cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 204 Documents
PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN TPS 3R DI KELURAHAN KARANG PULE: Planning and 3R Waste Management in Karang Pule Village Putra, Krisnanda Faundra; Wirahman W, Lalu; Setiawan, Agustono
Spektrum Sipil Vol 6 No 1 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i1.157

Abstract

Di daerah perkotaan, dimana jumlah penduduk semakin besar dan kepadatan semakin tinggi, perlu dikembangkan pengelolaan sampah dengan konsep pengelolaan sampah secara terpadu untuk mengurangi laju timbulan sampah dari sumber. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data jumlah timbulan sampah serta komposisi sampah di Kelurahan Karang Pule. Data ini digunakan untuk merencanakan tempat pengolahan sampah dengan konsep berbasis 3R. Dari hasil penelitian diperoleh rata – rata volume timbulan sampah yang ada di Kelurahan Karang Pule adalah sebesar 0,0045 m3/orang/hari dan 0,0262 m3/warung/hari besar timbulan sampah adalah sebesar 66,81 m3/hari dengan komposisi sampah di Karang Pule ialah 62,72% sampah organik, 15,33% sampah anorganik daurulang, 18,32% sampah anorganik tidak didaurulang, dan 3,14% sampah Bahan Beracun Berbahaya (B3). Luas lahan yang digunakan sebagai TPS3R sebesar 805 m2 . metode pengomposan yang digunakan adalah metode Aerator bambu dengan jumlah Aerator sebanyak 34 unit. Pengumpulan dan pengangkutan menggunakan 9 unit gerobak
EVALUASI KAPASITAS TAMPUNGAN EMBUNG BISOK BOKAH: Capacity Evaluation of Bisok Bokah Small Dam Rosyadi, Gusman; Saidah, Humairo; Budianto, M Bagus
Spektrum Sipil Vol 6 No 1 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i1.143

