cover
Contact Name
Rosmaiyadi
Contact Email
ijpd@journal.stkipsingkawang.ac.id
Phone
+6282358388382
Journal Mail Official
rosmaiyadialong@gmail.com
Editorial Address
STKIP SIngkawang, Jalan STKIP - Kelurahan Naram Singkawang, Kalimantan Barat, INDONESIA, 79251
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
IJPD (International Journal Of Public Devotion)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 26146762     EISSN : 26146746     DOI : http://dx.doi.org/10.26737/ijpd
International Journal of Public Devotion is a Scientific Journal of Community Service which is published twice a year in July and December by the Institute for Management and Publication of Scientific Journal of STKIP Singkawang. The articles contain the results of community service that has been done and related to education, science, technology, socio-economic, and entrepreneurship in order to inspire and benefit the community widely.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
Digital Transformation Of Cultural Learning: The Effectiveness Of Interactive Multimedia In Strengthening The Pancasila Student Profile For Muhammadiyah Elementary School Teachers In Sleman Emmanuel Kus Eddy Sartono; Wuri Wuryandani; Hendra Prasetia; Fathurrohman Fathurrohman; Suparlan Suparlan
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8013

Abstract

Teachers' difficulties in integrating digital technology for learning about Indonesia's cultural diversity have become the main obstacle in realising the Pancasila Student Profile in the era of the Merdeka Curriculum. This service aims to transform teachers' digital pedagogical competencies through training and mentoring in the use of interactive multimedia based on Indonesia's cultural diversity. The activities were conducted in a hybrid format from April to September 2024, involving 25 fourth and fifth-grade teachers from 7 Muhammadiyah Elementary Schools in Kapanewon Gamping, Sleman. The evaluation results show a significant improvement in teacher competencies: (1) the technical ability to operate interactive multimedia increased from an average score of 45.6 (poor category) to 87.2 (very good category); (2) the skill to integrate cultural diversity content into Pancasila learning increased by 78%; (3) all participants (100%) successfully implemented interactive multimedia in their respective classroom learning. The long-term impact is evident from the initiation of the formation of a digital practitioner community and the plan to adopt multimedia into the school learning system. This training proves that a transformative approach based on practice and intensive mentoring can bridge the digital divide among teachers and strengthen cultural identity from primary education.  Transformasi Digital Pembelajaran Budaya: Efektivitas Multimedia Interaktif Dalam Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bagi Guru Sd Muhammadiyah SlemanABSTRAKKesulitan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital untuk pembelajaran keberagaman budaya Indonesia menjadi hambatan utama dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di era Kurikulum Merdeka. Pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi kompetensi pedagogik digital guru melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan multimedia interaktif berbasis keberagaman budaya Indonesia. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid selama periode April-September 2024 melibatkan 25 guru kelas IV dan V dari 7 SD Muhammadiyah di Kapanewon Gamping, Sleman. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan: (1) kemampuan teknis mengoperasikan multimedia interaktif meningkat dari skor rata-rata 45,6 (kategori kurang) menjadi 87,2 (kategori sangat baik); (2) keterampilan mengintegrasikan konten keberagaman budaya ke dalam pembelajaran Pancasila meningkat sebesar 78%; (3) seluruh peserta (100%) berhasil mengimplementasikan multimedia interaktif dalam pembelajaran di kelas masing-masing. Dampak jangka panjang terlihat dari inisiasi pembentukan komunitas praktisi digital dan rencana adopsi multimedia ke dalam sistem pembelajaran sekolah. Pelatihan ini membuktikan bahwa pendekatan transformatif berbasis praktik dan pendampingan intensif mampu mengatasi kesenjangan digital guru dan memperkuat identitas budaya sejak pendidikan dasar.Kata Kunci :Multimedia interaktif, keberagaman budaya; Profil Pelajar Pancasila; Transformasi digital guru; Kurikulum Merdeka.
The Role of School Field Introduction Program (PLP) in Developing Teaching Skills of Pre-Service Teachers at SD Negeri 231 Palembang Liza Murniviyanti; Arizona Karno; Dodi Irawan; Nyi Ayu Anatasya; Dini Zaharani; Dwi Novi Fitrianingsih; Ria Aprianti; Sindi Sapitri; Reyhan Teska Anugrah
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9548

