cover
Contact Name
Muhammad Erfan
Contact Email
muhammaderfan@unram.ac.id
Phone
+6282325653225
Journal Mail Official
jurnal@prospek.unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Brawijaya No.22, Cakranegara Selatan, Kec. Cakranegara, Kota Mataram Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PROGRES PENDIDIKAN
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27213374     EISSN : 27219348     DOI : https://doi.org/10.29303/prospek
PROGRES PENDIDIKAN merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel hasil penelitian dan kajian studi literatur dalam bidang pendidikan dasar. Bidang pendidikan dasar ini mencakup, model pembelajaran, evaluasi pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran dan lima mata pelajaran utama pada jenjang pendidikan dasar (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PPKN, dan Matematika).
Articles 231 Documents
IMPLEMENTASI KEGIATAN MARKET DAY SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN LITERASI KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Septiani, Vergie Ardika; Bunga Avriliatama, Dinda; Is Inaya, Salsyabila; Muallipah, Muallipah; Nurfadhillah, Aii; Restiani, Mawita; Ferdiyanto, Ferry
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan Market Day sebagai upaya menumbuhkan literasi kewirausahaan pada siswa sekolah dasar. Tantangan utama yang dihadapi dalam pendidikan kewirausahaan di Tingkat dasar Adalah kurangnya pengalaman langsung dan pemahaman kontekstual siswa terhadap dunia usaha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SDN Kanggraksan Kota Cirebon dengan subjek 59 siswa kelas VI. ata dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Market Day efektif meningkatkan literasi kewirausahaan siswa pada tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dari segi pengetahuan, siswa memahami konsep dasar kewirausahaan seperti penghitungan modal dan keuntungan; dari segi keterampilan, siswa mampu bekerja sama, berkomunikasi, dan mengelola keuangan sederhana; sedangkan dari segi sikap, siswa menunjukkan kemandirian, tanggung jawab, dan kejujuran. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi dan minat berwirausaha sejak dini serta memperkuat nilai gotong royong yang sejalan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek melalui Market Day terbukti menjadi strategi efektif dalam mengintegrasikan nilai, pengetahuan, dan keterampilan kewirausahaan di sekolah dasar.
PENERAPAN METODE MENDONGENG BERBASIS ANIMASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA KELAS IV SD NEGERI 097323 DOLOK HATARAN Sidabutar, Melisa Nur Asima; Karo-Karo, Romaida; Siboro, Apriana Sari Desi
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan metode mendongeng berbasis animasi dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa Sekolah Dasar. Rendahnya keterampilan berbicara di kalangan siswa sekolah dasar merupakan masalah yang perlu dipecahkan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental one group pretest-posttest design. Dapat dijelaskan bahwa untuk melakukan langkah awal ialah melakukan validasi ke sekolah yang berbeda dan data diperoleh melalui tes pilihan berganda sebanyak 20 soal yang disebarkan pada siswa kelas IV SD Negeri 122381 Pematangsiantar yang terdiri dari 22 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes pilihan ganda yang berjumlah 16 soal setelah di validasi. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa kelas IV SD Negeri 097323 Dolok Hataran, dengan sampel 13 siswa. Analisis data yang digunakan adalah Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji T Berpasangan. Berdasarkan halis uji t, nilai t hitung sebesar 8,39>t tabel 1,7959. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode mendongeng berbasis animasi dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa Sekolah Dasar. Dapat disimpulkan bahwa Ha menerima sedangkan Ho menolak, yaitu terdapat peningkatan keterampilan berbicara pada Kelas IV SD Negeri 097323 Dolok Hataran.
IMPLEMENTASI FLASHCARD UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MURID PADA MATERI IDENTITAS DIRI KELAS IV SDN 1 BEBENGAN Nainggolan, Dian Angelina; Qonitun, Norma; Maharani, Naya Jian; Muti'ah, Shafa Navisa Nurul; Nuraeni, Rina
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media flashcard dalam meningkatkan keaktifan belajar dalam materi ‘Identitas Diri’ kelas 4 SDN 1 Bebengan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi melalui subjek penelitian meliputi bapak guru kelas 4, dan murid kelas 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid sangat senang apabila menggunakan media visual dan kegiatan yang melibatkan mereka. Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada materi ‘Identitas Diri’ di kelas IV SDN 1 Bebengan menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keaktifan belajar murid. Hal ini terlihat dari kesesuaian antara karakteristik murid, kebutuhan pembelajaran, serta respon terhadap praktik penggunaan media yang diterapkan peneliti. Guru menjelaskan bahwa murid akan lebih antusias ketika terlibat dalam aktivitas langsung, seperti diskusi, praktik sederhana, maupun penugasan yang membuat mereka bergerak. Hasil observasi selama proses pembelajaran menunjukkan bahwa murid tampak aktif saat memasangkan kartu bergambar keberagaman dengan kartu jenis perbedaan. Penggunaan flashcard tidak hanya meningkatkan keaktifan belajar, tetapi juga membantu murid memahami konsep ‘Identitas Diri’ melalui media yang sederhana dan mudah diingat. Hasil penelitian ini menunjukkan signifikasi terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong penerapan media pembelajaran yang inovatif, serta kemampuan guru dalam membangun suasana kelas yang menyenangkan. Pemahaman terhadap penggunaan media flashcard ini memberikan kontribusi penting dalam membangun kemampuan murid pada saat proses pembelajaran.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA DI SEKOLAH DASAR MAWAR 7 BANJARMASIN BERBASIS LAHAN BASAH Nur, Siti Hasny; Suriansyah, Ahmad; Harsono, Arta Mulya Budi
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1432