Abstract

Embung Bisok Bokah terletak di desa Bebuak, kecamatan Kopang, kabupaten Lombok Tengah. Kapasitas tampungan embung Bisok Bokah saat ini mencapai 55.160,83 m3 dengan potensi ketersediaan air yang cukup. Namun air yang ada tersebut tidak dapat tertampung sepenuhnya, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya air yang terbuang atau melimpas terutama pada musim penghujan. Embung Bisok Bokah memiliki daerah irigasi baku seluas 315 ha dengan daerah irigasi potensialnya mencapai 500 ha. Berdasarkan lengkung kapasitas, volume tampungan embung Bisok Bokah masih bisa untuk ditingkatkan hingga 141.285,47 m3. Studi dilakukan dengan meninggikan elevasi puncak spillway sebesar 1 m, 2 m dan 3 m yang didasarkan pada ketersediaan data lengkung kapasitas serta keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan air. Kemudian dilakukan simulasi untuk menemukan hubungan antara peningkatan tinggi spillway, volume tampungan dan luas daerah layanan irigasi. Berdasarkan hasil simulasi dengan sistem pola tata tanam Padi – Kedelai – Kedelai dan awal musim tanam Oktober I diperoleh bahwa dengan peningkatan elevasi spillway sebesar 1 m menjadi +406,5 m dapat meningkatkan kapasitas tampung embung menjadi 70.579,27 m3 dengan peningkatan luas daerah layanan irigasi sebesar 1 ha. Untuk peningkatan elevasi spillway sebesar 2 m menjadi +407,5 m dapat meningkatkan kapasitas tampung embung menjadi 88.019,29 m3 dengan peningkatan luas daerah layanan irigasi sebesar 9 ha. Sedangkan peningkatan elevasi spillway sebesar 3 m menjadi +408,5 m dapat meningkatkan kapasitas tampung embung menjadi 107.625,68 m3 dengan peningkatan luas daerah layanan irigasi sebesar 21 ha.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS (ANDALALIN) AKIBAT PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT GRAHA ULTIMA MEDIKA: Traffic Impact Analysis Result the Construction of Graha Ultima Medika Health Care Centre Yulistina Jamani, Wida; Hasyim, Hasyim; Rohani, Rohani
Spektrum Sipil Vol 3 No 1 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Rumah sakit Graha Ultima Medika di Jl. Majapahit tentunya akan berdampak terhadap lalu lintas di sekitarnya terutama sirkulasi dan pembebanan jalan yang disebabkan oleh tarikan dan bangkitan pada rumah sakit. Dampak lalu lintas sebagaimana yang disebutkan dalam Undang-undang No.22 tahun 2009 dan penjelasannya pada Peraturan Pemerintah (PP) No.32 tahun 2011 menyatakan “Setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastruktur yang akan menimbulkan gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan wajib dilakukan analisis dampak lalu lintas (Andalalin).” Selain itu, berdasarkan syarat pedoman teknis penyusunan andalalin Departemen Perhubungan, rumah sakit yang memiliki minimal 50 tempat tidur wajib melakukan andalalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi seberapa besar dampak lalu lintas yang akan ditimbulkan setelah rumah sakit beroperasi. Dampak tersebut dilihat dari nilai pembebanan lalu lintas, kinerja jalan (derajat Kejenuhan/DS), dan sirkulasi pergerakan. Metode yang digunakan adalah dengan memperkirakan tarikan dan bangkitan pada rumah sakit tersebut setelah beroperasi melalui pendekatan pemodelan tarikan dan bangkitan rumah sakit setara yang telah beroperasi. Pemodelan dilakukan dengan analisis regresi linier. Perkiraan jumlah tarikan dan bangkitan tersebut akan dibebankan ke Jl. Majapahit sehingga diketahui kinerja jalan setelah Rumah Sakit Graha Ultima Medika beroperasi. Dari hasil analisa data, besar pembebanan lalu lintas di Jl. Majapahit setelah rumah sakit tersebut beroperasi adalah 1498,7 smp/jam arah T – B dan 1433,8 smp/jam arah B – T. Sedangkan kinerja jalan berdasarkan nilai derajat kejenuhan untuk kondisi pra konstruksi, saat konstruksi, dan pasca konstruksi secara berurutan adalah 0,30; 0,51; 0,55 arah T – B dan 0,25; 0,43; 0,46 arah B – T. Berdasarkan jumlah tarikan perjalanan /jam, pembangunan rumah sakit tersebut masuk dalam kelas pengembangan kawasan berskala kecil atau kelas Andalalin I. Dampak lalu lintas yang ditimbulkan adalah kecil, sehingga tidak diperlukan solusi / penanganan khusus. Tetapi perlu dilakukan pengaturan lalu lintas agar gangguan yang menyebabkan kelancaran arus lalu lintas di Jl. Majapahit dapat diminimalisir.
KARAKTERISTIK MEKANIK BATU ALAM TIRUAN BERBAHAN BAKU TRAS: Mechanical Characteristic of Artificial Stone Made of Trass Sugiartha, I Wayan
