cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 204 Documents
INVESTIGASI KOLOM DENGAN PENAMPANG BERLUBANG BERBASIS KAYU LOKAL: Investigation of Short Hollow Column of Local Timber Rofaida, Aryani; Sugiartha, I Wayan; Saputra, Rangga
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu merupakan satu dari beberapa bahan konstruksi yang sudah lama dikenal masyarakat, didapatkan dari semacam tanaman yang tumbuh di alam yang dapat diperbaharui secara alami. Penggunaan kayu sebagai bahan konstruksi tidak hanya didasari oleh kekuatannya saja, akan tetapi juga didasari oleh keindahannya. Keterbatasan ukuran kayu saat ini menyebabkan masalah tersendiri dalam hal memenuhi kayu sebagai bahan struktural. Pemanfaatan kayu laminasi dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan kayu solid dengan dimensi besar sebagai bahan struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas tahanan penampang kolom kayu hollow dan mengetahui pola keruntuhannya kayu hollow. Penelitian pendahuluan yang dilakukan berupa pengujian sifat fisik dan sifat mekanik kayu.Selanjutnya dilakukan kegiatan utama secara bertahap yaitu pembuatan benda uji kolom kayu hollow dengan dimensi 12,5 cm x 12,5 cm dan tebal 2,5 cm. Pengujian kolom kayu hollow dilakukan dengan pembebanan statis jangka pendek yang ditempatkan secara sentris.. Hasil Investigasi menunjukkan bahwa Kapasitas tahanan tekan rata – rata penampang kolom’sebesar 34,566 MPa.. Sedangkan Pola keruntuhan yang terjadi pada kolom kayu hollow yakni keruntuhan tekan atau keruntuhan material (crushing failure).
PENGARUH CARBONDIOKSIDA (CO2) TERHADAP DURABILITAS BETON: Carbonation Effect on Concrete Durability Kencanawati, Ni Nyoman
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama masa layan, kinerja material beton sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang pada akhirnya dapat menurunkan durabilitasnya. Salah satu pengaruh lingkungan adalah keberadaan karbondioksida CO2 di udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh CO2 terhadap beberapa karakteristik beton meliputi: kedalaman penetrasi CO2 , kuat tekan, modulus elastisitas, dan reliabilitas. Sampel beton di letakkan dalam suatu atmosfer dengan konsentrasi CO2 sebesar 7% selama 43 hari. Selama perawatan itu temperatur di osilasi dengan range 200-600 C dan kelembaban berkisar 600-900 C. Ditemukan bahwa CO2 telah berpenetrasi ke dalam beton dengan kedalaman maksimum 3 cm. Karena beton mengalami pemadatan setelah bereaksi dengan CO2, maka kuat tekan menjadi naik sedikit tetapi modulus elastisitasnya turun. Reliabilitas beton yang terkena CO2 juga mengalami penurunan dibandingkan dengan beton yang tidak terkena CO2.
PENERAPAN ISOCHRONE DAN KURVA TIME-AREA UNTUK HIDROGRAF LIMPASAN: Applied of isochrone and time-area curve for determining runoff hidrograph Setiawan, Ery
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan limpasan dari suatu daerah tangkapan dapat ditentukan dengan beberapa metode, baik secara empirik maupun konseptual tergantung dari beberapa faktor, diantaranya adalah anggapan yang digunakan dan kemampuan metodenya. Hidrograf limpasan dengan metode fungsi tampungan didasarkan pada model hidrograf satuan Clark yang menggunakan konsep fungsi tampungan linier dengan dua parameter yaitu konstanta tampungan (k) dan waktu konsentrasi (tc). Tujuan penelitian ini adalah menentukan hidrograf limpasan suatu daerah studi berdasarkan kurva time-area dan isochrone-nya. Metode yang digunakan adalah menggunakan sekumpulan kejadian hujan dengan interval waktu 5-menitan dan durasi waktu Δt ≥ 60 menit sebagai input (masukan) untuk menentukan hidrograf limpasan dari persamaan fungsi tampungan linier model Clark. Lokasi studi yang digunakan adalah daerah aliran sungai (DAS) Jangkok Hulu di titik pengamatan TMA Aiknyet. Hasil analisis menunjukkan bahwa hidrograf limpasan dipengaruhi oleh nilai konstanta tampungan k, sedangkan perubahan nilai k dipengaruhi oleh perubahan waktu konsentrasi, luas daerah tangkapan dan hujan efektif yang terjadi, isochrone dan kurva time-area. Disarankan penggunaan data hujan dan aliran untuk beberapa kejadian dengan durasi waktu Δt < 60 menit karena diindikasikan dapat memberikan hasil yang signifikan dan lokasi lain sebagai pembanding (validasi).
