cover
Contact Name
Winda Dwi Hudhana
Contact Email
windasruri@gmail.com
Phone
+6285728565000
Journal Mail Official
linguarima@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan I/33 Cikokol Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26211033     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v9i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan karya ilmiah dosen, mahasiswa, praktisi nasional maupun internasional yang berkontribusi dalam pembaharuan ide, konsep dan teori berkaitan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian dapat berupa: 1. Hasil penelitian pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 2. Penelitian tindakan kelas pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 3. Penelitian eksperimen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 4. Penelitian pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. 5. Hasil penelitian dibidang linguistik dan sastra Indonesia. 6. Hasil analisis linguistik dan sastra Indonesia.
Articles 685 Documents
PENERAPAN METODE GUIDED WRITING BERBASIS PICSART DALAM KETERAMPILAN MENULISKAN TEKS PERSUASI SISWA KELAS VIII SMPN 2 TEGALSARI Elsa Septiani; Wienike Dinar Pratiwi; Suntoko Suntoko
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12608

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan metode guided writing berbasis aplikasi PicsArt dalam keterampilan menuliskan teks persuasif siswa kelas VIII di SMPN 2 Telagasari. Metodologi yang diterapkan ialah pendekatan kuantitatif melalui desain kuasi-eksperimental dengan skema pretest-posttest nonequivalent control group. Studi ini melibatkan 72 siswa sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan teknik tes, yakni tes awal dan akhir. Analisis data dilaksanakan dengan menerapkan serangkaian uji statistik, mencakup uji normalitas, homogenitas, n-gain score, serta uji hipotesis menerapkan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian yaitu pada hasil uji SPSS, data menunjukkan bahwa setelah posttest, terdapat peningkatan yang signifikan pada kedua kelas. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 89,58, sedangkan kelas kontrol mencapai 79,17. Uji-t menunjukkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,004 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan keterampilan menulis teks persuasi antara kelas eksperimen yang menggunakan metode Guided Writing berbantuan aplikasi Picsart dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Berdasarkan uji N-Gain, peningkatan rata-rata kelas eksperimen adalah 69,37% dengan kategori cukup efektif, sedangkan kelas kontrol hanya 40,30% dengan kategori kurang efektif. Berdasarkan studi ini, metode guided writing berbasis aplikasi picsart efektif dalam mendorong keterampilan menuliskan teks persuasi.Kata kunci: Guided Writing, Picsart, menulis, teks persuasi
ANALISIS RAGAM BAHASA PADA MASYARAKAT MULTILINGUAL DI PASAR PRAPATAN KABUPATEN MAJALENGKA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Deyaha Afif; Retty Isnendes; Eri Kurniawan
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12621

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian sosiolinguistik yang bertujuan untuk mengidentifikasi ragam bahasa yang muncul dalam interaksi jual-beli pada masyarakat multilingual di pasar Prapatan, Kabupaten Majalengka. Adapun metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak libat cakap, wawancara dan dokumentasi. Teori penelitian yang digunakan yakni Ragam Bahasa berdasarkan tingkat keformalannya menurut Martin Joos (1967) dengan teori faktor munculnya ragam bahasa menurut Holmes (1992). Hasil dari penelitian ini menunjukan ada tiga ragam bahasa yang muncul dari interaksi jual-beli tersebut yakni 1) ragam usaha (consultative) yang menunjukan adanya tujuan komunikasi untuk mencapai kesepakatan jual-beli, 2) ragam santai (casual) & ragam usaha (consultative) menunjukan komunikasi yang didukung kedekatan personal para penutur dengan tujuan kesepakatan jual-beli, dan 3) ragam akrab (intimate) & ragam usaha (consultative) menunjukan komunikasi yang dilatarbelakangi adanya hubungan kekeluargaan antara salah satu penutur dengan tujuan akhir mencapai kesepakatan jual-beli. Sementara faktor pendukung munculnya ragam bahasa yang ditemukan dari penelitian ini yakni berdasarkan 1) status sosial, 2) jenis kelamin, 3) usia, dan 4) etnis.Kata Kunci: Sosiolinguistik, ragam bahasa, multilingual, pasar tradisional
NILAI SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA ORANG PINGGIRAN KARYA IPIN CEVIN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Wildatul Khairiyah; Yundi Fitrah; Rahmawati Rahmawati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12622

