cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 223 Documents
Intervensi Edukasi Penyuluhan Gizi Pada Orang Tua Anak Dengan Kebutuhan Khusus di SLB Pembina 1 Yogyakarta Pratiwi, Etik; Adi, Giri Susilo
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.329

Abstract

Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak yang bila dibandingkan dengan kondisi anak normal memiliki kondisi lebih rendah  baik secara mental, intelektual , sosial maupun emosional. Nutrisi adekuat merupakan salah satu factor guna peningkatan daya tahan tubuh pada anak dengan kebutuhan khusus.Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi  kepada orang tua terkait pentingnya pemberian nutrisi yang seimbang bagi anak dengan kebutuhan khusus. Kegiatan ini dilakukan di SLB 1 Pembina Yogyakarta pada bulan Maret 2022 dengan metode preeksperimental design , yakni memberikan edukasi kepada orang tua dengan anak kebutuhan khusus. Dan melakukan evaluas. . Terdapat 32 peserta  orang tua yang mengikuti kegiatan ini Hasil evaluasi menunjukkan peserta dapat mengikuti kegiatan ini  menunjukkan bahwa orang tua memahami pentingnya gizi cukup dan seimbang sebanyak 32 orang tua dan sebanyak 20 orang tua memahami adanya variasi gizi seimbang pada anak dengan kebutuhan khusus. Orang tua juga memiliki antusias meskipun anak sudah berusia 12 tahun dan duduk di kelas 5 SLB namun ia masih memberikan susu tambahan. Orang tua juga melakukan refleksi terhadap pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pemenuhan nutrisi adekuat. 
Deteksi Dini Kadar Glukosa Darah Sewaktu dan Kadar Asam Urat di Masyarakat Maguwo, Banguntapan, Bantul Putri, Mega Karina; Fajri, M. Alif; Tetuko, Aji
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.294

Abstract

Angka kejadian penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus dan hiperurisemia di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penigkatan menekan angka kejadian penyakit tersebut dengan melakukan deteksi dini atau skrining awal. Deteksi dini atau skrining awal tersebut dilakukan dengan pengecekan dan pengkontrolan kadar gula darah sewaktudan kadar asam urat. Partisipasi berbagai pihak dibutuhkan guna mendukung program pemerintah dalam skrining diabetes mellitus dan hiperurisemia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada masyarakat khususnya di Maguwo tentang pentingnya melakukan deteksi dini atau skrining awal diabetes mellitus dan hiperurisemia.Program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan metode pendekatan partisipatif, dimana mitra binaan terlibat secara aktif pada setiap tahapan. Tahapan-tahapan yang dilakukan antara lain senam sehat, edukasi kesehatan, dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan kadar asam urat.Tahapan senam sehat diikuti oleh 37 orang, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu diikuti 26 orang dan kadar asam urat diikuti 21 orang. Hasil pemerikasaan deteksi dini diabetes mellitus menunjukkan bahwa 21 dari 26 orang atau sebanyak 80,77% berada dikategori kadar gula darah normal. Meski begitu, terdapat 3 orang (11,54%) termasuk ke dalam kategori prediabetes dan 2 orang (7,69%) termasuk ke dalam kategori diabetes. Hasil pemerikasaan deteksi dini artritis gout menunjukkan bahwa 20 dari 24 orang atau sebanyak 83,33% berada dikategori kadar asam urat normal.  Sedangkan, yang termasuk kategori kadar asam urat tinggi terdapat 4 orang (16,67%). Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dan kadar asam urat sebagai skrining awal penyakit diabetes mellitus dan arthritis gout dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan sebagai bentuk upaya untuk pencegahan terhadap terjadinya kejadian penyakit diabetes mellitus dan arthritis gout. 
Optimalisasi Kader Keperawatan Kesehatan Jiwa Peduli Paliatif di Desa Binaan Jepang Pakis Kabupaten Kudus Arsy, Gardha Rias; Yusianto, Wahyu; Rubiyanto, Rubiyanto; Efendi, Kamal Agus; Wulan, Emma Setiyo
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.371

