cover
Contact Name
Fatardho Zudri
Contact Email
fatardho@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agronomi@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
ISSN : 20852916     EISSN : 23373652     DOI : -
Aims and Scope Aims Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia), the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Indonesian of Journal Agronomy (Jurnal Agronomi Indonesia) covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, seed science and technology and weeds science on food, horticulture, plantation, and forage crops.
Articles 971 Documents
Karakterisasi Morfologi dan Molekuler Galur Padi Introduksi Golden Rice F8 terhadap Penyakit Blas dan Hawar Daun Bakteri Mai Abdul Imam Buqori, Dwi; Agus Dyanshah, Danny; Hartatik, Sri; Bayu Wibisono, Viki; Ubaidillah, Mohammad
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.893 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.41305

Abstract

Golden rice merupakan padi yang di dalam endosperma bijinya memiliki kandungan β-karoten atau provitamin A. Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan ketahanannya terhadap penyakit blas dan hawar daun bakteri (HDB). Hasil pemuliaan Golden rice telah mendapatkan turunan ke 8 (F8) yang bersifat stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi agromorfologi dan genotipe galur padi introduksi Golden rice F8 PAC Nagdong/IR36/IR64. Penelitian dilakukan di Laboratorium Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jember. Benih yang digunakan yaitu tiga galur padi intorduksi Golden rice F8 PAC Nagdong/IR36/IR64 dengan kode 302/IR-2-2(6)/1, 302/IR-2-2(7)/2, 302/IR-2-2(8)/1 serta varietas IR36 dan IR64 sebagai tanaman kontrol. Analisis genotipe meliputi gen Pik-s, Pi54, Pi-ta, Xa4 dan Xa7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter agromorfologi pada seluruh galur Golden rice untuk karakter tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah anakan produktif tidak berbeda nyata. Tinggi tanaman Golden rice termasuk dalam kategori semidwarf, jumlah anakan >24.6 dengan anakan produktif mencapai lebih dari 85%, panjang malai antara 20.09-20.85 cm, dan bobot per rumpun mencapai 42.94 g serta seluruh galur Golden rice memiliki gen pengkode sifat tahan terhadap penyakit blas dan HDB. Kata kunci: β-karoten, galur, HDB, introduksi, marka
Pertumbuhan dan Hasil Tebu (Saccharum officinarum L.) Keprasan Pertama pada Residual Kompos Blotong dan Residual Pupuk Anorganik Ridwan, Ahmad Fauzi; Purwono; Widodo, Winarso Drajad
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.092 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.41761

Abstract

Intensifikasi tebu keprasan lahan kering merupakan salah satu cara dalam rangka meningkatkan produksi gula nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respon pertumbuhan dan hasil dua varietas tebu terhadap residual kompos blotong dan pupuk anorganik pada budidaya tebu lahan kering. Penelitian dilakukan bulan Agustus 2019 sampai dengan Juli 2020 pada tebu keprasan pertama di lahan percobaan PT Kebun Tebu Mas, Lamongan, Jawa Timur dengan rancangan split split plot. Perlakuan terdiri atas tiga faktor yaitu varietas (PS 881 dan PS 862) sebagai petak utama, residual kompos blotong (taraf 0, 5, dan 10 ton ha-1) sebagai anak petak, dan residual pupuk anorganik (25%, 50%, 75%, dan 100% dosis rekomendasi sebesar 600 kg ha‑1 ZA dan 400 kg ha‑1 NPK 15-15-15) sebagai anak-anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan varietas PS 862 lebih tinggi daripada PS 881 pada keragaan tinggi tanaman, panjang ruas, diameter, panjang batang, dan jumlah batang. Residual kompos blotong memiliki pengaruh nyata lebih baik pada taraf 10 ton ha-1 pada panjang ruas. Residual pupuk anorganik taraf 75% menyebabkan respon yang nyata lebih baik pada peubah jumlah daun, jumlah tunas, jumlah batang dan diameter. Varietas PS 862 dengan 5 ton ha-1 residual kompos blotong menghasilkan bobot batang terbaik sebesar 0.48 kg m-1. Varietas PS 881 memiliki nilai optimum sebesar 71.19% residual pupuk anorganik untuk mencapai hasil tebu sebesar 60.31 ton ha-1. Kata kunci: gula, intensifikasi, lahan kering, PS 862, PS 881
Pengaruh BAP, IAA, dan Jenis Eksplan terhadap Efisiensi Regenerasi Tomat Fortuna 23 Avivi, Sholeh; Mohammad Ubaidillah; Setiyono; Rifngatul ‘Atiqoh
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.848 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.41988

