mitigation in the independent curriculum. Participants feel that they have benefited from the training provided, got an overview of the implementation of the independent curriculum, got an overview of the project to strengthen the Pancasila student profile, and responded positively to the communication of material delivery by resource persons and the training carried out. The assistance of the participants resulted in several project module themes, namely: bio pore, rainwater harvesting, mitigation of volcanic eruptions, and local wisdom in designing houses in landslide-prone areas.
Sosialisasi Model Scientific Critical Thinking (SCT) untuk Pembelajaran Daring Era Pandemi Iriani Bakti; Atiek Winarti; Muhammad Kusasi; Baseran Nor; Gunawan Sabilillah; Ahmad Baihaki; Rima Yanti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7930

Abstract

Adanya guru-guru yang mengalami kendala dalam pengelolaan pembelajaran daring karena kurang memahami model-model pembelajaran yang digunakan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru terhadap penerapan Model Scientific Critical Thinking (SCT) di era daring dalam upaya meningkatkan self-regulation, berpikir kritis, dan self-efficacy bagi peserta didik. Adapun jumlah peserta kegiatan pengabdian sebanyak 77 orang yang terdiri atas guru-guru tingkat SMA dan SMK se-Kalimantan Selatan dan mahasiswa FKIP ULM. Kegiatan pengabdian menggunakan aplikasi zoom cloud meeting pada bulan Oktober-Desember 2021. Tahap persiapan dimulai dengan melakukan diskusi dengan guru-guru terkait permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran daring, penyusunan panduan dan materi sosialisasi. Tahap pelaksanaan berupa penyampaian materi tentang Model SCT dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Tahap evaluasi dengan membagikan kuesioner dalam upaya mengukur pemahaman dan antusias peserta terhadap Model SCT. Adapun hasil yang diperoleh adalah guru-guru lebih memahami Model SCT beserta kelebihan dan kekurangannya dalam proses pembelajaran serta antusias untuk menerapkannya di sekolah sebagai usaha untuk meningkatkan self-regulation, berpikir kritis, dan self-efficacy bagi peserta didik.Some teachers experience problems managing online learning because they do not understand the learning models. This service aims to increase teachers' understanding of applying the Scientific Critical Thinking (SCT) Model in the online era to increase students' self-regulation, critical thinking, and self-efficacy. The number of participants in the community service activity was 77 high school and vocational school teachers from South Kalimantan and ULM FKIP students. Community service activities use the zoom cloud meeting application in October - December 2021. The first step in the planning stage is to discuss with teachers the difficulties of online learning. Next comes the creation of guidelines and outreach materials. Delivering information on the SCT Model and students' critical thinking abilities is part of the implementation step. During the evaluation stage, questionnaires were distributed to participants to gauge their knowledge of and excitement for the SCT Model. The results are that teachers better understand the SCT Model and its advantages and disadvantages in learning. They are enthusiastic about implementing it in schools to increase student self-regulation, critical thinking, and self-efficacy.
Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi Siberas sebagai Upaya Percepatan Pelayanan Publik bagi Masyarakat Desa Lasilawa Suhartini Khalik; Najirah Umar; M Yasser Fedayyen; Suardi Zain; Siti Nurhayati
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7680

