cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 223 Documents
Pengembangan Dawet Instan Berbasis Serbuk Daun Kelor Sebagai Makanan Selingan Bebas Lemak dan Gula Athennia, Armita; Dwijana, Parlin; Salsabila, Dhea Marliana; Wandini, Kartika
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.67-76

Abstract

Kebiasaan konsumsi makanan selingan dengan jumlah energi berlebih serta aktivitas fisik rendah berpengaruh terhadap kejadian gizi lebih. Kecenderungan memilih makanan dengan kandungan lemak total dan gula yang tinggi diketahui menyebabkan asupan energi berlebih. Daun kelor telah diidentifikasi memiliki sifat fungsional dengan kandungan lemak dan gula yang rendah. Daun kelor yang dikeringkan menggunakan metode freeze drying dimanfaatkan dalam bentuk dawet instan sehingga  mempertahankan kualitas, memperpanjang masa simpan, dan memudahkan dalam persiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat gizi dan keamanan dawet instan berbasis daun kelor yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan penambahan serbuk daun kelor sebanyak 5%, 10%, dan 15%. Uji karakteristik sensori dilakukan untuk mendapatkan formulasi terpilih dan kemudian dianalisis kandungan zat gizi dan cemaran mikroba. Hasil menunjukkan penambahan sebanyak 10% meningkatkan daya terima dan aman dikonsumsi dengan kandungan energi total 50,38 kkal/100g, karbohidrat 10,56 g/100g, lemak total 0,30 g/100g, protein 1,36 g/100g, air 87,32 g/100g, dan abu 0,46 g/100g tanpa kandungan gula. Sesuai dengan manajemen penurunan berat badan, produk dapat menjadi  makanan selingan praktis antiobesitas yang bebas lemak dan gula.Kata Kunci: daun kelor, dawet instan, makanan selingan, obesitas
Efektivitas Dan Mekanisme Virgin Coconut Oil Dalam Penyembuhan Luka Diabetes : Tinjauan Literatur Sulita, Herlin; Oktamauri, Ariesa; Afriyani, Neti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.199

Abstract

Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi kronis yang paling sering terjadi pada penderita diabetes melitus dan menjadi tantangan besar dalam praktik klinis karena proses penyembuhan yang lambat, tingginya risiko infeksi, dan potensi amputasi. Salah satu alternatif terapi topikal yang semakin mendapat perhatian adalah Virgin Coconut Oil (VCO), yaitu minyak alami yang mengandung asam laurat dan senyawa bioaktif dengan aktivitas antimikroba, antiinflamasi, serta menjaga kelembapan luka. Kajian ini bertujuan untuk menelaah secara naratif efektivitas dan mekanisme kerja VCO dalam penyembuhan luka diabetes berdasarkan temuan ilmiah terkini. Literatur dikumpulkan dari database seperti PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci relevan, mencakup artikel praklinis maupun klinis. Hasil kajian menunjukkan bahwa VCO dapat mempercepat penyembuhan luka melalui penghambatan pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, menurunkan kadar inflamasi, serta mempertahankan kelembapan luka yang mendukung epitelisasi. VCO juga menunjukkan efek sinergis bila digunakan bersama perawatan luka standar. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh teknik aplikasi, kepatuhan pasien, dan dukungan keluarga. Kajian ini merekomendasikan VCO sebagai terapi adjuvan yang menjanjikan, khususnya dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas dengan keterbatasan sumber daya, meskipun diperlukan uji klinis terkontrol lanjutan untuk validasi ilmiah yang lebih kuat.Kata Kunci: aktivitas antimikroba, luka diabetes, penyembuhan luka, terapi adjuvan, virgin coconut oil 
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Balita Usia 4-5 Tahun Sanisahhuri, Sanisahhuri; Aprianti, Rina; Nengsih, Ratih Julia
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.245-250

Abstract

Perkembangan balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang diterapkan sejak dini akan menentukan kualitas tumbuh kembang anak, termasuk kemampuan motorik, bahasa, serta aspek sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan balita usia 4–5 tahun di PAUD Kecamatan Tanjung Kemuning. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 36 ibu yang memiliki balita usia 4–5 tahun di PAUD Cendrawasih dan PAUD Aisyah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh orang tua dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mengukur perkembangan balita, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square (Fisher’s Exact Test). Hasil penelitian menunjukkan 75,0% responden menerapkan pola asuh positif dan 63,9% anak memiliki perkembangan yang meragukan. Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan perkembangan balita dengan keeratan hubungan kategori sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi pengasuhan bagi orang tua dalam upaya mendukung tumbuh kembang balita secara optimal.Kata Kunci: balita, orang tua, perkembangan, pola asuh 
Pengembangan Model Asuhan Keperawatan Berbasis Spiritual pada Pasien Kanker dengan Kondisi Paliatif Utama, Tuti Anggriani; Aprilatutini, Titin; Yusuf, Ah; Gumelar, Ganjar; Mubaroq, Bagja Al
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.200-214

