cover
Contact Name
I Made Juniastra, ST.,MT
Contact Email
juniastra@gmail.com
Phone
+6281236329290
Journal Mail Official
vastuwidya@universitasmahendradatta.ac.id
Editorial Address
Jalan Ken Arok No.10-12, Penguyangan, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Vastuwidya
ISSN : 26203448     EISSN : 27235548     DOI : https://doi.org/10.47532/jiv.v3i2
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Scopes: Logistics and Supply Chain Management, Product Design dan Eco Product, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Quality Engineering, Lean Manufacturing, Ergonomics, Human Factors Engineering, Performance Measurement Systems, Decision Analysis, Strategic Management, Project Management, Reliability, Industrial Human Resource Management, Marketing Management
Articles 188 Documents
PENGEMBANGAN LEAN HERITAGE MANAGEMENT FRAMEWORK UNTUK TRANSFORMASI BERKELANJUTAN PERMUKIMAN TRADISIONAL BALI: STUDI KASUS DESA ADAT KESIMAN frysawiriantari; Frysa Wiriantari; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/9rk8bw56

Abstract

Permukiman tradisional Bali sebagai living heritage menghadapi tekanan transformasi akibat urbanisasi, perkembangan pariwisata, dan modernisasi yang mempengaruhi aspek fisik, sosial, dan budaya kawasan. Transformasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bentuk pemborosan (waste) yang mengurangi nilai-nilai heritage apabila tidak dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lean Heritage Management Framework (LHMF) sebagai model pengelolaan transformasi permukiman tradisional Bali melalui integrasi prinsip Lean Management dan Heritage Management. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan strategi studi kasus pada Desa Adat Kesiman, Kota Denpasar. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dan Framework Synthesis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pemborosan utama, yaitu Spatial Waste, Social Waste, dan Cultural Waste, yang memengaruhi keberlanjutan nilai heritage kawasan. Berdasarkan temuan tersebut dikembangkan LHMF yang terdiri atas komponen input, process, dan output, dengan strategi pengelolaan meliputi preserve, optimize, integrate, dan participate. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian konsep Lean Management ke dalam pengelolaan kawasan heritage melalui identifikasi waste sebagai dasar penyusunan strategi pelestarian dan transformasi berkelanjutan. Framework ini diharapkan menjadi model konseptual yang mendukung pengelolaan permukiman tradisional Bali secara adaptif tanpa menghilangkan nilai budaya, sosial, dan spasial yang menjadi identitas kawasan.
INTEGRASI GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PROSES PERANCANGAN ARSITEKTUR TROPIS I Made Agus Mahendra; I Made Juniastra; Toddy Hendrawan Yupardhi; Putu Ari Darmastuti
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/abm9ed42

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang desain, termasuk arsitektur. Teknologi ini menawarkan kemampuan untuk menghasilkan berbagai alternatif desain secara cepat, adaptif, dan berbasis data, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi proses perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Generative AI dalam proses perancangan arsitektur tropis serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan mengenai Generative AI dan arsitektur tropis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generative AI mampu mendukung eksplorasi desain yang lebih luas, mempercepat proses konseptualisasi, mengoptimalkan performa bangunan berdasarkan parameter lingkungan, serta membantu pengambilan keputusan desain yang lebih responsif terhadap kondisi iklim tropis. Selain itu, teknologi ini berkontribusi dalam pengembangan desain yang lebih berkelanjutan melalui simulasi dan evaluasi berbagai alternatif rancangan sejak tahap awal. Namun demikian, penerapan Generative AI juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kualitas data, risiko homogenisasi desain, isu etika terkait hak cipta, serta pentingnya peran arsitek dalam melakukan interpretasi dan validasi hasil yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami potensi pemanfaatan Generative AI untuk mewujudkan desain arsitektur tropis yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
EVALUASI KUALITAS SISTEM ASSESSMENT PEMBELAJARAN BERBASIS OUTCOME-BASED EDUCATION (OBE) MENGGUNAKAN KERANGKA QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Studi Kasus Pada Program Studi Teknik Industri Universitas Mahendradatta L.Virginayoga Hignasari; I Gusti Lanang Agung Parwata; I Gede Ratnaya; Dewa Ayu Made Budhyani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/vdt95x84