Abstract

Pesatnya perkembangan dan penggunaan teknologi informasi (TI) sekarang ini menawarkan berbagai kemudahan untuk melakukan segala aktivitas. Salah satu pemanfaatan TI adalah dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa yang dapat memudahkan dalam penyediaan data dan informasi administrasi pemerintahan desa dengan cepat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim pengabdi melakukan pendampingan pemanfaatan aplikasi Siberas bagi aparat dan masyarakat di Desa Lasiwala sebanyak 26 orang. Kegiatan PkM ini berlangsung pada bulan september 2021, dimulai dari tahap update data Siberas oleh aparat dengan bersinergi dengan tim PkM sampai pelaksanaan pendampingan pada tanggal 21-22 september 2021. Adapun metode pelaksanaan PkM terdiri atas: (1) penyediaan data kependudukan yang akan diinput pada aplikasi Siberas; (2) pendampingan pemanfaatan aplikasi Siberas bagi aparat desa dan masyarakat Desa Lasiwala dilaksanakan dengan cara pemaparan materi dan praktik langsung penggunaan aplikasi Siberas; (3) materi PkM berupa cara penggunaan aplikasi Siberas kepada aparat desa dan masyarakat Desa Lasiwala; dan (4) deskripsi pelaksanaan kegiatan. Setelah pendampingan berlangsung, dilakukan evaluasi dengan penyebaran kuesioner untuk melihat tingkat keberhasilan pelaksanaan PkM. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa peserta membutuhkan aplikasi Siberas sebagai pendukung efektivitas pelayanan publik sebesar 86%, membantu mempermudah pengguna dalam memanfaatkan aplikasi sebesar 81%, membantu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri dalam menggunakan aplikasi sebesar 86% dan yang menyatakan sangat membutuhkan pelatihan agar dapat menggunakan aplikasi Siberas sebesar 90%. Pemanfaatan Siberas didukung kebiasaan peserta PkM menggunakan internet (93%).  Adapun kendala dalam PkM ini adalah koneksi internet yang tidak stabil. Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan bahwa pemanfaatan IT dalam pelayanan publik di tingkat desa dapat memudahkan aparat desa maupun masyarakat untuk mendapatkan informasi dan layanan dengan cepat.The rapid development and use of information technology (IT) now offer various conveniences for all activities. One of the uses of IT is in village administration activities which can quickly facilitate the provision of data and information on village government administration. Through PkM activities, the community service team assisted in using the SIBERAS application for 26 officers and the community in Lasiwala village. This PkM activity will take place in September 2021, starting from the SIBERAS data updating stage by officials in synergy with the PkM team until the implementation of assistance on September 21-22, 2021. The PkM implementation method consists of (1) provision of population data which will be inputted to the SIBERAS application; (2) assisting the use of the SIBERAS application for village officials and the Lasiwala village community is carried out by means of the presentation of material and direct practice of using the SIBERAS application; (3) PkM materials in the form of how to use the SIBERAS application for village officials and the Lasiwala village community; (4) Description of activity implementation. After the mentoring took place, an evaluation was carried out by distributing questionnaires to see the level of success of the PkM implementation. The results of the questionnaire show that participants need the SIBERAS application to support the effectiveness of public services by 86%, help make it easier for users to use the application 81%, help increase motivation and confidence in using the application by 86% and those who say they need training to be able to use the SIBERAS application by 90%. The use of SIBERAS is supported by the habits of PkM participants using the internet (93%). The obstacle in this PkM is an unstable internet connection. Based on these results, it is concluded that the use of IT in public services at the village level can make it easier for village officials and the community to get information and services quickly..
Optimalisasi Kemampuan Guru dalam Menyusun Bahan Ajar Fisika Berbasis Lingkungan Lahan Basah dalam Setting Multimodel untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sarah Miriam; Abdul Salam M; Dewi Dewantara; Aulia Agustina; Baginda K A R Sianipar; Asyafaah Asyafaah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7553

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah mengatasi dua isu utama pengabdian yakni isu SDGs dengan prioritas isu pendidikan bermutu, serta isu revolusi karakter bangsa yang berkaitan dengan isu prioritas tentang identitas kebangsaan, yakni marginalisasi budaya. Mitra yang terlibat adalah Forum MGMP Fisika Kabupaten Tapin. Forum ini merupakan wadah bagi Guru Mata Pelajaran Fisika di Kabupaten Tapin yang memegang peranan penting untuk meningkatkan kompetensi guru Fisika. Tim melaksanakan workshop penyusunan bahan ajar fisika berbasis lingkungan lahan basah dalam setting multimodel untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Kegitan dilaksanakan dalam tiga tahap yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni-September 2022. Pada akhir kegiatan, disimpulkan bahwa mitra telah memahami dan mampu menyusun bahan ajar fisika berbasis lingkungan lahan basah dalam setting multimodel untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Dengan demikian, apa yang telah dilatihkan kepada guru mitra dapat dijadikan alterntif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.The purpose of this activity is to address the two main issues of service, namely the SDG's issue with priority issues of quality education and the issue of national character revolution related to the priority issue of national identity, namely cultural marginalization. The partner involved is the Tapin Regency Physics MGMP Forum. This forum is for Physics Subject Teachers in Tapin Regency who play an important role in increasing the competence of Physics teachers. The team conducted a workshop on preparing physics teaching materials based on a wetland environment in a multi-model setting to improve students' problem-solving abilities. Activities are carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. This activity was carried out in June-September 2022. At the end of the activity, it was concluded that the partners had understood and were able to develop physics teaching materials based on wetlands in a multi-model setting to improve students' problem-solving abilities. Thus, what has been trained by partner teachers can be used as an alternative to improving students' problem-solving abilities.
Pemberdayaan Himpunan Mahasiswa elalui Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Menjadi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Andi Nova; Brema Bangun; M Anas Surimeirian; Julio Roberto; Ruhama Desy M; Boby Helmi; Rinaldi Aditya; Agung Nugroho; Andrew Rinaldi Sinulingga
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8366

