cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 223 Documents
Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Etanol Umbi Bengkuang (Pachyrhyzus erosus L.) dan Uji SPF Secara in Vitro Herliningsih, Herliningsih; Wiryani, Ani Siti; Priatni, Haty Latifah; Hopipah, Popi
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.44-55

Abstract

Paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari dapat menghasilkan radikal bebas yang menyebabkan perubahan pada kulit, termasuk kemerahan, pigmentasi, fotosensitivitas, penuaan dini, dan peningkatan risiko kanker kulit. Bengkuang (Pachyrhyzus erosus L.) mengandung antioksidan seperti vitamin C, flavonoid, dan saponin yang mencegah kerusakan kulit oleh radikal bebas. Penggunaan krim tabir surya bermanfaat untuk perawatan kulit karena nyaman digunakan, mudah diaplikasikan, tidak lengket, dan memiliki kemampuan penyebaran yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan sediaan krim tabir surya yang mengandung ekstrak etanol umbi bengkoang dan menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) krim ekstrak bengkuang secara in vitro. Metode yang digunakan meliputi formulasi tiga jenis krim tabir surya dengan variasi konsentrasi ekstrak bengkuang (F1 5%, F2 10%, dan F3 20%) serta variasi nilai HLB dari kombinasi emulsifier Span 60 dan Tween 80. Evaluasi krim meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan jenis krim. Nilai SPF ditentukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm. Hasil penelitian menunjukkan semua formula memenuhi kriteria krim yang baik, dengan formula paling baik pada konsentrasi 10%. Nilai SPF masing-masing formula adalah 4,54 (F1), 4,59 (F2), dan 4,96 (F3). Kesimpulannya, krim dengan ekstrak etanol umbi bengkuang 20% memiliki nilai SPF tertinggi dan termasuk kategori perlindungan sedang.Kata Kunci: antioksidan, bengkuang, krim, spektrofotometri UV-Vis, SPF
Strategi Psikoreligius Dalam Penanganan Halusinasi pada Pasien dengan Perubahan Persepsi Sensorik (Literature Review) Maulana, Indra; Platini, Hesti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.167-176

Abstract

Gangguan jiwa berat merupakan gangguan jiwa yang ditandai dengan terganggunya kemampuan menilai realitas atau tilikan (insight) yang buruk. Salah satu jenis dari gangguan jiwa berat adalah skizofrenia. Skizofrenia adalah suatu kelainan nerobiologis otak yang menyebabkan gangguan dalam berfikir, merasakan dan kesulitan dalam berinteraksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas intervensi psikoreligeuspada pasien dengan Halusinasi. Penyusunan  literature review ini menggunakan pencarian P (patient, population, problem), I (intervention, prognostic, factor, exposure) ,C (comparison, control) dan O (outcome) atau biasa disebut dengan  PICO . PICO yang kami gunakan yaitu: P: Pasien dengan gangguan halusinasi pendengaran  I: Pengaruh halusinasi pendengaran dengan cara psikoreligius C: Intervensi untuk halusinasi pendengaran dengan cara psikoreligius O: Pengaruh intervensi untuk halusinasi pendengaran dengan cara psikoreligius Pencarian artikel penelitian dilakukan melalui Google Scholar menggunakan kata kunci yang sesuai dengan PICO yang telah ditentukan tahun pencarian dari tahun 2015 sampai dengan 2020. Hasil penelitian ini Berdasarkan literatur yang ditemukan, keseluruhan artikel menggambarkan bahwa terapi psikoreligius sangat berpengaruh dalam kemampuan klien mengontrol halusinasi. Terapi psikoreligius yang dilakukan meliputi beberapa teknik diantaranya terapi dzikir,  melakukan sholat sunah, membaca Al-Qur’an dan membaca surat pendek, pemberian terapi teknik menghardik dengan spiritual  dan Terapi Gayatri Mantram. Kesimpulannya adalah Terapi Psikoreligius dan terapi aktivitas kelompok. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terapi psikoreligius efektif dalam mengontrol halusinasi.  Kata Kunci: halusinasi, perubahan persepsi sensorik, psikoreligious
Pengetahuan Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Menghadapi Tsunami pada Siswa SMK di Kota Bengkulu Rahmawati, Ida; S. Effendi, S. Effendi; Sasmita, Fatima Nuraini
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.93-100

