cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 245 Documents
Hubungan Asupan Natrium dan Cairan dengan Interdialytic Weight Gain pada Pasien Hemodialisis Di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu Farhan Yusuf Ibrahim Al-Jundi; Jumiyati Jumiyati; Arie Krisnasary
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.75-82

Abstract

Interdialytic weight gain pada pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal untuk membuang kelebihan asupan natrium dan cairan dari makanan dan minuman sehingga fungsi ekskresi ginjal digantikan oleh mesin hemodialysis. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan asupan natrium dan cairan dengan interdialytic weight gain di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Desain penelitian ini cross sectional. Variabel penelitian adalah asupan natrium, cairan dan interdialytic weight gain. Sampel penelitian ini adalah pasien menjalani terapi hemodialisis yang berjumlah 55 responden. Teknik pengambilan adalah total sampling. Data yang dikumpulkan yaitu data primer berupa asupan natrium, asupan cairan diperoleh dari formulir food recall, untuk pengukuran interdialytic weight gain dengan menggunakan timbangan berat badan. Hasil uji statistik menggunakan uji spearmen. Rata rata asupan natrium 1021,82 mg dan asupan cairan 723,64 ml. Ada hubungan antara asupan natrium dengan interdialytic weight gain (p=0,001) dan asupan cairan (p=0,000) pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisis RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Perlu dilakukan konsultasi gizi khusunya pada pasien yang menjalani terapi hemodialisis untuk dapat mematuhi diet dan mengontrol asupan natrium, asupan cairan baik sebelum atau pun sesudah dialysis.Kata Kunci: asupan cairan, asupan natrium, interdialytic weight gain
Faktor Penyebab Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan Anemia di Wilayah Pegunungan dan Pesisir Kabupaten Kebumen: Studi Kualitatif Masruroh Masruroh; Ida Rahmawati; Max Wenno; Tri Subaeti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.118-128

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap meningkatnya risiko komplikasi kehamilan, persalinan, serta gangguan pertumbuhan janin. Perbedaan kondisi geografis, sosial, ekonomi, dan akses pelayanan kesehatan antara wilayah pegunungan dan pesisir diduga memengaruhi faktor-faktor penyebab terjadinya KEK dan anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab KEK dan anemia pada ibu hamil di wilayah pegunungan dan pesisir Kabupaten Kebumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Informan terdiri atas dua informan kunci dari Dinas Kesehatan, enam informan utama yaitu bidan koordinator puskesmas wilayah pegunungan dan pesisir, serta dua informan pendukung sebagai triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama penyebab KEK dan anemia pada ibu hamil, yaitu rendahnya pendidikan dan pengetahuan, keterbatasan ekonomi yang memengaruhi daya beli pangan serta pola konsumsi yang kurang adekuat, perilaku kesehatan yang belum optimal selama kehamilan, keterbatasan efektivitas edukasi kesehatan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, dan faktor lingkungan yang memengaruhi akses terhadap pangan dan layanan kesehatan. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dalam menentukan status gizi ibu selama kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif yang berkelanjutan melalui penguatan edukasi kesehatan, perbaikan pola konsumsi, pemberdayaan keluarga, serta optimalisasi peran tenaga kesehatan dan kader untuk menurunkan kejadian KEK dan anemia pada ibu hamil.Kata Kunci: anemia, ibu hamil, kekurangan energi kronis, wilayah pegunungan, wilayah pesisir
Analisis Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu Dewi Kurnia Ningsih; Riska Yanuarti; Eva Oktavidianti; Afriyanto Afriyanto
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.39-47

Abstract

Implementasi kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) merupakan strategi pemerintah untuk menstandarkan mutu pelayanan rawat inap dan memperkuat prinsip ekuitas bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada tingkat rumah sakit, kebijakan ini menuntut penyesuaian kebijakan internal, pembiayaan, sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM), dan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan KRIS di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu berdasarkan lima aspek internal tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen terhadap enam informan yang dipilih secara purposif, yaitu kepala subbagian keuangan, kepala ruang rawat inap, koordinator Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kepala subbagian pelayanan medis, pejabat pembuat komitmen, dan staf teknologi informasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit telah menindaklanjuti kebijakan KRIS melalui penyesuaian standar operasional prosedur, alokasi anggaran, penataan ruang rawat inap maksimal empat tempat tidur, penguatan kompetensi SDM, serta pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan dan SATUSEHAT. Kendala utama masih ditemukan pada fasilitas kamar mandi yang belum sepenuhnya memenuhi standar aksesibilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi KRIS telah berjalan cukup baik, tetapi keberlanjutan pemenuhan standar memerlukan perbaikan infrastruktur, penguatan monitoring, dan evaluasi berkala.Kata Kunci: implementasi kebijakan, jaminan kesehatan nasional, kelas rawat inap standar rumah sakit, mutu layanan
Efek Toksisitas Akut Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Asal Kerinci terhadap Fungsi Ginjal pada Mencit Putih Betina Fathnur Sani Kasmadi; Maulidia Ruza; Elisma Elisma; Maimun Maimun; Yuliandani Yuliandani; Nurfadila Nurfadila; Herlambang Herlambang; Yuliawati Yuliawati
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.83-91

