cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2025): Januari" : 13 Documents clear
Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Pengobatan Pasien Stroke Dengan Riwayat Hipertensi Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak Susanti, Ressi; Wenny, Wenny; Purwanti, Nera Umillia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.26028

Abstract

Pasien stroke seringkali menerima terapi polifarmasi karena sebagian besar pasien stroke mengalami komplikasi. Pemberian obat polifarmasi dapat berpotensi memunculkan masalah terkait obat atau Drug Related Problems (DRPs).   Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri profil pengobatan dan persentase kejadian DRPs terkait penggunaan obat stroke kategori dosis kurang, dosis lebih, dan interaksi obat pada pasien stroke dengan riwayat hipertensi di RS UNTAN. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional menggunakan data restrospektif dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data yang diperoleh dilakukan kajian DRPs dengan acuan literatur dihitung persentasenya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil pengobatan obat stroke yang paling banyak digunakan adalah citicoline sebanyak 55 pasien (82,1%), clopidogrel sebanyak 39 pasien (58,2%), aspirin sebanyak 21 pasien (31,3%), dan asam traneksamat sebanyak 6 pasien (8,96%). Kejadian DRPs pada pasien stroke kategori dosis terlalu rendah dan dosis terlalu tinggi sebanyak 0 pasien (0%). Kategori interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan didapatakan pada tingkat major dengan 0 potensi (0%), pada tingkat moderate memiliki 22 potensi (32,84%), dan pada tingkat minor sebanyak 3 potensi (4,48%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kejadian interaksi obat adalah DRPs yang paling banyak terjadi.
Gambaran Terapi Obat Pada Pasien Positif Covid-19 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Anggraini, Truly Dian; Mursiany, Anita; Faisyal, Jont; Millenia, Rani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.23243

Abstract

Angka kejadian pasien terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami peningkatan. BPOM telah menerbitkan panduan penatalaksanaan berupa informatorium Obat COVID-19 di Indonesia. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui terapi obat yang digunakan pada pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sedang di rawat inap di RSUD Dr. Moewardi pada tahun 2022. Merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis pasien. Sampel pada penelitian ini sebanyak 82 pasien adalah semua pasien COVID-19 derajat keparahan sedang hingga derajat keparahan berat yang menjalani perawatan rawat inap di  RSUD Dr. Moewardi pada periode Februari – Juli 2022. Analisis data dengan rancangan deskriptif non-analitik, kemudian disajikan dalam bentuk prosentase. Hasil penelitian golongan obat yang digunakan yaitu antivirus sebanyak 100% dan antibiotik sebanyak 58,54%. Semua pasien mendapatkan vitamin dan mineral (vit C, vit d, dan Zink) sebanyak 100%. Obat tambahan yang diberikan sesuai dengan gejala penyakit adalah acetil sistein (98,78%), Enoxaparine (63,41%), Paracetamol (24,39%), omeprazole (17,07%), ranitidine (14,63%), VIP albumin (8,54%), sucralfate (7,32%), curcuma (7,72%), ondansetron (3,66%), metamizole (3,66%), dexametason (3,66%), metoclopropamide (2,44%), attapulgite (2,44%), ketorolac (2,44%), antasida (1,22%), lansoprazole (1,22%), lactulose (1,22%), codein (1,22), heparin (1,22%), asam tranexamat (1,22%), colchicine (1,22%), CaCO3 (1,22%) dan dimenhydrinate (1,22%).
Evaluasi Penggunaan Obat Anti-Tuberkulosis dan Clinical Outcome Pasien Tuberkulosis Ekstra Paru di Rumah Sakit Paru Dr. M Goenawan Partowidigdo Rokhmah, Nisa Najwa; Gunawan, Dewi Oktavia; Ningsih, Whidya
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.24712

Abstract

Extra-pulmonary tuberculosis is tuberculosis that causes involvement of organs outside the lung parenchyma. Data detected tuberculosis cases in Indonesia were 717,941 cases, about 20-25% of tuberculosis cases occurred outside the lungs. This study was a descriptive analysis with retrospective data collection conducted at RSPG. Data were analyzed by means of descriptive univariate analysis and bivariate analysis using chi-square statistics. The use of anti-tuberculosis drugs in extra-pulmonary tuberculosis patients using first-line treatment, namely: Rifampicin, Isoniazid, Pyrazinamide and Ethambuthol. The results of the Clinical Outcome analysis of 50 patients based on the parameters of clinical symptoms, body weight, BTA test results and Thorax X-rays, namely there were 40 patients (80%) who experienced improvement in clinical symptoms, 42 patients (84%) experienced weight gain, 50 patients (100%) did not experience changes in BTA test results and 36 patients (72%) who experienced improvement in Thorax X-ray examination results. The results of Chi-square analysis showed that there was a significant influence between anti-tuberculosis treatment on Clinical Outcome based on patient clinical symptoms (p<0.05).
Profil Penggunaan Obat Antibiotik Sediaan Oral di Apotek Medika Sungai Pinyuh Periode Januari-Desember 2023 Nurzatusima, Dewi; Justicia, Adhisty Kharisma; Puspasari, Heny
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.25709

