cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
codevelopmen@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
codevelopmen@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No. 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27214990     EISSN : 27215008     DOI : https://doi.org/10.31004/cdj.v2i3.2897
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,523 Documents
PEMANFAATAN EKOSISTEM MANGROVE DI EKOWISATA HUTAN MANGROVE KELURAHAN OESAPA BARAT, KOTA KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR Sipayung, Roni Haposan; Marimpan, Lusia Sulo; Pramatana, Fadlan; Sinaga, Pamona Silvia; Semarabawa, I Gede
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29735

Abstract

Ekosistem mangrove saat ini menjadi fokus pengembangan yang sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim. Salah satu aplikasi pemanfaatan ekosistem mangrove adalah melalui kebijakan blue carbon (karbon biru). Di Indonesia ekosistem mangrove memiliki peranan yang paling besar dalam penyerapan karbon karena sekitar 17 persen karbon dunia berada di daerah pesisir pulau-pulau yang ada di Indonesia. Selain peranannya terhadap penyerapan karbon dunia, pemanfaatan ekosistem mangrove juga dapat berupa rekreasi/ekowisata, peningkatan produk ekonomi, dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya. Ekosistem Mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang saat ini masih dimanfaatkan hanya sebagai tujuan wisata padahal potensi pemanfaatan yang dimiliki di dalamnya sangat banyak. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang tinggal di daerah ekosistem mangrove Kelurahan Oesapa Barat terkait dengan pemanfaatan ekosistem mangrove dan potensi yang ada di dalamnya. Metode penyuluhan kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode focus group discussion mengenai  pengelolaan ekosistem mangrove dengan materi seperti pemanfaatan ekosistem mangrove dan pengenalan produk-produk ekonomi mangrove. Penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang baru kepada masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem mangrove sehingga bukan hanya jasa ekologisnya/jasa lingkungan saja yang dapat dioptimalkan namun juga secara ekonomi membantu kesejahteraan masyarakat sekitar ekosistem mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang.
OPTIMALISASI PERAN APOTEK HIDUP DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DAN KESEHATAN KELUARGA DI DESA GUNUNG TUA JAE Siregar, Hari Penata; Irawan, Feri; Tanjung, Akhir Abadi; Harahap, Khoirinnysa; Overita, Indriati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29750

Abstract

Desa Gunung Tua Jae merupakan salah satu desa di Indonesia yang menghadapi tantangan dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan keluarga. Sebagian besar masyarakat desa ini berprofesi sebagai petani. Namun, masih terdapat permasalahan terkait dengan ketahanan pangan dan kesehatan keluarga di desa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan upaya dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga di desa tersebut. Ketahanan pangan menjadi isu penting yang perlu diperhatikan, terutama di daerah pedesaan. Masalah ketahanan pangan di desa Gunung Tua Jae dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti keterbatasan lahan, kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya tanaman pangan, serta minimnya diversifikasi pangan lokal. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat-obatan lokal, serta terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengoptimalkan peran Apotek hidup di desa Gunung Tua Jae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Apotek hidup telah berperan signifikan dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan keluarga di Desa Gunung Tua Jae. Apotek hidup tidak hanya menyediakan akses yang mudah terhadap tanaman obat dan rempah lokal, tetapi juga memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang cara mengelola serta memanfaatkan tanaman obat tersebut. Hal ini telah meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesehatan dan nutrisi, serta mengurangi ketergantungan pada obat-obatan modern yang mahal dan sulit dijangkau.
KEGIATAN PEMERIKSAAN KESEHATAN TELINGA SEBAGAI DETEKSI DINI PADA POPULASI WANITA LANJUT USIA Ernawati, Ernawati; Firmansyah, Yohanes; Gunaidi, Farell Christian; Geoffrey Christian Lo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.29753