Abstract

Ginjal merupakan organ vital yang berperan dalam mempertahankan keseimbangan internal tubuh melalui proses filtrasi darah, ekskresi sisa metabolisme, serta pengaturan cairan dan elektrolit. Organ ini sangat rentan terhadap paparan zat asing, termasuk senyawa bioaktif dari bahan alam. Uji toksisitas akut merupakan skrining awal yang bertujuan untuk menilai efek merugikan yang muncul setelah pemberian dosis tunggal suatu bahan uji dalam periode waktu tertentu. Kayu manis merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan karena memiliki aktivitas farmakologis yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek toksisitas akut pemberian ekstrak daun kayu manis terhadap fungsi ginjal. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang dimulai dengan membagi kelompok perlakuan menjadi 5 kelompok yaitu:kelompok normal yang tidak diberikan perlakuan, kelompok P1 diberikan dosis ekstrak etanol daun kayu manis dosis 200 mg/KgBB, Kelompok P2 dengan dosis 600 mg/KgBB, kelompok P3 dengan dosis 1800 mg/KgBB, dan Kelompok P4 dengan dosis 5400 mg/KgBB. Pengamatan meliputi persentase angka kematian, kadar kreatinin dan ureum, serta pengamatan histopatologi organ ginjal. Analisis data digambarkan secara deskriptif. Hasil menunjukkan ekstrak daun kayu manis tidak menyebabkan kematian dan perubahan signifikan kadar kreatinin dan ureum pada pemberian dosis tunggal dengan rentang dosis 200 mg/KgBB- 5400 mg/KgBB. Namun terdapat perubahan histopatologi pada dosis 600, 1800, 5400 mg/KgBB yaitu ditemukan adanya perubahan sel berupa nekrosis pada tahap piknosis, kariolisis dan karyorrhexis.Kata Kunci: cinnamomum burmannii, ekstrak, ginjal, toksisitas akut
Inovasi Abon "Corenil" Tinggi Serat melalui Substitusi Ampas Kelapa dengan Daya Terima Optimal Shabrina Nurul Izzati; Dhea Marliana Salsabila; Parlin Dwiyana
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.48-54

Abstract

Abon merupakan pangan olahan yang banyak diminati, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Ampas kelapa sebagai hasil samping industri memiliki potensi sebagai sumber serat pangan, sementara ikan nila merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dari segi harga dan kemudahan memperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima serta kandungan energi dan zat gizi produk ‘Corenil’. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi dengan perbedaan proporsi bahan, yaitu F1 (20:80), F2 (40:60), dan F3 (60:40) antara ampas kelapa dan ikan nila. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih yang selanjutnya diuji kandungan energi dan zat gizinya. Hasil menunjukkan proporsi ampas kelapa tertinggi menjadi formulasi terbaik (F3) yang menghasilkan daya terima optimal dengan kandungan zat gizi yang lengkap meliputi energi total 510 kkal/100 g, lemak total 26,6 g/100 g, protein 16 g/100 g, karbohidrat 61,6 g/100 g, dan serat pangan 25,2 g/100 g.  Abon “Corenil” berpotensi sebagai pangan fungsional tinggi serat dengan daya terima optimal serta mendukung pemanfaatan limbah pangan secara berkelanjutan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji umur simpan, keamanan pangan, serta kandungan mikronutrien produk.Abon merupakan pangan olahan yang banyak diminati, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Ampas kelapa sebagai hasil samping industri memiliki potensi sebagai sumber serat pangan, sementara ikan nila merupakan sumber protein hewani yang terjangkau dari segi harga dan kemudahan memperoleh. Penelitian ini bertujuan menguji daya terima serta kandungan energi dan zat gizi produk ‘Corenil’. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga formulasi dengan perbedaan proporsi bahan, yaitu F1 (20:80), F2 (40:60), dan F3 (60:40) antara ampas kelapa dan ikan nila. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih yang selanjutnya diuji kandungan energi dan zat gizinya. Hasil menunjukkan proporsi ampas kelapa tertinggi menjadi formulasi terbaik (F3) yang menghasilkan daya terima optimal dengan kandungan zat gizi yang lengkap meliputi energi total 510 kkal/100 g, lemak total 26,6 g/100 g, protein 16 g/100 g, karbohidrat 61,6 g/100 g, dan serat pangan 25,2 g/100 g.  Abon “Corenil” berpotensi sebagai pangan fungsional tinggi serat dengan daya terima optimal serta mendukung pemanfaatan limbah pangan secara berkelanjutan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji umur simpan, keamanan pangan, serta kandungan mikronutrien produk.Kata Kunci: abon, ampas kelapa, daya terima; ikan nila, serat pangan