Abstract

The School Field Introduction Program (PLP) is an integral component in pre-service teacher education that aims to provide authentic experience in school environments. This study aims to analyze the role of the PLP program in developing the teaching skills of pre-service teachers at SD Negeri 231 Palembang, covering aspects of lesson planning, implementation, classroom management, use of instructional methods and media, and evaluation. The research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques including observation, in-depth interviews, and documentation. Research subjects consisted of PLP participants, cooperating teachers, and students. Results indicated that the PLP program plays a significant role in holistically improving students' pedagogical competencies. Participants demonstrated improvement in both technical and non-technical skills, such as confidence, communication ability, and adaptation to school environments. Challenges encountered included limited experience, class heterogeneity, and relatively short program duration. The PLP program is proven to be an effective vehicle for producing professional, competent pre-service teachers ready to face the dynamics of learning in elementary schools.Peran Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam Membentuk Keterampilan Mengajar Mahasiswa di SD Negeri 231 PalembangABSTRAKProgram Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) merupakan komponen integral dalam pendidikan calon guru yang bertujuan memberikan pengalaman nyata di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program PLP dalam membentuk keterampilan mengajar mahasiswa di SD Negeri 231 Palembang, mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan kelas, penggunaan metode dan media pembelajaran, serta evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa peserta PLP, guru pamong, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PLP berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa secara menyeluruh. Mahasiswa mengalami peningkatan keterampilan teknis maupun non-teknis, seperti kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan adaptasi terhadap lingkungan sekolah. Kendala yang ditemui antara lain keterbatasan pengalaman, heterogenitas kelas, dan waktu pelaksanaan yang relatif singkat. Program PLP terbukti menjadi wahana efektif dalam mencetak calon guru yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi dinamika pembelajaran di sekolah dasar.Kata Kunci :PLP; keterampilan mengajar; mahasiswa calon guru; sekolah dasar; kompetensi pedagogik 
Strengthening Civil Rights Literacy among Indonesian Migrant Workers through Media-Based Legal Education during Integrated Itsbat Nikah Hearings in Sarawak Yenny Aman Serah; Mella Ismelina Farma Rahayu; Syarifah Arabiyah; Aris Yulia; Adhytia Nugraha; Resmaya Agnesia Mutiara Sirait; Agustinus Astono
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9572