Abstract

Telinga memiliki mekanisme pembersihan alami terhadap kotoran atau serumen telinga yang berlebihan. Praktik pembersihan telinga, seperti memasukkan benda ke dalam liang telinga seperti cotton bud, batang korek api, dan benda lainnya yang biasa digunakan untuk membersihkan telinga dapat menimbulkan risiko cedera. Kotoran telinga atau serumen berfungsi melindungi telinga dari debu dan partikel asing. Namun, akumulasi kotoran telinga yang berlebihan, terutama pada orang lanjut usia, dapat mengganggu pendengaran dan meningkatkan risiko infeksi. Oleh karena itu, pemeriksaan fisik telinga sebagai deteksi dini sangat penting dilakukan pada lansia. Kegiatan ini menggunakan metodologi PDCA (Plan-Do-Check-Act) untuk melakukan pemeriksaan telinga pada kelompok lanjut usia di Gereja St. Fransiskus Asisi, Jakarta. Hasil pemeriksaan fisik diketahui terdapat 7 (19,4%) responden memiliki gendang telinga kanan yang tidak dapat dinilai, 2 (5,6%) responden memiliki gendang telinga kiri yang perforasi, 7 (19,4%) responden mengalami serumen prop pada telinga kanan serta 3 (8,3%) responden mengalami serumen prop pada telinga kiri. Edukasi kepada lanjut usia tentang pentingnya praktik pembersihan telinga dengan cara yang tepat sangat penting untuk kesehatan telinga secara keseluruhan. Hal ini dapat membantu mencegah cedera dan menjaga kesehatan pendengaran.
PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MENGENAI PENYAKIT GINJAL KRONIS MELALUI EDUKASI SKRINING FUNGSI GINJAL Hendrawan, Siufui; Alvianto, Fidelia; Lumintang, Valentino Gilbert
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29755

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan kondisi medis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan, yang dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining fungsi ginjal dan edukasi mengenai PGK dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan deteksi dini PGK pada populasi lanjut usia. Metode PDCA diterapkan dalam kegiatan ini yang dilaksanakan dengan melakukan sesi edukasi dan skrining fungsi ginjal. Hasil skrining menunjukkan rata-rata usia peserta 74,05 tahun dengan 20,4% laki-laki dan 79,6% perempuan. Sebanyak 86% memiliki kadar kreatinin normal, sementara 14% mengalami hiperkreatininemia. Laju filtrasi glomerulus (eLFG) rata-rata adalah 62,89 mL/menit/1,73 m², dengan 50,5% responden memiliki eLFG normal dan 49,5% mengalami penurunan eLFG. Analisis jenis kelamin menunjukkan 84,2% laki-laki dan 86,5% perempuan memiliki kadar kreatinin normal, dengan 15,8% laki-laki dan 13,5% perempuan mengalami hiperkreatininemia. Hasil ini menekankan pentingnya pemantauan rutin fungsi ginjal dan edukasi kesehatan dalam upaya pencegahan dan manajemen PGK pada lansia, sehingga diharapkan dapat terjadi peningkatan kualitas hidup dan pengurangan risiko komplikasi PGK pada lansia.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM RANGKA EDUKASI DAN SKRINING OBESITAS, DIABETES MELLITUS TIPE II, DAN HIPERURISEMIA PADA MASYARAKAT DI COMMUNITY CENTER RW 08, CIPONDOH TANGERANG METABOLIK PADA LANJUT USIA Santoso, Alexander Halim; Setia, Nicholas; Jaya, I Made Satya Pramana; Setiawan, Fiona Valencia; Fransisco, Melkior Michael
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29756

