cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 316 Documents
Kajian Etnopedagogi Tari Rejang Ungkur pada Pujawali Pura Desa Bubunan ketut, juniagus Putu; Suwindia, I Gede; Putra, I Nyoman Miarta Putra Miarta
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.19647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis bentuk Tari Rejang Ungkur yang dipentaskan pada Pujawali Pura Desa Bubunan, Seririt, Buleleng; (2) Mengkaji alasan pemilihannya sebagai bagian dari upacara Pujawali; (3) Menganalisis dampak pendidikannya. Metode kualitatif diterapkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi naskah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Rejang Ungkur merupakan tari putri halus berfungsi sebagai pemuput upacara. Ia memiliki struktur empat bagian (pepeson, pengawak, pengecet, pekaad) dengan paduan gerak Jawa-Bali dan iringan Gong Kebyar (pelog-selendro) serta vokal gerong. Pola lantainya beragam, termasuk simbol Dewata Nawa Sangga. Pementasannya diawali ritual mepiuning dan melukat dengan sarana banten khusus. Pemilihan tarian ini didasari oleh nilai sakral dan tradisi turun-temurun. Keberadaannya memunculkan empat praktik pendidikan dalam masyarakat Bubunan: Religius, Solidaritas, Estetika, dan Budaya. Dampak signifikannya meliputi: penanaman nilai etika pada penari, penguatan konsep menyamabraya (kolektivitas) di masyarakat, serta kesadaran pemerintah desa akan pentingnya melestarikan kesenian lokal sebagai media sosialisasi nilai-nilai pendidikan. Dengan demikian, Tari Rejang Ungkur bukan hanya ekspresi ritual, tetapi juga media pendidikan multidimensi yang berpengaruh bagi penari, masyarakat, dan tata kelola budaya desa.
Implementasi Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif di SDIC Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya) Afifi, Ruhana; Utami, Mulatsih Sri; Taupik, Asep Hamjah; Sauri, R Supyan
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22447

Abstract

Kompetensi pedagogik guru sangat penting bagi kualitas pembelajaran di sekolah dasar, namun masih terkendala rendahnya kemampuan merancang pembelajaran aktif, refleksi, dan budaya belajar berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dalam peningkatan kompetensi pedagogik guru di SDIC Bunda Tami Kabupaten Tasikmalaya, meliputi perumusan, perencanaan, penyusunan program, implementasi, serta pemantauannya. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian 1) Identifikasi kompetensi pedagogik guru masih bersifat administratif. 2) Pengembangan SDM belum sepenuhnya berbasis kebutuhan. 3) Sistem informasi dan teknologi pembelajaran belum dimanfaatkan secara pedagogis. 4) Budaya kolaborasi dan refleksi telah tumbuh, tetapi belum terstruktur sebagai strategi pembelajaran organisasi. 5) Integrasi human, information, dan organizational capital belum optimal dan selaras dengan tujuan strategis sekolah. 6) Evaluasi dan tindak lanjut pembelajaran belum sistematis berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dalam kerangka Balanced Scorecard di SDIC Bunda Tami telah berjalan, namun belum terintegrasi secara optimal, sehingga pengembangan kompetensi pedagogik guru masih bersifat parsial dan berada pada pemenuhan standar dasar. Oleh karena itu, direkomendasikan integrasi perspektif tersebut secara sistematis untuk memperkuat kompetensi pedagogik guru yang adaptif dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas sekolah.
Classroom Evaluation of Deep Learning: Effects on Reading Comprehension among Seventh Graders in Indonesia Herda, Rozanah Katrina; Margana, Margana; Winantaka, Binar; Andika, Jeffri Dian; Syafruddin, Syafruddin; Suni, Fauziyyah Mufida; Subekti, Mutiara Angelina Octavia; Mat Shawal, Bazilah Raihan
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22149

