cover
Contact Name
Winda Dwi Hudhana
Contact Email
windasruri@gmail.com
Phone
+6285728565000
Journal Mail Official
linguarima@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan I/33 Cikokol Kota Tangerang
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26211033     DOI : http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v9i2
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan karya ilmiah dosen, mahasiswa, praktisi nasional maupun internasional yang berkontribusi dalam pembaharuan ide, konsep dan teori berkaitan dengan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Hasil penelitian dapat berupa: 1. Hasil penelitian pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, 2. Penelitian tindakan kelas pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 3. Penelitian eksperimen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia 4. Penelitian pengembangan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. 5. Hasil penelitian dibidang linguistik dan sastra Indonesia. 6. Hasil analisis linguistik dan sastra Indonesia.
Articles 685 Documents
PROBLEMATIKA SOSIAL DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA Elis Noviawati; Saptono Hadi; Lailiyatus Sa'diyah; Agus Hermawan
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13900

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk dan penyebab problematika sosial yang terkandung dalam novel Hati Suhita Karya Khalima Anis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra berkaitan dengan 8 data bentuk dan penyebab problematika sosial yang didapatkan melalui studi dokumentasi. Sumber data diperoleh melalui penggalan dialog dan narasi yang termuat dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Data tersebut terdiri atas kata-kata, kalimat, paragraf maupun ungkapan yang berkaitan langsung dengan sosiologi sastra dalam novel Hati Suhita Karya Khalima Anis. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Peneliti melakukan pembacaan data, kemudian peneliti melakukan pencatatan dan pengutipan data untuk mendokumentasikan informasi secara akurat. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Tahapan analisis mencangkup proses penyederhanaan data, pengorganisasian informasi secara sistematis, serta penarikan kesimpulan dan pengecekan kembali kebenaran data. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat 4 bentuk problematika yang ditemukan berupa pelanggaran pada norma agama, norma hukum, norma kesopanan dan norma kesusilaan. Terdapat 4 penyebab problematika yang ditemukan, yaitu anomie, perubahan struktur sosial dan disintegrasi sosial, pergeseran nilai tradisional dan modernisasi, ketidakseimbangan antara tujuan dan sarana. Kata Kunci: Problematika Sosial, Sosiologi Satra, Novel
IMPLEMENTASI MODEL READ, ANSWER, DISCUSS, EXPLAIN, AND CREATE (RADEC) DALAM PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA SISWA KELAS VII SMPN 7 KOTA JAMBI Iin Anjarwati; Rustam Rustam; Lusia Oktri Wini
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13902

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Read, Answer, Discuss, Explain, and Create (RADEC) dalam pembelajaran teks berita di kelas VII SMP Negeri 7 Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mengkaji kesesuaian pelaksanaan pembelajaran menggunakan model RADEC pada kelas VII F SMP Negeri 7 Kota Jambi. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi selama proses pembelajaran, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen RPP dan foto kegiatan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data secara terstruktur, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pembelajaran teks berita menggunakan model Model RADEC terlaksana sesuai dengan langkah-langkah menerapkan model RADEC, dan modul ajar yang telah dirancang. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa model RADEC memberikan ruang bagi siswa untuk membangun pengetahuan secara mandiri, berdiskusi, berinteraksi, serta menciptakan karya tulis berupa teks berita sesuai kaidah yang berlaku dan juga mendukung kemampuan menulis siswa ketika proses penerapannya. Pembelajaran dilakukan dengan baik sesuai langkah-langkah pembelajaran model RADEC dan menghasilkan proyek berupa sebuah karya tulis teks berita dan ditulis sesuai dengan elemen penting dalam penulisan teks berita. Dari implementasi model Read, Answer, Discuss, Explain, and Create (RADEC) dalam pembelajaran teks berita memberikan dampak positif yang signifikan. Dengan demikian, model RADEC layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran teks berita maupun materi lain.Kata kunci: Model Pembelajaran, RADEC, Teks Berita
