cover
Contact Name
Riska Rosita
Contact Email
lppm@udb.ac.id
Phone
+6285725003989
Journal Mail Official
infokes@udb.ac.id
Editorial Address
Jl. Samanhudi No.93, Sondakan, Laweyan, Surakarta (Kampus 2)
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Infokes : Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
ISSN : 20862628     EISSN : 27455629     DOI : https://doi.org/10.47701/infokes.v10i1
Core Subject : Health,
Medical Record Medical Informatics Health Policy and Management Midwifery Public Health Critical Care and Intensive Care Medicine Pharmacy
Articles 234 Documents
IMPLEMENTASI ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR PADA APLIKASI DETEKSI RESIKO TINGGI PADA KEHAMILAN Triana Triana; Ema Utami; Anggit Dwi Hartanto
Jurnal Infokes Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v13i2.3049

Abstract

Pengetahuan tentang deteksi resiko tinggi pada kehamilan di Desa Bolopret Klaten Dalam hal ini, penggunaan teknologi dan algoritma dapat menjadi solusi yang efektif untuk mendeteksi resiko tinggi pada kehamilan. Salah satu algoritma yang telah terbukti berhasil dalam klasifikasi dan prediksi adalah algoritma K-Nearest Neighbor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui impelemtasi algoritma K-Nearest Neighbor pada aplikasi deteksi resiko tinggi pada kehamilan di Desa Bolopleret Klaten. Populasi penelitian adalah ibu hamil di Puskesmas Desa Bolopleret Klaten, teknik pengambilan sampel yang di tuangkan dalam bentuk angka atau biasanya di sebut dengan SKOR sejumlah 3 responden, (1) Kehamilan resiko rendah (2) Kehamilan resiko tinggi (3) Kehamilan resiko sangat tinggi Metode pengumpulan data menggunakan data primer. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi. Ibu hamil yang diambil 45 data sample yang akan dicari nilai nearest neighbor dengan data uji baru. Hasil pengujian terhadap keakurasian nilai K yang digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan nilai K = 5 mendapatkan hasil tertinggi yaitu 93 %. Dalam mencarian nilai K tidak disarankan untuk menggunakan nilai K dengan angka genab, karena jika menggunakan angka genab ditakutkan akan didapatkan hasil yang double. Jadi tidak bisa menghitung hasil akhir dengan menggunakan mayoritas sederhana, atau membandingkan hasil prediksi terbaik berdasarkan pengurutan hasil terkecil jarak Euclidean. Ada hubungan antara karakteristik resiko kehamilan rendah dan tinggi pada ibu hamil dengan perilaku pencegahan sejak dini dari umur kehamilan resiko rendah.
IDENTIFIKASI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DENGAN UJI XPERT MTB/RIF PADA FORMALIN-FIXED PARAFFIN EMBEDDED (FFPE) TUBERKULOSIS EKSTRAPARU Fairuz Fairuz; humaryanto humaryanto
Jurnal Infokes Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v13i2.3119