Abstract

Although integrated marriage validation (itsbat nikah) services are available to Indonesian migrant workers (PMI) in Sarawak, Malaysia, some participants still need information regarding court procedures, the function of marriage registration, family documents, and the protection of civil rights. This Community Service activity aims to strengthen PMI’s legal literacy through media-based legal education as a complement to the integrated marriage validation hearings at the Consulate General of the Republic of Indonesia (KJRI) in Kuching, with evaluation indicators including understanding of marriage validation procedures, perceptions of legal certainty, and the benefits of integrated services. The activity was conducted on December 4-8, 2025, by a collaborative Community Service (PKM) team from Panca Bhakti University in Pontianak, Tarumanagara University in Jakarta, and Sahid University in Jakarta, involving 102 Indonesian migrant worker couples. The activity employed an educational-participatory approach through observation, educational reporting, brief interviews, discussions, legal consultations, the distribution of brochures, and evaluation via questionnaires. The results of the activity showed that 77 applications for itsbat nikah (75.5%) were granted, 5 applications (4.9%) were rejected, and 20 applications (19.6%) were dismissed. As part of the PKM activities, a post-activity evaluation of 60 respondents showed that 87% fell into the “understand” and “fully understand” categories regarding the marriage validation procedure, 92% gave a positive assessment that marriage legalization provides legal certainty, and 93% assessed that the integrated service benefits families. The evaluation results indicate that media-based legal education can complement marriage registration services by providing more contextual and communicative information. This mentoring model can be developed as part of legal services for Indonesian migrant workers at Indonesian diplomatic missions abroad.Penguatan Literasi Hak Sipil Pekerja Migran Indonesia melalui Edukasi Hukum Berbasis Media pada Sidang Itsbat Nikah Terpadu di SarawakABSTRAKMeskipun layanan sidang itsbat nikah terpadu telah tersedia bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sarawak, Malaysia, sebagian peserta masih memerlukan informasi mengenai prosedur persidangan, fungsi pencatatan perkawinan, dokumen keluarga, dan perlindungan hak sipil. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi hukum PMI melalui edukasi hukum berbasis media sebagai pendamping sidang itsbat nikah terpadu di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, dengan indikator evaluasi meliputi pemahaman prosedur itsbat nikah, persepsi terhadap kepastian hukum, dan manfaat pelayanan terpadu. Kegiatan dilaksanakan pada 4-8 Desember 2025 oleh tim PKM kolaborasi dari Universitas Panca Bhakti Pontianak, Universitas Tarumanagara Jakarta, dan Universitas Sahid Jakarta dengan sasaran 102 pasangan PMI. Kegiatan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui observasi, peliputan edukatif, wawancara singkat, diskusi, konsultasi hukum, pembagian brosur, dan evaluasi melalui angket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 77 permohonan itsbat nikah (75,5%) dikabulkan, 5 permohonan (4,9%) ditolak, dan 20 permohonan (19,6%) dinyatakan gugur. Dalam rangkaian kegiatan PKM tersebut, evaluasi pascakegiatan terhadap 60 responden menunjukkan bahwa 87% berada pada kategori paham dan sangat paham terhadap prosedur itsbat nikah, 92% memberikan penilaian positif bahwa legalisasi perkawinan memberikan kepastian hukum, dan 93% menilai pelayanan terpadu memberikan manfaat bagi keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa edukasi hukum berbasis media dapat melengkapi pelayanan itsbat nikah dengan penyampaian informasi yang lebih kontekstual dan komunikatif. Model pendampingan ini dapat dikembangkan sebagai bagian dari pelayanan hukum bagi PMI pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.Kata Kunci :edukasi hukum berbasis media; itsbat nikah terpadu; literasi hukum PMI; pekerja migran Indonesia; pelayanan publik terpadu
Education, Training, and Prevention of Sports Injuries for Teachers and Sports Coaches: A Simulation-Based Approach at SDN Kamasan 1 Masnur Ali; Nofi Marlina Siregar; Eka Fitri Novita Sari; Novri Asri
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.7931

Abstract

This community service activity aims to educate and improve the understanding and skills of physical education teachers and sports coaches in preventing and managing sports injuries in elementary school settings. The participants consisted of 25 individuals, including physical education teachers and sports coaches from the vicinity of SDN Kamasan 1. Participatory Rural Appraisal, demonstrations of prevention techniques, and hands-on training in initial injury management through case simulations. Evaluations were conducted before and after the training to measure improvements in participants’ knowledge and skills. The results showed an increase in participants’ understanding of injury prevention and care, from 68% in the pretest to 85% in the posttest. Additionally, 90% of participants were able to correctly perform first aid techniques, up from 72% in the pretest. A total of 95% of participants stated that this training was very beneficial and relevant for application in school sports activities. This initiative successfully enhanced the preparedness of teachers and coaches in creating a safe sports environment for students.Edukasi Pelatihan Pencegahan dan Perawatan Cedera Kepada Guru dan Pelatih Olahraga: Pendekatan Simulasi di SDN Kamasan 1ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta pelatih olahraga dalam mencegah dan menangani cedera olahraga di lingkungan sekolah dasar. Subjek kegiatan terdiri dari 25 peserta, yang meliputi guru pendidikan jasmani dan pelatih olahraga di sekitaran SDN Kamasan 1. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan materi cedera olahraga, demonstrasi teknik pencegahan, serta pelatihan langsung penanganan awal cedera melalui simulasi kasus. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pencegahan dan perawatan cedera Pretest 58% dan Posttest 87%. Selain itu, 90% peserta mampu mempraktikkan teknik pertolongan pertama dengan benar dari pretest 72%. Sebanyak 95% peserta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat dan relevan untuk diterapkan dalam kegiatan olahraga sekolah. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesiapsiagaan guru dan pelatih dalam menciptakan lingkungan olahraga yang aman bagi siswa.Kata Kunci:Pelatihan; cedera olahraga; guru olahraga; pertolongan pertama; pencegahan cedera
Training on the Development of Mindfulness-Based Guidance and Counseling Media to Enhance School Counselors’ Competence in Supporting Student Well-Being Yunita Dwi Setyoningsih; Agus Setiawan; Agung Prasetyo
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9112

