cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 401 Documents
Eksplorasi Bakteri Diazotrof dari Rizosfer Tanaman Bawah Merah (Allium ascalonicum L.) di Brebes, Jawa Tengah Amalia, Dwi Ayu Lutfiani; Oedjijono, Oedjijono; Purwanto, Purwanto
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri diazotrof yang mampu menambat nitrogen dan menghasilkan hormon IAA dengan cara menyeleksinya dari rizosfer tanaman bawang merah di Brebes, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan selama 6 bulan (Januari-Juni 2020). Penelitian ini terdiri dari pengambilan sampel tanah perakaran bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, isolasi bakteri tanah pada medium Yeast Mannitol Agar+Congo red, Ashby, dan Caceres, uji produksi IAA metode Salkowski, uji kemampuan penambatan nitrogen metode Kjeldahl, dan identifikasi bakteri. Sebanyak sembilan isolat bakteri diazotrof yang mampu menghasilkan IAA telah berhasil diisolasi. Kesembilan isolat tersebut mampu menghasilkan IAA dengan konstentrasi antara 3,05-3,51 ppm, dengan isolat LAR3 sebagai penghasil IAA tertinggi. Hasil perhitungan kemampuan menambat nitrogen bebas dengan metode Kjeldahl dari 6 isolat terbaik penghasil IAA, mampu menghasilkan konsentrasi berkisar antara 3,15-88,55 ppm, dengan isolat LAR5 sebagai penghasil nitrogen tertinggi. Hasil identifikasi menunjukkan kesembilan isolat bakteri yang didapatkan termasuk dalam 3 kelompok bakteri yang berbeda, yaitu empat isolat termasuk spesies anggota genus Rhizobium (isolat LAR3,LAR5,LBR1,dan LCR3), tiga isolat adalah spesies anggota genus Azospirillum (isolat LAA4,LAA5, dan LCA1), dan dua isolat termasuk spesies anggota genus Azotobacter (isolat LBZ2 dan LBZ3).
Hubungan beberapa Aspek Biologi Reproduksi dengan Panjang Tubuh Ikan Palung (Hampala macrolepidota Kuhl & Van Hasselt 1823) di Waduk Panglima Besar Jenderal Soedirman Soraya, Dhita Rasyida; Susatyo, Priyo; Rukayah, Siti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui rasio kelamin, TKG, IKG, fekunditas, ukuran pertama kali matang gonad ikan palung (H. macrolepidota) yang tertangkap di Waduk Panglima Besar Jenderal Soedirman dan hubungan antara beberapa aspek biologi ikan palung dengan panjang tubuh. Pengambilan sampel ikan dilakukan dua kali pada November dan Desember 2017. Hasil penelitian menujukkan bahwa ikan palung di Waduk Panglima Besar Jenderal Soedirman memiliki rasio kelamin 1 : 2,82. Tingkat Kamtangan Gonad (TKG) ikan palung yang ditangkap berada pada TKG I-IV. Rata-rata ukuran pertama kali matang gonad pada ikan palung betina adalah 447,6 mm dan ikan palung jantan 295,8 mm. Fekunditas ikan palung sebanyak 841-35.896 butir. Hubungan TKG dengan panjang total pada ikan betina berkorelasi positif (r = 0,827) dan jantan memiliki korelasi positif (r = 0,566). Hubungan IKG dengan panjang total ikan betina berkolerasi positif (r = 0,670). Hubungan IKG dengan panjang total ikan jantan berkolerasi positif (r = 0,392). Hubungan fekunditas dan panjang total memiliki korelasi positif (r = 0,978)
Aspek-aspek Reproduksi Cacing Diopatra neapolitana Di Cilacap Purwati, Ita; Rachmawati, Farida Nur; Wibowo, Eko Setio
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3494

