cover
Contact Name
Fatardho Zudri
Contact Email
fatardho@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agronomi@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
ISSN : 20852916     EISSN : 23373652     DOI : -
Aims and Scope Aims Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia), the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia) covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, seed science and technology and weeds science on food, horticulture, plantation, and forage crops.
Articles 971 Documents
Genetic Diversity of Graptophyllum pictum (L.) Griff from Eastern Indonesia Ethnics Based on Sequence-Related Amplified Polymorphismr Azmi, Wihda Aisarul; Husnawati; Puspita, Puspa Julistia; Safira, Ukhradiya M; Subositi, Dyah; Maruzy, Anshary
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.903 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40644

Abstract

Indonesia berada diposisi kedua dengan jumlah tanaman obat asli tertinggi di dunia setelah Hutan Hujan Amazon. G. pictum (L) Griff merupakan salah satu etnomedisin yang telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Indonesia, tapi keragaman genetiknya belum dipetakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman genetik G. pictum (L) Griff dari Indonesia Bagian Timur berdasarkan marka molekuler SRAP melalui pencarian keberadaan polimorfisme. G. pictum (L) Griff yang digunakan berasal dari 11 etnis Indonesia Timur yang sudah dikeringkan sebelumnya, kemudian dilakukan isolasi DNA kromosom, amplifikasi PCR dengan menggunakan 8 kombinasi primer SRAP terpilih, kemudian dianalisis kekerabatan dari 7 etnis menggunakan software NTSYS (Numerical Taxonomy and Multivariative Analysis System) 2.0 dan PopGene (Population Genetic Analysis) 1.3. Dari hasil penelitian diperoleh nilai Persen Lokus Polimorfik (PLP) sebesar 88.55% dengan total lokus ditemukan 49 (44 lokus poliformik dan 5 lokus monomorfik), dan variasi Indonesia menduduki peringkat kedua dengan jumlah tanaman obat asli tertinggi di dunia setelah Hutan Hujan Amazon. Handeuleum (G. pictum (L) Griff) merupakan salah satu tanaman obat yang telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Indonesia, namun informasi mengenai keragaman genetiknya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keragaman genetik 52 aksesi G. pictum (L) Griff dari 11 etnis Indonesia Bagian Timur berdasarkan marka molekuler SRAP. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018 hingga Januari 2019. Sebanyak 52 aksesi G. pictum (L) Griff dan 16 kombinasi primer SRAP digunakan dalam penelitian ini. Analisis kekerabatan dilakukan berdasarkan nilai indeks similaritas dan konstruksi dendogram dengan menggunakan program NTSYS 2.0 dan PopGene 1.3. Sebanyak 49 lokus (44 lokus polimorfik dan 5 lokus monomorfik) diperoleh dari delapan kombinasi primer terpilih dengan presentase polimorfik sebesar 88.55%. Keragaman genetik antar aksesi tergolong tinggi (86%) sedangkan antar etnis tergolong rendah (47.23%). Etnis dengan keragaman tertinggi adalah Demta (81.63%), sedangkan Auyu adalah Etnis dengan keragaman genetik yang paling rendah (2.04%). Berdasarkan nilai Indeks Dissimilarity (ID) atau nilai keragaman yang menunjukkan tingkat kekerabatan, Etnis Bajawa dan Auyu memiliki tingkat kekerabatan terjauh (ID = 1.0720). Informasi yang dihasilkan dalam penelitian ini bermanfaat untuk mendukung program pemuliaan dan konservasi daun wungu. Kata kunci: dendogram, handeuleum, SRAP, tanaman obat
Performance and Response Selection on Mung Bean Transgressive Segregants Maulida, Hesti; Hadi Sutjahjo, Surjono; Wirnas, Desta; Marwiyah, Siti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.487 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40674