Abstract

Tuberkulosis ekstra paru (TBEP) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB) dijaringan diluar paru, yang secara mikroskopis banyak menyerupai infeksi kronis oleh penyebab yang lain. Di negara-negara berkembang, identifikasi TBEP pada sampel jaringan yang ditanam dalam bentuk Formalin-Fixed Paraffin Embedded (FFPE) merupakan sebuah tantangan dan sampai saat ini terdapat upaya bersama untuk mengevaluasi diagnostik molekuler baru untuk mendiagnosis keberadaan infeksi bakteri MTB dalam berbagai sampel. Uji XpertMTB/RIF adalah salah satu teknologi yang paling mendukung dalam mendeteksi MTB. Tujuan kami adalah untuk gambaran identifikasi MTB dengan uji Xpert MTB/RIF untuk diagnosis TBEP pada jaringan FFPE yang diproses secara rutin. Dilakukan pemeriksaan histopatologis 43 jaringan FFPE dari kasus rutin dugaan klinis TBEP yang disimpan di laboratorium patologi anatomi dari Rumah Sakit di provinsi Jambi tahun 2018-2020, kemudian dilakukan uji Xpert MTB/RIF, bersamaan dengan pewarnaan Ziehl–Neelsen (ZN) pada sampel FFPE. Ditemukan ebanyak 43 sampel jaringan manusia FFPE dari beberapa jenis organ yaitu kelenjar getah bening (n=31), tulang (n=2), ovarium (n=1), payudara (n=4), testis (n=2 ), parotis ( n=1), usus besar (n=1) dan jaringan lunak (n=1). Pewarnaan Ziehl Nielsen positif untuk MTB pada 41,9% kasus, dan uji Xpert MTB RIF positif untuk TB pada 55,8% kasus. Kesimpulan: Uji Xpert MTB RIF berpotensi menjadi alat yang berguna untuk diagnosis TB pada jaringan FFPE rutin, namun tidak cukup akurat yang diduga disebabkan kerusakan materi DNA pada FFPE.
ANALISIS FENOMENA PENURUNAN TAJAM PENGELIHATAN PASIEN RAWAT JALAN DENGAN PEMERIKSAAN SUBYEKTIF Sri Suparti; Vera Dwi Rohmani
Jurnal Infokes Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v13i2.3120

Abstract

Presbiopia merupakan rabun dekat usia lanjut dimana perubahan fisiologis yang terjadi pada usia ≥40 tahun, penurunan tajam pengelihatan dimana daya akomodasi berkurang kondisi mata yang kehilangan kemampuan fokus secara bertahap untuk melihat objek pada jarak dekat atau membaca berkurang. Presbiopi juga merupakan salah satu hal yang akan dirasakan manusia sebagai bagian dari proses penuaan tubuh secara aami. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pemeriksaan refraksi subyektif pada penderita presbyopia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran terhadap fenomena social. Desain penelitain yang digunakan adalah desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebesar 117 responden Usia 30 sampai 61 tahun. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penderita gangguan penglihatan sebesar 51.3% penderita presbyopia berdasarkan jenis kelamin (p=0.040; OR adjusted 0.454; 95% CI=0.212-0.972), dengan status myopia (p=0.021: OR adjusted 2.955; 95% CI=1.112-7.851), dengan status astigmatismus (p=0.026; OR adjusted 2.955; 95% CI=1.112-7851). Simpulan gangguan penglihatn presbyopia banyak dialami penderita dengan status refraksi myopia yang berjenis kelamin perempuan dengan usia diatas 40 tahun. Penderita presbyopia setiap 2 tahun sekali melakukan pemeriksaan refraksi subyektif karena ukuran kaca mata baca akan bertambah 0.25.
PENGARUH SIKAP EMPATI TENAGA KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN: META ANALISIS Lilik Anggar Sri Rahayuningsih; Nopita Cahyaningrum
Jurnal Infokes Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v13i2.3130

Abstract

Kepuasan pasien merupakan harapan yang di inginkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien merupakan gambaran mutu pelayanan, apabila pasien merasa puas maka dapat dinyatakan pelayanan kesehatan bermutu. Salah satu dimensi mutu dalam pelayanan kesehatan yaitu empati. Sikap empati tenaga kesehatan yaitu hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pasien. Dimensi ini sangat berperan dalam memenuhi kepuasan pasien karena langsung berhadapan dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap empati tenaga kesehatan terhadap kepuasan pasien. Metode yang digunakan yaitu meta analisis dilakukan dengan PICO sebagai berikut: Populasi pada penelitian ini adalah pasien. Intervensi berupa tenaga kesehatan dengan sikap empati. Comparison berupa tenaga kesehatan tidak bersikap empati. Outcome berupa peningkatan kepuasan pasien. Studi meta-analisis diterapkan pada penelitian ini dengan sumber data elektronik: Google Scholar dan Pubmed. Artikel yang digunakan adalah artikel full-text dengan desain studi Cross sectional. Terdapat 6 artikel yang digunakan dalam penelitian ini yang dianalisis menggunakan aplikasi Review Manager 5.3. Sebanyak 6 artikel dengan studi Cross sectional berasal dari Negara Indonesia, Malaysia dan China menunjukkan bahwa sikap empati petugas efektif untuk meningkatkan kepuasan pasien pengaruh tersebut secara statistik signifikan (aOR = 2.10; CI 95% = 1.72 hingga 2.56; p<0.001). Kesimpulan: Sikap Empati petugas kesehatan efektif meningkatkan kepuasan pasien.
ANALISIS JENIS PENDING BERKAS KLAIM RAWAT INAP DI RSUD TEBET TAHUN 2023 Juliandari, Sabilla; Iqbal, Muhammad Fuad; Rezal, Muhammad; Rumana, Nanda Aula
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4001

