cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Pelatihan Pembuatan Kit Deteksi Merkuri Sederhana Untuk Peningkatan Keterampilan Laboratorium bagi Pelajar SMK Muhammadiyah I Pandaan Wulandari, Devyana Dyah; Santoso, Andreas Putro Ragil; Salim, Hotimah Masdan; Putri, Endah Budi Permana; Nugroho, Mukhtar Adi
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024896

Abstract

Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Diketahui bahwa merkuri sebagian besar tertelan melalui konsumsi ikan-ikan laut, air yang tercemar, bahkan penggunaan kosmetik melalui kulit. Oleh karena itu pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bahaya logam merkuri serta keterampilan mendeteksi merkuri menggunakan kit sederhana.  Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan berupa seminar untuk memberikan wawasan tentang merkuri dan pelatihan pembuatan kit sederhana untuk mendeteksi merkuri. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta terhadap materi kegiatan pengabdian dengan jumlah peserta sebanyak 47 peserta terjadi peningkatan pemahaman terhadap pengetahuan tentang merkuri sebanyak 32%, terhadap pengetahuan tentang bahaya merkuri sebesar 32%, terhadap pemahaman tentang kit deteksi merkuri meningkat sebesar 38%, pemahaman keterampilan membuat kit deteksi merkuri meningkat sebanyak 38%, dan pemahaman keterampilan cara deteksi merkuri menggunakan kit sederhana meningkat sebanyak 57%.Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi peserta pengabdian yaitu siswa/i SMK Muhammadiyah I Pandaan.
Pengaruh pola makan terhadap kejadian stunting Handayani, Trisna Yuni; Sari, Desi Pramita; Putri, Mona Rahayu
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024744

Abstract

Stunting is a condition of the baby that fails to grow due to a chronic lack of nutrition resulting in an inconsistency between body height and age. Nutritional problems in infants will affect their ability to develop physically and cognitively to the maximum in the future. There are several factors that contribute to the occurrence of stunting. One contributing factor is the inadequate intake of nutrients observed in babies, characterized by an imbalance between the amount of food consumed and the recommended dietary requirements. Baby’s dietary habits have a significant impact on the consumption of essential nutrients that facilitate optimal growth and development. The research design selected for this study is cross-sectional. The sample was comprised of 96 participants. Sampling refers to the deliberate and intentional selection process in research, in which individuals or elements are selected based on specific criteria and objectives. The Food Frequency Questionnaire (FFQ) is a method used for anthropometric assessment. The Chi-Square test is used for data analysis. The findings of the study revealed a statistically significant p-value of 0,000, which indicates an important relationship between diet and the occurrence of stunting in babies. Nutritional intake is very important, as it relates not only to the dietary choices made by the individual, but also to the nutritional practices applied by the mother. The latter, the application of a diet, has been identified as a factor contributing to the occurrence of stunting. Effective work should be done in health care to ensure the provision of health education to mothers about the importance of food delivery patterns, quality, and diversity. It is very important to meet the nutritional needs of the baby.
Pembuatan Media Pembelajaran Online dengan OBS Studio dan Youtube di SMKN 1 Pundong Septian Rahman Hakim; Aris Nasuha; Moh Alif Hidayat Sofyan; Purno Tri Aji; Cipto Sabdo Prabowo
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024695

Abstract

Pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu solusi bagi Sekolah Menengan Kejuruan (SMK) Pundong Kabupaten Bantul DI Yogyakarta dalam menyajikan materi pembelajaran dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Namun, saat ini hanya sedikit yang mengetahui tentang penggunaan media pembelajaran online dalam konteks pembelajaran dalam berbagai bidang. Penelitian ini merupakan hasil dari pengabdian kepada masyrakat yang dilakukan dengan menggunakan metode pelatihan/workshop. Berdasarkan temuan, sebanyak dua puluh lima (25) guru di SMKN 1 Punding memiliki tingkat keberhasilan pemahaman materi di atas 60%. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah dengan berpatokan nilai pretest dan posttest serta melihat dari hasil implementasi dari video yang telah di upload oleh peserta pelatihan sesuai dengan bidang studi yang di ajarkan.
Adaptasi member dalam lingkungan belajar di kampung inggris Pare Kediri Putri, Rika Ilma; Mursalim, Mursalim; Arianto, Arianto
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024830

