cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 223 Documents
Sosialisasi Pentingnya Protokol Kesehatan Pada Ibu Hamil dan Bidan Dalam Pelaksanaan Antenatal Care Novianti, Hinda; Abidah, Siska Nurul; Windarti, Yunik
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.326

Abstract

Kunjungan ANC mulai beranjak naik di awal tahun 2022, sejak kasus covid berangsur menurun. Hal ini memicu fenomena  kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan mulai diacuhkan. Padahal tidak bisa dipungkiri masih ada angka kejadian covid maupun penyakit lain yang ditularkan melalui virus yang bisa mengganggu kesehatan ibu dan janin, sebab ibu hamil lebih beresiko 2 kali lipat lebih tinggi terpapar virus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu dan bidan  agar tidak lalai dalam menjaga kebersihan dan memutus mata rantai penularan covid dan penyakit lain yang menular oleh virus dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi secara langsung kepada ibu hamil dan bidan di PMB Lastakningsih pada bulan Februari-April 2022, serta diberikan leaflet yang berisi tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan. Ibu hamil dan bidan diberikan kuesioner pretest dan posttest,  untuk mengukur tingkat pemahaman peserta.peserta berjumlah 42 orang. Hasil pretest yang berpengetahuan baik 62%, hasil posttest pengetahuan baik 90,4%. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan kemampuan dan pengetahuan ibu hamil dan bidan dalam memahami dan mentaati protokol kesehatan sehingga tidak terjadi peningkatan angka kesakitan dan kematian pada  ibu dan janin. Pemberian edukasi ini diharapkan bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan terutama bagi ibu hamil.
Bijak Mengenal Obat Diabetes Melitus (DM) Pada Masyarakat Kudus Wijaya, Hasty Martha; Rahmawaty, Annis; Lina, Rifda Naufa; Setyoningsih, Heni; Pratiwi, Yulia; Palupi, Dian Arsanti; Hidayati, Rakhmi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.319

Abstract

Diabetes adalah suatu sindroma yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan karena adanya penurunan sekresi insulin. Prevalensi DM secara global terus meningkat hingga menjadi 3 kali lipat pada tahun 2030. Peggunaan obat yang tidak rasional dapat mengakibaktkan permasalahan, seperti kegagalan terapi, timbulnya efek samping dan memperburuknya penyakit. Bijak dalam mengenali obat DM sangat diperlukan untuk mengurangi kesalahan dalam penggunaan obat, karena informasi yang didapatkan sering tidak diperhatikan dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat kali ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengenal obat-obat DM sehingga dapat digunakan secara bijak, tepat dan rasional. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini memberikan leaflet dan mengedukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengenal dan menggunakan obat DM secara rasional. Kegiatan pengabdaian dilakukan di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Sampel kegiatan ini adalah masyarakat Kudus yang sedang mengikuti acara Car Free Day. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, masyarakat menjadi lebih memahami dan mengerti terkait obat-obat DM untuk lebih bijak dalam menggunakan obat DM sehingga mengurangi kesalahan dalam penggunaan obat
Upaya Penguatan Kader Posbindu Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di Dusun Watukaras, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi Sa’adah, Hamidatus Daris; Nisak, Raudhotun; Prawoto, Edy
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.321

