cover
Contact Name
Asri Mutiara Putri
Contact Email
asri@malahayati.ac.id
Phone
+628595912060
Journal Mail Official
psikologi@malahayati.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi UNIVERSITAS MALAHAYATI Jl. Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Psikologi Malahayati
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26568551     EISSN : 26847469     DOI : https://doi.org/10.33024/jpm.v2i2
JPM provides a platform to publish scientific articles about psychology, especially public mental health. It also seeks to advance the quality of research by introducing or elaborating new methods in psychology. This journal contains a script on Mental Health that includes: Fundamentals of Psychology Public Mental Health Clinical Psychology Educational Psychology Industrial and organizational psychology
Articles 170 Documents
THE MEANING OF PEER SUPPORT IN OVERCOMING ACADEMIC STRESS OF POSTGRADUATE STUDENTS Firmansyah, Dicky; Vividia, Chezia Prima; Hilmi, Futihatul; Sugiarti, Lucia Rini; Suhariadi, Fendy
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.20970

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mengungkap makna dukungan teman sebaya dalam membantu mahasiswa pascasarjana mengatasi stres akademik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi deskriptif, dengan landasan teori Edmund Husserl dan modifikasi metode Amedeo Giorgi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan prosedur fenomenologis untuk mengidentifikasi esensi pengalaman yang dialami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya, baik secara emosional maupun informasional, berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan harmonis. Dukungan ini terbukti meningkatkan kesejahteraan psikologis dan motivasi belajar mahasiswa. Nilai-nilai budaya seperti gotong royong dan solidaritas memperkuat dampak positif tersebut. Namun, efektivitas dukungan bervariasi tergantung pada kebutuhan dan kondisi masing-masing individu. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendampingan serta pembentukan jejaring sosial di lingkungan pendidikan tinggi. Kata Kunci: Dukungan Teman Sebaya, Fenomenologi Deskriptif, Mahasiswa Pascasarjana, Stres Akademik, Solidaritas AbstractThis study aims to reveal the meaning of peer support in helping postgraduate students overcome academic stress. The approach used is qualitative descriptive phenomenology, based on Edmund Husserl's theory and a modification of Amedeo Giorgi's method. Data were obtained through in-depth interviews and analyzed using phenomenological procedures to identify the essence of the experiences experienced. The results of the study indicate that peer support, both emotional and informational, plays an important role in creating a supportive and harmonious learning environment. This support has been shown to improve students' psychological well-being and learning motivation. Cultural values such as mutual cooperation and solidarity strengthen these positive impacts. However, the effectiveness of support varies depending on the needs and conditions of each individual. These findings contribute to the development of mentoring policies and the formation of social networks in higher education environments. Keywords: Academic Stress, Descriptive Phenomenology, Peer Support, Postgraduate Students, Solidarity
KONFLIK INTRAPERSONAL PEREMPUAN MINANG: ANTARA AMBISI KARIR DAN TUNTUTAN ADAT Saputri, Meza; Suryanto, Suryanto
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.19018