Abstract

Peneliti memilih karya sastra naskah drama ini dikarenakan dalam penulisannya banyak mengandung permasalahan sosial terutama kemiskinan yang dihadapi dalam sebuah keluarga. Permasalahan ini sering terjadi dimasyarakat yang tergolong kedalam perekonomian rendah sehingga peneliti ingin menjadikan penulisan ini sebagai acuan terhadap orang tua dan masyakat luas. Penelitian ini memakai kajian sosiologi sastra dengan menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini bersumber dari naskah drama Orang Pinggiran  karya Ipin Cevin. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat. Dalam naskah drama Orang Pinggiran karya Ipin Cevin terdapat nilai-nilai sosial diantaranya yaitu, Nilai material yang terdapat dalam naskah drama Orang Pinggian karya Ipin Cevin adalah rumah, uang, barang-barang rongsokan. Nilai vital, meliputi aktivitas mengamen menjadi salah satu mata pencaharian yang sering dilakukan oleh masyarakat dengan perekonomian rendah, hendaknya kita harus selalu menjadi orang yang selalu berbuat baik, orang miskin yang selalu dianggap sebagai sampah masyarakat. Nilai kerohanian meliputi nilai moral dan juga nilai keagamaan seperti tidak boleh membanting barang dihadapan orang tua, judi tidak akan membuatmu menjadi kaya, amarah dan cemburu bisa menjadi bomerang bagi diri kita sendiri,berbohong bukanlah tindakan yang terpuji terlebih lagi berbohong kepada orang tua, orang tua menjadi peran penting dalam keharmonisan keluarga.
ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS DAN KALIMAT EFEKTIF PADA KARANGAN TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X MADRASAH ALIYAH NIHAYATUL AMAL RAWAMERTA KARAWANG Syfa Tazkia Aulia; Sutri Sutri; Slamet Triyadi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan penggunaan kata dan kalimat dalam karangan teks eksposisi siswa kelas X Madrasah Aliyah Nihayatul Amal Rawamerta Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diambil dalam penelitian ini yaitu kesalahan kata dan kalimat dalam karangan teks eksposisi siswa kelas X materi teks eksposisi. Sumber data penelitian ini yaitu karangan teks eksposisi siswa kelas X materi teks eksposisi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini yaitu kesalahan kaajian sintaksis merujuk pada empat komponen yang sesuai dengan pegangan teori yaitu kata, frasa, klausa, dan kalimat. Masing-masing poin memiliki jumlah kesalahan yang berbeda. Kata memiliki kesalahan sebanyak 7 dengan diambil kesaahan yang sama, frasa memiliki kesalahan 4 dengan diambil kesalahan yang sama, klausa memiliki 1 kesalahan diambil dengan kesalahan yang sama, dan kalimat memiliki kesalahan 4 dengan diambil kesalahan yang sama. Jadi total berdasarkan kategori kesalahan yang pandang dalma sudut sama yaitu 16 kesalahan. Maka peneliti dapat menjumlahkan total kesalahan dari penggunaan kalimat efektif dan kajian sintaksis adalah 48 berdasarkan kesalahan yang dipandang sama kategorinya.Kata kunci: kata, kalimat, sintaksis, teks eksposisi.
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MEREKA BILANG AKU KEMLINTHI KARYA HANIFA VIDYA: PERSPEKTIF SIGMUND FREUD Rizma Amalia Rachmanti; Hera Septriana
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12646

Abstract

Penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Mereka Bilang Aku Kemlinthi karya Hanifa Vidya. Fokus penelitian ini terletak pada bagian kepribadian tokoh utamanya dengan menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini mengupas tiga komponen kepribadian tokoh utama diantaranya komponen id, ego, dan superego. Objek yang diamati dalam penelitian ini adalah kepribadian “Srikandi” selaku tokoh utama yang diambil dari sumber novel Mereka Bilang Aku Kemlinthi karya Hanifa Vidya. Bentuk data yang disajikan dalam penelitian ini berupa kutipan percakapan atau kalimat pendeskripsian sang tokoh oleh sang penulis. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada dua yaitu teknik baca, dan teknik catat. Untuk menguji keabsahan data penulis menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Selama penelitian, peneliti telah menemukan 11 data kepribadian tokoh utama yang terbagi menjadi 4 id, 4 ego, dan 3 superego yang sebagaimana dapat disimpulkan kepribadian yang dimiliki tokoh utama berupa penggambaran tokoh yang teguh pendirian, kuat, dan mengusahakan segala cara untuk memenuhi keinginannya.Kata Kunci: Kepribadian, Novel, Sigmund Freud, Tokoh Utama
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWTOON TEKS CERPEN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER KREATIF DAN MANDIRI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Siti Rochmiyati; Die Bhakti Wardoyo Putro; ermawati ermawati; Desy Rufaidah; Intan Indah Dw Pratiwi; Nanang Bagus Subekti
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12650

