cover
Contact Name
-
Contact Email
network@dharmawangsa.ac.id
Phone
+628126580095
Journal Mail Official
network@dharmawangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Kl. Yos Sudarso No.224 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi Network Media
ISSN : 26866552     EISSN : 27229319     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal ini berisi artikel ilmiah tentang Ilmu Komunikasi. Jurnal Network Media diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa Medan dengan ISSN : 2569-6446 dan E-ISSN : 2722-9319. Semoga Jurnal ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA" : 39 Documents clear
OPTIMALISASI KOMUNIKASI STRATEGIS DALAM MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN Ramdan, Wilman Akmal; Mayasari, Mayasari; Kusumaningrum, Rastri
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5627

Abstract

BPJS Kesehatan merupakan lembaga yang memiliki komitmen dalam melaksanakan program jaminan kesehatan nasional (JKN) di Indonesia.Tujuan adanya program tersebut unutk memberikan pelayanan kesehatan yang layak kepada peserta. Semejak diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2014 banyak sekali peserta yang mengeluhkan tentang pelyanan di BPJS Kesehatan tertuma di fasilitas kesehatan. Terlihat dari banyaknya berita yang bereder di media dan menjadi sebuah fenomena. BPJS Kesehatan terus berusaha unutk meningkatkan kualitas pelayanannya agar mengurangi keluhan dari peserta salah satunya dengan meluncurkan aplikasi untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pelayanan, tetapi hal tersebut belum cukup untuk mengatasi tingginya angka keluhan dari peserta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan dalam mengoptimalkan mutu pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Menggunakan 4 teknik pengumpulan data yaitu obeservasi, wawancara, dokemntasi, studi pustaka. pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan mewawancarai 2 staf BPJS Kesehatan dan 2 peserta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa BPJS Kesehatan melakukan 5 tahap startegi Komunikasi yaitu penelitian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Melalui startegi komunikasi ini diharapkan BPJS Kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga mengurangi angka keluhan dari peserta dan memberi kenyamanan pelayanan pada peserta. kata Kunci: BPJS Kesehatan, Keluhan, Strategi Komunikasi
PEMAKNAAN OOTD (OUTFIT OF THE DAY) PADA MAHASISWI UNSIKA Putri, Hilvi Monica; Ramdhani, Muhammad; Oxygentri, Oxy
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami konstruksi makna yang dibangun oleh individu sebagai pecinta dunia fashion. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini berfokus pada pengalaman subyektif individu fashionista dalam memaknai kegiatan fenomenal dalam dunia fashion. Penelitian dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui apa motif, makna dan pengalaman bagi para mahasiswi Universitas Singaperbangsa Karawang yang memposting foto OOTD di akun media Instagramnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang dikonstruksi oleh individu fashionista beragam, dipengaruhi beberapa faktor seperti , hobi, pekerjaan, identitas diri, personal branding dan bahkan hanya sekedar iseng saja. Sebagian besar individu memaknai peran mereka sebagai bentuk citra diri, dalam postingan Instagram mereka menyadari bahwa postingan tersebut mempengaruhi citra mereka. Kata kunci: OOTD, Fenomenologi, Kontruksi Makna
KESENDIRIAN DALAM PERSPEKTIF INDIVIDUALISME: ANALISIS WACANA KRITIS LIRIK LAGU “JIWA YANG BERSEDIH” KARYA GHEA INDRAWARI Leksono, Cinta Rasca; Mayasari, Mayasari; Susanto, Tri
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5608

