cover
Contact Name
Asep Amam
Contact Email
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Phone
+6285220520401
Journal Mail Official
jurnalwahanapendidikan@gmail.com
Editorial Address
Jln. R.E. Martadinata No. 150 Tlp. (0265) 772192
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wahana Pendidikan
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23552425     EISSN : 27156796     DOI : 10.25157
Core Subject : Education,
Jurnal Wahana Pendidikan merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang memuat artikel penelitian (research article) di bidang pengembangan proses pembelajaran, praktikum, pengembangan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Jurnal Wahana Pendidikan diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Agustus). P-ISSN: 2355-2425 dan E-ISSN : 2715-6796 Wahana Pendidikan is a high-quality open access peer-reviewed research journal published by the Teaching and Education Faculty of Galuh University (UNIGAL). Wahana Pendidikan provides a platform that welcomes and recognizes high-quality original empirical research articles on education written by researchers, academics, professionals and practitioners from around the world.
Articles 316 Documents
Implementasi Kebijakan Digitalisasi Pengelolaan Kinerja pada Guru Sekolah Dasar (Studi Deskriptif Kualitatif pada KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya) Afifi, Ruhana; Utami, Mulatsih Sri; Taupik, Asep Hamjah; Ishak, Deding; Helmawati, Helmawati; Gumelar, Wahyu Satya
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22771

Abstract

Transformasi digital di bidang pendidikan telah mengubah manajemen dan pengelolaan kinerja guru, dengan digitalisasi kinerja sebagai upaya meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) digitalisasi kinerja guru sekolah dasar di KKG Se-Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta analisis data secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan telah dilakukan melalui penetapan tujuan, identifikasi kebutuhan, dan penyusunan SOP digital, tetapi masih berfokus pada pemenuhan administrasi; (2) pengorganisasian menunjukkan adanya pembagian peran dan struktur kerja, namun koordinasi dan kejelasan tanggung jawab belum sepenuhnya terintegrasi; (3) pelaksanaan dilakukan melalui penggunaan aplikasi SIMPKB, e-Kinerja, dan Ruang GTK dengan dukungan kepala sekolah dan kolaborasi guru, meski kedisiplinan input data masih dipengaruhi beban kerja dan pemahaman teknis; serta (4) pengawasan dilakukan melalui monitoring, evaluasi, validasi, dan audit data digital, namun lebih menekankan kelengkapan data daripada peningkatan kinerja reflektif. Secara keseluruhan, digitalisasi telah berjalan, tetapi orientasinya masih administratif sehingga belum sepenuhnya meningkatkan kualitas kinerja dan profesionalisme guru. Implikasinya, digitalisasi kinerja guru perlu dikelola secara strategis dan kolaboratif, berbasis data untuk pengembangan profesional dan peningkatan kualitas kinerja, didukung SOP reflektif, pemerataan TIK, serta pelatihan berkelanjutan agar tidak sekadar bersifat administratif.
Pengaruh Akses Teknologi dan Literasi Digital Terhadap Prestasi Studi Sosial Melalui Minat Belajar Sulastri, Sulastri; Kadeni, Kadeni; Dirgantoro, Ajar
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.20593

Abstract

Penerapan teknologi pembelajaran di sekolah dasar telah memberikan dampak yang signifikan terhadap proses  belajar  mengajar dan  prestasi  belajar  siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses teknologi dan literasi digital terhadap prestasi belajar IPS siswa kelas VI melalui minat belajar sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 210 siswa kelas 6, yang dipilih secara cluster sampling. Temuan penelitian ini diperoleh dari data yang dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses teknologi berpengaruh positif terhadap minat belajar siswa, karena ketersediaan perangkat digital dan akses internet yang memadai mendorong keterlibatan yang lebih tinggi dalam kegiatan pembelajaran. Literasi digital juga meningkatkan minat belajar dengan membantu siswa dalam mengakses dan mengevaluasi informasi secara efektif. Akses teknologi secara langsung meningkatkan prestasi belajar, sedangkan literasi digital berpengaruh secara tidak langsung melalui minat belajar. Secara keseluruhan, minat belajar menjadi faktor paling berpengaruh dalam menentukan prestasi akademik siswa.. Temuan ini menunjukkan bahwa minat belajar berperan sebagai variabel mediasi, yang memperkuat dampak Akses Teknologi dan Literasi Digital terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Akses Teknologi dan Literasi Digital memiliki peran penting dalam meningkatkan Prestasi Belajar siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui Minat Belajar. Temuan dari penelitian ini diharapkan adanya pemerataan sarana teknologi serta penguatan program literasi digital di lingkungan sekolah dasar.
Menuju Kolaborasi Pedagogi-Ekologi: Memahami Preferensi Siswa terhadap Ecoliteracy di Cultural Landscape Pesisir Cilacap Sudarto, Sudarto; Nurholis, Egi; Brata, Yat Rospia; Saefudin, Arif; Ramdani, Dadan
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.23437