Abstract

Tsunami merupakan serangkaian gelombang raksasa yang bergerak sangat cepat, terjadi akibat adanya pergerakan air yang tiba-tiba di dasar laut, dan dapat mengakibatkan kerusakan, kerugian harta benda, serta hilangnya nyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana tsunami pada siswa SMK di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di salah satu sekolah SMK Kota Bengkulu berjumlah 140 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah simple random sampling didapatkan sebanyak 58 orang. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Analisis data menggunakan analisis univariat, dan bivariate menggunakan uji rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 58 sampel, terdapat 44 orang (75,9%) berpengetahuan baik dan 51 orang (87%) memiliki kesiapsiagan yang baik.. Hasil analisis korelasi Rank Spearman (rho) diperoleh nilai = 0,370 dengan p-value = 0,04 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana tsunami pada siswa SMKN Kota Bengkulu. Diharapkan siswa memiliki kesiapsigaan yang baik di sekolah, agar jika terjadi bencana mereka telah siap untuk melindungi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Kata Kunci: kesiapsiagaan, pengetahuan, siswa, tsunami
Efektivitas Video Pendek Dalam Meningkatkan Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Sprain di Masyarakat Daerah Pedesaan Ekaprasetia, Feri; Wirasakti, Guruh; Putra, Syahrul Jaya
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.8

Abstract

Sprain atau keseleo merupakan cedera muskuloskeletal yang umum terjadi, terutama di daerah pedesaan yang akses layanan kesehatannya terbatas. Pengetahuan yang memadai tentang pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah komplikasi. Inovasi edukasi melalui media video pendek berpotensi menjadi solusi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video pendek terhadap pengetahuan pertolongan pertama pada sprain di masyarakat daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 68 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang pertolongan pertama pada sprain (94,1%). Setelah diberikan intervensi berupa video edukasi berdurasi pendek, terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan, di mana mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (83,8%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (α=0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari pemberian video pendek terhadap peningkatan pengetahuan responden. Kesimpulan: terdapat pengaruh video pendek terhadap pengetahuan masyarakat pada pertolongan pertama sprain di daerah pedesaan.Kata Kunci: pengetahuan masyarakat, daerah pedesaan, video pendek sprain
Karakteristik Kejadian Stunting pada Suku Serawai Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Yuliantini, Emy; Kamsiah, Kamsiah; Dwinata, Vina; Susanti, Nila; Gambir, Jurianto
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.134-141

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Di Indonesia, prevalensi  stunting pada balita masih tinggi, termasuk di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kejadian stunting pada balita suku Serawai di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.. Pnelitian enggunakan pendekatan deskriptif analitik kuanlitatif dengan desain cross-sectional. Sampel  penelitian melibatkan 65 ibu balita sebagai responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi buku KMS, lalu dianalisis secara univariat dan bivariate  dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia balita 24 bulan memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting (OR=1,29), dan balita dari suku Jawa memiliki kemungkinan 2,23 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita dari suku Serawai. Meskipun jenis kelamin dan riwayat penyakit menunjukkan hubungan yang signifikan, kekuatan hubungan relatif lemah. Pangan lokal, jika dimanfaatkan dengan optimal dan disesuaikan dengan budaya setempat, dapat menjadi pendekatan efektif dalam mencegah dan mengatasi stunting. Oleh karena itu, intervensi  dengan pendekatan budaya dapat dirancang untuk intervensi gizi yang sensitif terhadap konteks budaya masing-masing suku agar lebih mudah diterima masyarakat.Kata Kunci: balita, Bengkulu, karakteristik, stunting, status gizi, suku Serawai
Determinan Keluarga Berisiko Stunting di Daerah Pesisir Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur Fauzi, Yusran; Sari, Fikitri Marya
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.56-66