Abstract

Lagu “Jiwa Yang Bersedih” menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang menghadapi tekanan hidup, kesendirian, dan perjuangan untuk menerima diri sendiri di tengah tuntutan sosial. Wacana individualisme dalam lagu ini tercermin melalui penggunaan kata-kata yang sederhana namun penuh makna, yang mampu menyampaikan rasa keterasingan dan perjuangan personal dengan kuat. Tema yang diangkat dalam lirik-lirik ini membuat peneliti tertarik untuk menganalisisnya sebagai kajian dalam penelitian ini. Ghea Indrawari melalui karyanya berupaya merepresentasikan kondisi emosional yang banyak dialami oleh generasi muda, terutama di lingkungan yang kompetitif, di mana tekanan untuk memenuhi standar kesuksesan sering kali menciptakan perasaan terisolasi dan kurangnya dukungan sosial.Penelitian ini bertujan untuk menganalisis representasi individualisme dalam lirik lagu "Jiwa Yang Bersedih" karya Ghea Indrawari menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk, yang mencakup dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Lagu ini menjadi fenomena menarik karena berhasil menjadi medium ekspresi personal sang musisi sekaligus memberikan pengaruh emosional yang signifikan kepada pendengarnya.Hasil analisis menunjukkan bahwa pada dimensi teks, lirik lagu ini menyampaikan tema kesedihan, kesendirian, dan perjuangan emosional melalui struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Pada dimensi kognisi sosial, lagu ini merefleksikan pengalaman Ghea sebagai musisi muda yang menghadapi tekanan industri musik, isolasi emosional, dan perjuangan dalam menemukan kembali kepercayaan diri melalui karyanya. Sementara itu, pada dimensi konteks sosial, lagu ini mengungkap realitas individualisme yang semakin berkembang di masyarakat modern, terutama pada generasi muda yang menghadapi tekanan sosial dan tuntutan hidup di lingkungan yang kompetitif.
UPAYA MEMPERTAHANKAN LOYALITAS PELANGGAN MELALUI STRATEGI OMNICHANNEL MARKETING (STUDI PADA STARTUP FINTECH PT MILOV BALOK SEJAHTERA) Adiansyah, Ari; Tobing, Melati Mediana
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.6478

Abstract

Pertumbuhan industri startup fintech di Indonesia mendorong perusahaan untuk mengadopsi strategi komunikasi yang mampu mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah persaingan yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi omnichannel marketing diterapkan oleh PT Milov Balok Sejahtera, sebuah startup fintech aggregator, dalam mempertahankan loyalitas pelanggannya. Dengan menggunakan pendekatan post-positivis dan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap pihak perusahaan dan pelanggan aktif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan strategi ini ditunjang oleh tiga kategori utama, yaitu strategi omnichannel yang terintegrasi, pengalaman pelanggan yang responsif dan personal, serta loyalitas yang tercermin melalui penggunaan ulang dan rekomendasi sukarela. WhatsApp digunakan sebagai saluran utama yang menyatukan berbagai kanal komunikasi seperti iklan Facebook, situs web, dan telemarketing. Selain itu, aspek personalisasi, rasa aman, dan kedekatan emosional menjadi pendorong utama dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif. Penelitian ini memperkuat teori omnichannel sebagai strategi komunikasi digital yang mampu menciptakan relasi berkelanjutan dengan pelanggan. Hasil ini penting untuk menjadi acuan bagi pelaku industri fintech dalam mengembangkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.
Hubungan Daya Tarik User Generated Content Di TikTok Terhadap Peningkatan Minat Beli Gen Z Pada Produk Cookie Bomb Fudybro Irawan, Silvia; Dharta, Firdaus Yuni; Oxygentri, Oky
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5006