Abstract

In Indonesian instructional design, the principles of mindful, meaningful, and joyful learning have guided efforts to create engaging learning experiences in a deep learning nuance. Building on this foundation, deep learning has been increasingly recognized for its potential to strengthen students’ comprehension skills. This study assesses the effectiveness of a deep learning approach in enhancing reading comprehension among seventh-grade students in Indonesia and examines students’ perspectives on learning. Employing a quasi-experimental one-group pretest–posttest design, the study was conducted at a state junior high school with 32 students and included quantitative data from pretests and posttests, followed by qualitative data from semi-structured interviews with students and teachers. The quantitative results showed a significant improvement in reading comprehension, indicating that the deep learning approach effectively enhanced students’ reading performance. Qualitative findings supported this outcome, revealing increased student confidence and participation. These findings suggest that structured deep learning activities, combined with a supportive environment, foster greater student engagement and reading comprehension.
Efektivitas Media Komik Digital IPAS dengan Insersi Tri Kaya Parisudha untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Gede, Widiana; Giri, I Made Ariasa; Handayani, Ni Nyoman Lisna
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.18885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivtas implementasi media komik digital IPAS dengan insersi Tri Kaya Parisudha untuk meningkatkan literasi sains siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan posttest only control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil literasi sains. Sumber data penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer berupa skor hasil posttest literasi sains siswa kelas V pada kelompok eksperimen (SD Negeri 1 Sangsit) dan kelompok kontrol (SD Negeri 1 Kerobokan). Data sekunder diperoleh melalui dokumentasi sekolah, meliputi daftar nilai, jumlah siswa, dan profil sekolah yang digunakan untuk mendukung analisis serta memastikan kesetaraan karakteristik antar kelompok.. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas V SDN Gugus 6 Kecamatan Sawan, dengan jumlah keseluruhan yaitu sebanyak 112 orang, sementara sampel penelitian terdiri dari 71 siswa kelas V SD Negeri 1 Sangsit sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 1 Kerobokan sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis dimulai dengan uji normalitas, homogenitas. Penentu utama keberhasilan Media Komik Digital IPAS dengan Insersi Tri Kaya Parisudha untuk meningkatkan Literasi Sains diukur melalui data hasil posttest, yang dianalisis menggunakan uji T dengan signifikansi lebih kecil dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital IPAS dengan insersi Tri Kaya Parisudha efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa kelas V dengan nilai sig.(2-tailed) 0,000 <0,05.
Penerapan PjBL Dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah PLSV di Kelas VIII SMP Darul Muta’allimin Ni'mah, Alfa Rohmatun; Mutianingsih, Ninik; Prayitno, Lydia Lia
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.18660

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa untuk melakukan penyelesaian masalah matematika mengenai Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) disebabkan ketidakpahaman terhadap materi prasyarat yang mendasari konsep PLSV. Mengatasi hal tersebut peneliti menerapkan model PjBL guna meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematis yang merujuk pada teori Sumarmo. Tujuannya guna mengetahui perbandingan antara pengaruh model PjBL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis materi PLSV di kelas VIII SMP Darul Muta’allimin. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan jenis quasi experimen  serta desain post-test only control group diterapkan pada kajian ini. Populasi dalam kajian mencakup keseluruhan siswa kelas VIII di SMP Darul Muta’allimin dengan dua kelas sebagai sampel: kelas VIII-A kelompok kontrol dan kelas VIII-B kelompok eksperimen dipilih melalui teknik Simple Random Sampling. Data dilaksanakan dengan tes serta hasilnya dianalisis memakai uji Independent Samples t-test yang sebelumnya telah uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk dan uji homogenitas melalui Variance Homogeneity Test. Pada uji Independent Samples t-test,hasil analisis data didapat nilai sig = 0,000 < 0,05. Perihal ini menampilkan bahwasanya model PjBL memengaruhi secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi PLSV di kelas VIII SMP Darul Muta’allimin. Sehingga, mampu ditarik Kesimpulan bahwasanya penerapan model PjBL efektif dalam memberikan peningkatan terhadap keterampilan pemecahan masalah matematis siswa. Peneliti menyarankan agar model ini dikembangkan dan diimplikasikan dalam pembelajaran matematika lainnya guna alternatif memberikan peningkatan terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Pengaruh Kompetensi dan Servant Leadership Kinerja Guru di SMAN 1 Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Rosita, Gita; Rahayu, Muji
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22594

Abstract

Kinerja guru adalah elemen krusial dalam memperbaiki kualitas pendidikan, namun dalam prakteknya, masih terdapat banyak guru yang kinerjanya belum maksimal disebabkan oleh keterbatasan kemampuan dan pengaruh kepemimpinan di lembaga pendidikan. Oleh karena itu, kajian empiris mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja guru sangat diperlukan, terutama kompetensi guru dan prinsip servant leadership kepala sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak kompetensi guru dan servant leadership terhadap kinerja para guru di SMAN 1 Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, baik secara individu maupun secara keseluruhan. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode deskriptif dan verifikatif. Populasi yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pengajar di SMAN 1 Manonjaya yang berjumlah 86 orang, dengan teknik pengambilan sampel sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa kompetensi guru memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja mereka. Di sisi lain, servant leadership tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja guru. Namun, ketika ditinjau secara bersamaan, kompetensi guru dan servant leadership memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja pengajar. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru lebih banyak dipengaruhi oleh penguatan kompetensi profesional, sedangkan servant leadership berpotensi memberikan pengaruh secara tidak langsung. Penelitian ini menekankan pada pentingnya pengembangan kompetensi guru sebagai fokus utama dalam upaya meningkatkan kinerja di institusi pendidikan.
A Preliminary Study on The Speaking Confidence of Non-Formal Learners in Indonesia through TikTok-Based Learning Damayanti, Difanti Alfina; Herda, Rozanah Katrina; Wendt, Sara
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22152

