cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
baktimas@untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
baktimas@untar.ac.id
Editorial Address
Sekretariat: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (LPPM - UNTAR). Gedung M, Lt. 5, Kampus 1 Universitas Tarumanagara Jl. Letjen S Parman no 1 Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
ISSN : 26210398     EISSN : 26207710     DOI : 10.24912/jbmi
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia (P-ISSN 2620-7710 dan E-ISSN 2621-0398) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu : 1. Psikologi 2. Komunikasi 3. Hukum 4. Budaya 5. Bahasa 6. Seni Rupa dan Design Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan Mei dan November. Jurnal ini terutama memuat artikel hasil-hasil penelitian ilmiah, termasuk penelitian normatif.
Articles 675 Documents
PENCEGAHAN ANEMIA PADA ANAK SEKOLAH SDN 01 CIHERANG MELALUI PEMERIKSAAN FISIK, SKRINING KONSUMSI OBAT CACING DAN VITAMIN Santoso, Alexander Halim; Firmansyah, Yohanes; Destra, Edwin; Fajarivaldi, Kresna Bambang
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30515

Abstract

Anemia is a multifaceted health condition characterized by a deficiency in the number or quality of red blood cells or hemoglobin concentration that can cause significant impairment to cognitive and physical growth. Physical development and social welfare of school-aged children are profoundly impacted by anemia. Several risk factors including nutritional deficiencies (with particular emphasis on iron, vitamins A, and B12), genetic susceptibility, inflammatory mechanisms, and parasitic infection. In Indonesia, anemia is prevalent among children aged 5 to 12 years at a rate of 23%. An alarming prevalence of malnutrition and cognitive decline in low-income regions can be attributed to parasitic infections. In Indonesia, worm infections are prevalent among elementary school pupils at a rate of 29.7%. This demonstrates the criticality of deworming programs in academic institutions. A balanced and healthy nutritional intake is paramount in order to prevent vitamin deficiency. Vitamin supplementation can be given in conditions where optimal intake is not sufficient. This community service was conducted at SDN 01 Ciherang District, Cianjur, West Java. The present activity employed the PDCA method to assess for iron deficiency anemia, and vitamin supplementation. This task entails conducting a physical assessment and completing a survey. Result of screening showed that 13 students had anemia (8.6%), 41 students (27.14%) did not take worm medicine, and 86 students (56.9%) did not take vitamins. It is hoped that this community activity can prevent negative impacts of anemia due to worm infections ABSTRAK Anemia adalah suatu kondisi kesehatan multifaset yang ditandai dengan kekurangan jumlah atau kualitas sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin yang dapat menimbulkan hambatan besar terhadap pertumbuhan kognitif dan fisik. Anemia memberikan pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan kesejahteraan anak-anak usia sekolah. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kekurangan nutrisi (khususnya zat besi, vitamin A, dan B12), kecenderungan genetik, proses inflamasi, dan invasi parasit. Prevalensi anemia pada anak usia 5-12 tahun di Indonesia sebesar 23%. Infeksi parasit merupakan penyebab utama malnutrisi dan penurunan kognitif, yang mencolok di wilayah berpendapatan rendah. Prevalensi infeksi cacing pada anak sekolah dasar di Indonesia adalah sebesar 29,7%. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya intervensi obat cacing di lembaga pendidikan. Asupan makanan yang sehat dan seimbang merupakan kunci untuk mencegah terjadinya defisiensi vitamin. Pemberian suplementasi vitamin dapat dilaksanakan bilamana diperlukan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di sekolah SDN 01 Ciherang, Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan ini disusun dengan menggunakan metode PDCA untuk menskrining anemia, konsumsi obat cacing, dan suplementasi vitamin. Kegiatan ini dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan pengisian kuesioner. Skrining anemia pada siswa didapatkan 13 siswa mengalami anemia (8,6%), 41 siswa (27,14%) tidak mengkonsumsi obat cacing, dan 86 siswa (56,9%) tidak mengkonsumsi vitamin. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mencegah dampak negatif anemia akibat infeksi cacingan
PENGEMBANGAN WEBSITE PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT UNTUK SEKOLAH LUAR BIASA DI JAKARTA Handhayani, Teny; Herfiyana, Faradila; Wasino; Pragantha, Jeanny
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30519