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu komoditi pangan penting di Indonesia. Perbaikan varietas kacang hijau diperlukan sebagai upaya untuk mendapatkan varietas unggul kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menduga respon seleksi serta mengkorfirmasi segregan transgresif pada generasi F4 hasil persilangan kacang hijau. Percobaan dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2021 di kebun percobaan Leuwikopo IPB, Bogor, Jawa Barat (275 m dpl). Rancangan yang digunakan adalah rancangan perbesaran (augmented design) dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) yang terdiri atas 60 famili F4 hasil persilangan VR10 x Vima 1 serta 6 varietas pembanding. Seleksi berdasarkan karakter bobot biji per tanaman dan tinggi tanaman menghasilkan 12 galur yang memiliki bobot biji dan keragaan tanaman yang tinggi. Karakter bobot polong dan bobot biji per tanaman memiliki nilai respon seleksi yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan adanya 4 segregan transgresif berdasarkan karakter bobot biji per tanaman dan tinggi tanaman. Kata kunci: augmented, diferensial seleksi, keserempakan panen, koefisien keragaman genetik
Morphological, Physiological and Molecular Characteristics of Tolerant Sugarcane to Waterlogging Stress Wibisono, Viki Bayu; Avivi, Sholeh; Ubaidillah, Mohammad; Sri Hartatik
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.434 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40760

Abstract

Cekaman genangan menyebabkan penurunan hasil 15-45% pada tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi, fisiologi, dan molekuler tanaman tebu toleran terhadap cekaman genangan. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember, Jawa Timur pada bulan September 2021-Februari 2022. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama yaitu genotipe tebu dengan enam genotipe (Bululawang, PS 862, Cening, PS 881, M3, M4). Faktor kedua yaitu periode penggenangan dengan tiga taraf (30 hari, 60 hari, dan 90 hari). Faktor ketiga yaitu perlakuan cekaman genangan (tanpa cekaman genangan dan dengan cekaman genangan). Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, luas permukaan daun, diameter batang, bobot segar akar, jaringan aerenkim, klorofil total, kerapatan stomata, kandungan H2O2 dan ekspresi gen antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman genangan berdampak pada pembentukan jaringan aerenkim, penurunan bobot segar akar, perubahan tinggi tanaman, penurunan luas area daun, penurunan klorofil total, penurunan kerapatan stomata, peningkatan kandungan hidrogen peroksida dan ekspresi gen antioksidan. Genotipe Cening menunjukkan respon persentase penurunan yang rendah dibandingkan dengan kontrol tanpa cekaman pada variabel morfologi, fisiologis dan ekspresi gen antioksidan yang lebih tinggi. Kata kunci: antioksidan, banjir, ketahanan, reactive oxygen species, Cening
Variability Response of Growth of 17 Taro Genotype Under Drought and Flooding Cahyanti, Lutfy Ditya; Sopandie, Didy; Santosa, Edi; Purnamawati, Heni
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.977 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41814

Abstract

Salah satu alternatif sumber bahan pangan ditengah terjadinya perubahan iklim adalah tanaman talas. Selain sebagai sumber karbohidrat, tanaman talas dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi agroklimat sehingga mudah ditemukan di seluruh Indonesia Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi genotipe tanaman talas yang mampu beradaptasi pada cekaman kekeringan dan genangan. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan petak utama perlakuan cekaman air yang terdiri dari 2 taraf, yaitu tadah hujan dan genangan, sedangkan anak petak adalah 17 genotipe tanaman talas. Pada parameter pertumbuhan tanaman talas umur pengamatan 20 minggu setelah tanam, genotipe tanaman talas berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah anakan dan lebar tajuk tanaman; adapun perlakuan air memberikan pengaruh yang sangat nyata pada tinggi tanaman dan jumlah anakan, serta memberikan pengaruh yang nyata pada diameter batang dan lebar tajuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan semua genotipe talas lebih vigor pada perlakuan air tadah hujan, dimana genotipe tanaman talas memiliki tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, jumlah anakan dan diameter umbi yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan genangan. Kata kunci: adaptasi, genangan, kekeringan, perubahan iklim, stres
Morpho-physiological Characterization and Genetic Diversity of Cocoyam Accessions (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) Maghfirah; Santosa, Edi; Suwarto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.607 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.41872