Abstract

Pengelolaan ruang terbuka menjadi tanaman obat merupakan program pengabdian dengan merevitalisasi lahan tidak terawat menjadi Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pengelolaan ruang terbuka dengan pemberdayaan Himpunan mahasiswa pendidikan jasmani (HIMADIKJAS) dan bermitra dengan masyarakat Dusun Bukit Paya Bujuk Seulemak, Kec. Langsa baru, Kota Langsa. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 5-11 Desember 2022. Metode pelaksanaan kegiatan dengan 4 tahap yaitu tahap persiapan, pengerjaan, pembenihan dan sosialisasi. Tujuan kegiatan adalah mengelola ruang terbuka yang tidak difungsikan menjadi tanaman obat keluarga, menjadi taman edukasi obat-obatan tradisional dan meningkatkan pemahaman masyarakat serta mahasiswa pentingnya tanaman obat tradisional sebagai obat alternatif untuk penyembuhan. Jenis tanaman obat yang ditanam adalah jenis yang sering digunakan seperti kunyit, kencur, temu lawak, jahe, dan serai. Pengelolaan lanjutan ruang terbuka kota di lahan sepanjang 1.200 meter yang diserahkan kepada masyarakat Dusun Bukit pasca pengelolaan jika dirawat dan berhasil dipanen, hasilnya dapat diperjual belikan kepada masyarakat sekitar. Konsep ini tentunya dapat menjadi program swadaya penghasilan tambahan kepada masyarakat secara berkelanjutan.Managing open spaces into medicinal plants is a service program revitalizing unkempt land into family medicinal plants (TOGA). Management of open spaces by empowering the Physical Education Student Association (HIMADIKJAS) and partnering with the people of Bukit Paya Village, Bujuk Seulemak, Kec. New Langsa, Langsa City. The activity was carried out from 5-11 December 2022. The method for implementing the activity was in 4 stages: preparation, work, seeding and socialization. The activity aims to manage open spaces not used as family medicinal plants, become educational parks for traditional medicines, and increase public and student understanding of the importance of traditional medicinal plants as alternative medicines for healing. The types of medicinal plants planted are the types that are often used, such as turmeric, kencur, temu lawak, ginger, and lemongrass. Continued management of urban open space on 1,200 meters of land was handed over to the Dusun Bukit community. After management, if it is cared for and successfully harvested, the results can be traded to the surrounding community. This concept can certainly be a self-help program for additional income for the community in a sustainable manner.
Assistance in Making Dynamic Electricity KITs Based on Scientific Argumentation Skills for Physics Teachers in Sidoarjo Senior High School Utama Alan Deta; Muhammad Nurul Fahmi; Alfi Nurlailiyah; Ria Rusmawati; Mita Anggaryani; Budi Jatmiko
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6919

Abstract

Physics learning cannot be separated from studying abstract concepts and practical activities to help students understand concepts in real terms. In the learning process, practical tools are needed to made easily and used in learning. The limited equipment in the laboratory is one of the obstacles to the lack of optimal learning activities, especially in practical activities. Therefore, teachers are required to be more creative and innovative in utilizing the tools around them so they can be used as practical tools. Dynamic electricity is also seen as an abstract concept requiring a practicum so that students can understand the concept real and meaningfully. Then, the other obstacle is scientific argumentation skills that still need to be better trained or not contained in the learning materials. It makes students' skills in scientific argumentation still lacking. The solution is: Synergize with the Physics Senior High School Teachers in Sidoarjo. They are trained through training to make physics practicum tools. Thus, the training participants can make these practical tools, can arrange student worksheets according to these tools and based on scientific argumentation skills. They can apply them in learning at their school. The result of this training is that the response of the Physics Senior high school teachers to the materials and demonstrations is very enthusiastic and interesting. This is evidenced by the average response questionnaire results of 3.44 with the maximum value of the questionnaire being 4. The maximum value obtained based on the response questionnaire is 3.66 and the lowest is 3.28.
Peran Self-Regulated Learning dalam Mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh Hanrezi Dhania Hasnin; Ika Purnama Sari; Tri Astari; Masriatus Sholikhah; Bagus Kuncoro
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7666

