cover
Contact Name
Parjono
Contact Email
sparjono7@gmail.com
Phone
+62895344009448
Journal Mail Official
pssa@radenwijaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Kantil Bulusulur Wonogiri 57615 Telp (0273) 343239
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA
ISSN : 24601144     EISSN : 2745567X     DOI : https://doi.org/10.53565/pssa.v8i1.383
JURNAL PENDIDIKAN, SAINS SOSIAL, DAN AGAMA is a double-blind peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing research articles focusses on: 1. Teaching method 2. Instructional methods 3. Instructional strategy 4. Instructional materials development 5. Experiment, survey, and teacher development 6. Religious 7. Social phenomena
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 280 Documents
Analisis Implementasi Kebijakan dan Permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Surabaya Atmoko, Banu; Purwoko, Budi; Amelia, Kaniati; Khamidi, Amrozi
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol 11 No 1
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v11i1.1750

Abstract

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan agenda tahunan krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia, termasuk di Kota Surabaya. Implementasinya seringkali memunculkan berbagai permasalahan kompleks yang perlu dianalisis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk;(1) menganalisis implementasi kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Surabaya; (2) menelaah faktor-faktor penyebab permasalahan dalam PPDB; (3) mengevaluasi efektivitas kebijakan PPDB; (4) rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk mengatasi kendala dan meningkatkan kualitas implementasi PPDB di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan (Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan siswa), serta melalui analisis dokumen terkait kebijakan dan pelaksanaan PPDB. Penelitian ini telah mengidentifikasi sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk mewujudkan sistem PPDB yang lebih adil, transparan, dan merata. Rekomendasi kebijakan yang diajukan diharapkan dapat menjadi masukan konstruktif bagi Pemerintah Kota Surabaya dalam menyempurnakan sistem PPDB dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pendidikan berkualitas. Kata kunci: Kebijakan, Permasalahan, PPDB
Development Of An Interactive Digital Module Based On Local Wisdom To Support The Independent Learning Curriculum For Grade VI Hutagalung, S. Lamriana; Hutagalung, Insenalia S.R; Siagian, Yosua Marasi Parningotan; Purba, Lydia
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.1935

Abstract

This study aims to develop an interactive digital module based on local wisdom as an alternative learning medium to support the implementation of the Merdeka Belajar Curriculum in elementary schools. The background of this research is based on the need for contextual, engaging learning media that can instill local cultural values in students from an early age. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The trial subjects in this study were fourth-grade students of GKPS Rambungmerah Private Elementary School in an area with a rich local culture. The module was developed by combining thematic curriculum content with folklore, traditional games, and regional songs, packaged in an interactive digital application-based format. Validation results by material and media experts indicated that the module had very good feasibility, while field trials showed increased learning motivation, material understanding, and positive attitudes towards local culture. These findings indicate that an interactive digital module based on local wisdom can be an effective, relevant learning innovation, and in line with the spirit of Merdeka Belajar.
The Effect Of Growth Mindset And Peer Social Support On Self-Regulated Learning Rosito, Asina Christina; Pasaribu, Ronald Panaehan; Xtepia, Pia
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.1938