Abstract

Kemajuan teknologi dalam bidang pendidikan telah memicu berbagai inovasi dalam proses pembelajaran. Hal ini menuntut guru untuk lebih inovatif dalam menyampaikan materi agar dapat menarik perhatian siswa serta meningkatkan pemahaman mereka. Salah satu materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah teks cerpen. Namun, dalam penerapannya, pembelajaran cerpen sering kali kurang menarik karena masih didominasi oleh metode tradisional, seperti ceramah dan diskusi yang minim penggunaan media interaktif. Akibatnya, banyak siswa kurang termotivasi dalam memahami struktur, unsur intrinsik, serta nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audiovisual Powtoon pada materi teks cerpen yang berbasis pendidikan karakter kreatif dan mandiri untuk siswa SMP. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Peneliti dalam penelitian ini telah mendapatkan beberapa teori dan kartu data, serta analisis kata kerja operasional dari berbagai buku teks. Selain itu, instrumen divalidasi oleh steakeholder dan pakar. Fokus Grup Diskusi (FGD) digunakan untuk memastikan keabsahan data penelitian. Analisis data menggunakan proses reduksi, sajian, dan verifikasi. Ditemukan dalam penelitian ini terdapat tiga tahap pengembangan pendahuluan, pengembangan, dan pengujian digunakan untuk mengajar siswa kelas VII SMP N 3 Kalasan teks cerpen menggunakan media audiovisual.Kata kunci: Powtoon, Pendidikan Karakter, Teks Cerpen
TOPONIMI NAMA-NAMA KALURAHAN DI KOTA BEKASI (KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK) Rosmalia Herawati; Memmy Dwi Jayanti; Yulia Agustin; Ahmad Khoiril Anam
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12657

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui asal-usul dan makna penamaan kelurahan di Kota Bekasi berdasarkan beberapa aspek, yaitu aspek perwujudan, kemasyarakatan, dan kebudayaan. Penulis berharap para pembaca dapat memahami proses pembentukan nama dan sejarah penamaan kelurahan di Kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, di mana penulis harus mencari narasumber dan melakukan wawancara. Setelah itu, penulis mengategorikan nama-nama kelurahan tersebut ke dalam beberapa aspek: aspek perwujudan yang terdiri dari latar perairan, latar rupa bumi, dan latar lingkungan alam; aspek kemasyarakatan yang terdiri dari kedudukan seseorang, profesi, dan pekerjaan; serta aspek kebudayaan yang terdiri dari folklor, mitos, dan sistem kepercayaan. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dalam menyusun langkah kerja. Setelah melakukan wawancara dan mengategorikan penamaan kelurahan ke dalam beberapa aspek, penulis menarik kesimpulan bahwa toponimi dan makna nama-nama kelurahan di Kota Bekasi didominasi oleh aspek perwujudan dengan rincian sebagai berikut: indikator latar lingkungan alam sebesar 40,6%, indikator latar perairan sebesar 17%, dan indikator latar rupa bumi sebesar 1,7%. Pada aspek kemasyarakatan, kedudukan seseorang memiliki persentase 15,2%, profesi 3,3%, dan pekerjaan 1,7%. Pada aspek kebudayaan, sistem kepercayaan memiliki persentase terbesar yaitu 10,3%, folklor 8,5%, dan mitos 1,7%. Secara keseluruhan, aspek perwujudan paling dominan dalam penamaan kelurahan di Kota Bekasi dengan persentase sebesar 60%, diikuti oleh aspek kemasyarakatan dan aspek kebudayaan masing-masing dengan persentase sebesar 20%.
DIMENSI PROFETIK DALAM KUMPULAN PUISI AYAT DEWA PAMUNGKAS DARI TIMUR KARYA A. MUSTOFA BISRI Widowati Widowati; Die Bhakti Wardoyo Putro; Laily Rochmawati Listiyani; Oktaviabi Windra Puspita
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12670