Abstract

Berbagai model intervensi spiritual bagi pasien kanker dengan kondisi paliatif telah diterapkan, namun hingga saat ini belum ditemukan model yang efektif dalam mengatasi masalah spiritual pasien kanker dengan kondisi paliatif. Pentingnya dilakukan pengembangan model asuhan keperawatan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kebutuhan perawat dalam asuhan keperawatan spiritual pasien kanker dengan paliatif, mengembangkan model asuhan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif, dan menguji validasi pengembangan model. Rancangan penelitian mix metodh kualitatif-kuantitatif pendekatan sequential exploratory. Penelitian terdiri dari tahap (1) Mengidentifikasi kebutuhan yang dieksplorasi dengan desain studi kualitatif deskriptif melalui pengalaman perawat dalam melakukan asuhan keperawatan spiritual pada pasien kanker paliatif. Tahap (2) Mengembangkan model asuhan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif (3) Menguji validasi pengembangan model. Subjek studi tahap 1 Subjek penelitian kualitatif: perawat yang bekerja di ruangan kemoterapi rumah sakit berjumlah 7 orang dan tahap 3 subjek pakar ahli berjumlah 3 orang yaitu: perawat dengan pengalaman memberikan asuhan keperawatan pada pasien kanker selama 10 tahun, rohaniawan dengan pengalaman 5 tahun terlibat dalam pendampingan pasien di rumah sakit. Analisis data tahap (1) analisis tematik, tahap (2) pengembangan model, tahap (3) uji validasi model melalui Conten Validity Indeks (CVI).  Hasil: Tahap (1) teridentifikasinya kebutuhan perawat dalam asuhan keperawatan spiritual pada pasien kanker dengan Kondisi paliatif,. Tahap (2) Terbentuknya model asuhan keperawatan berbasis spiritual pada pasien dengan kondisi paliatif (3) Terujinya validitas model melalui 3 orang pakar diperoleh nilai 1,00 artinya semua materi memiliki hasil uji sangat kuat.  Kesimpulan : terdapat 3 tema kebutuhan perawat dalam asuhan perawatan spiritual yaitu implementasi dalam deteksi dini dalam mengenal masalah spiritual, persiapan spiritual pasien pulang ke rumah, dan peran perawat dalam koordinasi tim kesehatan dan  rohaniawan.  Terbentuknya sebuah model asuhan perawatan berbasis spiritual yang memiliki komponen dalam kebijakan dalam operasional asuhan perawatan spiritual.  Kata Kunci: asuhan keperawatan spiritual, kanker, pengembangan model, perawatan paliatif  
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tentang Diet Rendah Garam pada Pasien Hipertensi Listari, Risti Puji; Wijayanti, Dini Prastyo; Sulistyowati, Agus
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.251-259

Abstract

Hipertensi atau lebih dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal atau optimal yaitu tekanan darah sistolik (saat jantung berkontraksi) 140 mmHg atau lebih tinggi, dan/atau tekanan darah diastolik (saat jantung beristirahat) 90 mmHg atau lebih tinggi.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh health education terhadap pengetahuan dan sikap tentang diet rendah garam pada pasien hipertensi di Desa Keper, Krembung, Sidoarjo. Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan Quasi-Experiment dengan One Group Pre-test - Post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang dari populasi 54 orang. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden sebelum dan sesudah pemberian health education tentang diet rendah garam (p value 0,000), dan sikap responden sebelum dan sesudah pemberian health education tentang diet rendah garam (p value 0,000).Kata Kunci: edukasi kesehatan, diet rendah garam, diet untuk hipertensi, hipertensi  
Hubungan Perilaku Ibu Dalam Feeding Rules dengan Status Gizi pada Balita Usia 6-23 Bulan Fauziah, Rifka Anesha; Noorhasanah, Evy; Mariani, Mariani; Rahayu, Suci Fitri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.215-227