Abstract

This community service program aimed to improve guidance and counseling teachers’ competence in developing mindfulness-based counseling media to support student well-being. The program was conducted on May 12, 2026, at SMA N 1 Rembang in collaboration with the Senior High School/Madrasah Aliyah Guidance and Counseling Teachers’ Association of Rembang Regency, with funding from LPPM Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. A total of 51 teachers completed the pretest, while 46 completed the posttest. The training included interactive lectures, demonstrations, media design practice, simulations, discussions, and evaluation. Data were analyzed descriptively using means, percentages, categories, and open-response review. The pretest showed that participants’ initial competence was moderate to high, with a mean score of 3.39 or 67.70%. After training, the posttest score increased to 4.34 or 86.89%, categorized as very high. In the 17 comparable items, the score increased from 3.39 to 4.31. The highest improvement was found in confidence and implementation evaluation. This program indicates that practice-based training can strengthen school counselors’ competence in developing mindfulness-based media.Pelatihan Pengembangan Media BK Berbasis Mindfulness untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Well-Being SiswaABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling dalam mengembangkan media BK berbasis mindfulness untuk mendukung well-being siswa. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 di SMA N 1 Rembang bersama mitra MGBK SMA/MA Kabupaten Rembang, dengan dukungan pendanaan LPPM Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. Peserta yang mengisi pretest berjumlah 51 guru BK, sedangkan posttest diisi oleh 46 guru BK. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik perancangan media, simulasi, diskusi, dan evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui rerata, persentase, kategori, serta telaah respons terbuka. Hasil pretest menunjukkan kompetensi awal peserta berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan rerata 3,39 atau 67,70%. Setelah pelatihan, skor posttest meningkat menjadi 4,34 atau 86,89% pada kategori sangat tinggi. Pada 17 butir yang sama, skor meningkat dari 3,39 menjadi 4,31. Peningkatan terbesar terjadi pada kepercayaan diri dan evaluasi pelaksanaan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat memperkuat kompetensi guru BK dalam mengembangkan media mindfulness untuk mendukung well-being siswa.Kata Kunci :guru BK; media BK; mindfulness; well-being siswa
Assistance in Developing Interactive Assessments Based on Liveworksheets for Junior High School Teachers Mohammad Nurwahid; Kurratul Aini; Makbul Muksar; Imam Rofiki; I Nengah Parta; Andi Daniah Pahrany
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9006