Abstract

Abstrak Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan konflik intrapersonal yang dialami oleh perempuan minang dalam menghadapi ambisi karir di tengah tuntutan adat dan budaya. Sebagai masyarakat matrilineal, perempuan minang memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai adat, namun di sisi lain, mereka juga menghadapi tuntutan modernitas yang mendorong mereka untuk meraih prestasi dalam bidang karir. Konflik ini sering kali memunculkan dilema antara tanggung jawab terhadap keluarga dan komunitas dengan aspirasi pribadi dalam dunia profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap dua perempuan minang yang berstatus menikah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu teknik analisis tematik dengan tipe theory driven oleh Braun dan Clarke yang dikenal sebagai reflexitive thematic analysis (RTA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan minang yang telah menikah seringkali menghadapi konflik intrapersonal akibat tuntutan adat serta ambisi karir. Konflik ini terjadi dalam berbagai bentuk yaitu konflik peran, konflik nilai tradisional budaya, konflik emosional, konflik identitas, dan konflik harapan sosial. Implikasi hasil penelitian ini diperlukan dukungan psikologis untuk dapat mengaktualisasikan diri dengan lebih optimal. Kata Kunci: Konflik Intrapersonal, Perempuan Minang, Tuntutan Adat  AbstractThis study attempts to describe the intrapersonal conflict experienced by Minang women in facing career ambitions amidst customary and cultural demands. As a matrilineal society, Minang women have an important role in maintaining customary values, but on the other hand, they also face the demands of modernity that encourage them to achieve in their careers. This conflict often raises a dilemma between responsibility to family and community with personal aspirations in the professional world. This study uses a qualitative approach with a case study method on two married Minang women. Data collection was carried out using semi-structured interviews. The data analysis technique used by the researcher was the thematic analysis technique with the theory driven type by Braun and Clarke known as reflexive thematic analysis (RTA). Furthermore, the validity of the data in this study used triangulation of data sources. The results of this study are that married Minang women often face intrapersonal conflicts due to customary demands and career ambitions. This conflict occurs in various forms, namely role conflict, traditional cultural value conflict, emotional conflict, identity conflict, and social expectation conflict. Implication of the result of this study is that psychological support is needed to be able to actualize onself more optimally. Keywords: Intrapersonal Conflict, Minangkabau Women, Customary Demands
PENGARUH SELF-REGRET DAN HOPE TERHADAP CRIMINAL THINKING NARAPIDANA RESIDIVIS DI LAPAS NARKOTIKA KELAS IIA BANGLI Saputra, I Ketut Nanda
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.22248

Abstract

Abstrak Tingginya angka residivisme pada kasus narkotika masih menjadi permasalahan krusial di lembaga pemasyarakatan Indonesia, khususnya di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, di mana kondisi kelebihan kapasitas dan tingginya pengulangan tindak pidana menegaskan perlunya pendekatan psikologis dalam rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-regret dan hope terhadap criminal thinking pada narapidana residivis. Dengan menggunakan desain kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 179 narapidana yang dipilih secara purposive sampling dengan menggunakan tiga instrumen terstandar, yaitu Regret Scale, Adult Hope Scale, dan Criminal Thinking Scale. Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan dari variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif signifikan antara self-regret dan criminal thinking, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi penyesalan yang dirasakan maka semakin rendah kecenderungan berpikir kriminal. Demikian pula, hope juga menunjukkan pengaruh negatif signifikan meskipun dengan efek yang lebih kecil. Secara simultan, self-regret dan hope berkontribusi signifikan dalam menurunkan skor criminal thinking. Temuan ini menyarankan bahwa program rehabilitasi sebaiknya mengintegrasikan intervensi psikologis yang menumbuhkan refleksi diri dan motivasi berorientasi masa depan untuk mengembangkan keterampilan menghadapi masalah, meningkatkan kesadaran moral, serta mendukung reintegrasi narapidana, sehingga pada akhirnya dapat menekan angka residivisme. Kata Kunci: Self-Regret, Hope, Criminal Thinking, Narapidana Residivis, Rehabilitasi  AbstractThe high rate of recidivism in narcotics-related offenses remains a critical issue in Indonesian correctional facilities, particularly at the Class IIA Narcotics Prison in Bangli, where overcrowding and repeated offenses underscore the need for psychological approaches to rehabilitation. This study aims to analyze the effect of self-regret and hope on criminal thinking among recidivist inmates. Employing a quantitative correlational design, data were collected from 179 purposively selected inmates using three standardized instruments: the Regret Scale, Adult Hope Scale, and Criminal Thinking Scale. Multiple regression analysis was performed to determine both partial and simultaneous effects of the variables. Results revealed a significant negative relationship between self-regret and criminal thinking, indicating that higher levels of regret correspond to reduced criminal cognition. Similarly, hope also showed a significant negative influence, though with a lesser effect size. When combined, self-regret and hope significantly contributed to lowering criminal thinking scores. These findings suggest that rehabilitation programs should integrate psychological interventions fostering self-reflection and future-oriented motivation to develop inmates’ coping skills, enhance moral awareness, and support successful reintegration, ultimately contributing to the reduction of recidivism rates. Keywords: Self-Regret, Hope, Criminal Thinking, Recidivist Inmates, Rehabilitation
TIGA LAPIS KELELAHAN; POTRET PARENTAL BURNOUT PADA IBU BEKERJA SEBAGAI SINGLE PARENT Sriyani, Sinta; Hidayati, Ira; Ulpa, Eska Prawisudawati
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.20714

