Articles
223 Documents
Upaya Peningkatan Keselamatan Pasien Melalui Penerapan Early Warning System di RSUD Dr Soeratno Gemolong
Lestari, Siti;
Sunaryo, Tri;
Wulandari, Retno
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i2.343
Kebutuhan ruangan intensif seperti ICU, ICCU, IGD di rumah sakit cenderung mengalami peningkatan sehingga pemenuhan pelayanan intensif tidak memadai karena keterbatasan ruangan. Keadan ini mendorong berkembangnya konsep ICU without wall yaitu pelayanan intensif yang tidak terbatas pada ruangan intensif semata, namun pelayanan intensif dapat diberikan di ruang inap/bangsal umum, dengan kata lain dalam keadaan tertentu pelayanan intensif tidak harus diberikan di ICU. Perawatan pasien kritis yang tidak membutuhkan prosedur khusus dan/atau peralatan tertentu. mampu pelaksanakan Early Warning Score System (EWSS) dalam asuhan keperawatan. Tujuan Pelatihan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat dalam implementasi EWSS. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi dan praktik. Kegiatan ini diikuti oleh 48 perawat, Sebelum dan setelah kegiatan dilakukan test tentang tingkat pengetahuan dan ketrampilan EWSS. Hasil terdapat peningkatan pengethuan dan ketrampilan perawat dalam EWSS. Saran EWSS perlu diimplementasikan di ruangan perawatan sebagai upaya deteksi dini terhadap penurunan kesehatan pasien sehingga bisa diambil langkah secara dini.
Sosialisasi Penerapan Aplikasi Android Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Guna Mencegah Stunting di Dusun Kampala Desa Bonto Matene Kec. Marusu Kab. Maros
Purnamasari, Feby;
Astuti, Fanni;
Selvia, Selvia
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i1.296
Stunting adalah kondisi tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umunya (yang seusia). Stunting merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di Indonesia balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada 2021. Upaya pencegahan stunting salah satu nya dengan Kegiatan pengabdian kepada masyaarkat melalui penyuluhan dan sosialisasi penerapan aplikasi android pematauan tumbuh kembang anak untuk mencegah stunting di Dusun Kampala, Desa Bonto Matene, Kab. Maros dengan sasaran sebanyak 100 ibu yang memiliki anak balita. Kegiatan sosialisasi penerapan aplikasi android tumbuh kembang anak bertepatan dengan kegiatan posyandu warga. Pengabdian kepada masyarakat berisi kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan aplikasi android tumbuh kembang anak terhadap bidan desa, kader, dan masyarakat dalam hal ini para ibu yang memiliki anak balita. Kegiatan yang dilaksanakan mendapat respon positif dari bidan desa, kader, dan masyarakat, pada saat penyuluhan dan sosialisasi pelatihan penerapan aplikasi android pemantau tumbuh kembang anak berlangsung, terjadi interaksi komunikasi yang cukup intensif.
Peningkatan Pengetahuan KB Implan dan Pemasangan KB Implan di Puskesmas Penengahan Lampung Selatan
Mardenelli, Mardenelli;
Hartini, Siti;
Eliyantini, Eliyantini;
Narni, Narni;
Nofianti, Evi;
Sulistiawati, Yuni
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i3.453
Masalah utama di Indonesia adalah laju pertumbuhan penduduk yang masih tinggi, masalah ini bisa dicegah dengan penggunaan alat kontrasepsi yang efektif dan mempunyai efek jangka panjang, salah satu contoh dengan penggunaan KB implant. Keluarga Berencana merupakan suatu usaha menjarangkan kehamilan atau merencanakan jumlah dan penduduk jarak kehamilan dengan menggunakan kontrasepsi. Implant merupakan alat kontrasepsi yang dipasang di bawah kulit. Implant adalah suatu alat kontrasepsi yang mengandung levonorgetrel yang di bungkus dalam kapsul silastic silicon dan dipasang dibawah kulit. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan akseptor tentang implant. Puskesmas Penengahan terletah di Kabupaten Lampung Selatan dengan jarak 100 km dari Universitas Aisyah Pringsewu. Metode; yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab serta pemasangan implan langsung. Tujuan :Dengan program ini di wilayah Puskesmas ini diharapkan masyarakat khususnya perempuan dapat memberikan pengetahuan dan informasi sehingga dapat melakukan KB untuk mengurangi angka pertumbuhan penduduk yang tinggi.Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada kamis tanggal 13 Januari 2024 di Di Puskesmas Penengahan Lampung Selatan yang berjumlah 10 orang.
