cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Edukasi pencegahan infeksi dan perawatan luka post sirkumsisi pada anak di wilayah pesisir SDN 3 Lamokato Provinsi Sulawesi Tenggara Sukurni, Sukurni; HN, Muh. Rustam; Rahmawati, Rahmawati
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024698

Abstract

Sirkumsisi (circumcision/khitan) atau dalam Bahasa Indonesia lebih dikenal dengan istilah “sunat” atau “supit”, adalah operasi pengangkatan sebagian, atau semua dari kulup (preputium) penis (WHO, 2007). Prosedur ini biasanya dilakukan untuk alasan agama, kebersihan, ataupun kosmetik. Sirkumsisi juga dapat mengurangi masalah yang timbul dari kondisi medis tertentu, seperti phimosis (kondisi dimana kulup tidak bisa ditarik kembali dari sekitar ujung penis). Secara medis, dikatakan bahwa sirkumsisi sangat menguntungkan bagi kesehatan. Banyak manfaat dari sirkumsisi yang diidentifikasi untuk mencegah infeksi saluran kemih, membuat penis menjadi bersih, penularan HIV, serta mengurangi resiko terkena karsinoma penis. Rendahnya pengetahuan tentang sirkumsisi menyebabkan anak takut melakukan sirkumsisi. Hal ini dikarenakan anak mendapatkan pengetahuan tentang sirkumsisi dan cara penyampaian yang salah. Orang tua memilih melakukan khitan pada anaknya dengan alasan sosial atau budaya seperti anak merasa malu jika belum melakukan khitan, sehingga ingin segera melakukannya. Anak melakukan khitan di usia 6-12 tahun atau ketika duduk dibangku kelas 3-6 Sekolah Dasar. Selain itu, khitan dilakukan sebagai alasan motivasi menuju kedewasaan pada anak. Sehingga petugas kesehatan harus meningkatkan pengetahuan anak dan orang tua tentang sirkumsisi. Sehingga anak memiliki motivasi yang kuat untuk menjalani sirkumsisi bukan karena paksaan orang tua dikarenakan alasan sosial atau budaya.
Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Strategi Komunikasi GenPI Luwu Utara di Media Sosial Terhadap Peningkatan Jumlah Wisatawan Risdayanti, Risdayanti; Akbar, Muh; Farid, Muhammad
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024878

Abstract

GenPI Luwu Utara memiliki potensi yang kuat dalam membangun identitasnya terhadap pengembangan serta promosi destinasi wisata yang menarik, dengan fokus pada keunikan budaya lokal, alam, atau kegiatan wisata yang spesifik dan bernilai. Memanfaatkan teknologi dan platform digital untuk memperluas jangkauan promosi. Dukungan dari pemerintah daerah, serta kerjasama dengan stakeholder lokal seperti pengelola objek wisata, hotel, restoran, dan lainnya, dapat memperkuat promosi dan fasilitas yang tersedia. Kurangnya kesadaran masyarakat lokal tentang pentingnya pariwisata berkelanjutan, serta pendidikan tentang cara memanfaatkan media sosial secara efektif untuk promosi pariwisata, juga dapat menjadi penghambat. Perubahan tren dalam perilaku konsumen dan teknologi baru yang berkembang pesat memerlukan adaptasi terus-menerus dalam strategi komunikasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap pengurus Genpi. GenPI Luwu Utara dapat mengidentifikasi kekuatan dan potensi penghambat dalam strategi komunikasi mereka di media sosial. Langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi hambatan dan memanfaatkan pendukung dapat membantu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, serta mempromosikan keindahan dan keunikannya sebagai destinasi wisata.
Pelayanan Publik dalam Pelaksanaan Perlindungan Warga Negara melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Putra, Eduard Awang Maha; Bahri, Putri Rizkika; Ananda, Suci Rizki; Safitri, Baiq Riska Anggi
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024805