Spektrum Sipil Vol 1 No 1 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tras adalah bahan alami yang banyak terdapat di pulau Lombok dan belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan bangunan. Tras diketahui mengandung unsur silika yang cukup tinggi, dimana unsur tersebut diketahui dapat mengikat semen dengan baik, sehingga dengan penggunaan bahan ini untuk pembuatan batu alam tiruan, diharapkan dapat mengurangi pemakaian semen. Pada penelitian ini akan dilakukan pengujian terhadap sifat mekanik yaitu kuat tekan, tarik belah dan beban impact batu alam tiruan dari campuran semen dan tras. Penelitian ini didahului dengan pemeriksaan bahan meliputi pemeriksaan fisik agregat dan pemeriksaan kandungan kimianya. Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji. Benda uji dibuat dengan 5 (lima) variasi campuran dengan perbandingan semen : tras sebagai berikut; 1 : (2, 4, 6, 8, dan 10) . Dimensi benda uji yang dibuat adalah 40 cm x 10 cm x 17 cm. Pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari, yang meliputi pengujian tekan, tarik belah dan beban impact. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa kuat tekan masing-masing variasi campuran berturut-turut sebesar 11,558 Mpa, 9,442 Mpa, 7,592 Mpa, 6,333 Mpa, dan 5,742 Mpa. Kuat tarik belah berturut-turut sebesar 1,692 Mpa, 1,053 Mpa, 0,779 Mpa, 0,679 Mpa, dan 0,557 Mpa. Sedangkan untuk kuat beban impact berturut-turut sebesar 903,9 Joule, 747,96 Joule, 563,04 Joule, 434,7 Joule, dan 288,42 Joule. Keseluruhan benda uji memenuhi kualifikasi menurut SII.0284-80. Campuran yang optimum ditinjau dari kekuatan dan nilai ekonomis adalah campuran 1 : 6.
STUDI EKSPERIMEN PERILAKU MEKANIS PAPAN KAYU LAMINASI SILANG: Experimental Study on Mechanical Behaviour of Cross_Laminated Timber Hadi Sutrisna, I Gede Utama; Anshari, Buan; Fajrin, Jauhar
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kayu, pasokan kayu dari alam semakin berkurang. Untuk mengatasi pasokan tersebut salah satu produk yang dikenal luas memiliki kemampuan memikul beban struktur adalah Cross Laminated Timber (CLT) yaitu papan kayu yang dilekatkan menggunakan alat penyambung dengan posisi papan berselang seling dan saling tegak lurus. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian eksperimental menggunakan metode dua titik pembebanan untuk mendapatkan MOR, MOE, daktilitas dan kemampuan CLT menerima beban pada syarat δijin L/300, metode penyambungan yang diteliti seperti CLT perekat Melamine Formaldehyde (MF), CLT variasi sekrup menyilang, dan CLT variasi sekrup sejajar, masing – masing memiliki 4 benda uji. Hasil eksperimen menunjukan MOR berturut – turut 0,41 MPa, 0,87 MPa, dan 0,82 MPa untuk perekat MF, variasi sekrup menyilang, variasi sekrup sejajar. MOE didapatkan nilai berturut – turut sebesar 149,67 MPa, 38,65 MPa, dan 42,19 MPa untuk perekat MF, variasi sekrup menyilang, variasi sekrup sejajar dan untuk daktilitas berturut – turut didapat 4,40 perekat MF, 2,31 variasi sekrup menyilang, 2,25 variasi sekrup sejajar, dari ketiga variasi CLT tersebut yang paling kuat menerima beban pada syarat lendutan ijin seperti CLT perekat Melamine Formaldehyde, beban yang diterima sebesar 1353,25 MPa.
EVALUASI MANAJEMEN LALU LINTAS PADA SUATU SIMPANG (STUDI KASUS SIMPANG TANAH HAJI – MATARAM): Evaluation of Traffic Management at a Junction (Case Study: Simpang Tanah Haji - Mataram) Rahayu, Purwestri Widhy; Munawar, Ahmad; Murtiadi, Suryawan
Spektrum Sipil Vol 4 No 1 (2017): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemacetan hampir setiap hari terjadi terutama pada simpang bersinyal. Keadaan ini akan semakin parah pada jam puncak, karena lokasi persimpangan berdekatan dengan permukiman, perkantoran dan pusat perbelanjaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian tentang alternatif penanganan kemacetan pada persimpangan jalan di Kota Mataram, yaitu Simpang Tanah Haji. Penelitian ini bertujuan menentukan alternatif penanganan pengaturan lalu lintas dan urutan prioritas penanganannya berdasarkan metode AHP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif untuk menganalisis kinerja simpang mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Metode kualitatif yang digunakan adalah metode AHP (Analytic Hierarchy Process). AHP adalah metode penilaian dan pembobotan terhadap beberapa kriteria yang mempengaruhi pengambilan keputusan. Tiga usulan penanganan kemacetan meliputi simpang bersinyal, simpang tak bersinyal dan underpass. Hasil analisis dengan AHP menunjukkan bahwa urutan prioritas penanganan kemacetan terbaik adalah Simpang Tak Bersinyal dengan bobot 42,04%, urutan selanjutnya berturut-turut adalah Underpass dan Simpang Bersinyal dengan bobot masing-masing sebesar 32,68% dan 25,29%.
ANALISA PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI AREA PELABUHAN STUDI PADA PT. ASDP WILAYAH KERJA KAYANGAN LOMBOK TIMUR: Analysis of Labor Productivity in the Port Area Study on PT. ASDP East Lombok Kayangan Working Area Purwanto, Rendi Ari; Warka, I Gede Putu; Ashari, Isya
Spektrum Sipil Vol 5 No 2 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v5i2.139