Abstract

Antibiotik ialah terapi untuk pengobatan pertama penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik khususnya dinegara berkembang sangat tinggi pada pengelompokan anak, karena itu perlu penanganan khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik sediaan oral di Apotek Medika Sungai Pinyuh periode 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan observasi langsung ke Apotek untuk pengumpulan data resep sebanyak 115 resep yang dipilih menggunakan kritia inklusi yaitu anak usia 0-12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori usia yang paling sering mendapatkan resep antibiotik adalah usia balita dengan golongan antibiotik sefalosporin generasi ke-3 dengan nama zat aktif cefixime dengan dosis penggunaan 2×5 mL (100/5 mL) dengan sediaan dry syrup dan untuk lama pemakaian antibiotik tercepat 3 hari dan terlama adalah 14 hari.
Analisis Tingkat Pengetahuan Orang Tua Pada Pengobatan Mandiri Demam Pada Anak Usia 5-12 Tahun di Kelurahan Gegunung Alfiani, Fitri; Supriyadi, Supriyadi; Kartika, Agil Putra Tri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.23392

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan. Ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan maka akan mengganggu kegiatan yang dilakukan, sehingga perawatan diri atau pengobatan mandiri sangat diperlukan. Demam terjadi ketika keadaan suhu tubuh yang meningkat, suhu tubuh normal seseorang bervariasi antara 36°C-37°C, namun suhu tubuh bisa melebihi 37°C. Salah satu ganguan kesehatan paling banyak dan sangat umum terjadi pada masyarakat adalah demam. Demam merupakan gejala awal dari beberapa penyakit serius, antara lain: demam berdarah, influenza, malaria, diare dan tifus. selain pengobatan yang diberikan tenaga medis, pengobatan mandiri merupakan cara yang paling umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit sebelum mencari pertolongan tenaga medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengetahuan orang tua pada Pengobatan Mandiri demam pada anak usia 5-12 tahun di Kelurahan Gegunung. Metodologi penelitian yang digunakan peneliti adalah kuantitatif dengan pendekatan survey dengan dengan responden 82. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 82 responden, sebanyak 34 orang (41.5%) memiliki pengetahuan pada kategori baik, dan 11 orang (13.4%) memiliki pengetahuan kategori cukup sedangkan 37 orang (45.1%) memiliki pengetahuan pada kategori kurang. Berdasarkan hasil uji presentase di peroleh bahwa tingkat pengetahuan orang tua pada pengobatan mandiri demam pada anak tergolong presesntase baik 41.5% dan cukup 13.4% sedangkan kurang 45.1%.
Pengembangan Metode Edukasi dan Pengawasan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi di Kecamatan Gunung Sindur Marchia, Delphia Hermada; Maria, Ima; Ilmi, Primayanti Nurul; Rahmi, Eldiza Puji
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.25417

Abstract

Hipertensi di Indonesia sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Prevalensi hipertensi di Kabupaten Bogor Tahun 2019, terhadap jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yaitu sebesar 1.313.562 kasus. Terapi hipertensi merupakan terapi yang harus dilakukan seumur hidup, namun berdasarkan Laporan Riskesdas tahun 2018 mendapatkan hasil bahwa kepatuhan dalam minum obat pada pasien hipertensi tergolong rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat kepatuhan minum obat hipertensi di Puskesmas Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan satu grup pre-post test. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian edukasi terhadap pasien hipertensi dan variabel dependennya adalah kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi setelah hari ke-21 pemberian edukasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat kepatuhan minum obat (p < 0,0001) dan penurunan terhadap tekanan darah sistol responden (p < 0,0001) serta diastol (p < 0,003). Pemberian edukasi dapat memengaruhi tingkat kepatuhan minum obat serta tekanan darah pasien hipertensi secara signifikan.
Peran Konseling Apoteker terhadap Profile Kualitas Hidup Pasien Depresi di Rumah Sakit Jiwa Soerojo, Kota Magelang. Pranata, Meki; Fatiha, Chilmia Nurul; Rofiah, Khafidhotur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.23843

Abstract

Depresi merupakan suatu keadaan psikologis yang dikenali dengan keadaan emosi seseorang yang dapat tiba-tiba menangis, merasakan kesedihan yang berlebihan, keputusasaan dalam menjalani hidup, tidak dapat berkonsentrasi. Meningkatnya keparahan dari pasien depresi akan mempengaruhi penurunan kualitas hidup sehingga perlu peran apoteker selama menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran konseling apoteker dalam meningkatkan kualitas hidup pasien di Rumah Sakit Jiwa, Kota Magelang. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment dengan metode pretest dan posttest pada kelompok perlakuan. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive  sampling  dengan sampel sebanyak 31 responden. Pengambilan data dilaksanakan bulan maret sampai dengan bulan juni 2023 di Rumah Sakit Jiwa, Kota Magelang. Analisis data menggunakan uji chi-square meliputi karakteristik pasien, uji wilcoxon meliputi masing-masing domain kualitas hidup, dan uji paired t test meliputi konseling apoteker pretest dan posttest terhadap kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien pretest dan posttest tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Hal yang sama pada konseling apoteker pretest dan posttest terhadap kualitas hidup dengan nilai p>0,05. Namun, uji statistik masing-masing domain kualitas hidup menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai p<0,05.
Analisis Pengaruh Metode Penggerusan Kaplet Paracetamol terhadap Kadar Bahan Aktif Obat Aulia, Amanda; Febriani, Yuyun; Yuliana, Tri Puspita
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.29049