Abstract

The Indonesian Sign Language System or in Bahasa Indonesia is named Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) is one of the media used for communication by deaf people in Indonesia. The components include the hand or part of the hand used to form the sign (performer). SIBI is used by several deaf educational institutions in Indonesia. It is a community service project that collaborates with one of the special schools in Jakarta. The partner's problem is not yet implementing the information technology to support teaching and learning activities, and to distribute online learning materials. The PKM team offers solutions to utilize a website to distribute online learning materials. This project is developing a SIBI-based sign language learning website. This project is carried out using the discussion method. The team contains some lecturers and a college student to develop a website and a partner participate as a website tester. Website developed using PHP and MySQL. The website developed provides the main features, namely account registration, login, logout, learning materials and quizzes. The results of website testing carried out by partners revealed that the sign language learning website complies with specifications and makes it easy to deliver learning materials and quizzes online. ABSTRAK Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) merupakan salah satu media yang digunakan untuk komunikasi penyandang disabilitas tunarungu di Indonesia. Komponen penentu makna meliputi tangan atau bagian tangan yang digunakan untuk membentuk isyarat (penampil).  SIBI digunakan oleh beberapa lembaga pendidikan tunarungu di Indonesia. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bekerja sama dengan salah satu sekolah luar biasa di Jakarta. Permasalahan mitra yaitu belum menerapkan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan penyebaran bahan ajar secara online. Tim PKM menawarkan solusi untuk memanfaatkan teknologi wesite untuk pengyebaran bahan ajar secara online. PKM ini melakukan pengambangan website pembelajaran bahasa isyarat berbasis SIBI. PKM dilakukan dengan metode diskusi. Tim PKM bertindak sebagai pengambang website dan mitra bertindak sebagai penguji website. Website dikembangkan menggunakan PHP dan MySQL. Website yang dikembangkan menyediakan fitur utama yaitu daftar akun, login, logout, materi pembelajaran dan kuis. Hasil pengujian website yang dilakukan oleh mitra mengungkapkan bahwa website pembelajaran bahasa isyarat sesuai dengan spesifikasi dan memudahkan penyampaian materi pembelajaran dan kuis secara online
MEMBENTUK POLA PIKIR KEWIRAUSAHAAN MELALUI JIWA KREATIF Soelaiman, Lydiawati; Leviani, Marissa; Salim, Dionisius Zephaniah; Demetrius, Felix; Rebecca, Kezia Rebecca
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30523