Abstract

Awal tahun 2020 pandemi covid-19 menyebabkan para siswa mengikuti pembelajaran dari rumah melalui jaringan internet yang dikenal dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dalam PJJ, siswa dituntut memiliki kemampuan belajar mandiri atau dikenal dengan istilah self-regulated learning (SRL) sehingga dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan SRL kepada para siswa dilakukan untuk memperluas wawasan siswa mengenai berbagai strategi belajar mandiri agar mereka dapat menjadi pembelajar mandiri. Partisipan pelatihan ini adalah seluruh siswa kelas 6 di SDIT BBS Kota Bogor yang berjumlah 68 orang, terdiri dari 33 orang laki-laki dan 35 orang perempuan dengan rentang usia 10 tahun hingga 12 tahun. Metode pelatihan SRL ini diberikan berupa konsep dan praktik kepada siswa. Konsep SRL yang digunakan berasal dari Barry Zimmerman dan Dale Schunk. Dari hasil pelatihan yang dilakukan pada tanggal 29 September 2021 ini diketahui bahwa siswa memahami SRL secara komprehensif sebanyak 44,9%, kebiasaan yang paling banyak dilakukan siswa adalah mengatur waktu belajar sebanyak 40,5%, siswa memahami bahwa diri sendiri yang menentukan keberhasilan belajar sebanyak 41,1% dan mengetahui berbagai jenis strategi SRL sebanyak 58%. Strategi SRL ini tepat digunakan dalam belajar terutama dalam PJJ karena mampu mendorong kemandirian siswa dalam belajar serta mengurangi ketergantungan pada guru dan orang tua dalam belajar.In early 2020 the Covid-19 pandemic caused students to take part in learning from home via an internet network known as distance learning (PJJ). In PJJ, students are required to have the ability to learn independently or known as self-regulated learning (SRL), so that they can adapt to circumstances. Community service in the form of SRL training for students is carried out to broaden students' insights regarding various independent learning strategies so that they can become independent learners. The participants of this training were all 6th-grade students at SDIT BBS Bogor City, totalling 68 people, consisting of 33 boys and 35 girls ranging from 10 to 12 years. This SRL training method is given in the form of concepts and practices to students. The SRL concept used comes from Barry Zimmerman and Dale Schunk. The results of the training conducted on September 29, 2021, found that students understood SRL comprehensively 44.9%, the habit that most students were setting study time by 40.5%, students understood that they determined learning success by 41.1%, and 58% knew various types of SRL strategies. This SRL strategy is appropriate for use in learning, especially in PJJ, because it can encourage student independence in learning and reduce dependence on teachers and parents in education.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Articulate Storyline sebagai Dasar Media Pembelajaran Online Berbasis Android untuk Guru-Guru di Sman 1 Bintan Timur Kabupaten Bintan Adam Fernando; Dios Sarkity; Bony Irawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7879

Abstract

Belum banyak guru di sekolah yang mengetahui tentang aplikasi Articulate Storyline, termasuk guru-guru di sekolah mitra. Kemudian, aplikasi seperti Web APK Builder yang belum banyak diketahui oleh mitra dapat digunakan untuk memaksimalkan media pembelajaran ini untuk dikonversi menjadi media pembelajaran mobile berbasis Android. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis memberikan solusi melalui suatu pelatihan yang dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menghasilkan sebuah buku Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dapat dijadikan solusi dan menunjang pelaksanaan kegiatan pelatihan ini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan metode pelatihan. Kegiatan pelatihan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi di SMAN 1 Bintan Timur mulai bulan April sampai dengan November 2022. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 30 orang guru. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu memberikan keterampilan yang sangat baik kepada peserta. Kemudian, peserta memberikan respon baik dan bisa merasakan manfaatnya. Penggunaan buku TTG yang dihasilkan telah memudahkan para peserta untuk menghasilkan media pembelajaran inovatif berbasis Android.Only a few school teachers know about the Articulate Storyline application, including teachers in partner schools. Then, the teacher can use applications such as the Web APK Builder that partners need to be more widely known to maximize this learning media by limiting it to Android-based mobile learning media. Based on these problems, the authors provide a solution through training that can optimize the use of the application. This service aims to produce an appropriate technology book (TTG) that can be used as a solution and support the implementation of this training activity. This PKM activity uses the training method. The training activities are carried out through three stages: planning, implementing and evaluating at SMAN 1 East Bintan from April to November 2022. Thirty teachers attended this activity. Based on the results of the activities that have been carried out, this activity provided excellent skills to the participants. Then, participants gave good responses and could feel the benefits. The use of appropriate technology books produced has made it easier for participants to create innovative Android-based learning media.
Potensi Pengembangan Madu Kelulut (Trigona spp) Desa Wisata Kelulut Kalimantan Barat Sadiyah Eladawiyah; Sri Mulyani; Mohammad H Holle; Tria Patrianti; Mawar Mawar
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7660

