cover
Contact Name
Taufik Agung Pranowo
Contact Email
taufikagung@upy.ac.id
Phone
+6287719079467
Journal Mail Official
gcounsbkupy@upy.ac.id
Editorial Address
gcounsbkupy@upy.ac.id
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : 25416782     EISSN : 25806467     DOI : https://doi.org/10.31316/g.couns.v4
Core Subject : Science, Education,
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 997 Documents
Analisis Penerapan Pendidikan Multikultural Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling Wijayanti, Lanny Ilyas; Basuki , Agus; Eliasa, Eva Imania
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4894

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang Pendidikan multicultural yang diberikan kepada peserta didik melalui layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan yaitu literatur review, dimana semua temuan dicatat dan dipadukan baik secara teori maupun praktik dengan menggunakan analisis data secara kualitatif deskriptif, menggunakan berbagai sumber bacaan/jurnal untuk dijadikan acuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa memberikan pendidikan multicultural kepada peserta didik adalah hal yang harus dilakukan stake holder dalam satuan pendidikan, selain itu pendidikan multicultural juga dapat dilakukan melalui layanan bimbingan dan konseling dimana pemberi layanan adalah konselor sekolah yang memiliki kepribadian multicultural yang baik, memiliki pengetahuan multicultural yang luas, memiliki keterapilan dalam memadukan berbagai pendekatan konseling. Kesimpulannya, sebagai konselor memiliki kompetensi dasar multicultural adalah  keterampilan yang perlu dimiliki. Sehingga Pendidikan multicultural melalui layanan Bimbingan dan Konseling diberikan kepada peserta didik dengan kesempatan yang sama, berinteraksi dengan individu dari latarbelakang berbeda, mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang dunia yang kompleks  dan memperluas wawasan kebudayaan. Kata kunci: pendidikan, pendidikan multikultural, layanan bimbingan dan konseling
The Urgency of Impostor Phenomenon in Educational Institutions Mutiara Aqilla Tasya; Juntika Nurihsan; Eka Sakti Yudha; Philein Sophia Putri Dakes; Rifqi Fadhillah Farmadi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.4902

Abstract

The impostor phenomenon is a unique phenomenon that occurs in high achieving individuals. The impostor phenomenon can affect a person's psychological well-being, such as work, academics, interpersonal relationships, or the ability to achieve self-actualization. This research aims to look at the description and urgency of the impostor phenomenon among students. This research uses literature study methods in various journals, book chapters, theses such as Science Direct, Psyc Info, Sage, and Taylor & Francis, and the Online Thesis database. The results of research from 9 selected pieces of literature showed that students often experience the impostor phenomenon in the "medium" and "high" categories. The demands of the academic environment, such as high competition and self-comparison are the main triggers. High achieving students tend to feel anxious, afraid of disappointing others, and doubtful when achieving success. Therefore, there is a need for counselor action to overcome the problem of this impostor phenomenon by educating on the impact and carrying out interventions. Cognitive restructuring techniques are recommended to help overcome the impostor phenomenon problem. Keywords: impostor phenomenon, student, counseling guidance
Hubungan Kepercayaan Diri Dan Harga Diri Dengan Kerja Keras Dalam Wasaka Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Astri Depika Putri; Akhmad Sugianto; Eklys Cheseda Makaria
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4903

Abstract

Tujuan riset ini ialah guna mengidentifikasi hubungan kepercayaan diri dan harga diri dengan kerja keras dalam wasaka pada siswa di SMP Negeri 27 Banjarmasin. Metode riset menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis riset korelasional. Alat pengumpulan data yang digunakan ialah kuesioner skala kepercayaan diri, harga diri dan kerja keras dalam wasaka. Teknik analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil menunjukkan terdapat hubungan antara kepercayaan diri dan harga diri dengan kerja keras dalam wasaka sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 138,778 > nilai Ftabel 3,04. Kesimpulan terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dan harga diri dengan kerja keras dalam wasaka. Semakin baik dan tinggi kepercayaan diri dan harga diri yang dimiliki oleh murid maka semakin baik dan tinggi pula kerja keras dalam wasaka pada siswa di SMP. Kata kunci: kepercayaan diri, harga diri, kerja keras dalam wasaka
Kontribusi Optimisme Dan Nilai Budaya Gawi Manuntung Terhadap Disiplin Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Mitha Suci Qomariah; Akhmad Sugianto; Sulistiyana
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4904