Abstract

This study aims to determine 1) whether there is an influence of growth mindset on self-regulated learning among university students, 2) whether there is an influence of peer social support on self-regulated learning among university students, and 3) whether there is a combined influence of growth mindset and peer social support on self-regulated learning among university students. The participants of this study consisted of 138 university students from various universities in Medan. The research instruments used were the growth mindset scale, peer social support scale, and self-regulated learning scale. The data analysis technique employed was multiple regression analysis. The results of the study indicate the following: 1) there is no influence of growth mindset on self-regulated learning, 2) there is no influence of peer social support on self-regulated learning, and 3) there is no positive influence of growth mindset and peer social support on psychological well-being. A further discussion of these findings is presented in the discussion section.
Analisis Feminisme Dalam Novel “Penyalin Cahaya” Karya Lucia Priandarini Siregar, Esra Novelina; Tambunan, Marlina Agkris; Siregar, Junifer; Sirait, Jumaria; Saragih, Vita Riahni
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.2002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Feminisme Dalam Novel “Penyalin Cahaya” Karya Lucia PriandarinI. Penelitian tentang penerapan feminisme kekuasaan dalam novel “Penyalin Cahaya” karya Lucia Priandarini menggunakan jenis penelitian yaitu, metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Novel “Penyalin Cahaya” karya Lucia Priandarini ini secara keseluruhan mencerminkan semangat feminisme kekuasaan, di mana tokoh perempuan tidak hanya menjadi korban, tetapi juga agen perubahan yang berdaya dalam melawan ketimpangan sosial dan relasi kuasa yang menindas. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dipaparkan tersebut, peneliti menarik simpulan bahwa pada novel “Penyalin Cahaya” karya Lucia Priandarini ditemukan 150 data yang merupakan prinsip utama feminisme kekuasaan Naomi Wolf . Prinsip feminisme kekuasaan Naomi Wolf tersebut diantaranya terdapat 13 data yang merupakan kesetaraan gender , 38 data hak menentukan nasib, 51 data penghargaan terhadap perempuan, 39 data menentang streotip gender dan 9 data kebebasan individu.
Transformasi Perilaku Organisasi melalui Implementasi ISO 27001:2022 pada Industri Pialang Berjangka: Studi Kasus PT. Century Investment Futures Sacha, Shinta; Sri Sundari; Rismadi, Bambang; Marisi Pakpahan
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol 11 No 1
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v11i1.2009

Abstract

Penerapan ISO 27001:2022 sebagai standar sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi ancaman siber di sektor keuangan, khususnya pada perusahaan pialang berjangka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kebijakan keamanan informasi diimplementasikan dan bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku organisasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap karyawan dan manajemen PT. Century Investment Futures. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ISO 27001:2022 mendorong peningkatan kesadaran terhadap keamanan informasi, keterlibatan karyawan dalam perlindungan data, serta penguatan budaya organisasi berbasis risiko. Namun, tantangan tetap ada seperti keterbatasan infrastruktur dan kebutuhan sumber daya manusia dengan kompetensi teknologi informasi lanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ISO 27001:2022 efektif diterapkan dalam meningkatkan tata kelola keamanan informasi sekaligus mempengaruhi perilaku organisasi secara positif.
"Spiritual Transformation through Dhammayatra: An Empirical Analysis of Saddhā Strengthening and Understanding of Buddhism in the Context of Contextual Learning" Jok Kwi
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol 11 No 1
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v11i1.2021