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi psikologis ibu bekerja yang sebagai single parent dan mengalami parental burnout. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan tiga subjek ibu bekerja berusia 30–45 tahun di Lampung Selatan, yang memiliki 2–3 anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak Nvivo 15 dengan validasi triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parental burnout pada ibu bekerja yang menjadi single parent tercermin dalam tiga aspek utama: kelelahan fisik, emosional, dan mental. Kelelahan fisik disebabkan oleh padatnya aktivitas tanpa jeda, kelelahan emosional muncul dari rasa bersalah dan kurangnya dukungan sosial, sedangkan kelelahan mental ditandai oleh kesulitan konsentrasi dan kecemasan terhadap masa depan anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran ganda yang dijalani oleh ibu single parent secara signifikan meningkatkan risiko parental burnout, sehingga dibutuhkan intervensi berupa dukungan sosial, manajemen stres, dan strategi coping yang efektif untuk mendukung kesejahteraan psikologis mereka. Kata Kunci: Ibu Bekerja, Parental Burnout, Single Parent.    Abstract                    This study aims to explore the psychological profile of working mothers who hold dual roles as single parents and experience parental burnout. A qualitative phenomenological approach was employed, involving three working mothers aged 30–45 years from South Lampung, each raising 2–3 children. Data collection was conducted through semi-structured interviews and anecdotal observations, with analysis supported by Nvivo 15 software and validated through source triangulation. The findings reveal that parental burnout among single-parent working mothers manifests in three main aspects: physical exhaustion due to relentless daily activities, emotional fatigue stemming from guilt and lack of social support, and mental exhaustion marked by difficulties in concentration and heightened anxiety about their children's future. The study concludes that the dual role significantly increases the risk of parental burnout among single-parent working mothers, highlighting the urgent need for interventions such as social support, stress management, and effective coping strategies to promote their psychological well-being. Keywords: Working Mothers, Parental Burnout, Single Parent.
PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP KEBAHAGIAAN ANAK TUNGGAL USIA DEWASA AWAL Kartijoso, Ancilla Carolina; Sarajar, Dewita Karema
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.24407

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh dukungan orang tua terhadap kebahagiaan anak tunggal usia dewasa awal (18-25 tahun). Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analisis regresi, melibatkan 127 partisipan anak tunggal yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Kebahagiaan diukur dengan menggunakan Oxford Happiness Questionnaire (OHQ), sedangkan dukungan orang tua diukur melalui Perceived Parental Academic Support Scale. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara dukungan orang tua dan kebahagiaan anak tunggal dewasa awal. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan pentingnya dukungan orang tua dalam meningkatkan kesejahteraan emosional dan psikologis individu dewasa awal. Diharapkan individu anak tunggal dewasa awal dapat merefleksikan pengalaman mereka terkait dukungan orang tua, dan orang tua dapat lebih aktif dalam memenuhi kebutuhan emosional anak tunggal mereka Kata Kunci: Kebahagiaan, Dukungan Orang Tua, Anak Tunggal, Dewasa Awal AbstractThis study aims to explore the influence of parental support on the happiness of only children in early adulthood (18-25 years old). The method used was quantitative with regression analysis design, involving 127 only child participants selected through accidental sampling technique. Happiness was measured using the Oxford Happiness Questionnaire (OHQ), while parental support was measured using the Perceived Parental Academic Support Scale. The results showed a significant positive influence between parental support and happiness of early adult only children. This finding is in line with previous research that emphasizes the importance of parental support in improving the emotional and psychological well-being of early adult individuals. It is hoped that individual early adult only children can reflect on their experiences regarding parental support, and parents can be more active in meeting the emotional needs of their only children. Keywords: Happiness, Parental Support, Only Child, Early Adulthood
PERAN FUNGSI KELUARGA DAN ORANG TUA TERHADAP PENGGUNAAN ‎PORNOGRAFI ‎BERMASALAH REMAJA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Siregar, Salwa Alfina; Latifa, Rena
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.24414