Abstract

The manifestation of public services in health services is the establishment of the Social Security Organizing Agency (BPJS), but the concept and practice in the field are often contradictory. So this study aims to analyze the Concept and Practice of Public Services by BPJS Health. The writing method used is normative legal writing, using statutory and conceptual approaches. The results showed that BPJS Kesehatan as a health service institution was formed based on Law No. 24 of 2011 concerning BPJS and BPJS Kesehatan is obliged to have Public Service Standards. In practice, health services for patients with self-financing and insurance tend to be prioritized, while BPJS Health patients are always neglected. The factors causing the low quality of health services for BPJS Kesehatan patients are in terms of regulations, namely the absence of regulations related to standardization in the limitation of service quota provision. The law enforcement factor is due to the lack of maximum or optimal internal supervision functions from the Ministry of Health, Hospital Supervisory Board, and BPJS Health in ensuring that service restrictions do not occur in all Health Facilities. The facility factor, which is still inadequate and limited health workers and inadequate facilities provided such as limited rooms, medical equipment, and medicines—the community factor influences because in practice there are often bribes between some elements of the community.Abstrak: Manifestasi pelayanan publik dalam pelayanan kesehatan yakni dibentuknya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan tetapi antara konsep dan prakteknya di lapangan kerapkali bertolak belakang. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Konsep dan Praktek Pelayanan Publik oleh BPJS Kesehatan. Metode penulisan yang digunakan adalah penulisan hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa BPJS Kesehatan sebagai lembaga pelayanan kesehatan dibentuk atas dasar UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan BPJS Kesehatan berkewajiban untuk memiliki Standar Pelayanan Publik (SPP). Dalam prakteknya pelayanan kesehatan pasien dengan pembiayaan sendiri dan asuransi cenderung lebih diutamakan, sementara pasien BPJS Kesehatan selalu dianaktirikan. Adapun faktor-faktor penyebab rendahnya kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS Kesehatan yakni dari segi regulasi tidak adanya regulasi terkait dengan standarisasi dalam batasan pemberian kuota layanan. Dari faktor penegak hukum disebabkan kurang maksimal atau optimalnya fungsi pengawasan internal dari Kemenkes, Badan Pengawas Rumah Sakit dan BPJS Kesehatan dalam memastikan agar pembatasan layanan tidak terjadi di seluruh Fasilitas Kesehatan. Dari faktor sarana yakni masih kurang memadai dan terbatasnya tenaga kesehatan dan tidak memadainya fasilitas yang diberikan seperti terbatasnya ruangan, alat medis, dan obat-obatan. Faktor masyarakat mempengaruhi karena dalam praktiknya kerap kali terjadi sogok menyogok antara beberapa oknum masyarakat.
Memaksimalkan Pendidikan Agama Islam Terhadap Moral Siswa Di SMP Raden Rahmat Wonokromo Surabaya Maimunah, Siti; Noventi, Iis; Purwanti, Nunik; Shari, Destita; Rihlah, Jauharotur; Rulyansah, Afib; Mustofa, Mustofa
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024869

Abstract

Seiring dengan kemajuan perkembangan zaman dan teknologi serta era globalisasi pada saat sekarang ini, sudah terlihat jelas bahwa terjadinya pergeseran nilai-nilai moral disebabkan antara lain salah dalam memahami dan menggunakan teknologi yang berakibat negatif dalam prilaku manusia itu sendiri sehinggah terjadinya pergeseran moral yang baik menjadi tidak baik terkhusus dilembaga-lembaga pendidikan yang menjadi cikal bakal generasi penerus bangsa ini Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui materi pendidikan agama islam yang disampaikan ketika proses pembelajaran berlangsung di SMP Raden Rahmat Wonokromo Surabaya. Metode yang digunakan dalam mengoptimalkan pembelajaran  pendidikan agama Islam kepada siswa, mengetahui kondisi moral siswa secara objektif, mengetahui usaha dari optimalisasi pendidikan agama islam terhadap pembentukan moral siswa dan mengetahui problem yang dihadapi dan upaya dari pemecahannya. Pengabdian Masyarakat ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Pengabdian Masyarakat ini bahwa keadaan moral siswa diketahui tergolong sangat baik berarti pendidikan agama islam sangat berperan penting terhadap pembentukan moral siswa.
Efektifitas tea tree pada ibu hamil terhadap jerawat vulgaris di UPTD Puskesmas Sindang Kabupaten Indramayu Oktaviani, Pearly Otis Putri
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024783