Abstract

This community service activity aimed to improve teachers’ understanding and skills in developing interactive assessments using Liveworksheet at SMP Al Hidayah Malang. The activity was conducted through workshops using lectures, demonstrations, hands-on practice, and mentoring methods. The participants consisted of 9 teachers from various subjects. Data were collected through pre- and post-workshop questionnaires, open-ended responses, and participants’ products. The results showed an improvement in teachers’ understanding and skills after participating in the workshop. All participants (100%) successfully created interactive assessments using various Liveworksheet features such as multiple choice, matching, drag-and-drop, and checkbox. In addition, participants gave positive responses to the workshop because it was considered beneficial in improving their knowledge and skills in educational technology. Therefore, the workshop on developing interactive assessments based on Liveworksheet proved effective in improving teachers’ competencies in digital assessment development.Pendampingan Penyusunan Asesmen Interaktif Berbasis Liveworksheet Bagi Guru Sekolah Menengah PertamaABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun asesmen interaktif berbasis Liveworksheet di SMP Al Hidayah Malang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan metode ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Subjek kegiatan terdiri atas 9 guru dari berbagai mata pelajaran. Data diperoleh melalui angket pre dan post workshop, pertanyaan terbuka, serta hasil produk peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru setelah mengikuti workshop. Seluruh peserta (100%) berhasil membuat asesmen interaktif berbasis Liveworksheet dengan variasi fitur seperti pilihan ganda, menjodohkan, drag and drop, dan checkbox. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan workshop karena dinilai bermanfaat dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan penggunaan teknologi pembelajaran. Dengan demikian, workshop penyusunan asesmen interaktif berbasis Liveworksheet terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan asesmen digital.Kata Kunci :Asesmen Interaktif; Liveworksheet; Workshop; Kompetensi Guru; Pengabdian Masyarakat
A Plastic Waste-Based Urban Farming Community Service Program in Patangpuluhan Victor Novianto; Danarstuti Utami; Pebri Prihatmoko
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9564

Abstract

Household plastic waste and limited space for food production are major challenges for urban communities, including in Patangpuluhan Urban Village, Wirobrajan Subdistrict, Yogyakarta City, where plastic waste such as used mineral-water gallons is still commonly regarded as worthless while narrow yards remain underused for household food cultivation. Most existing urban farming initiatives focus mainly on plant-production techniques and have not yet widely integrated household plastic-waste reduction as both a growing-media source and an environmental behavior-change strategy, so this community service program aimed to (1) improve participants’ knowledge of plastic waste, urban farming, and the circular economy, (2) build participants’ skills in converting used plastic gallons into planting media, and (3) develop an initial Green Food Cycle approach that integrates waste management, household food production, and community learning. The program was conducted on 28 June 2026 in Patangpuluhan Urban Village, Wirobrajan Subdistrict, Yogyakarta City, using a participatory empowerment approach involving 25 members of a neighborhood women’s group (dasa wisma) through problem identification, environmental education, plastic-waste-utilization training, and planting-media practice, with data analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The results showed increases in participants’ knowledge of plastic-waste impacts from 56% to 88% (a 32-percentage-point gain), urban farming from 48% to 84% (a 36-percentage-point gain), and the circular economy from 44% to 80% (a 36-percentage-point gain), and 21 of 25 participants were able to independently produce planting media from used plastic gallons. These findings indicate that transforming plastic waste through urban farming shows potential as an initial community empowerment approach that supports urban environmental awareness, although its sustainability and its effect on household food security require further monitoringProgram Layanan Masyarakat Pertanian Perkotaan Berbasis Limbah Plastik di PatangpuluhanABSTRAKLimbah plastik rumah tangga dan keterbatasan ruang untuk produksi pangan menjadi tantangan bagi masyarakat perkotaan, termasuk di Kelurahan Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta, tempat limbah plastik seperti galon air mineral bekas masih dominan dipandang sebagai barang tidak bernilai, sementara pemanfaatan pekarangan sempit untuk bercocok tanam belum berkembang. Sebagian besar program urban farming yang telah berjalan masih berfokus pada teknik produksi tanaman dan belum banyak mengintegrasikan pengurangan limbah plastik rumah tangga sebagai sumber material sekaligus strategi perubahan perilaku lingkungan, sehingga kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan peserta mengenai limbah plastik, urban farming, dan circular economy, (2) meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat media tanam dari galon plastik bekas, dan (3) menyusun kerangka pemberdayaan yang mengintegrasikan pengelolaan limbah, produksi pangan rumah tangga, dan pembelajaran komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juni 2026 di Kelurahan Patangpuluhan, Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta, menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang melibatkan 25 anggota dasa wisma melalui tahapan identifikasi masalah, edukasi lingkungan, pelatihan pemanfaatan limbah plastik, dan praktik pembuatan media tanam, dengan data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada aspek dampak limbah plastik dari 56% menjadi 88% (naik 32 poin persentase), pengetahuan urban farming dari 48% menjadi 84% (naik 36 poin persentase), dan pemahaman circular economy dari 44% menjadi 80% (naik 36 poin persentase), serta sebanyak 21 dari 25 peserta mampu membuat media tanam berbasis galon plastik secara mandiri. Program ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan limbah plastik melalui urban farming berpotensi menjadi pendekatan pemberdayaan masyarakat tahap awal yang mendukung kesadaran lingkungan perkotaan, meskipun keberlanjutan dan dampaknya terhadap ketahanan pangan rumah tangga masih memerlukan pemantauan lanjutanKata Kunci :Limbah plastik; Urban farming; Ketahanan pangan; Pemberdayaan masyarakat
Ecoprint Training as an Innovative Environment-Based Chemistry Learning Program for Students of SMAN 13 Pontianak Rody Putra Sartika; Masriani Masriani; Rini Muharini; Rachmat Sahputra; Lukman Hadi; Aldi Tobing; Muhammad Rafif; Medardus Josua Petrus Tosang; Adila Bilqis
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.9606