Abstract

Cultivating an entrepreneurial mindset from early age can prepare children to think creatively, seek alternative solutions, maintain an intense curiosity, and persevere through challenges. Developing this mindset helps nurture creativity and builds individual confidence to seize unlimited opportunities. An entrepreneurial mindset shapes individuals to be more productive, less consumptive, and innovative in finding new ways to utilize resources more efficiently. Recognizing the importance of cultivating an entrepreneurial mindset, the community service team organized program in collaboration with the non-profit organization SparkEd to introduce the importance of creativity to students from an early age. This activity aims to build and encourage children's mentality, attitude, spirit, and entrepreneurial mindset. Held in March 2024, the event was attended by 40 children, most of whom were elementary school students. The program was carried out through interactive games and seminars during a Creative Day event. Participants were encouraged to freely express their imagination through creative activities. The activities began with interactive games, followed by a sharing session, and concluded with a painting activity on wooden media such as spoons and small plates. The event received positive feedback from the students, as evidenced by the creative works they produced. It is hoped that this activity will help children understand that creativity is an essential part of everyday life and can be applied in various aspects, including entrepreneurship ABSTRAK Membentuk pola pikir kewirausahaan sejak dini dapat mempersiapkan anak-anak untuk memiliki kemampuan berpikir kreatif, mencari solusi alternatif, memiliki rasa ingin tahu yang besar, dan tidak mudah menyerah. Pembentukan pola pikir kewirausahaan dapat mempersiapkan jiwa kreativitas dan melatih kepercayaan diri individu untuk memanfaatkan peluang yang tidak terbatas. Pola pikir kewirausahaan dapat membentuk karakter seseorang lebih produktif dan tidak konsumtif serta berkreasi untuk mencari cara baru dalam memanfaatkan sumber daya dengan lebih efisien. Menyadari pentingnya pembentukan pola pikir kewirausahaan tersebut, maka tim pengabdian masyarakat mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bekerjasama dengan Lembaga non-profit SparkEd untuk memperkenalkan pentingnya kreativitas kepada para siswa sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun dan mendorong mentalitas, sikap, jiwa dan pola pikir wirausaha. Kegiatan diselenggarakan pada bulan Maret 2024 yang diikuti oleh 40 anak yang sebagian besar duduk di bangku Sekolah Dasar. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui permainan dan seminar interaktif yang diimplementasikan melalui acara Creative Day. Pada kegiatan ini para peserta diajak bebas berkreasi dalam menuangkan imajinasi mereka. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan permainan interaktif, kemudian dilanjutkan dengan sharing session, dan diakhiri dengan aktivitas melukis pada media kayu yang dalam hal ini berupa sendok dan piring kecil. Kegiatan ini mendapat respon positif dari siswa terlihat dari karya-karya kreatif yang dihasilkan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak memahami bahwa kreativitas adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan dapat diterapkan dalam berbagai aspek, termasuk dalam bidang entrepreneurial.
INTEGRASI INOVASI PRODUK DAN DESAIN KEMASAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA TARIK PRODUK KERAJINAN UMKM Ie, Mei; Martsha Buana, Salsabilla Ayundha
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30532

Abstract

In 2024, the Indonesian government aims to increase the export contribution of MSME products to 17%. To achieve this goal, the government actively collaborates with various institutions and MSMEs. Sinta MSME is one of the MSMEs in Cirebon Regency that sells fashion products such as clothes and handicraft bags made by themselves from local Cirebon producers. This is in opening up opportunities for Sinta MSMEs to export the products they sell. It is unfortunate that partners have not fully utilized this exclusive potential, which makes Sinta's MSME products unattractive to the uninitiated. Therefore, partners must be introduced further to how the current entrepreneurial process runs and how to first develop the potential of their products. This happens because Sinta MSMEs do not have the knowledge and input that can encourage them to become export-worthy products. So that the PKM Team of Tarumanagara University provides assistance to solve the problems of these partners. The PKM team provides knowledge and input in accordance with the needs that have been explained by partners. The input given by the PKM Team is in the form of making hangtags and mock up packaging boxes that can later be used by partners to add value to the attractiveness of the product. Hangtags are considered to make it easier for consumers to do a brief analysis before buying it and for partners is to make it easier for them to recap sales because there is already a barcode of each item in it. Box packaging is also expected to help partners maintain product quality and make it easier for consumers to carry it after purchase. ABSTRAK Pada tahun 2024, pemerintah Indonesia memiliki tujuan untuk meningkatkan kontribusi ekspor produk UMKM hinggaa 17%. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pemerintah secara aktif bekerjasama dengan berbagai lembaga dan UMKM. UMKM Sinta merupakan salah satu UMKM di Kabupaten Cirebon yang menjual produk fashion seperti baju dan tas kerajinan yang dibuat sendiri dari para produsen lokal Cirebon. Hal tersebut dalam membuka peluang UMKM Sinta untuk melakukan ekspor produk yang dijualnya. Sangat disayangkan bahwa mitra belum memanfaatkan sepenuhnya potensi eksklusif ini, yang membuat produk UMKM Sinta tidak menarik bagi orang-orang yang belum tahu. Oleh karena itu, mitra harus diperkenalkan lebih jauh tentang bagaimana proses kewirausahaan saat ini berjalan dan bagaimana terlebih dahulu mengembangkan potensi produk yang dimilikinya. Hal tersebut terjadi dikarenakan UMKM Sinta belum memiliki pengetahuan dan masukan yang dapat mendorongnya menjadi produk yang layak ekspor. Sehingga Tim PKM Universitas Tarumanagara melakukan adanya pendampingan untuk menyelesaikan permasalahan mitra tersebut. Tim PKM memberikan pengetahuan dan masukan sesuai dengan kebutuhan yang telah dijelaskan oleh mitra. Masukan yang diberikan Tim PKM adalah dalam bentuk pembuatan hangtag dan mock up box kemasan yang nantinya dapat digunakan oleh mitra guna menambah nilai daya tarik dari produk. Hangtag dianggap dapat mempermudah konsumen dalam melakukan analisa singkat sebelum membelinya dan bagi mitra adalah untuk mempermudah mereka dalam melakukan rekap penjualan karena sudah terdapat barcode masing-masing item di dalamnya. Kemasan box pun diharapkan dapat membantu mitra dalam menjaga kualitas produk dan mempermudah konsumen membawanya setelah pembelian
MENGGAMBAR VISUALISASI KARAKTER CERITA RAKYAT FABEL SEBAGAI PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK Ismanto, Adi; Fivanda; Hengky, Raynaldo
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.30558