Abstract

Pentingnya menanamkan sikap optimisme dan nilai budaya gawi manuntung pada siswa, agar mampu mengikuti pembelajaran dengan disiplin serta suasana yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi optimisme dan nilai budaya gawi manuntung terhadap disiplin belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kontribusi. Alat pengumpulan data menggunakan angket dengan skala likert dengan teknik penarikan sampel jenuh, dengan jumlah sampel penelitian 130 orang siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kuala Kapuas.Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 9,259 dengan probabilitas 0.000. Karena probabilitas < 0.05 Jadi, dapat disimpulkan adanya kontribusi optimisme dan nilai budaya gawi manuntung terhadap disiplin belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kuala Kapuas. Kata kunci: optimisme, gawi manuntung, disiplin belajar
Efektivitas Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMPN 33 Bekasi Tomy Dwi Apriyanto; Asni
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas konseling Rational Emotif Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest desain. populasi terjangkau di penelitian ini ialah siswa SMPN 33 Bekasi kelas VIII.3 yang berjumlah 43 siswa dan Sampel penelitian ini sebanyak 10 orang siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purpose sampling. Instrument penelitian ini  menggunakan kuesioner yang digunakan dengan skala model likert. Teknik analisis data memakai perhitungan uji T Wilcoxon. Hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan SPSS dii dapatkan hasil Asymp. Sig (2-Tailed) bernilai 0,005 < 0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa konseling kelompok dengan REBT dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa yang dapat di lihat melalui perubahan setelah di berikan layanan konseling dengan teknik REBT. Kata kunci: kepercayaan diri, REBT, konseling kelompok
Dampak Trauma Antargenerasi Pada Keluarga Veteran Perang Fauzi Rahmah, Izdihar Sulthonah; Khairi, Alfin Miftahul
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali mengenai dampak trauma antargenerasi terhadap keluarga veteran Operasi Seroja Timor – Timur (Tim – Tim). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi kasus dengan metode pengumpulan data teknik wawancara dan observasi yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi dan pedoman panduan wawancara. Uji kredibilitas member check digunakan peneliti dalam menguji keabsahan data. Analisis data  menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan dampak dari trauma antargenerasi, yaitu: rasa takut akan kehilangan dan perpisahan, rasa gelisah dan cemas, kurang kasih sayang serta perhatian dari orang tua, harga diri yang rendah, temperamental, menjadi orang yang merasa tidak enak dengan orang lain, sering memikirkan suatu hal secara berlebihan. Satu dari dua keluarga dapat memutus rantai trauma yang dialami. Hal tersebut ditandai dengan adanya kepercayaan diri yang baik, tangguh, adanya sifat ambisius yang cukup tinggi dalam suatu hal yang diinginkan, dan memiliki sikap solidaritas yang tinggi. Kata kunci: trauma antargenerasi, veteran, operasi seroja timor - timur
Analisis Perilaku Imitasi Pada Remaja Pemain Game Mobile Legends Online Di Tinjau Dari Pendekatan Kognitif Sosial Muhammad Arsyad; Ririanti Rachmayani Jamain; Mursyidah J Parandrengi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4927

Abstract

Terdapat fitur komunikasi pada game online Mobile Legends yang memungkinkan dapat ditiru, salah satunya berkata kasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku imitasi remaja pemain game online dalam permainan Mobile Legends berdasarkan pendekatan social kognitif Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif berdasarkan hasil survei dengan instrument menggunakan kuesioner tertutup. Subjek penelitian berjumlah 10 orang remaja berusia antara 15-17 tahun yang bermain game online Mobile Legends di Kota Jambi. Berdasarkan hasil survei secara acak didapatkan hasil bahwa 60%  pada individu komunitas pemain game Mobile Legends cenderung ditemukan proses imitasi verbal yaitu berkata kasar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan teori kognitif sosial mampu menjelaskan terjadinya proses imitasi pada perilaku negatif yang dilakukan para pemain game online Mobile Legends, yaitu berkata kasar. Perilaku tersebut terbentuk dari proses imitasi yaitu memperhatihan, mengingat, produk dan motivasi. Kesimpulannya bahwa berkata kasar merupakan sebuah produk prilaku dari keikutsertaan dalam komunitas yang mendapatkan penguatan positif. Kata kunci: game online, mobile legends, remaja, meniru, pendekatan kognitif sosial
Psychological Well Being Pada Remaja Panti Asuhan Aisyiyah Balongbendo Lely Lailia Ningsih; Hazim, Hazim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4946