Abstract

The prevalence of acne patients in Indonesia is approximately 80-85% among adolescents aged 15-18 years, 12% in women aged over 25 years, and 3% in the age group of 35-44 years. The purpose of this study is to determine the effectiveness of tea tree on pregnant women with vulgaris acne at the Sindang Community Health Center in Indramayu Regency. The population in this study includes all pregnant women with vulgaris acne at the Sindang Community Health Center in Indramayu Regency, totaling 30 individuals. Bivariate analysis in this study uses a paired sample t-test to observe differences before and after treatment. Based on the statistical test results using the Paired Samples Test, with the assistance of SPSS version 24 and a significance level of α = 0.05, the result is obtained with p = 0.000, which means p 0.05. Thus, H1 is accepted, indicating that tea tree is effective in treating vulgaris acne in pregnant women at the Sindang Community Health Center in Indramayu Regency. Furthermore, it is recommended to expand the research with a clinical trial design to gain a deeper understanding of the benefits and risks of using skincare products during pregnancy.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Keluarga Aisyiyah Malaysia Dalam Pemanfaatan Rempah Secara Maksimal Yunda Maymanah Rahmadewi; Iis Wahyuningsih; Arif Budi Setianto
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024720

Abstract

Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang mengakomodir potensi kaum ibu dan wanita dari kader, warga, simpatisan dan keluarga besar Aisyiyah di Malaysia. Tidak semua keluarga besar Aisyiyah memiliki pekerjaan yang tetap di Malaysia sehingga perlu tambahan dukungan ekonomi secara mandiri. Malaysia yang memiliki karakteristik geografis yang tidak berbeda jauh dengan Indonesia memiliki potensi tanaman yang serupa sehingga berpeluang dimanfaatkan oleh warga Aisyiyah dalam menjaga kesehatan secara mandiri melalui produk makanan maupun minuman. PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Keluarga Aisyiyah Malaysia Melalui Keterampilan Pengolahan Herbal. Permasalahan diselesaikan dengan memberi pengetahuan dan ketrampilan mengolah Herbal. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan dengan mitra sasaran yaitu Keluarga Aisyiyah Malaysia yang beranggotakan WNI dan warga negara Malaysia. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan rempah menghasilkan produk jamu beras kencur, permen marshmallow jahe, permen keras jahe, teh serai pandan, dan minuman serbuk jahe. Program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sasaran dalam pengolahan rempah
Peran Direktorat Pengamanan Objek Vital Dalam Pengamanan Very Important Person (Studi Kasus Di Ditpamobvit Polda Sulawesi Selatan) Muddin, Muh. Asrul Aswar; ashady, suheflihusnaini
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024841

Abstract

Direktorat Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Ditpamobvit Polda Sulsel)  memiliki peran penting dalam pengamanan tamu Very Important person (VIP) di wilayah Sulawesi Selatan Peran tersebut yaitu melaksanakan pemeriksaan kepada pengunjung atau peserta kegiatan tamu VIP dan menjadi tim pengawal pribadi (walpri) pada tamu VIP Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Direktorat Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dalam pengamanan tamu VIP dengan adanya penelitian ini dapat mengetahui hambatan yang dihadapi oleh personil Ditpamobvit Polda Sulsel dalam melaksanakan pengamanan tamu VIP di wilayah Sulawesi Selatan. Ditpamobvit Polda Sulsel masih menemukan kendala dalam melaksanakan pengamanan tamu VIP yaitu dalam hal banyaknya lokasi pengamanan dalam waktu yang bersamaan membuat alat yang digunakan dalam pengamanan tamu VIP seperti Secdoor masih  kurang, masih kurangnya personil pada Direktorat Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, perubahan jadwal kegiatan oleh tamu VIP yang secara mendadak, keinginan tamu VIP yang ingin berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat, serta lokasi pengamanan yang terbuka.
Pemberdayaan Remaja dalam Peningkatan Pengetahuan Tentang PHBS dan Gizi Seimbang melalui Pembentukan Remaja Penggerak Kesehatan Keluarga Yusran, Sartiah; Yuniar, Nani; Hidayanty, Healthy; Bahar, Hartati; Harleli, Harleli; Jumakil, Jumakil
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024748

Abstract

Remaja yang memiliki pengetahuan yang baik terkait PHBS dan gizi seimbang sangat penting sebagai salah satu pendukung terciptanya kebiasaan hidup sehat di keluarga dan Masyarakat. Perilaku ini akan memberikan dampak positif dalam pencegahan penyakit infeksi maupun non infeksi di masyarakat. Sasaran dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah para remaja usia 12-18 tahun yang secara sukarela dan bersedai berpartisipasi di Desa Watunggarandu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai PHBS dan gizi seimbang serta memberdayakan remaja dengan dibentuknya remaja penggerak Kesehatan keluarga. Remaja memperoleh edukasi dengan metode yang interaktif dan media yang menarik terkait PHBS dan gizi seimbang. Untuk memastikan edukasi yang diberikan memberikan efek terhadap pengetahuan remaja, dilakukan pengukuran sebelum dan setelah pemberian edukasi. Terdapat proporsi peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi. Di akhir kegiatan, dilakukan pembentukan dan pengukuhan sasaran kegiatan sebanyak 24 remaja penggerak Kesehatan keluarga, sebagai role model dalam menerapkan dan mendorong keluarga dan Masyarakat untuk mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan praktik gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari
Peningkatan Nilai Ekonomi Ikan Rucah dan Lokan dengan Beragam Olahan Edi Susilo; Parwito Parwito; Indra Warman; Rifda Naufalin; Nur Aini; Triana Setyawardani
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024700