KINERJA CAMPURAN BETON ASPAL WEARING COURSE DENGAN TAMBAHAN SERBUK SERAT PELEPAH BATANG PISANG: Performance of Asphalt Concrete Wearing Course Mixtures with additional Banana Stems Fiber Powder Widianty, Desi; Wahyudi, Mudji; Setiawan, Agustono
Spektrum Sipil Vol 5 No 1 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan yang awet dan tahan lama dapat dicapai bila memiliki kualitas perkerasan jalan yang baik / tinggi. Kualitas perkerasan jalan sangat dipengaruhi oleh bagaimana memilih material dan penggunaan persentase yang tepat sehingga memiliki kualitas yang tinggi dan memenuhi standar/persyaratan dalam suatu campuran beraspal. Aspal sebagai bahan pengikat dan pengisi antar agregat dituntut memiliki kemampuan dalam mempertahankan sifat fisiknya. Kualitas aspal dapat ditingkatkan dengan menambah bahan aditif. Serbuk serat pelepah batang pisang dapat dijadikan sebagai bahan aditif pada aspal murni (aspal 60/70). Metode yang dilakukan untuk membuat campuran beton aspal dengan menambah 0,1% serbuk serat pelepah batang pisang dari total berat aspal untuk setiap variasi kadar aspal murni 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; dan 7%. Dilanjutkan dengan menambah agregat untuk membuat benda uji campuran beton aspal (AC-WC). Benda uji dibuat masing–masing sebanyak 3 (tiga) sampel untuk setiap variasi kadar aspal. Pemeriksaan benda uji meliputi pemeriksaan volumetrik berupa VMA, VIM, dan VFB serta pemeriksaan mekanis berupa stabilitas, flow dan marshall quetions. Hasil pemeriksaan tersebut dijadikan dasar untuk menentukan besarnya kadar aspal optimum. Berdasarkan analisis dan pembahasan didapatkan bahwa campuran beton aspal yang menggunakan aspal dengan tambahan serbuk serat pelepah batang pisang, memiliki nilai VMA dan VIM semakin menurun seiring meningkatnya kadar aspal. Nilai VFB dan flow semakin meningkat seiring meningkatnya kadar aspal. Sedangkan nilai stabilitas dan marshall quetions sampai batas tertentu stabilitas dan MQ nya naik namun kemudian semakin tinggi kadar aspalnya nilainya semakin turun. Dari lima variasi kadar aspal, prosentase kadar aspal 5,5% yang menghasilkan nilai yang paling optimum.
PENENTUAN BLACK SPOT BERDASARKAN ANGKA EKIVALEN KECELAKAAN DAN PENYUSUNAN DATABASE BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN LOMBOK BARAT: Determination of Black Spot based on an Accident Equivalent Value and Developing Geographic Information System Database in West Lombok District Handika, Bayu; Rohani, Rohani; Hasyim, Hasyim
Spektrum Sipil Vol 6 No 2 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i2.159

Abstract

Kecelakaan lalu lintas adalah sesuatu yang bersifat acak dan tentunya ingin selalu dihindari oleh setiap penggunan jalan, namun terkadang kecelakaan lalu lintas ini terjadi karena prasarana jalan yang buruk atau kelalaian dari pengguna jalan itu sendiri. Dari data Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk wilayah Lombok Barat selama empat tahun terakhir terjadi penurunan dan peningkatan jumlah peristiwa kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian analisis lokasi rawan kecelakaan dan penyusunan database berbasis Sistem Informasi Geografis. Langkah awal dengan pencarian data sekunder di Polres Lombok Barat berupa data kecelakaan 3 tahun terakhir yang terjadi di ruas jalan Lombok Barat. Data tersebut selanjutnya di analisis menggunakan metode pembobotan dengan parameter AEK, BKA, dan UCL sehingga tersusunnya program database lokasi rawan kecelakaan berbasis Sistem Informasi Geografis. Dari hasil analisis dan penyusunan database, maka didapatkan black spot pada ruas jalan di Kabupaten Lombok Barat selama 3 tahun terakhir terletak pada ruas jalan TGH Ibrahim Alkhalidi, Jalan Raya Senggigi, Jalan Yos Sudarso, Jalan Baypass BIL, yang didominasi tipe tabrak depan-depan, dengan jenis kendaraan terlibat adalah motor dan korban mengalami luka ringan. Dengan ditentukannya black spot ini, diharapkan dapat menjadikan informasi dalam pengambilan keputusan bagi pemegang kebijakan untuk mengurangi jumlah kecelakaan.