Abstract

Perawatan paliatif memberikan peran penting dalam perawatan kesehatan jangka panjang. Pada individu yang mengalami gejala yang berkaitan dengan nyeri, penyakit, dan penuaan, perawatan paliatif memberikan dukungan dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Pemberian pelayanan keperawatan membantu pasien mendapatkan perawatan paliatif yang mereka butuhkan untuk bantuan jangka panjang dari gejala serta peningkatan rasa kesejahteraan. Tujuan utama dari perawatan paliatif yaitu untuk mengurangi atau menghilangkan gejala yang menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien. Gejala yang berkaitan dengan penyakit seperti kanker, Parkinson, diabetes, dan Alzheimer semuanya dapat menyebabkan pasien mencari perawatan paliatif. Bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan kader kesehatan jiwa tidak hanya terfokus pada sakit fisik melainkan juga psikologis. Adapun tujuan dari kegiatan posyandu kesehatan jiwa adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemeberian pendidikan kesehatan jiwa, pencegahan dan penanganan secara dini dalam pemberian pelayanan kesehatan jiwa dimasyarakat. Sasaran Posyandu Kesehatan Jiwa cukup luas mencakup semua masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan jiwa tidak hanya terfokus pada masyarakat dengan gangguan jiwa berat. Posyandu Kesehatan Jiwa memiliki beberapa kegiatan rutin yaitu: 1) Kegiatan mendata jumlah pasien gangguan jiwa berat yang ada di desa binaan tersebut. 2) Kegiatan memberikan pemeriksaan dengan melibatkan pihak puskesmas dan instansi pendidikan kesehatan disekitar wilayah binaan dengan jangka waktu 1 bulan sekali. 3) Mendeteksi dini masyarakat yang memiliki resiko potensi mengalami gangguan kesehatan jiwa, 4) Kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks masa tubuh, dan tekanan darah, 5) Kegiatan komunikasi teraupetik pada pasien gangguan jiwa yang sudah didata, 6) Kegiatan mendata proses pencetus terjadinya gangguan kesehatan jiwa, 7) Kegiatan rujukan ke fasilitas layanan kesehatan dasar di wilayahnya dengan pemanfaatan sumber daya tersedia termasuk upaya respon cepat sederhana dalam penanganan pra rujukan bagi pasien.
Efektivitas Jahe Merah Sebagai Kontrol Gula Darah Lansia di Wilayah Puskesmas Tegalrejo Adi, Giri Susilo; Pratiwi, Etik; Permanasari, Prisci
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.356

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit peningkatan kadar glukosa darah akibat ketidakmampuan tubuh dalam melakukan pengaturan kadar glukosa. Penyebab dari diabetes melitus sendiri diantaranya adalah genetik, gaya hidup, pola makan, dan jenis makanan yang dikonsumsi.  Jahe merah sering digunakan sebagai tambahan bumbu masakan ataupun minuman penghangat tubuh, kemudian jahe merah juga dapat digunakan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional. Salah satu penggunaannya adalah sebagai obat antidiabetes. Tujuan: memberikan edukasi manfaat jahe merah sebagai nutrisi alami guna pengendalian kadar gula darah lansia. Metode: kegiatan dilakukan melalui metode  ceramah dan grup partisipasi masyarakat. Pengabdi melakukan koordinasi lansia dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta dan kader lansia wilayah Tegalrejo. Lansia diberikan senam selama 40 menit setelah itu dilakukan pengecekan kadar gula darah. Tim Pengabdi memberikan minuman ekstrak jahe merah. Pembahasan: Hasil dan Pembahasan:  karakteristik demografi menunjukkan bahwa mayoritas responden adlah Wanita yakni 67,67 % dan mayoritas usia adalah 60 -70 tahun . kadar gula darah puasa mayoritas lansia adalah kurang dari 100 mmHg. Lansia memahami manfaat jahe merah sebagai alternatif pangan.  Ekstrak jahe merah dapat berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa tikus yang diinduksi oleh streptozosin. Kesimpulan : mayoritas kadar gula darah lansia adalah normal. Masyarakat mengkonsumsi jahe merah secara teratur guna peningkatan kesehatan tubuh dalam kontrol kadar gula darah. 
Pemberdayaan Generasi Milenial Nasyiatul ‘Aisyiyah Seyegan Menuju Terwujudnya Remaja Sehat Berkemajuan Handayani, Nia; Purnamasari, Vita; Azizah, Aisyah Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i2.389

Abstract

Nasyiatul 'Aisyiyah (NA) as part of the autonomous Muhammadiyah organization also contributes to realizing Muhammadiyah's goals in the women's movement segment. NA's contribution to realizing Muhammadiyah's goals for young women in particular. Teenagers are an age group that is the focus of attention for human resource development. Important steps need to be taken because adolescent groups face greater risks and are more vulnerable in the social environment. The millennial era is a period influenced by the sophistication of science and technology which has an influence on attitudes and behavior. The environment undergoes major changes during adolescence and often plays a risky role in adolescent health status. The health status of today's adolescents will determine the picture of the health status of the adult population in the future. The majority of the millennial generation uses technology to make their lives easier, such as searching for information via the internet. To move towards a progressive millennial generation, the hope is that they can make good use of technological developments in developing information in the health sector
Pemberdayaan Kader Dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Herlinawati, Herlinawati; Kurniasih, Uun; Muslimin, Muslimin; Distiani, Dewi Mayang
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i1.347