Abstract

Dampak negatif stunting terhambatnya tumbuh kembang anak, mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit dan berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Prevalensi stunting di Kabupaten Kaur mengalami kenaikan dari 12,4% tahun 2022 menjadi 14,3% tahun 2023. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan keluarga berisiko stunting di Daerah Pesisir Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur. Metode penelitian  menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan data sekunder. Sampel penelitian sebanyak 2.616 keluarga di Daerah Pesisir Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur yang diperoleh dari proses cleaning data hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu tahun 2024. Pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar keluarga pra sejahtera sebanyak 769 keluarga (29,4%), sebagian besar kondisi tempat buang air besar layak sebanyak 2137 keluarga (81,7%), sebagian besar sumber air minum layak sebanyak 2275 keluarga (87,0%), sebagian besar keluarga mengatakan ada peran petugas kesehatan sebanyak 2071 keluarga (79,2%) dan sebagian besar keluarga tidak berisiko stunting sebanyak 1874 orang (71,6%). Hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan yang signifikan antara kesejahteraan keluarga, kondisi tempat buang air besar, kondisi sumber air minum, dan peran petugas kesehatan dengan keluarga berisiko stunting. Diharapkan kepada keluarga berisiko stunting agar dapat menggunakan tempat buang air besar yang layak dan menggunakan fasilitas air minum yang layak. Kepada petugas kesehatan agar dapat melakukan pendampingan yang intens kepada keluarga berisiko stunting.Kata Kunci: kesejahteraan, petugas kesehatan, stunting, sumber air minum, tempatbuang air besar
Dukungan Psikososial Dalam Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Obat di Bengkulu Dirhan, Dirhan; Wulan, Susilo; Ramadhaniati, Yuni; Aprianti, Rina
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.177-188

Abstract

Latar Belakang: Dukungan Psikososial berperan penting dalam kepatuhan pengobatan Pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) yang panjang dan kompleks. Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi dukungan psikososial oleh patient support (PS), manajer kasus (MK), sub recipient (SR), dan Penyintas dalam mendukung kepatuhan pasien TB-RO.  Metode: Studi kualitatif dengan pendekatan eksplanatori dengan wawancara mendalam terhadap 7 informan yang tediri 2 PS, 1 MK,  1 SR, 2 Pasien TB-RO, dan 1 Penyintas. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan yang memiliki keterlibatan langsung dalam pendampingan pengobatan pasien TB RO. Hasil Penelitian: PS memainkan peran penting dalam memberikan motivasi, edukasi, dan pendampingan emosional secara langsung kepada pasien. Dukungan ini membantu pasien menghadapi tantangan psikologis, seperti kecemasan, stigma sosial, dan efek samping obat, yang sering menjadi penghambat dalam menyelesaikan pengobatan. MK sebagai penghubung layanan dan pengelola kasus mempunyai peran dalam pelacakan pasien, rujukan medis, serta kolaborasi dengan layanan kesehatan jiwa dalam kasus gangguan psikologis yang berat. Peran SR mendukung penguatan logistik dan layanan komunitas serta pemantuan pelaksanaan program. Sementara Penyintas berkontribusi memberikan motivasi dan membangun harapan kesembuhan melalui sharing pengalaman. Kolaborasi antara PS, tenaga medis, dan komunitas meningkatkan efektivitas dukungan, termasuk dalam mengatasi hambatan ekonomi melalui pemberian bantuan transportasi dan nutrisi. Edukasi tentang efek samping obat dan pentingnya menyelesaikan pengobatan membantu mengurangi stigma dan meningkatkan pemahaman pasien. Kesimpulan: Dukungan Psikososia yang holistik dari PS, MK, SR dan penyintas dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan TB-RO, sekaligus mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Strategi berbasis komunitas yang terintegrasi dalam sistem kesehatan diperlukan untuk keberhasilan program TB RO ke depannya.Kata Kunci: dukungan psikososial, kepatuhan pengobatan, patient support, stigma,TB-RO 
Survei Konsumsi Lemak Tak Jenuh dan Serat pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di Poli Rawat Jalan RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu Aprilia, Sabilla; W., Tetes Wahyu; Krisnasary, Arie
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.101-108