Pemberdayaan Anak dan Remaja Marginal Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual
Rizki, Lailatul Khusnul;
Safitri, Yati Isnaini;
Abidah, Siska Nurul;
Rahayu, Esty Puji
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i1.414
Fenomena anak jalanan sepertinya tidak pernah lepas dari kehidupan di kota-kota besar, baik di negara maju maupun berkembang. Surabaya sebagai salah satu kota besar di Indonesia tidak bisa menghindari fenomena anak jalanan yang terus meningkat pasca krisis. Anak jalanan nampaknya lebih besar kemungkinannya untuk melakukan perilaku seksual pranikah dan menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Situasi ini tidak lepas dari kehidupan mereka yang terhindar dari aturan di jalanan dalam norma yang serba longgar. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberdayakan anak dan remaja dalam memahami tentang Kesehatan Reproduksi dan perilaku pencegahan kekersan seksual sehingga mereka lebih sadar dan paham apa yang tidak dan harus dilakukan. Metode pelaksanaannya meliputi pretest dengan kuisioner dilanjutkan sosialisasi perilaku pencegahan kekerasan seksual ada anak dan remaja dan diakhiri dengan posttest dengan menggunakan pertanyaan yang sama. Hasil yang diperoleh dari 23 anak dan remaja, sebelum diberikan penyuluhan tidak ada remaja (0%) berpengetahuan baik dan 23 remaja (100%) berpengetahuan cukup. Setelah diberikan penyuluhan tentang dampak pernikahan usia muda, sebanyak 16 remaja (69,6%) berpengetahuan baik dan 7 remaja (30,4%) berpengetahuan cukup. Dari hasil evaluasi yang dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat karena secara signifikan mampu meningkatkan pengetahuan anak dan remaja tentang perilaku pencegahan kekerasan seksual.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI PENYAKIT MELALUI GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DI DSN SIMO II DS SIMO WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KWADUNGAN KABUPATEN NGAWI
Prawoto, Edy;
Nisak, Raudhotun;
Hidayah, Nurul
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i2.399
Change of lifestyle have led to an increase in various diseases, especially non-communicable diseases (NCDs). The increase in these diseases not only affects the health status of individuals, but also adds to the burden and financing of the state. The Healthy Living Community Movement (Germas) is one of the alternative solutions offered to reduce the prevalence of NCDs and other diseases that result from unhealthy lifestyles. The purpose of this community service activity is to conduct early detection of disease and educate residents to actively participate in the healthy living community movement. This activity was carried out on May 8 to June 2, 2023 in the Simo II Hamlet area, Simo Village, Kwadungan District, Ngawi Regency. The results of the implementation of this activity are that a small proportion of residents experience hypertension (23 people), Diabetes Mellitus (6 people), hyperuricemia (12 people), and hypercholesterolemia (8 people). The education that has been provided has also increased the knowledge of local residents where good knowledge is 75%, sufficient knowledge is 15%, and poor knowledge is 10%. This change in knowledge is expected to improve the behavior of the community to be active in Germas so that it can reduce the prevalence of diseases that arise due to unhealthy lifestyles in order to improve optimal health levels
Pemberdayaan Ibu dan Kader Dalam Upaya Meningkatkan Keterampilan Makan Anak
Munjidah, Annif;
Masita, Elly Dwi;
Dewi, Uke Maharani;
Novianti, Hinda;
Delina, Lini
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v6i4.392
Makanan pendamping ASI (MPASI) adalah nutrisi tambahan bayi setelah usia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, ASI tidak dapat mencukupi kebutuhan kalori dan nutrisi harian sehingga MPASI harus diberikan untuk mencegah terjadinya masalah gizi. Namun tidak jarang ditemukan ketidakmampuan anak untuk makan. Proses makan merupakan suatu kegiatan yang memerlukan koordinasi yang simultan dari semua sistem sensorik tubuh. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu baduta dan kader dalam upaya meningkatkan keterampilan makan anak. Pada bulan Maret – Juli 2023 di Kelurahan Wonokromo Surabaya. Sasaran pengabdian masyarakat yaitu seluruh ibu baduta (bayi bawah dua tahun) dan kader posyandu Analisa data menggunakan Analisa deskriptif. Hasil pengabdian masyarakat, ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu baduta dan kader terkait stimulasi anak.