Abstract

Di temukannya balita yang mengalami gizi buruk dan gizi kurang sebanyak 6 balita atau 2,1 % menjadi perhatian khusus, salah satu penyebabnya adalah kader yang masih mengalami kendala dalam melakukan pemantauan status gizi seperti kurangnya kemampuan dalam memberikan pendampingan gizi, kurangnya pengetahuan tentang asupan dan pemberian makanan tambahan (PMT) sehingga perlu diberikannya Intervensi pemberdayaan kader untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader di Posyandu. Kegiatan pemberdayaan berupa penyuluhan dan pelatihan menunjukkan hasil bahwa pengetahuan dan keterampilan kader meningkat, kader lebih memahami peran pentingnya dalam kegiatan posyandu. Pemahaman dan kemampuan kader tentang penyediaan makanan bergizi, pemantauan status gizi diharapkan dapat lebih cepat menyebarluaskan informasi kepada masyarakat dan dapat mengubah perilaku menjadi keluarga sadar gizi (Kadarzi)
Manajemen Sanitasi Lingkungan dan Rumah Sehat Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang Provinsi Riau Putra, Ifon Driposwana; Yulia, Vinna; Putri, Nadilla Audya; Hilvadani, Tita; Qoirunnisa, Qoirunnisa; Harmain, Harmain; Kuraesin, Meyse; Husna, Latifatul; Saputra, Edi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i3.452

Abstract

Manajemen sanitasi lingkungan adalah usaha mengendalikan semua faktor fisik lingkungan manusia yang mungkin menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik kesehatan dan daya tahan hidup manusia. Rumah sehat merupakan tempat berkumpulnya semua anggota keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kondisi kesehatan rumah dapat berperan sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga sekitarnya. Sanitasi lingkungan dan rumah sehat saling berkaitan dan saling mendukung. Sanitasi lingkungan yang baik akan menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga dapat mendukung terciptanya rumah sehat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat Desa Balam Jaya sadar akan pentingnya menjaga Sanitasi Lingkungan untuk terciptanya Rumah Sehat. Metode yang digunakan yaitu dengan mengundang masyarakat untuk diberikan promosi Kesehatan tentang sanitasi lingkungan dan rumah sehat Kegiatan Ini di lakukan selama 3 minggu yaitu pada tanggal 18 Desember 2023 – 12 Januari 2024, Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa kondisi sampah responden memenuhi syarat 30%, tidak memenuhi syarat 70%, penyediaan air bersih responden memenuhi syarat 85%, tidak memenuhi syarat 15%, dan sanitasi rumah sehat responden memenuhi syarat 60%,  tidak memenuhi syarat 40%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu kondisi sampah tidak memenuhi syarat, penyediaan air bersih, dan sanitasi rumah sehat berada dalam kategori memenuhi syarat. Saran dalam penelitian adalah diharapkan untuk edukasi pentingnya menjaga kondisi sanitasi rumah sehat dan lingkungan.
Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan dalam Penanganan Balita Stunting di Kelurahan Plamongansari Aisah, Siti; Al Jihad, Much Nurkharistna; Setyawati, Dewi; Agustin, Lia; Sri Wahyuni, Dwi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i1.394

Abstract

Latar belakang. Masalah kesehatan stunting saat ini masih menjadi perhatian untuk diatasi dan dicegah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi stunting dengan pendekatan pelayanan posyandu merupakan cara efektif yang berbasis masyarakat. Masyarakat dalam hal ini kader posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan posyandu untuk dapat ditingkatkan kemampuannya dalam penanganan dan pencegahan stunting. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam penanganan dan pencegahan stunting melalui pemberdayaan kader di RW XI Kelurahan Plamongasari Kota Semarang. Metode pemberdayaan kader meliputi brainstorming, penyegaran dan pelatihan kader posyandu, pendampingan keluarga dan kunjungan rumah keluarga balita, serta evaluasi kemampuan kader. Hasil Kegiatan pemberdayaan kader diawali koordinasi dan brainstorming dengan pihak mitra. Penyegaran dan pelatihan kader posyandu dilakukan selama 2 hari. Lingkup materi mencakup pengetahuan dan praktik/ krtrampilan. Materi Pengetahuan deteksi stunting, penanganan dan pencegahan stunting, sedangkan materi praktik / ketrampilan meliputi cara pengukuran antropometri dan memasak menu modifikasi bahan pangan lokal. Kemampuan kader sebelum dilakukan pelatihan tingkat pengetahuan kader dalam penanganan dan pencegahan stunting memasuki kategori kurang, praktik pengukuran antropometri serta  modifiksi menu bahan lokal dalam kategori kurang. Kemampuan kader  setelah dilakukan pelatihan pengetahuan kader dalam penangan dan pencegahan stunting memasuki kategori cukup, serta melakukan pengukuran antropometri dan modifikasi menu bahan pangan lokal dalam kategori cukup. Kesimpulan hasil pengabdian pemberdayaan kader posyandu dapat meningkatkan kemampuan pengetahuan serta praktik/ ketrampilan kader dalam penanganan dan pencegahan stunting pada tatanan keluarga dan masyarakat.
Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Dengan Pemberian Edukasi Tentang Pentingnya Penggunaan Obat Cacing Secara Rutin Setyoningsih, Heni; Ismah, Kadar; Handayani, Yanulia; Yudanti, Gendis Purno
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v7i2.434