Abstract

Diopatra neapolitana merupakan polychaeta yang memiliki tubuh dengan struktur tabung besar. D. neapolitanan dapat dimanfaatkan sebagai pakan udang karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Penggunaan D. neapolitana sebagai pakan dilakukan dengan mengambil cacing langsung dari alam sehingga dapat mengganggu keberlangsungan populasi cacing D. neapolitana di alam. Kondisi ini memerlukan adanya usaha domestifikasi dan budidaya D. neapolitana, namun informasi tentang kondisi biologis dan reproduksi yang ada masih terbatas, terutama spesies yang ditemukan di Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek reproduksi D. neapolitana yang dapat mendukung domestifikasi dan budidaya cacing D. neapolitana. Hasil penelitian menunjukkan nilai rasio jenis kelamin yang seimbang yaitu 1:1. Ukuran tubuh cacing betina dan jantan tidak berbeda nyata. Hasil pengamatan pada cacing betina menunjukkan rata-rata jumlah segmen 131,96 ± 28,19 buah; rata-rata berat tubuh 2.65 ± 1,15 g dan cacing berada dalam fase mature dan submature dengan diameter telur antara 199-240 µm. Cacing jantan memiliki rata-rata jumlah segmen 136,97 ± 24,51 buah; rata-rata berat tubuh 2.18 ± 1,11 g dan bentuk sperma berupa tetrad spermatid. Hasil analisis hubungan berat tubuh dan tingkat maturasi D. neapolitana menunjukkan hasil korelasi negatif dengan r= 0,009, persamaan regresi linier y= 219.868 – 0,080x; dan nilai t hitung (-0,043) < t tabel (2,07961), dan asil analisis hubungan jumlah segmen dan tingkat maturasi D. neapolitana didapat nilai r = 0,101; r2 = 1%; persamaan regresi linier y = 224.247– 0,035x; dan t hitung (-0,463) < t tabel (2,07961). Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa %. Berat tubuh tidak berkorelasi positif dengan tingkat maturasi cacing D. neapolitana. Peningkatan berat tubuh tidak selalu dikuti dengan peningkatan tingakat maturasi, dan peningkatan jumlah segmen tidak selalu diikuti dengan peningkatan tingkat maturasi cacing D. neapolitana.
Pendugaan Daerah Potensial Penangkapan Ikan Lemuru (Sardinella sp.) Berdasarkan Klorofil-a Di Perairan Selat Bali Azhari, Rais Fikri; Jatisworo, Dinarika; Dewi, Rose
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 4 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3495

Abstract

Perairan Selat Bali merupakan daerah yang kaya sumberdaya ikan. Ikan Lemuru (Sardinella sp.) merupakan hasil perikanan paling dominan di perairan Selat Bali. Hampir 80% hasil penangkapan ikan di perairan Selat Bali berupa Lemuru. Pada kegiatan penangkapan, penentuan lokasi penangkapan merupakan aspek yang penting. Lokasi ikan lemuru, sangat ditentukan oleh kondisi perairan seperti konsentrasi klorofil-a. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui konsentrasi klorofil-a, hasil tangkapan ikan lemuru di perairan Selat Bali tahun 2014-2019, serta hubungan konsentrasi klorofil-a dengan hasil tangkapan ikan lemuru, dan mengetahui pola distribusi klorofil-a dari 2014-2019 sebagai pendugaan daerah penangkapan di perairan Selat Bali. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data klorofil-a dari satelit Aqua MODIS Level 3, dan data hasil tangkapan ikan lemuru tahun 2014-2019. Metode yang digunakan adalah metode observasi yaitu mengamati gejala-gejala secara sistemastis untuk menemukan sebuah fakta. Rata-rata konsentrasi klorofil-a setiap bulan selama 2014-2019 didapatkan nilai berkisar 0.196 mg/m3 - 2.268 mg/m3. Rata-rata hasil tangkapan setiap bulan selama 2014-2019 berkisar 190 ton – 1.202 ton. Hasil uji korelasi pearson antara klorofil-a dan hasil tangkapan menunjukkan nilai -0.026 yang berarti berbanding terbalik.
Penentuan Kualitas Air Waduk Cacaban, Tegal, Jawa Tengah Berdasarkan Parameter Mikrobiologi Amaliah, Fitri; Rahayu, Diana Retna Utarini Suci; Kusharyati, Dyah Fitri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 4 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3496