Abstract

Talas kimpul (Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) anggota Araceae merupakan salah satu sumber karbohidrat di daerah kering untuk ketahanan pangan. Hingga saat ini, kajian keragaman genetik kimpul untuk mendukung produktivitas dan kegiatan pemuliaan masih relatif terbatas. Penelitian bertujuan melakukan karakterisasi morfo-fisiologi dan mempelajari keragaman aksesi talas kimpul. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2018 sampai Juli 2019 di Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB Bogor menggunakan tujuh aksesi talas kimpul koleksi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yakni S8, S22, S27, S29, S31, S32, dan S37. Aksesi dipelihara di bawah naungan paranet 50% dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm. Analisis klaster menggunakan metode unweighted pair group method using arithmetic average (UPGMA). Penelitian menunjukkan adanya keragaman pada 31 dari 51 karakter morfologi dan fisiologi. Dari 31 peubah yang beragam, hanya 14 peubah yang memiliki nilai PIC ≥ 0.5. Warna tangkai daun bagian dalam dan kerapatan stomata merupakan karakter penting dalam karakterisasi kimpul karena memiliki keragaman yang paling tinggi. Pada taraf Aksesi mengelompok menjadi dua grup, Grup I beranggota aksesi S29, dan sisanya mengelompok pada Grup II. Grup II memiliki tiga subgrup yakni A (S8 dan S32), B (S22, S27, dan S31), dan C (S37). Aksesi S27 dan S31 memiliki tingkat kemiripan yang tinggi. Kata kunci: Araceae, belitung, ketahanan pangan, lahan kering, perubahan iklim
Agro-ecology Characteristic and Diversity of Fruit Tree Species as Street Greenery in Bandung City Saputro, Imron Gempur; Widodo, Winarso Drajad; Santosa, Edi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.764 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.42013

Abstract

Di Indonesia, tren penggunaan pohon buah sebagai tanaman penghijauan di perkotaan terus meningkat. Di sisi lain, karakterisasi agro-ekologi pohon buah sebagai tanaman penghijauan di perkotaan masih belum teridentifikasi dengan baik, termasuk faktor pembatas yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik agro-ekologi dan keragaman pohon buah sebagai tanaman penghijauan di pinggir jalan. Pemilihan objek pengamatan dalam penelitian ini adalah keragaman tanaman penghijauan yang ada di pinggir jalan Kota Bandung dengan metode transek mengikuti jalur jalan kendaraan. Secara umum, ditemukan 23 spesies tanaman penghijauan di pinggir jalan dengan 14 tanaman adalah pohon buah. Indeks keragaman Shannon-Wiener’s (H’) tanaman penghijauan pinggir jalan yakni 1.29-1.94 termasuk keragaman sedang. Indeks dominansi Simpson (C) berkisar antara 0.18-0.48, menunjukkan tidak ada jenis tanaman yang mendominasi pada setiap segmen jalan. Pohon kersen dapat ditemukan pada seluruh tipe jalan yang diamati, mengindikasikan pohon buah ini secara sengaja ditanam sebagai tanaman penghijauan pinggir jalan. Kajian lanjut pada 14 pohon buah di 11 ruas jalan menunjukkan faktor pembatas utama yang dihadapi adalah bawah pohon sebagai tempat usaha, kabel melintang di atas pohon, dan lokasi akar sempit. Asesmen risiko pohon buah secara keseluruhan tidak ditemukan tingkat risiko tinggi. Berdasarkan hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pohon buah yang teridentifikasi laik dipertimbangkan sebagai tanaman penghijauan pinggir jalan dengan kajian lanjut berkaitan dengan karakteristik morfologi dan kesesuaian fungsi tanaman. Kata kunci: ketahanan pangan, kota cerdas, kota hutan, tanaman multi fungsi
Preferensi Bemisia tabaci Genn. dan Kaitannya dengan Karakter Anatomi dan Morfologi Daun pada Cabai (Capsicum annuum L.) Tengku Laila Kamaliah; Purnama Hidayat; Awang Maharijaya; Sobir; Muhamad Syukur
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.358 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.40312