Abstract

Fable folklore exists all over the world that can attract children's attention to learn the character or good and bad qualities of human behavior with animal character parables. Through fable stories, children can imagine and improve literacy, especially at the elementary school level. The form of visualization of fable folklore through image media can be one solution to develop children's creativity and also strengthen children's memory of the meaning and essence of the story. Tara Salvia Elementary School through non-formal education programs, always holds book week activity programs at the end of formal learning in collaboration with parents and other parties. PKM activities in collaboration with elementary school partners to support non-formal education programs as a form of collaboration in training on visualization of fable folklore characters in grade 4 children aged 9-11 years who are in the early days of imagination realism. The training method is carried out in 2 stages, starting with the provision of fable folklore material and questionnaires on children's understanding of the characteristics and characters in the fable story. The next stage uses a qualitative method, by exploring references and image ideas that are implemented as a form of visualization of animal characters from fables. From this activity, it was concluded that all grade 4 students had known the definition and message of fable folklore from previous non-formal activities. All students are also enthusiastic (100%) in gaining experience and education about drawing visualizations of folklore characters and being able to increase creativity that allows to produce drawing works with creative and unique characters in the form of other activities. ABSTRAK Cerita rakyat fabel terdapat di seluruh dunia yang dapat menarik perhatian anak untuk memepelajari karakter atau sifat baik dan buruk perilaku manusia dengan perumpamaan karakter hewan. Melalui cerita fabel, anak dapat berimajinasi dan meningkatkan literasi terutama di tingkatan Sekolah Dasar. Bentuk visualisasi dari cerita rakyat fabel melalui media gambar dapat menjadi salah satu solusi pengembangan krativitas anak dan juga memperkuat daya ingat anak terhadap makna dan inti dari cerita tersebut. Sekolah dasar Tara Salvia melalui program edukasi non formal, selalu mengadakan program kegiatan book week di akhir pembelajaran formal berkolaborasi dengan orang tua dan pihak lainnya. Kegiatan PKM bekerjasama dengan mitra Sekolah Dasar untuk mendukung program edukasi non formal sebagai bentuk kolaborasi dalam pelatihan visualisasi karakter cerita rakyat fabel pada anak kelas 4 usia 9-11 tahun yang berada pada masa awal realisme imajinasi. Metoda pelatihan dilaksanakan dalam 2 tahap, diawali pembekalan materi cerita rakyat fabel dan kuesioner pemahaman anak terhadap ciri dan karakter pada cerita fabel tersebut. Tahap Selanjutnya menggunakan metode kualitatif, dengan mengkesplorasi referensi dan ide gambar yang diimplementasikan sebagai bentuk visualisasi karakter hewan dari cerita rakyat fabel. Dari kegiatan ini, didapatkan kesimpulan bahwa seluruh siswa kelas 4 telah mengetahui definisi dan pesan dari cerita rakyat fabel dari kegiatan non formal sebelumnya. Seluruh siswa juga antusias (100%) dalam mendapatkan pengalaman dan edukasi mengenai menggambar visualisasi karakter cerita rakyat fabel serta mampu untuk meningkatkan kreativitas yang memungkinkan untuk menghasilkan karya gambar dengan karakter yang kreatif dan unik dalam bentuk kegiatan lainnya.
EDUKASI PEMANFAATAN BUNGA TELANG DALAM OLAHAN TEH DAN PUDING SEBAGAI PEWARNA ALAMI jubaidah, Siti; Iftifa’iyah, Aisyiyah Dwi; Agustina, Alfina Anggerita; Safitri, Alfiyani; Naila, Alya Maida; Rosyada, Amirah; Veta, Anadafti; Maharani, Andi Rika; Anyeq, Andi Saputra
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.31186