Abstract

Adaptasi Member dalam Lingkungan Belajar di Kampung Inggris Pare Kediri. Para member yang datang ke Kampung Inggris Pare Kediri memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Hal ini membuat mereka untuk menyesuaikan diri di daerah baru dengan komunikasi sosial yang baru. Penelitian ini mebahas mengenai bagaimana adaptasi member dalam lingkungan belajar di Kampung Inggris Pare Kediri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa adaptasi member dalam lingkungan belajar di Kampung Inggris Pare Kediri. Metode penelitian menggunakan fenomenologi kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan secara menyeluruh data yang didapat selama proses penelitian apa sebagai susuatu yang muncul dan hadir sehari-hari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori fenomenologi yang merupakan studi interpretative bersifat apa adanya mengenai pengalaman manusia untuk memahami dan mendeskripsikan lingkungan, peristiwa, dan pengalaman manusia. Hasil penelitian menunjukkan adaptasi member yang datang dari berbagai daerah ke lingkungan belajar Kampung Inggris Pare Kediri ditandai dengan culture shock, cara mereka menghadapi masalah, dan bertahan dalam berbagai kondisi. Biaya yang murah membuat member bebas mengambil banyak kelas. Tidak semua orang bisa dan menggunakan berbahasa Inggris di Kampung Inggris Pare Kediri. Kampung Inggris Pare sangat ramai oleh kafe, tempat gym, tempat makan, salon, tempat penyewaan, toko, dan penginapan. Sehingga hal ini mendukung dari segi akomodasi bagi member. Member mengadakan masak-masak dan makan-makan ketika hari libur. Selain itu mereka juga berjalan-jalan untuk menyegarkan otak di akhir pekan. Walaupun member merasakan kemampuan bahasa Inggris mereka meningkat. Tetapi mereka juga sesekali berada dalam kondisi sulit, dimana member merasa tertekan kerena harus berjuang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Namun hal itu bukanlah suatu masalah besar karena mereka menikmati masa-masa tersebut bersama member lainya.
Bimbingan teknis penanganan benih Jabon Merah bagi pengelola persemaian permanen Anduna BPDAS sampara Tuheteru, Faisal Danu; Husna, Husna; Asnani, Asnani; Kabe, Abigael; Hadjar, Nurhayati; Hamzah, Nurnaningsih; Zainun, Mariana; Resi, Resi; Ahsoni, Aziz; Nurdin, Wiwin Rahmawati; Laksanany, Satya Agustina
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024815

Abstract

Penanganan benih jabon merah oleh pengelola persemaian permanen Anduna, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara masih terbatas. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan pengetahuan para pengelola melalui bimbingan teknis. Tujuan pelaksanaan bimbingan teknis adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pengelola persemaian permanen tentang ekstraksi dan perkecambahan benih jabon merah. Bimtek ini telah dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2024 bertempat di Persemaian permanen Anduna, Konawe Selatan dengan jumlah peserta 30 orang. Metode yang digunakan dalam program ini adalah metode Technology Transfer. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan kapasitas pengelola persemaian terkait pengenalan jabon merah, teknik ekstraksi dan perkecambahan benih jabon merah. Selain itu, tersedia benih jabon merah untuk kebutuhan produksi bibit jabon merah di persemaian permanen BPDAS Sampara.han produksi bibit jabon merah di persemaian permanen BPDAS Sampara.Abstarct. Handling of red jabon seedlings by managers of the Anduna permanent nursery, South Konawe, Southeast Sulawesi is still limited. Therefore, efforts are needed to increase managers' knowledge through technical guidance. The aim of implementing technical guidance is to increase the knowledge and capacity of permanent nursery managers regarding extraction and germination of red jabon seeds. This technical guidance was carried out on 11 May 2024 at the Anduna permanent nursery, South Konawe with a total of 30 participants. The method used in this program is the Technology Transfer method. The results of the service show an increase in the knowledge and capacity of nursery managers regarding the introduction of red jabon, extraction techniques and germination of red jabon seeds. Apart from that, red jabon seeds are also available for the production of red jabon seedlings at the BPDAS Sampara permanent nursery.
Socialization and Training on the Use of Augmented Reality Applications for Teachers in Paciran Village to Make English Learning Easier Authar, Nailul; Djuwari, Djuwari; Aquariza, Novi Rahmania; Zaniar, Savira
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024866