Abstract

Produktivitas tenaga kerja yang baik sangat diperlukan untuk keberhasilan operasional pelabuhan. Produktivitas tenaga kerja akan sangat berpengaruh juga terhadap besarnya keuntungan atau kerugian suatu operasional pelabuhan. Faktor lain yang juga berpengaruh antara lain kondisi lapangan dan sarana bantu,keahlian pekerja, faktor umur atau usia pekerja, kesesuaian upah, pengalaman dalam bekerja, kesehatan pekerja, koordinasi dan perencanaan, jenis kontrak kerja, manajerial atau manajemen lapangan. Variabel-variabel tersebut adalah hal yang tentu menjadi variabel yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja. Oleh karena itu dalam usaha menganalisa produktivitas tenaga kerja harus dipertimbangkan variabel-variabel yang mungkin dapat berpengaruh terhadap tingkat produktivitasnya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat produktivitas tenaga kerja pada pelabuhan khususnya pada cleaning service, kepil, usaha pelabuhan kayangan dan KMP Dingkis dan pengaruh variabel umur, pengalaman kerja, kesesuaian upah, kesehatan pekerja dan keahlian pekerja terhadap tingkat produktivitas pekerja pelabuhan tersebut serta variabel apa yang paling dominan yang berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan Software SPSS. Dalam penelitian ini dilakukan Analisis regresi linier berganda untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Dari hasil analisis yang telah dilakukan besarnya tingkat produktivitas pekerja pada pekerjaan cleaning service dan kepil pada PT. ASDP Wilayah Kerja Kayangan Lombok Timur sebesar 85,53%, artinya tingkat produktivitasnya sangat baik. Secara simultan semua variabel berpengaruh signifikan karena memiliki nilai R atau korelasi yang tinggi sebesar 0,722. Variabel yang paling memiliki pengaruh paling dominan terhadap produktivitas tenaga kerja adalah kesesuaian upah.
EVALUASI PANJANG DAN ARAH LANDAS PACU DI BANDAR UDARA SULTAN MUHAMMAD KAHARUDDIN SUMBAWA: Evaluation on length and direction of runway at Sultan Muhammad Kaharuddin Airport, Sumbawa Damayanti, Lina; Widianty, Desi
Spektrum Sipil Vol 7 No 1 (2020): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v7i1.162

