cover
Contact Name
Rustam Hasyim
Contact Email
geocivicunkhair@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
geocivic@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Geocivic
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23014334     EISSN : 27223698     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/geocivic.v1i1
Jurnal Geocivic dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun yang terbit 2 kali dalam setahun, memuat tulisan dosen, praktisi, dan mahasiswa bidang ilmu pendidikan sosial. Setiap terbitan memuat sebanyak 6-15 naskah artikel dengan fokus kajian meliputi: Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Pembelajaran Geografi, Pembelajaran Hukum, Pembelajaran Ekonomi, pembelajaran Bidang ilmu sosial dan humaniora, serta Studi literatur bidang ilmu Humaniora
Articles 241 Documents
DAMPAK SOSIAL PERUSAHAN HARITA GROUP TERHADAP MINAT PENDIDIKAN GENERASI MUDA STUDI KASUS DI DESA SOLIGI KECAMATAN OBI SELATAN HALMAHERA SELATAN Sampela, Trisani; Djumat, Irwan; Kamisi, Mohtar; Misrina, Misrina
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.9896

Abstract

This study aims to: analyze the Social Impact of Harita Group Company on the Educational Interest of the Young Generation in Soligi Village, to find out and map the Supporting and Inhibiting Factors of Harita Group Company on the Educational Interest of the Young Generation Case Study in Soligi Village. The research method used is qualitative research with a case study approach and sampling purpose. The results of the study show that: The Social Impact of Harita Group Company on the Education of the Young Generation in Soligi Village, South Obi District, South Halmahera, has a very bad impact on the future of the young generation in Soligi Village.
PERAN GURU PPKN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER RELIGIUS PADA SISWA SMA NEGERI 5 KOTA TERNATE Abdullah, Jainudin; Yusuf, Jusan Hi
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.10149

Abstract

Penanaman nilai-nilai karakter religius merupakan bagian penting dalam membentuk kepribadian siswa yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui proses pembelajaran dan keteladanan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru PPKn dalam menanamkan nilai-nilai karakter religius pada siswa di SMA Negeri 5 Kota Ternate serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PPKn di SMA Negeri 5 Kota Ternate berperan sebagai fasilitator, motivator, dan teladan dalam membina karakter religius siswa, seperti nilai keimanan, toleransi antarumat beragama, kejujuran, dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui integrasi dalam materi pelajaran, kegiatan pembiasaan religius di sekolah, serta melalui pendekatan pribadi kepada siswa. Namun demikian, terdapat beberapa hambatan yang dihadapi, seperti kurangnya partisipasi orang tua, pengaruh lingkungan luar sekolah, serta keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendukung penguatan karakter religius siswa secara berkelanjutan,
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK KELAS X MA DARUL KHAIRAAT TAFAMUTU KOTA TERNATE PADA PELAJARAN GEOGRAFI Samili, Asnita Ode; Adjam, Syarifuddin; Hasim, Jainudin; Muhammad, Mina H.
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.9900

Abstract

This study aims to determine the application of the Project Based Learning (PBL) learning model in increasing the activeness of class X students of MA Darul Khairaat Tafamutu, Ternate City in Geography subjects. Student activeness during the learning process is an important factor that influences the success of learning, but so far the activeness of students in class X is still relatively low. The PBL model was chosen as an innovative solution because it places students as the center of learning through active involvement in projects relevant to Geography material. This study uses the classroom action research (CAR) method which is implemented in several cycles. Data were collected through observations of student activeness, interviews, motivation questionnaires, documentation, and assessment of learning outcomes. Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively to measure the increase in student activeness and response to the application of PBL. The results of the study showed that the application of the Project Based Learning learning model significantly increased student activeness in the Geography learning process. Students became more enthusiastic, actively asked questions, discussed, and collaborated in completing projects. In addition, learning motivation and understanding of Geography concepts also increased. Obstacles encountered during implementation can be overcome by improvements in each learning cycle.
ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP REKLAMASI PANTAI KALUMATA Yusuf, Jusan Hi; Safrudin, Irfani
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.10150

Abstract

Penelitian ini membahas tentang adaptasi masyarakat terhadap reklamasi pantai Kalumata. Dengan latar belakang sebuah fenomena yang ramai di kalangan masyarakat Kota Ternate pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan dampak yang disebabkan oleh reklamasi pantai Kalumata, dan (2) mengidentifikasi adaptasi masyarakat Kalumata terhadap reklamasi pantai Kalumata. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode peneltian deskriptif kualitatif dengan cara menentukan sampel melalui teknik purposive sampling dengan memilih beberapa informan yang memiliki karakter yang telah ditentukan oleh peneliti yang mengetahui tentang reklamsi pantai di Kalumata, Ternate Selatan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data melalui berbagai tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik keabsahan data, menggunakan triangulasi data.Hasil penelitian menunjukan bahwa reklamasi pantai Kalumata yang belum terselesaikan kini mempengaruhi beberapa komponen dalam kehidupan masyarakat Kalumata misalanya (1) dampak yang ditimbulkan dalam aspek ekologis yaitu terjadi kerusakan lingkungan fisik seperti kerusakan ekosistem laut akibat penimbunan tanah yang sangat luas di lokasi reklamasi, kemudian punahnya ekosistem mangrove yang dianggap sebagai ketahanan tanah akibat abrasi pantai, dan juga pencemaran sampah yang menumpuk di lokasi antara reklamasi pantai dan juga rumah warga. (2) Masyarakat yang mulai mencari pekerjaan sampigan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari misalnya dengan menjadi kuli bangunan, tukang ojek, dan kerja lainya. (3) Lokasi reklamasi pantai Kalumata yang kini belum terselesaikan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai lahan untuk menenam taberbagai jenis sayuran dan tanaman yang lain yang bisa di konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DALAM MATA PELAJARAN PPKN KELAS X DI SMA NEGERI 6 KOTA TERNATE Umasangaji, Rizal; Kamisi, Mohtar; Wicaksono, Muhammad Arif
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.9941