ANALISIS PERHITUNGAN BESARAN DEBIT KETERSEDIAAN AIR DENGAN METODE MOCK PADA DAS-DAS YANG TERUKUR AWLR DI WILAYAH SUNGAI LOMBOK: Analysis of Water Discharge Quantity Calculation with Mock Method on DAS Measured AWLR in Lombok River Area Sagita P, Baiq Ratih; Pracoyo, Atas; Soekarno, Sasmito
Spektrum Sipil Vol 4 No 2 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Mock adalah salah satu cara perhitungan aliran sungai dengan menggunakan curah hujan, evapotranspirasi, dan karakteristik hidrologi daerah pengaliran untuk menaksir besarnya debit sungai jika data yang tersedia tidak lengkap. Model Mock merupakan model simulasi yang relatif sederhana dan cukup baik dalam penaksiran debit sungai dengan interval waktu setengah bulanan. Dalam pengembangannya model ini banyak digunakan untuk aplikasi pengembangan sumberdaya air seperti irigasi dan penyediaan air baku. Perlu adanya studi untuk mengetahui parameter - parameter apa saja yang mempengaruhi besarnya aliran. Untuk menentukan berapa nilai parameter- parameter tersebut sebelumnya dilakukan analisis rerata curah hujan dengan menggunakan metode Polygon Thiessen karena data curah hujan tersebut digunakan sebagai data masukan pada Model Mock. Data-data tersebut diolah dengan cara coba - coba hingga didapatkan hasil parameter yang realistis yaitu nilai R dan VE. Kemudian hasil yang didapat tersebut diregresi dengan regresi linier berganda dengan memanfaatkan fasilitas pada microsof excel 2007 untuk mengetahui seberapa besar pengaruh parameter-parameter Model Mock terhadap besaran debit ketersediaan air di Wilayah Sungai Lombok. Hasil analisis dengan Model Mock dari tahun 2002 sampai dengan 2016 pada pos AWLR di Wilayah Sungai Lombok diperoleh besaran debit ketersediaan air yang dihasilkan oleh Model Mock lebih besar dibandingkan dengan besaran debit ketersediaan air yang diperoleh dari BISDA. Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan BF = - (8,678E+14) + (1,283E+13)A – (3,38E+12)Eto + 0,097P - (2,746E+13)L dan DRO = - (6,699E+13) + (9,904E+11)A - (2,609E+11)Eto + 0,130P - (2,12E+12)L. Hal ini dapat menjelaskan bahwa variabel yang terdiri dari luas, evapotranspirasi, curah hujan, dan panjang sungai sangat berpengaruh terhadap besaran debit ketersediaan air. Dari analisis dengan Model Mock dapat diketahui bahwa parameter-parameter Model Mock seperti i, ISM, SMC, SS, dan k sangat berpengaruh terhadap besar maupun kecilnya debit ketersediaan air di Wilayah Sungai Lombok.
