Indonesia Berdaya
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles
747 Documents
Hubungan Komunikasi Interpersonal Tour Leader dengan Kepuasan Jamaah Haji Khusus Ujas Tour Tahun 2024
Dusra, Erna;
Akbar, Muhammad;
Sonni, Alem Febri
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024888
Ada dua cara mengukur kepuasan pelanggan, yang pertama melihat pelayanan yang diinginkan (desired service), yang kedua pelayanan yang dianggap cukup (adequate service). Tour leader sebagai bagian dari pelayanan yang dimiliki oleh travel umrah dan haji khusus sehingga Tour leader memiliki peran dalam memenuhi harapan jamaah dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Tour leader dituntut untuk bisa mengelola kepuasan jamaah haji dengan cara memahami kebutuhan dan harapan, serta memberikan solusi yang memuaskan dan komunikatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis komunikasi interpersonal Tour leader, menganalisis kepuasan jamaah haji khusus Ujas Tour dan hubungan antara komunikasi interpersonal Tour leader dengan kepuasan jamaah haji khusus Ujas Tour. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif, sampel penelitian terdiri dari 42 responden yang dipilih melalui teknik probability sampling yaitu memberikan peluang yang sama kepada seluruh populasi untuk menjadi anggota sampel. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penetrasi Sosial dengan dimensi dalam teori DeVito Komunikasi Interpersonal dan Wilkie Kepuasan Pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara Komunikasi Interpersonal Tour leader dengan Kepuasan jamaah haji khusus Ujas Tour sebesar 0,664 berdasarkan tingkat korelasi dan hasil uji analisis statistic diperoleh nilai p = 0,000 (kurang dari 0,05), dan df = 4 dengan demikian nilai Xhitung 33,097 lebih dari Xtabel 9.488. Hipotesis penelitian H₁ diterima dan H₀ ditolak, ada hubungan yang signifikansi antara komunikasi interpersonal Tour leader dengan kepuasan jamaah haji khusus tahun 2024.
Kedudukan dan Tugas Camat di Era Otonomi Daerah
Surya, Ida;
Suhardi, H. Muhammad
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024835
Pemerintah Kecamatan di era otonomi Daerah, sudah banyak mengalami perubahan seiring dengan perubahan paradigm pemerintahan sebagaimana diamanatkan di dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Tujuan kedudukan dan tugas Camat di era Otonomi Daerah untuk meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan public, melaksanakan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat Desa/ Kelurahan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian empiris dengan pendekatan kajian Perundang Undangan dan pendekatan konsep dan sosiologis. Analisis data yang digunakan adalah metode penafsiran perundang undangan dan penafsiran autentik serta data lapangan. Hasil yang diharapkan adalah pemerintah Kecamatan dituntut bersikap peka terhadap perubahan yang terjadi. Semua pelayanan public dan layanan sipil yang semula konvensional sekarang dituntut harus berbasis teknologi, Camat selaku kepala pemerintahan di tingkat Kecamatan serta unit unit pemerintahan lainnya termasuk pemerintahan Desa/Kelurahan hendaknya melakukan kerja sama dan koordinasi di semua sektor.Abstract. Subdistrict governments in the era of regional autonomy have experienced many changes in line with changes in the government paradigm as mandated in Law Number 23 of 2014 concerning Regional Government. The aim of the position and duties of the sub-district head in the Regional Autonomy era is to improve coordination of government administration, public services, carry out development and empower village/district communities. The method used is an empirical research method with a statutory study approach and a conceptual and sociological approach. The data analysis used is the method of statutory interpretation and authentic interpretation as well as field data. The expected result is that the sub-district government is required to be sensitive to the changes that occur. All public services and civil services that were previously conventional are now required to be technology-based. The sub-district head as head of government at the sub-district level and other government units, including village/sub-district governments, should collaborate and coordinate in all sectors.
