cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 245 Documents
Pengaruh Pemberian Edukasi Melalui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja tentang Merokok Suryani, Suryani; Fahira, Rara; Khairani, Nurul
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.374-380

Abstract

Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun  2023 juga mencatat kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%). Rokok merupakan penyebab prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang tinggi. Merokok pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat, sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan menggunakan media edukasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang merokok di SMKN 2 Kota Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan metode one group pre-test post-test design. Sampel penelitian terdiri dari 50 siswa kelas X, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi media leaflet. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan remaja tentang merokok setelah diberikan edukasi melalui media leaflet. Nilai rata-rata pengetahuan pada pre-test adalah 5,41, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 7,30. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,00, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Edukasi melalui media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang merokok. Berdasarkan hasil ini, diharapkan penggunaan leaflet dapat terus diterapkan sebagai media edukasi kesehatan yang efektif di lingkungan sekolah untuk menurunkan prevalensi merokok di kalangan remaja. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar dalam mengembangkan program pencegahan merokok di kalangan pelajar.Kata Kunci:  media leaflet, merokok, pengetahuan, remaja
Analisis Pengetahuan dan Sikap Sebagai Determinan Kepatuhan Personal Protective Equipment (PPE) pada Pekerja Industri Semen Aprianti, Rina; Rusadi, Pramita; S. Effendi, S. Effendi; Sanisahhuri, Sanisahhuri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.337-347

Abstract

Kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan upaya preventif krusial dalam menekan angka kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), terutama pada industri semen yang memiliki risiko paparan debu silika dan bahaya fisik tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap pekerja dengan kepatuhan penggunaan APD di PT. Semen Indogreen Sentosa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh tenaga kerja bagian produksi di PT. Semen Indogreen Sentosa, dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitasnya serta lembar observasi langsung untuk menilai kepatuhan di lapangan. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square untuk menguji signifikansi hubungan antar variabel. Hasil penelitian secara univariat menunjukkan bahwa dari 53 responden, sebanyak 35 orang (66,0%) masuk dalam kategori tidak patuh dalam penggunaan APD lengkap. Hasil analisis juga menunjukkan 41,5% responden memiliki pengetahuan kategori kurang dan 58,5% responden memiliki sikap tidak mendukung (unfavorable). Hasil uji bivariat membuktikan bahwa pengetahuan dan sikap memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan penggunaan APD pada pekerja. Secara statistik, pengetahuan menunjukkan pengaruh yang lebih kuat (p=0,001; C=0,450) dibandingkan faktor sikap (p=0,012; C=0,327). Sebagai langkah strategis, perusahaan perlu meningkatkan literasi keselamatan melalui sosialisasi dan pelatihan K3 secara berkala. Selain itu, optimalisasi fasilitas APD yang ergonomis, penguatan pengawasan, serta pemberian reward menjadi kunci utama untuk menginternalisasi perilaku patuh demi mewujudkan budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.Kata kunci: APD, kepatuhan, pekerja, pengetahuan, sikap
Hubungan Frekuensi Hemodialisis dengan Kadar Hemoglobin pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Marlin Sutrisna; Mistati Novitasari; Lia Novita Sari; Yusran Hasymi
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.92-97

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis masih menjadi permasalahan kesehatan baik di dunia mapun di Indonesia. Salah satu terapi yang diberikan pada pasien gagal ginjal kronis adalah hemodialisis. Permasalahan pada gagal ginjal kronis terganggunya proses eritropoesis sehingga terjadi penurunan hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisis dengan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Metode penelitian ini  menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian ini adalah di Ruang Hemodialisa RSUD dr. Yunus Bengkulu. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Teknik sampel dalam penelitian ini adalah accedental sampling yang berjumlah 30 responden. Jenis data dalam peelitian ini adalah data sekunder. Data di analisis dengan Chi-Square. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar responden menjalani hemodialisis 2 kali dalam seminggu dan sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin ≤7 g/dL. Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gagal ginjal kronis dan proses hemodialisis mempengaruhi kondisi kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis. Diharapkan responden untuk memeriksa hemoglobin secara berkala untuk mencegah terjadinya penurunan Hb yang berat.Kata Kunci: gagal ginjal, hemodialisis, hemoglobin
Penggunaan Media Video Tutorial Untuk Meningkatkan Keterampilan Kader Posyandu Dalam Pengukuran Antropometri Anggun Fadillah; Agung Riyadi; Lela Hartini; Mariati Mariati; Rina Rina
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.1-8