Abstract

Butterfly pea Clitoria ternatea belongs to the Fabaceae family, growing wild in the tropics with characteristic old purple and blue flower leaves. Butterfly pea flowers have many health benefits such as antibacterial, anti-cancer, antidiabetic, antiinflammatory, antihistamine, and immunomodulator, but beyond that it turns out that Butterfly pea can also be used as a natural food colorant. This activity aims to educate the wider public that the plant may have previously been rarely known benefits by introducing processed pudding products and tea. The object of this activity is adults and teenagers Posyandu Belimbing Juanda 8 RT.08, Samarinda Ulu Subdistrict, Samarinda City, East Kalimantan, Involving 12 people. The methods used in this activity consist of post-testing, material delivery, active discussion, and material understanding with pre-test. The evaluation carried out as a parameter of success of this activity is by monitoring and evaluation. Before giving material given post test form questionnaire, it was obtained the result that the understanding of the public about the Butterfly pea floewrs of this pond was only 42% with an average value of 60. However, after discussions and giving material public understanding increased to 58% by an average of 81. The results before and after giving this material later compared as a parameter of public understanding about the use of Butterfly pea flowers. As for the influence after giving material gained an improvement of 16% understanding by the society Posyandu Belimbing Juanda 8 RT.08. The development of health activities has influenced the level of public awareness about the use of butterfly pea as natural dyes. ABSTRAK Bunga telang Clitoria ternatea termasuk keluarga Fabaceae, tumbuh liar di daerah tropis dengan ciri memiliki kelopak bunga berwarna ungu tua dan biru. Bunga telang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti antibakteri, antikanker, antidiabetes, antiinflamasi, antihistamin, dan imunomodulator, namun diluar itu ternyata bunga telang juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat luas bahwa tanaman bunga telang yang mungkin sebelumnya jarang diketahui manfaatnya dengan cara memperkenalkan produk olahan puding dan teh bunga telang. Sarana kegiatan ini adalah orang dewasa dan anak remaja. Kegiatan dilaksanakan yang berlokasi di Posyandu Belimbing Jalan Juanda 8 RT.08 Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda Kaltim, dengan melibatkan 12 orang warga sekitar. Metode yang digunakan pada kegiatan kali ini terdiri dari pemberian post test, pemberian materi, diskusi aktif, dan pemahaman materi dengan pre test. Evaluasi yang dilakukan sebagai parameter keberhasilan kegiatan ini adalah dengan monitoring dan evaluasi. Sebelum diberikan materi diberikan post test berupa kuesioner, didapatkan hasil bahwa pemahaman masyarakat tentang bunga telang ini hanya sebesar 42% dengan rata-rata nilai 60. Namun, setelah dilakukan diskusi dan pemberian materi pemahaman masyarakat meningkat menjadi 58% dengan rata-rata nilai 81. Hasil sebelum dan sesudah diberikan materi ini selanjutnya dibandingkan sebagai parameter pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan bunga telang. Adapun pengaruh setelah diberikan materi didapatkan peningkatan sebesar 16% pemahaman oleh masyarakat Posyandu Belimbing Juanda 8 RT.08. Penyuluhan kegiatan kesehatan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan bunga telang sebagai pewarna alami.
PELATIHAN ABON AYAM PEDAS: INOVASI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN CABAI DI DESA MANDIRO, TEGAL AMPEL, BONDOWOSO Sarifah, Lailatul; Arvito Caesario Arifianto Putra; Trivani Yuniar Baharini; Dimitry Febri Damayanti; Dimas Dwi Santoso; Aldo Wijaya; Khalifah Anggun Lestari; Enggita Anggraeni Okta; Muhammad Fatchur Rozi; Sofia Salsabila
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.26134