Abstract

Penelitian bertujuan memperoleh protokol regenerasi yang efisien untuk transformasi genetik pada tanaman tomat Fortuna 23. Penelitian dilaksanakan mulai Agustus 2021-Februari 2022, bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Jember. Penelitian terdiri dari dua rancangan percobaan yaitu menggunakan RAL faktorial 3 faktor (tahap induksi tunas) diulang sebanyak 3 kali dan RAL non faktorial (tahap induksi akar) diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diberikan untuk tahap induksi tunas adalah BAP (0, 1, 2, dan 3 mg L-1), IAA (0, 0.1, 0.2, dan 0.3 mg L-1), dan jenis eksplan (kotiledon, hipokotil, dan akar). Perlakuan yang diberikan untuk tahap induksi akar adalah NAA (0, 0.1, 0.5, dan 1 mg L-1). Pada tahap induksi tunas kombinasi perlakuan B2A3E1 (BAP 2 mg L-1 + IAA 0.3 mg L-1 + kotiledon) merupakan perlakuan yang terbaik karena mampu menghasilkan jumlah tunas terbanyak (8 tunas), dengan awal muncul tunas 21 hari setelah induksi (HSI) dan awal muncul kalus 7 HSI. Pada tahap induksi akar perlakuan NAA 0.5 mg L-1 menghasilkan awal muncul akar tercepat (3 HSI), jumlah daun terbanyak (5 daun), dan jumlah akar terbanyak (26 akar). Kata kunci: induksi akar, induksi tunas, regenerasi
Pengaruh Melatonin Eksogen terhadap Performa dan Perkembangan Organ Generatif Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Rohman, M Andik Fathur; Hartatik, Sri; Buqori, Dwi Mai Abdul Imam; Puspito, Agung Nugroho; Ubaidillah, Mohammad
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.223 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.42121

Abstract

Buah okra kaya akan manfaat yang berguna memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Melatonin merupakan biomolekul pleiotropik alami yang ditemukan secara luas pada tumbuhan maupun hewan untuk meningkatkan hasil, pembungaan, pembentukan dan perkembangan buah, partenokarpi, dan ripening. Penelitian bertujuan mengetahui respon melatonin eksogen terhadap performa dan perkembangan organ generatif tanaman okra. Penelitian dilakukan pada Desember 2021-Februari 2022 di lahan okra PT. Gading Mas Indonesia Teguh, Ajung, Jember, Indonesia. Pemberian melatonin dilakukan secara eksogen dengan menyemprotkan ke semua bagian tanaman okra yang sudah masuk fase generatif. Percobaan dilakukan dengan satu faktor konsentrasi melatonin dengan empat taraf yaitu 0 µM, 200 µM, 350 µM, dan 500 µM. Kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak lima kali sehingga didapatkan 20 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan melatonin berpengaruh terhadap performa dan kualitas tanaman okra. Konsentrasi 350 µM menghasilkan rata-rata jumlah daun tertinggi 14.8 daun. Konsentrasi 500 µM menghasilkan waktu gugur kelopak paling lama dengan rata-rata 4.8 hari dan persentase keberhasilan pembentukan buah sebesar 100 %. Variabel jumlah biji paling tinggi pada perlakuan kontrol dengan rata-rata 57.2 biji dan pematangan buah atau ripening paling lama pada konsentrasi 500 µM dengan rata-rata 33.6 hari. Melatonin tidak berpengaruh nyata terhadap panjang buah dan diameter buah okra. Kata kunci: hormon, partenokarpi, ripening, sayuran
Uji Adaptasi Teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) Bawang Merah pada Lahan Dataran Tinggi Majalengka Heru Susanto; Kiki Kusyaeri Hamdani; Dian Histifarina; Agus Nurawan; Tri Martini; Wawan Wahyudin
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.834 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.42599