Abstract

Pending klaim adalah pengembalian klaim yang masih tertunda pada situasi dimana belum terdapat kesepakatan antara BPJS Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut mengenai aturan koding atau medis. Masalah yang sering terjadi dalam pending klaim adalah ketidaksesuaian data klinis, administrasi, dan koding yang menyebabkan keterlambatan pembayaran klaim rumah sakit. Hal ini dapat berdampak pada arus kas rumah sakit serta meningkatkan beban kerja tenaga administrasi dalam proses verifikasi dan revisi klaim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pending berkas klaim rawat inap di RSUD Tebet tahun 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian yaitu pengembalian berkas klaim BPJS Kesehatan Pasien rawat inap oleh verifikator BPJS pada tahun 2023 sebanyak 617. Penyebab pending klaim rawat inap diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu pending Klinis sebanyak 343 (56%) , Administrasi sebanyak 197 (32%) dan Koding sebanyak 77 (12%). Berdasarkan Indentifikasi 5M terdapat 4 Faktor yaitu faktor Man : Dokter sering tidak lengkap dalam menulis resume medis dan diagnosa, serta koder tidak selalu mengikuti peraturan BPJS. Methode: Perbedaan jumlah berkas klaim dengan kunjungan pasien, dan keterlambatan hasil pemeriksaan penunjang. Matherial: SIMRS belum terhubung dengan aplikasi klaim, sehingga klaim masih dilakukan secara manual. Machines: Hasil scanner dan cetakan printer yang kurang jelas serta koneksi internet yang tidak stabil. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan dan sosialisasi bagi dokter dan koder, peningkatan sistem informasi, serta perbaikan kualitas peralatan teknologi agar meminimalisir terjadinya pending klaim.
FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) DI INSTALASI REKAM MEDIS RUMAH SAKIT SITI KHODIJAH MUHAMMADIYAH CABANG SEPANJANG Syafanny, Lutfiah Dwi Amanda; Setiawan, Mohammad Yusuf; Saadah, Alfina Aisatus; Purnami, Nani
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4003

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik dapat memberikan pelayanan informasi kesehatan yang membantu tenaga dalam melakukan suatu pekerjaan dan meningkatkan penggunaan digitalisasi, penggunaan tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam proses RME berlangsung dengan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penggunaan RME berdasarkan 5 unsur manajemen dan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas suatu permasalahan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling sebanyak 6 informan. Hasil penelitian ini didapatkan faktor pendukung dan penghambat yaitu, pada aspek man adanya pihak IT, kurangnya petugas dan SDM yang belum terbiasa, pada aspek money dana yang sudah dialokasikan, aspek material perkembangan RME lebih baik, beberapa fitur yang belum terfasilitasi dan sistem jaringan kurang stabil, aspek machine dilengkapi dengan hardware yang ter-upgrade, aspek method RME sudah terintegrasi dan belum tersedia SPO, dan masalah pada jaringan yang menjadi hasil prioritas masalah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat beberapa faktor pendukung pada 5 unsur manajemen, masih terdapat faktor penghambat yang ditemukan pada man, material, method dalam penggunaan RME dan hasil dari metode USG. Saran dari penelitian ini adalah melakukan perhitungan beban kerja, peningkatan kualitas SDM dan sistem jaringan, pembuatan SPO, dan memperbaiki masalah yang menjadi hasil prioritas masalah.
TINJAUAN KELENGKAPAN PENULISAN DIAGNOSIS DAN KETEPATAN KODE DIAGNOSIS PASIEN RAWAT JALAN OBGYN DI RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PADANG TAHUN 2024 Rahmadhani, Rahmadhani; Dewi, Siti Handam; Mardiawati, Dewi; Putra, Heru Rahmat Wibawa; Azizah, Putri Aulia
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4030

