cover
Contact Name
Khairuddin
Contact Email
khairuddin@staff.uma.ac.id
Phone
+6281377116720
Journal Mail Official
jurnalp3@gmail.com
Editorial Address
Jalan H.M. Yamin SH No 225 Medan, Sumatera Utara
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K)
ISSN : 27215393     EISSN : 27215385     DOI : -
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan manuskrip penelitian di bidang pendidikan, psikologi dan kesehatan. Fokus dan ruang lingkup jurnal adalah untuk: 1) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional di seluruh konteks pendidikan 2) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang psikologi 3) Menyediakan jurnal yang melaporkan penelitian tentang topik-topik yang memiliki signifikansi lokal, nasional dan internasional dalam bidang kesehatan. Mengutamakan hasil-hasil penelitian lintas disiplin ilmu dan temuan-temuan terbaru dalam bidang ilmu pengetahuan. J-P3K terbit tiga kali dalam setahun yaitu April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 416 Documents
Fungsi Eksekutif dan Disfungsi Eksekutif pada ADHD (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas) Oktariani, Oktariani; Syamsuyurnita, Syamsuyurnita; Simon, Jhon
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.220

Abstract

Fungsi eksekutif (Executive function) merupakan kemampuan umum untuk mengatur dan bertindak berdasarkan informasi dengan cara yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang direncanakan. Fungsi eksekutif yang terganggu dapat merusak kemampuan seseorang untuk mengatur dan mengendalikan perilaku mereka Keterampilan fungsi eksekutif seseorang memungkinkan mereka untuk hidup, bekerja dan belajar secara mandiri dan kompeten untuk usianya. Dengan bantuan aktivitas eksekutif, individu dapat memperoleh informasi, memikirkan solusi, dan mengimplementasikannya Individu yang mengalami gangguan fungsi eksekutif (Disfungsi eksekutif) dapat menyebabkan: terganggu kinerja di tempat kerja atau sekolah, kesulitan membangun atau mempertahankan hubungan. masalah suasana hati, harga diri rendah, menghindari tugas-tugas sulit, memiliki motivasi rendah atau kehilangan minat dalam aktivitas, Disfungsi eksekutif ini umumnya terjadi pada anak yang mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Dimana anak yang mengalami ADHD mempunyai kendala dalam memori, konsentrasi, dan manajemen waktu. Disfungsi eksekutif ini terjadi karena rusaknya sirkuit diotak sehingga membuat anak ADHD sulit untuk mengontrol perhatian, perilaku, dan juga emosi
Hubungan Work Value Dengan Organizational Citizenship Behavior Pada Karyawan Etnis Batak Toba PTPN III Tanjung, Nurul Hidayah; Sembiring, Defri; Nengsih, Yurna; Elvinawaty, Rianda; Ade, Frihapma Semita
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.271

Abstract

Etos kerja yang diterapkan dalam budaya kerja suku Batak telah berkembang menjadi nilai-nilai kerja yang dipegang teguh, terutama dalam mewujudkan etos kerja yang positif. Prinsip-prinsip ini merupakan bagian integral dari budaya suku Batak Toba, dan dampaknya terlihat dalam perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara nilai-nilai kerja (work value) dan OCB pada karyawan etnis Batak Toba yang bekerja di PTPN III di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai korelasi Pearson yang diperoleh adalah 0.614, dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.000 (p0.05). Temuan ini menggambarkan adanya korelasi yang sangat signifikan, menunjukkan hubungan yang kuat dan bermakna antara variabel-variabel tersebut. Selain itu, penelitian ini mencatat bahwa nilai koefisien determinasi untuk variabel work value terhadap OCB adalah sebesar 0.377, menunjukkan kontribusi sebesar 37.7% dari work value terhadap OCB.
Organization Citizenship Behavior (OCB): Studi Deskriptif Pada Karyawan di Perusahaan X Chandra, Nova; Hijaya, Jasmine Meutia; Fiore, Asyfa; Anandita, Rafela; Zamralita, Zamralita
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis perilaku kewarganegaraan organisasi (OCB) pada karyawan di Perusahaan X, dengan fokus pada perbedaan gender dalam dimensi sportsmanship dan civic virtue. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei yang melibatkan sejumlah karyawan dari berbagai divisi di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan laki-laki memiliki mean OCB yang lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan perempuan, khususnya dalam dimensi sportsmanship dan civic virtue. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, harapan peran gender, akses ke kesempatan kepemimpinan, serta tingkat stres dan beban kerja. Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya Perusahaan X untuk mengadopsi kebijakan yang mendukung kesetaraan gender, meningkatkan akses perempuan ke peran kepemimpinan, dan mengelola beban kerja secara efektif. Dengan demikian, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan produktif, serta meningkatkan kontribusi keseluruhan karyawan melalui perilaku kewarganegaraan organisasi.
Kenakalan Remaja Komunitas Street Punk Di Palembang Sujarwo, Sowi; Agustian, Berry
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai kenakalan remaja punk. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan pendekatan studi kasus. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah dua remaja putra berumur 19 tahun dan satu remaja putri berumur 19 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk kenccckalan remaja yang dilakukan subjek pertama lebih mengarah ke tindakan kriminal seperti melakukan pemerasan, pencurian, menjadi bandar obat penenang dan kurir narkoba, keluar masuk penjara terkait kasus penganiayaan berat dan kepemilikan obat penenang secara ilegal, kekerasan seksual, dan bahkan melakukan pembunuhan. Sedangkan subjek kedua hanya melakukan kenakalan biasa yang tidak sampai mengarah ke tindakan kriminal. Faktor penyebab kenakalan remaja punk yang dilakukan kedua subjek karena pengaruh dari lingkungan sosial, lingkungan keluarga yang tidak harmonis, musik punk yang mereka dengar, dan ada dorongan dari dalam diri subjek untuk melakukan kenakalan-kenakalan yang selama ini menjadi masalah bagi kedua subjek.
Analisis Dampak Media Sosial bagi Remaja di Kota Medan Saragih, Adelin Australiati; Kartika, Arie; Novita, Nanda
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.245