Abstract

Kelompok Nelayan Mekar Sari dan Lobster Mandiri Desa Serangai, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, merupakan perkumpulan anggota masyarakat kategori ekonomi produktif yang memiliki kegiatan di sektor perikanan. Kelompok nelayan ini terletak di pesisir pantai barat daya Kota Arga Makmur. Hasil tangkapan nelayan sebagian adalah ikan rucah yang memiliki nilai ekonomis rendah dan lokan. Salah satu solusi untuk meningkatkan nilai ekonomis ikan tersebut adalah dengan mengolah ikan tersebut dengan beragam olahan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan motivasi informasi dan meningkatkan pengetahuan kepada Kelompok Nelayan Mekar Sari dan Lobster Mandiri dalam mengolah ikan yang bernilai ekonomis rendah menjadi produk yang berkualitas yang dapat meningkatkan nilai ekonominya sehingga harapannya dapat meningkatkan pendapatan bagi keluarganya. Berdasarkan uraian di atas, tim pengabdian Universitas Ratu Samban dan Universitas Jenderal Soedirman memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai peningkatan nilai ekonomi ikan bernilai rendah menjadi produk olahan yang berkualitas, yang dapat meningkatkan nilai jual. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada bulan September hingga November 2023. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan dan pelatihan. Hasil yang dicapai adalah meningkatnya pengetahuan, terbuka wawasan, dan keterampilan mitra sasaran yaitu mitra yang awalnya tidak mengetahui menjadi terbuka wawasannya, terampil dalam mengolah ikan rucah dan lokan menjadi beragam olahan dan optimis dengan hasil tangkapan ikan lokalnya.
Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan pada Usaha Keripik Tempe Di Desa Koto Agung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dhamasraya Provinsi Sumatera Barat Januariana, Neni Ekowati; Pakpahan, Suzan Fitriana; Jayanti, Hera Satya
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024901

Abstract

The majority of Indonesians have long been familiar with chips as a snack item. Apart from that, improper processing of chips might result in food risks arising from chemical, biological, and physical aspects. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes with the principles of food sanitation hygiene. Cross-sectional research design is used in this observational study, the population consisted of 53 individuals who worked for the tempeh chip company in Koto Agung Village, Sitiung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province. The chi-square test was used for univariate and bivariate data analysis. The results of chi-square test obtained the relationship between knowledge and the principles of food sanitation hygiene in tempeh chips business with p = 0.000, there was a relationship between attitude and the principles of food sanitation hygiene in the tempeh chips business with p = 0.007. The study's findings indicate a connection between attitudes and understanding of the fundamentals of food sanitary hygiene in the tempeh chip industry. All employees of the Koto Agung Village, Sitiung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province tempeh Chip Company are advised to be knowledgeable about and adopt a positive attitude toward food sanitation hygiene by the year 2023. Abstrak. Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah lama mengenal keripik sebagai makanan ringan. Selain itu, pengolahan keripik yang tidak tepat dapat mengakibatkan risiko pangan yang timbul dari aspek kimia, biologi, dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan prinsip higiene sanitasi pangan. Penelitian observasional ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, populasi sebanyak 53 orang yang bekerja pada perusahaan keripik tempe di Desa Koto Agung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square diperoleh hubungan pengetahuan dengan prinsip higiene sanitasi pangan pada usaha keripik tempe dengan p = 0,000, terdapat hubungan sikap dengan prinsip higiene sanitasi pangan pada usaha keripik tempe dengan p = 0,007. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara sikap dengan pemahaman tentang dasar-dasar higiene sanitasi pangan pada industri keripik tempe. Seluruh karyawan di Desa Koto Agung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat dihimbau untuk memiliki pengetahuan dan bersikap positif terhadap higiene sanitasi pangan pada tahun 2023.