Abstract

In the 21st century, education requires learners to develop cognitive knowledge alongside critical thinking, creativity, collaboration, and communication skills, with English serving as a key medium for global interaction and professional growth. Adult learners in non-formal settings, such as a non-formal education institution in Magelang, Indonesia, often face challenges in speaking due to anxiety, limited exposure, low self-efficacy, and competing work–family responsibilities. This descriptive qualitative study aimed to describe classroom conditions and learner participation, identify indicators of speaking confidence, and explore the potential of TikTok from a teacher's perspective. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews, and then analysed thematically. Findings revealed that psychological barriers, teacher-centred instruction, minimal feedback, and contextual fatigue hinder participation and fluency, while TikTok promotes confidence through rehearsal, creativity, peer interaction, and reduced performance pressure. The study concludes that supportive feedback, learner-centred approaches, and careful digital integration can enhance motivation and speaking skills. The implications emphasise the need for emotionally safe learning environments, teacher development in providing constructive feedback, and attention to digital privacy. Future research should employ mixed-methods, longitudinal tracking, and multi-site frameworks to explore how digital platforms and teacher assistance can further enhance speaking confidence in diverse non-formal EFL contexts.
Transformasi Paradigma Pengajaran di SD lewat Pembelajaran Kontekstual: Kajian Mixed Methods tentang Kesiapan Guru dan Dukungan Ekosistem Sekolah Falasifah, Farah; Abidin, Yunus; Herlambang, Yusuf Tri
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.23082

Abstract

Implementasi pembelajaran kontekstual dalam pengajaran ilmu pengetahuan di Sekolah Dasar (SD) dinilai krusial untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif proses, tantangan, dan faktor pendukung implementasi paradigma tersebut di tingkat kelas. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) model eksploratori sekuensial, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan pengawas; observasi partisipatif di dalam kelas; serta kajian dokumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar, dan hasil karya siswa. Temuan penelitian mengungkap tiga hal utama: (1) Kesenjangan antara pemahaman konseptual guru dan kemampuan operasional dalam merancang serta menilai pembelajaran kontekstual; (2) Spektrum strategi adaptasi sumber daya oleh guru, mulai dari penggunaan sumber jadi hingga pengembangan bahan berbasis kearifan lokal; (3) Faktor pendukung sistemik yang determinatif, khususnya peran kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan kebijakan alokasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa, keberhasilan pembelajaran kontekstual sangat bergantung pada kapasitas guru dalam mendesain pembelajaran dan adanya dukungan ekosistem sekolah yang memadai. Implikasi dari studi ini menekankan pentingnya pendampingan yang berfokus pada aspek perancangan pembelajaran dan pengembangan instrumen asesmen yang autentik, di samping penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di tingkat satuan pendidikan.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Sari, Devi Kartika; Sari, Filian Yunita
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.18776

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki agar dapat dimanfaatkan ketika melakukan penyelesaian matematika. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan gaya kognitif pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan. Penelitian dilakukan secara mendalam pada 4 siswa kelas V SDN 01 Srikaton yang dipilih melalui purposive sampling, dengan 2 subjek dari setiap gaya kognitif untuk memungkinkan eksplorasi komprehensif terhadap pola kognitif individual dan triangulasi data lintas subjek. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, GEFT, dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan disparitas signifikan: siswa Field Independent (FI) memenuhi seluruh indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi) dengan akurasi sempurna, mendemonstrasikan strategi metakognitif seperti self-verification dan autonomous problem restructuring. Sebaliknya, siswa Field Dependent (FD) hanya memenuhi sebagian indikator dengan akurasi rendah, menunjukkan keterbatasan pada interpretasi (informasi tidak lengkap), analisis (kesulitan menyusun penyelesaian), evaluasi (lemah dalam monitoring prosedural), dan gagal dalam inferensi. Temuan krusial mengungkap siswa FD mengalami illusion of understanding dan cascading errors. Karakteristik analitik gaya kognitif FI terbukti bersinergi dengan tuntutan kognitif berpikir kritis dalam konteks pecahan. Kemampuan berpikir kritis berbeda-beda bergantung pada gaya kognitif yang dimiliki.
AI Tools for Personalized English Learning: Bridging the Gap Between Technology and Language Acquisition Kafabih, Abdullah; Apriliana, Morista Sasi; Putri, Nanda Ardianing; Wardoyo, Eko; Retnani, Siki Tyas; Herda, Rozanah Katrina; Majid, Sheikha
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22475

Abstract

Language learning has become increasingly effective with the support of artificial intelligence, particularly in English language learning contexts. This study aims to explore how English as a Foreign Language learners utilize artificial intelligence to support personalized learning and to examine their perceptions of this technology. The study employed an explanatory sequential mixed methods design, beginning with quantitative data collection followed by qualitative exploration. Quantitative data were collected through a structured questionnaire involving 200 undergraduate learners from the English Education Department of a public university in Indonesia, while qualitative data were obtained through semi structured interviews with 10 selected participants. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and qualitative data were examined through thematic analysis. The findings indicate that artificial intelligence features such as real time feedback, adaptive content, voice recognition, and gamified tasks contribute to improvements in learners’ writing, reading, speaking, and listening skills. In addition, artificial intelligence provides interactive and accessible learning support that allows learners to engage flexibly in personalized learning. However, limitations related to meaningful interaction and contextual understanding remain challenges when artificial intelligence is not used judiciously.