Abstract

Ketepatan diagnosis utama yang ditetapkan pada akhir episode pengobatan pasien mempengaruhi kualitas berkas rekam medis dan dinilai dari kesesuaian diagnosis dengan ICD-10. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk diketahuinya bagaimana tinjauan ketepatan kode diagnosis dan kelengkapan penulisan diagnosis pasien rawat jalan obgyn di RSU Aisyiyah Padang tahun 2024. Penelitian kuantitatif deskriptif ini dilakukan di RSU Aisyiyah Padang dari 01 hingga 06 Mei 2024, dengan populasi 303 lembar SBPK dan sampel 75 lembar SBPK. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dengan instrumen tabel checklist dan pengolahan data menggunakan teknik editing, coding, processing, dan cleaning. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan penulisan diagnosis sebanyak (33.3%) dari 25 lembar SBPK yang tidak lengkap dan sebanyak (66.7%) dari 50 lembar SBPK yang lengkap dan ketepatan kode diagnosis sebanyak (36.0%) dari 27 lembar SBPK yang tidak tepat dan sebanyak (64.0%) dari 48 lembar SBPK yang tepat.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa masih banyak terdapat ketidaklengkapan penulisan diagnosis dan ketidaktepatan kode diagnosis. Diharapkan dokter menuliskan diagnosis penyakit dengan lengkap dan tepat sesuai kaidah dan aturan yang ada dalam ICD-10.
OPTIMALISASI MANAJEMEN DALAM UPAYA MENURUNKAN ANGKA PENDING KLAIM PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Utami, Yeni Tri; Maryati, Warsi; Ahmad, Hudzaifah
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4185

Abstract

Permasalahan pending klaim di Rumah Sakit sebagian besar disebabkan adanya ketidaklengkapan berkas, dan ketidaksesuaian ketepatan kode diagnosis. Rumah Sakit UNS Surakarta diketahui setiap bulan ditemukan sekitar 50-300 berkas klaim BPJS Rawat Inap mengalami pending. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen dalam upaya menurunkan angka pending klaim pasien BPJS rawat inap di rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini meliputi koordinator klaim, petugas koder, petugas verifikasi internal dan komite medik (dokter). Objek penelitian yaitu berkas klaim pada Tribulan 1 dan 2 tahun 2024. Instrumen yang digunakan pedoman wawancara, pedoman observasi, Cheklist. Hasil penelitian menunjukan dari 4213 berkas klaim yang diajukan terdapat 758 berkas klaim (17,99%) mengalami pending, yang dibagi menjadi 3 klasifikasi faktor yaitu Aspek Medis sebanyak 391 berkas (51,58%), kemudian Aspek Koding sebanyak 259 berkas (34,17%) dan Aspek Administrasi sebanyak 108 berkas (14,25%). Proses penanganan pending klaim berdasarkan aspek planning, organizing, actuating, dan controlling masih belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pembagian deskripsi pekerjaan yang jelas dan belum adanya SOP terkait dengan penanganan pending klaim hanya diwujudkan dalam nota dinas, dalam evaluasi masih secara general dilakukan berdasarkan kasus tetapi belum berdasarkan user yang menyebabkan sehingga belum adanya reward dan punishment bagi petugas yang tidak patuh. Sebaiknya, Rumah Sakit menyusun SOP untuk pengisian berkas persyaratan klaim BPJS, dan membuat pembagian jobdesk yang jelas terutama bagian koding BPJS, serta penerapan RME Rawat Inap segera direalisasikan.
ANALISIS PENGGUNAAN MOBILE JKN DALAM PELAYANAN PENDAFTARAN ONLINE DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN Hayyana, Nawwara; Rahman, Fauzie; Laily, Nur; Putri, Andini Octaviana; Anhar, Vina Yulia
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4283