Abstract

Penelitian tentang psychological well beingpada remaja sudah banyak mendapatkan perhatian dari para peneliti. Hanya saja, belum banyak yang mengulas kesejahteraan psikologis remaja yang tidak tinggal bersama keluarga inti. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara mendalam psychological well beingpada remaja yang tinggal di panti asuhan Aisyiyah Balongbendo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian ini ditentukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan beberapa kriteria. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Untuk keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Tahapan analisisnya melalui cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing subjek memiliki tingkat  psychological well being yang baik yang tercermin pada lima dimensi; Hubungan positif dengan oranglain, kemandirian, penguasaan lingkungan, perkembangan diri, dan tujuan hidup.  Sebaliknya, pada dimensi penerimaan diri mereka masih lemah. Kesimpulannya, pengelola panti asuhan perlu memberikan perhatian secara khusus untuk dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang berada dalam asuhannya. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, panti asuhan, remaja
Bimbingan Konseling Dan Kurikulum Merdeka Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Elida Hapni; Novita Fitri; Masril
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i3.4953

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana peran bimbingan konseling dalam menerapkan kurikulum merdeka dilingkungan SMPN 6. Penelitian merupakan jenis kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi lapangan. Adapun yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Dalam hal ini yang menjadi informan penelitian yakni tiga orang guru bimbingan konseling yang ada dilingkungan SMPN 6. Data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara dan observasi. Data yang sudah terkumpulkan dianalisis dengan cara mereduksi data dengan pengorganisasian sehingga dapat diambil kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bimbingan konseling ikut berperan dalam menerapkan kurikulum merdeka di sekolah. Peran guru bimbingan dan konseling tersebut adalah: (a) sebagai konselor, (b) sebagai konsultan, (c) sebagai koordinator, (d) sebagai pengembangan kari, dan (e) sebagai asesor. Maka kesimpulan guru bimbingan konseling ikut serta berperan dalam kurikulum merdeka khususnya memfasilitasi perkembangan dan pertumbuhan peserta didik, pengembagan bakat, minat serte potensi yang dimiliki peserta didik. Kata kunci: bimbingan konseling, kurikulum merdeka, SMP
Countinous Schedule of Reinforcement dan Intermittent Schedule: Memilih Jadwal Reinforcement yang Efektif Afandi, Muslim; Afandi, Nail Hidaya
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.4959

Abstract

Ketika konselor memilih reinforcement sebagai teknik dalam pengembangan dan pengubahan perilaku, maka sudah menjadi kewajiban konselor untuk mempertimbangkan jadwal pemberian reinforcer pada konseli. Pertimbangan ini dapat dilakukan setelah konselor memahami berbagai jenis penjadwalan reinforcement, untuk memahami hal tersebut maka dilakukan literature review terkait hasil-hasil penelitian penggunaan jenis jadwal reinforcement, yakni continuous schedule of reinforcement (CRF) dan intermittent schedule (INT). Data yang didapatkan dianalisis melalui 3 tahapan. Berdasarkan analisis dari 30 hasil penelitian ditemukan bahwa CRF cenderung digunakan, terutama untuk melatihkan tingkah laku baru. Idealnya, ketika tingkah laku yang appropriate kemunculannya cenderung stabil, maka analis perilaku atau konselor dapat mengubah jadwal reinforcement dari CRF menjadi INT agar nantinya appropriate behavior individu terkait dapat dimunculkan secara alami tanpa terikat pada programmed reinforcement. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan CRF tepat dipilih untuk tujuan pengajaran tingkah laku baru dan peningkatan tingkah laku positif karena mendorong proses pembelajaran lebih cepat. Kata kunci: continuous schedule of reinforcement, intermittent schedule, jadwal reinforcement

Page 71 of 100 | Total Record : 997


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 02: April 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 1 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 2 (2021): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 5 No. 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 2 (2019): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 2 (2018): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 2 No. 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2, No 1 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2017): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2016): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling More Issue