Abstract

Identifikasi karakter seleksi yang tepat diperlukan dalam pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas cabai yang tahan terhadap kutu kebul Bemisia tabaci Genn. Tujuan penelitian untuk menentukan preferensi kutu kebul Bemisia tabaci pada berbagai genotipe cabai, mengidentifikasi karakter morfologi daun terkait seleksi ketahanan terhadap kutu kebul, melihat korelasi antara respon kutu kebul, dalam hal jumlah telur dan jumlah nimfa instar awal, dengan morfologi daun. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus-Oktober 2018. Genotipe cabai yang digunakan C00265, CM334, C12, Bara, Ayesha, Ungara, Kastilo, Laris, Cilibangi-2, Landung, dan Yuni. Tanaman yang digunakan berumur 4 MST. Kutu kebul diambil dari tanaman terong di Kecamatan Kersana, Brebes, Jawa Tengah lalu diperbanyak pada tanaman tembakau dan terong. Kutu kebul yang diinfestasikan tidak membawa virus. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak 1 faktor yaitu faktor genotipe. Setiap genotipe terdiri atas dua tanaman dan tiga ulangan. Jumlah telur dan jumlah nimfa instar awal per tanaman memiliki korelasi positif yang signifikan dengan dengan jumlah trikoma, sedangkan epidermis tidak berkorelasi. Panjang dan kerapatan palisade berkorelasi negatif signifikan dengan jumlah telur dan jumlah nimfa instar awal tanaman. Ketebalan daun berkorelasi negatif signifikan dengan jumlah nimfa instar awal tanaman. Warna daun mempengaruhi ketertarikan kutu kebul terhadap cabai.Kata kunci: jumlah nimfa instar awal, jumlah telur, palisade, tebal daun, trikhoma
Evaluasi Keragaan Tanaman dan Keserempakan Panen Populasi F4 Kacang Hijau Qonita, Anelia; Rini, Erin Puspita; Marwiyah, Siti; Sutjahjo, Surjono Hadi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.22 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.40597

Abstract

Periode panen pendek atau masak polong serempak adalah salah satu fokus utama dalam pemuliaan tanaman kacang hijau. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keragaan tanaman dan keserempakan panen kacang hijau generasi F4 hasil seleksi persilangan VR480B × Vima. Penelitian dilaksanakan di Desa Bengkaung, Kabupaten Lombok Barat pada bulan Maret sampai dengan Juni 2021. Materi genetik adalah populasi F4 dan genotipe pembanding VR480B dan Vima 1. Penanaman dilakukan berdasarkan rancangan untuk populasi bersegregasi dan pengamatan dilakukan terhadap semua individu. Populasi F4 memiliki keragaman pada semua kualitatif kecuali tipe tumbuh, kebiasaan membelit dan warna garis tautan polong. Populasi F4 juga memiliki tinggi tanaman, umur panen pertama, periode panen, dan bobot biji per tanaman yang beragam. Sebanyak 140 genotipe F4 memiliki periode panen lebih singkat dari kedua tetua. Hasil seleksi populasi F4 berdasarkan periode panen dan bobot biji per tanaman menunjukkan sebanyak 24 genotipe berpotensi memiliki periode panen 3.55 hari lebih singkat dan bobot biji 4.56 g dibandingkan populasi F4 awal, sehingga berpotensi diteruskan pada siklus pemuliaan berikutnya. Kata kunci: HP1, HP90, masak serempak, periode panen, produktivitas
Pola Tanam Padi untuk Produktivitas Tinggi dan Indeks Pertanaman yang Optimal di Lahan Rawa Pasang Surut Gunawan, Indra; Margaret, Swisci; Sujinah, Sujinah; Agustiani, Nurwulan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.026 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.40983