Abstract

Remaja merupakan salah satu tahapan perkembangan dimana individu mulai mengeksplor lingkungan dan mencari identitas dirinya. Dalam tahapan perkembangan, remaja dihadapkan pada perkembangan teknologi yang pesat. Perkembangan teknologi menjadi salah satu hal yang berpengaruh terhadap munculnya berbagai media sosial. Berbagai jenis media sosial kerap digemari oleh remaja, adapun penggunaannya didasarkan pada berbagai tujuan, mulai dari mempermudah komunikasi dan interaksi hingga sebagai salah satu media yang dapat memberikan hiburan. Pesatnya penggunaan media sosial menyebabkan berbagai dampak positif dan negatif yang dapat dilihat secara psikologis, hukum maupun dari perkembangan bidang teknologi dan informasi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalis dampak-dampak dari penggunaan media sosial yang dilakukan remaja. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 105 remaja di Kota Medan yang diambil dari beberapa sekolah, yaitu SMA Gadjah Mada Medan, SMK Medan Area serta siswa-siswa SMA sekolah lainnya. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner yang dibagikan secara langsung dan sebagian melalui google form yang kemudian dianalisis secara statistik. Adapun hasil penelitian menunjukkan sebanyak 105  sampel remaja menggunakan media sosial dan memunculkan dampak yang berkaitan dengan aspek psikologis, hukum dan teknologi.
Efek Label Diagnosis ke Persepsi Keberbahayaan terhadap Orang dengan Gangguan Mental (ODGJ) Riswidita, Muhammad Ivandra; Asih, Sali Rahadi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.817

Abstract

Persepsi bahwa orang dengan gangguan mental (ODGJ) bersifat membahayakan merupakan salah satu bentuk stigma yang paling kuat dan persisten dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana label diagnosis gangguan mental memengaruhi persepsi keberbahayaan, dengan membedakan antara potensi membahayakan diri sendiri dan orang lain. Menggunakan desain eksperimental berbasis vignette, 282 partisipan dewasa Indonesia (Mean usia= 32.4, SD= 12.8; n laki-laki= 104, n perempuan= 178) secara acak diberikan narasi fiktif yang menggambarkan gejala gangguan mental dengan atau tanpa label diagnosis, serta satu kondisi kontrol. Persepsi keberbahayaan diukur secara terpisah untuk keberbahayaan ke diri sendiri dan ke orang lain. Analisis menggunakan Generalized Linear Mixed Model (GLMM) menunjukkan bahwa baik keberadaan label diagnosis maupun jenis gangguan mental yang dibagikan ke partisipan secara signifikan memengaruhi persepsi keberbahayaan. Gangguan dalam spektrum psikosis dan disfungsi emosional lebih diasosiasikan dengan bahaya terhadap diri sendiri, sementara gangguan dalam spektrum externalizing lebih dikaitkan dengan bahaya terhadap orang lain. Implikasi dari temuan ke studi mengenai stigma, persepsi keberbahayaan, dan bagaimana perbedaan diagnosis gangguan serta persepsi keberbahayaan ke diri sendiri dan ke orang lain juga dibahas di penelitian ini.
Gambaran Stres Orangtua yang Memiliki Anak Autistik Spectum Disorder Saragih, Yoni Masdwita; Steven, Steven; Sarmila, Yeni; Carlyn, Caylie; Purba, Riski Herniko; Marpaung, Winida; Putra, Achmad Irvan Dwi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran stres pada orang tua yang memiliki anak autistik spektrum disorder. Pada Penelitian ini, para peneliti menggunakan Pendekatan Kualitatif. Data diperoleh melalui metode wawancara terbuka dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari lima orang subjek penelitian yang memiliki kriteria untuk penelitian ini. Dalam pemilihan subjek, teknik yang digunakan adalah Teknik Purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para orang tua pada awalnya sulit menerima, seiring berjalannya waktu para orang tua atau subjek mulai belajar menerima keadaan anak mereka dan ikhlas serta berusaha merawat anak mereka dengan memberikan terapi baik melalui sekolah maupun secara mandiri di rumah. Anak anak di sekolahkan di SLB agar dapat membantu dalam memberikan terapi sehingga anak-anak dapat mengikuti pembelajaran.
Hubungan Physical Activity Motivation dengan Tingkat Self-esteem pada Penari Rekreasional Dewasa Awal Nuraini, Ilmi Hafzah; Herdiana, Ike
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.231

