cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 223 Documents
Pelatihan Penyusunan Dan Pengolahan Menu Serta Penyajian Makanan Sehat Untuk Mencegah Stunting di Desa Lokus Stunting Ambarwati, Ambarwati; Cahyanti, Luluk; Yuliana, Alvi Ratna; Fitriana, Vera; Nur, Hirza Ainin; Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Pujiati, Eny; Purwandari, Nila Putri; Fitrianingsih, Sri; Nafiah, Lutfiana Nurulin; Hidayati, Rakhmi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.369

Abstract

Stunting merupakan gangguan kurangnya gizi secara kronis dan kondisi gagal tumbuh pada balita dengan hasil pemeriksaan tinggi badan lebih rendah (pendek) dibandingkan dengan balita seusianya. Asupan gizi yang kurang dari kebutuhan tubuh anak dalam jangka waktu lama dan berulang mengakibatkan terjadinya keterlambatan pada anak. Keterlambatan pertumbuhan atau gagal tumbuh pada anak adalah suatu kombinasi dari malnutrisi energi, protein, dan defisiensi dari zat mikro yang dimulai dari janin sampai anak berusia dua tahun. Angka terjadinya stunting pada janin sampai anak usia dua tahun sehingga menjadikan angka kesakitan dan kematian bayi meningkat, sistem imun anak menurun, dan penderita sering mengalami kondisi tubuh yang mudah sakit, postur tubuh yang tidak maksimal sehingga tingkat produktivitas yang rendah di saat dewasa. Tujuan pengabdian masyarakat dengan pelatihan tentang penyusunan dan pengolahan menu serta penyajian makanan sehat keluarga adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga di 11 desa lokus stunting dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi pretest dan posttes serta praktik dalam penyusunan dan pengolahan menu serta penyajian makanan sehat keluarga. Hasil pengabdian masyarakat pelatihan penyusunan dan pengolahan menu serta penyajian makanan sehat keluarga memberikan manfaat bagi peningkatan pengetahuan warga desa dalam pencegahan stunting. Peserta pelatihan mampu menunjukkan menu sehat dalam pencegahan stunting yang benar. Hal ini dapat diketahui pada saat proses pelatihan terbukti banyak peserta antusias memperagakan penyajian menu sehat keluarga untuk pencegahan stunting yang benar. Hasil post test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta pelatihan. Peserta juga memiliki semangat yang tinggi ditunjukkan dengan adanya tanya jawab dan aktif bertanya kepada narasumber tentang penyusunan dan pengolahan menu serta penyajian makanan sehat keluarga. Pelatihan penyusunan dan pengolahan menu serta penyajian makanan sehat keluarga meningkatkan pengetahuan peserta dalam pencegahan stunting (p value=0,000).
Pemberdayaan Lansia Dalam Mengatasi Kesepian Pada Lansia di Kelurahan Bedoro, Sambungmacan, Sragen Susilowati, Tri; Prajayanti, Eska Dwi; Indarwati, Indarwati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.379

Abstract

Latar Belakang : World Health Organization (WHO) menyampaikan bahwa antara tahun 2015-2050 penduduk usia 60 tahun ke atas (lansia) akan meningkat dari 12% menjadi 22%. Proses menua tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik / biologis saja. Salah satu masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia yaitu adanya kesepian. Dengan seiring meningkatnya jumlah lansia maka angka kesepian pun semakin meningkat, diperkirakan 50% lansia saat ini mengalami kesepian. Kesepian pada lansia memberikan beberapa dampak psikologis dan perilaku. Banyaknya masalah yang terjadi pada lansia dibutuhkan perhatian untuk mengantisipasi permasalahan menjadi lebih lanjut yaitu dengan pemberdayaan lansia Tujuan : untuk melakukan pengabdian masyarakat pada lansia dengan memaksimalkan pemberdayaan lansia dalam mengatasi kesepian yang dialami lansia. Metode : memberikan penyuluhan dan memberdayakan lansia, yang dilaksanakan melalui kegiatan day care, kegiatan kreasi seni dan peer group (teman sebaya), pemberian terapi musik, serta pembinaan keagamaan/bimbingan mental-spiritual. Hasil : terjadi peningkatan jumlah kesepian lansia dalam kategori ringan yaitu dari 16 lansia ( %) menjadi 24 lansia ( %) dan terjadi penurunan kesepian lansia dalam kategori sedang yaitu dari 31 lansia ( %) menjadi 23 lansia ( %).  Kesimpulan : Kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pemberdayaan lansia dalam mengatasi kesepian memberikan hasil bahwa sebagian lansia yang mengalami kesepian berkurang dari kategori dari sedang menjadi ringan.
Senam Hipertensi dan Pemberian Jus Mentimun Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Gisik Cemandi Sedati Sidoarjo Sya’diyah, Hidayatus; Sustrami, Dya; Nurlela, Lela; Kirana, Sukma Ayu Candra; Mutyah, Diyan; Robby, Arju Rohmata
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/.v6i3.368