Abstract

Peningkatan kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat karena menambah beban ekonomi dan social keluarga dan masyarakat. Dari 100 orang penyandang PTM sebanyak 60 orang tidak menyadari dirinya mengidap PTM, sehingga terlambat dalam mendapatkan penanganan yang mengakibatkan terjadinya komplikasi. Skrining factor resiko Penyakit Tidak Menular seperti pengukuran tekanan darah, Gula darah sewaktu, Indeks Massa Tubuh dan lain-lain dapat dilakukan secara mandiri oleh setiap orang, namun masih banyak pula yang memerlukan bantuan melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Tujuan: Kegiatan Kader Posbindu dibuat bertujuan untuk memberikan pengetahuan umum tentang Penyakit Tidak Menular beserta factor resikonya yang memudahkan bagi kader Posbindu dalam mengenal, mendeksi sedini mungkin dan mengendalikannya setelah terkena. Sehingga diharapkan dapat menjadi contoh/agen perubah bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya. Metode: Penelitian ini adalah penelitian naratif studi literature yang menggambarkan Upaya Penguatan Posbindu dalam mendeksi dini penyakit tidak menular (PTM). Hasil: Penelitian yang didapatkan 20 ibu kader  yang memenuhi kriteria. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil Saran yang diberikan adalah Penguatan materi terkait tugas kader posbindu,  Praktek/Simulasi pemeriksaan kesehatan sederhana, dan Pemberian Alat Pemeriksaan kesehatan kepada kader posbindu yang dilakukan dalam waktu sehari dengan memperhatikan proktokol kesehatan. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 15 orang yang terdiri dari Bu kasun, Kader, dan Programer Penyakit Tidak Menular Puskesmas. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan meliputi kegiatan  penguatan kader dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pelaksanaan posbindu. Pendampingan pada kader perlu adanya keberlanjutan untuk meningkatkan keberlanjutan kegiatan Posbindu dan peningkatan kesehatan masyarakat. 
Pencegahan Penularan TBC Melalui Implementasi Cekoran Bu Titik (Cegah Resiko Penularan Melalui Batuk Efektif dan Etika Batuk) Pada Remaja di SMAN 2 Kudus Pramudaningsih, Icca Narayani; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna; itriana, Vera F; Khamdannah, Erlin Nur; Fitriana, Annisa Aisyatul
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.327

Abstract

Penyakit Tuberculosis (TB) sampai saat ini merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia terutama di Indonesia. TB paru menduduki peringkat ke 2 sebagai penyebab utama kematian akibat penyakit menular setelah Human Immuno deficiency Virus (HIV). Penyakit Tuberkulosis paru mudah menyebar di udara ketika orang-orang yang sakit dengan Tuberkulosis paru melepaskan bakteri melalui mekanisme batuk. Penyebaran bakteri ini melalui percikan dahak atau droplet nuclei yang dilepaskan oleh penderita TBC melalui batuk, bersin atau berbicara secara berhadapan langsung. Peningkatan kasus TBC berhubungan dengan derajat Kesehatan dimsyarakat. Faktor paling besar yang mempengaruhi derajat kesehatan adalah faktor lingkungan dan perilaku masyarakat sendiri yang dapat merugikan Kesehatan. Faktor risiko penularan Tuberkulosis adalah faktor lingkungan dan faktor perilaku, faktor lingkungan meliputi ventilasi, kepadatan hunian, suhu, pencahayaan dan kelembaban. Sedangkan faktor perilaku meliputi kebiasaan merokok, meludah atau membuang dahak di sembarang tempat, batuk atau bersin tidak menutup mulut dan kebiasaan tidak membuka jendela. Melakukan batuk yang benar bukan saja dapat mengeluarkan sputum secara maksimal tetapi juga dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal. Selain dengan batuk efektif, terdapat beberapa cara dalam pengendalian penyakit Tuberculosis paru yaitu dengan membudayakan hidup bersih dan sehat dan membudayakan perilaku etika berbatuk. Etika berbatuk merupakan tata cara batuk yang benar dan efisien dengan caraa menutup hidung dan mulut dengan tissue atau lengan baju atau dengan menggunakan masker. Tujuan etika batuk untuk mencegaah perluasan penyebaran penyakit melalui udara (airbone ) khusus nya pada penyakit infeksius seperti TB.
Implementasi Work From Home (WFH) Saat Pandemi Covid-19 di Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir: Dampak Postif dan Negatif Arifal, Dito Achmad; Syakurah, Rizma Adlia
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.323