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Prevalensi stunting di Indonesia tahun 2024 adalah 21,5% dan ini belum  mencapai target nasional 14% (SKI, 2023). Prevalensi stunting di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu sebesar 0,44% pada tahun 2024 dan angka ini jauh berbeda dibandingkan prevalensi stunting nasional. Pengukuran antropometri digunakan untuk mendeteksi stunting. Ketidakterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri dapat menyebabkan kesalahan klasifikasi status gizi anak. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penyuluhan media video terhadap keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Desain penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 31 kader yang dipilih secara random sampling. Intervensi berupa penyuluhan menggunakan media video berdurasi 25 menit. Data dikumpulkan menggunakan daftar tilik dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian didapatkan peningkatann keterampilan kader dalam pengukuran antropometri  dengan mean keterampilan sebelum yaitu (60,13) dan sesudah (81,97)  dengan beda mean (21,84) dan  p-value = 0,0001, yang berati ada pengaruh penyuluhan media video terhadap keteampilan kader dalam pengukuran antropometri di wilayah kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penyuluhan dengan menggunakan media video terbukti efektif meningkatkan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri. Media ini dapat digunakan sebagai sarana edukatif yang efisien dan mudah diakses oleh kader Posyandu. Kata Kunci: antropometri,kader, keterampilan, media video, posyandu
Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Bahan Kimia Obat Parasetamol, Natrium Diklofenak, dan Prednison Dalam Jamu di Wilayah Magelang Fadillah Sinka; Perdana Priya Haresmita; Alfian Syarifuddin; Imron Wahyu Hidayat; Herma Fanani Agusta
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.55-67

Abstract

Jamu adalah obat tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia karena khasiatnya. Namun penambahan Bahan Kimia Obat (BKO) pada jamu sering dilakukan untuk meningkatkan khasiat jamu yang justru berdampak negatif pada kesehatn. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi BKO secara kualitatif dan kuantitatif pada jamu yang beredar di Kabupaten Magelang. Terdapat 5 sampel jamu yang dianalisis dengan kode A, B, C, D, dan E. Metode yang dilakukan terdiri dari uji organoleptis, uji kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Uji organoleptis dilakukan dengan mengamati warna, bau, rasa, dan bentuk sediaan. Analisis kualitatif KLT menggunakan 3 standar yakni prednison, parasetamol, dan natrium diklofenak. Hasil analisis metode KLT menunjukkan sampel jamu kode A diduga mengandung BKO prednison ditandai dengan nilai Rf dan warna yang sama dengan standar prednison. Sampel yang diduga positif dianalisis lebih lanjut secara kuantitatif pada panjang gelombang 238 nm dan persamaan regresi linier y = 0,0462x + 0,2672 dengan nilai r = 0,9987. Hasil perhitungan standar deviasi diperoleh nilai 0,0071 sedangkan nilai LOD 5,1363 serta LOQ 17,1212 sementara kadar rata-rata prednison pada sampel jamu A menunjukkan konsentrasi sebesar 1,284% ± 0,0791. Oleh karena itu dapat dilakukan analisis lebih lanjut terhadap sampel jamu yang beredar di masyarakat dengan menggunakan standar BKO lain atau memilih lokasi sampel yang berbeda, serta melakukan validasi metode analisis.  Kata Kunci: bahan kimia obat, jamu, natrium diklofenak, parasetamol, prednisone  
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Membuang Sampah Masyarakat di Kelurahan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah Suryani Suryani; Apri Seliani; Dirhan Dirhan; Novi Ade Suryani
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.98-109