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit “the silent killer” karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui kalau dirinya mengidap hipertensi tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Hal ini memerlukan pengawasan pada tekanan darah pada pasien hipertensi dan melakukan beberapa kegiatan untuk menurunkan hipertensinya. Tujuan studi ini antara lain mengidentifikasi efektifitas senam hipertensi dan jus mentimun untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan tentang senam hipertensi dan jus mentimun untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi, yaitu: 1) Sosialisasi dan perijinan, 2) Persiapan sarana dan prasarana, 3) Melakukan penyuluhan dan aplikasi, 4) Evaluasi hasil pelaksanaan penyuluhan. Hasil: Hasil pengukuran tekanan darah didapatkan hasil bahwa dari 11 lansia, hasil pretest mengalami hipertensi sedang (100%) sedangkan untuk post test 7 lansia (63,63%) tidak mengalami hipertensi, 2 lansia (18,18%) mengalami hipertensi ringan, dan 2 lansia lainnya (18,18%) mengalami hipertensi sedang. Kesimpulan: senam hipertensi dan jus mentimun efektif untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi
Peningkatan Motivasi Wirausaha Bagi Alumni Keperawatan Melalui Pelatihan Kewirausahaan Klinik Perawatan Luka Sitio, Roma; Marianthi, Dewi; Alamsyah, T.; Mardhiah, Ainal; Nugroho, Erlangga Galih Zulva; Afdhal, Afdhal
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.283

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu masalah yang ada di bidang kesehatan karena jumlah lulusan tenaga kesehatan tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja sehingga perlu kiranya tenaga kesehatan dibekali kemampuan/ketrampilan lain yang sesuai dengan kompetensinya guna membuka peluang usaha baik secara mandiri maupun berkolaborasi. Hal ini juga menjadi masalah pada alumni Prodi D-IV Keperawatan bahwa daya serap di  pusat pelayanan kesehatan masih rendah dengan masa tunggu lebih dari 12 bulan setelah menyelesaikan pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi alumni agar mampu menjadi entrepreneurship dibidang keperawatan. Peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah alumni Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh yang berjumlah 12 orang. Adapaun metode yang digunakan adalah pelatihan, kunjungan ke klinik perawatan luka, konsultasi bisnis serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabmas ini adalah 1 orang peserta sudah memiliki usaha perawatan praktek mandiri perawatan luka sementara  yang lain memiliki minat dan motivasi yang tinggi untuk berwirausaha tetapi masih perlu pembinaan dan pendampingan khusus. Persiapan diri seorang perawat sangat dibutuhkan terkait dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memenuhi tuntutan praktik profesional yang terus berubah dan semakin menuntut, mempersiapkan mereka sebagai wirausahawan masa depan.
Penyuluhan dan Monitoring Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah Sinaga, Evi Susanti; Bellatrix, Anastasia; Fathurrahman, Muhammad Rian; Qalbiyah, Sakinah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.384