STRATEGI TINDAK MENGANCAM MUKA NEGATIF DALAM FILM PERTARUHAN THE MOVIE Muhammad Yunus; Akhmad Syakir; Algi Fari
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.13931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis tindak mengancam muka negatif (negative face threatening acts/FTA negatif) yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film Pertaruhan The Movie. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah film Pertaruhan The Movie yaitu film laga Indonesia yang dirilis pada 9 Februari 2017 yang diproduksi oleh IFI Sinema, disutradarai oleh Krishto Damar Alam. Data yang dianalisis berupa kutipan tuturan tokoh dalam bentuk dialog yang menunjukkan ekspresi perintah, teguran, nasihat, saran, dorongan, usulan, hutang, janji, kemarahan, dan kebencian. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, dengan menelaah tuturan verbal dalam transkrip dialog film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 data tuturan yang ditemukan, terdapat tiga jenis FTA negatif yang dominan, yaitu: (1) ujaran yang menghambat kebebasan pendengar (perintah, teguran, ancaman), (2) ujaran yang menimbulkan tekanan emosional dan beban moral (permintaan mendesak, usulan ekstrem), dan (3) ujaran yang mengandung dorongan sarkastik, kemarahan, serta kebencian. Pilihan strategi bald on record mendominasi dalam komunikasi antartokoh, mencerminkan situasi sosial yang penuh tekanan, relasi kuasa yang timpang, dan kondisi psikologis yang tertekan. Kajian ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi representasi nyata dari dinamika pragmatik dalam kehidupan sosial, serta memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks otentik dan kontekstual. Kata kunci: Tindak tutur, muka negatif, kesantunan, pragmatik
GAYA BAHASA DALAM NOVEL KOMPONIS KECIL KARYA SOESILO TOER: KAJIAN STILISTIKA Wahyu Fajar Lestari; Edy Suryanto; Nugraheni Eko Wardhani
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai gaya bahasa yang terdapat dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer dengan jumlah 170 halaman. Data penelitian ini berasal dari dialog atau kutipan novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer yang mengandung gaya bahasa tertentu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan berbagai gaya bahasa dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer, yaitu a) 12 gaya bahasa pertautan mencakup 5 majas sinekdoki, 2 majas metonimi, dan 5 majas eufemisme; b) 80 gaya bahasa perbandingan meliputi, 25 majas personifikasi, 30 majas metafora, dan 25 majas simile; c) 76 gaya bahasa pengontrasan mencakup 15 majas ironi, 16 majas sarkasme, 10 majas paradoks, 5 majas litotes, dan 30 majas hiperbola; d) 35 gaya bahasa repetisi yang mencakup 12 majas repetisi, 5 majas paralelisme, 10 majas anafora, 3 majas polisindenton, dan 5 majas asindenton; serta e) 15 gaya bahasa bentuk lain, yaitu 10 majas retoris dan 5 majas antitesis. Gaya bahasa yang paling dominan adalah gaya bahasa perbandingan. Fungsi gaya bahasa dalam novel tersebut adalah memberikan kesan hidup, tidak monoton, indah, memperkuat isi, serta memperkuat suasana cerita dan pencerminan tokohnya. Kata kunci: Gaya Bahasa, Karya Sastra, Novel
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SMA BHAKTI ANANDA Lusy Berliana Silaban; Meilin Aulia Jasmine; Nahdah Syarifah; Ariyana Ariyana
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran serta asesmen pembelajaran menulis teks anekdot dengan model Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk kualitaif dan pendekatan studi kasus (Case Study). Sumber data penelitian meliputi peristiwa pembelajaran, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi pasif, analisis dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertama, modul ajar yang disusun guru Bahasa Indonesia SMA Bhakti Ananda sudah lengkap dan sesuai dengan format penyusunan modul ajar yang mencakup informasi umum, komponen inti, dan lampiran. Kedua, pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot dengan model Problem Based Learning di kelas X SMA Bhakti Ananda berjalan dengan baik dan sesuai dengan sintak Problem Based Learning. Ketiga, asesmen pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka ini adalah asesmen formatif dan asesmen sumatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran menulis teks anekdot dengan model Problem Based Learning sudah berjalan dengan baik sesuai dengan modul ajar dan sintak Problem Based Learning. Guru dapat memberikan pembelajaran yang interaktif dan bermakna bagi peserta didik. Kata Kunci: Pembelajaran, Menulis Teks Anekdot, Problem Based Learning
MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL EGOSENTRIS KARYA SYAHID MUHAMMAD SEBAGAI INVENSI PENYUSUNAN BAHAN AJAR BERBASIS P5 DI SMA Fatmawati Fatmawati; Raheni Suhita
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji masalah sosial yang terdapat dalam novel Egosentris karya Syahid Muhammad dan memanfaatkan temuan tersebut sebagai invensi penyusunan bahan ajar berbasis Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis masalah sosial yang diangkat dalam novel. Sumber data dalam penelitian ini meliputi dokumen berupa novel Egosentris karya Syahid Muhammad dan informan berupa 2 guru bahasa Indonesia dan 10 peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Gemolong. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis dokumen dan wawancara terstruktur. Teknik uji validitas yang digunakan adalah teknik uji validitas triangulasi teori dan sumber. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh jenis masalah sosial yang dicerminkan oleh peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam novel, yaitu kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, pelanggaran norma masyarakat, masalah lingkungan hidup, dan birokrasi. Temuan masalah sosial tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang bahan ajar sastra berbasis Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada tema Bangunlah Jiwa dan Raganya. Temuan ini menambah pengetahuan mengenai apresiasi sastra dan menanamkan nilai karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.Kata kunci: Novel, masalah sosial, bahan ajar, P5
SIMBOLISME BANGUNAN JAM GEDE JASA SEBAGAI IKON BARU TANGERANG: KAJIAN ETNOPEDAGOGI BERNILAI BUDAYA SERTA IMPLIKASI TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ilmi Solihat; Asep Muhyidin; Suroso Mukti Leksono
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna yang terkandung dalam setiap kode-kode yang ditonjolkan serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan kajian semiotika Peirce seorang filsuf dari Amerika yang menandaskan bahwa tanda-tanda berkaitan dengan objek-objek yang menyerupainya, keberadaannya memiliki hubungan sebab-akibat dengan tanda-tanda atau karena ikatan konvensional dengan tanda-tanda tersebut. Melalui kajian semiotika Peirce dapat mengungkapkan bagaimana makna, ide, serta nilai-nilai tertentu yang disosialisasikan lewat karya seni. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskripsi. Data yang diperoleh dengan cara observasi objek Bangunan Jam Gede Jasa, metode cakap, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada informan terpilih yang diasumsikan mengetahui seluk-beluk didirikannya bangunan Jam Gede Jasa Kota Tangerang Provinsi Banten beserta kandungan nilai ikon kotanya. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa Jam Gede Jasa makna kata berasal dari Bahasa Sunda Tangerang yang berarti sangat besar sekali, bangunan tersebut berbentuk gear memiliki makna sebagai kota Industri, dan tinggi bangunan 17 meter menandakan tanggal kemerdekaan negara Indonesia. Implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dari temuan ini adalah pentingnya pemahaman konteks budaya dan sejarah dalam bahasa. Dengan mengetahui asal usul dan makna simbolik dari suatu kata atau objek, siswa dapat mengembangkan keterampilan membaca dan memahami teks yang kaya akan nilai historis dan budaya. Kata kunci : Simbolisme, Jam Gede Jasa, Kajian Etnopedagogi, Nilai Budaya