Abstract

Konsumsi asam lemak tak jenuh dan serat merupakan faktor protektif dalam mencegah terjadinya penyakit jantung koroner melalui peranannya dalam mencegah penggumpalan darah, kegemukan dan aterosklerosis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran konsumsi lemak tak jenuh dan serat pada penderita penyakit jantung koroner (PJK) rawat jalan di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan desain penelitian Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (45%) diagnosa penyakit jantung koroner di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu memiliki klasifikasi paling banyak yaitu diagnosa Atheroscleratic Heart Disease. Sebagian besar (60%) penderita penyakit jantung koroner di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu memiliki konsumsi lemak tak jenuh dikategorikan sering dan setengah dari (50%) penderita penyakit jantung koroner di RSUD dr. M. Yunus Kota Bengkulu memiliki konsumsi serat jarang. Kesimpulan konsumsi lemak tak jenuh sebagian besar sering dan paling sering dikonsumsi adalah ikan tuna dan alpukat. Konsumsi serat pada penderita penyakit jantung koroner rawat jalan di RSUD. dr. M. Yunus Kota Bengkulu menunjukan sama-sama kategori sering dan jarang, sedangkan diagnosa terbanyak adalah Atheroscleratic Heart Disease. Disarankan pasien dapat mengatur pola makan, mencukupi kebutuhan zat gizi dengan memperbanyak makan-makanan sumber lemak tak jenuh dan serat untuk mencegah komplikasih yang muncul. Kata Kunci: konsumsi lemak tak jenuh, serat, penyakit jantung koroner
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Dalam Penanganan Henti Jantung : Literature Review Khayudin, Bayu Akbar; Sugiyarto, Sugiyarto
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.9-19

Abstract

Henti jantung atau cardiac arrest merupakan kejadian yang sering terjadi tanpa diduga oleh masayrakat. Hilangnya fungsi jantung secara tiba-tiba ini mengancam kehidupan dan beresiko terjadinya kerusakan organ bila tidak diberikan pertolongan segera. Kondisi ini sering terjadi di Masyarakat. Trauma atau non-trauma yang dapat mengakibatkan henti nafas, henti jantung, kerusakan organ, dan atau perdarahan pada korban. Masyarakat tidak mengetahui cara pertolongan pertamanya. Pengetahuan bantuan hidup dasar sangat diperlukan bagi masyarakat yang merupakan penolong pertama kondisi kegawatan prehospital. Tujuan literature review ini untuk mengidentifikasi pengaruh pelatihan bantuan hidup dasar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk penanganan henti jantung. Penelusuran literatur review menggunakan basis data elektronik Google Scholar, PubMed dan Science Direct yang dipublikasikan tahun 2019-2024 dengan kata kunci pencarian pengetahuan OR knowledge AND keterampilan OR skill pelatihan OR training AND basic life support OR BLS AND masyarakat OR community. Kriteria inklusi artikel jurnal nasional, internasional, dan full teks. Artikel yang ditemukan sebanyak 8 artikel yang sesuai dengan topik dan melaui peninjauan diketahui menunjukkan bahwa pelatihan bantuan hidup dasar dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada masyarakat dalam penanganan henti jantung. Kesimpulan: pelatihan BLS memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pengetahuan serta keterampilan masyarakat. Pelatihan BLS dilakukan secara rutin, berkelanjutan untuk memastikan peningkatan pengetahuan serta keterampilan kepada masyarakat dalam menangani situasi darurat.Kata Kunci: henti jantung, keterampilan, masyarakat,  pelatihan BLS, pengetahuan 
Keanekaragaman dan Manfaat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Lingkungan Rumah Tangga Parwito, Parwito; Effendi, Santoso Ujang; Khairani, Nurul
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.142-150

Abstract

This study examines the diversity and benefits of family medicinal plants (TOGA) in household settings, focusing on identifying the types of plants used and their health benefits. The research found 83 types of plants from 44 families commonly used as TOGA, including ginger, turmeric, and temulawak, which are known for their anti-inflammatory and antioxidant properties. Additionally, the study reveals that public knowledge about TOGA is relatively high, though further education is needed to optimize its use. The economic potential of herbal products derived from TOGA is also significant, indicating that cultivating TOGA not only benefits health but can also enhance family economic well-being. In conclusion, the utilization of TOGA has substantial potential to improve the overall quality of life and welfare of the community.