Abstract

Waduk Cacaban terletak di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Waduk Cacaban merupakan tempat dengan berbagai gangguan antropologis seperti kegiatan domestik, industri, dan kegiatan lainnya yang berdampak negatif terhadap sumberdaya air dan dapat menurunkan kualitas air. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas perairan adalah analisis bakteri coliform. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas air Waduk Cacaban berdasarkan parameter mikrobiologi, dan menentukan status perairan Waduk Cacaban berdasarkan Indeks Pencemaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, sedangkan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling pada 3 stasiun (dermaga, inlet, dan keramba) dengan 2 kali pengambilan setiap stasiunnya. Parameter yang diamati yaitu bakteri coliform dan fecal coli dengan parameter pendukung yaitu pH, temperatur, dan Total Dissolved Solid (TDS). Analisis dilakukan berdasarkan parameter mikrobiologi sesuai standar dari SNI 06-4158-1996 dan status Waduk Cacaban berdasarkan Indeks Pencemaran sesuai KepMen LH Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Perairan Waduk Cacaban memiliki temperatur berkisar antara 29,2 – 32,6˚C, TDS 137 - 156 mg/L. pH 6, total Coliform 565 – 2850 CFU/100 mL, dan fecal coli 0 – 425 CFU/100 mL. Status pencemaran pada dermaga Waduk Cacaban (inlet, dermaga, dan keramba) dalam kondisi baik dan memenuhi baku mutu.
Pendugaan Karbon Tumbuhan Bawah Di Tegakan Pinus Bumi Perkemahan Pasirbatang Taman Nasional Gunung Ciremai Hendrayana, Yayan; Karyaningsih, Ika
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3520

Abstract

Plants are a place to store carbon (carbondioxide sink). One way to reduce the impact of global warming is to control carbon concentrations through a sinking program, where organic carbon as a result of photosynthesis will be stored in the biomass of standing forests or woody trees. This study aims to determine the potential amount of biomass and carbon stored in understory at the Pasir Batang Camping Ground, Gunung Ciremai National Park. The method used is the checkered line method, which is placed by purposive sampling. The plots used in this study are 1m x 1m squares which are placed along the path of 30 plots. The results showed that the highest Importance Value Index (IVI) was Canarium callothyrus at 120% and the best was Oxalis corniculata at 3%. The estimated potential of understorey biomass is 92,3 tonnes with an average of 3,08 tonnes/ha. The estimated potential for understorey carbon storage is 43,4 tonnes with an average of 1,45 tonnes/ha.
Respon Penambahan Asam Humat terhadap beberapa Kandungan Senyawa Aktif Pegagan (Centella asiatica) hardiyati, triani; Proklamasiningsih, Elly; Budisantoso, Iman
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3536

Abstract

The aim of this research is to know the respon of humic acid and some growth media on the contain of active biological substance in Centella asiatica (L.) Urb. Hopefully, through the application of humic acid in the combination of media, the growth and plant metabolism will improve to produce active biological substance as primar metabolism. The growth media used were : soil & sand (1 : 1) ; soil & husk (1 : 1 ) ; and soil & zeolite (1 : 2). The humic acid treatment were 4 concentration, 0 g/kg media, 4 g/kg media, 8 g/kg media and 12 g/kg media. The research method was Completely Randomized Design, with factorial as treatment design. The variable observed were alkaloid content, flavonoid content, the presence of terpenoid, and biomass weight. The research result showed that the high weight of biomass and alkaloid contain got in the addition of 8 g humic acid in media soil and sand. The high flavonoid contain got in addition of 4 g/kg media in media soil and zeolite. There was brawn ring in the extract analysis dissolved in chloroform, acetic acid, and strong sulfate acid.
Kualitas Air dan Komunitas Zooplankton di Kawasan Segara Anakan Bagian Timur, Cilacap Piranti, Agatha Sih; Priska, Amalia; Riyanto, Erwin Ardli
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 3 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3537

Abstract

Water quality is a water condition that can be measured and tested based on certain parameters. Measurement of environtmental factors are divided into three, there are physical, chemistry, and biology. One of the the biological indicators which used to determine changes in water quality is zooplankton. Segara Anakan Cilacap waters has received input of solid material from industrial and residential waste, which made the water quality and its effect on zooplankton need to be studied. The purpose of this study is to determine the water quality of Segara Anakan, to find out the diversity and abundance of zooplankton in Segara Anakan, and also to know the relation between the water quality and the abundance of zooplankton. The result of the research found that over all the water quality in Segara Anakan Cilacap is still quiet good. The diversity of zooplankton is still relatively low to medium which is composed of 43 species of 8 orders. The abundance of zooplankton is around 175 - 1907 ind.l-1. The most abundant species is Laophonte brevirostris and Leptodiaptomus ashlandii. The relationship between the environmental factor and the abundance of zooplankton based on the regression analysis result found that the abundance equation = 3427 - 271 Salinitas + 0.74 TDS + 1090 BOD with R2 value is 0.863.
Komposisi Jenis dan Kepadatan Rumput Laut Hydrokoloid berdasarkan Karakteristik Dasar Perairan di Daerah Intertidal Nusakambangan Timur Cilacap Widyartini, Dwi Sunu; Insan, Achmad Ilalqisny; kamsinah, Kamsinah
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 4 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3568