Abstract

Abstrak Penggunaan pornografi bermasalah (problematic pornography use/PPU) merupakan ‎penggunaan pornografi berlebihan yang mempengaruhi fungsi psikososial remaja. ‎Keluarga dan orang tua berperan dalam mencegah penggunaan pornografi bermasalah ‎pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fungsi keluarga dan orang ‎tua dalam mencegah penggunaan pornografi bermasalah pada remaja melalui metode ‎systematic literature review. ‎ Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa fungsi keluarga ‎yang positif, komunikasi terbuka, gaya pengasuhan, dan edukasi seksual yang ‎menekankan aspek privasi secara konsisten menurunkan risiko PPU pada remaja. ‎Sebaliknya, konflik keluarga, kurangnya dukungan keluarga, pengawasan ‎berlebihan ‎justru meningkatkan kerentanan remaja terhadap PPU. Penelitian ini berguna dalam ‎sebagai acuan pengembangan program edukasi seksual berbasis keluarga yang ‎komprehensif dan sensitif terhadap kebutuhan remaja, guna meningkatkan efektivitas ‎pencegahan PPU dalam jangka panjang. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi ‎faktor keluarga dan orang tua  dalam konteks budaya tertentu terkait strategi dan ‎intervensi pencegahan pornografi‎. Kata Kunci: ‎ Penggunaan Pornografi Bermasalah, Fungsi Keluarga, Orang Tua  AbstractProblematic pornography use (PPU) refers to excessive consumption of pornography that ‎negatively impacts the psychosocial functioning of adolescents. Families and parents play a crucial ‎role in preventing problematic pornography use among this population. Through a systematic ‎literature review, this study examines the role of family functions and parental involvement in ‎preventing PPU in adolescents. The review findings indicate that positive family functioning, open ‎communication, parenting styles, and sexual education emphasizing privacy consistently reduce ‎the risk of PPU in adolescents. Conversely, family conflicts, lack of familial support, and excessive ‎supervision increase adolescents’ vulnerability to PPU. This study serves as a reference for ‎developing comprehensive, family-based sexual education programs that are sensitive to ‎adolescents’ needs, thereby enhancing the long-term effectiveness of PPU prevention. Future ‎research may explore familial and parental factors within specific cultural contexts related to ‎strategies and interventions for pornography prevention‎ Keywords: Problematic Pornography Use, Family Function, Parent Roles
PENGARUH TUNTUTAN PEKERJAAN TERHADAP STRES KERJA PADA PK BAPAS KELAS I BANJARMASIN Lestari, Jessica Putri; Ariani, Lita; Julaibib, Julaibib
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.24801

Abstract

Abstrak Balai Pemasyarakatan (BAPAS) bertugas menyelenggarakan bimbingan kemasyarakatan bagi klien, termasuk anak-anak yang bemasalah dengan hukum. Tugas pembimbing kemasyarakatan (PK) meliputi penelitian kemasyarakatan, bimbingan kemasyarakatan dan kerja, serta pengawasan terhadap terpidana. Dalam menjalankan tugas ini, PK sering mengalami stres kerja akibat tuntutan pekerjaan, sesuai pada fenomena yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh positif tuntutan pekerjaan terhadap stres kerja pada PK BAPAS Kelas I Banjarmasin. Desain dalam penelitian yaitu kuantitatif korelasional. Pengambilan sampel seluruh anggota populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel. Penelitian ini memeiliki jumlah sampel sebanyak 33 orang. Pengolahan data dilakukan dengan analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis menampilkan adanya pengaruh positif yang signifikan, tuntutan pekerjaan berpengaruh sebesar 32,4% terhadap stress kerja, artinya semakin tinggi tuntutan pekerjaan akan berpengaruh signifikan terhadap tingginya tingkat stres kerja. Berdasakan hasil tersebut, pihak BAPAS Kelas I Banjarmasin diharapkan agar melakukan upaya-upaya untuk mengurangi tingkat tuntutan pekerjaan, dengan menambah jumlah PK, memberikan reward kepada para pegawai, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Kata Kunci: Masyarakat, Stres Kerja, Tuntutan Pekerjaan AbstractThe Correctional Center (BAPAS) is responsible for providing community counseling to clients, including children in conflict with the law. The duties of a community supervisor (PK) include community research, community and career guidance, and supervision of convicted offenders. In carrying out this task, the PK often experiences professional stress due to the demands of the job, depending on the phenomenon that occurs. This research aims to determine whether there is a positive influence of job demands on job stress among Banjarmasin Class I BAPAS PK. The research design is quantitative and correlational. All members of the population in this study were taken as samples. The sample size for this study was 33 people. Data processing was carried out using simple linear regression analysis. The results of the analysis show that there is a significant positive influence, job demands have a 32.4% effect on job stress, meaning that the higher the job demands, the higher the level of job stress. Based on these findings, BAPAS Class I Banjarmasin should strive to reduce the level of job demands by increasing the number of PK, rewarding employees and creating a conducive work environment. Keywords: Community, Job Demands, Work Stress
GAMBARAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA KOMUNITAS BIARAWATI OSF DI SEMARANG Meirani, Fransiska Tyas; I Winta, Mulya Virgonita; Pratiwi, MM Shinta
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.24413