Abstract

Economic growth plays a crucial role in fostering the development of a economically advanced nation. Economic growth is also one of the key points in the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically Goal 8 (Decent Economic Growth). However, economic growth in Indonesia is still not considered substantial, as there are disparities in rural economic growth, one of which is evident in Bondowoso Regency, particularly in Mandiro Village, Tegalampel District. Despite the significant potential in Mandiro Village, its resources have not been fully harnessed and improved to achieve enhanced economic conditions. One of the potential areas for improvement lies in agriculture, as the village possesses vast agricultural land which serves as the primary livelihood for the local community. The main agricultural product is chili peppers, which can be processed into valuable products for both the local village population and the wider society. These chili peppers are planned to be processed into a special spicy chicken floss known as the signature chili-infused chicken floss of Mandiro Village. This endeavor will be facilitated through training organized by the KKN UNEJ (Community Service Program of the University of Jember) Group 98, situated within Mandiro Village, with a particular focus on engaging the village residents, especially the women. The aspiration stemming from this training initiative is that the community will be motivated and enthusiastic to engage in entrepreneurship by harnessing the chili pepper yields of Mandiro Village. This innovative product, the spicy chicken floss, holds the potential to enhance the village's economy by augmenting the income of its inhabitants. ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi memegang peranan penting dalam mendorong terwujudnya negara yang maju dalam sisi perekonomian. Suatu daerah dapat dikatakan sebagai daerah yang maju apabila memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi juga menjadi salah satu poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yakni poin ke 8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata). Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih belum bisa dikatakan meningkat karena masih terdapat pertumbuhan ekonomi desa yang belum merata, salah satunya terjadi di Kabupaten Bondowoso, tepatnya di Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel. Padahal, potensi yang ada di Desa Mandiro sangat mumpuni untuk dikelola dan ditingkatkan agar dapat mewujudkan perekonomian yang meningkat. Salah satu potensi yang dapat ditingkatkan yaitu dari segi pertaniannya karena lahan pertanian di desa ini sangat luas dan menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat. Hasil pertanian utama yakni berupa cabai yang akan diolah menjadi produk atau olahan yang bermanfaat, baik untuk masyarakat desa setempat maupun masyarakat luas. Cabai ini nantinya akan diolah menjadi abon ayam pedas spesial cabai khas Desa Mandiro dengan memfokuskan pengadaan pelatihan oleh KKN UNEJ kelompok 98 yang ada di Desa Mandiro kepada masyarakat desa, khususnya ibu-ibu. Harapan dari hasil pelatihan ini yakni masyarakat mau dan gemar berwirausaha dengan memanfaatkan hasil pertanian cabai Desa Mandiro berbentuk inovasi produk abon ayam pedas yang dapat meningkatkan perekonomian desa melalui peningkatan penghasilan masyarakatnya.
WEBINAR & FOCUS GROUP DISCUSSION PENDIRIAN PRODI BISNIS DIGITAL SUATU KAMPUS Setyawan, Ignatius; Hapsari, Claudia Gita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.27310