Abstract

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan persentasi penduduk Indonesia dengan usia lebih dari lima tahun yang merokok sebesar 23,25% pada tahun 2022. Sedangkan perokok dewasa selama sepuluh tahun terakhir dari tahun 2011 sampai dengan 2021 meningkat menjadi 69,1 juta dari 60,3 juta. Kesakitan dan kematian akibat merokok perlu diturunkan dengan menerapkan perilaku hidup sehat, menciptakan kualitas udara yang sehat dan bersih bebas asap rokok. Untuk mendukung hal tersebut, ditetapkan program yang disebut program Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penerapan KTR salah satunya di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat dibagi atas dua kegiatan yaitu kegiatan survei implementasi program KTR di sekolah dan penyuluhan mengenai bahaya merokok. Sasaran kegiatan survei adalah 13 sekolah yang berada di wilayah Kelurahan Manggarai. Pada kegiatan penyuluhan mengundang perwakilan dari staf sekolah dan siswa melalui zoom meeting. Hasil yang diperoleh adalah program KTR di sekolah sudah dijalani oleh beberapa sekolah, namun belum memenuhi indikator kriteria KTR. Adanya peningkatan pengetahuan pada siswa setelah diberikan penyuluhan. Diharapkan adanya follow up progress implementasi kawasan tanpa rokok sehingga sepuluh indikator KTR dapat tercapai di lingkungan sekolah.
Peningkatan Literasi Kesehatan Pada Siswa PAUD-KB Pandan Wangi Desa Wates Undaan Kudus Fatmawati, Yayuk; Hartini, Sri; Dewi, Nufitriani Kartika; V, Natalia Agnes; H, Sherina Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.387

Abstract

Latar belakang : Literasi kesehatan merupakan kemampuan individu dalam memahami, mengakses dan menggunakan informasi serta pelayanan kesehatan untuk membuat keputusan yang tepat. Literasi kesehatan mempunyai andil yang besar dalam upaya meningkatkan kesehatan seseorang karena berpengaruh dalam pemilihan gaya hidup sehat, melakukan pencegahan dan mencari informasi mengenai penanganan serta perawatan medis yang tepat untuk suatu penyakit. Literasi kesehatan bagi anak usia dini sangat penting karena akan menjadi fondasi dasar bagi kehidupannya kelak. Akibat kurangnya literasi bagi anak usia dini pada pada periode emasnya akan menjadikan terhentinya proses pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Anak akan cenderung lebih mudah sakit dan mudah tertular berbagai penyakit disaat teman sebayanya mengalami penyakit yang mudah menular. Kemungkinan yang terjadi adalah anak tidak masuk sekolah, stimulasi yang dilakukan di sekolan terhenti, proses perkembangannyapun berhenti karena tubuh fokus pada penyembuhan dari penyakit yang dialaminya. Melihat pentingnya literasi kesehatan bagi anak usia dini tersebut maka pengabdi bermaksud melakukan pengabdian berupa peningkatan literasi kesehatan bagi anak usia dini. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk membekali orangtua anak dan membekali penelola sekolah PAUD dengan literasi kesehatan. Metode : kegiatan ini dilaksanakn dengan dua tahap, tahap pertama yaitu pemberian dukasi tentang literasi kesehatan kepada orangtua wali, dan yang ke dua pelatihan kepada pengelola PAUD. Evaluasi dilakukan 3 bulan setelah dilaksanakan dengan menilai tingkat kehadiran siswa. Hasil : Luaran dari kegiatan ini berupa video kegiatan yang akan di upload di media elektronik yaitu Youtube channel ITEKES Cendekia Utama Kudus, luaran yang ke 2 yaitu artikel yang dimuat di media masa yaitu di Jawa Pos dan luaran yang ke tiga berupa artikel terpublish di jurnal pengabdian masyarakat bereputasi nasional yaitu jurnal pengabdian kesehatan.
Pembuatan Eco-Enzyme dan Pemanfaatannya untuk Gel Anti Nyamuk di Desa Ngrawan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Setiawati, Maria Caecilia Nanny; Munisih, Siti; Soendoro, Aries K.; Mutmainah, Mutmainah; Haryanti, Sri; Bagiana, Kadek; Puspitaningrum, Ika; R, Ungsari; F, Yuvianti D
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.289