Abstract

A. Mustofa Bisri melalui karya-karyanya menunjukkan gambaran sikapnya yang kritis. Di balik sikapnya  yang kritis, ada banyak hal berharga yang memberikan wawasan baru bagi pembaca.  Pelajaran tersebut tentu diperoleh pembaca melalui diksi yang kelihatan sederhana, tetapi penuh makna. Diksi yang sederhana itu sebenarnya merupakan pembungkus simbol-simbol yang kadang-kadang mengejutkan pembaca. Simbol-simbol tersebut tentu dipengaruhi oleh sikap dan pendiriannya yang religius, kritis, dan multikultural. Dengan demikian, karya-karyanya tidak lepas dari masalah humanisasi, liberasi, dan transendensi yang sejalan dengan konsep sastra profetik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dimensi humanisasi, liberasi, dan transendensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa satuan estetis yang berwujud satuan gramatikal dalam kumpulan puisi Ayat Dewa Pamungkas dari Timur karya A. Mustofa Bisri. Adapun sumber datanya berupa sumber data primer, berupa teks puisi berjumlah 23 puisi karya A. Mustofa Bisri. Instrumen penelitiannya adalah peneliti yang sudah dibekali teori yang relevan dengan permasalahan penelitian dan kemampuan analisis yang bertumpu pada kisi-kisi instrumen penelitian dengan indikatornya. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik baca dan catat. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini, yaitu analisis dimensi humanisme, (2) analisis dimensi liberal, dan (3) analisis dimensi transendensi pada kumpulan puisi A. Mustofa Bisri.
PENGARUH DUA METODE PEMBELAJARAN INOVATIF TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS SISWA SMA Ilmi Solihat; Tatu Hilaliyah; Asep Muhyidin; Muldawati Muldawati; Dede Tri Guntoro
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12696

Abstract

Keterampilan menulis puisi artinya terampil dalam menciptakan puisi yang berlandaskan pada unsur-unsur pembangun puisi. Namun, keterampilan menulis puisi tidak lahir begitu saja, harus berlatih terus menerus dengan berbekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan informasi yang diimplementasikan oleh penulis tersebut. Berdasarkan wawancara dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia, siswa kerap kesulitan dalam menulis puisi karena sulitnya memunculkan ide di awal. Adapun, tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan pengaruh dua metode pembelajaran inovatif terhadap keterampilan menulis puisi siswa di SMA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitaif dan pemilihan desain berupa pretest- posttest control group design. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Teknik pengumpulan data dari hasil tes menulis puisi berupa pretest dan  posttest kelas eksperimen dan kontrol dengan instrumen penilaian yaitu tema, imajinasi, majas, diksi, dan makna. Hasil menunjukkan pengaruh metode sugesti imajinasi dengan rata-rata nilai pretest sebesar 59,1 dan posttest sebesar 82,5. Kemudian, pengaruh metode copy the master dengan rata-rata nilai pretest sebesar 54,6 dan posttest sebesar 74,3. Terakhir, hasil perbedaan posttest menunjukkan metode sugesti imajinasi lebih unggul dengan selisih sebesar 8,2 poin. Disimpulkan bahwa metode sugesti imajinasi lebih unggul dibandingkan dengan metode copy the master untuk diterapkan dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Kata Kunci: dua metode pembelajaran inovatif, keterampilan menulis, siswa SMA
ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA I Dewa Gede Fathur Try Githa; Ida Bagus Putrayasa
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i1.12699

Abstract

Asesmen formatif memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan keterampilan dan pemahaman mendalam siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan mengidentifikasi dampaknya terhadap peningkatan pemahaman konsep serta keterampilan berbahasa siswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka deskriptif kualitatif, yang mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen formatif mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan memberikan umpan balik langsung yang spesifik kepada siswa, sehingga mereka dapat memperbaiki pemahaman dan keterampilan mereka secara tepat waktu. Penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan asesmen formatif mendorong guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu siswa, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan inklusif. Berdasarkan temuan ini, diharapkan asesmen formatif dapat diterapkan lebih luas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.Kata kunci : asesmen formatif, Bahasa Indonesia, Kurikulum Merdeka