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana balita mempunyai postur pendek dengan tinggi badan lebih rendah dari usia sebenarnya. Secara global menunjukan bahwa sekitar 1 dari 4 balita mengalami stunting.  Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masuk dalam sepuluh negara tertinggi dengan peringkat ke-4 jumlah balita stunting di dunia setelah India sekitar 48,3 juta, Pakistan dan Nigeria sekitar 10 juta, kemudian Indonesia yaitu sekitar 8,8 juta. Indonesia menduduki peringkat ke-2 jumlah stunting tertinggi setelah Laos 43,8%, yaitu sebanyak 36,4% pada tahun 2015. Menurut Riskesdes tahun 2018 menunjukkan bahwa angka kejadian gizi buruk di Kabupaten Kudus berada pada urutan ke 13 ditingkat propinsi Jawa Tengah. Kondisi kecacingan yang berat dapat menyebabkan stunting. Infeksi cacing yang berat dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan jika balita yang terinfeksi seperti anemia, defisiensi vitamin A, penyumbatan pada usus, keterlambatan perkembangan, kekurangan gizi, gangguan pertumbuhan atau stunting. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberikan obat cacing secara rutin kepada anak-anak melalui pemberikan edukasi kepada orang tua terutama ibu. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi bersama ibu-ibu PKK di Desa Singocandi Kabupaten Kudus. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan orang tua tentang manfaat penggunaan obat cacing secara rutin sehingga balita terbebas dari stunting dan menjadi role model positif bagi keluarga dan lingkungannya. Simpulan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini bahwa salah satu upaya dalam mencegah stunting dengan meningkatkan pengetahuan ibu melalui pemberian edukasi tentang manfaat dan pentingnya penggunaan obat cacing secara rutin kepada balita.
Pelatihan Aplikasi Deteksi Dini Kejadian Stunting (Gosting: “Get Info Of Imunization and Stunting”) Pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sibela Surakarta Gita, Anggi Putri Aria; Surya, Nella Tri; Noor, Frieda Ani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.375

Abstract

Permasalahan gizi pada bayi dan balita masih menjadi perhatian di dunia. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 persentase gizi lebih pada balita mencapai 5,7%, persentase gizi kurang dan buruk sebesar 6,7% serta persentase balita stunting mencapai 22,2%. Indonesia termasuk dalam negara dengan hunger score moderat, prevalensi wasting dan stunting pada balita sebagai indikatornya. Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang belum teratasi di Indonesia. Meskipun angka stunting telah mengalami penurunan dari tahun 2019 ke 2021, yaitu 27,7% menjadi 24,4%, tetapi masih tergolong tinggi berdasarkan kriteria WHO. Deteksi dini kejadian stunting menjadi salahsatu upaya yang dilakukan untuk menurunkan tingginya angka stunting. Tujuan pengabdian ini adalah melatih tenaga kesehatan dalam menggunakan aplikasi Gosting “Get Info Of Stunting” untuk meningkatkan deteksi dini kejadian stunting. Pelatihan ini dilakukan kepada 10 tenaga kesehatan di Puskesmas Sibela Surakarta. Ukuran keberhasilan pelatihan dilihat dari hasil pretest dan postest. Uji statistik yang digunakan adalah uji Paired T Test untuk mengetahui perbedaan pre dan post pelatihan aplikasi. Hasil menunjukkan ada perbedaan pengetahuan tenaga kesehatan terkait aplikasi sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan tentang aplikasi gosting “Get info of Stunting” (p value = 0,001). Mean dari pengetahuan tenaga kesehatan terhadap aplikasi sebesar 45,0 dan setelah dilakukan pelatihan meningkat menjadi 68,0. Pelatihan aplikasi gosting “Get info of Stunting” mempengaruhi pengetahuan tenaga kesehatan terkait aplikasi deteksi dini kejadian stunting.