Abstract

Penggunaan biji TSS (true shallot seed) dalam teknologi budidaya produksi lipat ganda (Proliga) bawang merah telah dikembangkan oleh Badan Litbang Pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan teknis dan ekonomi teknologi Proliga bawang merah di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan secara partisipatif pada lahan petani seluas 1000 m2 di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka (1,000-1,200 mdpl) pada bulan April-Agustus 2019. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan dan tujuh ulangan. Perlakuan pertama Trisula biji dengan Proliga, kedua Lokananta biji dengan Proliga dan ketiga Bali Karet umbi dengan teknologi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah asal biji Trisula dan Lokananta dengan teknologi Proliga masing-masing sebesar 33.9 ton ha-1 dan 40.17 ton ha-1 sedangkan Bali Karet umbi dengan teknologi petani sebesar 19.5 ton ha-1. Analisis ekonomi terhadap biaya persemaian menunjukkan bahwa teknologi Proliga bawang merah dapat menghemat biaya benih hingga 43% dan R/C rasio Proliga bawang merah lebih tinggi dibandingkan cara petani (R/C Proliga Trisula, Proliga Lokananta, dan cara petani masing-masing sebesar 2.83, 3.35, dan 1.76). Teknologi Proliga bawang merah asal biji secara teknis maupun ekonomi layak dikembangkan khususnya pada dataran tinggi karena produktivitasnya yang tinggi dan menguntungkan petani. Kata kunci: analisis ekonomi, biji bawang merah, kelayakan ekonomis, kelayakan teknis, produktivitas
Evaluasi Kualitas Beras dan Kandungan Amilosa dari Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Perlakuan Paclobutrazol Rahman, Rahayu Safitri; Santosa, Edi; Sugiyanta; Bambang Sapta Purwoko
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.013 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43008

Abstract

Aplikasi paclobutrazol pada tanaman padi untuk mengurangi tinggi batang merupakan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim yakni agar tanaman lebih tahan rebah. Namun demikian, pengaruh aplikasi paclobutrazol terhadap kualitas beras masih jarang diteliti. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas mutu beras dari empat varietas tanaman padi yang diberi perlakuan paclobutrazol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 di Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Bogor. Empat varietas yakni IPB 3S, Inpari 42, Hipa 18, dan Tarabas diperlakukan dengan paclobutrazol (K1 = 0 ppm, K2= 150 ppm, K3 = 300 ppm, K4 = 450 ppm, K5 = 600 ppm), yang diaplikasikan melalui daun saat tanaman bunting sebelum malai muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakukan paclobutrazol memengaruhi mutu beras khususnya persentase beras pecah kulit, beras giling dan beras kepala, bentuk beras, serta kandungan amilosa. Varietas padi memberikan respon berbeda terhadap perlakuan paclobutrazol. Konsentrasi 150 ppm mulai memengaruhi mutu beras yakni meningkatkan beras pecah kulit pada semua varietas, beras giling pada IPB 3S dan Inpari 42, dan beras kepala serta kandungan amilosa pada IPB 3S dan Hipa 18; tetapi menurunkan beras kepala pada varietas Tarabas dan kandungan amilosa pada Inpari 42. Perlu penelitian lebih lanjut residu paclobutrazol pada beras untuk memastikan keamanan pangan. Kata kunci: beras giling, beras kepala, cuaca ekstrim, perubahan iklim, varietas padi
Karakter Agro-morfologi dan Periode After-ripening Benih Padi Lanras Lokal Potensial asal Timor-Leste Branco, Luis Manuel; Ilyas, Satriyas; Purwoko, Bambang Sapta; Agus Purwito; Palupi, Endah Retno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.498 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43102