Abstract

Based on the results of research carried out by researchers, there are still many students and teachers who are confused about the implementation of the independent curriculum regarding the implementation of the independent curriculum. One of them is in Civics subjects. Therefore, teachers must know more about the application of the independent curriculum to the learning process in schools. Teachers must also understand that assessments, teaching modules and other components in the independent curriculum and the 2013 curriculum are very different. The independent curriculum is a form of refinement of the 2013 curriculum, of course it has received a variety of responses from several teachers, students and parents. From several related parties, there are some who support it and there are also many who complain about the changes to the independent curriculum that have been implemented. Obstacles The implementation of the independent curriculum at SMA Negeri 6 Ternate City in class X PPKN subjects is still experiencing several obstacles. Especially in relation to teachers' lack of understanding. As well as students' difficulties understanding in class and still adapting.
URGENSI IDENTITAS NASIONAL DI ERA MODERN Pobela, Mohamad Ramsliyanto; Hasim, Rustam; Yusuf, Mukhtar
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.10283

Abstract

Identitas Nasional sebagai suatu kesatuan ini biasanya dikaitkan dengan nilai keterikatan dengan Tanah Air (ibu pertiwi), yang terwujud identitas atau jati diri bangsa dan biasanya menampilkan karakteristik tertentu yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain, yang pada umumnya dikenal dengan istilah kebangsaan atau nasionalisme. Rakyat dalam konteks kebangsaan tidak mengacu sekadar kepada mereka yang berada pada status sosial yang rendah akan tetapi mencakup seluruh struktur sosial yang ada. Semua terikat untuk berpikir dan merasa bahwa mereka adalah satu. Bahkan ketika berbicara tentang bangsa, wawasan kita tidak terbatas pada realitas yang dihadapi pada suatu kondisi tentang suatu komunitas yang hidup saat ini, melainkan juga mencakup mereka yang telah meninggal dan yang belum lahir. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa hakikat identitas Nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya dalam Pembukaan beserta UUD Negara RI Tahun 1945, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik, moral, tradisi serta mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normatif diterapkan di dalam pergaulan baik dalam tataran Nasional maupun internasional dan lain sebagainya.
RABAS SOWAN: METODE MERAWAT BUDAYA ISLAM DESA BUSUA KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Yunus, Basam B.; Hasim, Rustam; Wibowo, Irham
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.9844

Abstract

Rabas Sowan adalah tradisi unik yang dilakukan oleh masyarakat Desa Busua, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, khususnya selama bulan Ramadhan. Tradisi ini memiliki nilai-nilai pendidikan Islam yang mendalam dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat setempat.Rabas Sowan merupakan ritual yang dilakukan pada malam hari, tepatnya pukul 18.00 WIT, dengan menyiapkan berbagai bahan seperti pohon pisang, tebu, daun kelapa, kertas minyak, balon, ketupat, dan kue tradisional. Bahan-bahan ini dihias menjadi "pohon Sowan" yang kemudian dirabas (dipukul) oleh anak-anak. Setelah itu, mereka berkeliling ke rumah warga untuk meminta sedekah berupa makanan atau uang. Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama dan makan bersama di rumah warga yang dikunjungi. Tradisi ini biasanya dilakukan pada malam ke-27 Ramadhan, yang diyakini sebagai malam Lailatul Qadar.Dengan demikian, Rabas Sowan bukan hanya sekadar tradisi budaya, tetapi juga merupakan sarana pendidikan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.
PERAN DIGITALISASI DALAM MENDUKUNG REFORMASI BIROKRASI: STUDI KASUS PADA INSTANSI PEMERINTAH KOTA TERNATE Amalia, Rasti; Karianga, Hendra
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.9946