Abstract

Penelitian bertujuan memahami preferensi siswa sekolah dasar dalam mengeksplorasi lanskap budaya pesisir Cilacap, menganalisis pengetahuan mereka tentang makhluk hidup lokal, serta menggali pemahaman interaksi ekologis antarspesies. Pendekatan pedagogi-ekologi esensial untuk mengembangkan ecoliteracy berkelanjutan di kawasan pesisir yang kaya biodiversitas namun rentan degradasi lingkungan. Metode kualitatif partisipatif diterapkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen pada siswa di SD Negeri Ujungalang 01 & 02, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap. Hasil mengungkap preferensi eksplorasi utama via aktivitas bermain alamiah dan interaksi langsung dengan biota pesisir, diiringi kesenjangan pemahaman ekologis mendalam. Implikasi praktis mencakup desain kurikulum kolaboratif pedagogi-ekologi, seperti modul pembelajaran berbasis eksplorasi lapangan terintegrasi dengan narasi budaya lokal, pelatihan guru untuk fasilitasi interaksi siswa-biota, serta rekomendasi kebijakan pendidikan lingkungan berbasis komunitas pesisir guna memperkuat ecoliteracy dan resiliensi ekosistem sejak dini.
Transformasi Pembelajaran Sejarah di Era Education 4.0: Tinjauan Kritis Atas Integrasi Teori Belajar Bermakna Ausubel dan Teknologi Digital Huda, Khoirul
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.18459

Abstract

Studi ini bertujuan untuk secara kritis mengkaji integrasi teori pembelajaran bermakna Ausubel dalam pembelajaran sejarah dalam kerangka Pendidikan 4.0 dengan mengidentifikasi kesenjangan teoretis dan praktis dalam implementasi pendekatan pembelajaran bermakna menggunakan teknologi digital. Pendidikan 4.0 menekankan penggunaan alat digital, pembelajaran personal dan pedagogi kolaborasi sehingga menghadirkan tantangan dan peluang bagi pendidik sejarah. Urgensi studi ini terletak pada kenyataan bahwa pembelajaran sejarah masih didominasi hafalan, sementara siswa dituntut mengembangkan penalaran historis, berpikir kritis dan literasi digital. Teori Ausubel memberikan landasan konseptual untuk memperdalam pemahaman sejarah. Metode menggunakan tinjauan literatur melalui Scopus yang melibatkan analisis tematik antara tahun 2010 dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan penggunaan pengorganisir awal berbasis digital, teknologi imersif dan platform digital kolaboratif. Studi ini memberikan strategi praktis bagi guru, seperti mengintegrasikan pengorganisir awal yang ditingkatkan teknologi dan kolaborasi berbasis penyelidikan dan menekankan perlunya pengembangan profesional dan dukungan kebijakan. Temuan tersebut menegaskan potensi teori pembelajaran bermakna mendukung pengajaran sejarah yang dinamis, reflektif dan terlibat secara kritis yang selaras dengan kompetensi abad ke-21
Analisis Diglosia Pada Pemilihan Bahasa Indonesia, Sunda, dan Jawa dalam Interaksi Siswa Herdiana, H. R; Andi Mulyadi, U.; Ekapasha, Marissa
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.22837

Abstract

Dalam suatu wilayah dinamika kebahasaan masih sering ditemukan, terutama di sekolah yang berada di daerah perbatasan budaya dan bahasa, seperti wilayah peralihan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hal ini mengakibatkan adanya fenomena diglosia, yaitu keadaan ketika dua variasi bahasa atau lebih digunakan dalam satu komunitas dengan fungsi yang berbeda dan relatif terpisah.  Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena diglosia yang terjadi di SMA Negeri 2 Banjar, khususnya dalam penggunaan bahasa Indonesia sebagai ragam tinggi (High/H), serta bahasa Sunda dan Jawa sebagai ragam rendah (Low/L). Penelitian ini menggunakan gabungan dua jenis data yaitu mix method baik data kuantitatif dan data kualitatif, untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai fenomena diglosia di lingkungan SMA Negeri 2 Banjar. Oleh karena itu, teknik pengumpulan data dan sumber data disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket melalui google form kepada 50 siswa kelas XII. Hasil penelitian menunjukkan angka lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks formal, 58% siswa memilih bahasa tersebut karena lebih nyaman digunakan dan 58% faktornya disebabkan oleh lawan biara.Temuan kualitatif menunjukkan bahwa siswa secara sadar membedakan penggunaan bahasa berdasarkan konteks komunikasi. Bahasa Indonesia dipersepsikan sebagai bahasa resmi dan sopan sehingga dominan digunakan dalam situasi formal dan akademik, sedangkan bahasa Sunda dan Jawa digunakan untuk membangun kedekatan dan kenyamanan dalam interaksi nonformal. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi kebahasaan agar siswa mampu menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks.
Manusia Sebagai Animal Educandum Dalam Dimensi Pedagogik Pendidikan Dasar Kusnandi, Kusnandi; Ibrahim, Malik
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.23367