Abstract

Benih padi yang baru dipanen umumnya tidak berkecambah walaupun dikecambahkan pada kondisi optimum yang disebut after-ripening, dan secara alamiah akan hilang setelah waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan melakukan karakterisasi agro-morfologi dan menetapkan periode after-ripening benih 5 lanras potensial di Timor-Leste. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2018-November 2019. Penanaman dan pengamatan karakter agro-morfologi 5 lanras potensial Timor-Leste, yaitu Hare R-oitu, Fos Mean, Hare Belit, Hare Nona Portu, dan Ale Mamea Ula Lesa, dilaksanakan di Desa Caibada Distrik Baucau, Timor-Leste. Pengamatan periode after ripening dan mutu benih ke lima lanras tersebut dilaksanakan di Laboratorium Pengujian dan Penyimpanan Benih, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB University, dan dirancang dalam rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama adalah 5 lanras tersebut di atas dan faktor kedua adalah periode simpan yang terdiri atas 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 minggu setelah panen (MSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 lanras potensial di Tinmor-Leste mempunyai keragaan tanaman yang pendek (76.3-105.50 cm), tergolong berumur sedang (129-141 HSS), dan jumlah anakan produktif tinggi (17.5-53.50 anakan), kecuali Ale Mamea Ula Lesa. Lima lanras tersebut mempunyai potensi produktivitas yang tinggi berkisar 8.1-9.8 ton ha-1. Periode after-ripening lanras Hare Belit dan Hare Nona Portu berakhir pada 2 MSP, Hare R-oitu pada 6 MSP, sedangkan Ale Mamea Ula Lesa dan Fos Mean pada 8 MSP. Semakin lama benih disimpan rasio kandungan ABA/GA3 semakin menurun dari 0.53-1.22 ppm pada 2 MSP menjadi 0.45-0.93 ppm pada 4 MSP. Lanras Hare Belit dan Hare Nona Portu merupakan lanras yang potensial dikembangkan menjadi varietas nasional di Timor-Leste, masing-masing untuk pengembangan di dataran rendah dan dataran sedang. Kata kunci: karakterisasi, intensitas dormansi, persentase perkecambahan, mutu benih
Asesmen Kejadian Self-Pruning pada Beberapa Jenis Tanaman Buah Tropis Paisey, Elda Kristiani; Santosa, Edi; Matra, Deden Drajat; Kurniawati, Ani; Supijatno
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.25 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43211

Abstract

Upaya mengurangi biaya produksi tanaman buah-buahan sangat penting dalam meningkatkan daya saing. Salah satu biaya produksi pada budidaya adalah pemangkasan. Self-pruning atau cladoptosis sangat potensial untuk mengurangi biaya pemangkasan pada tanaman buah. Namun demikian, penelitian fenomena self-pruning masih sangat terbatas pada tanaman hortikultura. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kejadian self-pruning pada tanaman buah dalam rangka menggali potensinya untuk menekan pelaksanaan pemangkasan. Observasi menggunakan rancangan acak kelompok dengan faktor tunggal yakni tujuh jenis tanaman buah (alpukat, jeruk siam, jambu biji, kapulasan, lengkeng, asam jawa dan jeruk nipis). Tanaman buah berumur 2.5 tahun dipelihara dalam pot drum. Pengamatan meliputi ukuran kanopi, ukuran cabang dan kejadian self-pruning pada cabang. Hasil penelitian menunjukkan adanya kejadian self-pruning pada cabang sekunder, cabang tersier, serta cabang quarter pada semua jenis tanaman. Namun demikian, atas jenis tanaman memiliki kecenderungan self-pruning pada cabang berbeda. Pada tanaman alpukat kejadian self-pruning terjadi pada jenis cabang sekunder dan tersier. Self-pruning pada cabang tersier terjadi pada tanaman lengkeng. Self-pruning pada jenis tanaman yang lain terjadi pada semua jenis cabang. Penelitian ini pertama kali mengamati kejadian self-pruning pada tanaman buah. Perlu penelitian lanjutan mengenai faktor peubah self-pruning pada tanaman buah. Kata kunci: absisi, arsitektur kanopi, cladoptosis, hortikultura, senesens
Kariotipe dan Ploidi pada Anggrek Vanda dearei and Vanda celebica menggunakan Analisis Flow Cytometry Hartati, Sri; Sukaya; Samanhudi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.007 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.43825