Abstract

Salah satu kebijakan pemerintah untuk pencegahan virus COVID-19 yaitu bekerja dari rumah atau disebut juga dengan Work From Home (WFH). WFH adalah cara kerja yang fleksibel atau flexible working. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan WFH dan WFO bagi pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan Praktikum Kesehatan Masyarakat (Magang) dilaksanakan di Dinas Kesehatan Ogan Ilir sejak 1 Juli – 30 Juli 2021. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan participant observation.  Objek yang diamati adalah pelaksanaan WFH dan WFO bagi pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir menggunakan pendekatan sistem yaitu input, proses, dan output. Hasil yang didapat kemudian dievaluasi dengan peraturan terakit dan referensi lainnya, termasuk buku dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan dampak positif penerapan WFH yaitu jam kerja menjadi lebih fleksibel, pegawai merasa lebih aman saat bekerja tanpa khawatir terpapar COVID-19, menghemat waktu dan biaya perjalanan ke kantor serta memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga. Sementara dampak negatif pegawai merasakan adanya distraksi yang menghambat penyelesaian pekerjaan mereka seperti distraksi teknis yaitu seperti pekerjaan yang mengharuskan melihat dokumen langsung yang ada di kantor, mau tidak mau pegawai tersebut harus mengerjakan tugas saat kerja di kantor lagi. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan WFH di Dinas Kesehatan Ogan Ilir telah sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan, serta memiliki dampak positif dan negatif bagi pegawai. Diharapkan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir menggunakan aplikasi absensi pegawai secara online untuk memudahkan merekap semua data kehadiran pegawai. 
Mengenali dan Mencegah Progesivitas Hipertensi Pada Lansia di Desa Gondosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Wulan, Emma Setiyo; Listyarini, Anita Dyah; Arsy, Gardha Rias; Hindriyastuti, Sri; Purwandari, Nila Putri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.324

Abstract

Penyakit hipertensi sering disebut the silent disease. Hipertensi dapat menyebabkan peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler, seperti jantung dan stroke. Umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Faktor pemicu hipertensi dapat dibedakan antara yang dapat dikontrol dan tidak dapat dikontrol. Untuk yang tidak dapat dikontrol seperti keturunan, jenis kelamin, dan umur. Sedangkan yang dapat dikontrol adalah kegemukan, merokok, serta konsumsi alcohol dan garam. Hipertensi dapat dicegah dengan pola hidup sehat melalui pengaturan pola makan yang baik, aktifitas fisik dan istirahat yang cukup. Berdasarkan data yang diperoleh dari wilayah desa Gondosari Kecamatan Gebog kelompok hipertensi yang mengeluh pusing sebanyak 36 %, dan 64 % tidak tahu tentang hioertensi dan sering mengkonsumsi kopi ataupun merokok.Dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi melalui penyuluhan langsung di desa tersebut. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang hipertensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif, ceramah dan diskusi di desa Gondosari Kecamatan Gebog. Hasil dari kegiatanvpengabdian masyarakat ini dilihat dari peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam berdiskusi dan tanya jawab secara tepat sesuai dengan materi yang telah diberikan sebelumnya Simpulan dari kegiatan pengabdian masyrakat ini adalah peserta terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dan cara mencegah hipertensi. 
Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Jiwa Remaja di Masa Pandemi Covid 19 Kristianingsih, Yustina; Winarni, Sri; Wangge, Vincentia Nona
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i1.209

Abstract

Pandemi  covid 19 yang berjalan 2  tahun ini telah terjadi banyak perubahan pola kehidupan yang memaksa keluarnya kebijakan pembatasan sosial. Di pendidikan  menengah remaja juga harus melaksanakan pembelajaran daring yang membuat remaja kurang bisa aktulisasi peran masa mudanya. Anak-anak  dan remaja berpotensi mengalami masalah kesehatan jiwa sebagai akibat dari pandemi covid 19. Pencegahan bisa dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan kepada remaja sehingga remaja dapat memahami tentang kesehatan jiwa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pendidikan kesehatan secara daring dengan menggunakan zoom dengan jumlah sasaran 311 siswa. Analisis yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan analisis univariate untuk melihat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan tentang kesehatan jiwa dan tips sehat jiwa. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat dilaksanakan secara kontinyu untuk masalah kesehatan lainnya.
Penguatan Peran Keluarga Untuk Mewujudkan Lansia Smart Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kayen Sleman Yogyakarta Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i2.348