Pemberdayaan Keluarga Tentang Pentingnya Seks Edukasi Sebagai Upaya Preventif Mencegah Kenakalan Remaja
Ekayamti, Endri;
Lukitaningtyas, Dika;
Maimunah, Siti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i2.398
Latar Belakang: Remaja memiliki emosi yang labil, masa ini terjadi perubahan perilaku, tindakan-tindakan yang dilakukan cenderung tidak difikirkan secara matang. Rasa keingintahuannya yang besar membuat mereka mencari tahu dengan caranya sendiri. Salah satunya adalah keingintahuan tentang seksualitas. Yang berbahaya adalah remaja mencari tahu mengenai rasa penasarannya tentang seksualitas dari sumber lain seperti melalui media social, internet, teman atau pada orang lain yang tidak tepat. Peran dan pengetahuan orang tua sangat penting didalam mendampingi remaja supaya tidak terjerumus dalam kenakalan remaja terutama pada perilaku seks bebas. Tujuan: meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya pendidikan seks sejak dini pada remaja supaya tidak terjerumus dalam kenakalan remaja. Metode: penyuluhan dan pendampingan pada keluarga dalam memberikan pendidikan seks sejak dini pada remaja. Hasil: kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dengan lancar, penyuluhan bertempat dibalai Desa Sambiroro yang dihadiri 67 warga. evaluasi kegiatan tingkat pengetahuan pada pre test sebagian besar orang tua dalam kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 30 (44,7%), dan kategori baik sejumlah 12 (18%). Setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan hasil menjadi pengetahuan baik sejumlah 47 (70,2%) dan cukup sebanyak 17 (15,3%). Pendampingan khusus dilakukan pada dua keluarga yang memiliki anak berisiko terjerumus kearah kenakalan remaja berjalan dengan lancar. Kesimpulan: edukasi seks sejak dini pada remaja penting guna mencegah kenakalan pada remaja, terutama dengan kamajuan tehnologi yang begitu pesat, orang tua harus memiliki pengetahuan yang baik sehingga bisa mendamping anak-anaknya untuk bertumbuh secara baik.