Abstract

Implementasi Outcome-Based Education (OBE) menuntut sistem assessment yang mampu mengukur ketercapaian capaian pembelajaran secara valid, objektif, dan berkelanjutan. Namun, kualitas sistem assessment pada pendidikan tinggi masih menghadapi tantangan, seperti variasi rubrik penilaian, mekanisme feedback yang belum optimal, dan belum optimalnya pemanfaatan hasil assessment dalam Continuous Quality Improvement (CQI). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas sistem assessment pembelajaran berbasis OBE pada Program Studi Teknik Industri Universitas Mahendradatta menggunakan kerangka Quality Function Deployment (QFD). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Kerangka House of Quality (HoQ) dimanfaatkan sebagai alat analisis konseptual untuk menerjemahkan Voice of Customer menjadi Technical Requirements. Hasil penelitian mengidentifikasi enam kebutuhan utama pemangku kepentingan dan tujuh strategi teknis perbaikan. Prioritas utama meliputi penyusunan Pedoman Assessment Program Studi, standardisasi rubrik penilaian, penyelarasan assessment dengan CPL dan CPMK, serta penguatan mekanisme feedback. Penelitian ini menunjukkan bahwa QFD dapat diadaptasi sebagai kerangka evaluasi kualitatif yang sistematis untuk mendukung peningkatan kualitas sistem assessment berbasis OBE dan implementasi Continuous Quality Improvement di pendidikan tinggi.
IMPLEMENTASI SISTEM PENCAHAYAAN LED SPEKTRAL BERSUMBER PLTS TERINTEGRASI IOT DAN TEKNOLOGI DIGITAL  UNTUK SINTESIS MIKROSAMPEL MIKROALGA IG Suputra Widharma; I Ketut Darminta; I Gde Nyoman Sangka; I Made Sajayasa; I Nengah Sunaya; A. A. Made Dewi Anggreni
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/2px4g939

Abstract

Perkembangan teknologi smart cultivation memberikan peluang dalam pengembangan laboratorium berbasis teknologi pada pendidikan vokasi. Namun demikian, implementasi sistem budidaya mikroalga berbasis teknologi masih menghadapi beberapa kendala seperti tingginya biaya operasional, keterbatasan penggunaan energi terbarukan, dan minimnya sistem monitoring otomatis. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem pencahayaan LED spektral berbasis photovoltaic solar panel (PLTS) dan Internet of Things (IoT) untuk sintesis mikrosampel mikroalga. Sistem dikembangkan menggunakan kombinasi LED spektral, panel surya, baterai penyimpanan, sensor suhu dan pH, serta mikrokontroler ESP32 untuk monitoring sederhana secara real-time. Implementasi dilakukan pada laboratorium pendidikan vokasi dengan pendekatan prototype smart cultivation system. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi dengan baik menggunakan sumber energi surya dan mendukung monitoring kondisi kultur secara digital. Sistem pencahayaan LED spektral berhasil digunakan pada proses sintesis mikroalga dengan suhu rata-rata kultur berada pada rentang 27,3°C–28,6°C dan nilai pH berkisar antara 7,1–7,6. Pengujian prototype menunjukkan sistem monitoring berjalan stabil dan mudah dioperasikan sebagai media pembelajaran teknologi terapan di laboratorium vokasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi PLTS, LED spektral, dan IoT berpotensi mendukung pengembangan smart laboratory yang hemat energi dan aplikatif pada pendidikan vokasi.
IMPLEMENTASI MODEL AISAS UNTUK MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PADA INSTAGRAM @JOSBETT_WELDING Ni Made Mila Rosa Desmayani; I Gde Eka Dharsika; Taufan Irwangga
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/5w9j0k47

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi yang efektif, namun masih banyak usaha kecil yang belum mengoptimalkan kehadiran digitalnya secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) sebagai strategi promosi digital guna meningkatkan brand awareness pada akun Instagram @josbett_welding, yang didukung oleh kampanye Meta Ads sebagai upaya komplementer untuk mempercepat jangkauan promosi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui Instagram Insight yang dilaksanakan selama tiga bulan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator AISAS mengalami pertumbuhan signifikan, di mana indikator attention meningkat dari 2 menjadi 623, interest dari 0 menjadi 394, search dari 11 menjadi 215, action mencatatkan 15 ketukan alamat bisnis, serta share meningkat menjadi 24 interaksi berbagi, dan seluruhnya berhasil melampaui target KPI minimal 10%. Adapun kampanye Meta Ads dengan anggaran Rp 50.000 selama satu hari berhasil menjangkau lebih dari 5.000 akun dengan 61 pengikut baru, membuktikan efektivitas kombinasi strategi organik dan berbayar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi model AISAS yang dikombinasikan dengan kampanye Meta Ads terbukti efektif dalam meningkatkan brand awareness akun Instagram @josbett_welding secara terstruktur dan terukur bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
INTEGRATING THE HEXA HELIX MODEL, ECOTOURISM, AND LOCAL WISDOM FOR SUSTAINABLE TOURISM A LITERATURE REVIEW Wayan Ardani; Anak Agung Elik Astari; Ni Luh Ketut Ayu Sudha Sucandrawati; I Kadek Donny Wishanesta; I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/j4ze6710