Abstract

The crisis of meaning and spirituality that has hit the younger generation demands a more contextual and transformative model of religious learning. This study aims to evaluate the effectiveness of Dhammayatra as an experiential learning strategy in strengthening Saddhā and improving understanding of Buddhism. With a quantitative approach and a one-group pretest-posttest pseudo-experiment design, this study involved 51 participants who followed the entire series of Dhammayatra. An instrument in the form of a Likert questionnaire is used to measure two main variables: Saddhā (belief in the Triratna) and understanding of the Dhamma (cognitive, affective, applicative). The results of the analysis showed a significant improvement in the indicators of Saddhā and Dhamma understanding after the activity took place. Collective spiritual experiences through visits to sacred sites, meditation, and guided reflection have proven to be more impactful than conventional methods. These findings strengthen the argument that Dhammayatra can be a transformative learning medium and deeply touch spiritual aspects. By practical implication, these activities need to be integrated into the non-formal curriculum of Buddhist education in a systematic manner, with trained facilitators and thematic learning modules. The study also recommends further exploration through a mixed methods approach and longitudinal studies to assess the sustainability of long-term spiritual impacts. Keywords: Dhammayatra, Saddhā, experiential learning, Buddhist education, spiritual transformation, Buddhist understanding, quasi-experiment.
Analisis Semiotika Sijagaron Adat Saur Matua Dalam Budaya Batak Toba Sianipar, Ribka; Siregar, Junifer; Saragih, Vita Riahni; Tambunan, Marlina Agkris; Silitonga, Immanuel Doclas Belmondo
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Semiotika Sijagaron Adat Saur Matua Dalam Budaya Batak Toba. Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. Sebagai tempat penelitian karena di daerah tersebut masih melakukan tradisi sijagaron dalam adat saur matua.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan tentang kajian semiotika sijagaron adat saur matua dalam budaya Batak Toba, maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut:Melalui pendekatan analisis semiotika terhadap sijagaron dalam upacara adat saur matua pada masyarakat Batak Toba, dapat disimpulkan bahwa sijagaron memiliki makna simbolik yang sangat kuat dalam struktur sosial dan spiritual masyarakat Batak Toba. Setiap unsur dalam sijagaron baik itu bentuk, susunan, warna, maupun cara penyajiannya mengandung pesan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Perspektif semiotika, sijagaron tidak hanya berfungsi sebagai sajian makanan, tetapi juga sebagai tanda yang merepresentasikan status sosial orang yang meninggal, hubungan kekerabatan, serta penghormatan kepada leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi sijagaron memperlihatkan bagaimana masyarakat Batak Toba menjaga identitas budaya mereka melalui simbol-simbol dalam ritual adat, meskipun mengalami tantangan modernisasi dan globalisasi. Penggunaan teori semiotika menurut Charles Sanders Peirce pada upacara sijagaron saur matua dalam budaya Batak Toba mengandung makna mendalam yang dapat dianalisis melalui ikon tampak pada pakaian adat dan posisi duduk yang mencerminkan struktur sosial, indeks terlihat dari tangisan dan pemberian ulos sebagai tanda kasih, sementara simbol dalam istilah ialah ucapan, dan ritual adat yang dimaknai secara budaya. Upacara ini bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan nilai dan identitas Batak
Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Karya Ilmiah Siswa Kelas Xi Nadeak, Yosepin Imawati; Tambunan, Marlina Agkris; Saragih, Vita Riahni; Siregar, Junifer; Silitonga, Immanuel D.B.
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Karya Ilmiah Siswa Kelas XI Sma Negeri 4 Pematangsiantar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa aspek kesalahan berbahasa pada karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Pematangsiantar, sebagai berikut. Kesalahan berbahasa tataran fonologi, kesalahan penulisan huruf sering teradi dalam menulis sebuah kata maupun kalimat, seperti penghilangan fonem yang terdiri dari 19 kesalahan yang mencakup jumlah terbanyak, penambahan fonem yang terdiri dari 4 kesalahan yang mencakup jumlah paling sedikit, dan perubahan fonem terdiri dari 15 kesalahan, maka jumlah kesalahan pada tataran fonologi yaitu 38 kesalahan penulisan huruf. Kesalahan berbahasa tataran morfologi adalah proses pembentukan kata dari sebuah bentuk dasar melalui pembubuhan afiks (dalam proses afiksasi) yang terdiri dari 26 kesalahan yang mecakup jumlah terbanyak, pengulangan kata (dalam proses reduplikasi) terdiri dari 3 kesalahan, maka umlah kesalahan pada tataran morfologi yaitu 