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat berdampak buruk terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih banyak ditemukan, termasuk di Kelurahan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, serta ketersediaan sarana dan prasarana dengan perilaku membuang sampah pada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 58 responden yang terdiri dari kepala keluarga di RT 05 dan RT 06 Kelurahan Taba Penanjung yang diambil secara proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31,0% responden memiliki pengetahuan kurang, 48,3% memiliki sikap negatif, 48,3% menilai sarana prasarana kurang memadai, dan 44,8% berperilaku kurang baik dalam membuang sampah. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku membuang sampah, sedangkan sarana dan prasarana berhubungan signifikan dengan perilaku membuang sampah, dengan keeratan hubungan sedang. Disarankan agar pemerintah desa dan pihak terkait meningkatkan penyediaan fasilitas pengelolaan sampah disertai pembinaan masyarakat untuk membentuk kebiasaan membuang sampah yang benar dan menciptakan lingkungan yang sehat.Kata Kunci: pengetahuan, perilaku membuang sampah, sarana prasarana, sikap
Potensi Lendir Belut (Monopterus albus) dan Lendir Bekicot (Achatina fulica) Dalam Formulasi Gel Topikal untuk Terapi Luka Bakar: Systematic Literature Review Herlin Sulita; Serwan Ahmadi
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.9-26

Abstract

Luka bakar merupakan masalah kesehatan yang berisiko menyebabkan infeksi sekunder, keterlambatan penyembuhan jaringan, dan komplikasi kulit. Lendir belut (Monopterus albus) dan lendir bekicot (Achatina fulica) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi mendukung proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah potensi biologis lendir belut dan lendir bekicot serta pengembangannya dalam formulasi gel topikal untuk terapi luka bakar. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 18 artikel primer yang diperoleh dari PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, Garuda, dan SINTA pada periode 2018–2026. Artikel yang dianalisis meliputi studi in vivo, in vitro, in silico, dan studi formulasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa lendir bekicot mengandung glycosaminoglycan, achasin, hyaluronic acid, dan heparan sulfate yang berperan dalam hidrasi jaringan, pembentukan kolagen, regenerasi matriks ekstraselular, dan re-epitelisasi. Sementara itu, lendir belut mengandung albumin, glikoprotein, lektin, dan antimicrobial peptides yang berkontribusi terhadap aktivitas antimikroba, proliferasi fibroblas, angiogenesis, dan regenerasi jaringan. Beberapa studi praklinis menunjukkan bahwa formulasi berbasis lendir belut maupun lendir bekicot berpotensi mempercepat penyembuhan luka dan luka bakar. Secara umum, lendir belut cenderung berperan pada fase inflamasi dan awal proliferasi, sedangkan lendir bekicot lebih dominan mendukung fase proliferasi dan remodeling jaringan. Dengan demikian, kedua biomaterial tersebut berpotensi sebagai kandidat bahan aktif formulasi gel topikal untuk terapi luka bakar. Namun, diperlukan penelitian lanjutan dan uji klinis untuk mengonfirmasi efektivitas serta keamanannya pada manusia.Kata Kunci: gel topikal, lendir bekicot, lendir belut, luka bakar, penyembuhan luka
Efektivitas Edukasi Gizi Seimbang Menggunakan Leaflet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Santriwati Pesantren Tahfizhul Qur’an Putri Al-Lathifiyyah Sriwiyanti Sriwiyanti; Adelia Putri; Afriyana Siregar; Ayu Meilina; Mardiana Mardiana
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.68-74