Abstract

After conducting a series of preparatory meetings in October and November 2023, the PKM implementation method was carried out using the webinar and Focus Group Discussion (FGD) methods. The activity was carried out online via Zoom on November 17, 2023 at 01.00-04.30 PM. This PKM activity was also broadcast live on Youtube. This activity was attended by more than 100 students and more than 10 lecturers from the Faculty of Business Management, Respati Indonesia University (FMB URINDO) who were interested in developing a new study program in the field of digital business. In the FGD session, the PKM team and the FMB URINDO lecturer team managed to reach a common view on 4 important things in establishing a digital business study program. These four important things are graduate profiles, lecturer profiles, curriculum structure, and study materials. Graduate profiles include young entrepreneurs, business consultants & marketing professionals. The lecturer profiles include: academics in the fields of business and IT and experienced as practitioners in the e-commerce industry and product marketers. The curriculum structure includes IMTI and mandatory courses with a minimum total of 144 credits according to the DIKTI SN standard and there is an MBKM scheme. Study materials include several examples of Syllabus for IoT, Fintech, Digital Business Ethics, Digital Business Simulation & Mentoring & Digital Marketing courses. ABSTRAK  Setelah melakukan rangkaian rapat persiapan pada bulan Oktober dan November 2023, metode pelaksanaan PKM dilangsungkan dengan menggunakan metode webinar dan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan tersebut dilakukan secara daring melalui media Zoom pada tanggal 17 November 2023 pukul 13.00-16.30 WIB. Kegiatan PKM ini juga ditayangkan di Youtube secara live. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa dan lebih dari 10 dosen Fakultas Manajemen Bisnis Universitas Respati Indonesia (FMB URINDO) yang tertarik untuk mengembangkan prodi baru di bidang bisnis digital.. Dalam sesi FGD, tim PKM dan tim dosen FMB URINDO berhasil mencapai kesamaan pandangan tentang 4 hal penting dalam pendirian prodi bisnis digital. Keempat hal penting ini adalah profil lulusan, profil dosen, struktur kurikulum, dan bahan kajian. Profil lulusan meliputi wirausahawan muda, konsultan bisnis & profesional pemasaran.  Untuk profil dosen meliputi: akademisi bidang bisnis dan IT serta berpengalaman sebagai praktisi bidang industri e-commerce dan pemasar produk. Struktur kurikulum ada mata kuliah inti dan wajib denga total sks minimum 144 standar SN DIKTI dan ada skema MBKM.  Bahan kajian meliputi beberapa contoh silabus mata kuliah IoT, Fintech, Etika Bisnis Digital, Simulasi & Mentoring Bisnis Digital & Pemasaran Digital. 
ETIKA DAN BUDAYA MAHASISWA BERINTERAKSI DI MEDIA SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI Hanna, Hanna Shasyi Martina; Rahma, Afifa Siti Rahma; Nannita, Kania Nannita; Safitri, Dini Safitri
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.27565

Abstract

The current development of humans is very much in line with changes in their environment; Everyone will be carried away by developments that are increasingly rapid and so fast. If the use of ICT is used freely and openly, it will have a negative impact on its users. For example, in a situation where users do not decide whether the information they are entitled to be shared or not. Social media has recently become a new and popular medium among Indonesians, especially the younger generation and adults. There are no strict communication rules on social media, or if there are, they are not observed. As a result, there will be many violations of communication ethics. It allows news and information to be spread quickly and easily accessible. Cultural differences play an important role in shaping students' online interactions. Students from different cultures show differences in the use of language, symbols and communication styles on social media. Students from collectivist cultures (e.g. Javanese) prioritize group harmony and are cautious about posting content that might violate social norms. In addition, people can also give their opinions and reactions immediately after the incident, both positive and negative. The author wants to discuss the communication ethics of internet users when receiving information and information on social media pages. types of information requests, delivery of information, delivery of positive arguments, delivery of negative arguments, commentators. The purpose of this devotion is so that social users can be more aware and understand the importance of ethics and culture in interacting on social media. ABSTRAK Perkembangan manusia saat ini sangat sejalan dengan perubahan lingkungannya; setiap orang akan terbawa oleh perkembangan yang semakin lama semakin pesat dan begitu cepat. Apabila pemakaian TIK digunakan secara bebas dan terbuka, itu akan berdampak negatif pada penggunanya. Sebagai contoh, dalam situasi di mana pengguna tidak memutuskan apakah informasi yang mereka peroleh layak untuk dibagikan atau tidak. Media sosial baru-baru ini menjadi media yang baru dan populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama generasi muda dan dewasa. Tidak ada aturan komunikasi yang ketat di media sosial, atau jika ada, mereka tidak diperhatikan. Akibatnya, akan banyak pelanggaran etika komunikasi. Media ini memungkinkan berita dan informasi tersebar dengan cepat dan mudah diakses. Perbedaan budaya memainkan peran penting dalam membentuk interaksi online mahasiswa. Mahasiswa dari budaya yang berbeda menunjukkan perbedaan dalam penggunaan bahasa, simbol, dan gaya komunikasi di media sosial. Mahasiswa dari budaya kolektivis (misalnya, Jawa) mengutamakan keharmonisan kelompok dan berhati-hati dalam memposting konten yang mungkin melanggar norma sosial. Selain itu, orang juga dapat memberikan pendapat dan reaksi mereka dengan segera setelah kejadian terjadi, baik positif maupun negatif. Penulis ingin membahas etika komunikasi pengguna internet ketika menerima informasi dan informasi di halaman media sosial, seperti jenis permintaan informasi, penyampaian informasi, menyampaikan argumen positif, penyampaian argumen negatif, dan komentator. Tujuan pengabdian ini adalah agar pengguna media sosial lebih sadar dan memahami pentingnya etika dan budaya dalam berinteraksi di media sosial
PEMBINAAN HUKUM ANTI PERUNDUNGAN PADA REMAJA SEKOLAH DI SMAN 1 KANDANGHAUR INDRAMAYU rasji; Fernandha, Rizqy Dini; Goldwen, Filshella; Octavia, Christine
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i2.28137