Abstract

Bureaucratic reform is an urgent need to improve the quality of state civil servants and realize good governance in Indonesia. Bureaucracy is often considered complicated, slow and unprofessional. To overcome this problem, the bureaucracy has intensified the principle of "Digital Serving" in providing public services, because digital services are a demand that will be able to get closer to the community. However, it is necessary to optimize the implementation of Dilan (Digital Serving) because the nature of digital transformation is not only changing ordinary services to online or by building applications in the public and civil society areas evenly.The problem of bureaucratic digitalization above, the purpose of this writing is to see how the digitalization of bureaucracy and public services changes within the scope of the state and civil society as the main elements of the basis of democratization in a modern country. The research method of normative bureaucratic ethics and the institutional organizational approach within the framework of the statute approach, conceptual approach, and analytical approach, Bureaucratic and institutional material tracing techniques using document study techniques, and study analysis using qualitative analysis. bureaucratic digitalization must be fulfilled within the bureaucracy, namely the ability to adapt structurally and functionally, as well as the readiness of its human resources in public services and civil society
MERAJUT KARAKTER TOLERANSI MELALUI GERAKAN PRAMUKA DI SMA NEGERI 7 HALMAHERA BARAT Hasmawati, Hasmawati; Rajaloa, Nani; Udin, Hamdan
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.10488

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui upaya membangun dan merajut karakter toleransi melalui pelaksanaan kegiatan pramuka di SMA Negeri 7 Halmahera Barat serta, (2) untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pembentukan karakter toleransi peserta didik melalaui kegiatan pramuka di SMA Negeri 7 Hamahera Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakasek kesiswaan, Pembina pramuka, ketua osis dan anggota pramuka. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian dalam artikel ini sebagai berikut; (1) Pelaksanaan kegiatan Pramuka di SMA Negeri 7 Halmahera Barat telah berjalan dengan efektif dan baik karena telah melakukan beberapa upaya untuk mengembangkan karakter toleransi peserta didik melalui kegiatan Kepramukaan yaitu kegiatan perkemahan penerimaan tamu Ambalan, perkemahan kenaikan tingkat, mengikuti Raimuna Nasional, dan Scot Competition. Pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler yang didukung oleh program kerja dan dapat membentuk serta menumbuhkan karakter toleransi peserta didik seperti saling membantu sesama teman, saling menghargai perbedaan, gotong royong, atau kerja sama (2) Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pembentukan karakter toleransi peserta didik melalui pelaksanaa kegiatan Pramuka di SMA Negeri 7 Halmahera Barat, faktor pendukung internal (dari dalam diri) yaitu kesadaran, sikap, pengalaman, pengetahuan, dan faktor eksternal yaitu kompetensi yang dimiliki pembina, teman sebaya atau faktor pendukung lainya seperti dukungan dari pihak sekolah, pembina Pramuka, anggaran atau dana BOS, orang tua, atribut perkemahan, dan program kerja.Selanjutnya masyarakat juga memberi dukungan dalam kegiatan yang telah diprogramkan oleh anggota Pramuka seperti bakti sosial, penghijauan dengan masyarakat setempat sehingga karakter toleransi dapat dibentuk dengan baik. Sedangkan faktor penghambat pembentukan karakter toleransi peserta didik faktor internal: kondisi fisik peserta didik dan kurangnya motivasi dari dalam diri, faktor eksternal: pengaruh teman sebaya dan orang tua juga merupakan salah satu faktor penghambat pembentukan karakter toleransi melalui pelaksanaan kegiatan Pramuka.
PERAN LEMBAGA KEPOLISIAN DALAM MENANGANI PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KOTA TERNATE Hasmawati, Hasmawati; Yusuf, Mukhtar; Kaledar, Amri
Jurnal GeoCivic Vol 8, No 1 (2025): Edisi 2025
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v8i1.10487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peran kepolisian dalam menangani penyalahgunaan narkoba dan (2) mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pihak kepolisian dalam menangani penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat khususnya di wilayah Ternate, Maluku Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa (1) Peran institusi Polres Ternate dalam menangani penyalahgunaan narkoba. Pertama, cara melakukan pendekatan sosialisasi terhadap masyarakat untuk melihat berbagai karakter masyarakat yang terjerumus dalam penggunaan narkoba dan pengedar narkoba setelah di cari tahu lalu kemudian ada yang dapat mencurigakan langsung dari pihak Saturan Reserse (Satres) Narkoba dapat melakukan pengamanan terhadap tersanka terlebih dahulu kemudian melakukan proses secara hukum. Kedua, Peran institusi Polres Ternate dalam menangani penyalahgunaan narkoba sudah sangat baik dalam menjalani tugas sebagai kepala satuan reserse narkoba dan penyidik dalam penanganan terhadap pelaku pengguna narkoba itu sudah sangat baik terhadap masyarakat dan demi kenyamanan bersama warga masyarakat Kota Ternate. (2) Faktor yang mendukung yaitu adanya dukungan dari masyarakat yang dapat memberikan kemudahan dan kelancaran kinerja Polres Ternate khususnya Satres Narkoba dalam mengungkap kasus-kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang terjadi khususnya wilayah Ternate. Sedangkan faktor penghambat adalah adanya keterlambatan anggaran dana yang menjadi kendala Satres Polres Ternate dalam melaksanakan upaya-upaya penanganan narkoba di wilayah Ternate, serta sebagian masyarakat yang takut memberikan informasi kepada pihak Satres Narkoba Polres Ternate terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat.