cover
Contact Name
Riko Herdiansah
Contact Email
wahana.peternakan@utb.ac.id
Phone
+6282119931700
Journal Mail Official
wahana.peternakan@utb.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.utb.ac.id/index.php/jwputb/EditorialTim
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Wahana Peternakan
ISSN : 27746119     EISSN : 25802941     DOI : https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i2
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Wahana Peternakan e-ISSN: 2580-2941 | p-ISSN: 2774-6119 is a journal with open access. This journal publishes the results of original research, reviews/literature reviews, field cases, or ideas in the field of animal husbandry that are relevant to any field of study involving livestock, zoology, veterinary, animal ethics, and animal welfare, as well as social-economic of animal husbandry.
Articles 337 Documents
SUBSTITUSI BEKATUL MENGGUNAKAN MOLASES TERHADAP SIFAT FISIK UREA MOLASES BLOK (UMB): The Effect of Rice Bran Substitution Using Molasses on the Physical Quality of Urea Molasses Block Kustyorini, Tri Ida Wahyu; Charlie, Julleo Gian; Brihandhono, Ari; Kusumawati, Enike Dwi
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi bekatul menggunakan molases terhadap sifat fisik Urea Molases Blok (UMB). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah molases, urea, mineral, semen putih, dan bekatul. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu substitusi bekatul menggunakan molases (P1 = 20%), (P2 = 25%), (P3 = 30%), (P4 = 35%). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi warna, tingkat kekerasan, aroma, dan kadar air, yang kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi bekatul menggunakan molases memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap warna, tingkat kekerasan, aroma, dan kadar air UMB. Skor warna dan aroma tertinggi tercapai pada perlakuan P4, sedangkan skor tingkat kekerasan tertinggi dicapai pada perlakuan P1, dan kadar air terendah tercatat pada P1.   Kata kunci: aroma, kadar air, kekerasan, urea molases blok, warna
FERMENTASI ANAEROB DEDAK PADI MENGGUNAKAN STARTER SUPLEMEN ORGANIK CAIR DARI FESES RUSA TIMOR: Anaerobic Fermentation of Rice Bran Using Liquid Organic Suplement Starter from Timor Deer Feces Ritonga, Ayu Aksari; Iman Hernaman; Budi Ayuningsih; Urip Rosani
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2280

Abstract

Dedak padi merupakan hasil samping penggilingan padi yang berpotensi digunakan sebagai pakan, namun penggunaannya secara langsung terbatas karena kandungan serat kasar tinggi dan adanya asam fitat yang mengikat mineral penting. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan, salah satunya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Fermentasi mampu menurunkan pH, meningkatkan produksi asam laktat, serta menghambat bakteri perusak. Feses rusa berpotensi menjadi starter fermentasi karena mengandung bakteri asam laktat, namun perlu diolah terlebih dahulu menjadi suplemen organik cair (SOC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan SOC feses rusa terhadap kualitas dedak padi fermentasi berdasarkan kadar asam laktat, pH, susut bahan kering, dan nilai Fleigh (NF). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan, yaitu P0 (1 kg dedak + 300 g molases), P1 (1 kg dedak + 200 g molases + 100 g SOC), dan P2 (1 kg dedak + 100 g molases + 200 g SOC). Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan P2 menghasilkan dedak fermentasi terbaik, ditunjukkan oleh kadar asam laktat tertinggi (18,62%), pH terendah (4,29), serta NF tertinggi (186,76). Dengan demikian, fermentasi anaerob dedak padi menggunakan starter SOC feses rusa Timor dengan perbandingan 10:1:2 (P2) memberikan kualitas fermentasi optimal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan kadar asam laktat dan aroma khas dedak fermentasi berpotensi meningkatkan palatabilitas pakan pada ternak.   Kata kunci: bakteri asam laktat, dedak fermentasi, feses rusa, pH, suplemen organik cair (SOC)
EVALUASI PENAMPILAN PRODUKSI LAYER BERBASIS PAKAN SELFMIX DI DESA PONGGOK KECAMATAN PONGGOK KABUPATEN BLITAR: Evaluation on the Performance of Layer Production Based on Selfmix Feed in Ponggok Village, Ponggok District Blitar Regency Rosidah, Hidayatul; Lestariningsih; Afrilia, Tika Fitria Wulan
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2312

Abstract

Usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar, khususnya Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, merupakan sentra produksi telur nasional yang krusial bagi ketahanan pangan. Namun, tingginya harga pakan komersial menjadi tantangan utama yang secara signifikan menekan profitabilitas peternak rakyat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi secara komprehensif penampilan produksi dan kualitas telur ayam layer yang mengadopsi pakan selfmix, yaitu praktik pencampuran pakan sendiri, sebagai strategi peternak menekan biaya produksi dan menjamin keberlanjutan usaha. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan peternak di Desa Ponggok. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Secara sosial ekonomi, peternak di lokasi studi memiliki rata-rata umur 51–60 tahun dengan tingkat pendidikan rata-rata Sekolah Dasar (SD). Mereka umumnya memelihara layer strain Malindo dengan populasi antara 2.000 hingga 3.000 ekor. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pakan selfmix memberikan penampilan produksi yang memadai: rata-rata konsumsi pakan harian mencapai 120 gram per ekor. Tingkat produksi telur harian (Hen Day Production - HDP) berada pada angka 85%. Namun, pakan selfmix ini tampak memengaruhi kualitas fisik telur; warna cangkang telur sebagian besar (28%) berwarna cokelat, dan tekstur cangkang 91% termasuk mutu 3, yang berarti sedikit kasar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pakan selfmix berhasil mempertahankan produktivitas yang tinggi (HDP), tetapi peternak perlu melakukan penyesuaian formulasi untuk memperbaiki kualitas dan konsistensi fisik cangkang telur.   Kata kunci: selfmix, konsumsi pakan, hen day production, tekstur cangkang, warna cangkang
POTENSI BUNGKIL INTI SAWIT SEBAGAI BAHAN PAKAN SUBTITUSI DEDAK PADI TERHADAP PERFORMA DAN INCOME OVER FEED COST BROILER: Potential of Palm Kner Meal as a Substitution of Rice Bran Feed Material on Broiler Performance and Income Over Feed Costl Alfawzi, Muhammad Irvan; Muhammad Nur Hidayat; Mappanganro, Rasyidah
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2343

Abstract

Penggunaan bungkil inti sawit (BIS) dalam pakan broiler pada penelitian bertujuan untuk mengetahui respon konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan IOFC ayam ras pedaging (broiler). Sebanyak 40 ekor broiler ditempatkan di dalam kandang unit percobaan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi: P1= Pakan Basal, P2= Pakan Basal + 10% BIS, P3= Pakan Basal + 10% BISF, P4= Pakan Basal + 15% BISF dan P5= Pakan Basal + 20% BISF. Berdasarkan hasil statistik menggunakan analisis sidik ragam menunjukkan perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata P<0,05) pada konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan, namun memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada Income Over Feed Cost. Penggunaaan bungkil inti sawit terfermentasi (BISF) tidak memberikan pengaruh yang buruk sampai 20%, sehingga dapat dijadikan sebagi bahan pakan sibtitusi dedak padi.   Kata kunci: bungkil inti sawit, performa, ayam ras pedaging, Income Over Feed Cost
EVALUASI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DAN MAGGOT SEBAGAI PAKAN AYAM KAMPUNG PADA TINGKAT KONSUMSI, KONVERSI, DAN IMBANGAN BIAYA PAKAN: Utilization Evaluation of Household Organic Waste and Maggot as Feed of Ayam Kampung on Level of Consumption, Conversion, and Income Over Feed Cost Bayu Tri As’ari; Hariadi Darmawan; Nonok Supartini
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2373

Abstract

Ketersediaan pakan alternatif yang ekonomis dan berkelanjutan berbasis biokonversi sampah menjadi tantangan dalam budidaya ayam kampung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat konsumsi pakan, efisiensi konversi pakan (FCR), dan Income Over Feed Cost (IOFC) pada ayam kampung yang diberi pakan campuran limbah organik rumah tangga dan maggot segar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan (P1: 90 % limbah + 10 % maggot; P2: 80 % + 20 %; P3: 70 % + 30 %) dan tiga ulangan, pada sembilan ekor induk ayam umur 48–60 minggu, selama 30 hari. Data konsumsi harian pakan, FCR, produksi telur, dan IOFC dianalisis melalui analisis ragam dan deviasi standar. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi pakan harian tertinggi pada P2 (239,70 ± 4,16 g/ekor), FCR terbaik pada P3 (0,2121), dan IOFC maksimum pada P1 (Rp 46.213). Produksi telur total paling tinggi dicapai pada P3 (9 butir; 376,02 g), sedangkan bobot telur rata-rata tertinggi pada P1 (42,98 g/butir). Temuan ini mengindikasikan bahwa komposisi pakan 10 % maggot dan 90 % limbah organik rumah tangga memberikan keseimbangan optimal antara efisiensi pakan dan keuntungan ekonomi. Pengembangan budidaya maggot berbasis biokonversi limbah organik rumah tangga direkomendasikan untuk menekan biaya pakan, mendukung keberlanjutan lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan peternak ayam kampung.   Kata kunci: Ayam kampung, biokonversi, efisiensi konversi pakan, IOFC, konsumsi pakan
KECERNAAN DAN FERMENTABILITAS DALAM RANSUM DOMBA DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH KULIT PISANG TANDUK (IN VITRO): Digestibility and Fermentability in Sheep Rations with the Addition of Banana Peel Waste (In Vitro) Ghistavera Izvantika; Mansyur; Ujang Hidayat Tanuwiria
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan kulit pisang tanduk dalam ransum terhadap kecernaan dan fermentabilitas secara in vitro pada rumen domba. Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), VFA Total, dan produksi ammonia (NH3). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas penambahan kulit pisang tanduk ke dalam ransum sebanayak 0% (kontrol), 10%, 20%, 30%, dan 40%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penambahan kulit pisang tanduk dalam ransum memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap nilai kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan VFA Total. Perlakuan dengan penambahan 40% kulit pisang tanduk menghasilkan nilai KcBK dan KcBO tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 68,69% dan 74,02%. Sementara itu, perlakuan dengan penambahan 30% kulit pisang tanduk menghasilkan VFA dan ammonia (NH3) tertinggi yaitu, masing-masing sebesar 197,68 mM dan 9,60 mM. Dengan demikian, kulit pisang tanduk berpotensi digunakan sebagai bahan pakan alternatif yang dapat meningkatkan efisiensi pencernaan pada ternak ruminansia.   Kata kunci: fermentabilitas, in vitro, kecernaan, kulit pisang, ransum
PENGARUH WAKTU MASERASI TERHADAP RENDEMEN, pH, DAN PROFIL FITOKIMIA EKSTRAK ETIL ASETAT POLLARD (Triticum sativum lank) SEBAGAI SUMBER BETAIN: Effect of Maseration Duration on Rendement,  pH,  and Phytochemical Profile of Pollard (Triticum aestivum L.) Etyl Asetat Extract as a Betain Source Ismawati Nur Jamiah; Diding Latipudin; Abun Hasbuna
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama maserasi terhadap rendemen, pH, dan profil fitokimia ekstrak pollard (Triticum aestivum L.) dengan menggunakan pelarut etil asetat. Metodologi yang diterapkan mencakup variasi lama maserasi selama 24, 36, 48, dan 72 jam, serta pengukuran nilai rendemen, nilai pH dan skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama maserasi selama 48 jam menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 2,94% dan profil fitokimia yang kaya akan senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Sedangkan nilai pH ekstrak didapatkan dengan rentang nilai yang sama pada setiap perlakuan lama maserasi yaitu 4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penentuan lama maserasi yang tepat dapat meningkatkan nilai rendemen dan profil fitokimia ekstrak pollard dengan pelarut etil asetat. Namun lama maserasi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pH ekstrak yang diperoleh pada semua perlakuan.   Kata Kunci: pollard, betain, maserasi, etil asetat
PENGARUH LAMA PENGASAPAN KAYU KESAMBI (Schleichera oleosa) DAN BATOK KELAPA (Cocos nucifera) TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SE’I SAPI: The Effect of Smoking Duration of Kesambi Wood (Schleichera oleosa) and Coconut Shell (Cococs nucifera) on the Physicochemical and Organoleptic Properties of Beef Se’i Aura Alverina; Reni Ratni Dapawole; A’idah Attha Saniyah Rahma
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama pengasapan menggunakan kayu Kesambi dan batok kelapa terhadap fisikokimia (susut masak, kadar air, daya ikat air, dan pH) dan organoleptik (warna, aroma, tekstur, dan kesukaan). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan per bahan bakar. Parameter yang diukur adalah susut masak, kadar air, daya ikat air, pH dan organoleptik. Analisis data susut masak, kadar air, daya ikat air dan pH menggunakan analisis laboratorium. Data organoleptik dianilisis menggunakan analisis Two-Way-ANOVA untuk mengetahui pengaruhi dari kayu Kesambi dan batok kelapa, jika signifikan dilanjutkan uji DMRT, menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi jenis bahan bakar dan lama pengasapan berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik daging se’i sapi. Penggunaan kayu Kesambi selama 60 menit menghasilkan nilai terbaik pada aroma, tekstur, dan tingkat kesukaan, menunjukkan penerimaan tertinggi oleh panelis. Sementara itu, penggunaan batok kelapa selama 90 menit menghasilkan warna daging yang paling pekat dan nilai pH cenderung menurun seiring lamanya pengasapan. Temuan ini menegaskan bahwa pemilihan jenis bahan bakar dan durasi pengasapan yang tepat sangat penting untuk menghasilkan daging se’i sapi dengan mutu optimal.   Kata kunci: batok kelapa, fisikokimia, Kesambi, organoleptik, se’i
KOMPETENSI OPERATOR FARM UNGGAS PEDAGING PADA PETERNAKAN DI WILAYAH KABUPATEN PROBOLINGGO: Competence of Broiler Poultry Farm Operators on Farms in the Probolinggo Regency Area Amanda Kusuma Wardani; Sunarto; Nurdianti
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama maserasi terhadap rendemen, pH, dan profil fitokimia ekstrak pollard (Triticum aestivum L.) dengan menggunakan pelarut etil asetat. Metodologi yang diterapkan mencakup variasi lama maserasi selama 24, 36, 48, dan 72 jam, serta pengukuran nilai rendemen, nilai pH dan skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama maserasi selama 48 jam menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 2,94% dan profil fitokimia yang kaya akan senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, steroid, dan triterpenoid. Sedangkan nilai pH ekstrak didapatkan dengan rentang nilai yang sama pada setiap perlakuan lama maserasi yaitu 4. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penentuan lama maserasi yang tepat dapat meningkatkan nilai rendemen dan profil fitokimia ekstrak pollard dengan pelarut etil asetat. Namun lama maserasi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pH ekstrak yang diperoleh pada semua perlakuan.   Kata Kunci: pollard, betain, maserasi, etil asetat
PENGARUH BERAT TELUR YANG BERBEDA TERHADAP BOBOT TETAS PADA PENETASAN TELUR AYAM KAMPUNG: The Effect of Different Egg Weights on Hatch Weight in the Incubation of Local Village Chicken Rifaldy Eryansah Harahap; Nilawati, Nilawati; Nelzi Fati
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan berat telur terhadap bobot tetas, susut tetas, daya tetas, dan mortalitas embrio pada telur ayam kampung (Gallus domesticus). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh selama 3 bulan. Penelitian menggunakan RAL dengan lima perlakuan berdasarkan kelompok berat telur dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot tetas, susut tetas, daya tetas, dan mortalitas embrio. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa variasi berat telur memiliki pengaruh yang sangat signifikan (P < 0,01) terhadap bobot tetas, di mana telur dengan bobot lebih besar menghasilkan bobot tetas yang lebih tinggi. Namun demikian, berat telur tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap susut tetas, daya tetas, maupun mortalitas embrio. Perlakuan terbaik dicapai pada kelompok telur dengan berat lebih dari 50 gram, yang menghasilkan bobot tetas tertinggi sebesar 44,02 gram. Temuan ini menegaskan pentingnya seleksi bobot telur sebelum proses penetasan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hasil penetasan.   Kata kunci: ayam kampung, bobot tetas, daya tetas, mesin tetas, berat telur