Abstract

Optimalisasi penggunaan lahan rawa pasang surut untuk meningkatkan produktivitas dan hasil padi dapat dilakukan dengan peningkatan indeks pertanaman (IP). Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi peluang peningkatan indeks pertanaman melalui penggunaan varietas unggul baru padi. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Desember 2019 di Desa Sukaraja, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan dengan menguji tiga kombinasi pola tanam yang diulang empat kali. Perlakuan pola tanam yaitu: P1: Regas (musim tanam /MT 1)-Regas (MT 2); P2: Inpara 2 (MT 1)-Inpara 2 (MT 2); P3: Inpara 2 (MT 1)-Inpari 19 (MT 2)-Inpari 19 (MT 3). Regas adalah varietas lokal yang umum ditanam petani, Inpara 2 adalah varietas unggul baru (VUB) adaptif lahan rawa, dan Inpari 19 adalah VUB berumur genjah. Budidaya yang diterapkan yaitu Rawa Pasang Surut Intensif, Super, dan Aktual (RAISA). Pengamatan dilakukan terhadap karakter pertumbuhan dan hasil, serta perbandingan hasil antar pola tanam. Pola tanam padi-padi dengan VUB adaptif rawa (Inpara 2) merupakan pola tanam dengan hasil tertinggi sebesar 11.35 ton ha-1 GKG atau 34.6% lebih tinggi dibanding padi lokal. Indeks pertanaman di lahan rawa pasang surut berpeluang ditingkatkan menjadi tiga kali tanam pada kondisi curah hujan tahunan tinggi dengan didukung pendekatan varietas hasil tinggi dan umur pendek. Kata kunci: budidaya lahan rawa, optimalisasi lahan, padi rawa, pola tanam, RAISA
Postharvest Losses of NOR Tomato Fruit Line MA 131-6-3 Treated by Ethephon and Calcium Carbide Khairi, Alfassabiq; Murti, Rudi Hari; Irwan, Siti Nurul Rofiqo; Putra, Eka Tarwaca Susila
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.39 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.41273

Abstract

TEthephon dan kalsium karbida adalah senyawa pematangan buatan yang sering digunakan untuk mempercepat pematangan buah selama pascapanen. Kedua senyawa ini diinduksi pada buah tomat galur non-ripening (NOR) MA 131-6-3 karena menghasilkan etilen endogen dan respirasi yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ethephon dan kalsium karbida terhadap kerugian pascapanen tomat NOR selama 14 dan 28 hari setelah perlakuan. Aplikasi eksogen dari 1,500 ppm ethephon dan 15 g kg-1 kalsium karbida diberikan pada buah tomat NOR galur MA 131-6-3 dan kondisi lingkungan pada suhu 28.08±1.80 °C dan kelembaban relatif 75.67±2.09%. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, pada ketinggian 125 m di atas permukaan laut. Hasilnya, ethephon dapat meningkatkan pembusukan buah tomat. Selanjutnya, kalsium karbida dapat mempercepat metabolisme yang berdampak pada susut bobot, mengubah warna menjadi kekuningan (b*), meningkatkan warna cerah (chroma), tetapi warna buah tomat tidak dapat menjadi merah.Kata kunci: kematangan buah, kualitas buah, pascapanen, total asam tertitrasi, total padatan terlarut

Filter by Year

1994 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 53 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 3 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 3 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 2 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 1 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 2 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 2 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 1 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 3 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 1 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 2 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 1 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 3 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 2 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 1 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 2 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 3 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 2 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 1 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 3 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 1 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 3 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 2 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 1 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 32 No. 3 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 2 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 1 (2004): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 3 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 2 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 1 (2003): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 3 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 2 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 1 (2002): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 3 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 2 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 1 (2001): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 3 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 2 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 1 (2000): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 3 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 2 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 1 (1999): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 3 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 2 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 1 (1998): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 3 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 2 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 1 (1997): Buletin Agronomi Vol. 24 No. 1 (1996): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 3 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 2 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 1 (1995): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 2 (1994): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 1 (1994): Buletin Agronomi More Issue