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi kesejahteraan psikologis pada komunitas Biarawati Ordo Santa Fransiska (OSF) di Semarang dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Sebanyak tujuh biarawati dipilih secara purposif dan diwawancarai mendalam menggunakan panduan berdasarkan enam dimensi kesejahteraan psikologis. Analisis data dilakukan dengan metode tematik menurut Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para biarawati memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi, terutama pada dimensi tujuan hidup dan hubungan positif dengan orang lain. Komunitas religius menjadi sumber utama dukungan emosional, spiritual, dan sosial, yang memperkuat penerimaan diri serta pertumbuhan pribadi. Namun, dimensi otonomi cenderung rendah karena kehidupan komunitas diatur secara hierarkis dan menuntut kepatuhan terhadap kaul ketaatan. Secara keseluruhan, kesejahteraan psikologis para biarawati terbentuk dari integrasi antara spiritualitas, relasi sosial, dan refleksi diri yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembinaan psikospiritual dalam mendukung kesejahteraan komunitas religius di Indonesia. Kata Kunci: Kesejahteraan Psikologis, Biarawati, Komunitas Religius  AbstractThis study aims to describe the psychological well-being of the Sisters of St. Francis (OSF) community in Semarang using a phenomenological qualitative approach. Seven purposively selected nuns participated in in-depth interviews guided by Ryff’s (1989) six dimensions of psychological well-being. Data were analyzed thematically following Braun and Clarke’s procedure. The findings reveal that the nuns generally show high levels of psychological well-being, particularly in purpose in life and positive relations with others. The religious community provides strong emotional, spiritual, and social support that enhances self-acceptance and personal growth. However, autonomy appears lower due to the hierarchical structure and obedience vows governing daily life. Overall, the nuns’ psychological well-being arises from the integration of spirituality, communal relationships, and continuous self-reflection. This study highlights the importance of psychospritual formation in fostering well-being among religious communities in Indonesia. Keywords: Psychological Well-Being, Nuns, Religious Community
PENGARUH INTIMACY DAN ATTACHMENT TERHADAP KEPUASAN HUBUNGAN PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PACARAN JARAK JAUH (LONG DISTANCE RELATIONSHIP) Ahmad, Auliyah Ramadhani; Thahir, Akhmad Zhauqi; Burhanuddin, Arinil Hidayah; Putri, Wilda Dwi Ilsa; Henriani, Wiwin
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.24387