Abstract

This community service attempts to explore the use of augmented reality (AR) in how teachers in Paciran can be well known to introduce new vocabulary to students right there. This is a qualitative study with the data taken from both surely by distributing the questionnaires both to the students and the teachers. The questionnaires to the students concern the use of AR in their learning of English while the questionnaires to the teachers is related to the use of AR in their schools and the teachers’ engagement in this AR for their classes. The data is also taken from the interview to the English teachers about the use of AR in learning English. Sifter all the data triangulated from the students and the teachers, they will be decoded and determined into the themes. Besides that, they are also presented in tables. Finally, the inferences can be done for making the conclusion. Based on the results of the training and application experiments to students, each teacher and student agreed that AR media had a positive impact on English learning.
Microgreens dan senyawa yang terkandung didalamnya: Literatur review Bashariah, Bashariah; Mbusango, Amin; Ningsi, Ratna; Tola, Kati Syamsudin Kadang
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024792

Abstract

Microgreens are plants that are harvested very young usually when they are a few days to a few weeks old with a size between 3-10 cm or depending on the type of plant. The advantage of microgreens lies in their high nutritional content, both in terms of vitamins, minerals, and bioactive compounds. The method in this paper uses a literature study (literature review) which collects data from various scientific articles selected and analyzed articles that are relevant to the field of study. The reviewed literature sources come from journals, books, and other research reports. The growth, quantity and quality of harvested microgreens are greatly affected by the cultivation process and the plant variety itself. Many studies have found that light, growing media, nutrient availability and temperature, are components that affect the quality and quantity of microgreens. The content of microgreens itself has been studied to be at least 4 to 40 times the nutritional content of similar mature plants. Microgreens have higher concentrations of bioactive compounds, such as vitamins, minerals, antioxidants, when compared to similar mature plants. It can be concluded that the potential of microgreens is very high to become one of the materials for further studies related to agricultural and health disciplines.
PKM Pelatihan Peduli Kompetensi Bidan Melalui Penggunaan Partograph Dalam Pelayanan Mahasiswa Kebidanan Universitas Megarezky Syamsuriyati Syamsuriyati; Sunartono Sunartono; Nurhidayat Triananinsi; Sutrani Syarif
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024723