PENGGUNAAN VIDEO BERBASIS KEARIFAN LOKAL JAMBI DALAM MENULIS TEKS DESKRIPSI KELAS VII SMP NEGERI 7 MUARO JAMBI Jelindra Wahyuni; Hary Soedarto Harjono; Sophia Rahmawati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan video berbasis kearifan lokal Jambi dalam pembelajaran menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMPN 7 Muaro Jambi. Teks deskripsi adalah jenis teks yang menggambarkan suatu objek secara rinci sehingga pembaca dapat membayangkan objek tersebut secara nyata. Penggunaan media video berbasis kearifan lokal dipilih untuk meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam menulis, serta mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi hasil tulisan siswa. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video berbasis kearifan lokal Jambi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan kualitas tulisan mereka. Siswa menjadi lebih antusias, memahami materi dengan lebih baik, dan mampu menulis teks deskripsi yang lebih terperinci dan menarik. Selain itu, penggunaan video yang mengangkat budaya lokal juga membentuk kesadaran budaya pada siswa dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kearifan lokal daerah mereka.Kata kunci: Menulis, Teks Deskripsi, Video, Kearifan Lokal, Jambi
PENGEMBANGAN GAME EDUKASI PENGENALAN KONJUNGSI BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Rizky Kurniawan; M. Ghufroni An Ars; Qadhli Jafar Adrian; Try Ruliyanti; Masnia Rahayu; M. Yanuardi Zain
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i2.14091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game edukasi kata hubung bahasa Indonesia untuk meningkatkan pemahaman siswa. Tahap initiation mencakup penentuan konsep dasar game seperti jenis, desain, cara bermain, dan target pengguna. Selanjutnya, tahap pre-production berfokus pada perancangan storyboard yang mencakup genre, alur cerita, karakter, dan rintangan dalam game. Pada tahap production, dilakukan pembuatan aset, pengkodean, dan pengembangan game secara keseluruhan. Tahap testing melibatkan pengujian fitur menggunakan metode black box testing untuk memastikan fungsi berjalan dengan baik. Tahap beta merupakan uji coba oleh pengguna eksternal guna mengevaluasi kelayakan dan kenyamanan permainan. Terakhir, pada tahap release, game dinyatakan siap diluncurkan ke publik setelah melalui seluruh proses pengujian dan perbaikan. Hasil penelitian mengenai Game edukasi Kata Penghubung Bahasa Indonesia dikembangkan menggunakan Construct 2 dan Adobe Photoshop CS5, dengan menerapkan metode GDLC yang mencakup enam tahapan: initiation, pre-production, production, testing, beta, dan release. Pengujian menggunakan metode Black Box Testing menunjukkan hasil alpha berhasil dan beta memperoleh persentase keberhasilan 93,33%. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test di SD Negeri 1 Kedaton, terjadi peningkatan nilai dari 60,68 menjadi 94,48. Hal ini menunjukkan bahwa game edukasi tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi kata hubung.Kata kunci: Game Edukasi, Bahasa Indonesia, Konjungsi
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS MODEL CIPP: STUDI KASUS DI SLBN DHARMA WANITA DALAM KERANGKA PENDIDIKAN INKLUSIF Dwi Septiani; Muchlas Suseno; Samsi Setiadi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 14 No. 3 (2025): Lingua
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v14i3.14122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembelajaran Bahasa Indonesia di SLBN Dharma Wanita Kota Bogor dalam konteks pendidikan inklusif menggunakan pendekatan Model Evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Dengan desain studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru senior dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi konteks, keberagaman karakteristik siswa seperti tunagrahita, autisme, dan cerebral palsy menuntut strategi pembelajaran yang sangat adaptif dan terpersonalisasi. Dimensi input menampilkan keterbatasan infrastruktur dan jumlah guru, tetapi diimbangi dengan kreativitas guru dalam memodifikasi kurikulum, menggunakan media visual, dan menerapkan pendekatan translanguaging. Dimensi proses memperlihatkan dinamika kelas inklusif yang kompleks karena pembelajaran berlangsung secara fleksibel dengan metode ceramah sederhana, bercerita, serta evaluasi berbasis lisan dan visual. Pada dimensi produk, capaian siswa bersifat fungsional, seperti kemampuan menyimak, merespons pertanyaan sederhana, dan menyampaikan kebutuhan secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia di ruang inklusi tidak hanya ditentukan oleh standar akademik konvensional, melainkan oleh pencapaian komunikasi fungsional dan perkembangan kemandirian siswa. Temuan ini berkontribusi terhadap penguatan kajian linguistik terapan inklusif dan memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan kebijakan serta praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan khusus.