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan mengidentifikasi sifat hubungan antara physical activity motivation dengan self-esteem dalam konteks tari rekreasional yang dilakukan oleh individu dewasa awal. Kriteria subjek dalam penelitian ini adalah laki-laki atau perempuan, berusia 18–25 tahun, dan menari sebagai kegiatan rekreasional setidaknya dua kali dalam satu minggu. Instrumen yang digunakan adalah Physical Activity and Leisure Motivation Scale (PALMS) yang difinalisasi oleh RoyChowdhury (2012) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) oleh Rosenberg (1965). Teknik analisis data seperti uji asumsi dan uji korelasi menggunakan bantuan software IBM SPSS for Windows versi 26. Hasil dari uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara physical activity motivation secara umum dengan self-esteem. Sedangkan untuk masing-masing dimensi, terdapat 6 dimensi yang berhubungan dan 2 dimensi yang tidak memiliki hubungan dengan self-esteem.
Hubungan Stres Akademik dengan Kecenderungan Eating disorder Mahasiswa PBI yang Menyusun Skripsi Pratiwi, Alwiyah Dwi; Widiantoro, Fx Wahyu
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 6, No 3 (2025): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v6i3.789

Abstract

Mahasiswa sering menganggap skripsi sebagai tugas yang paling berat dan sulit karena harus melalui proses penelitian yang panjang dan membutuhkan usaha yang lebih besar daripada saat menyelesaikan tugas perkuliahan. Tidak jarang terdapat mahasiswa yang mengalami tekanan karena skripsi. Perasaan terbebani dan tidak mampu dalam proses pengerjaan skripsi sering kali menyebabkan mahasiswa merasakan stres akademik. Stres akademik yang dihadapi mahasiswa mampu memicu munculnya berbagai gangguan psikologis, salah satunya yaitu eating disorder atau gangguan makan. Penelitian ini ditujukan guna menganalisis korelasi antara stres akademik dengan kecenderungan gangguan pola makan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang menyelesaikan skripsi. Penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif, serta teknik analisis data korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya ada korelasi positif dan signifikan antara stress akademik dengan kecenderungan eating disorder pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang sedang menyusun skripsi di Universitas Negeri Yogyakarta (0,000 0,005). Semakin tinggi tingkat stress akademik yang dialami, semakin tinggi juga mahasiswa memiliki kecenderungan untuk mengalami eating disorder.
Kaitan Spiritual Well Being Dan Academic Stress Pada Remaja Susanto, Chandra
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 1 (2024): J-P3K APRIL
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i1.279

Abstract

Stress akademik merupakan kondisi dimana adanya tekanan-tekanan psikologis yang dirasakan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Stres akademik dapat mempengaruhi kondisi psikologis, fisik siswa yang pada akhirnya juga dapat mempengaruhi kinerja dan hasil akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritual well-being dengan academic stress pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif survei. Sampel penelitian ini berjumlah 120 orang siswa/i atau remaja yang terdiri dari 46 laki-laki dan 74 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan 2 alat ukur yakni Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dengan 6 skala Likert dan Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) dengan 5 skala Likert. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasional Spearman. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara spiritual well-being dan academic stress pada remaja. Selain itu penelitian ini juga menemukan terdapat perbedaan tingkat spiritual well-being dan academic stress ditinjau dari jenis kelamin.