Abstract

Obesitas, Diabetes Mellitus tipe 2 (DM II), dan hiperurisemia merupakan penyakit tidak menular yang umum dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan secara global. Obesitas dapat diukur menggunakan indeks massa tubuh (BMI) dan persentase lemak tubuh, dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. DM II ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang berhubungan erat dengan gaya hidup tidak sehat dan obesitas, serta memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia. Hiperurisemia, yang disebabkan oleh kadar asam urat tinggi, terkait dengan konsumsi makanan tinggi purin dan dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan disfungsi ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat di Community Center RW 08, Cipondoh, Tangerang menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA) untuk edukasi dan skrining kesehatan. Hasil skrining menunjukkan prevalensi obesitas sebesar 61%, diabetes 9%, dan hiperurisemia 4% di antara 100 peserta. Program ini menekankan pentingnya edukasi dan skrining kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, deteksi dini, dan pengelolaan efektif kondisi ini. Inisiatif ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan dengan menyediakan layanan kesehatan yang sesuai budaya dan mempromosikan perubahan perilaku positif.
PENGOLAHAN BUAH MANGGA (MANGIFERA INDICA L) KLONAL 21 MENJADI PRODUK ABON MODIFIKASI DI KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PASURUAN Utomo, Deny; Novia, Cahyuni; Pratama, Rendika Octa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29765

Abstract

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengembangkan mangga alpukat atau disebut Mangga gadung (klonal 21) hasil persilangan antara mangga varietas gadung dengan varietas arumanis. Mangga klonal 21 banyak tumbuh di Kecamatan Rembang. Kandungan kimia buah mangga adalah air dan karbohidrat protein, lemak, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin C, mineral, tanin, zat warna. Mangga mempunyai  sifat  yang  mudah  rusak  dan masa simpan yang singkat, oleh sebab itu  perlu  dilakukan  suatu  alternatif  untuk dibuat suatu inovasi olahan pangan yang bermanfaat. Abon mangga klonal 21 merupakan inovasi produk olahan makanan dari mangga klonal 21 yang di “gongso” menurut istilah Jawa, yang berarti dimasak hingga dalam keadaan setengah kering. Tujuan dari pelatihan adalah untuk mengolah buah mangga klonal 21 menjadi abon pada saat panen raya, dengan memiliki cita rasa yang khas. Manfaat dari pelatihan ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa abon mangga memiliki nilai ekonomis yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan dan dapat menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Pasuruan. Teknik pengolahan meliputi pengupasan buah, parut buah, rendam dengan air garam, tiriskan, kemudian di masak atau gongso. Hasil dari pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi kelompok wanita tani tentang cara mengolah mangga klonal 21 menjadi abon dan mengemas abon mangga dengan baik.
PELATIHAN PEMBUATAN SURAT RESMI PADA KARANG TARUNA KELURAHAN KOLESE KECAMATAN LEA-LEA KOTA BAUBAU Alim, Juflyn; Darmawan, Darmawan; Saputro, Muh. Dimas; Artinayu, Imelda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29780

Abstract

Pelatihan pembuatan surat resmi pada pengurus dan pemuda Karang Taruna Kelurahan Kolese didasari atas observasi awal yang dilakukan oleh salah satu Tim Pengabdian. Mayoritas pengurus dan pemudanya belum mampu membuat surat resmi. Hal ini menyebabkan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan karena terhalang masalah administrasi. Oleh karena itu Tim pengabdian menganggap pelatihan ini penting dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah adminstrasi yang dialami oleh pengurus Karang Taruna Kolese. Metode yang digunakan dalam pelatihan yaitu 1) Observasi, 2) Ceramah, 3) Praktik dan Pendampingan, dan 4) Evaluasi. Fokus pelatihan yaitu surat dengan perihal 1) Surat izin kegiatan, 2) Surat permohonan bantuan dana 3) Surat peminjaman barang dan kerja sama, dan 4) Surat undangan. Perihal surat tersebut diangap penting dan representativ karena dapat diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan diwaktu yang akan datang. Hasil kegiatan akhir ialah 75% peeserta pelatihan sudah mampu membuat surat secara mendiri.
PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN DAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DI DESA DUKUH AGUNG KECAMATAN TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN Fauzi, Maulidza Nur; Abdillah, David Fahmi; K, Ilham Basri; Anwar, Masrur; Rhodiyah, Ma’rufatur; Islamiyah, Nur Hidayatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29781