29 kesalahan pembentukan kata. Kesalahan berbahasa tataran sintaksis, fungsi sintaksis yaitu yang terdiri dari kalimat tidak bersubek yang terdiri dari 7 kesalahan, kalimat tidak berpredikat terdiri dari 1 kesalahan, dan kalimat tidak berobek terdiri dari 8 kesalahan yang mencakup jumlah terbanyak, maka jumlah kesalahan pada tataran sintaksis yaitu 16 kesalahan susunan kalimat. Kesalahan berbahasa tataran semantik, kalimat yang maknanya menyimpang dari makna yang seharusnya, kesalahan karena pasangan yang terancukan yang terdiri dari 4 kesalahan dan kesalahan karena pilihan kata yang tidak tepat memiliki jumlah yang sama yaitu 4 kesalahan, maka jumlah pada tataran semantik yaitu 8 kesalahan. Penyebab kesalahan berbahasa pada karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Pematangsiantar ada 4, yaitu: 1) interferensi dari bahasa asing atau bahasa daerah, 2) kebiasaan yang salah atau kebiasaan yang berkelanutan, 3) kurangnya pemahaman terhadap kaidah bahasa, 4) pengaruh bahasa lisan terhadap tulisan.
Pengaruh Model Pembelajaran Inside, Outside, Dan Circle Terhadap Hasil Belajar Menulis Teks Berita Kelas VIII Sitorus, Veronika Dewi; Sirait, Jumaria; Tambunan, Marlina Agkris; Siregar, Junifer; Saragih, Vita Riahni
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i2.2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Inside, Outside, dan Circle terhadap Hasil Belajar Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 7 Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di SMP Negeri 7 Pematangsiantar yang beralamat di Jl. Sisingamangaraja, Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Pematangsiantar tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 250 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Berdasarkan data yang telah diperoleh dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan oleh peneliti, maka diambil simpulan sebagai berikut: Berdasarkan skor hasil penilaian aspek keterampilan menulis teks berita sebelum penerapan model (Inside, Outsie dan Circle) dari yang tertinggi sampai yang terendah yaitu isi 37,4%, organisasi 31,17%, tata bahasa 18,37%, gaya bahasa 12,2%, ejaan bahasa Indonesia 10,62%. Dengan skor rata-rata keterampilan menulis teks berita sebelum menggunakan model IOC sebesar 47,7 yaitu 3 orang siswa memperoleh skor 65-79 (10,01%) dengan tingkat kemampuan sedang, dan 5 orang siswa memperoleh skor 55-64 (16,66%) dengan tingkat kemampuan rendah dan 22 orang siswa memperoleh skor 0-54 (73,33)% dengan tingkat kemampuan sangat rendah. Keterampilan menulis teks berita setelah menggunakan model IOC sebanyak 6 siswa memperoleh nilai 80-89 (20%) dengan tingkat kemampuan tinggi dan 24 siswa memperoleh nilai 65-79 (80%) dengan tingkat kemampuan sedang. Persentase hasil tertinggi hingga terendah setelah menggunakan model IOC adalah isi 22,23%, organisasi 15,63%, tata bahasa 16,02%, gaya bahasa 18,93%, ejaan dan bahasa Indonesia 4,03%. Dari analisis yang telah dilakukan dan telah teruji secara statistik bahwa thitung lebih besar dari ttabel (4,71 > 1,69) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model IOC terhadap kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Pematangsiantar.
An Analytical Study on Lecture Method as Traditional Teaching Method of the Buddha Medhacitto, Tri Saputra
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol 11 No 1
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v11i1.1366

Abstract

Teaching method is very important element in education since it determines the quality and effectiveness of learning process. The appropriate teaching methods will enhance the effectiveness learning process and student comprehension. Many teaching methods have been introduced in modern education to address different learning needs and educational goals. Among those methods, lecture method is one of the oldest teaching methods and common for all level of education. As the religious leader and teacher, the Buddha had adopted this teaching method in delivering the teachings. This research aims to explore the lecture method as traditional teaching method of the Buddha. This research discovers the Buddha’s teaching approach in dealing with different audiences. With library approach, analyzing the data from primary sources and secondary sources, this research delves into an analytical study on the role of the Buddha as the teacher and systematic approach of lecture method he used in delivering the Dhamma. The Buddha is attributed as a teacher of humans and gods (satthā devamanussānaṃ) who teaches the Dhamma in various methods (bhagavatā anekapariyayena dhammo pakāsito). In the case of lecture method, he begins with presenting the concepts (sandassetvā), making the students understand (samādapetvā), persuading the students to study further (samuttejetvā:), and finishing the lecture in the way students happy (sampahaṅsetvā).