Abstract

Masalah gizi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh balita. Indonesia merupakan negara yang masih banyak memiliki masalah dalam kesehatan, terutama pada status gizi. Periode 1000 HPK yang meliputi 270 hari masa kehamilan dan 730 hari hingga anak usia 2 tahun menjadi tantangan dalam permasalahan gizi di Indonesia. Status gizi merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang memengaruhi status gizi adalah penerapan feeding rules. Feeding rules merupakan pedoman dasar pemberian makan yang mencakup jadwal makan, lingkungan, dan prosedur pemberian makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara praktik aturan dasar pemberian makan dengan status gizi anak usia 6 sampai dengan 23 bulan di Posyandu Kelurahan Pekauman yang merupakan bagian dari wilayah kerja UPTD Puskesmas Pekauman. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Analisis data dalam penelitia ini untuk memperoleh gambaran distribusi dan rekuensi dari variabel independent (perilaku ibu dalam feeding rules) dan variabel dependent (status gizi balita), dengan menggunakan teknik purposive sampling , sampel sebanyak 127 bayi dipilih dari 184 bayi. Uji statistik Spearman Rank digunakan untuk menganalisis data, yang diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran status gizi. Hasil analisis data univariat menunjukan bahwa sebagian besar perilaku ibu dalam feeding rules adalah sedang sebanyak 80 (63,0%), dengan sebagian besar status gizi baik pada balita sebanyak 90 (70,9%).  Data tersebut mengungkapkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku aturan pemberian makan dan status gizi anak (p = 0,000 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik seorang ibu dalam memberi makan anaknya, semakin baik kondisi gizi anak tersebut. Oleh karena itu, petugas kesehatan harus berupaya untuk lebih menginformasikan kepada ibu-ibu anak kecil tentang pentingnya mematuhi pedoman pemberian makan sebagai pendekatan pencegahan untuk mengatasi kekurangan gizi pada anak.Kata Kunci: balita, feeding rules, perilaku, status gizi
Penerapan Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Malnutrisi dengan Dispnea Tuberkulosis Paru dan Pneumotoraks Dekstra: Diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) Tambunan, Maria; Rizal, Mochammad; Monalisa, Suci Retno; Sapang, Mertien
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.260-268

Abstract

Tuberkulosis paru dan pneumotoraks merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang sering kali berkaitan dengan kejadian malnutrisi, sehingga selama masa perawatan diperlukan proses asuhan gizi terstandari untuk memperbaiki kondisi dan kecukupi kebutuhan gizi pasien Tujuan penelitian : Untuk memberikan asuhan gizi kepada pasien  malnutrisi dengan penyakit penyerta dispnea tuberkuloasis paru dan pneumotoraks dekstra serta melakukan dokumentasi seluruh prosesnya. Metode:  Studi kasus ini dilakukan pada bulan Mei 2024 pada pasien rawat inap di RS. Penerapan asuhan gizi diberikan selama 4 hari dimulai dengan pelaksanaan pengkajian gizi hingga proses monitoring evaluasi. Hasil: Berdasarkan hasil pengkajian gizi pada pasien ditegakkan diagnosis gizi N.C 4.1 Malnutisi berkaitan dengan penyakit kronis, peningkatan kebutuhan zat gizi, dan penurunan nafsu makan ditandai oleh IMT 12.7 kg/m2, kehilangan masssa otot dan lemak subkutan, serta asupan energi dan zat gizi makro 30%. Pasien diberikan intervensi berupa pemberian diet TETP secara bertahap melalui rute oral serta pemberian edukasi dan konseling pada pasien dan keluarga. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan asupan pasien mulai meningkat tanpa memperberat kondisi klinis pasien. Selain itu, pasien dan keluarga juga memahami adanya peningkatan kebutuhan pasien karena penyakit pasien. Kesimpulan: Pemberian asuhan gizi yang dirancang khusus untuk pasien memberikan tanda yang baik selama intervensi selama 3 hari, sehinggga pelaksanaan intervensi dapat dilanjutkan untuk mendapatkan perbaikan gizi lebih baik.Kata Kunci: diet tinggi energi tinggi protein (TETP), malnutrisi pneumotoraks, proses asuhan gizi, tuberkulosis paru
Analisis Umur dan Paritas Sebagai Faktor Risiko Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil Masruroh, Masruroh; Susanto, Nugroho; Khasna, Tri Mei; Susanti, Santi; Samingan, Samingan; Subaeti, Tri; Wenno, Max Robinson
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.228-235