Abstract

Rumput laut hidrokoloid merupakan rumput laut yang mengandung agar, karagenan dan alginat yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis hidrokoloid rumput laut dan kepadatannya berdasarkan karakteristik perairan dasar di daerah intertidal Nusakambangan Cilacap Timur. Perairan Nusakambangan Timur memiliki pusat pantai koral dan pantai karang berlubang yang memiliki substrat berupa pasir, koral, batuan vulkanik, dan pecahan koral. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengambilan sampel menggunakan transek berupa garis tegak lurus pantai menuju laut, setiap transek garis ditempatkan dengan plot kuadran (1 x 1m2) yang dipilih secara acak pada substrat keras dan lunak. Hasil penelitian ini, substrat karang di kedua pantai diperoleh 2-8 jenis rumput laut hidrokoloid, dengan komposisi jenis rumput laut tertinggi 57,6% pada substrat keras dengan kepadatan tertinggi pada jenis Gracilaria gigas; 440.6-1239.7 g/m2, Gracilaria gigas memiliki tipe percabangan dikotomus dengan bentuk talus silinder. Pada substrat campuran di pesisir Karang Tengah terdapat 4 jenis rumput laut hidrokoloid dengan komposisi 46,3% spesies hidrokoloid dengan kepadatan tertinggi pada spesies Padina australis; 387,7 g/m2. Padina australis berbentuk talus tidak bercabang.
Polymerase Chain Reaction (PCR), Immunoassay dan Repon Imunitas Penderita SARS nCoV-2, Sebuah Narasi Adhin, Asry; Shoalihat, Farhatush
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 4 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.3.3666

Abstract

Jumlah kasus terkonfirmasi positif SARS nCoV-2 di Provinsi NTB berdasarkan data pertanggal 10 Desember 2020 mencapai 4.987 kasus dengan 144 pasien meninggal, sedangkan di Kota Bima terdapat 455 kasus positif dengan 13 pasien meninggal. Aspek kunci untuk membatasi penyebaran virus adalah memastikan diagnosa cepat dan akurat terhadap infeksi virus dan memberikan jenis karantina yang sesuai bagi pasien terinfeksi. Metode deteksi dengan Reverse transcription- quantitative PCR (RT-qTPCR) sering gagal untuk mendeteksi virus jika pengambilan spesimen tidak tepat. Hal ini dikarenakan viral load rendah pada stadium awal, viral load disupresi imun host atau spesimen diambil pada tahap terakhir dari perjalanan penyakit. Tes serologis diharapkan berfungsi sebagai pendekatan diagnosa yang lebih cepat ketika terdapat limitasi pada pemeriksaan asam nukleat dengan PCR. Tujuan penulisan adalah menambah referensi bagi pembaca mengenai metode deteksi SARS nCov-2, berikut kekurangan dan kelebihan metode tersebut serta respon imunitas yang terbentuk pada penderita pasca infeksi. Metode penulisan yang digunakan adalah dalam bentuk review beberapa jurnal ilmiah terkait. Berdasarkan review tersebut diperoleh hasil dan simpulan yaitu berbagai metode deteksi SARS nCoV-2 dilakukan seperti RT-qPCR dan immunoassay kualitatif (Rapid Test) serta kuantitatif (ELISA, CLIA serta GICA). SARS nCoV-2 terdeteksi sejak minggu pertama setelah terpapar dan sistem imun dalam tubuh manusia akan mulai membentuk antibodi (IgM dan IgG) sebagai respon pertahanan tubuh terhadap virus. Respon sitokin dan kerusakan paru paru merupakan indikasi infeksi virus yang dapat menyebakan kerusakan yang parah bahkan kematian apabila terjadi sindrom gangguan pernapasan akut yang disebabkan karena terjadinya gangguan regulasi hyaluronan.