Abstract

Mahasiswa yang menjalani hubungan pacaran jarak jauh (LDR) berada pada fase gamang atas hubungan asmara yang dilalui, menyelesaikan masalah untuk menghasilkan kepuasan dalam hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intimacy dan attachment terhadap kepuasan hubungan pada mahasiswa dengan hubungan pacaran LDR, kemudian penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui efek yang diberikan dari lamanya hubungan dan jenis kelamin sebagai variabel kontrol yang dianalisis dengan intimacy dan attachment terhadap kepuasan hubungan pada mahasiswa yang menjalani hubungan LDR. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif menggunakan metode survey dengan analisis data melalui regresi hierarki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intimacy dan attachment berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan hubungan pada mahasiswa yang menjalani hubungan LDR. Adanya faktor prediktor berupa jenis kelamin dan lamanya hubungan, menunjukan hasil yang tidak signifikan pada intimacy attachment terhadap kepuasan hubungan mahasiswa yang sedang menjalani hubungan LDR. Kontribusi yang dapat diberikan dalam penelitian ini untuk menambah kajian ilmu pengetahuan dan memberikan sumbangsi positif di bidang ilmu psikologi mengenai wawasan dan pengetahuan tentang intimacy dan attachment terhadap kepuasan hubungan pada pasangan LDR.Kata Kunci: Attachment, Intimacy, LDR, Kepuasan Hubungan, Mahasiswa AbstractStudents who are in a long-distance dating relationship (LDR) are in an insecure phase of the relationship, solving problems to produce satisfaction in the relationship. This study aims to determine the effect of intimacy and attachment on relationship satisfaction in students with LDR dating relationships, then this study was also conducted to determine the effect given from the length of the relationship and gender as a control variable analyzed by intimacy and attachment on relationship satisfaction in students undergoing LDR relationships. This study uses a quantitative research approach using survey methods with data analysis through hierarchical regression. The results showed that intimacy and attachment had a significant effect on relationship satisfaction in students who were undergoing LDR relationships. The existence of predictor factors in the form of gender and length of relationship, showed insignificant results in intimacy attachment on the relationship satisfaction of students who were undergoing LDR relationships. The contribution that can be made in this study is to add to the study of science and provide positive contributions in the field of psychology regarding insight and knowledge about intimacy and attachment to relationship satisfaction in LDR couples. Keywords: Attachment, Intimacy, LDR, Relationship Satisfaction, College Students
RESILIENSI PADA MAHASISWA PENERIMA BEASISWA DAERAH 3T Kemeray, Afsya Nelce; Suryanto, Suryanto
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v8i1.24391

Abstract

Abstrak Beasiswa 3T saat ini memberikan peluang kepada mahasiswa untuk meraih cita-cita ke universitas impian Namun mahasiswa yang berada di daerah 3T seringkali mengalami hambatan seperti kurangnya aksesibilitas yang memadai, angka kemiskinan yang tinggi dan niat sekolah yang rendah, tetapi ada juga mahasiswa yang bertahan menghadapi kesulitan dan bangkit dari keterbatasan untuk mencapai tujuan, fenomena ini dapat dikatakan sebagai resiliensi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resiliensi pada mahasiswa penerima beasiswa daerah 3T. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan melibatkan 4 partisipan. Hasil penelitian ini untuk mendeskripsikan bahwa partisipan mencapai resiliensi dengan memunculkan beberapa aspek yaitu optimisme, keterjangkauan, empati, regulasi emosi dan analisis kausal. Kemudian implikasi hasil penelitian ini menunjukkan pengembangan dan penguatan aspek-aspek resiliensi, seperti optimisme, empati, dan regulasi emosi, sangatlah krusial untuk mendukung keberhasilan partisipan. Oleh karena itu, institusi pendidikan dan penyelenggara beasiswa perlu mengintegrasikan program pengembangan resiliensi dalam pendampingan mahasiswa, selain itu memperkuat dukungan sosial juga menjadi penting agar mahasiswa dapat menghadapi berbagai tantangan dan mencapai tujuan akademik serta pribadi mereka dengan lebih efektif. Kata Kunci: Resiliensi, Mahasiswa, Beasiswa Daerah 3T Abstract3T scholarships currently provide opportunities for students to achieve their dreams to go to the university of their dreams. However, students who are in 3T areas often experience obstacles such as lack of adequate accessibility, high poverty rates and low school intentions, but there are also students who endure difficulties and rise from limitations to achieve goals, this phenomenon can be said to be Resilience. This study aims to describe resilience in 3T scholarship recipient students. The approach used in this research is a qualitative approach with a case study method with 4 participants. The results of this study are to describe that participants achieved resilience by bringing up several aspects, namely optimism, affordability, empathy, emotion regulation and causal analysis. The implications of the results of this study indicate that developing and strengthening aspects of resilience, such as optimism, empathy, and emotion regulation, is crucial to support participants' success. Therefore, educational institutions and scholarship providers need to integrate resilience development programs in student mentoring, while strengthening social support is also important so that students can face various challenges and achieve their academic and personal goals more effectively. Keywords: Resilience, Student, 3T Scholarship