Abstract

Partograf merupakan rekomendasi WHO yang harus digunakan di seluruh dunia untuk pemantauan rutin persalinan kala 1 untuk membantu penolong persalinan mengidentifikasi kemajuan persalinan lambat dan mencegah persalinan lama dan komplikasi. Partograf Sudah di evaluasi dan di lakukan penelitian dengan melibatkan 35.484 Wanita.  Tujuan PKM ini adalah sebagai bentuk kegiatan pendampingan peduli kompetensi bidan melalui pelatihan prinsif penggunaan partograph dalam pelayanan mahasiswa kebidanan di Universitas Megarezky. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pre test dengan mengerjakan soal partograph selama 1 jam dan posttest setelah mendapatkan materi selama 3 jam dengan soal yang sama untuk melihat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pengisian partograph. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa penggunaan partograph mengurangi persalinan lama dari 6,4 % menjadi 3,4%, proporsi persalinan operasi Caesar darurat 9,9 % menjadi 8,3 %, dan kelahiran mati intrapartum dari 0,5 % Menjadi 0,3 %. Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan partograf dapat sangat efektif dalam mengurangi komplikasi pada seperti persalinan lama (perdarahan pascapersalinan, sepsis, ruptur uteri) Dan juga sangat efektif menurunkan kematian bayi baru lahir, anoksia, infeksi, dll.). Hasil Pelatihan menunjukkan bahwa masih ada 5 orang nilainya 1-2,4 (Sangat Kurang) sebanyak 5 orang 20,8%, dan nilai 2,5-3,0 (Kurang) sebanyak 3 orang (12,5), 3,1-33,49 (Baik) sebanyak 4 orang (16,6) dan nilai di atas 3,50-4  (Sangat Baik) sebanyak 12 orang (50%) Dalam pelatihan ini di temukan bahwa pengetahuan mahasiswa Sebagian besar sangat baik atau kompeten (50%), namun masih ada 5 orang (20,8%) pengetahuan sangat kurang.
Mendorong aktualisasi remaja dalam berorganisasi dan memupuk jiwa kepemimpinan Evi Lorita; Bando Amin C. Kader; Antonio Imanda; Juwita Juwita; Rusvika Putri
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024725

Abstract

Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada siswa SMK Negeri 4 Kota Bengkulu, mendorong dan memotivasi siswa agar lebih giat, mengembangkan rasa memiliki, kebersamaan, kepedulian serta mengembangkan kreativitas serta inovasi-inovasi dalam berorganisasi guna meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill siswa. Sasaran kegiatan ini adalah para siswa SMK Negeri 4 Kota Bengkulu yang aktif dalam organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Metode kegiatan dilakukan secara langsung (tatap muka) melalui pemaparan materi organisasi dan kepemimpinan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap observasi, tahap pelaksanaan, tahap penulisan laporan, dan tahap evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini, siswa mengembangkan pemahaman dan wawasan tentang pentingnya organisasi karena mereka hidup dalam kelompok dan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga akan memahami pentingnya keterampilan kepemimpinan yang diperoleh mahasiswa ketika berperan aktif dalam suatu organisasi.
An analysis of speech act in whatsapp Syawal, La Ode Muhamad Irwin; Mardin, Muhammad Ikhwan; Saleh, Husna; Fuad, M. Noor; As’Ad, Muhammad
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024774

Abstract

Language is a crucial aspect of our lives, serving as a bridge for communication among individuals. People use language to convey emotions, ideas, desires, and feelings. One platform for communication is WhatsApp. Many people enjoy chatting on WhatsApp, but not all of them grasp the meaning behind each utterance spoken or sent by the speaker or sender. Various linguistic aspects, including speech acts, can be explored on WhatsApp, such as pragmatics, semantics, and sociolinguistics. This study aims to analyze the factors that lead to misunderstandings when performing perlocutionary acts on WhatsApp and how locutionary acts influence perlocutionary acts on the platform. The research findings identify several causes of misunderstandings in the communication process through WhatsApp. Firstly, incorrect punctuation usage contributes to misunderstandings. Secondly, typographical errors are another common factor. Thirdly, incomplete sentences resulting from typing too quickly make it challenging to comprehend the intended message. Fourthly, issues such as poor network connectivity lead to only a fraction of the message reaching the recipient. Additionally, locutionary acts represent the literal meaning of a sentence. The conclusion of this research is the impact of locution on perlocution depends on how effectively locution can convey instructions or meanings of the spoken sentence. If the utterance is not well-understood by the listener, they may not execute or comprehend the intended meaning, leading to perlocutionary acts and miscommunication between the individuals involved.