ANALISIS KARAKTERISTIK CURAH HUJAN UNTUK PENDUGAAN DEBIT PUNCAK DENGAN METODE RASIONAL DI MATARAM: Analysis of Characteristics Rainfall for Peak Discharge Estimation With Rational Method in Mataram Bagus Budianto, Muhammad; Yasa, I Wayan; Hanifah, Lilik
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep hidrologi sederhana dalam suatu sistem DAS (daerah aliran sungai) digambarkan dengan adanya hubungan antara masukan, proses dan luaran. Hujan adalah komponen utama dalam sistem tersebut yaitu sebagai masukan dalam sistem, sedangkan luaran dari sistem adalah berupa aliran. Aliran air dipengaruhi karakteristik hujan yaitu kedalaman hujan, durasi hujan, intensitas hujan dan frekuensi hujan. Intensitas hujan erat kaitannya dengan durasi dan frekuensi. Ketiga karakter hujan tersebut dapat digambarkan dalam grafik intensity-duration- frequency (IDF). Kurva IDF ini dapat digunakan untuk menghitung debit banjir rencana dengan menggunakan metode rasional. Dari hasil analisis yang telah dilakukan pola distribusi curah hujan yang cocok adalah log pearson type III, kemudian curah hujan rancangan untuk periode ulang 1, 2, 5, 10, 25, 50, 100 dan 200 berturut-turut adalah sebesar 41,46 mm, 67,36 mm, 96,43 mm, 122,03 mm, 162,96 mm, 200,79 mm, 245,86 mm dan 299,78 mm. Berdasarkan tata guna lahan yang ada pada tahun 2011 besarnya koefisien aliran (C) adalah 0,504, sedangkan dari data teknis DAS Unus untuk analisis waktu konsentrasi adalah 6,29 jam. Dan besaran debit puncak banjir untuk kala ulang 1, 2, 5, 10, 25, 50, 100 dan 200 berturut-turut adalah 23,10 m3/dt, 37,53 m3/dt, 53,73 m3/dt, 67,99 m3/dt, 90,80 m3/dt, 111,87 m3/dt, 136,99 m3/dt, 167,03 m3/dt.
ANALISIS BEBERAPA METODE PENGISIAN DATA HUJAN YANG HILANG DI WILAYAH SUNGAI PULAU LOMBOK: Analysis of Several Methods of Filling Data are Missing Rainfall in The Basin Island of Lombok Yasa, I Wayan; Bagus Budianto, Muhammad; Karmila Santi, Ni Made
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hujan merupakan salah satu unsur hidrologi yang penting sebagai data masukan dalam analisis pengairan maupun dalam perancangan dan perencanaan bangunan-bangunan hidrolik. Data yang tercatat di stasiun hujan merupakan bagian penting di dalam analisis hidrologi. Adapun kendala yang hampir selalu ada dalam analisis adalah adanya data hujan yang hilang/kosong baik karena kerusakan alat, kelalaian petugas maupun data yang rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis metode yang paling tepat dalam mengestimasi data hujan yang hilang/kosong pada stasiun hujan di wilayah Sungai Pulau Lombok. Penelitian ini menggunakan beberapa metode dalam pengisian data hujan yaitu Rata-rata Aljabar, Normal Ratio Method dan Reciprocal Method dengan memasukkan unsur letak tinggi elevasi stasiun dan jarak stasiun sebagai salah satu variabel dalam pengisian data hujan yang hilang/kosong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan unsur elevasi stasiun sangat berpengaruh pada pengisian data hujan yang hilang/kosong. Pada metode Rata-rata Aljabar dengan memasukkan variabel elevasi, persentase penyimpangan berdasarkan nilai Kesalahan Relatif hujan harian sebesar 98%. Sedangkan untuk data hujan bulanan, Kesalahan Relatifnya sebesar 59% dengan menggunakan Reciprocal Method.