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih berlangsung dan berdampak terhadap meningkatnya morbiditas maternal serta hambatan dalam pertumbuhan janin. Usia reproduktif dan jumlah kehamilan sebelumnya sering dianggap sebagai faktor risiko yang berpengaruh, namun temuan empiris yang konsisten masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh umur dan paritas terhadap kejadian KEK pada ibu hamil. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan rancangan potong lintang (cross-sectional), berdasarkan data retrospektif dari catatan pelayanan kesehatan ibu hamil periode 2022 hingga 2024. Penelitian dilaksanakan di wilayah dataran tinggi dan dataran rendah Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, dengan waktu pelaksanaan analisis pada April hingga Juni 2025. Jumlah responden sebanyak 410 orang yang dipilih secara proporsional. Analisis data mencakup statistik deskriptif, uji chi-square, dan regresi linier. Hasil menunjukkan bahwa 62,0% responden mengalami KEK. Umur dan paritas memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian KEK (p 0,001). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut merupakan prediktor signifikan terhadap status KEK (umur: p = 0,043; paritas: p = 0,000). Temuan ini menekankan pentingnya penguatan promosi kesehatan yang mempertimbangkan aspek demografis dalam upaya pencegahan KEK pada masa kehamilan.Kata Kunci: ibu hamil, kekurangan energi kronis, paritas, umur
Hubungan Tingkat Stres dengan Gangguan Kualitas Tidur pada Remaja SMAN 10 Kota Bengkulu Suryani, Suryani; Effendi, S. Effendi; Aprianti, Rina; Suryani, Novi Ade; Yunita, Nia Norma
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.236-244

Abstract

Prevalensi gangguan kualitas tidur pada remaja di Indonesia pada tahun 2023 sekitar 38%. Di pulau Jawa dan Bali, prevalensi gangguan kualitas tidur tersebut juga cukup tinggi, yaitu sekitar 44% 6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan gangguan kualitas tidur pada remaja di SMAN 10 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan  jenis  Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi data penelitian ini adalah siswa kelas XII SMAN 10 Kota Bengkulu dengan total sampel 71 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara stratified proportional random sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Untuk mengetahui keeratan hubungannya digunakan uji statistik Contingency Coefficient (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 49 orang (69,0%) yang mengalami stres sedang dan 61 responden (85,9%) mengalami kualitas tidur buruk. Ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada remaja di SMAN 10 Kota Bengkulu dengan kategori sedang. Diharapkan Bimbingan Konseling dapat mengimplementasikan pelaksanaan layanan konseling dengan konsep peer counseling dan mengadakan penyuluhan atau pemberian informasi terkait tingkat stres yang dapat mempengaruhi kualitas tidur pada remaja. Kata Kunci: kualitas tidur, remaja, tingkat stres 
Gambaran Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cihaur Kabupaten Kuningan Oktavia, Nova; Nurjanah, Nourma
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.%p

Abstract

Setiap fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Penggunaan RME sangat membantu petugas medis dalam menyimpan, mengolah dan mendistribusikan data medis pasien secara aman, efektif dan efisien Salah satu sistem aplikasi elektronik yang digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan primer yaitu ePuskesmas.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Rekam Medis Elektronik berdasarkan unsur manajemen dan pengelolaan di unit rekam medis di Puskesmas Cihaur Kabupaten Kuningan. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif. Subyek penelitian antara lain Kepala Puskesmas, Kepala Unit Rekam Medis dan petugas kesehatan lainnya yang mengelola RME berjumlah 8 orang. Teknik pengambilan sampel menggunaan Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terbuka dengan teknik wawancara dan observasi, penyajian data dilakukan secara narasi. Hasil penelitan ini didapatkan, pelaksanaan RME berdasarkan unsur manajemen bahwa petugas medis belum semuanya mengikuti pelatihan tentang RME; belum memiliki SOP tentang pelaksanaan RME. Dari unsur peralatan, perangkat keras mencukupi dan perangkat lunak dapat berjalan dengan baik. Dari unsur biaya, didukung dan difasilitasi oleh pihak manajemen puskesmas. Pengelolaan Rekam Medis di bagian Pendaftaran dilakukan secara manual dan online; di ruang tunggu pasien belum tersedia monitor tampilan nomor antrian pasien; Pengkodean penyakit dilakukan oleh Dokter; Analisis data elektronik tentang pemberian edukasi sebagian besar tidak terisi. Transfer data sudah terhubung dengan subsistem informasi lainnya; Penyimpanan data berbasis cloud computing. Pendistribusian data, Pengisian Informasi Klinis dan Pengolahan Informasi RME tersimpan pada sistem ePuskesmas yang terintegrasi  disetiap unit pelayanan. Diharapkan puskesmas melengkapi sarana dibagian pendaftaran, menyusun Standar Operasional Prosedur, meningkatkan kapasitas petugas dengan pelatihan, mengisi data secara lengkap dan memperjelas tugas pokok dan fungsi petugas.Kata Kunci: pelaksanaan, rekam medis elektronik, puskesmas