Abstract

Penulisan artikel bertujuan untuk mendeskripsikan hakikat manusia sebagai animal educandum ditinjau dari perspektif pedagogik pada fase perkembangan anak usia pendidikan dasar dan implikaisnya. Metode penulisan artikel ini dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka, telaah dokumentasi terkait, dan diskusi keilmuan pedagogik dengan mahasiswa S2 Prodi Administrasi Pendidikan Pascasarjana Unigal. Temuan dari kajian ini, secara fisik dan struktur tubuh, manusia memiliki beberapa persamaan dengan hewan lainnya terutama yang tergolong dalam kelas mamalia atau primata . Perbedaan mencolok antara manusia dengan hewan adalah pada otak.  Dengan struktur, bagian, dan fungsi otak yang dikembangkan dengan sempurna, maka potensi manusia akan maksimal untuk mencapai posisi tertinggi sesuai dengan fitrahnya. Berdasarkan teori multiple intelegences, manusia memiliki delapan kecerdasan yang dapat dikembangkan. Kedelapan jenis kecerdasan tersebut adalah kecerdasan: linguistic-verbal, matematis-logis, visual-spasial, musical, intrapersonal. interpersonal, kinestetis, dan naturalis. Untuk dapat mencapai potensi terbaiknya, maka manusia harus dididik dengan berbagai cabang keilmuan dan keterampilan menggunakan alat.  Berangkat dari potensi dan kebutuhan belajar manusia, maka lahirlah aliran-aliran  pendidikan seperti nativisme, empirisme dan konvergensi. Manusia sebagai 'animal educandum' yang mengandung makna bahwa manusia merupakan mahkluk yang perlu atau harus dididik, karena saat dilahirkan kondisinya sangat tidak berdaya sama sekali, padahal memilki berbagai potensi yang apabila dibantu dengan pendidikan akan menjadi manusia yang paripurna yang akan sangat berbeda dengan hewan Bertolak dari pandangan tersebut, secara implisit terlihat pula bahwa tidak mungkin manusia dipandang sebagai mahkluk yang harus di didik, apabila manusia bukan mahkluk yang dapat di didik.
Efektivitas Modul Ajar Berdiferensiasi Berbasis Sad Kerti Loka Bali pada Mata Pelajaran IPAS untuk Meningkatkan Kompetensi 4C Siswa Putu, Agus Trisna
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.18884

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of a differentiated instructional module based on Sad Kerthi Loka Bali in the Science and Social Studies (IPAS) subject for enhancing 4C Competencies (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) among fifth-grade students in Cluster II, Busungbiu District during the 2024/2025 academic year. Employing a quantitative post-test-only control group design, data were collected through observations, interviews, and 4C competency questionnaires. The research population comprised all fifth-grade students (N=69) in Cluster II elementary schools, with a sample of 35 students divided between SD Negeri 1 Kedis (experimental group) and SD Negeri 3 Kekeran (control group). Data analysis commenced with normality and homogeneity tests, followed by t-test analysis (significance level α<0.05) of post-test results to determine the module's effectiveness in integrating Sad Kerthi Loka Bali values. The findings demonstrate that the differentiated instructional module significantly improved students' 4C competencies (Sig. [2-tailed] = 0.000 < 0.05). These results indicate that the locally-grounded Sad Kerthi Loka Bali-based IPAS module effectively enhances 4C competencies among fifth-grade students in Busungbiu District's Cluster II elementary schoolsThis study aims to e$xamine$ the$ e$ffe$ctive$ne$ss of a diffe$re$ntiate$d instructional module$ base$d on Sad Ke$rthi Loka Bali in the$ Scie$nce$ and Social Studie$s (IPAS) subje$ct for e$nhancing 4C Compe$te$ncie$s (Critical Thinking, Cre$ativity, Collaboration, Communication) among fifth-grade$ stude$nts in Cluste$r II, Busungbiu District during the$ 2024/2025 acade$mic ye$ar. E$mploying a quantitative$ post-te$st-only control group de$sign, data we$re$ colle$cte$d through obse$rvations, inte$rvie$ws, and 4C compe$te$ncy que$stionnaire$s. The$ re$se$arch population comprise$d all fifth-grade$ stude$nts (N=69) in Cluste$r II e$le$me$ntary schools, with a sample$ of 35 stude$nts divide$d be$twe$e$n SD Ne$ge$ri 1 Ke$dis (e$xpe$rime$ntal group) and SD Ne$ge$ri 3 Ke$ke$ran (control group). Data analysis comme$nce$d with normality and homoge$ne$ity te$sts, followe$d by t-te$st analysis (significance$ le$ve$l α<0.05) of post-te$st re$sults to de$te$rmine$ the$ module$'s e$ffe$ctive$ne
Analisis Kebutuhan Video Animasi Clay Untuk Pemahaman Teks Naratif Herwanto, Heri; Sukartiningsih, Wahyu; Hendratno, Hendratno
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.23066