Abstract

One of the drugs commonly used by the general public is paracetamol. This drug has relatively mild side effects compared to other drugs, so it is common to be prescribed for compounding pulmonary drugs for patients with certain doses There are two grinding methods used, namely a mortir and a blender. The purpose of this study was determined the variation effects in the dissolution speed and particle size on decreasing levels of paracetamol potency in each grinding methods. UV-Vis Spectrofotometer was used as quantitative methode.  Based on the results, the percentage level of solubility velocity were in mortar: 70.54% aquadest, 115.49% ethanol, 96.10% acetone, 113.20% NaOH. In the blender: 65.44% aquadest, 88.14% ethanol, 48.31% acetone, 98.20% NaOH. Meanwhile, for variations in particle size, the mortar obtained: mesh20 101.82%, mesh40 117.73%, mesh80 80.91%, mesh100 113.20%. In the blender obtained: mesh20 96.98%, mesh40 88.40%, mesh80 69.06%, mesh100 99.11%. Furthermore, the statistical analysis by two-way anova obtained a significance value of 0.059 for variations in dissolution speed and 0.659 in particle size. In conclusion, there was an effect of variations in solvents but did not show an effect of variations in particle size on decreasing levels of active drug ingredients.
Blush On Cream Antioksidan Dari Pewarna Alami Ekstrak Buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) Asal Kalimantan Tengah Paramawidhita, Risqika Yuliatantri; Solikha, Sisi; Safitri, Rika Arfiana; Citrariana, Shesanthi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.19836

Abstract

Blush on merupakan kosmetik dekoratif pemberi rona kemerahan pada pipi, agar wajah tampak terlihat lebih cantik, segar dan berdimensi. Buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) memiliki zat aktif yang terdiri dari fenolik, flavonoid, antosianin dan saponin. Antosianin yang terkandung pada ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat digunakan sebagai alternatif pewarna alami pada sediaan blush on. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan blush on cream dan untuk mengetahui hasil evaluasi fisik terhadap sediaan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental yang meliputi pembuatan ekstrak, formulasi sediaan menggunakan ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dengan konsentrasi 8%, 9% dan 10% serta evaluasi fisik sediaan yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji oles dan uji daya sebar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak buah Karamunting (Melastoma malabathricum L.) dapat dibuat dalam bentuk sediaan blush on cream dan hasil evaluasi fisik diperoleh bahwa sediaan dengan konsentrasi 8% berwarna merah muda pucat, konsentrasi 9% berwarna merah muda, dan konsentrasi 10% berwarna merah muda tua, warna yang merata ketika dioleskan ke punggung tangan, sediaan yang homogen, pH 4,6-4,7 dan daya sebar yang memenuhi persyaratan semisolid kategori semistiff yang memiliki syarat daya sebar 3-5 cm, sehingga ketiga formula memenuhi kualitas evaluasi fisik.
Evaluasi Rasionalitas Peresepan Obat Berdasarkan Indikator World Health Organization (WHO) di Puskesmas “X” Yogyakarta Andriani, Yuni; Kusuma, Desinta Putri; Husna, Nadia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 1 (2025): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i1.24386

Abstract

Rational use of drugs is when patients get the right drugs with their clinical needs such as the right dose, right duration of administration, and the lowest cost of treatment. Based on the World Health Organization (WHO) report, more than 50% of drug prescribing in the world has not been rational, the impact includes unwanted side effects to bacterial resistance to antibiotics. Prescribing indicators according to the WHO can be used to evaluate the rational use of drugs. This study aims tofind out the rationality of prescribing drugs in Puskesmas based on WHO indicators. This study is an observational descriptive studywith a cross-sectional approach. The data used in this study were prescriptions for February, May and December 2022 which were collected retrospectively. The results  of this study showed that most of the patients treated at Puskesmas "X" were female as many as 76 patients (69.09  %), aged at most 45-59 years as many as 44 patients (40.00%) and used BPJS PBI guarantee status as many as 46 patients (41.82%). The distribution of the most common diseases is essential (primary) hypertension as many as 11 diagnoses (10.00%), the most widely prescribed drugs class of analgesic-antipyretic drugs as many as 41 prescriptions (14.09%) in Paracetamol drugs as many as 37 prescriptions. Evaluation of the rationality of drug prescribing showed results that did not meet WHO standards, namely the average drug item per ep res sheet  was 2.65 items and the percentage of antibiotic drug prescribing was 24.55

Page 1 of 2 | Total Record : 13