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh unggahan User Generated Content (UGC) produk Cookie Bomb Fudgybro di Tiktok yang sempat mencuri peratian pengguna TikTok. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengetahui seberapa besar daya tarik User Generated Content produk Cookie Bomb Fudgybro di Tiktok terhadap peningkatan minat beli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survey eksplanatory. Penelitiain ini menggunakan Teori Stimulus Organism Respons (SOR). Pengumpulan data dikumpulkan dengan teknik kuesioner yang menggunakan alat ukur skala likert kepada sampel yang sudah ditentukan sebanyak 94 orang yang merupakan mahasiswa aktif Angkatan 2020, 2021, 2022, 2023 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. Penarikan sampel menggunakan teknik probability sampling dan jenis teknik cluster samping. Pada penelitian ini juga menggunakan teknik statistik deskriptif dengan teknik analisis data regresi linear sederhana. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan daya tarik berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan minat beli.
KONSTRUKSI BERITA KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA MEDIA ONLINE DETIK.COM DAN KOMPAS.COM Mayuri, Syifa; Budhiharti, Tri Widya; Rahman, Khairul Arief
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.6412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media online Detik.com dan Kompas.com membingkai pemberitaan kasus kekerasan seksual di MAN 1 Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan Model Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki sebagai metode analisis. Objek penelitian adalah enam berita terkait kasus kekerasan seksual yang diambil dari Detik.com dan Kompas.com dalam rentang waktu 23-25 September 2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dalam cara kedua media tersebut membingkai pemberitaan kasus ini. Persamaan Detik.com dan Kompas.com terletak pada fokus pemberitaan terkait unsur hubungan asmara atau seksual dan penekanan pada aspek video yang viral. Perbedaan tampak pada gaya penulisan dan cara penyajian informasi. Kompas.com menggunakan paragraf yang singkat namun informatif dan komprehensif, menghadirkan berbagai sumber, termasuk sudut pandang aktivis perempuan, sehingga memberikan gambaran yang lebih mendalam dan menyeluruh mengenai sanksi bagi pelaku dan kondisi korban. Perbedaan yang mencolok terdapat pada penggunaan istilah yang mempengaruhi pembaca dalam memaknai isi pemberitaan. Dalam hal ini, Kompas.com menggunakan istilah “video asusila” yang dianggap lebih formal. Sebaliknya, Detik.com menggunakan istilah “video mesum” yang dianggap kurang tepat dalam konteks pemberitaan kasus kekerasan seksual.
MENGOPTIMALKAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM UNTUK PROMOSI PLATFORM PEMBELAJARAN DIGITAL: PENERAPAN TEORI AIDA PADA EDUCOURSE.ID Ristianti, An Nisa; Oxcygentry, Oky; Ema, Ema
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5655

Abstract

Content Marketing (Konten Pemasaran) dan strategi pemasaran dibuat untuk mengatur, membagikan, dan menciptakan konten yang menjangkau target yang tepat dan kemudian menjadikan mereka untuk menjadi pelanggan. Hal ini dilakukan oleh perusahaan platform pembelajaran digital Educourse.id dalam menggunakan instagram sebagai strategi promosinya.Melalui Instagram tersebut cara pebisnis online memasarkan atau mengenalkan produk mereka kepada konsumen dengan tampilan foto ataupun video yang diunggah ke akun instagram milik mereka. Penelitian ini mendeskripsikan pemanfaatan instagram sebagai media promosi di Educourse.id menggunakan model AIDA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, penelitian ini juga memperuntukkan wawancara mendalam dengan narasumber, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan pada hasil penelitian, pemasaran yang dilakukan Educourse dalam menarik perhatian konsumen melalui instagram dengan menggunakan fitur reels dan story yang menampilkan konten bersifat menghibur. Untuk mempertahakan ketertarikan konsumen melalui instagram Educourse membagikan konten yang berisi testimoni dan dokumentasi. Dalam mengubah minat menjadi keinginan melalui instagram Educourse menawarkan program gratis menggunakan fitur direct message, story dan feeds. Untuk mengarahkan konsumen ke tindakan pembelian Educourse menerapkan strategi call to action dan memberikan potongan harga melalui instagram.
Identitas Diri Fandom Seventeen Carat Rahmatsari, Yelsi Ratu; Abidin, Zainal; Lubis, Fardiah Oktariani
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5024

Abstract

Saat ini banyak sekali Fandom kpop yang sangat berkembang di Indonesia, hal ini disebabkan karena Korean Wave sangat berkembang di Indonesia sehingga banyak sekali Group Kpop yang saat ini di gemari oleh masyarakat Indonesia, salah satu Group kpop yang saat ini sedang di gemari adalah Seventeen . Seventeen memiliki Fandom yaitu Carat. Di Indonesia Carat sangat berkembang salah satunya ada di Karawang. Carat di Karawang cukup aktif dalam kegiatannya mendukung Seventeen . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas diri dari Carat Fandom Seventeen . peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dengan teori fenomenologi Alfred Schutz dengan mengetahui dari segi dalam Order To Motive dan Since order to Motive serta dengan makna subjektif dan makna objektif selain itu peneliti juga meneliti pengalaman komunikasi dari Carat Fandom Seventeen . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Carat memiliki masa emosional dengan Seventeen . jika terjadi emosi tersebut dalam bentuk karena dari member Seventeen itu sendiri, karena konser yang mereka tonton, dan karena musik mereka yang sesuai dengan kehidupan mereka. Selain itu motif mereka dalam menyukai Seventeen juga berbeda-beda sesuai dengan pengalaman komunikasi mereka.
KRISIS EKSISTENSIAL DI ERA MODERN: ANALISIS KONTEKS SOSIAL PADA LIRIK LAGU “WHAT WAS I MADE FOR?” KARYA BILLIE EILISH Khaerunisa, Khaerunisa; Mayasari, Mayasari; Lubis, Fardiah Oktariani
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5667