Abstract

Penurunan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar menjadi persoalan yang menghambat kualitas pembelajaran dan hasil belajar pada berbagai mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana berkurangnya kegiatan pembiasaan disekolah dasar mempengaruhi kemampuan dasar siswa dalam memahami bacaan dan menyelesaikan soal berbasis konteks kehidupan nyata, serta implikasinya terhadap hasil belajar dan motivasi siswa. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa di SDN Mawar 7 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen hasil pembelajaran untuk mendapatkan pemahaman terkait dinamika pembelajaran di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan literasi dan numerasi dipengaruhi oleh berkurangnya kegiatan pembiasaan sekolah akibat adanya rehabilitasi dan relokasi ruang kelas, rendahnya motivasi belajar, serta perbedaan kemampuan individual siswa. Hal itu berdampak pada menurunnya hasil belajar siswa. Sekolah telah melakukan upaya melalui pembelajaran berdiferensiasi, evaluasi berkala, dan kolaborasi dengan orang tua. Penelitian ini berkonstribusi untuk memperjelas bahwa kegiatan pembiasaan literasi dan numerasi harus dijalankan secara konsisten dan kolaboratif melalui peran kepala sekolah, guru, dan orang tua untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta menghindari penurunan kemampuan dasar siswa di sekolah.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN TELUK TIRAM 1 Al-Qibthia, Vidianata; Ahmad Suriansyah; Arta Mulya Budi Harsono
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1433

Abstract

Strategi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI pada pembelajaran IPAS berperan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis bagaimana strategi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI pembelajaran IPAS di sekolah dasar, mengidentifikasi dampaknya terhadap siswa, tantangan yang di hadapi guru dan solusi dari tantangan tersebut. Kajian ini memakai pendekatan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus beserta sumber data  berupa observasi serta wawancara, analisis penelitian ini dilaksanakan pada kelas VI disekolah SDN Teluk Tiram 1 yang menerapkan pembelajaran IPAS. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa guru menerapkan beberapa strategi, penggunaan media konkret, dan penguatan pemahaman melalui diskusi. Keberhasilan strategi sangat dipengaruhi dari kemampuan guru dalam mengajarkan materi IPAS dan kesiapan perangkat pembelajaran. Penelitian ini menemukan bahwa tantangan muncul pada saat materi IPA dan IPS yang kadang tidak berhubungan serta kurangnya materi IPAS  pada buku siswa, akan tetapi dalam penelitian ini juga berisi solusi dari tantangan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi guru mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS, apabila direncanakan secara teratur. Temuan ini berpotensi memberikan kontribusi dalam mengembangkan praktik pembelajaran IPAS yang lebih efektif di sekolah dasar.
PENERAPAN KARTU AKSI HAK DAN KEWAJIBAN (KAHK) BERBASIS CTL MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VI SD PANCASILA Simanjuntak, Santi Yohana; Widodo, Susilo Tri; Rawung, Diana
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1437

Abstract

Pembelajaran hak dan kewajiban di Sekolah Dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kurangnya pemahaman siswa dalam membedakan kedua konsep tersebut serta rendahnya fokus belajar selama pembelajaran berlagsung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas penerapan Kartu Aksi Hak dan Kewajiban (KAHK) berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas VI SD Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan guru, dan siswa. Analisis data melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan KAHK, siswa sering mengalami kesulitan memahami materi karena kurangnya media konkret dan perbedaan kemampuan belajar di dalam kelas. Guru juga mengatasi kendala seperti siswa kurang fokus, bermain saat pembelajaran, serta adanya beberapa siswa yang belum menangkap inti materi meskipun sudah berusaha mengikuti pembelajaran. Penerapan KAHK berbasis CTL mambantu mengatasi kendala tersebut dengan menghadirkan situasi nyata, aktivitas klasifikasi, dan diskusi reflektif yang membuat siswa lebih fokus, aktif, dan antusias. Temuan ini menunjukkan bahwa KAHK berbasis CTL efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai hak dan kewajiban sekaligus memperbaiki motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.
PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING MELALUI KOLABORASI GURU TERHADAP LITERASI DAN NUMERASI SISWA DI SDN TATAH MESJID 2 BARITO KUALA Pratiwi Nugroho, Irmawati Eko; Suriansyah, Ahmad; Budi Harsono, Arta Mulya
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1438