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bimbingan belajar kepada siswa siswi MI (Madrasah Ibtidaiyah) Al-Hidayah Dusun Tinaro Desa Dukuh Agung. Pengabdian masyarakat berupa kegiatan bimbingan belajar yang diadakan secara gratis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa Pendidikan masyarakat. Semua anak yang mengikuti bimbingan belajar dapat terbantu dalam proses pembelajaran dan terbangun motivasi belajar hal ini dapat dilihat dari antusias dan semangat anak yang mengikuti kegiatan belajar. Pendampingan dan bimbingan pada anak di fokuskan pada peserta didik yang berada di MI Al-Hidayah Dusun Tinaro Desa Dukuh Agung.
EDUKASI KREDIT USAHA PADA UMKM BAKSO BRONGKALAN DESA TRUCUK, BOJONEGORO Taufiqqurrachman, Fahrizal; Aziz, Khalid Fauzi; Muslinawati, Retno; Anitasari, Hening
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29782

Abstract

Sosialisasi dan Edukasi ini bertemakan tentang pemahaman skema pengajuan dan manfaat dari KUR guna mengoptimalisasi peningkatan keuntungan UMKM Bankso Brongkalan, Bojonegoro. Tujuan dalam kegiatan ini yaitu pengabdian kepada masyarakat mampu memberikan kontribusi dan manfaat secara langsung kepada masyarakat dalam pemahaman dan pemanfaatan KUR, kemudahan pengajuan KUR, serta skema sampai pelunasan KUR. Pendekatan kualitatif digunakan dengan memberikan ceramah dan tutorial 2 sesi kemudian diskusi 1 sesi dan akan dilanjutkan pendampingan via Whatsapp setelah kegiatan sosialisasi dan edukasi ini. Hasil dari pengabdian masyarakat ini, mampu memberikan manfaat positif bagi Ibu Yeni selaku pemilik UMKM Bakso Brongkalan, Bojonegoro perihal 1) jenis dan sumber kredit UMKM, 2) persiapan dokumen pengajuan KUR serta 4) pendampingan pasca sosialisasi dan edukasi ini via Whatsapp. Diharapkan hasil dari pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat yang signifikan terhadap peningkatan profit UMKM Bakso Brongkalan sampai pada pelunasan KUR. Sebagai rekomendasi dalam perluasan edukasi ini yaitu diperlukan keterlibatan beberapa stakeholder yang terkait dalam skema KUR tersebut yaitu dinas koperasi dan UMKM dan perbankan.
OPTIMIZING THE ROLE OF EDUCATORS IN DEVELOPING THE PROGRESS OF DIGITAL TECHNOLOGY-BASED EDUCATIONAL INSTITUTIONS Asrijal, Andi; Indrawati, Raden Ajeng
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29819

Abstract

Abstract Integrating technology in education is crucial in the digital era to create a dynamic and effective learning environment. However, successfully implementing digital tools depends on educators' roles and abilities. This community service empowers educators to integrate digital technology into their teaching practices effectively. This service method uses Participatory Action Research (PAR), which includes a series of collaborative workshops and the formation of a Professional Learning Community (PLC). These workshops provide hands-on training on digital tools, while PLCs offer a platform for ongoing peer support, knowledge sharing, and collaborative problem-solving. The service results show a significant increase in educators' self-confidence and proficiency in digital technology. Additionally, PLCs play a critical role in sustaining this progress by fostering a culture of continuous learning and innovation. The project also observed positive impacts on student engagement and learning outcomes, demonstrating the benefits of effective digital integration in education. In conclusion, this project highlights the importance of targeted professional development and ongoing support for educators in the digital transformation of educational institutions. Addressing resource gaps and ensuring active engagement from school leaders is critical to sustaining this progress. Ultimately, optimizing the role of educators is the key to creating an inclusive and engaging learning environment in the digital era.