Abstract

Madu Kelulut salah satu produk unggulan Desa Wisata Temajuk Kalimantan Barat memiliki nilai jual yang tinggi yang perlu ditingkatkan pengembangannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan madu kelulut di Desa Wisata Temajuk, Kalimantan Barat.  Metode kegiatan ini terdiri dari (1) potensi Madu Kelulut, (2) Pengembangan pemasaran madu kelulut, (3) Pemecahan masalah. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Nopember – 3 Desember 2022 dengan 5 peternak madu kelulut desa Temajuk, Kalimantan Barat.  Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, para peternak madu kelulut mengetahui dan melakukan pengembangan pemasaran madu kelulut dengan kemasan yang lebih baik serta pemecahan masalahnya melalui; meningkatkan pengetahuan peternak lebah kelulut mengenai budidaya madu kelulut secara benar, memberikan pemahaman manajemen pemasaran melalui teknologi digital di media sosial, e commerce, dan market place. Kemudian melakukan branding produk madu kelulut dengan kemasan yang menarik dan kualitas bagus; membuat jejaring pemasaran. Sehingga implikasi dari pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan masyarakat dalam pengembangan madu kelulut (Trigona spp) mulai dari peternakan lebah kelulut, pengemasan dan pemasaran di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia.Kelulut Honey, one of the superior products of the Temajuk Tourism Village, West Kalimantan, has a high selling value that needs to be developed further. This service aims to discover the potential for developing Kelulut honey in the Temajuk Tourism Village, West Kalimantan. The method of this activity consists of (1) the potential of Kelulut Honey, (2) the Development of Kelulut honey marketing, and (3) Problem-solving. The activity was carried out on November 23 - December 3 2022, with 5 Kelulut honey breeders in Temajuk village, West Kalimantan. As a result of this community service activity, Kelulut honey breeders know and carry out developments in marketing Kelulut honey with better packaging and solving the problem by; increasing the knowledge of Kelulut beekeepers regarding the cultivation of Kelulut honey properly, providing an understanding of marketing management through digital technology on social media, e-commerce, and market places. Then branding Kelulut honey products with attractive packaging and good quality; create a marketing network. So that the implications of this community service can increase public knowledge in the development of Kelulut honey (Trigona spp), starting from Kelulut beekeeping, packaging and marketing in the border areas of Indonesia and Malaysia. 
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Dagusibu Obat Skabisida Topikal Saftia Aryzki; Iwan Yuwindry
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.7284

Abstract

: Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau (kutu kecil) yaitu Sarcoptes scabieis varietas hominis. Penyakit tersebut merupakan masalah kesehatan masyarakat terutama di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dagisibu obat skabisida topical dan cara pemakaian melalui ceramah langsung serta pemberian brosur. Pengabdian dilaksanakan di Balai Kecamatan Pemurus Luar pada hari Sabtu 18 Juni 2022 dengan jumlah peserta 54 orang. Peserta dengan kelompok usia lebih dari 50 tahun merupakan target usia pertama pada pengabdian ini. Tahap awal pelaksanaan yaitu pemberian edukasi, setelah itu dilakukan diskusi tanya jawab dan terakhir tahap evalusi hasil dari kegiataan. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi dengan rata-rata nilai untuk pretest sebesar 100.000 dan posttest sebesar 100.000. Kesimpulan dari kegiatan ini hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi terkait DAGUSIBU bahwa sebelum adanya pemaparan (pre-test) memiliki presentase pengetahuan sebanyak 30%, sedangkan sesudah pemaparan (post-test) mengalami peningkatan dengan presentase sebanyak 39%. Scabies is a skin disease caused by mites (small lice), namely Sarcoptes scabies varieties hominins. The disease is a public health problem, especially in tropical and subtropical climates. This community service aims to increase public knowledge about the Dagitibu Topical Scabetic Drugs and how to use them through direct lectures and giving brochures. The dedication was held at the Pemuru Luar District Hall on Saturday, 18 June 2022, with 54 participants. Participants with an age group of more than 50 years are the first age target in this service. The initial stage of implementation is the provision of education; after that, a question and answer discussion is carried out and finally, the evaluation stage of the results of activities. The activity's success is evaluated by providing a pretest and posttest. The evaluation results showed increased public knowledge after education, with an average value for a pretest of 100,000 and a posttest of 100,000. The conclusion from this activity, the evaluation results show an increase in public knowledge after being given education related to Dagusibu that before the presentation (pretest), had a percentage of knowledge of 30%, whereas after the posttest) increased with a percentage of 39%.