Abstract

Sampah organik banyak dihasilkan dari dapur rumah tangga. Penumpukan sampah organik, dapat mengganggu lingkungan dan masyarakat. Pemanfaatan sampah organik, sudah mulai banyak diupayakan. Salah satuinya adalah dengan cara membuat sampah organik, menjadi Eco Enzyme (EE). EE merupakan cairan berwarna coklat, hasil fermentasi gula merah, bahan organik dan air (1:3:10), yang didiamkan selama 90 hari. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah mengajarkan pembuatan EE dan pemanfaatannya dengan membuat sediaan gel antinyamuk. Kegiatan pengabdian dilakukan di desa Ngrawan, kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Rangkaian kegiatan diawali dengan brain storming pada perangkat desa dan aktivis Karang Taruna, dilanjutkan dengan edukasi tentang EE dan pelatihan membuat gel EE, yang diikuti oleh 20 orang ibu rumah tangga, yang mayoritas (70%) berada di usia produktif 18-35 th. Edukasi EE dapat dipahami oleh peserta Pengabdian, terbukti dengan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil jawaban benar, sesudah pelatihan (post test) dan sebelum pelatihan (pre test), dengan signifikansi p 0,004.   Jawaban pretest yang semuanya benar, adalah pada soal bahwa Pembuatan EE dapat mengurangi sampah, karena peserta sudah diminta membawa sampah organik dari rumah masing-masing. Sedangkan jawaban yang paling banyak salah adalah pada soal Pembuatan EE dapat menggunakan Gula pasir, karena bahan yang tepat adalah Gula merah. .. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, masyarakat Desa Ngrawan, Kabupaten Semarang sudah memahami penjelasan tentang Eco Enzyme dan manfaatnya. Masyarakat peserta pelatihan juga bisa memahami tehnologi sederhana pembuatan sediaan gel Eco Enzyme yang bisa dimanfaatkan sebagai gel antinyamuk. Disarankan perlunya digiatkan pengenalan tentang Eco Enzyme kepada masyarakat secara lebih luas, karena sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan alam dan manusia
Upaya Peningkatan Status Kesehatan Remaja Melalui Revitalisasi Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah di SMPN 7 Semarang Ernawati, Ernawati; Soesanto, Edy; Aisah, Siti; Setyawati, Dewi; Al Jihad, Much Nurkharistna; Olina, Yanuan Ben
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i2.300

Abstract

Masalah kesehatan pada siswa SMPN 7 Semarang dalam 3 bulan terakhir ditemukan adanya dismenorhe, pusing, perilaku negatif siswa seperti membolos, tidak mengerjakan tugas sekolah, merokok, dan bullying. Sekolah ini memiliki komitmen melaksanakan Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), namun fasilitas dan kegiatan UKS kurang memadai. Meskipun ada kegiatan lintas sektor berupa pembinaan dari pihak puskesmas, fungsi dan manfaat kegiatan UKS belum sepenuhnya dirasakan positif oleh peserta didik, begitu juga yang dirasakan oleh guru. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan merevitalisasi manajemen UKS dan meningkatkan pelayanan kesehatan sebagai upaya meningkatkan kesehatan remaja. Metode kegiatan melalui empat program meliputi: penataan manajemen UKS, rekruitmen dan membentuk kader kesehatan sekolah, pelaksanaan Trias UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan penyehatan lingkungan, serta menjalin jejaring dengan  Puskesmas. Hasil pelaksanaan pendidikan kesehatan telah meningkatkan rerata skor pengetahuan tentang bahaya narkoba dan pencegahan HIV/AIDS (20 poin), bullying (26 poin), kesehatan reproduksi remaja (8 poin), CTPS (12 poin), gosok gigi yang benar (12 poin), dan makan sehat menu remaja (18 poin). Terbentuknya kader kesehatan sekolah sebanyak 65 orang untuk mendukung pelayanan kesehatan, serta penyehatan lingkungan untuk toilet bersih dan privasi yang mendukung pada manajemen kebersihan menstruasi (MKM). Hasil pengabdian ini menunjukkan pentingnya manajemen UKS untuk meningkatkan status kesehatan remaja di lingkungan sekolah.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Kelainan Genetik dan Cara Pencegahannya Ambarwati, Ambarwati; Pujiati, Eny; Pramudaningsih, Icca Narayani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i4.393