Abstract

Pengetahuan dan sikap yang kurang  adalah  salah satu   penyebab terjadinya masalah gizi di Indonesia. Ketidakseimbangan kecukupan asupan gizi dapat menimbulkan masalah kesehatan pada remaja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas edukasi gizi dengan menggunakan leaflet  terhadap sikap dan  tingkat pengetahuan  santriwati di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Putri Al-Lathifiyyah. Jenis rancangan one group pre-test post-test. Jumlah responden  50 orang dengan  teknik total sampling. Data dianalisis dengan uji statistic Paired Sample T-test untuk menguji pengaruh media edukasi leaflet terhadap pengetahuan dan sikap santriwati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pengetahuan sebelum edukasi dengan 72,50 dan nilai rata-rata pengetahuan sesudah edukasi 90,60. Nilai rata- rata  sikap sebelum edukasi 81,05 dan sesudah edukasi meningkat menjadi 86,30 Media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap santriwati. Diharapkan pihak pesantren dapat memberikan edukasi tentang gizi seimbang dengan alternatif media  edukasi lain  secara terjadwal dalam upaya meningkatkan status gizi dan kesehatan pada santriwati.Kata Kunci: leaflet, pengetahuan, sikap, santriwati
Hubungan Jenis Kelamin dengan Kemandirian Lansia di BPPLU Bengkulu Sanisahhuri Sanisahhuri; Rina Aprianti; Kris Dwi Astian
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.110-118

Abstract

Peningkatan Angka Harapan Hidup memicu bertambahnya populasi lansia yang berisiko mengalami penurunan kapasitas fisiologis dan gangguan Activity of Daily Living (ADL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kemandirian lansia di Balai Pelayanan dan Penyantunan Lanjut Usia (BPPLU) Pagar Dewa Provinsi Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh lansia di BPPLU Pagar Dewa Bengkulu sebanyak 80 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi Indeks Barthel dan dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square serta Contingency Coefficient. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (60,0%) dan tingkat kemandirian terbanyak berada pada kategori ketergantungan ringan (47,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kemandirian lansia dengan tingkat keeratan hubungan kategori sedang. Ketergantungan pada lansia laki-laki cenderung lebih tinggi akibat konsentrasi komorbiditas disabilitas fisik berat seperti kelumpuhan dan gangguan penglihatan. BPPLU Pagar Dewa disarankan untuk menerapkan intervensi harian yang sensitif gender, seperti penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan fisioterapi bagi lansia laki-laki, serta pemeliharaan kebugaran rutin bagi lansia perempuan.Kata Kunci: activity of daily living (ADL), jenis kelamin, kemandirian lansia
Kombinasi Isometric Handgrip Exercise dan Aroma Terapi Bunga Mawar Berpengaruh Dalam Menurunkan Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu Dewi Andesta; Agung Riyadi; Septiyanti Septiyanti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 33, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.33.1.27-38

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan, salah satunya hipertensi. Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Pada Tahun 2023 terdapat sekitar 1,28 miliar orang mengalami hipertensi. Prevalensi hipertensi di Bengkulu cukup tinggi, tercatat sebanyak 438,116 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi isometric handgrip exercise dengan aroma terapi bunga mawar terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment berupa pre-test dan post-test design with control group. Sampel berjumlah 36 orang dibagi menjadi 2 kelompok, dimana masing-masing kelompok adalah 18 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Intervensi penelitian yaitu terapi isometric handgrip exercise dan aromaterapi bunga mawar selama 5 hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensi meter digital yang diukur 5 menit sebelum diberikan terapi dan di hari ke 5 setelah diberikan terapi. Hasil analisis menggunakan uji t dependen dan uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value = 0,001 yang menunjukkan terdapat perbedaan tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah dilakukan terapi isometric handgrip exercise dan aromaterapi bunga mawar pada kelompok perlakuan dan tindakan slow deep breathing pada kelompok kontrol. Analisis menggunakan uji t independent untuk membandingkan kedua kelompok didapatkan nilai p:0,001. Kombinasi isometric handgrip exercise dengan aroma terapi bunga mawar lebih baik dalam mempengaruhi penurunan tekanan darah lansia penderita hipertensi   dibandingkan slow deep breathing. Puskesmas diharapkan dapat mengembangkan program edukasi kesehatan bagi lansia dan keluarga mengenai teknik pelaksanaan isometric handgrip exercise serta penggunaan aromaterapi yang tepat. Edukasi ini penting untuk meningkatkan kemandirian pasien dalam mengontrol tekanan darah di rumah, sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap terapi nonfarmakologis. Kata Kunci: aromaterapi mawar, handgrip, hipertensi