Abstract

Keanekaragaman anggrek Vanda merupakan salah satu keunggulan tanaman yang dapat digunakan untuk membuat hibrida baru. Sifat anggrek ditentukan oleh banyak gen, sehingga perlu dilakukan persilangan agar diperoleh keragaman genetik yang lebih besar. Persilangan antara tetua dapat menghasilkan keturunan dengan jumlah kromosom yang berbeda dari tetuanya. Salah satu metode yang berperan dalam mengetahui tingkat ploidi adalah analisis kariotipe dan flow cytometry. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kariotipe dan tingkat ploidi anggrek Vanda melalui flow cytometry. Bahan yang digunakan adalah anggrek V. celebica, V. dearei, hibrida dari V. dearei x V. celebica, dan V. celebica x V. dearei. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kromosom V. dearei 2n = 2x = 40, V. celebica 2n = 2x = 38, hibrida dari V. celebica x V. dearei 2n = 2x = 38, dan V. dearei x V. celebica 2n = 2x = 38. Susunan kariotipe anggrek V. celebica adalah 2n = 2x = 17m+2sm, V. dearei adalah 2n = 2x = 40 =18m+2sm, hibrida dari V. celebica x V. dearei adalah 2n = 2x = 38 = 17m+1sm, dan V. dearei x V. celebica adalah 2n = 2x = 38 = 17m+1sm. Semua tingkat ploidi anggrek yang diamati adalah diploid. Kata kunci: sitologi, flow cytometry, genetika, kariotipe
Perpektif Baru: Manajemen Vegetasi Bawah Tegakan Pada Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan Yahya, Sudirman; Mira Ariyanti; Yenni Asbur
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.521 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.44605

Abstract

Sesama tumbuhan, antara tanaman pokok dan tumbuhan lainnya, sampai tingkat tertentu bersaing dalam mendapatkan sumberdaya lingkungan tumbuh, terutama air dan hara media tumbuh, ruang tumbuh dan unsur iklim mikro. Sehubungan dengan ini, tumbuhan atau vegetasi bawah tegakan dapat ditinjau seberapa besar daya menyaingi dibandingkan dengan besar daya manfaat, baik secara langsung bagi tanaman pokok, pengelolaan kebun maupun terhadap segi lingkungan. Pada tinjauan ini akan diungkapkan keberadaan tumbuhan atau vegetasi bawah tegakan yang lazim yang berperanan sebagai penutup tanah dengan berbagai manfaat dalam mewujudkan teknologi produksi kelapa sawit berkelanjutan. Ada beberapa peubah yang lazim diamati sebagai dampak positif penerapan teknologi produksi berkelanjutan, di antaranya: penurunan emisi gas rumah kaca CO2, peningkatan cadangan karbon, biodiversitas lingkungan, perbaikan neraca air dan hara tanah, koservasi tanah dan air, dan penekanan erosi. Dalam naskah ini akan diungkap dan ditelaah beberapa peubah tersebut sebagai dampak teknologi produksi, khususnya oleh dua spesies vegetasi bawah Nephrolepis biserrata dan Asystasia gangetica. Kata kunci: biodiversitas, cadangan karbon, neraca air, neraca hara

Filter by Year

1994 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 53 No. 3 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 2 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 53 No. 1 (2025): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 3 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 2 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 52 No. 1 (2024): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 3 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 2 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 3 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 2 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 3 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 2 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 3 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 2 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 47 No. 1 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 3 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 2 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 46 No. 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 45 No. 1 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 44 No. 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 2 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 3 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 42 No. 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 2 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 41 No. 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 40 No. 1 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 3 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 39 No. 1 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 2 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 38 No. 1 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 3 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 2 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 37 No. 1 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 2 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 36 No. 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 3 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 2 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 35 No. 1 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 3 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 34 No. 1 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 3 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 2 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 33 No. 1 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol. 32 No. 3 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 2 (2004): Buletin Agronomi Vol. 32 No. 1 (2004): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 3 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 2 (2003): Buletin Agronomi Vol. 31 No. 1 (2003): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 3 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 2 (2002): Buletin Agronomi Vol. 30 No. 1 (2002): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 3 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 2 (2001): Buletin Agronomi Vol. 29 No. 1 (2001): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 3 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 2 (2000): Buletin Agronomi Vol. 28 No. 1 (2000): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 3 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 2 (1999): Buletin Agronomi Vol. 27 No. 1 (1999): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 3 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 2 (1998): Buletin Agronomi Vol. 26 No. 1 (1998): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 3 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 2 (1997): Buletin Agronomi Vol. 25 No. 1 (1997): Buletin Agronomi Vol. 24 No. 1 (1996): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 3 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 2 (1995): Buletin Agronomi Vol. 23 No. 1 (1995): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 2 (1994): Buletin Agronomi Vol. 22 No. 1 (1994): Buletin Agronomi More Issue