Abstract

Bullying or intimidation in English, refers to a series of aggressive actions or negative behavior carried out repeatedly by one individual or group of individuals against other people who are weaker or less powerful. Acts of bullying can be physical, verbal, or social, and aim to hurt, frighten, or harm the victim. Bullying often occurs in educational environments between students. Usually bullying that occurs in schools is carried out by seniors against their juniors. Bullying can have a serious impact on the victim's psychological, emotional and social well-being. Therefore, need for legal training for students at SMAN 1 Kandanghaur Indramayu, considering that the legal consequences resulting from these acts of bullying are very serious for the victim's survival. Legal coaching is carried out with the aim of creating high legal awareness among students so that they can eliminate cases of bullying in the educational environment. The method for implementing this legal guidance is carried out by providing counseling on bullying material that discusses the legal aspects for perpetrators of bullying. The result of this counseling is that student enthusiasm is very high so that the extension team can facilitate an active discussion forum for students to share their experiences related to bullying, which can be responded to directly by teachers and school principals, then the extension team provides legal advice regarding the incident. ABSTRAK Perundungan atau bullying dalam Bahasa Inggris, merujuk pada serangkaian tindakan agresif atau perilaku negatif yang dilakukan secara berulang-ulang oleh satu individu atau sekelompok individu terhadap orang lain yang lebih lemah atau kurang berdaya. Tindakan perundungan dapat bersifat fisik, verbal, atau sosial, dan bertujuan untuk menyakiti, menakut-nakuti, atau merendahkan korban. Perundungan acap kali terjadi di lingkungan pendidikan yang dilakukan antar siswa/siswi. Biasanya perundungan yang terjadi di sekolah dilakukan oleh para senior kepada juniornya.  Perundungan dapat memiliki dampak yang serius pada kesejahteraan psikologis, emosional, dan sosial korban. Oleh karena itu, perlunya pembinaan hukum kepada siswa/siswi di SMAN 1 Kandanghaur Indramayu, mengingat akibat hukum yang ditimbulkan dari tindakan perundungan tersebut sangat serius bagi keberlangsungan hidup korban. Pembinaan hukum dilakukan dengan tujuan dapat menciptakan kesadaran hukum yang tinggi antar siswa/siswi sehingga dapat menghapus kasus perundungan di lingkungan pendidikan. Metode pelaksanaan pembinaan hukum ini dilakukan dengan cara penyuluhan materi perundungan yang membahas aspek hukumnya bagi pelaku perundungan. Hasil dari penyuluhan ini yaitu antusiasme siswa/siswi sangat tinggi sehingga tim penyuluh dapat memfasilitasi forum diskusi yang aktif untuk siswa/siswi menceritakan pengalamannya terkait perundungan, yang mana hal tersebut dapat ditanggapi secara langsung oleh guru-guru dan kepala sekolah, lalu tim penyuluh memberikan nasihat hukum terhadap kejadian tersebut.