Abstract

Sustainable tourism is a strategic approach to address the challenges of environmental degradation, cultural preservation, and empowering local communities. This study aims to examine the role of the Hexa Helix collaborative model, local wisdom, and ecotourism in supporting sustainable tourism development.  This model is hindered by the absence of comprehensive frameworks, characterized by disjointed research across disciplines and limited long-term impact evaluations. Common issues include inadequate stakeholder coordination, resource constraints, insufficient community preparedness, and insufficiently examined cultural-ecological linkages. Literature reviews synthesize fragmented studies on Hexa Helix, local wisdom, and ecotourism to identify gaps such as coordination barriers and the necessity for theoretical advancement. They enable holistic frameworks for directing policy for tourism sustainable development. The study was conducted through a Systematic Literature Review (SLR) of scientific journals, policy reports, and case studies between 2015 and 2025 search through google scholar. The selection of the 50 most related to the variables of research was acquired to provide a more accurate analysis. This study revealed that the success of sustainable tourism is greatly influenced by the collaboration of Hexa Helix actors integrated with the principles of local wisdom and ecotourism, especially in destination management, strengthening local capacity, and digital-based promotion and environmental ethics. Local wisdom serves as a foundation for cultural values and identity that enrich destination narratives, increase local community involvement, and maintain environmental sustainability and cultural heritage. This study can be as reference that the integrative model of Hexa Helix, local wisdom, and ecotourism as a transformative strategy in developing inclusive, adaptive, and sustainable Indonesian tourism.
KARAKTER VISUAL SEBAGAI LANDASAN PENATAAN KORIDOR WISATA PESISIR : STUDI PANTAI KELATING, TABANAN BALI Siluh Putu Natha Primadewi; Ni Putu Suda Nurjani; Made Dedi Suardika; Kadek Antara
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/xzmdm454

Abstract

Perkembangan wisata pesisir dapat menyebabkan perubahan fisik dan visual yang memengaruhi identitas kawasan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter visual koridor Pantai Kelating, Tabanan Bali berdasarkan lima elemen imageability Lynch, serta merumuskan arah penataannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, dokumentasi, wawancara, pemetaan visual, dan studi literatur. Analisis dilakukan terhadap elemen path, edge, district, node, dan landmark dengan mempertimbangkan keterbacaan, koherensi, kealamian, keterbukaan pandangan, kekhasan, dan gangguan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter visual Pantai Kelating dibentuk oleh lanskap alami, agraris, budaya, spiritual, dan wisata. Kekuatan kawasan terdapat pada garis pantai, lahan pertanian, Pura, aktivitas Melasti, gua kelelawar, dan pandangan menuju laut. Sementara itu, degradasi visual dipengaruhi oleh sampah dari Muara Yehaba, perkembangan vila, batas privat, serta fasilitas wisata yang belum tertata. Arahan penataan difokuskan pada perlindungan elemen alami dan budaya, pengendalian pembangunan, penguatan keterbacaan koridor, serta pengelolaan sampah terpadu. 
EXAMINING CHALLENGES AND SOLUTIONS FOR WOMEN ENTREPRENEUR: A LITERATURE REVIEW I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa; Wayan Ardani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/b6e2jw34

Abstract

Women entrepreneurs play a critical role in promoting innovation, economic growth, and job creation. However, they face significant challenges, including limited resources, cultural and societal barriers, legal and regulatory issues, and limited access to professional networks. The purpose of this study is to provide a thorough analysis of the problems, challenges, and success factors associated with women entrepreneurs. Relevant literature from scholarly databases, official documents, and international organizations was subjected to a qualitative content analysis. The systematic literature review (SLR) of women's empowerment publications published in different journals between 2016 and 2026. Significant barriers, such as gender-based discrimination and restricted access to financial resources, were identified in this study along with success factors including education, advancements in technology, and strong support systems. In order to foster an inclusive entrepreneurial climate, the research emphasizes the need for targeted regulations, funding, and mentorship programs. The result of this study can be as reference for policymakers, financial institutions, and business development organizations to design initiatives that support women entrepreneurs. The novelty of this study is a policy-action mapping, prioritizes a range of policy levers (such as targeted financing, mentorship programs, regulatory simplification, and training in digital skills) and links each one with evidence of probable impact.