Sosialisasi Pendampingan Orang Tua Kreatif dalam Menumbuhkan Karakter Anak Usia Dini melalui Media Bahan Daur Ulang di TK Kreatif Cendekia Surabaya
Asmara, Berda;
Sunanto, Sunanto;
Rulyansah, Afib;
Puspitarini, Renny Candradewi
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024761
Tujuan dari Pengabdian Masyarakat adalah merupakan kewajiban sebagai seorang dosen selain Penelitian dan Pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran di Lembaga PAUD sangat diperlukan melalui permainan dan media yang menyenangkan dan yang sesuai dengan usia anak. Oleh sebab itu peraga sangat diperlukan dalam pembelajaran Anak Usia Dini. Media sangat diperlukan agar dapat menarik minat Anak Usia Dini. Pengadaan alat peraga sangat dibutukan, tidak harus beli dalam membuat permainan yang menyenangkan untuk Anak Usia Dini, bahkan bisa memakai dari bahan daur ulang atau bahan bekas yang masih bisa terpakai. Berdasarkan keadaan di lapangan seperti di atas maka kami mengadakan kegiatan berupa pengabdian masyarakat. Pengabdian Masyarakat yang akan dilakukan adalah pendampingan kepada orang tua untuk menumbuhkan karakter Anak Usia Dini melalui kegiatan permainan yang menyenangkan dengan menggunakan media bahan daur ulang atau bahan bekas yang masih bisa terpakai dan yang dikenal oleh anak. Pelaksanaan akan dilakukan di TK Kreatif Cendekia Surabaya dengan alasan FKIP UNUSA pada tahun-tahun sebelumnya telah menjalin kerjasama (MoU) dengan lembaga tersebut melalui Tri Dharma. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kreativitas orang tua dan menambah semangat dan antuasias anak usia dini selam SFH (School From Home).Abstact: The objective of Community Service is to fulfill an obligation as a faculty member, in addition to Research and Education. The implementation of learning in Early Childhood Education Institutions is essential through enjoyable games and media that are age-appropriate for the children. Therefore, instructional aids are crucial in the learning process of Early Childhood. Media is necessary to attract the interest of Early Childhood. The provision of teaching aids is imperative, and it is not necessary to purchase new items for creating enjoyable games for Early Childhood. Instead, recycled materials or reusable waste materials can be used. Based on the field conditions as described, we have organized community service activities. The Community Service to be undertaken involves assisting parents in nurturing the character of Early Childhood through enjoyable gaming activities using recycled materials or reusable waste materials familiar to the children. The implementation will take place at TK Kreatif Cendekia Surabaya, chosen because FKIP UNUSA had previously established a partnership (MoU) with this institution through Tri Dharma. This activity aims to enhance the creativity of parents and boost the enthusiasm and eagerness of early childhood children during SFH (School from Home).
Program Optimalisasi Skill Siswa SMK pada Bidang Fotografi dan Videografi untuk Persiapan Menghadapi Dunia Kerja
Arum Andary Ratri;
Inno Cahyaning Tyas;
Muhammad Hilmy
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024674
Dewasa ini, persaingan akan dunia kerja semakin ketat. Jumlah pencari kerja dengan lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding (Arifin Sani, 2019). Para pencari kerja haruslah memiliki skill atau keterampilan agar mempunyai nilai lebih pada saat mencari pekerjaan. Salah satu skill yang saat ini banyak dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi adalah skill fotografi dan videografi. SMK Safinatul Huda yang lulusannya nanti diharapkan siap untuk menghadapi dunia kerja belum pernah mendapatkan pembekalan ataupun pelatihan seputar Fotografi dan Videografi. Metode yang dapat diterapkan adalah dengan memberikan pelatihan seputar Fotografi dan Videografi. Pelatihan tersebut terlebih dahulu diberikan beberapa pemaparan terkait pengetahuan apa saja yang diperlukan, kemudian dilakukan praktek langsung. Berdasarkan hasil dari kegiatan pelatihan yang telah dilakukan, seluruh peserta kegiatan pelatihan yang awalnya sama sekali tidak memiliki pengetahuan seputar fotografi dan videografi menjadi bisa. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa foto dan video yang telah dihasilkan dan berdasarkan testimoni dari beberapa peserta pelatihan.