Edukasi Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Pasien Dengan HIV/Aids di Puskesmas Sentani
Makualaina, Fenska Narly
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i1.407
Banyak permasalahan yang dihadapi oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Sentani, salah satunya yaitu diskriminasi oleh pasien dan keluarga terhadap penerimaan informasi status kesehatan pasien dengan HIV AIDS. Seperti yang diketahui bahwa Papua termaksud dalam lima provinsi dengan jumlah kasus HIV AIDS tertinggi. Papua berada pada urutan ke lima dengan jumlah kasus HIV dan AIDS pada urutan pertama. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan informasi dan mengedukasikan perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan pasien dengan HIV AIDS di Puseksmas Sentani. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif, dimana petugas kesehatan yang bertugas di Poli VCT Puskesmas sentani turut serta terlibat dan berperan aktif dalam diskusi yang dibuat oleh penyuluh. Jumlah partisipan yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 12 orang. Ditemukan dari hasil penyuluhan 10 orang partisipan aktif bertanya kepada penyuluh tentang bagaimana mendapatkan perlindungan hukum tersebut serta regulasi terkait perlindungan hukum itu sendiri. Diakhir kegiatan diskusi dan tanya jawab penyuluh membagikan leaflet sebagai bahan informasi tambahan. Dari hasil penyuluhan dapat disimpulkan bahwa keterbatasan informasi tentang hak dan kewajiban, bentuk sanksi, dan perlindungan hukum bagi pasien serta tenaga keshatan dapat mempengaruhi pola komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan.
Edukasi Susu Kedelai Terhadap Hot Flash Pada Premenopause di Posyandu Lansia Desa Tanjung Meneng Wilayah Kerja Puskesmas Margojadi
Susilowati, Amin;
Octi, Dea Wambi;
Pratiwi, Dewi;
Mulyanti, Relly;
Wulandari, Retno;
Ifayanti, Hikmah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i3.454
Premenopase merupakan kondisi hipoestrogenik akibat penurnan fungsi dari ovarium. Keadaan ini dapat menyebabkan perubahan sistem perubahan tubuh yang mengalami premenopause, sehingga menimbulkan keluhan-keluhan seperti hot flash. Hot flush mengakibatkan adanya gejala seperti berkeringat di malam hari, jantung berdebar-debar dan perasaan yang tak menentu yang disebabkan adanya penurunan hormon estrogen. Jika tidak ditangani maka akan memperparah kondisi ibu Premenopause. Susu kedelai mampu menurunkan gejala hot flash pada wanita premenopause. Tujuan : Penyuluhan Kepada Mayarakat ini adalah untuk mensistensis gagasan kreatif melalui program penyuluhan edukasi dengan melakukan upaya preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi hot flash pada ibu premenopause. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Posyandu Lansia Desa Tanjung Meneng Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji dan di ikuti oleh 10 orang. Metode : yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi serta tanya jawab dan pemberian susu kedelai serta latihan senam. Hasil : Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman tentang hot flash dan memberikan hasil pengingkatan mengenai pencegahan dan penanganan kanker payudara melalui konsumsi susu kedelai. Pentingnya program pencegahan hot flash pada ibu premenopause untuk mengurangi ketidaknyamanan yang terjadi.
Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes Melitus dengan Melakukan Pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah Sewaktu (GDS) di Panti Werda Serang
Sinaga, Sarma Eko
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v7i1.381
Peningkatan usia lansia cenderung untuk terkena penyakit degeneratif seperti penyakit hipertensi dan diabetes mellitus. Penyakit degeneratif tersebut dapat menyebabkan bertambahnya angka morbiditas, mortalitas, dan disabilitas. Karena itu diperlukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu secara rutin. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mendeteksi dini hipertensi dan diabetes melitus dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu (GDS) di Panti Werda Serang. Metode pelaksanaannya melakukan pengukuran tekanan darah dan gula darah sewaktu kepada lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur tekanan darah dan gula darah sewaktu pada lansia. Kegiatan ini diikuti 30 orang lansia yang ada di panti Werda Serang. Sedangkan analisa datanya menggunakan univariat. Hasil pengukuran tekanan darah pada lansia di Panti Werda Serang terdapat 13% lansia bertekanan darah tinggi, normal 33%, rendah 54%. Sedangkan pengukuran gula darah sewaktu tinggi ada 81%, rendah 8%, normal 11%. Lansia di Panti Werda Serang masih belum menjaga pola makan dan olah raga secara rutin. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengukuran gula darah sewaktu yang cukup tinggi. Untuk itu agar lansia dapat hidup sehat dan mandiri maka diharapkan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu dengan rutin.