TINJAUAN KUAT ACUAN KAYU LOKAL BERDASARKAN ATAS PEMILAHAN SECARA MEKANIK: Review of Reference Wood Strong Local Sorting Based on the Mechanical Rofaida, Aryani; Sugiartha, I Wayan; Pathurahman, Pathurahman; Anshari, Buan
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan pemakaian kayu akan terus meningkat, baik untuk keperluan struktural maupun industri. Hal ini perlu diimbangi dengan pengetahuan jenis kayu, sifat dan cara pengolahan kayu agar kayu dapat digunakan secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi kebutuhan kayu yang semakin meningkat dimasa yang akan datang dan untuk memperoleh nilai manfaat kayu yang sebesar-besarnya dari hutan saat ini tidak dapat lagi dipisahkan dari perhatian terhadap pemanfaatan jenis kayu dari jenis pohon kurang dikenal. Namun sebelum menggunakan kayu dari jenis pohon kurang dikenal untuk tujuan tertentu, terlebih dulu perlu dilakukan penelitian mengenai sifat dasar dan kemungkinan pemanfaatan kayu dari jenis pohon tersebut. Kayu merupakan salah satu bahan bangunan yang banyak dijumpai, sering dipakai dan relatif mudah untuk mendapatkannya. Berat jenis kayu lebih ringan bila dibanding baja ataupun beton, selain itu kayu juga mudah dalam pengerjaannya. Ketepatan pemilihan jenis kayu untuk sesuatu pemakaian memerlukan pengetahuan tentang sifat dasarnya. Sifat dasar tersebut, diantaranya berat jenis, kekuatan dan stabilitas dimensi. Faktor ini dipengaruhi oleh sifat anatomi kayu. Eksperimen pengujian kayu adalah digunakan kayu kayu lokal dari Nusa Tenggara Barat yaitu Kayu Menggaris, Rajumas dan Meranti. Untuk mengetahui mutu kayu dilakukan pengujian sifat fisik diantaranya pengujian kadar air dan berat jenis, sedangkan pengujian sifat mekanis antara lain pengujian Kuat Acuan Tarik, Tekan, Lentur, Geser dan Modulus Elastisitas, masing masing dibuat 6 benda uji dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari hasil pengujian sifat fisik kayu, kayu Menggaris, Rajumas dan Meranti termasuk ke dalam golongan Kayu dengan berat sedang, bila berat jenis kayu 0,36 – 0,56, dan sifat mekanik kayu dapat dikatakan bahwa Kayu Menggaris ditinjau dari Kuat Acuan Tarik, Tekan dan Lentur termasuk Kode Mutu E23 dan Kuat Acuan Geser termasuk Kode Mutu E12. Kayu Rajumas ditinjau dari Kuat Acuan Tarik dan Tekan masuk ke dalam Kode Mutu E21, untuk Kuat Acuan lentur E10 dan Kuat Acuan Geser E20 dan Kayu Meranti Kuat Acuan Tarik, Tekan dan Lentur dengan Kode Mutu E22- E25, dan Kuat Acuan Geser E26. Dapat dikatakan bahwa perbedaan tersebut diakibatkan tinjauan yang berbeda berdasarkan pengambilan sampel benda uji kayu yang tidak seragam dan dapat dismpulkan juga bahwa apabila mutu kayu E20-E26, maka kayu kayu lokal tersebut cukup kuat dan kaku sebagai bahan struktur bangunan.
ANALISIS SEDIMENTASI PADA SALURAN UTAMA BENDUNG JANGKOK: Sedimentation Analysis of Jangkok Weir Main Canal Putra, I B. Giri; Saadi, Yusron; Suroso, Agus; Hasim, Yanuar
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedimentasi pada Saluran Utama Bendung Jangkok merupakan permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian, karena besar kecilnya muatan sedimen yang berpengaruh terhadap bangunan irigasi yang ada pada bendung tersebut.Seperti yang terjadi saat ini, saluran utama Bendung Jangkok mengalami pendangkalan akibat tingginya sedimen yang terangkut dari Bendung Jangkok.Material angkutan sedimen yang terbawa oleh aliran sungai dan material tersebut dapat terangkut kembali apabila kecepatan aliran cukup tinggi.Oleh karena itu perlu diadakan penelitian mengenai “Analisis Sedimentasi pada Saluran Utama Bendung Jangkok. Penelitian ini dilakukan pada Saluran Utama Bendung Jangkok dengan metode pengukuran langsung di lapangan dan analisis laboratorium serta perhitunganangkutan sedimen dengan menggunakan metode M.P.M dan Einstein.Pengukuran langsung dilakukan di sepanjang Saluran UtamaBendung Jangkok.Pengujian laboratorium yang dilakukan meliputi pengujian gradasi butiran untuk memperoleh distribusi ukuran butiran, pengujian berat jenis material sedimen bed load, dan pengujian kosentrasi kandungan sedimen suspended load. Berdasarkan hasil analisis dengan metode M.P.M, angkutan sedimen pada Saluran UtamaBendung Jangkok yang terjadi sebesar 5,984 x10-3 m3/hari. Sedangkan dengan hasil analisis metode Einstein, angkutan sedimen sebesar 6,843 x10-2 m3/hari. Dari kedua metode tersebut, hasil analisis angkutan sedimen dengan metode Einstein lebih besar dibandingkan dengan metode M.P.M.

Page 8 of 21 | Total Record : 204