Abstract

Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa saat ini menggunakan operasi landing dan take off searah arah angin. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya overshoot landing karena pesawat menjadi mudah tergelincir dan kurangnya kebutuhan gaya angkat pesawat saat akan take off sehingga landas pacu yang dibutuhkan lebih panjang. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Sumbawa merencanakan perpanjangan landas pacu dari 1.650 m menjadi 1.800 m. Sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap panjang eksisting landas pacu dan arah landas pacu untuk melihat kemungkinan adanya arah landas pacu terbaik untuk operasi take off dan landing. Data karakteristik eksisting landas pacu digunakan untuk menentukan panjang landas pacu berdasarkan keadaan lingkungan lapangan terbang, mengunakan metode ARFL yaitu mengoreksi basic length landas pacu keluaran ATR terhadap suhu, ketinggian, kemiringan landasan dan angin permukaan. Perhitungan panjang landas pacu berdasarkan kemampuan pesawat dianalisa menggunakan aturan ICAO berdasarkan keadaan saat takeoff dan landing normal, kegagalan mesin dan takeoff yang gagal. Sedangkan arah landas pacu menggunakan data arah dan kecepatan angin 2013-2017 dan dianalisa menggunakan software statgraph18. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan panjang landas pacu 1.650 m saat ini masih memadai dan belum membutuhkan penambahan panjang landas pacu. Berdasarkan pergerakan angin dominan dan crosswind arah landas pacu eksisting 14/32 tenggara-barat laut merupakan arah landas pacu terbaik. Adanya angin dominan searah pesawat masih tergolong aman bagi operasi takeoff dan landing.
SEDIMENTASI PADA SALURAN PRIMER GEBONG KABUPATEN LOMBOK BARAT: Sedimentation on Gebong Primary Chanel, West Lombok District Putra, I.B. Giri; Saadi, Yusron; Wirahman, Lalu
Spektrum Sipil Vol 3 No 1 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produksi air pada daerah aliran sungai akibat kerusakan hutan dan meningkatnya kebutuhan air untuk keperluan irigasi pertanian, perikanan, peternakan dan kebutuhan air baku rumah tangga sebagai dampak dari peningkatan jumlah penduduk. Selain itu penurunan debit air pada daerah tangkapan air sistem irigasi di Pulau Lombok pada umumnya disebabkan oleh pola penggunaan lahan kawasan hulu yang berubah dari kawasan hutan menjadi kebun rakyat. Penebangan hutan yang tak terkendali memicu cepatnya perubahan tata guna lahan sehingga terjadi sedimentasi pada saluran primer. Volume sedimen pada Saluran Primer Gebong menjadi masalah serius dalam pengelolaan daerah irigasi. Sejalan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan Penelitian Sedimentasi pada Saluran Primer Gebong, Kabupaten Lombok Barat. Dalam usaha mengendalikan daya rusak air, diperlukan langkah-langkah penanganan non-fisik melalui usaha konservasi, memelihara keberadaan, keberlanjutan, sifat, dan fungsi sungai agar alirannya tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai. Hal mendesak dan sangat perlu dilakukan adalah melakukan identifikasi kondisi tangkapan sedimen berdasarkan laju angkutan sedimen dan memetakannya dalam peta saluran primer. Peta ini berisi informasi laju angkutan sedimen yang dituangkan dalam bentuk persamaan lengkung aliran-sedimen sebagai pedoman untuk menentukan penanganan sesuai urgensi dan kondisi setiap saluran primer. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa rapat masa sedimen yang terjadi pada Saluran Primer Gebong memiliki rapat masa sebesar 2604 kg/m3 dengan total angkutan sedimen yang terjadi pada Saluran Primer Gebong sebesar 61.756,626 ton/tahun dan terdistribusi ke masing-masing Saluran Sekunder Bilebante sebesar 0.851 %, Saluran Sekunder Kediri sebesar 32,308 %, Saluran Sekunder Jenggala sebesar 6.268 %, Saluran Sekunder Gerung sebesar 45 780 % dan ke Saluran Sekunder Bagu sebesar 5.793 %.
KINERJA KOLOM KAYU HOLLOW LAMINASI PADA BERBAGAI VARIASI LUAS LUBANG: Performance of Hollow Laminated Timber Columns at Various Opening Area Saputra, Arrijal; Sugiartha, I Wayan; Rofaida, Aryani
Spektrum Sipil Vol 2 No 2 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan ukuran kayu saat ini menyebabkan masalah tersendiri dalam hal memenuhi kayu sebagai bahan struktural. Pemanfaatan kayu laminasi dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan kayu solid dengan dimensi besar sebagai bahan struktural. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau kapasitas tekan kolom kayu hollow sejajar arah serat dengan memvariasikan luas lubang dan menyamakan momen inersia pada jenis kolom pendek. Pengujian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanis kayu yakni pengujian kadar air, berat jenis, kuat tekan sejajar serat, dan kuat lekat. Adapun variasi luas lubang kolom kayu hollow yang digunakan dalam pengujian yakni 40%, 30%, 20%, dan solid dengan dimensi 15/15 cm. Kemudian pengujian kolom kayu dilakukan menggunakan alat Hidraulic jack dengan kapasitas 50 ton. Pembebanan menggunakan jenis beban statis jangka pendek dan sejajar serat batang dengan asumsi perletakan sendi-sendi. Pembacaan pembebanan dilakukan secara mekanis dan dilakukan setiap kenaikan 1 ton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil persentase luas lubang maka semakin besar kapasitas pembebanan yang diterima oleh kolom dengan nilai rata-rata setiap prosentase luas lubang 40%, 30%, 20% dan solid berturut-turut yakni 266,667 KN, 303,333 KN, 350,00 KN, dan 376,667 KN. Pola keruntuhan yang terjadi pada kolom kayu hollow dan solid adalah keruntuhan tekan atau keruntuhan material (crushimg failure).

Page 7 of 21 | Total Record : 204