Abstract

Meningkatnya jumlah populasi lansia menimbulkan peningkatan permasalahan kesehatan lansia sehingga diperlukan peran keluarga. Peran keluarga memberikan perubahan positif bagi kehidupan lansia dan meningkatkan kesejahteraan. Peran dan pemahaman keluarga dalam hal merawat lansia terutama di masa pandemic Covid-19 masih rendah. Untuk itulah program pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terkait peran keluarga dalam merawat lansia yang tinggal bersama, mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif, dan produktif (SMART) melalui peningkatkan aktivitas fisik seperti senam otak dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam empat tahapan yaitu Focus Group Discussion (FGD), Skrining, Penyuluhan dan Senam Otak, dan Evaluasi. Program ini dilakukan di Kayen Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta selama tiga bulan yang dihadiri oleh 28 orang termasuk kader kesehatan, keluarga, dan lansia. Hasil dari program ini didapatkan peningkatan pengetahuan keluarga dengan perubahan nilai APGAR keluarga pada lansia yaitu disfungsi rendah 89,3%, disfungsi sedang 10,7%, dan disfungsi tinggi 0%.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Kesehatan Jiwa Serta Kepedulian Terhadap Kelompok Resiko dan Gangguan Jiwa Ekayamti, Endri; Rohmawati, Dhian Luluh; Komalawati, Rini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i2.254

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan jiwa adalah masalah bersama yang perlu mendapatkan perhatian serius, sehingga diperlukan pembahasan yang mengarah pada bagaimana pemberdayaan individu, keluarga, maupun masyarakat untuk bisa menjaga dan mengoptimalkan kondisi sehat jiwanya dalam berkehidupan sehari-hari. Setiap orang dapat berpotensi mengalami masalah kesehatan jiwa, ini dapat terjadi pada kelompok sehat maupun kelompok resiko seperti penyakit fisik. Gangguan fisik dan mental saling berhubungan, dimana penyakit fisik menimbulkan gangguan mental, dan gangguan mental akan memperparah penyakit fisik yang diderita. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan tentang kesehatan jiwa pada kelompok sehat dan kelompok resiko, serta meningkatkan kepedulian keluarga dan masyarakat pada kelompok gangguan jiwa. Metode: Metode yang digunakan adalah penyuluhan, deteksi dini dan pendampingan keluarga. Hasil: Hasil yang di dapatkan dari penyuluhan terjadi peningakatan pengetahuan warga tentang kesehatan jiwa dari 52,5% pada saat pretest menjadi 78,5% pada posttest. Hasil deteksi dini tentang kesehatan jiwa dengan kuesioner SRQ-29 didapatkan sebagian besar berada pada status sehat jiwa sebanyak 59 (78,7%). Hasil dari pendampingan keluarga didapakan keluarga telah mampu mendapingi keluarga yang sakit untuk memenuhi kebutuhan harian keluargannya seperti minum obat serta mengantarkannya ke posyandu jiwa di desa Purwosari. Kesimpulan: Dukungan dari berbagai pihak ini akan mampu meningkatkan kesehatan jiwa di masyarakat, dan mengurangi kekambuhan pada meraka yang berada pada kelompok gangguan jiwa.
Pemanfaatan Infused Water Minuman Sehat Sebagai Daya Tahan Tubuh Bersama Pengurus PKK Desa Prambatan Lor Kudus Sugiarti, Lilis; Lina, Rifda Naufa Naufa; Palupi, Dian Arsanti; Setyoningsih, Heni; Pratiwi, Yulia; Wijaya, Hasty Martha; Rahmawaty, Annis; Hidayati, Rakhmi; Listyarini, Anita Dyah; Choiriyah, Nur Choiriyah; Lusiana, Melisa Octa; Kurniawan, Irvan
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i2.349

Abstract

Pemanfaatan infused water sebagai minuman sehat untuk daya tahan tubuh perlu disebarluaskan di masyarakat pasca pandemic Covid 19. Infused water atau spa water adalah air yang ditambah dengan potongan buah-buahan dan didiamkan selama beberapa jam sampai sari buahnya keluar, lalu siap dikonsumsi, sehingga memberi cita rasa dan manfaat untuk kesehatan. Infused water dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bagi mereka yang tidak atau kurang suka buah dan tidak sempat mengkonsumsi buah. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat dalam pembuatan infused water, serta pentingnya meningkatkan imunitas tubuh dengan memanfaatkan minuman kesehatan seperti infused water. Metode yang digunakan adalah deskriptif, ceramah, diskusi dan praktek langsung pembuatan infused water bersama  pengurus PKK desa Prambatan Lor Kabupaten Kudus. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dilihat dari peningkatan pengetahuan dan kemampuan        peserta dalam membuat infused water yang benar sesuai petunjuk yang telah disosialisasikan sebelumnya. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta dapat membuat infused water secara mandiri dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari infused water sebagai peningkat daya tahan tubuh.