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan nasional. Sesuai UU Nomor 17 Tahun 2023, warga negara indonesia memiliki hak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Negara mendukung kebijakan tersebut melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Untuk meningkatkan Cakupan Kesehatan Universal (UHC), BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN pada tahun 2017, yang memfasilitasi pendaftaran online, akses informasi, dan pemrosesan klaim yang efisien. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan Mobile JKN untuk pendaftaran online di instalasi rawat jalan RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional, diperoleh 107 responden melalui pengambilan sampel melalui accidental sampling. Hasilnya menunjukkan hubungan yang signifikan antara ekspektasi kinerja (p=0.001), ekspektasi usaha (p=0.001), dan kondisi-kondisi yang memfasilitasi (p=0.001) dengan perilaku penggunaan. Namun pengaruh sosial tidak berhubungan signifikan (p=0,259). Penelitian ini menemukan bahwa pentingnya kinerja, kemudahan penggunaan, dan dukungan fasilitas dalam mendorong penggunaan Mobile JKN.
ANALISIS MODEL HOT-FIT TERHADAP KINERJA KEAMANAN SIBER DENGAN MEDIASI KESIAPAN KEAMANAN SIBER DI RSUD AJIBARANG Budi, Agustyarum Pradiska; Wulandari, Sri; Budi, Galuh Nugrahaning
Jurnal Infokes Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4392

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor HOT-FIT yaitu Human, Organization dan Technology untuk mengukur kinerja keamanan siber yang dimediasi oleh variabel kesiapan keaman siber di RSUD Ajibarang. Hasil analisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menunjukkan nilai R Square untuk kesiapan keamanan siber sebesar 0,768 dan kinerja keamanan siber sebesar 0,624, mengindikasikan model memiliki kekuatan eksplanatori yang baik. Namun, nilai Q Square untuk kesiapan keamanan siber (0,512) dan kinerja keamanan siber (0,256) menunjukkan kemampuan prediktif yang bervariasi. Dari 13 hipotesis yang diuji, 4 diterima, termasuk pengaruh signifikan kebijakan dan prosedur, komitmen manajemen, serta implementasi teknologi terhadap kesiapan keamanan siber, dan pengaruh sistem dan teknologi terhadap kinerja keamanan siber. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya aspek kebijakan, komitmen manajemen, implementasi teknologi, dan sistem keamanan dalam meningkatkan kesiapan dan kinerja keamanan siber untuk peningkatan keamanan siber pada RSUD Ajibarang. Oleh karena itu rekomendasi yang diberikan untuk kesiapan keamanan siber sebagai upaya prioritas melalui dukungan manajemen terhadap kebijakan, investasi teknologi dan investasi divisi IT. Sedangkan untuk kinerja kemanan siber hanya dapat diukur melalui invetasi pemutakhiran sistem dan teknologi. Untuk itu, RSUD Ajibarang perlu melakukan penelitian lanjutan terkait evaluasi ROI (Return on Investment) dalam system dan teknologi.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan Vol 8 No 2 (2018): Volume 8 No 2 September 2018 Vol 8 No 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Infokes VOL 7 No 2 September 2017 Vol 7 No 1 (2017): Volume I, Nomor 1, Februari 2017 Vol 6 No 1 (2016): INFOKES Volume 6 No 1 Juli 2016 Vol 6 No 2 (2016): Volume VI, Nomor 2, November 2016 Vol 5 No 2 (2015): VOLUME 5, SEPTEMBER 2015 Vol 5 No 1 (2015): FEBRUARI 2015 Vol 4 No 2 (2014): SEPTEMBER 2014 Vol 4 No 1 (2014): FEBRUARI 2014 Vol 3 No 3 (2013): Volume III No 3 November 2013 Vol 3 No 2 (2013): Volume III No II Agustus 2013 Vol 3 No 1 (2013): Volume III No I Februari 2013 Vol 2 No 1 (2012): Volume II, Nomor 1 Agustus 2012 More Issue