Pengaruh pijat bayi terhadap durasi menyusu neonatus di wilayah kerja Puskesmas Kibin Kabupaten Serang
Putri, Dian Priharja;
Yuningsih, Sukarni Setya
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2023813
Exclusive breastfeeding protects infants against harmful diseases and strengthens the bond between mother and child. To reduce child morbidity and mortality, it is recommended that children be fed only with breast milk for at least 6 months. As many as 31.36% of the 37.94% of sick children in Indonesia do not receive exclusive breastfeeding. Exclusive breastfeeding also prevents stunting and contributes to reducing the risk of obesity and chronic diseases. For this reason, it is important to make efforts so that mothers are able to provide maximum breastfeeding. This research is a pre-experimnetal design with control group design. The sample was 50 breastfeeding mothers who have neonates (0-30 days old) in the working area of Kibin Community Health Center, Serang Regency in October 2023. Analysis using T-Indepent test with SPSS 27.0. There was no difference in the average duration of breastfeeding on day 10 (5.44 minutes) and day 20 (5.52 minutes) in the group that did not do baby massage. While in the group that did baby massage there was an increase in the average duration of breastfeeding on day 10 (5.40 minutes) and day 20 (7.36 minutes). The result of t-test obtained p-value = 0.00 (less than 0.05) means statistically shows that infant massage has an influence on the duration of breastfeeding in neonates in the working area of Kibin Health Center, Serang Regency. Infant massage has an influence on breastfeeding duration of neonates in the working area of Kibin Health Center, Serang Regency
Pelatihan Media Digital Edugame untuk Mengembangkan Multiple Intelligence Anak Usia 5-6 Tahun pada Era Revolusi Industri 4.0
Rihlah, Jauharotur;
Rulyansah, Afib;
Hardiningrum, Andini;
Shari, Destita
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024640
Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edugame dalam mengembangkan berbagai aspek kecerdasan anak. Permasalahan mitra yang saat ini terjadi adalah Orang tua dan pendidik mungkin memiliki pemahaman yang terbatas tentang manfaat sebenarnya dan potensi risiko dari edugame dalam mengembangkan multiple intelligence anak usia 5-6 tahun, Keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung pembelajaran melalui edugame sangat penting. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah 80% anak-anak yang berpartisipasi menunjukkan minat dan keterlibatan yang tinggi dalam edugame. Anak- anak menunjukkan peningkatan keterampilan komunikasi melalui aktivitas edugame yang mendorong komunikasi verbal dan visual. Edugame mampu mengembangkan berbagai jenis kecerdasan, terutama kecerdasan kinestetik melalui permainan fisik dan kecerdasan linguistik melalui tantangan berbicara dan menulis, 90% orang tua merasa edugame mendukung pengembangan berbagai aspek kecerdasan anak-anak, 60% pendidik melaporkan adanya peningkatan dalam minat dan partisipasi anak-anak dalam proses belajar. Abstract: This Community Service Program aims to analyze the effectiveness of edugames in developing various aspects of children's intelligence. The current issue faced by partners is that parents and educators may have limited understanding of the actual benefits and potential risks of edugames in developing the multiple intelligences of 5-6-year-old children. Active parental involvement in supporting learning through edugames is crucial. The results of this community service show that 80% of participating children exhibit high interest and engagement in edugames. Children show improved communication skills through edugame activities that encourage verbal and visual communication. Edugames are capable of developing various types of intelligence, especially kinesthetic intelligence through physical games and linguistic intelligence through speaking and writing challenges. 90% of parents feel that edugames support the development of various aspects of their children's intelligence, and 60% of educators report an increase in children's interest and participation in the learning process.
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Yang Mengalami Edema Kaki Dengan Intervensi Rendam Air Hangat dan Campuran Kencur di Klinik Bersalin Idayani Stabat Tahun 2023
Sihombing, Setia;
Wati, Tri Suci Dewi;
Tryaningsih, Ucy;
Devi, Putri Sari
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024857
Berdasarkan data WHO 2015 didapat angka kejadian keluhan bengkak terjadi sekitar 75%. Data dari Departemen Kesehatan RI tahun 2016 80% wanita hamil di Indonesia mengalami keluhan bengkak pada kaki secara fisiologi 35%. Edema dependen pada kaki timbul akibat gangguan sirkulasi vena dan peningkatan tekanan vena pada ekstremitas bagian bawah. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi Edema kaki pada ibu hamil trimester III adalh dengan pijat kaki dengan rendam air hangat ditambah campuran kencur. Tujuan Penelitian adalahMampu melaksanakan Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Yang Mengalami Edema Kaki dengan Intervensi Rendam Air Hangat dan Campuran Kencur di Klinik Bersalin Idayani Stabat Tahun 2023 menggunakan pendekatan kebidanan 7 langkah Varney. Metode penelitian adalah metode deskriptifdengan sasaran ibu hamil edema dilakukan pada tanggal 27-29 Juli 2023 dan lokasi di Klinik Bersalin Idayani Stabat. Hasil Penelitian adalahEvaluasi pada ibu hamil dengan odema pada kakiadalah ibu mengatakan bahwa kaki ibutidak bengkak lagi, ibu mengatakan badan dan pikiran lebih refress, dan hasil pemeriksaan kaki tidak edema dengan intervensi pijat kaki sambil direndam pada air hangat dicampur kencur. Kesimpulan Pada kasus Ny.F, setelah dilakukan asuhan intervensi pijat kaki sambil direndam pada air hangat dicampur kencur selama 3 hari kaki ibu tidak edema lagi dan diagnosa potensial tidak terjadi.