Abstract

Kemampuan membaca dan berhitung sangat penting dalam pendidikan abad ke-21. Ini menekankan betapa pentingnya pembelajaran yang bermakna dan kerjasama yang efesien antar instruktur. Namun, belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai penerapan pembelajaran mendalam di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus di kelas I SDN Tatah Mesjid 2. Informasi dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan media nyata dan terlibat dalam kegiatan eksplorasi. Permainan tradisional dan aktivitas manipulatif membantu memperkuat pemahaman dasar siswa. Pembelajaran reflektif diterapkan untuk meningkatkan pengetahuan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Forum KKG dan kerjasama guru ini memperlancar kegiatan menyusun dan merencanakan pembelajaran serta memberikan inovasi untuk mengatasi tantangan. Menggabungkan pembelajaran menyeluruh dengan kerjasama guru menghasilkan pembelajaran yang adaptif dan bermakna secara keseluruhan.
STRATEGI GURU MENGOPTIMALKAN PEMBELAJARAN DENGAN KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA DI SDN TATAH MESJID 2 Nupita, Rika; Budi Harsono, Arta Mulya; Suriansyah, Ahmad
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1440

Abstract

Salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar berupa ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dalam mengoptimalkan pembelajaran di tengah keterbatasan fasilitas fisik di SDN Tatah Mesjid 2. Menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini melakukan eksplorasi mendalam melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, dengan unit analisis guru kelas 1 di lokasi yang belum pernah terjamah literatur. Temuan utama menunjukkan bahwa guru secara efektif mengadaptasi pembelajaran dengan mengandalkan faktor manusia, yaitu kreativitas, daya adaptasi, dan improvisasi sebagai kompensasi utama. Strategi yang signifikan meliputi perencanaan yang realistis, pemanfaatan barang bekas seperti piring kertas dan kaset sebagai media alternatif, serta penyisipan aktivitas motorik untuk menjaga antusiasme siswa usia dini. Penelitian ini berkontribusi mengisi kekosongan literatur kualitatif yang membuktikan bahwa daya adaptasi guru adalah kompensasi utama keterbatasan sarana, sekaligus menghasilkan panduan praktis bagi sekolah dengan kendala fasilitas serupa.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI PARTNER PERENCANAAN PEMBELAJARAN GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI TATAH MESJID 2 Helnisa, Nida; Budi Harsono, Arta Mulya; Suriansyah, Ahmad
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media sosial sebagai partner perencanaan pembelajaran guru di Sekolah Dasar Negeri Tatah Mesjid 2. Dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial, terutama aplikasi TikTok, dapat memudahkan guru dalam mencari informasi perencanaan pembelajaran yang relevan. Penerapan media sosial dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, kreativitas, dan hasil belajar siswa, serta meminimalisir tantangan dan hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menyarankan agar guru dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat bantu dalam perencanaan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA SD Senida Putri, Gladistiana Syawal Dinah; Budi Harsono, Arta mulya; Suriansyah, Ahmad
PROGRES PENDIDIKAN Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/prospek.v7i1.1444

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahanrendahnya kreativitas siswa sekolah dasar akibatpembelajaran yang masih berfokus pada hasil akhir, bukanpada proses berpikir kreatif. Tujuan penelitian ini adalahmendeskripsikan penerapan model Project Based Learning(PJBL) berbasis kearifan lokal sebagai upayameningkatkan kreativitas siswa di SDN Pangeran 1 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode studikasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melaluiwawancara semi-terstruktur dan observasi langsungterhadap guru, kepala sekolah, serta siswa kelas V dan VI yang terlibat dalam proyek melukis pot bermotifsasirangan. Analisis dilakukan secara interaktif melaluitahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulanuntuk memahami proses implementasi PJBL berbasiskearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwapenerapan PJBL berbasis kearifan lokal efektif dalammenumbuhkan kreativitas siswa, terlihat dari kemampuanmenghasilkan ide baru, memodifikasi pola dan warna, sertamenciptakan karya yang orisinal. Pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai budaya daerah juga meningkatkankerja sama, rasa bangga terhadap identitas lokal, dan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Kendala sepertiketerbatasan fasilitas dapat diatasi melalui kerja samadengan pihak luar, pelatihan guru, serta dokumentasidigital kegiatan. Secara keseluruhan, model PJBL berbasiskearifan lokal tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga memperkuat karakter dan nilai budaya siswasebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.