Abstract

Video animasi clay berbasis AI Canva menawarkan keunggulan yang lebih kontekstual dan personal, dengan karakter tanah liat/plastisin yang divisualisasikan secara hidup dalam video. Ini merupakan integrasi teknologi AI terkini untuk pendidikan abad 21, yang mendekatkan materi pembelajaran dengan pengalaman murid. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis persepsi, tantangan, dan kebutuhan nyata dari guru dan murid di sekolah sekolah terhadap bentuk media pemeblajaran dalam bentuk video animasi clay berbasis AI Canva. (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan video animasi berbasis AI dalam meningkatkan pemahaman murid terhadap teks naratif. Metode menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di SDN 3 Sukahurip. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan murid, serta studi dokumentasi. Data dianalisis dalam tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Guru menganggap video animasi clay berbasis AI Canva menarik, namun kesulitan memaksimalkan penggunaannya, sementara murid tertarik pada visual plastisin/tanah liat dan menginginkan animasi yang lebih personal; tantangan utama adalah kurangnya pelatihan guru dan keterbatasan akses fitur Canva Team. (2) Faktor-fakor mempengaruhi: (a) Teknologi AI membuat karakter dan alur cerita lebih dinamis dan interaktif; (b) Keterampilan guru dalam menggunakan Canva mempengaruhi efektivitas video animasi; (c) Murid membutuhkan media yang lebih hidup dan menarik untuk memahami teks naratif kompleks.
Mobile-Assisted Interactive Multimedia in Language Literacy Class: Exploring Primary School Teachers’ Voices Nurussyifa, Choiroh; Al Masjid, Akbar; Wijayanto, Zainnur
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.23374

Abstract

In primary education, language literacy has become a central focus particularly as learners are increasingly exposed to digital-based learning environments. However, the integration of interactive multimedia to support literacy development remains under-explored, especially in contexts where teachers face pedagogical, technological, and infrastructural challenges. This study aims to describe teachers’ perceptions regarding the use of mobile-based interactive multimedia in language literacy class in primary schools. This qualitative case study employed close-ended questionnaires and semi-structured interviews with forty primary school teachers from diverse teaching backgrounds. Findings revealed that effective digital multimedia should relate to appearance and design, interactivity, ease of use, audio-visual quality, and alignment of media with learning objectives. It was also found that teachers experience difficulties in fostering literacy due to poor integration of literacy learning within the subject content, use of varied learning media, interactive literacy learning, and innovation in literacy instruction. Findings showed that teachers expect digital interactive platforms which had high interactivity, built-in scaffolding, meaningful feedback, and contextualized content. The study highlights the need for more systematic professional development, inclusive multimedia design, and collaborative approaches in supporting teachers to optimize digital interactive multimedia for literacy instruction.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Gemini Ai Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VIII SMPN 1 Rejotangan Rahmawati, Annisa Testi; Rindrayani, Sulastri Rini; Nur Afifah, Dian Septi; Dirgantoro, Ajar
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.20511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Gemini AI terhadap motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Rejotangan berjumlah 240 siswa, dengan sampel dua kelas sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen penelitian berupa angket tertutup untuk mengukur motivasi belajar dan tes uraian berbasis HOTS (C4–C6) untuk mengukur keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar kelas eksperimen meningkat dari 68,7 menjadi 82,3, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 48,89 menjadi 55,56. Keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen meningkat dari 64,5 menjadi 80,1 dengan kategori N-Gain sedang–tinggi (>0,6), sementara kelas kontrol hanya mengalami peningkatan kecil. Uji MANOVA menunjukkan pengaruh simultan yang signifikan terhadap kedua variabel (Pillai’s Trace = 0,172; p = 0,005). Repeated Measures MANOVA juga menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p < 0,001; η² = 0,729) serta perbedaan antar kelompok (p < 0,001; η² = 0,705). Temuan ini membuktikan adanya interaksi signifikan antara penerapan strategi berbasis Gemini AI dan peningkatan kedua variabel, sehingga strategi ini efektif meningkatkan kualitas pembelajaran IPS.