Program pendidikan dan intradialytic exercise pasien yang menjalani hemodialisis
Giri Susanto;
Sugiarto Sugiarto
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024721
Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan hilangnya fungsi ginjal yang bersifat ireversibel dan progresif dimana hemodialisis menjadi salah satu alternatif pengobatan. Ketidak patuhan terhadap program terapi dan masalah fisik yang timbul seperti fatigue merupakan hal yang harus mendapat perhatian. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengaruh program edukasi dan intradialytic exercise: flexibility pada pasien yang menjalani hemodialisis. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh pasien rutin menjalani hemodialisis yang berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah, dan diskusi serta tanya jawab serta kegiatan intradialytic exercise: flexibility. Hasil kegiatan terjadi peningkatan signifikan rata-rata keseluruhan pengetahuan dari 46,5% sebelum intervensi menjadi 86,5% sesudah program Pendidikan dan latihan fisik intradialytic exercise: flexibility. Kesimpulan: Program edukasi memberikan efek yang positif terhadap keseluruhan pengetahuan dan latihan fisik intradialytic exercise: flexibility dapat menjadi alternatif pilihan dalam membantu pasien dalam beradaptasi dengan proses hemodialisis
Gambaran Pengetahuan dan Sikap terhadap Minuman Manis pada Usia Dewasa Muda di Kepulauan Riau
Rizma, Amalina;
Herviana, Herviana;
Anggraini, Citra Dewi;
Gemini, Savitri;
Rosyidah, Haqqelni Nur
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024871
Minuman manis merupakan minuman yang mengandung gula atau bahan pemanis berkalori yang dapat meningkatkan risiko penyakit Diabetes Melitus (DM) tipe II jika dikonsumsi berlebihan. Proporsi kebiasaan konsumsi minuman manis sebanyak 1 – 6 kali per minggu paling banyak pada kelompok usia 19 – 29 tahun (40%) dan Kepulauan Riau termasuk dalam peringkat kedua frekuensi terbanyak setelah Bangka Belitung di wilayah barat Indonesia. Kebiasaan konsumsi minuman manis dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap seseorang terhadap minuman manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap terhadap konsumsi minuman manis pada kelompok usia dewasa muda di Kepulauan Riau. Jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 158 orang yang berusia 19-29 tahun dan berdomisili di Provinsi Kepulauan Riau. Pengumpulan data pengetahuan dan sikap terhadap minuman manis diperoleh menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan analisis univariat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 147 orang (93%) dan sebagian besar responden memiliki sikap positif (53,2%) terhadap minuman manis. Kelompok usia dewasa muda seharusnya dapat mempertimbangkan jumlah gula dan kalori yang terkandung dalam minuman manis agar dapat mencegah terjadinya penyakit tidak menular.
Pembuatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Berbasis Cooking Class pada Balita Berbahan Dasar Aloe Vera di Desa Sayati Margahayu Bandung
Mulyani, Yanyan;
Fitriani, Dyah Ayu;
Nopriyanti, Richa;
Lolan, Yosef Pandai;
Sarbini, Amida Sriwianti;
Novita, Lia
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47679/ib.2024893
Pendahuluan: Lidah Buaya (Aloevera sp) dengan manfaat dan nilai ekonimis yang tinggi menjadikan tanaman ini sebagai komoditi unggulan khususnya di Indonesia. Tidak hanya sebagai tanaman hias saja numun juga saat ini lidah buaya kerap dimanfaatkan sebagai obat, makanan, minuman hingga bahan baku pembuatan kosmetik. Kurangnya edukasi, informasi serta pemahaman terkait manfaat tanaman ini berimbas terhadap kurangnya ataupun turunnya antusiasme masayrakat khususnya dalam mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada. Tujuan: Program cooking class pembuatan PMT balita berbahan dasar aloe vera dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah Makanan Tambahan pada kader agar mereka tahu, mau, serta mampu melakukan dan mengolahnya. Metode Penelitian: Pengabdian Masyarakat ini menggunakan metode promotive dan preventif yang akan dibagi menjadi tiga tahapan, tahapan pertama mengumpulkan Ibu balita dan kader posyandu, tahap kedua pelaksanaan cooking class olahan makanan dan minuman aloe vera untuk PMT balita, dan tahap ketiga pembagian makanan hasil olahan pada saat pemberian vitamin A. Hasil: Dari kegiatan masayarakat ini memberikan produk yakni meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tatacara, tekinik ataupun metode dalam memproduksi dan membuat minuman dari lidah buaya sebagai upaya dalam meningkatkan nutrisi balita. Kesimpulan: dalam upaya perubahan pengetahuan serta penguatan pemehaman ini diharapkan masyarakat lebih antusias dalam mengelola dan memanfaatkan potensi dari lidah buaya