Abstract

Insiden dan prevalensi penyakit yang ditularkan secara genetik bervariasi berdasarkan kelompok etnis, wilayah geografis, atau jenis kelamin. Angka kejadian penyakit genetik sebesar 58 per 1.000 kelahiran, sedangkan di Indonesia sebesar 5-15%. Kelainan kromosom seperti Down syndrome (trisomi 21) merupakan kelainan yang paling sering terjadi dengan frekuensi 1 dari 700 kelahiran dan lebih sering terjadi pada ibu hamil di atas 35 tahun. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kelainan genetik dan cara pencegahannya. Pendidikan kesehatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, pretes dan posttes. Pengetahuan peserta mengenai kelainan genetik dan cara pencegahannya meningkat, hal ini dapat diketahui melalui hasil pre-post peserta pendidikan kesehatan. Mayoritas responden mengalami kenaikan nilai post test yaitu 30 orang (100% peserta). Peserta mampu menunjukkan kelainan genetik dan pencegahannya yang benar. Upaya kesehatan anak merupakan setiap kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan anak dalam bentuk pencegahan penyakit, pengobatan penyakit, dan rehabilitasi kesehatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan/atau masyarakat. Antusiasme siswa/remaja dengan penyuluhan tentang penyakit genetika serta cara pencegahannya, menunjukkan bahwa remaja membutuhkan wawasan dan bimbingan tentang berbagai penyakit yang sedang berkembang saat ini serta cara pencegahannya. Remaja memerlukan wawasan dan pengetahuan tentang pola hidup sehat, sumber penyakit dan zat yang berbahaya di sekitar mereka yang mengancam kesehatan dirinya dan anak keturunannya. Perlunya menjaga makanan yang sehat, istirahat yang cukup, menghindari dan menyelesaikan yang berhubungan dengan stress, serta jauhi asap rokok atau polusi. Peserta kegiatan pendidikan kesehatan peningkatan pengetahuan remaja tentang kelainan genetik dan cara pencegahannya memahami materi yang disampaikan dengan baik.
Peningkatan Status Gizi Pada Balita Stunting Melalui Program Pemberian Makanan Tambahan Hartini, Sri; Winarsih, Biyanti Dwi; Yusianto, Wahyu; Faidah, Noor; Nafi’ah, Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i3.370

Abstract

Stunting adalah salah satu permasalahan gizi yang terjadi di Indonesia. Stunting disebabakan karena kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit infeksi, status gizi balita stunting di tunjukkan menggunakan antopometri dan dikategorikan berdasarkan standart baku WHO dengan indeks BB/U (Berat badan/umur), TB/U (Tinggi badan/umur), dan BB/TB (Berat badan/tinggi badan). Upaya memperbaiki status gizi balita stunting yaitu dengan PMT pada balita 6-59 bulan, PMT bukan sebagai penggati makanan utama sehari-hari tetapi sebagai tambahan makanan balita, program ini merupakan program intervensi terhadap balita yang menderita kurang gizi dimana  agar dapat meningkatkan gizi balita sesuai dengan usiannya. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan status gizi pada balita stunting sesudah program pemberian makanan tambahan di Desa Watuaji Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Pemberian makanan tambahan dilakukan setiap hari selama 90 hari. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan berat badan balita yang sudah tercantum dilembar KMS. Berat badan balita sejumlah 35 balita stunting sebelum mendapatkan program PMT dengan status gizi buruk 7 balita (20,0%) dan gizi kurang 28 balita (80,0%), dan status gizi balita stunting sesudah program PMT status gizi kurang 5 balita (14,3%) gizi baik 30 balita (85,7%).