Abstract

Lagu “What Was I Made For?” menceritakan tentang perjalanan emosional seseorang yang mengalami kebingungan identitas, kehilangan arah, dan pencarian makna hidup akibat tekanan sosial yang terus-menerus. Billie Eilish mencoba mencerminkan keadaan yang kerap kali terjadi dalam masyarakat berupa tekanan eksternal yang mendorong terciptanya perasaan keterasingan hingga mengarah ke krisis eksistensial. Wacana krisis eksistensial dalam lagu tersebut tergambarkan melalui penggunaan kata-kata yang mengandung kiasan, serta tema yang disajikan membuat peneliti ingin menganalisis lirik lagu “What Was I Made For?” dan bagaimana kaitannya dengan fenomena sosial saat ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya wacana krisis eksistensial pada lirik lagu “What Was I Made For?” karya Billie Eilish. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskripstif, dengan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk meliputi dimensi konteks sosial untuk mengetahui adanya wacana krisis eksistensial yang terkandung dalam lagu tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi teks, dan studi kepustakaan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lagu What Was I Made For? karya Billie Eilish merepresentasikan krisis identitas dan kegelisahan eksistensial yang relevan di tengah dinamika sosial masa kini. Dilihat dari dimensi konteks sosial, lagu ini menyoroti wacana mengenai tuntutan masyarakat yang tinggi, ketidakpastian ekonomi, dan perubahan sosial yang cepat, yang menyebabkan krisis eksistensial semakin relevan di kalangan generasi muda saat ini.
PENYEBARAN INFORMASI KARTU AK.1 OLEH DISNAKERTRANS KABUPATEN PURWAKARTA MELALUI SIAPKERJA DAN INSTAGRAM @NAKERTRANSPWK Azizah, Farah Nur; Nayiroh, Luluatu; Kusumaningrum, Rastri
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.5217

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penyebaran informasi kartu AK.1 oleh Disnakertrans Kabupaten Purwakarta melalui SIAPkerja dan Instagram @nakertranspwk. Teori yang digunakan adalah teori Social Construction of Technology (SCoT). Pencari kerja memerlukan kartu AK.1 untuk melamar pekerjaan, kini tersedia secara online melalui platform SIAPkerja. Sebelum menggunakan SIAPkerja, durasi antrian pelayanan di Kabupaten Purwakarta cukup lama, tetapi setelahnya hanya 5 - 10 menit lebih cepat. Ketersediaan informasi mengenai kartu AK.1 sangat penting, dan masyarakat dapat mengaksesnya melalui Instagram resmi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta di @nakertranspwk. Pada 2023, informasi dasar mengenai prosedur pembuatan kartu AK.1 masih belum ada di Instagram, namun pada 2024, informasi lengkap sudah tersedia, membantu masyarakat dalam prosesnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran informasi layanan kartu AK.1 melalui SIAPkerja mengungkapkan perbedaan akses antara petugas antar kerja dan pencari kerja. Petugas menghadapi kendala server dan pelaporan, sementara pencari kerja sering lupa akun/password dan kurang paham teknologi. Meski ada tantangan, keduanya puas dengan SIAPkerja, yang memperkuat hubungan pemerintah dan masyarakat serta mendorong perubahan ke digital. Informasi juga disebarkan melalui Instagram @nakertranspwk, di mana petugas mengolah informasi dari Kementerian Ketenagakerjaan menjadi konten sederhana. Pencari kerja sering mengalami kesalahpahaman via direct message, memerlukan komunikasi langsung. Instagram tetap menjadi media utama untuk interaksi cepat antara pemerintah dan masyarakat.Kata Kunci: Penyebaran Informasi, Kartu AK.1, SIAPkerja, Instagram

Page 3 of 4 | Total Record : 39