Abstract

Chemistry learning in secondary schools is still predominantly theoretical, limiting students' opportunities to connect scientific concepts with contextual and environment-based learning experiences. As a result, the use of the surrounding environment as a learning resource, as well as the development of creativity, environmental awareness, and twenty-first-century skills, has not been fully optimized. This community service program aimed to implement ecoprint training as an innovative approach to environment-based chemistry learning and to evaluate its impact on students' knowledge and skills, environmental awareness, creativity and critical thinking, green entrepreneurship, and collaborative learning. The program involved 171 tenth-grade students of SMAN 13 Pontianak and employed a hands-on training approach consisting of instructional sessions, ecoprint practice using locally available natural materials, reflective discussions, and post-activity evaluation using a five-point Likert-scale questionnaire. Data were analyzed using descriptive quantitative methods based on the mean scores of each evaluation aspect. The results indicated that all assessed aspects achieved good to very good categories, including knowledge and skills (3.75), environmental awareness (4.14), creativity and critical thinking (3.96), green entrepreneurship (3.91), and collaborative learning and partnership (4.04). In addition, the program produced dozens of naturally dyed ecoprint works collaboratively created by the participants as tangible outcomes of practice-based learning. These findings demonstrate that ecoprint training not only enhances students' understanding of chemistry concepts through experiential learning but also strengthens environmental literacy, creativity, collaboration, and awareness of sustainable entrepreneurship. This program offers an innovative environment-based chemistry learning approach that integrates scientific concepts, local natural resources, and sustainability values, providing a replicable model to support the implementation of Education for Sustainable Development (ESD) in schools.Pelatihan Ecoprint sebagai Inovasi Pembelajaran Kimia Berbasis Lingkungan bagi Siswa SMAN 13 PontianakABSTRAKPembelajaran kimia di sekolah menengah masih didominasi oleh pendekatan teoretis sehingga belum sepenuhnya menghubungkan konsep sains dengan pengalaman belajar yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Kondisi ini menyebabkan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar serta pengembangan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan keterampilan abad ke-21 belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan pelatihan ecoprint sebagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran kimia berbasis lingkungan serta mengevaluasi dampaknya terhadap pengetahuan dan keterampilan, kesadaran lingkungan, kreativitas dan berpikir kritis, green entrepreneurship, serta pembelajaran kolaboratif siswa. Kegiatan melibatkan 171 siswa kelas X SMAN 13 Pontianak melalui pendekatan hands-on training yang dipadukan dengan penyampaian materi, praktik pembuatan ecoprint menggunakan bahan alami lokal, diskusi reflektif, dan evaluasi menggunakan angket skala Likert lima tingkat. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan nilai rata-rata setiap aspek penilaian. Hasil menunjukkan bahwa seluruh aspek berada pada kategori baik hingga sangat baik, yaitu pengetahuan dan keterampilan (3,75), kesadaran lingkungan (4,14), kreativitas dan berpikir kritis (3,96), green entrepreneurship (3,91), serta kemitraan dan pembelajaran kolaboratif (4,04). Kegiatan juga menghasilkan puluhan karya ecoprint berbahan alami sebagai luaran pembelajaran berbasis praktik. Temuan ini menunjukkan bahwa ecoprint efektif sebagai pendekatan pembelajaran kimia berbasis lingkungan yang mengintegrasikan konsep sains, pemanfaatan sumber daya lokal, dan nilai keberlanjutan, serta berpotensi direplikasi untuk mendukung implementasi Education for Sustainable Development (ESD).Kata Kunci :Ecoprint; Pembelajaran Berbasis Lingkungan; Pendidikan Kimia; Pengabdian Masyarakat
Digital Marketing Optimization Through DGWEB JARIK WIRU as P5 Learning Media at SMPN 2 Arjosari Bagus Hikmahwan; Dwi Ariani Finda Yuniarti; Berto Yusuf Nugroho; Anwar Fuadi; Berlian Juliartha Martin Putra
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 2 (2026): August - December 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i2.7991

Abstract

Digital transformation in education encourages the integration of information technology into the learning process, one of which is through the implementation of the Merdeka Curriculum using the Project to Strengthen the Profile of Pancasila Students (P5) approach. SMPN 2 Arjosari Pacitan responded to this by developing the JARIK WIRU program (Learning Communication and Entrepreneurship), which focuses on preserving local culture through batik ecoprint and strengthening students’ entrepreneurial mindset. However, limited digital marketing strategies have made it difficult for student-made products to gain wider recognition. To address this challenge, a Community Service Program (PKM) was carried out through the development of the jarikwiru.ite website as a digital learning and marketing platform. The development process applied the Web Development Life Cycle (WDLC) approach using the WordPress platform and the Elementor plugin. Testing results showed a user satisfaction rate of 92.96% and a technical performance rating of "C" (GTMetrix). This website has proven to be a strategic solution for promoting the JARIK WIRU program digitally and serves as an effective digital entrepreneurship learning medium for students at SMPN 2 Arjosari Pacitan. Future recommendations include training for independent content management and further optimization of website performance.Optimalisasi Digital Marketing Melalui DGWEB JARIK WIRU sebagai Media Pembelajaran P5 di SMPN 2 ArjosariABSTRAKTransformasi digital dalam pendidikan mendorong integrase teknologi informasi dalam pembelajaran, salah satunya melalui implementasi Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). SMPN 2 Arjosari Pacitan merespon hal ini dengan mengembangkan program JARIK WIRU (Belajar Ilmu Komunikasi dan Wirausaha), yang berfokus pada pelestarian budaya lokal melalui batik ecoprint dan penguatan jiwa kewirausahaan siswa. Namun, keterbatasan strategi digital marketing menyebabkan produk-produk siswa kurang dikenal luas. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan melalui pengembangan website jarikwiru.site sebgai media pembelajaran dan pemasaran secara digital. Pengembangan dilakukan menggunakan pendekatan WDLC (Web Development Life Cycle) dengan platform WordPress dan plugin Elementor. Hasil pengujian menunjukkan website memperoleh nilai kepuasan pengguna sebesar 92,96% dan performa teknis kategori cukup (Grade C-GTMetrix). Website ini berhasil menjadi solusi strategis dalam mendukung digitalisasi promosi program JARIK WIRU dan sebagai media pembelajaran kewirausahaan berbasis digital di SMPN 2 Arjosari Pacitan. Rekomendasi selanjutnya mencakup pelatihan pengelolaan konten mandiri dan optimalisasi performa situs agar lebih maksimal.Kata Kunci:Digital Marketing; JARIK WIRU; WordPress; WDLC; Ecoprint